View AllNews

Nasional

Hukum

Latest News

15/09/26

Polres Yahukimo Lakukan Pengamanan Terhadap Aksi Unjuk Rasa Aliansi Pelajar Se-Yahukimo

 


Dekai - Bertempat di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Yahukimo, Polres Yahukimo melakukan Pengamanan serta pengawalan terhadap aksi unjuk rasa yang di lakukan oleh Aliansi Pelajar Se-Yahukimo. Selasa (15/9/26). 


Kapolres Yahukimo Kompol Rosman Latukonsina Mansyur, didampingi Kabag Ops Polres Yahukimo AKP Dr Suryadin, S.H., M.H, bersama PJU yang terlibat dan personil Polres Yahukimo melakukan pengawalan serta pengamanan aksi unjuk rasa yang di lakukan oleh Aliansi Pelajar Se-Yahukimo. 


Aksi Unjuk Rasa Aliansi Pelajar Se-Yahukimo menyatakan sikap melalui orasi-orasi bahwa mereka tidak setuju dengan adanya pemberian makanan gratis di sekolah, dan juga menyoroti adanya ribuan siswa di Indonesia dan Papua yang terdampak keracunan makanan dari program MBG.


Dalam pelaksanaan pengamanan, personel Polres Yahukimo tampak melakukan pengaturan arus lalu lintas, pengamanan jalur massa aksi, serta memberikan pelayanan kepada masyarakat pengguna jalan agar aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar selama aksi berlangsung.


Kapolres Yahukimo menyampaikan bahwa, pengamanan yang dilakukan merupakan bagian dari tugas Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, termasuk dalam mengawal penyampaian aspirasi di muka umum sesuai aturan yang berlaku.


Selain itu, Kapolres juga mengapresiasi seluruh peserta aksi yang tetap menjaga situasi keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung sehingga seluruh rangkaian aksi dapat berjalan dengan damai tanpa mengganggu stabilitas kamtibmas di wilayah Kabupaten Yahukimo.


Hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai dilaksanakan, situasi di sekitar lokasi aksi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Aliansi Pelajar Se-Yahukimo kemudian membubarkan diri dengan tertib di bawah pengawasan aparat kepolisian.

Bhabinkamtibmas Padua Dekatkan Diri dengan Warga, Keluhan Harga Ikan Ditampung

  


Jayapura – Bhabinkamtibmas Kampung Padua, Distrik Padua, Aipda Nicodemus Mayer, melaksanakan kegiatan Door to Door System (DDS) dengan menyambangi warga binaannya di RT 002/RW 001, Kampung Padua, Selasa (15/9/2026).


Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya mempererat silaturahmi sekaligus membuka ruang komunikasi secara langsung dengan masyarakat untuk menyerap berbagai aspirasi dan keluhan yang berkembang di lingkungan warga.


Dalam kunjungan tersebut, Aipda Nicodemus Mayer berdialog dengan warga bernama Emanuel Nuwe yang menyampaikan keluhan terkait harga hasil tangkapan ikan yang dijual kepada kapal penampung. Emanuel menjelaskan, ikan kakap berukuran kecil dihargai sekitar Rp2.000 per ekor, sedangkan ikan kakap berukuran besar sekitar Rp8.000 per ekor.


Menanggapi keluhan tersebut, Aipda Nicodemus Mayer menyampaikan bahwa pihaknya akan membantu melakukan koordinasi dengan pihak kapal penampung untuk memperoleh kejelasan terkait mekanisme dan harga pembelian hasil tangkapan ikan.


“Melalui kegiatan DDS ini, kami ingin mendengar langsung apa yang menjadi keluhan dan kebutuhan masyarakat. Untuk persoalan harga hasil tangkapan ikan yang disampaikan warga, kami akan mencoba berkoordinasi dengan pihak terkait agar informasi mengenai harga pembelian dapat diketahui secara jelas dan persoalan ini dapat dikomunikasikan dengan baik,” ujar Aipda Nicodemus Mayer.


Selain menyerap aspirasi warga, Bhabinkamtibmas juga mengingatkan masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan kelestarian lingkungan, khususnya di tengah kondisi cuaca yang cenderung kering. Warga diimbau agar tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan yang dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).


Aipda Nicodemus Mayer berharap masyarakat terus menjaga komunikasi dengan pihak kepolisian dan tidak ragu menyampaikan berbagai persoalan maupun potensi gangguan kamtibmas di lingkungan tempat tinggal.


“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan keamanan kampung. Apabila ada persoalan atau hal-hal yang berpotensi mengganggu kamtibmas, segera sampaikan kepada kami sehingga dapat ditindaklanjuti dan dicarikan solusi sejak dini,” tuturnya.

 

Peduli Kebutuhan Warga, Kodim 1002/HST Salurkan Air Bersih untuk 295 KK di Desa Perumahan

 


HULU SUNGAI TENGAH – Kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat terus ditunjukkan Kodim 1002/Hulu Sungai Tengah. Kali ini, jajaran Kodim kembali mendistribusikan air bersih kepada warga yang membutuhkan di Desa Perumahan, Kecamatan Labuan Amas Utara, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Selasa (15/9/2026).


Menggunakan armada Water Tank, personel Kodim 1002/Hulu Sungai Tengah menyalurkan air bersih secara langsung kepada masyarakat. Sedikitnya 295 kepala keluarga (KK) menerima suplai air bersih dalam kegiatan tersebut.


Pendistribusian ini menjadi bentuk nyata kepedulian TNI AD, khususnya Kodim 1002/Hulu Sungai Tengah, dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih, terutama di tengah kondisi keterbatasan pasokan air yang dirasakan warga.


Dandim 1002/Hulu Sungai Tengah Letkol Inf Ardiansyah Okta Putra Siregar melalui Danramil 1002-08/Labuan Amas Utara Kapten Inf Rudi Hartono menyampaikan bahwa penyaluran air bersih merupakan bagian dari upaya TNI untuk selalu hadir di tengah masyarakat.


“Air bersih merupakan kebutuhan utama masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami berupaya membantu meringankan kebutuhan warga, khususnya masyarakat yang mengalami keterbatasan mendapatkan air bersih,” ujar Kapten Inf Rudi Hartono.


Menurutnya, Kodim 1002/Hulu Sungai Tengah bersama jajaran Koramil akan terus berupaya memberikan bantuan dan pelayanan kepada masyarakat sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di wilayah.


“Kami berharap bantuan air bersih ini dapat memberikan manfaat dan sedikit meringankan beban masyarakat. TNI akan selalu berupaya hadir dan membantu masyarakat,” tambahnya.


Sementara itu, Pembakal Desa Perumahan, Rahmat, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kodim 1002/Hulu Sungai Tengah yang telah membantu memenuhi kebutuhan air bersih bagi warganya.


“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kodim 1002/Hulu Sungai Tengah dan Koramil Labuan Amas Utara yang telah membantu masyarakat Desa Perumahan. Bantuan air bersih ini sangat berarti bagi warga,” ungkap Rahmat.


Ia berharap kepedulian dan sinergi antara TNI dengan masyarakat dapat terus terjalin dengan baik, sehingga berbagai persoalan yang dihadapi warga dapat ditangani bersama.


Kegiatan pendistribusian air bersih tersebut berlangsung dengan tertib dan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Kehadiran personel TNI di tengah warga sekaligus menjadi wujud nyata kemanunggalan TNI dan rakyat dalam membantu memenuhi kebutuhan masyarakat.(pen1002hst).

14/09/26

58 Tahun Hadapi DBD, Indonesia Targetkan Nol Kematian pada 2030

 


JAKARTA – Setelah 58 tahun sejak kasus demam berdarah dengue (DBD) pertama kali tercatat di Indonesia, penyakit yang disebabkan virus dengue masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat. Pemerintah menargetkan nol kematian akibat dengue pada 2030, yang membutuhkan peran bersama pemerintah, tenaga kesehatan, lintas sektor, dan masyarakat.


Kasus DBD pertama kali dilaporkan di Indonesia pada 1968 melalui kejadian luar biasa (KLB) di Jakarta dan Surabaya. Saat itu tercatat 58 kasus dengan 24 kematian. Sejak itu, penanganan DBD terus berkembang dan mampu menekan tingkat kematian hingga di bawah 1 persen. 


Namun, DBD masih menjadi ancaman sepanjang tahun dan dapat menyerang siapa saja. Studi Burden of Disease Universitas Gadjah Mada memperkirakan lebih dari 2 juta rawat inap akibat dengue pada 2024, dengan beban ekonomi hampir Rp9 triliun. 


Dokter sekaligus kreator konten, dr. Gia Pratama Putra, mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap DBD sebagai penyakit biasa.


“DBD pada awalnya sulit dibedakan dari demam biasa, tetapi kondisi pasien dapat memburuk cepat. Karena itu, keluarga perlu mengenali tanda bahaya dan segera mencari pertolongan medis. Jangan sampai DBD dianggap sebagai hal biasa.”


Menurutnya, tanda bahaya yang perlu diwaspadai antara lain nyeri perut hebat, muntah terus-menerus, perdarahan, tubuh sangat lemas, gelisah, hingga penurunan kesadaran. Penanganan yang cepat dan tepat penting untuk mencegah kondisi pasien menjadi lebih berat. 


Gia juga menekankan bahwa pencegahan harus dilakukan sejak sebelum pasien membutuhkan perawatan di rumah sakit.


“Kemenangan terbesar sebenarnya terjadi jauh sebelum pasien sampai ke IGD. Pencegahan tetap menjadi perlindungan pertama. Setiap keluarga dapat berperan dengan menjalankan 3M Plus secara konsisten, mengurangi paparan gigitan nyamuk, memperhatikan lingkungan, serta berkonsultasi dengan tenaga kesehatan mengenai pilihan pencegahan lainnya, termasuk vaksinasi dengue.” 


Country Head Malaysia & Indonesia, Takeda, Simon Gallagher, mengatakan dampak DBD tidak hanya dirasakan oleh pasien, tetapi juga seluruh keluarga.


DBD tidak hanya berdampak pada pasien. Ketika satu orang sakit, seluruh keluarga ikut merasakan dampaknya, mulai dari kekhawatiran, waktu yang digunakan untuk merawat, hingga beban finansial. Karena itu, perjalanan menuju nol kematian akibat dengue perlu menempatkan keluarga sebagai bagian penting dari upaya pencegahan.


Ia menambahkan, pencapaian target nol kematian akibat dengue pada 2030 membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.


Takeda berkomitmen untuk terus menjadi mitra pemerintah, tenaga kesehatan, asosiasi medis, dunia usaha, dan masyarakat dalam memperkuat edukasi serta akses terhadap pencegahan dengue. Target 2030 dapat semakin dekat apabila setiap pihak mengambil peran dan bergerak bersama.


Indonesia saat ini memperkuat pengendalian dengue melalui Rencana Aksi Nasional Pengendalian Dengue 2026–2029. Upaya tersebut mencakup penguatan surveilans, deteksi dini, tata laksana kasus, pengendalian vektor, pengelolaan lingkungan, teknologi Wolbachia, vaksinasi dengue, serta pelibatan masyarakat. 


Setelah puluhan tahun menghadapi DBD, masyarakat kini memiliki lebih banyak pengetahuan dan pilihan pencegahan. Karena itu, upaya menuju nol kematian akibat dengue pada 2030 perlu dimulai dari tindakan sederhana di tingkat keluarga.


Kenali tanda bahaya, jalankan 3M Plus, lindungi diri dari gigitan nyamuk, dan segera cari pertolongan medis bila diperlukan. Jangan menunggu DBD datang—lindungi diri dan keluarga mulai sekarang.


SAT BINMAS POLRES LANNY JAYA MEDIASI MASALAH RUMAH TANGGA, KEDUA BELAH PIHAK SEPAKAT LANJUT JALUR HUKUM

 



LANNY JAYA – Satuan Binmas Polres Lanny Jaya menggelar kegiatan mediasi penyelesaian masalah keluarga di halaman Mapolres Lanny Jaya, Senin (14/09/2026). Mediasi dipimpin langsung Kapolres Lanny Jaya KOMPOL HENDRIK SERU, S.H bersama Kasat Binmas IPDA ABUBAKAR, http://S.Sos.


Kegiatan mediasi dimulai pukul 11.00 WIT dan berlangsung hingga pukul 14.00 WIT. Mediasi mempertemukan pasangan suami istri, Sdri. MELITA YIGIBALOM selaku pelapor dan Sdr. MEL WANIMBO selaku terlapor.


Dalam keterangannya, Kasat Binmas IPDA ABUBAKAR, http://S.Sos menjelaskan bahwa permasalahan berawal dari ketidakharmonisan rumah tangga. Pihak istri mengaku diusir oleh keluarga suami dengan alasan belum dikaruniai keturunan.


“Pihak istri tidak terima dengan perlakuan tersebut sehingga melapor ke Sat Binmas untuk dilakukan mediasi. Sedangkan dari pihak suami membenarkan dan tetap pada keinginannya untuk bercerai secara adat,” jelas Kasat Binmas.


Dalam proses mediasi, anggota Bhabinkamtibmas telah memberikan beberapa alternatif solusi dan himbauan agar kedua belah pihak dapat menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan dan saling memaafkan. 


Namun, karena kedua belah pihak tetap pada pendiriannya masing-masing, maka diputuskan mediasi tidak mencapai kata sepakat.


“Keputusan akhir, kedua belah pihak sepakat untuk melanjutkan permasalahan ini ke proses hukum nasional,” tambah IPDA ABUBAKAR.


Kegiatan mediasi berjalan aman, lancar dan tertib. Pukul 14.00 WIT kedua belah pihak beserta keluarga meninggalkan Mapolres Lanny Jaya dan kembali ke rumah masing-masing.


Polres Lanny Jaya melalui Sat Binmas akan terus berperan aktif sebagai problem solver dan penjaga kamtibmas dengan mengedepankan penyelesaian konflik secara humanis dan kekeluargaan.


Penulis: Humas Polres Lanny Jaya

BALAP LIAR BUKAN KEBANGGAAN, TAPI ANCAMAN DI JALAN RAYA


OPINI | Pasuruan Kota - Jalan Raya Bukan Arena Adu Kecepatan, Balap liar masih menjadi persoalan yang kerap muncul di sejumlah wilayah. Bagi sebagian anak muda, aktivitas ini mungkin dianggap sebagai hiburan, ajang menunjukkan keberanian, atau sekadar mencari sensasi. Namun, jika dilihat lebih jauh, balap liar bukanlah bentuk kebebasan yang patut dibanggakan.


Jalan raya merupakan fasilitas umum yang digunakan bersama. Ketika digunakan sebagai arena balapan, keselamatan bukan hanya menjadi taruhan bagi para pelaku, tetapi juga pengendara lain, pejalan kaki, hingga masyarakat yang berada di sekitar lokasi.


Yang lebih memprihatinkan, aksi balap liar sering dilakukan tanpa perlengkapan keselamatan dan tanpa memperhitungkan kondisi jalan maupun lalu lintas. Satu kesalahan kecil dapat berujung pada kecelakaan serius dan meninggalkan penyesalan yang panjang.


Kecepatan bukan ukuran keberanian.


Keberanian justru terlihat ketika seseorang mampu mengendalikan diri, menghormati pengguna jalan lain, serta memilih tempat yang aman dan legal untuk menyalurkan hobi otomotif.


Persoalan balap liar juga tidak cukup diselesaikan hanya dengan penindakan. Diperlukan peran bersama dari keluarga, sekolah, komunitas otomotif, pemerintah, kepolisian, dan masyarakat untuk menyediakan ruang positif bagi anak muda dalam menyalurkan energi dan kreativitasnya.


Jika ingin menguji kemampuan berkendara atau balapan, lakukan di sirkuit atau tempat yang memang diperuntukkan untuk kegiatan tersebut, bukan di jalan umum.


Pada akhirnya, tidak ada kemenangan dalam balap liar jika keselamatan harus menjadi taruhannya.


Mari hentikan balap liar.

Jaga keselamatan.

Hormati pengguna jalan.

Karena jalan raya adalah milik bersama, bukan arena balapan.


Opini redaksi.

Balap Liar Bisa Dipidana, Polres Pasuruan Kota Ingatkan Ancaman Sanksinya



PASURUAN — Polres Pasuruan Kota mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan jalan raya sebagai arena balapan. Aksi balap liar dinilai tidak hanya membahayakan keselamatan pelaku, tetapi juga dapat mengancam pengguna jalan lainnya.


Melalui himbauan keselamatan berlalu lintas, Polres Pasuruan Kota menegaskan bahwa aktivitas balap liar dapat dikenakan sanksi pidana sesuai Pasal 115 huruf b jo. Pasal 297 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.


Dalam aturan tersebut, pelanggar atau joki dapat dikenakan pidana kurungan paling lama 1 tahun atau denda paling banyak Rp3 juta.


Polres Pasuruan Kota mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan keselamatan di jalan. Khususnya kepada para generasi muda, masyarakat diimbau tidak mempertaruhkan keselamatan demi kecepatan sesaat.


“Jangan pertaruhkan keselamatan demi kecepatan sesaat. Jalan raya bukan arena balapan.”


Masyarakat yang melihat langsung diharapkan segera menghubungi layanan kepolisian dapat menghubungi Call Center Polisi 110.


POLRES PASURUAN KOTA

SIGAP • AMANAH • EMPATI


Redaksi: PaskotaNews


Gotong Royong untuk Lingkungan, Babinsa Kawal Pembangunan Drainase di Jatimulyo



Lumajang — Upaya meningkatkan kualitas infrastruktur lingkungan terus dilakukan melalui kebersamaan antara pemerintah desa, TNI dan masyarakat. Salah satunya melalui pembangunan drainase saluran pembuangan air di Dusun Tanjungsari RT 001 RW 003, Desa Jatimulyo, Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin (14/9/2026).


Dalam kesempatan itu, Babinsa Jatimulyo Koramil 0821-13/Kunir, Serda Ary Agus Wulandono, menyampaikan dirinya yang turut melakukan monitoring pembangunan drainase yang membentang sepanjang 950 meter di sisi kanan dan kiri jalan. Kehadiran Babinsa menjadi bagian dari upaya mengawal proses pembangunan agar berjalan dengan baik sekaligus memastikan kegiatan tersebut memberikan manfaat sesuai kebutuhan masyarakat.


“Pembangunan drainase ini dinilai sangat penting dalam mendukung sistem pembuangan air di lingkungan warga. Saluran yang tertata diharapkan mampu memperlancar aliran air saat hujan, sehingga dapat mengurangi risiko genangan di badan jalan maupun di sekitar permukiman serta menjaga kondisi jalan tetap lebih nyaman digunakan masyarakat,” kata dia.


Dirinya juga menegaskan bahwa monitoring yang dilakukan Babinsa merupakan bentuk kepedulian terhadap pembangunan yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat. Menurutnya, kebersamaan antara TNI, pemerintah desa dan warga menjadi kekuatan penting dalam mengawal pembangunan agar berjalan sesuai harapan serta mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan.


Sementara itu, Kepala Desa Jatimulyo, H. Rasad, menyampaikan bahwa pembangunan drainase merupakan bagian dari perhatian pemerintah desa terhadap kebutuhan infrastruktur dasar masyarakat. Ia juga menilai dukungan warga menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran pembangunan sekaligus memastikan fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan dan dirawat bersama.


“Pembangunan ini bukan hanya tentang membangun saluran air, tetapi bagaimana hasilnya dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dengan kebersamaan dan kepedulian bersama, pembangunan dapat berjalan dengan baik dan hasilnya bisa dijaga untuk kepentingan warga,” pungkasnya. (Pendim0821)