View AllNews

Nasional

Hukum

Latest News

05/02/26

Tokoh Masyarakat Ajak Warga Kabupaten Puncak Jaga Fasilitas Umum

  


Jayapura – Kepala Kampung Amungi yang juga Tokoh Masyarakat Distrik Ilaga Utara, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, Anis Hagabal, mengajak seluruh warga untuk menjaga fasilitas umum yang telah dibangun pemerintah daerah demi kepentingan bersama.


“Fasilitas dan bangunan tersebut bukan untuk dirusak, apalagi dibakar, karena keberadaannya sangat dibutuhkan guna mendukung kemajuan daerah dan peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ujar Hagabal dalam siaran pers yang diterima ANTARA di Jayapura, Selasa.


Ia juga mengimbau seluruh elemen masyarakat Kabupaten Puncak agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban wilayah dengan bersinergi bersama aparat keamanan guna menciptakan situasi yang aman dan kondusif.


Menurut dia, peran tokoh masyarakat dan warga sangat penting dalam mendukung kerja sama dengan TNI dan Polri demi terwujudnya stabilitas keamanan di Kabupaten Puncak.


Hagabal menegaskan bahwa masyarakat Kabupaten Puncak menginginkan kehidupan yang maju, aman, dan nyaman. Oleh karena itu, ia berharap tidak ada lagi aksi pembakaran maupun gangguan keamanan di wilayah tersebut.


“Kami juga mengimbau kepada pihak ketiga, termasuk kelompok bersenjata, agar tidak lagi melakukan tindakan yang merugikan masyarakat dengan merusak atau membakar bangunan yang telah ada,” katanya.


Ia menambahkan bahwa seluruh bangunan yang telah dibangun merupakan aset daerah yang diperuntukkan sepenuhnya bagi masyarakat setempat dan harus dijaga bersama demi kepentingan generasi sekarang maupun mendatang.


“Pembangunan yang telah berjalan tidak akan membawa manfaat apabila tidak dibarengi dengan situasi keamanan yang stabil dan kondusif,” ujarnya.

Aktivis HAM Theo Hesegem Sesalkan Kondisi Keamanan di Yahukimo dan Wilayah Konflik Papua

  


Yahukimo – Aktivis hak asasi manusia (HAM) Papua menyesalkan memburuknya situasi keamanan di Kabupaten Yahukimo dan sejumlah wilayah konflik lainnya di Tanah Papua. Pemerintah pusat dan daerah dinilai belum serius menangani konflik bersenjata yang terus menimbulkan korban dari kalangan masyarakat sipil.


Pembela HAM yang juga Direktur Eksekutif Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua, Theo Hesegem, menyampaikan keprihatinannya atas meningkatnya kekerasan bersenjata yang berdampak langsung pada warga sipil, baik Orang Asli Papua maupun pendatang.


“Setiap hari selalu ada korban berjatuhan. Guru, tukang bangunan, pengemudi ojek, hingga pengusaha menjadi sasaran kekerasan. Ini situasi yang sangat menyedihkan,” ujar Theo.


Ia secara khusus menyoroti peristiwa pembunuhan seorang guru bernama Frengki (55), warga Toraja beragama Kristen, yang terjadi di Sekolah Yakpesmi, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, pada Senin (2/2/2026).


Berdasarkan laporan aparat keamanan, korban dianiaya hingga meninggal dunia oleh kelompok bersenjata yang diduga berasal dari OPM Kodap XVI Yahukimo. Selain melakukan pembunuhan, pelaku juga merusak kendaraan milik kepala sekolah serta fasilitas ruang kelas saat proses belajar mengajar berlangsung.


Polres Yahukimo menyebut korban diserang menggunakan senjata tajam setelah dikejar hingga ke dalam ruang guru. Aparat gabungan tiba di lokasi tidak lama setelah kejadian dan mengevakuasi jenazah korban ke RSUD Dekai.


Di sisi lain, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) melalui siaran pers mengklaim bahwa korban merupakan agen intelijen negara yang menyamar sebagai guru. TPNPB menyatakan aksi tersebut dilakukan dalam konteks wilayah perang serta kembali mengeluarkan peringatan agar warga pendatang meninggalkan Yahukimo.


Menanggapi hal itu, Theo Hesegem menolak segala bentuk kekerasan terhadap warga sipil dengan dalih apa pun. Ia menegaskan bahwa pengiriman pasukan nonorganik ke Papua bukan solusi dan justru berpotensi memperbesar pelanggaran HAM.


“Pembangunan dan proyek tidak akan berarti jika masyarakat hidup dalam ketakutan. Orang Papua hanya ingin hidup aman dan damai di tanahnya sendiri,” ujarnya.


Ia mendesak Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia untuk mengambil langkah bijaksana dan menyeluruh dalam menyelesaikan konflik bersenjata di Papua, dengan mengedepankan pendekatan kemanusiaan serta dialog damai.

Pemuda Papua Ajak Warga Jaga Kamtibmas Jelang Perayaan Masuknya Injil

  


Jayapura – Ketua Presidium Pemuda Papua Wilayah Tabi, Fran Reynould Thejo, mengimbau seluruh masyarakat, khususnya di Jayapura, untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjelang perayaan masuknya Injil di Tanah Papua yang diperingati setiap 5 Februari.


“Peran pemuda dan masyarakat sangat penting dalam menjaga stabilitas keamanan agar setiap rangkaian kegiatan keagamaan dan sosial dapat berjalan dengan aman, damai, dan tertib,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima ANTARA di Jayapura, Rabu.


Ia berharap situasi kamtibmas di seluruh wilayah Papua, khususnya Kota Jayapura, senantiasa berada dalam kondisi aman dan kondusif.


“Keamanan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat,” katanya.


Fran juga menyampaikan keprihatinannya terhadap sejumlah peristiwa kekerasan yang terjadi di beberapa wilayah Papua, yang mengakibatkan masyarakat sipil menjadi korban.


“Kami berharap kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang,” ujarnya.


Selain itu, ia mengajak masyarakat untuk mendukung tugas kepolisian yang selama ini menjaga keamanan dan ketertiban di Papua. Menurutnya, dukungan masyarakat sangat penting agar aparat keamanan dapat menjalankan tugas secara maksimal dalam menciptakan rasa aman.


“Mari kita mendukung pihak kepolisian yang selama ini telah bekerja menjaga keamanan. Keamanan bukan hanya tugas aparat, tetapi juga tanggung jawab kita bersama sebagai masyarakat Papua,” katanya.


Ia menambahkan, apabila situasi tetap aman dan kondusif, maka aktivitas masyarakat maupun pelaksanaan pembangunan dapat berjalan dengan lancar.

Kapolres Pasuruan Kota Tegaskan Situasi Kota Pasuruan Tetap Aman dan Kondusif

   


Polresta Pasuruan – Kapolres Pasuruan Kota AKBP Titus Yudho Uly S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa seluruh permasalahan yang sempat terjadi di wilayah Kota Pasuruan telah dimusyawarahkan dan disepakati untuk diselesaikan dengan mengedepankan asas kemaslahatan, kepala dingin, serta pendekatan kekeluargaan, tanpa mengabaikan proses penyidikan yang tetap berjalan sesuai ketentuan hukum. Kamis (5/2/2026).


Sebagai tindak lanjut dari hasil musyawarah tersebut, pada hari ini telah dilaksanakan proses pengambilan kapal milik warga Kisik yang sebelumnya terparkir di area pelabuhan.


Dalam kegiatan tersebut, personel gabungan memberikan pelayanan pengamanan kepada warga yang mengambil kapal, sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan aman dan lancar. Seluruh kapal telah berhasil digeser kembali ke wilayah Kisik.


Kapolres Pasuruan Kota AKBP Titus Yudho Uly S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa langkah tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya aksi-aksi yang tidak diinginkan serta memastikan situasi kamtibmas tetap terkendali.


“Kami sudah bermusyawarah dan sepakat menyelesaikan permasalahan ini dengan maslahat, kepala dingin, dan kekeluargaan. Proses pengambilan kapal hari ini berjalan lancar dengan pengamanan dari kepolisian, dan Alhamdulillah situasi tetap aman,” ungkapnya.


Lebih lanjut, Kapolres menambahkan bahwa ke depan pihaknya akan terus melakukan koordinasi dan berencana menggelar rapat lanjutan guna mencapai kesepakatan bersama yang dapat diterima oleh kedua belah pihak. 


“Kami akan terus berkoordinasi dan membuka ruang dialog agar penyelesaian dapat dilakukan secara kekeluargaan sesuai kepentingan bersama dan kesepakatan kedua pihak,” tambahnya.


Kapolres Pasuruan Kota juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu atau berita hoaks yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.


“Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan bijak dalam menerima informasi. Cek kebenaran setiap berita agar tidak menimbulkan keresahan,” tegasnya.


Terkait informasi adanya korban penganiayaan, Kapolres memastikan bahwa korban telah mendapatkan perawatan medis dan saat ini kondisinya stabil serta sudah diperbolehkan pulang. 


“Informasi yang beredar tidak benar. Kondisi korban saat ini stabil dan situasi Kota Pasuruan tetap kondusif,” jelasnya.


Hingga saat ini, kondisi kamtibmas di Kota Pasuruan terpantau aman dan terkendali. Kehadiran aparat keamanan di lapangan bertujuan memberikan rasa aman dan kepastian kepada masyarakat.


Seluruh unsur Forkopimda, TNI-Polri, serta Pemerintah Kota Pasuruan terus bersinergi dan bergandengan tangan untuk menjaga stabilitas keamanan serta menangkal isu-isu yang berpotensi memecah belah persatuan.


Kapolres Pasuruan Kota berharap masyarakat dapat kembali beraktivitas secara normal dan bersama-sama menjaga ketertiban serta kondusivitas Kota Pasuruan.

Satgas Pangan Polda Papua Pantau Harga Bahan Pokok Jelang Ramadhan, Ditreskrimsus Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil

 


Jayapura – Satgas Pangan Polda Papua melaksanakan kegiatan pengecekan dan pemantauan harga bahan pokok di sejumlah titik di Kota Jayapura, Kamis (05/02/2026). 


Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah antisipatif menjelang bulan suci Ramadhan guna memastikan stabilitas harga serta ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat.


Kegiatan dihadiri oleh Kasubdit 1 Indagsi Dit Reskrimsus Polda Papua, AKBP Komang Yuwandi Sastra, H.H., S.I.K., M.Si., Kepala Perum Bulog Wilayah Papua dan Papua Barat, Ahmad Mustari, S.H., PTSP Prov Papua, Daniel vicky S.T., M.Si., Tim Bapanas Pusat Ibu Miftah, S.Sos.


Pemantauan diawali di Pasar Sentral Hamadi. Dari hasil pengecekan di sejumlah kios, harga beras SPHP tercatat Rp13.500 per kilogram, minyak goreng Minyak Kita Rp16.700 per liter, bawang merah dan bawang putih masing-masing Rp50.000 per kilogram, serta telur ayam Rp37.000 per kilogram.


Selanjutnya, tim melakukan pengecekan di retail modern Saga Entrop. Di lokasi tersebut, harga beras premium berada di kisaran Rp18.500 per kilogram, beras medium Rp13.500 per kilogram, gula pasir Rp18.500 per kilogram, telur ayam Rp70.000 per rak, daging ayam Rp47.000 per kilogram, dan daging sapi Rp160.000 per kilogram. 


Sementara komoditas cabai rawit tercatat Rp105.000 per kilogram, cabai merah besar Rp70.000 per kilogram, serta cabai merah keriting Rp75.000 per kilogram.


Pengecekan kemudian dilanjutkan ke gudang distributor swasta PT Irian Jaya Sehat. Berdasarkan hasil pemantauan, harga beras premium berada pada angka Rp16.500 per kilogram, beras medium Rp14.650 per kilogram, serta minyak goreng Minyak Kita Rp14.700 per liter.


Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Papua, Kombes Pol. Dr. Rama Samtama Putra, S.I.K., M.Si., M.H., mengatakan bahwa kegiatan pemantauan ini merupakan bagian dari komitmen Polda Papua dalam menjaga stabilitas harga dan melindungi daya beli masyarakat menjelang Ramadhan.


“Dari hasil pemantauan di lapangan, kami memastikan bahwa harga kebutuhan pokok masyarakat masih relatif stabil dan belum ditemukan adanya lonjakan harga yang signifikan,” ucap Kombes Rama.


Ia menambahkan bahwa ketersediaan stok bahan pokok juga terpantau dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.


“Stok pangan di tingkat pedagang, retail modern, maupun distributor masih mencukupi. Kami berharap kondisi ini dapat terus terjaga sehingga masyarakat dapat menjalani ibadah Ramadhan dengan tenang,” katanya.


Dirreskrimsus Polda Papua juga mengingatkan para pelaku usaha dan distributor agar tidak melakukan penimbunan maupun praktik permainan harga.


“Satgas Pangan Polda Papua akan terus melakukan pengawasan secara berkala. Apabila ditemukan pelanggaran, kami tidak akan ragu untuk mengambil langkah penegakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkasnya.


Polda Papua berkomitmen untuk terus bersinergi dengan instansi terkait dalam menjaga stabilitas harga serta kelancaran distribusi bahan pokok di wilayah Papua.


Dialog Interaktif “Polisi Menyapa”, Polda Papua Tekankan Keselamatan Lalu Lintas sebagai Isu Kesehatan Publik

 


Jayapura – Kepolisian Daerah Papua melalui Bidang Humas melaksanakan kegiatan dialog interaktif Polisi Menyapa dengan tema “Wujudkan Tertib Berlalu Lintas di Jalan Raya” yang disiarkan secara langsung dari Stasiun LPP RRI Jayapura, Kamis (05/02/2026).


Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber yakni Kasubdit Regident Direktorat Lalu Lintas Polda Papua, Kompol Viky Pandu Widhapermana, S.H., S.I.K., M.H. serta Kepala Subbagian Administrasi Santunan Jasa Raharja Kantor Wilayah Papua Raya Paul Rikson Rumbekwan, S.T., dan dipandu oleh presenter Arul Firmansyah. 


Turut hadir Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P.


Dalam paparannya, Kompol Pandu menjelaskan bahwa Operasi Keselamatan Cartenz 2026 merupakan operasi kepolisian kewilayahan yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia selama 14 hari, terhitung sejak 2 hingga 15 Februari 2026. 


Operasi ini bertujuan menurunkan angka pelanggaran lalu lintas serta menekan kejadian kecelakaan dan fatalitas korban.


“Berdasarkan data tahun 2025, tercatat 2.035 kasus kecelakaan lalu lintas di Papua, dengan 178 korban meninggal dunia, 1.038 korban mengalami luka berat, dan 1.979 korban luka ringan. Data ini menunjukkan bahwa risiko cedera akibat kecelakaan lalu lintas masih tergolong tinggi,” jelas Kompol Pandu.


Ia menambahkan, sebagian besar kecelakaan lalu lintas di Papua disebabkan oleh faktor perilaku pengendara, terutama konsumsi minuman beralkohol yang berdampak pada penurunan konsentrasi, refleks, dan kemampuan pengendalian kendaraan.


“Sekitar 65 hingga 70 persen kecelakaan lalu lintas dipicu oleh pengendara dalam kondisi terpengaruh alkohol. Kondisi ini secara medis sangat berbahaya karena meningkatkan risiko kecelakaan fatal,” tegasnya.


Dalam pelaksanaannya, Operasi Keselamatan Cartenz 2026 mengedepankan tiga pendekatan, yakni preemtif dan preventif masing-masing sebesar 40 persen, serta penegakan hukum sebesar 20 persen. 


"Upaya preemtif dan preventif meliputi edukasi keselamatan berkendara, kampanye kesehatan berlalu lintas, serta pengawasan di titik-titik rawan kecelakaan," katanya.


Sementara itu, Paul Rikson Rumbekwan dari Jasa Raharja menjelaskan bahwa lembaganya memiliki peran penting dalam penanganan pasca kecelakaan, khususnya dalam pemberian santunan kepada korban sebagai bentuk perlindungan dasar negara.


“Sepanjang tahun 2025, Jasa Raharja telah menyalurkan santunan sebesar Rp38,2 miliar di wilayah Papua Raya. Besarnya nilai santunan ini berkaitan erat dengan tingginya biaya perawatan medis korban kecelakaan lalu lintas,” ungkapnya.


Ia menjelaskan, santunan diberikan maksimal Rp20 juta untuk korban luka-luka dan Rp50 juta bagi korban meninggal dunia, dengan mekanisme berbasis laporan kepolisian. Namun, korban kecelakaan yang berada di bawah pengaruh alkohol tidak termasuk dalam jaminan santunan.


Dialog interaktif ini juga membuka ruang partisipasi publik, di mana masyarakat menyampaikan masukan terkait peningkatan patroli, pengawasan di titik rawan kecelakaan, serta perlunya sanksi tegas terhadap pelanggaran yang berisiko tinggi terhadap keselamatan.


Menutup kegiatan tersebut, Polda Papua mengimbau masyarakat untuk menjadikan keselamatan berlalu lintas sebagai bagian dari gaya hidup sehat.


“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak berkendara dalam kondisi tidak fit, menghindari konsumsi alkohol sebelum berkendara, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta mematuhi batas usia dan aturan berlalu lintas. Upaya pencegahan adalah kunci utama menurunkan angka cedera dan kematian di jalan raya,” pungkas Kompol Pandu.


Konflik Nelayan Berujung Pembakaran Perahu di Pelabuhan Kota Pasuruan


PASURUAN – Aksi pembakaran perahu nelayan terjadi di Pelabuhan Kota Pasuruan pada, hari rabu malam (4/2/2026). Insiden tersebut diduga dipicu konflik antar kelompok nelayan terkait wilayah tangkap dan penggunaan alat tangkap ilegal. Kamis, (5/2/2026).


Informasi yang beredar, pembakaran dilakukan oleh sejumlah massa dan menyasar perahu milik nelayan yang sebelumnya terlibat perselisihan. Konflik ini diduga berlatar belakang perebutan wilayah penangkapan ikan, penggunaan alat tangkap terlarang seperti cantrang atau trawl, serta adanya aksi balas dendam antar nelayan lokal dan nelayan pendatang.


Peristiwa tersebut berawal pada Rabu (4/2/2026) sekitar pukul 16.00 WIB di Perairan Katingan, Sidoarjo. Saat itu, terjadi konflik antara nelayan Dusun Kisik, Desa Kalirejo, Kecamatan Kraton, dengan nelayan asal Kelurahan Ngemplakrejo, Kota Pasuruan.


Dalam kejadian tersebut, nelayan Dusun Kisik mendapati sebuah perahu nelayan asal Ngemplakrejo tengah menggunakan jaring trawl saat menangkap ikan di laut. Perahu tersebut kemudian digiring ke pinggir pantai di Dusun Kisik, Desa Kalirejo.


Setibanya di darat, enam anak buah kapal (ABK) yang berada di perahu tersebut diminta untuk pulang. Sementara itu, perahu nelayan yang ditahan di lokasi justru menjadi sasaran amukan massa dan akhirnya dibakar sebagai bentuk protes atas dugaan penggunaan alat tangkap ilegal.


Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait jumlah kerugian maupun langkah penanganan lanjutan. Aparat keamanan diharapkan segera turun tangan untuk meredam ketegangan serta mencegah konflik serupa terulang kembali. (*)

Ketua Umum Bhayangkari Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Kebakaran di Tolikara

  


Jayapura – Wujud kepedulian terhadap warga yang terdampak musibah kembali ditunjukkan oleh Ketua Umum Bhayangkari melalui pengiriman bantuan sembako bagi korban kebakaran rumah dan kios di Kabupaten Tolikara. Polda Papua bersama Polres Tolikara melaksanakan monitoring pergeseran bantuan, yang tiba dengan aman di Mapolres Tolikara pada Rabu (04/02/2026).


Bantuan bertajuk Bhayangkari Peduli tersebut diangkut dari Bandara Wamena menggunakan 1 unit kendaraan R6 dan 5 unit kendaraan R4 double cabin, sebagai bentuk empati dan perhatian Ketua Umum Bhayangkari kepada masyarakat yang terdampak kebakaran.


Monitoring langsung dilakukan oleh Spripim Polda Papua yang dipimpin Korspripim Polda Papua AKBP Aries Diego Kakori, S.I.K, didampingi Ipda Marco Millian Dimara, S.Tr.K, serta empat personel Spripim Polda Papua.


Dari jajaran Polres Tolikara turut hadir Kapolres Tolikara Kompol Roberth Hitipeuw, S.H., M.H.; Waka Polres Tolikara AKP Budiharjo Kadir; Kabag Ops AKP Fransiskus Taborat, S.H., M.H.; Kabag SDM AKP Edward N. Gultom, S.H.; Ketua Bhayangkari Cabang Tolikara Ny. Erni Roberth Hitipeuw; para Kasat, Kasi, perwira, personel Polres Tolikara serta anggota Bhayangkari Cabang Tolikara.


Rombongan kendaraan yang membawa bantuan menempuh perjalanan jalur darat dan tiba di Mapolres Tolikara pada pukul 17.55 WIT. Selanjutnya, pada pukul 18.00 WIT, paket sembako diturunkan dan ditempatkan di Aula Bhayangkari Polres Tolikara.


Sekitar pukul 18.20 WIT, dilakukan pengecekan bantuan oleh Pengurus Bhayangkari Cabang Tolikara bersama personel Spripim Polda Papua, disaksikan langsung oleh Korspripim Polda Papua, Kapolres Tolikara, dan Waka Polres Tolikara. Kegiatan dilanjutkan dengan proses pengemasan sembako oleh Bhayangkari Cabang Tolikara pada pukul 19.05 WIT.


Total bantuan yang tiba sebanyak 108 koli, yang akan dikemas menjadi 300 paket sembako dengan isi per paket sebagai berikut:

1. Beras 5 Kg

2. Minyak goreng 1,8 Liter

3. Gula 1 Kg

4. Tepung beras 1 bungkus

5. Kopi jahe 1 renteng

6. Teh 1 pcs

7. Bihun 1 bungkus

8. Susu Dancow 1 renteng

9. Garam 1 bungkus

10. Snack Xippy 5 pcs

11. Biskuit 1 bungkus

12. Kecap 1 bungkus 520 ml

13. Sikat dan pasta gigi

14. Sambal Mc Lewis (saus) 1 pcs


Kapolres Tolikara Kompol Roberth Hitipeuw, S.H., M.H. menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian dari Ketua Umum Bhayangkari, Ny. Juliati Sigit Prabowo, kepada masyarakat Tolikara yang mengalami musibah.


“Kami mewakili masyarakat Tolikara mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Ibu Ketua Umum Bhayangkari Ny. Juliati Sigit Prabowo serta Ketua Bhayangkari Daerah Papua Ny. Nova Patrige Renwarin atas kepedulian yang diberikan kepada korban kebakaran di Karubaga. Bantuan ini sangat berarti dan akan segera kami salurkan kepada masyarakat,” ujar Kapolres.


Sementara itu, Korspripim Polda Papua AKBP Aries Diego Kakori, S.I.K. menegaskan bahwa monitoring dilakukan untuk memastikan proses distribusi berjalan akuntabel.


“Monitoring ini bertujuan memastikan pergeseran dan pengelolaan bantuan berjalan sesuai prosedur, aman, serta dapat segera disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan,” jelasnya.


Ketua Bhayangkari Cabang Tolikara Ny. Erni Roberth Hitipeuw menambahkan bahwa Bhayangkari akan terus hadir mendampingi masyarakat, khususnya pada masa sulit akibat bencana.


“Bhayangkari tidak hanya mendukung tugas-tugas Polri, tetapi juga berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban warga dan membantu memenuhi kebutuhan dasar mereka,” tuturnya.


Dengan terlaksananya kegiatan monitoring ini, proses penyaluran bantuan bagi korban kebakaran di Kabupaten Tolikara diharapkan dapat berjalan lancar, aman, dan tepat sasaran.