View AllNews

Nasional

Hukum

Latest News

28/03/26

Satgas Pangan Polres Waropen Pantau Harga Beras di Retail Modern dan Pasar Tradisional

  


Jayapura – Dalam rangka menjaga stabilitas harga serta memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat, Satgas Pangan Polres Waropen melaksanakan kegiatan pemantauan harga beras di sejumlah titik penjualan yang berada di wilayah Kabupaten Waropen, baik di retail modern maupun kios pada pasar tradisional.


Pemantauan pertama dilakukan di Toko Mega Buana yang berlokasi di Kampung Nonomi, Distrik Nonomi, Kabupaten Waropen. Toko tersebut dimiliki oleh Haji Alimudin. 


Dari hasil pengecekan yang dilakukan oleh personel Satgas Pangan, diketahui bahwa harga beras medium dijual dengan harga Rp17.000 per kilogram, sementara beras premium berada pada kisaran Rp18.000 per kilogram.


Selain itu, pemantauan juga dilakukan di Kios Sumber Rejeki yang beralamat di Kampung Urfas I, Distrik Urei Faisei, Kabupaten Waropen dan dimiliki oleh Soleh. Berdasarkan hasil pengecekan di lokasi, harga beras medium dijual dengan harga Rp17.000 per kilogram, sedangkan beras premium dijual dengan harga Rp18.000 per kilogram.


Kegiatan pemantauan ini merupakan langkah Polres Waropen dalam memastikan distribusi bahan pokok di wilayahnya tetap berjalan dengan baik serta harga yang beredar di pasaran masih dalam batas yang wajar. 


Personel Satgas Pangan juga melakukan komunikasi dengan para pemilik usaha untuk memastikan ketersediaan stok beras bagi masyarakat tetap terjaga.


Melalui kegiatan ini, Polres Waropen berharap stabilitas harga bahan pangan di wilayah Kabupaten Waropen tetap terjaga sehingga masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau. Dokumentasi kegiatan turut dilampirkan sebagai bagian dari laporan pelaksanaan pemantauan di lapangan.

Satgas Pangan Polres Mamberamo Tengah Lakukan Pengecekan Harga Beras di Pasar Central Kobakma

  


Jayapura – Dalam rangka menjaga stabilitas harga serta memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat, Satgas Pangan Polres Mamberamo Tengah melaksanakan kegiatan pemantauan harga beras di Pasar Central Kobakma, Kabupaten Mamberamo Tengah.


Pengecekan dilakukan pada salah satu kios yang berada di area pasar tersebut, yakni Kios KMT yang dimiliki oleh M. Fahri. 


Dari hasil pemantauan yang dilakukan oleh personel Satgas Pangan, diketahui bahwa harga beras premium dijual dengan harga Rp27.000 per kilogram, sementara beras medium berada pada kisaran Rp25.000 per kilogram.


Kegiatan ini merupakan bagian dari langkah pengawasan yang dilakukan Polres Mamberamo Tengah terhadap peredaran bahan pokok di wilayahnya, khususnya di pasar tradisional yang menjadi pusat aktivitas jual beli masyarakat. 


Selain melakukan pengecekan harga, personel juga berkoordinasi dengan pemilik kios guna memastikan distribusi beras tetap berjalan lancar dan stok kebutuhan pokok bagi masyarakat tetap tersedia.


Melalui kegiatan pemantauan ini, Polres Mamberamo Tengah berharap kondisi stabilitas harga pangan di wilayah Kobakma tetap terjaga serta masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang wajar. 


Dokumentasi kegiatan turut dilampirkan sebagai bagian dari laporan pelaksanaan pemantauan di lapangan.

Satgas Pangan Polres Jayapura Lakukan Pemantauan Harga Beras di Retail Modern dan Pasar Tradisional Sentani


  

Jayapura – Dalam rangka menjaga stabilitas harga serta memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat, Satgas Pangan Polres Jayapura melaksanakan kegiatan pemantauan harga beras di sejumlah titik penjualan yang berada di wilayah Sentani, Kabupaten Jayapura, baik di retail modern maupun pasar tradisional.


Pemantauan pertama dilakukan di Toko Saga Sentani 1 yang berlokasi di Jalan Raya Abepura–Sentani, tepatnya di depan Hotel Horex, Kabupaten Jayapura. Toko tersebut berada di bawah penanggung jawab Tommy. 


Berdasarkan hasil pengecekan personel Satgas Pangan, harga beras medium dijual dengan harga Rp15.200 per kilogram, sementara beras premium dijual dengan harga Rp17.000 per kilogram. Adapun beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tersedia dengan harga Rp12.500 per kilogram.


Selanjutnya, pemantauan juga dilakukan di Kios Rina yang berada di kawasan Pasar Baru Tabita, Sentani. Kios tersebut dimiliki oleh Alip. 


Dari hasil pengecekan di lokasi, harga beras medium dijual dengan harga Rp15.800 per kilogram, sementara beras premium berada pada kisaran Rp17.000 per kilogram. Untuk beras SPHP dijual dengan harga Rp13.000 per kilogram.


Kegiatan pemantauan ini merupakan bagian dari langkah Polres Jayapura dalam memastikan distribusi bahan pokok, khususnya beras, tetap berjalan lancar serta harga yang beredar di pasaran masih berada dalam batas yang wajar. 


Personel Satgas Pangan juga melakukan komunikasi dengan para pemilik usaha untuk mengingatkan agar tetap menjaga ketersediaan stok serta tidak melakukan praktik yang dapat merugikan masyarakat.


Melalui kegiatan ini, Polres Jayapura berharap stabilitas harga pangan di wilayah Kabupaten Jayapura tetap terjaga sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari dengan harga yang terjangkau. 


Dokumentasi kegiatan turut dilampirkan sebagai bagian dari laporan pelaksanaan pemantauan di lapangan.

Satgas Pangan Polres Boven Digoel Pantau Harga Beras di Retail Modern dan Pasar Tradisional

  


Jayapura – Dalam rangka memastikan ketersediaan bahan pokok serta menjaga stabilitas harga pangan di wilayah Kabupaten Sarmi, Satgas Pangan Polres Sarmi melaksanakan kegiatan pengecekan harga beras pada sejumlah kios dan toko yang berada di Kelurahan Sarmi Kota, Distrik Sarmi.


Salah satu titik pengecekan dilakukan di Kios Sultan yang berlokasi di Kelurahan Sarmi Kota dan dimiliki oleh Muslimin. 


Dari hasil pemantauan yang dilakukan oleh personel Satgas Pangan, diketahui bahwa harga beras premium dijual dengan harga Rp19.600 per kilogram, sementara beras medium berada pada kisaran Rp15.500 per kilogram. 


Adapun beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kemasan 5 kilogram dijual dengan harga Rp12.600 per kilogram.


Kegiatan pengecekan ini dilakukan sebagai bentuk langkah preventif Polri dalam mengantisipasi potensi lonjakan harga maupun kelangkaan bahan pokok di tengah masyarakat. 


Selain melakukan pemantauan harga, personel juga berkoordinasi dengan pemilik usaha guna memastikan distribusi beras tetap berjalan lancar serta tidak terjadi praktik penimbunan yang dapat merugikan masyarakat.


Melalui kegiatan ini, Polres Sarmi berharap stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di wilayah Kabupaten Sarmi tetap terjaga, sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan harga yang wajar dan terjangkau. Dokumentasi kegiatan turut dilampirkan sebagai bagian dari laporan pemantauan di lapangan.

Satgas Pangan Polres Sarmi Lakukan Pengecekan Harga Beras di Kios Sultan, Pastikan Ketersediaan dan Stabilitas Harga

  


Jayapura – Dalam rangka memastikan ketersediaan bahan pokok serta menjaga stabilitas harga pangan di wilayah Kabupaten Sarmi, Satgas Pangan Polres Sarmi melaksanakan kegiatan pengecekan harga beras pada sejumlah kios dan toko yang berada di Kelurahan Sarmi Kota, Distrik Sarmi.


Salah satu titik pengecekan dilakukan di Kios Sultan yang berlokasi di Kelurahan Sarmi Kota dan dimiliki oleh Muslimin. 


Dari hasil pemantauan yang dilakukan oleh personel Satgas Pangan, diketahui bahwa harga beras premium dijual dengan harga Rp19.600 per kilogram, sementara beras medium berada pada kisaran Rp15.500 per kilogram. Adapun beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kemasan 5 kilogram dijual dengan harga Rp12.600 per kilogram.


Kegiatan pengecekan ini dilakukan sebagai bentuk langkah preventif Polri dalam mengantisipasi potensi lonjakan harga maupun kelangkaan bahan pokok di tengah masyarakat. 


Selain melakukan pemantauan harga, personel juga berkoordinasi dengan pemilik usaha guna memastikan distribusi beras tetap berjalan lancar serta tidak terjadi praktik penimbunan yang dapat merugikan masyarakat.


Melalui kegiatan ini, Polres Sarmi berharap stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di wilayah Kabupaten Sarmi tetap terjaga, sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan harga yang wajar dan terjangkau. Dokumentasi kegiatan turut dilampirkan sebagai bagian dari laporan pemantauan di lapangan.

Imigrasi Ngurah Rai Tangkap Buronan Interpol Asal Inggris di Bandara Bali

 


BADUNG (28/3/2025) – Kantor Imigrasi Ngurah Rai kembali membuktikan komitmennya dalam menjaga gerbang negara. Seorang laki-laki berkewarganegaraan Inggris berinisial SL (45) berhasil diamankan oleh petugas pemeriksa di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Bandara Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.


Ia diamankan saat proses pemeriksaan keimigrasian setibanya di Bali dari rute Singapura–Denpasar, setelah sistem mendeteksinya sebagai subjek Red Notice Interpol.


Berdasarkan data dan koordinasi intelijen, SL diduga merupakan pimpinan sebuah organisasi kriminal internasional. Ia disinyalir menjadi dalang yang mengendalikan jaringan dalam operasi pengelolaan perusahaan fiktif serta tindak pidana pencucian uang (money laundering).


Menyikapi penangkapan ini, Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Bugie Kurniawan, memberikan peringatan tegas kepada sindikat kejahatan transnasional. Ia menegaskan bahwa Bali tidak akan pernah menjadi tempat persembunyian yang aman bagi buronan internasional. 


Keberhasilan penangkapan ini, menurutnya, merupakan bukti ketajaman insting serta pengalaman petugas di TPI Bandara Ngurah Rai yang didukung sistem terintegrasi dalam mendeteksi DPO internasional.


Keberhasilan pencegatan tersebut menunjukkan bahwa sistem peringatan dini serta koordinasi antara Imigrasi dan jaringan penegak hukum internasional berjalan efektif. Hal ini memastikan buronan kasus kejahatan berat tidak dapat dengan mudah masuk ke wilayah Indonesia.


Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi Bali, Felucia Sengky Ratna, menyampaikan apresiasi atas kinerja jajaran Imigrasi Ngurah Rai. Ia menilai keberhasilan ini mencerminkan sistem pengawasan keimigrasian di Bali yang berjalan efektif, terintegrasi, dan responsif terhadap ancaman lintas negara.


Felucia juga menegaskan bahwa seluruh unit kerja di bawah Kantor Wilayah Imigrasi Bali akan terus memperkuat koordinasi, meningkatkan kewaspadaan, serta mengoptimalkan pemanfaatan teknologi dan kerja sama internasional. Bali harus tetap menjadi wilayah yang aman, tertib, dan tidak memberikan ruang bagi pelanggar hukum, termasuk buronan internasional.


Setelah diamankan di area kedatangan internasional, SL langsung diserahkan kepada Kepolisian Resor Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai untuk penanganan hukum lebih lanjut sesuai prosedur penanganan buronan internasional.


Penangkapan warga negara Inggris ini menjadi bukti bahwa pengawasan keimigrasian di pintu masuk Bali dilakukan secara berlapis dan ketat. Imigrasi Ngurah Rai akan terus berkoordinasi aktif dengan Interpol serta instansi terkait lainnya guna menjaga keamanan dan ketertiban negara dari ancaman kejahatan lintas negara. (*)

Strategi Komunikasi Unggul, Takeda Raih Penghargaan PR INDONESIA Awards 2026

   


Jakarta, 17 Maret 2026 – PT Takeda Innovative Medicines kembali meraih pengakuan dalam ajang PR INDONESIA Awards 2026 dengan memenangkan dua penghargaan Silver pada kategori “Public Affairs: Stakeholder Management” dan “Public Relations: Community-Based Development”. Pencapaian ini melanjutkan konsistensi Takeda yang telah meraih penghargaan pada ajang yang sama selama tiga tahun berturut-turut.


Sebelumnya, pada 2025 Takeda meraih penghargaan Gold kategori Digital PR melalui program “Kampanye Digital CegahDBD”, dan pada 2024 memperoleh Bronze kategori Program Corporate PR melalui “Kampanye Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD)”.


PR INDONESIA Awards merupakan ajang kompetisi Public Relations (PR) prestisius yang diselenggarakan sejak 2016 untuk mengapresiasi kinerja komunikasi organisasi dan korporasi yang berdampak dan berkelanjutan.

Penghargaan kategori Public Affairs: Stakeholder Management diberikan atas upaya Takeda dalam membangun dan menjaga kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, organisasi profesi, dan mitra strategis, guna mendukung prioritas kesehatan masyarakat di Indonesia.


Sementara itu, penghargaan kategori Public Relations: Community-Based Development diberikan atas program Women at the Center (WAC) atau Perempuan Indonesia Hidup Tanpa Kekerasan (PIHAK), yang merupakan inisiatif Corporate Social Responsibility (CSR) global Takeda. Program ini diimplementasikan di Indonesia bersama United Nations Population Fund dan bertujuan memperkuat akses layanan bagi penyintas kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan melalui peningkatan kapasitas penyedia layanan serta kolaborasi lintas sektor.


Head of Public Affairs and Communications Takeda, Revi Renita, menyampaikan, “Kami bersyukur atas penghargaan yang kembali diberikan melalui PR INDONESIA Awards tahun ini. Bagi Takeda, penghargaan ini bukan semata apresiasi atas program komunikasi, tetapi juga pengakuan atas pentingnya membangun kemitraan yang kuat dan berkelanjutan untuk mendukung prioritas kesehatan di Indonesia. Bagi kami, pengakuan selama tiga tahun berturut-turut ini mencerminkan kerja tim yang solid serta kolaborasi yang kuat dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk dengan pemerintah, organisasi profesi, dan mitra seperti UNFPA, dalam menghadirkan program yang berdampak bagi masyarakat.”


CEO PR INDONESIA, Asmono Wikan, menyampaikan bahwa partisipasi dalam ajang ini terus meningkat setiap tahunnya. “Peningkatan jumlah partisipasi setiap tahun menunjukkan bahwa praktik komunikasi strategis di Indonesia terus berkembang. Penghargaan yang diterima Takeda tahun ini mencerminkan pendekatan komunikasi yang tidak hanya kuat secara strategi, tetapi juga mampu menunjukkan dampak nyata, baik dalam pengelolaan hubungan dengan pemangku kepentingan maupun dalam inisiatif pemberdayaan masyarakat melalui program CSR.”


Sebagai mitra pelaksanaan program CSR, Kepala Perwakilan UNFPA di Indonesia, Hassan Mohtashami, turut menyampaikan apresiasinya. “Kami menyambut baik pengakuan ini sebagai refleksi dari pentingnya kolaborasi dalam perlindungan perempuan dan anak perempuan. Program PIHAK adalah bukti nyata komitmen bersama untuk memperkuat sistem perlindungan dan meningkatkan akses layanan bagi penyintas kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan di Indonesia. Melalui kemitraan strategis ini, UNFPA bersama Takeda dan para pemangku kepentingan berupaya keras untuk memastikan bahwa setiap penyintas menerima dukungan yang aman, tepat, dan berkualitas.”


Program WAC/PIHAK merupakan bagian dari program CSR global Takeda yang berfokus pada penguatan sistem kesehatan. Di Indonesia, program ini telah berjalan sejak 2023 dengan durasi empat tahun, melibatkan berbagai kementerian, organisasi masyarakat sipil, serta komunitas lokal di sejumlah wilayah intervensi.

Sentuh Warga Hingga Pelosok, Bhabinkamtibmas Erageam Intensifkan DDS Demi Kamtibmas Kondusif di Mamberamo Tengah

 


Jayapura – Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), jajaran kepolisian terus hadir menyapa warga hingga ke wilayah pedalaman Papua.


Bhabinkamtibmas Desa Erageam, Distrik Kobakma, Kabupaten Mamberamo Tengah, Briptu Egens Marury melaksanakan kegiatan Door to Door System (DDS) pada Jumat (27/03). Kegiatan ini berlangsung di Kampung Erageam sebagai bagian dari pendekatan humanis Polri kepada masyarakat.


Melalui kegiatan DDS, Briptu Egens secara langsung mengunjungi warga dari rumah ke rumah guna mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat, sekaligus menyampaikan pesan-pesan kamtibmas.


Dalam kunjungannya, ia mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif menjaga keamanan lingkungan serta menjauhi penyalahgunaan narkoba dan minuman keras yang dapat merusak kesehatan dan memicu terjadinya gangguan sosial.


Selain itu, warga juga didorong untuk terus menjalin komunikasi yang baik dengan aparat keamanan, khususnya Bhabinkamtibmas, sebagai upaya membangun sinergi dalam menjaga ketertiban di lingkungan kampung. Masyarakat pun diimbau agar segera melaporkan setiap permasalahan yang terjadi kepada pihak kepolisian agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat dan tepat.


“Melalui kegiatan DDS ini, kami ingin memastikan masyarakat merasa aman serta semakin dekat dengan kehadiran Polri dalam menjaga kamtibmas,” ujar Briptu Egens Marury.


Briptu Egens juga mengingatkan pentingnya kesadaran hukum dengan menghindari segala bentuk pelanggaran yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.


Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat Kampung Erageam. Warga menyambut baik kehadiran Bhabinkamtibmas dan menyatakan kesiapan mereka untuk mendukung tugas kepolisian dalam menjaga keamanan serta ketertiban di wilayahnya.


Melalui kegiatan DDS ini, diharapkan terjalin hubungan yang semakin erat antara Polri dan masyarakat, sehingga tercipta situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif di Kabupaten Mamberamo Tengah.