View AllNews

Nasional

Hukum

Latest News

21/09/26

Cegah Dengue Sejak Dini, KOBAR Soroti Peran Vaksinasi dan Pengendalian Vektor

 


Jakarta, 16 September 2026 – Dengue tidak hanya menjadi persoalan kesehatan, tetapi juga memberikan tekanan besar terhadap perekonomian dan keuangan keluarga. Studi yang dipresentasikan pada Asia Dengue Summit ke-9 memperkirakan beban ekonomi dengue di Indonesia mencapai USD 550,9 juta atau hampir Rp9 triliun pada 2024, dengan lebih dari 2 juta kunjungan rawat inap.


Temuan tersebut mendorong Koalisi Bersama (KOBAR) Lawan Dengue agar pencegahan dengue menjadi bagian dari prioritas nasional. Indonesia sebagai negara tropis dengan kondisi hiperendemis menghadapi risiko penularan sepanjang tahun.


Peneliti senior Universitas Gadjah Mada, Dr. Diah Ayu Puspandari, Apt., MBA., M.Kes., mengatakan beban dengue tidak hanya ditanggung sistem kesehatan, tetapi juga keluarga.


“JKN belum menghapus beban ekonomi di tingkat rumah tangga. Pasien yang tercakup JKN tetap mengeluarkan biaya mandiri rata-rata Rp1,09 juta hingga Rp1,33 juta per episode, sementara pasien tanpa asuransi dapat mencapai Rp4,27 juta hingga Rp5,60 juta. Karena itu, pencegahan dengue menjadi cara nyata untuk mengurangi tekanan ekonomi keluarga,” ujarnya.


Selain pengendalian vektor melalui PSN 3M Plus, Jumantik, surveilans dan deteksi dini, vaksinasi juga dinilai dapat menjadi bagian dari strategi pencegahan. Studi Universitas Gadjah Mada menunjukkan vaksinasi dengue pada anak usia sekolah berpotensi cost-effective serta memberikan manfaat ekonomi melalui pengurangan biaya perawatan, kehilangan produktivitas, dan absensi sekolah.


Ketua KOBAR Lawan Dengue, dr. H. Suir Syam, M.Kes., M.M.R., menegaskan bahwa dengue dapat dikendalikan melalui kolaborasi berbagai pihak.


“Dengue bukan penyakit yang tidak dapat dikendalikan. Pemerintah, tenaga kesehatan, akademisi, dunia usaha, media, organisasi masyarakat sipil, dan masyarakat perlu membangun gerakan bersama melalui pencegahan, deteksi dini, pengendalian vektor, inovasi kesehatan, dan edukasi berkelanjutan,” katanya.


KOBAR juga menyambut penyusunan Rencana Aksi Nasional (RAN) Pengendalian Dengue 2026–2029 oleh Kementerian Kesehatan sebagai langkah memperkuat pencegahan dan pengendalian dengue secara terintegrasi.


Wakil Menteri Kesehatan RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR, menyampaikan komitmen pemerintah untuk mencapai Zero Dengue Deaths 2030.


“Pencegahan dengue harus dipandang sebagai investasi bagi kesehatan masyarakat dan ketahanan bangsa. RAN Pengendalian Dengue 2026–2029 disusun untuk memperkuat surveilans, pencegahan, deteksi dini, tata laksana klinis, serta kolaborasi lintas sektor,” ujarnya.


KOBAR mengajak pemerintah pusat dan daerah, tenaga kesehatan, akademisi, dunia usaha, media, organisasi masyarakat sipil, dan masyarakat memperkuat kolaborasi dalam pengendalian dengue. Upaya tersebut mencakup edukasi, PSN 3M Plus, surveilans, deteksi dini, penguatan layanan kesehatan, serta pemanfaatan inovasi seperti Wolbachia dan vaksinasi sesuai kebijakan pemerintah.

2,5 Hektare Semak Belukar Terbakar, Tim Gabungan Tuntaskan Penanganan Karhutla di Pandawan

 


HULU SUNGAI TENGAH – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Desa Jatuh, Kecamatan Pandawan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Senin (21/9/2026).


Kebakaran yang melanda kawasan semak belukar tersebut ditangani secara cepat oleh Babinsa Koramil 1002-05/Pandawan Sertu Sholikin bersama Bhabinkamtibmas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) HST, petugas pemadam kebakaran dan relawan.


Penanganan dilakukan sejak sekitar pukul 12.30 WITA. Tim gabungan berjibaku melakukan pemadaman dan pendinginan hingga api berhasil dikendalikan pada pukul 14.05 WITA.

Berdasarkan hasil penanganan di lapangan, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai ±2,5 hektare, dengan kondisi lahan didominasi semak belukar.


Danramil 1002-05/Pandawan Kapten Inf M. Fadillah mengatakan, keterlibatan personel gabungan merupakan bentuk respons cepat untuk mencegah api meluas ke kawasan lainnya.


“Begitu mendapat informasi adanya kebakaran, personel langsung bergerak bersama unsur terkait untuk melakukan pemadaman. Alhamdulillah, api berhasil dipadamkan dan tidak sampai menimbulkan korban jiwa,” ujarnya.


Dalam penanganan tersebut, TNI mengerahkan satu personel, Polri satu personel, BPBD HST lima personel, Damkar satu personel serta tim relawan sebanyak delapan orang.


Meski api telah berhasil dipadamkan, petugas tetap melakukan pemantauan di sekitar lokasi guna memastikan tidak terdapat titik api yang kembali menyala.


Salah satu kendala yang dihadapi tim di lapangan adalah berkurangnya debit air, sehingga proses pemadaman membutuhkan koordinasi dan upaya lebih lanjut.


“Yang menjadi perhatian adalah ketersediaan air. Karena debit air berkurang, kami bersama tim harus mengatur penggunaannya secara efektif selama proses pemadaman,” kata Kapten Inf M. Fadillah.


Hingga penanganan selesai, kondisi api dinyatakan sudah padam dan tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut.


Personel gabungan juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat kondisi lahan dan vegetasi kering, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api untuk mencegah kebakaran meluas.(pen1002hst).

HUT ke-81 TNI di Malang, Fun Run 5K Dirangkai Bakti Sosial dan Layanan Kesehatan

 


Malang – Semangat kebersamaan mewarnai peringatan HUT ke-81 TNI di wilayah Jawa Timur. Melalui Fun Run 5K yang digelar serentak di 30 lokasi Indonesia, TNI mengajak masyarakat berolahraga sekaligus menghadirkan berbagai kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung, Minggu (20/9/2026).


Di Malang, lebih dari 3.300 peserta mengikuti Fun Run di Lapangan Brawijaya Rampal, sementara secara nasional, kegiatan dipusatkan di Monumen Nasional, Jakarta.


Kegiatan juga dirangkaikan dengan Gelar UMKM, Bakti Sosial Kesehatan dan pembagian paket sembako. Bakti kesehatan mencakup donor darah, pengobatan umum, pengobatan gigi, khitan massal, operasi katarak serta operasi bibir sumbing. 


Untuk operasi katarak dan bibir sumbing dilaksanakan di Rumah Sakit Soepraoen Malang. Seluruh rangkaian kegiatan menjadi bagian dari upaya memperkuat kepedulian sosial sekaligus mempererat hubungan TNI dengan masyarakat.


Danrem 083/Baladhika Jaya Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan, S.Sos., M.M.S., M.Han., mengatakan bahwa tema HUT ke-81 TNI harus diwujudkan melalui kegiatan yang membangun kedekatan dan memberikan manfaat bagi rakyat.


“TNI kuat bersama rakyat bukan sekadar tema, tetapi harus diwujudkan melalui kebersamaan, kepedulian dan pengabdian yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkas Danrem. (Penrem 083/Bdj)

Jembatan Garuda Desa Taras Jadi Harapan Baru Petani, Kodim 0910/Malinau Dorong Kemudahan Akses dan Perekonomian Warga

 


Malinau – Kehadiran Jembatan Garuda di Desa Taras, Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau, menjadi harapan baru bagi masyarakat, khususnya para petani yang selama ini mengalami kesulitan dalam mengakses kawasan perkebunan serta membawa hasil panen.


Melalui peran dan kepedulian Kodim 0910/Malinau, pembangunan dan keberadaan Jembatan Garuda menjadi bagian dari upaya membantu masyarakat dalam membuka akses yang selama ini sulit dilalui. Jembatan tersebut kini memberikan kemudahan bagi warga untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, terutama para petani dalam mengangkut hasil kebun.


Sebelum adanya jembatan, kondisi akses yang sulit menjadi salah satu kendala bagi masyarakat. Para petani harus menghadapi medan yang cukup sulit ketika membawa hasil panen dari kebun menuju permukiman maupun lokasi pemasaran.


Dengan hadirnya Jembatan Garuda, mobilitas masyarakat menjadi lebih mudah dan lancar. Hasil pertanian dan perkebunan dapat diangkut dengan lebih efektif, sehingga diharapkan mampu mendukung peningkatan aktivitas ekonomi serta kesejahteraan masyarakat Desa Taras.

20/09/26

HUT TNI KE-81, Kodim 0904/Paser Gelar Bakti Kesehatan Bersama Masyarakat

 



Kodim 0904/Paser, Tanah Grogot - Dalam rangka memperingati HUT TNI ke - 81, Kodim 0904/Paser menggelar Bakti Sosial Kesehatan (Baksoskes) gratis bagi masyarakat. Minggu (20/9/2026).


Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT TNI yang melibatkan masyarakat dari berbagai kalangan dan kegiatan ini dilaksanakan secara Serentak seluruh jajaran TNI di Indonesia.


Kegiatan tersebut melibatkan Kodim 0904/Paser, Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek, Polkes 06.10.03 Paser dan PMI Paser. Dimana kegiatan pagi hari ini juga dilaksanakan secara live melalui daring bersamaan seluruh jajaran TNI di Indonesia.


Kolaborasi tersebut menghadirkan sejumlah layanan kesehatan yang dapat diakses masyarakat secara gratis. 


Layanan yang tersedia meliputi pemeriksaan mata, pemeriksaan kesehatan jantung, Pengecekan Tekanan Darah, Gula Darah, kolesterol, kesehatan jantung dan donor darah. 


Warga dapat memanfaatkan layanan tersebut secara gratis sesuai kebutuhan dalam kegiatan yang digelar di Aula Panglima Sentik Makodim 0904/Psser sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI tahun 2026 ini.


Ratusan warga beserts instansi gabungan se Kabupaten Paser mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias. Selain memberikan pelayanan kesehatan, Baksos Kesehatan TNI menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara TNI, Instansi lain dan masyarakat melalui kegiatan sosial yang dapat dirasakan secara langsung.


Salah seorang warga, Andi (42 tahun), menyampaikan bahwa  merasa terbantu dengan adanya pemeriksaan kesehatan gratis yang disediakan dalam kegiatan tersebut. Ia juga memberikan apresiasi kepada TNI khususnya Kodim 0904/Paser karena menghadirkan pelayanan kesehatan yang dapat dimanfaatkan masyarakat sekitar.


PMI Paser juga memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang digelar oleh Kodim 0904/Paser, dimana dengan adanya kegiatan ini Bank Darah di PMI Paser dapat terisi untuk memberikan stok Darah bagi yang membutuhkan.


Dim 0904/Psr

Bripda Faradila Kembali Harumkan Nama Polda Papua, Pertahankan Emas Selam OBA

 


Jayapura – Personel Polwan Bintara Ditpolairud Polda Papua, Bripda Faradila A. Hehanussa, kembali mengharumkan nama Polda Papua dengan mempertahankan medali emas pada cabang olahraga Selam Orientasi Bawah Air (OBA) dalam Open Turnamen Piala Panglima TNI Tahun 2026 yang digelar pada 19–20 September 2026 di perairan Teluk Ambon, tepatnya di depan Mako Kodaeral IX Ambon.


Prestasi tersebut menjadi capaian membanggakan bagi Polda Papua setelah Bripda Faradila kembali menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam ajang olahraga selam yang menguji kecepatan sekaligus ketepatan peserta dalam menyelesaikan setiap tahapan perlombaan.


Cabang olahraga Selam OBA yang dipertandingkan dalam turnamen tersebut menggabungkan dua kategori, yakni terukur dan akurasi, sehingga peserta dituntut mampu memadukan kecepatan dengan ketepatan dalam pelaksanaannya.


Selain menjadi ajang kompetisi olahraga, kemampuan yang dibutuhkan dalam Selam OBA juga memiliki keterkaitan dengan pelaksanaan tugas Pencarian dan Pertolongan (SAR) di air. 


Personel dituntut memiliki kondisi fisik dan mental yang prima, menguasai teknik penyelaman serta mampu menggunakan kompas sebagai alat navigasi ketika berada di bawah permukaan air.


Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi atas keberhasilan Bripda Faradila A. Hehanussa yang kembali mempertahankan medali emas pada ajang tersebut.


“Selamat kepada Bripda Faradila A. Hehanussa atas prestasi yang kembali diraih dengan mempertahankan medali emas pada cabang olahraga Selam OBA Piala Panglima TNI Tahun 2026. Prestasi ini tentu menjadi kebanggaan bagi Polda Papua sekaligus mengharumkan nama institusi di tingkat nasional,” ucap Kabid Humas, Minggu (20/09/2026).


Kombes Cahyo menambahkan, prestasi tersebut menunjukkan bahwa personel Polri, khususnya Polwan, memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensi dan kemampuan di berbagai bidang, termasuk olahraga yang juga dapat menunjang pelaksanaan tugas kepolisian.


“Olahraga selam membutuhkan kecepatan, ketepatan, konsentrasi serta ketahanan fisik dan mental. Kemampuan tersebut juga sangat relevan dalam mendukung tugas SAR di perairan,” ungkapnya. 


“Kami berharap prestasi Bripda Faradila dapat menjadi motivasi bagi personel Polda Papua lainnya untuk terus berlatih, mengembangkan kemampuan dan memberikan prestasi terbaik bagi institusi,” imbuhnya.

Tokoh Agama Papua Pdt. MPA Maury Serukan Penghentian Kekerasan dan Kedepankan Dialog Damai

 



Opini, Papua - Pdt. MPA Maury dari Ketua Persekutuan Gereja-Gereja di Papua Provinsi Papua, mewakili tokoh-tokoh agama di Tanah Papua, menyampaikan keprihatinan mendalam atas kekerasan yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa di sejumlah wilayah Papua, khususnya di Provinsi Papua, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan.


Menurutnya, peristiwa kekerasan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir sangat menyayat hati, terlebih korban merupakan masyarakat yang datang untuk bekerja, mencari kehidupan, maupun memberikan bantuan kepada masyarakat di daerah pedalaman. Ia menegaskan bahwa para korban juga merupakan sesama manusia yang memiliki keluarga, saudara, serta hak untuk hidup dan bekerja dengan aman.


Sebagai tokoh agama, Pdt. MPA Maury menyampaikan penyesalan yang mendalam atas terjadinya tindakan kekerasan tersebut. Ia mengajak seluruh masyarakat Papua, baik yang berada di wilayah pesisir, perkotaan, kepulauan maupun pedalaman, untuk menyadari bahwa semuanya merupakan bagian dari masyarakat Papua dan Indonesia yang hidup bersama di atas tanah yang diberikan Tuhan.


Ia juga mengimbau kepada pihak-pihak yang memiliki perbedaan pandangan atau pemikiran terkait Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) agar menyampaikan aspirasi melalui dialog dan cara-cara yang damai. Menurutnya, berbagai persoalan dan perbedaan pandangan seharusnya dapat dibicarakan bersama dengan pemerintah maupun pihak-pihak terkait, tanpa harus menggunakan kekerasan dan mengorbankan nyawa manusia.


“Bicaralah kepada bangsa ini, kepada para pemimpin, baik eksekutif, legislatif, yudikatif, TNI, Polri maupun seluruh pihak yang ada di Indonesia. Mari membuka diri dan membuka hati untuk berbicara bersama,” ujarnya.


Pdt. MPA Maury juga mengingatkan bahwa masyarakat yang datang dari daerah lain untuk bekerja dan membantu masyarakat Papua merupakan bagian dari bangsa Indonesia. Karena itu, keberadaan mereka tidak seharusnya menjadi alasan untuk melakukan tindakan kekerasan yang dapat menghilangkan nyawa.


Ia kembali menyoroti adanya korban lain dalam peristiwa kekerasan yang terjadi setelah kejadian sebelumnya di wilayah Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, termasuk seorang sopir kendaraan dalam perjalanan menuju wilayah Intan Jaya. Menurutnya, setiap korban meninggalkan keluarga yang merasakan kehilangan dan duka yang mendalam.


Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat di Tanah Papua untuk menghentikan kekerasan dan mengedepankan kehidupan yang damai. Ia mengingatkan bahwa setiap manusia memiliki perasaan, keluarga dan orang-orang yang mencintainya, sehingga setiap tindakan yang merenggut nyawa seseorang juga meninggalkan luka bagi keluarga yang ditinggalkan.


Di akhir pesannya, Pdt. MPA Maury mengajak seluruh masyarakat Papua untuk berserah diri kepada Tuhan, menjaga kehidupan, serta bersama-sama membangun Tanah Papua dengan cara-cara yang damai.


“Marilah kita semua sadar bahwa Tuhan menyayangi kita semua. Dari ujung ke ujung Tanah Papua, saya berharap kita semua berserah diri kepada Tuhan dan mengikuti kehendak Tuhan bagi bangsa kita dan bagi Tanah Papua,” tuturnya.

Jaga Kedamaian Papua Pegunungan, Pimpinan Daerah Diminta Rangkul Semua Pihak

 


Jayapura – Upaya menjaga keamanan dan kedamaian di Papua Pegunungan membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, aparat keamanan serta masyarakat.


Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (KEPP OKP), John Wempi Wetipo, mendorong para pimpinan daerah untuk merangkul seluruh pihak dan memperkuat komunikasi sebagai bagian dari upaya menyelesaikan berbagai persoalan konflik yang terjadi di wilayah Papua Pegunungan.


John Wempi Wetipo mengatakan, pemerintah daerah memiliki peran penting dalam membangun komunikasi dengan seluruh pihak, termasuk para kepala daerah di wilayah Papua Pegunungan. 


Menurutnya, persoalan keamanan yang terjadi di sejumlah daerah perlu dibicarakan secara bersama sehingga langkah penyelesaiannya dapat dilakukan secara terkoordinasi.


“Pimpinan daerah harus merangkul semua pihak dan membangun komunikasi yang baik. Jangan sampai persoalan yang terjadi di satu wilayah berkembang menjadi persoalan yang lebih luas. Karena itu, perlu ada ruang untuk duduk bersama, membicarakan persoalan yang ada dan mencari solusi secara bersama,” ujar John Wempi Wetipo.


Ia juga mendorong Gubernur Papua Pegunungan untuk memperkuat komunikasi dengan para bupati, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama dan pihak terkait lainnya. Langkah tersebut dinilai penting untuk menyatukan langkah dalam menjaga keamanan sekaligus mencari penyelesaian terhadap persoalan yang terjadi di sejumlah wilayah.


Sejumlah wilayah di Papua Pegunungan, seperti Jayawijaya, Yahukimo, Pegunungan Bintang dan Nduga, masih menghadapi berbagai persoalan keamanan. 


Kondisi tersebut membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan agar penanganan persoalan tidak hanya dilakukan secara parsial, tetapi melalui koordinasi dan komunikasi yang berkelanjutan.


“Yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama menjaga masyarakat. Pemerintah daerah harus hadir, tokoh-tokoh juga harus mengambil peran dan semua pihak harus membuka komunikasi. Dengan begitu, setiap persoalan bisa dibicarakan dan dicarikan jalan keluar dengan baik,” katanya.


Upaya membangun komunikasi dan merangkul seluruh pihak diharapkan dapat memperkuat sinergi antarelemen masyarakat serta mencegah berkembangnya konflik. 


Masyarakat juga diimbau untuk tidak mudah terprovokasi dan turut menjaga situasi Kamtibmas dengan menyampaikan setiap persoalan melalui jalur komunikasi yang tepat.


Sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh elemen masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan Papua Pegunungan yang aman, damai dan kondusif.