View AllNews

Nasional

Hukum

Latest News

13/02/26

Hari ke-13 Ops Keselamatan Cartenz 2026, Polda Papua Intensifkan Penindakan dan Teguran Simpatik di Kawasan PTC Entrop


Jayapura – Memasuki hari ke-13 pelaksanaan Operasi Keselamatan Cartenz-2026, Kepolisian Daerah Papua melalui Direktorat Lalu Lintas (Dit Lantas) kembali menggelar razia kendaraan dan pemberian imbauan yang dipusatkan di Lapangan PTC Entrop, Distrik Jayapura Selatan, Jumat (13/02/2026).


Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kabag Bin Opsnal Ditlantas Polda Papua, AKBP Mathin W. Asmuruf, S.Sos., M.M., didampingi Kasubdit Gakkum AKBP Muhammadi Mukhtari, S.H., S.I.K., M.H., serta Kasubdit Regident Kompol Viky Pandhu Widhapermana, S.H., S.I.K., M.H. Turut hadir mitra terkait dari Bapenda Provinsi Papua, Jasa Raharja, dan Samsat Provinsi Papua.


Dalam arahannya, AKBP Mathin W. Asmuruf menekankan bahwa kegiatan hari ini mengedepankan tindakan represif yang bersifat edukatif, seperti pemberian teguran dan himbauan kepada pengendara roda dua (R2), roda empat (R4), maupun roda enam (R6).


"Fokus kami adalah pengendara yang tidak memenuhi kriteria standar, seperti penggunaan kaca spion, masa berlaku plat nomor, hingga penggunaan helm. Namun, kami instruksikan kepada personel untuk tetap mengutamakan keselamatan pribadi dan tidak memaksakan penahanan terhadap pengendara yang mencoba memacu kecepatan guna menghindari petugas," jelas AKBP Mathin.


Berdasarkan data hasil operasi di lapangan, petugas berhasil menjaring sejumlah pelanggar dengan rincian sebagai berikut:

1. Teguran Simpatik: Total 188 teguran (163 unit R2 dan 25 unit R4).

2. Penindakan Tilang: 1 unit R2.

3. Edukasi Masyarakat: Pembagian 100 lembar brosur keselamatan lalu lintas (70 kepada pengendara R2 dan 30 kepada R4).


Pada apel konsolidasi yang dipimpin oleh AKP Novilus Yoku, personel diingatkan untuk tetap konsisten menindak 7 pelanggaran prioritas, di antaranya menggunakan ponsel saat berkendara, pengendara di bawah umur, berboncengan lebih dari satu orang, tidak menggunakan helm SNI atau sabuk pengaman, berkendara dalam pengaruh alcohol, melawan arus jalan, serta memacu kendaraan melebihi batas kecepatan.


Polda Papua menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk terus meningkatkan kesadaran akan pentingnya tertib berlalu lintas demi keselamatan bersama di jalan raya.


Memasuki Jum’at Perdana, Anggota Satgas TMMD ke-127 Sholat Jum’at Bersama Warga

 


 Bulungan – Memasuki Jumat perdana pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127, anggota Satgas dari Kodim 0903/Bulungan melaksanakan ibadah sholat Jumat bersama masyarakat. Kegiatan berlangsung di Masjid Al-Amin, wilayah Lubuk Manis, Desa Salimbatu, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan, Jumat (13/02).


Kehadiran personel Satgas di tengah masyarakat tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga mempererat hubungan sosial dan spiritual dengan warga. Momentum sholat Jumat dimanfaatkan sebagai sarana silaturahmi, memperkuat kebersamaan serta menumbuhkan rasa kekeluargaan antara prajurit dan masyarakat.


Kegiatan ini menjadi bukti bahwa Tentara Nasional Indonesia selalu hadir dan hidup berdampingan dengan rakyat. Anggota Satgas tampak berbaur akrab dengan warga, mengikuti rangkaian ibadah dengan khusyuk dan penuh kebersamaan.


Warga Desa Salimbatu menyambut baik kehadiran Satgas TMMD dalam kegiatan keagamaan tersebut. Mereka merasa bangga dan senang karena prajurit tidak hanya bekerja membangun infrastruktur desa, tetapi juga ikut aktif dalam kehidupan sosial dan religi masyarakat.


Melalui kebersamaan ini, diharapkan kemanunggalan TNI dan rakyat semakin kuat, sehingga seluruh rangkaian program TMMD ke-127 dapat berjalan lancar dan memberi manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat setempat.

Polda Papua Ikuti Peresmian 1.179 Satuan Pelayanan Gizi Polri dan 18 Gudang Ketahanan Pangan oleh Presiden RI Secara Virtual

 


Jayapura – Kepolisian Daerah Papua menyatakan dukungan penuh terhadap akselerasi program prioritas nasional melalui partisipasi aktif dalam agenda Peresmian dan Groundbreaking 1.179 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta 18 Gudang Ketahanan Pangan Polri. Kegiatan tersebut diikuti jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda Papua secara virtual melalui Zoom Meeting bertempat di Aula Rastra Samara Mapolda Lama, Jumat (13/02/2026).


Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) H. Prabowo Subianto Djojohadikusumo, didampingi Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. Di Jayapura, kegiatan dihadiri oleh Dir Samapta Kombes Pol. Sondang Richman Daniel Siagian, S.I.K, Dansat Brimob Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum, Kabid Humas Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P, serta perwakilan dari Kodam XVII/Cenderawasih, Dinas Pangan Provinsi Papua, Bulog, dan Bapanas.


Dalam laporannya, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memaparkan bahwa pembangunan 1.179 SPPG merupakan langkah nyata Polri dalam mendukung terwujudnya generasi emas Indonesia. Khusus untuk wilayah Papua dan provinsi pemekarannya, Polri telah membangun 33 unit SPPG sebagai bentuk pemerataan layanan di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar).


"Polri berkomitmen memastikan program ini tepat sasaran. Seluruh SPPG telah dilengkapi sertifikasi higiene sanitasi, standar halal, serta food safety test kit untuk menjamin mutu pangan bagi masyarakat," tegas Kapolri.


Presiden Prabowo Subianto dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi kepada Polri atas inisiatif pembangunan infrastruktur gizi dan pangan ini. Beliau menegaskan bahwa penyediaan makanan bergizi adalah langkah konkret mengatasi stunting dan membangun sumber daya manusia yang kuat.


"Ketahanan pangan adalah bagian inti dari ketahanan bangsa. Ketika rakyat merasa aman dari kelaparan, maka stabilitas nasional akan semakin kokoh. Saya meminta seluruh jajaran TNI, Polri, dan pemerintah daerah bersinergi memastikan setiap rupiah uang rakyat kembali dalam bentuk manfaat nyata melalui program ini," ujar Presiden Prabowo.


Selain unit pelayanan gizi, peresmian 18 Gudang Ketahanan Pangan Polri diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan dan distribusi logistik di daerah-daerah kunci, termasuk di Tanah Papua. Hal ini menjadi krusial mengingat tantangan geografis yang ada, sehingga ketersediaan pangan bergizi tetap terjaga secara berkelanjutan.

12/02/26

Perkuat Meritokrasi, Polri Konsolidasikan Asesor Assessment Center

 


JAKARTA – Polri menggelar kegiatan bertajuk "Konsolidasi Asesor Assessment Center Polri Tahun 2026" di Hotel Grand Sahid Jaya, Kamis (12/2/2026). Mengusung tema "Penguatan Assessment Center Polri sebagai Komponen Utama dalam Pembinaan Karier untuk Mewujudkan SDM yang Unggul", kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan persepsi para penguji kompetensi di seluruh Indonesia.


Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Biro Pembinaan Karier SSDM Polri, Brigjen Pol Langgeng Purnomo mewakili Asisten Kapolri bidang SDM. Dalam sambutan As sdm kapolri yang dibacakan Brigjen Langgeng, As SDM menekankan Polri terus mematangkan langkah transformasi reformasi menuju organisasi yang modern dan profesional melalui tata kelola personel yang lebih transparan dan akuntabel.


"Penguatan sistem meritokrasi melalui assessment center yang multi-tools dan multi-assessor untuk pembinaan karier anggota Polri agar terpilih personel Polri yang berintegritas dan berkompeten di tengah dinamika tantangan global yang kian kompleks". Jelas Brigjen Langgeng.


Sebagai instrumen vital dalam mewujudkan transformasi tersebut, Polri mengoptimalkan peran Assessment Center. Fasilitas ini menjadi "filter" strategis untuk mengukur kompetensi manajerial para calon pemimpin Polri di berbagai tingkatan. Melalui metodologi yang saintifik dan objektif, Assessment Center memastikan bahwa setiap jabatan diemban oleh personel yang tepat (right man on the right place), sekaligus menghapus stigma subjektivitas dalam jenjang karier kepolisian.


"Tahun ini Polri memperkuat meritokrasi pembinaan karier melalui Assessment Center, sehingga konsolidasi ini diperlukan untuk analisa evaluasi perbaikan ke depan yang lebih baik. Visi besar kami adalah mewujudkan SDM unggul tidak hanya bagi internal Polri, tetapi juga bagi seluruh bangsa Indonesia," ujar Langgeng.


Kegiatan ini turut menghadirkan narasumber eksternal dari Perkumpulan Assessment Center Indonesia untuk memberikan perspektif profesional mengenai standar penilaian terkini. Hadir pula Kabagpenkompeten, Karo SDM Polda jajaran dan seluruh assessor Polri baik secara fisik maupun daring.


Sejak dirintis pada tahun 2009, Assessment Center Polri telah menunjukkan lompatan besar. Hingga tahun 2025, Polri tercatat memiliki 1.763 asesor yang tersebar di seluruh tanah air. Capaian ini diperkuat dengan Akreditasi "A" dari BKN, sertifikasi internasional ISO 9001:2015, hingga deretan Rekor MURI untuk kategori pelatihan asesor dan jumlah asesi terbanyak dalam 15 tahun.


Kepercayaan lembaga di luar Polri pun meningkat, jika pada 2021 hanya terdapat 18 instansi mitra, pada tahun 2025 jumlahnya melonjak menjadi lebih dari 50 instansi dengan total lebih dari 2.500 asesi eksternal. Sebagai bentuk apresiasi, dalam acara ini juga diberikan penghargaan kepada Polda-polda berprestasi yang mampu menjaga kualitas penilaian, baik di lingkup internal maupun layanan eksternal.


"Assessment Center Polri berkomitmen untuk terus menyempurnakan sistem, menguatkan metodologi dan menjaga integritas dalam setiap proses asesmen guna melahirkan kader-kader pimpinan bangsa yang unggul, berintegritas dan profesional demi masa depan Indonesia," tutup Langgeng.

Harga Pangan Mulai Terkendali Jelang Hari Besar Keagamaan Nasional 2026, Selama Sepekan Satgas Saber Pelanggaran Pangan Perketat Pengawasan di 9.138 Titik



JAKARTA, – Satuan Tugas (Satgas) Saber Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan mencatat hasil signifikan dalam pengawasan pangan nasional pada Minggu ke-I periode 5–11 Februari 2026. Peningkatan Kegiatan Pemantauan Ini meningkat pesat pasca Rapat Koordinasi Satgas Saber Pelanggaran Pangan yang dipimpin Kabareskrim Polri Komjen Pol Drs Syahardiantono, M.Si selaku Ketua Pengarah Satgas Saber di Rupat Dittipideksus Bareskrim Polri, Gedung Awaloedin Djamin Mabes Polri sepekan lalu.


Berdasarkan rekapitulasi Posko Satgas Saber Pusat, tercatat selama sepekan telah dilakukan kegiatan pemantauan sebanyak 9.138 titik di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.


Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI selaku Ketua Pelaksana Satgas, Dr. I Gusti Ketut Astawa, menyampaikan bahwa intensitas pengawasan tersebut berdampak langsung pada penurunan harga sejumlah komoditas strategis, khususnya menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) 2026, seperti: ayam telur ras, daging ayam ras, daging sapi segar, cabe rawit keriting, cabe merah keriting, minyakita, beras medium dan premium. Walaupun beberapa komoditas pangan masih diatas HET/HAP di sejumlah Provinsi, namun cenderung mengalami trend penurunan.


“Pemantauan yang masif dan tindak lanjut di lapangan terbukti mampu menekan harga beberapa komoditas pangan utama, seperti beras premium dan medium di Zona I dan II, cabe merah keriting, telur ayam ras, serta daging ayam ras,” ungkap Ketut Astawa dalam keterangannya pada Kamis (12/2/2026).


Dari total pemantauan tersebut, mayoritas dilakukan pada pedagang dan pengecer sebanyak 5.939 titik, disusul ritel modern 1.472 titik, grosir 967 titik, distributor 554 titik, produsen 136 titik, dan agen 70 titik.


Satgas Saber mencatat berbagai bentuk tindak lanjut atas temuan pelanggaran di lapangan. Sepanjang periode pemantauan, Satgas telah menerbitkan 128 surat teguran,  400 pengisian stok kosong di sejumlah titik pemantauan, serta pengambilan 33 sampel pangan untuk uji laboratorium. Selain itu juga, mengeluarkan rekomendasi pencabutan 1 (satu izinl usaha dan 2 (dua) izin edar pelaku usaha yang melanggar HET/HAP, keamanan dan mutu pangan.


Menurut Astawa, langkah tegas tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas harga, keamanan, dan mutu pangan nasional. 


“Tindakan ini menjadi peringatan bagi pelaku usaha agar mematuhi ketentuan HET dan HAP serta standar keamanan pangan,” tegasnya.


Hasil analisis harga menunjukkan sejumlah komoditas masih berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) atau Harga Acuan Penjualan (HAP). Komoditas yang masih menjadi perhatian antara lain: beras premium Zona III, Minyakita, bawang merah, bawang putih di wilayah Indonesia Timur dan 3TP, daging sapi segar, daging kerbau beku, cabai rawit merah, serta gula konsumsi di wilayah Indonesia Timur dan 3TP. Tentunya ini menjadi tugas bersama K/L terkait seperti: Kemenko Pangan, Kemendagri, Kementan, Kemendag, Polri, Bapanas RI, Bulog maupun Satgas untuk terus melakukan langkah-langkah intervensi ke daerah-daerah yang masih tinggi harga komoditas pangannya.


Sementara itu, harga Minyakita secara nasional masih tercatat masih di atas HET, meski menunjukkan tren penurunan pada akhir periode pemantauan. Satgas juga menemukan Minyakita sebagai komoditas yang paling banyak dilaporkan masyarakat melalui hotline pengaduan. Tentunya kami Satgas Pangan Saber Pusat akan turun langsung mengecek Produsen, Distributor lini 1, Distributor Lini 2, dan Pengecer utk pastikan harga Minyakita sesuai harga HET Rp 15.700 kepada masyarakat (konsumen) dan akan mendorong Perum Bulog dan BUMN Pangan yang mendapat distribusi 35 % DMO dari Produsen Minyak Goreng/CPO yang lakukan ekspor untuk segera intervensi wilayah-wilayah yang masih diatas HET, serta akan menindak tegas setiap pelanggaran yang ada.


Ketut Astawa menambahkan, selama Minggu ke-I, hotline pengaduan Satgas menerima 6 (enam) laporan masyarakat dari sejumlah daerah, termasuk Jakarta Pusat, Kupang, Bandar Lampung, Bukittinggi, Maros, dan Mataram. Seluruh aduan tersebut langsung dan telah ditindaklanjuti oleh Satgas daerah.


Di sisi lain, pemerintah terus memperkuat intervensi pasokan melalui penyaluran beras SPHP sebanyak 28.765 ton ke berbagai saluran, mulai dari Gerakan Pangan Murah, ritel modern, pasar tradisional, hingga outlet pangan binaan pemerintah daerah.


Lebih dalam, Ketut Astawa menegaskan, Satgas Saber Pelanggaran Pangan akan terus meningkatkan intensitas pengawasan, khususnya pada pedagang dan pengecer, serta memperkuat sosialisasi hotline pengaduan kepada masyarakat.


“Pengawasan berlapis dan partisipasi masyarakat menjadi kunci untuk memastikan pangan yang beredar aman, bermutu, dan terjangkau, terutama menghadapi momentum Imlek, Ramadan, dan Idulfitri 2026,” pungkasnya. (*)

Koramil Klakah Gelar Karya Bakti Gerakan ASRI, Wujudkan Wisata Ranupakis Bersih dan Nyaman

 



Lumajang – Koramil 0821-05/Klakah terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung Gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) melalui kegiatan karya bakti tersebar yang dilaksanakan di area obyek wisata Ranupakis, Dusun Nangkaan RT 001 RW 005, Desa Ranupakis, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Kamis (12/2/2026).


Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bati Tuud Koramil 0821-05/Klakah, Peltu Eko Budianto, bersama anggota Koramil dan melibatkan berbagai unsur di wilayah. Hadir dalam kegiatan itu Forkopimcam Klakah, instansi terkait, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, relawan, pelajar, serta warga setempat yang turut ambil bagian dalam kerja bakti.


Dalam pelaksanaannya, personel Koramil Klakah bersama seluruh elemen masyarakat bergotong royong membersihkan area sekitar objek wisata, mulai dari pengangkutan sampah, pembersihan semak belukar, hingga penataan lingkungan agar tampak lebih rapi dan asri. Kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan, tetapi juga memperkuat kesadaran bersama akan pentingnya merawat potensi wisata daerah.


Peltu Eko Budianto menyampaikan bahwa Gerakan ASRI merupakan langkah nyata membangun budaya peduli lingkungan yang dimulai dari tingkat wilayah. Area wisata, menurutnya, menjadi salah satu prioritas karena selain sebagai ruang publik, juga menjadi wajah desa yang mencerminkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan.


“Melalui karya bakti ini, kami ingin menumbuhkan semangat gotong royong dan kepedulian bersama. Lingkungan yang bersih dan indah akan memberikan kenyamanan bagi pengunjung serta berdampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar,” ujar dia.


Partisipasi aktif masyarakat, pelajar dan relawan dalam kegiatan tersebut juga menjadi bukti bahwa kepedulian lingkungan. Sinergi antara TNI, pemerintah kecamatan, dan seluruh elemen masyarakat terlihat solid sepanjang kegiatan berlangsung.


Dengan digelarnya karya bakti Gerakan ASRI di Ranupakis, diharapkan kawasan wisata tersebut semakin tertata, bersih, dan menarik untuk dikunjungi. Lebih dari itu, kegiatan tersebut  juga menjadi momentum mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam membangun wilayah. (Pendim0821)

Tanamkan Nasionalisme dan Anti-Bullying, Babinsa Wates Wetan Sentuh Hati Pelajar Sejak Dini



Lumajang – Dalam upaya membentuk karakter generasi muda yang berakhlak dan berjiwa nasionalis, Babinsa Wates Wetan Koramil 0821-06/Ranuyoso, Kopka Muhammad Sofyan Hariyanto, melaksanakan kegiatan pemberian wawasan kebangsaan (Wasbang) serta edukasi tentang bahaya perundungan (bullying) kepada siswa SDN Wates Wetan 01, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Kamis (12/2/2026).


Kegiatan tersebut berlangsung di lingkungan sekolah dan diikuti para siswa dengan penuh antusias. Dalam penyampaiannya, Kopka Sofyan menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai kebangsaan sejak usia dini, seperti saling menghormati, menjaga persatuan, serta memiliki rasa tanggung jawab sebagai generasi penerus bangsa.


Selain materi Wasbang, ia juga memberikan pemahaman tentang dampak negatif perundungan di lingkungan sekolah. Menurutnya, bullying tidak hanya melukai secara fisik, tetapi juga dapat meninggalkan trauma psikologis yang memengaruhi perkembangan mental dan prestasi belajar siswa.


“Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk belajar. Tidak boleh ada tindakan saling mengejek, mengintimidasi, atau menyakiti teman. Kita semua adalah saudara sebangsa yang harus saling menghargai,” tegasnya di hadapan para siswa.


Ia juga mengajak para siswa untuk berani melaporkan apabila melihat atau mengalami tindakan perundungan, serta membangun budaya saling mendukung dan berteman tanpa membeda-bedakan.


Kepala SDN Wates Wetan 01, Dipo Kaeruman, S.Pd., dalam sambutannya menekankan pentingnya menanamkan sikap saling menghormati antar sesama siswa sebagai pondasi utama terciptanya lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Ia menyampaikan bahwa setiap anak memiliki latar belakang, karakter, dan kemampuan yang berbeda, sehingga sikap menghargai satu sama lain harus menjadi budaya yang terus dibangun di lingkungan sekolah.


“Sekolah adalah rumah kedua bagi anak-anak. Di sinilah mereka belajar, bermain, dan tumbuh bersama. Karena itu, sikap saling menghormati, tidak saling mengejek, serta saling membantu harus menjadi kebiasaan sehari-hari agar suasana belajar tetap nyaman dan menyenangkan,” pungkasnya.


Ia juga menambahkan bahwa lingkungan sekolah yang harmonis akan berdampak positif terhadap semangat belajar dan perkembangan mental siswa. Dengan terciptanya rasa aman dan kebersamaan, para siswa dapat lebih fokus dalam meraih prestasi serta membangun karakter yang baik sejak dini.


Melalui kegiatan tersebut, diharapkan para siswa semakin memahami pentingnya hidup rukun, menjunjung tinggi nilai kebangsaan, serta menjauhi segala bentuk perundungan. Kehadiran Babinsa di sekolah juga menjadi wujud nyata sinergi TNI dengan dunia pendidikan dalam mencetak generasi muda yang tangguh, berkarakter, dan cinta tanah air. (Pendim0821)

Kasdim 0821/Lumajang Pimpin Gerakan ASRI, Perkuat Kepedulian Menuju Lingkungan Sehat dan Tertata



Lumajang – Komitmen membangun budaya hidup bersih terus digelorakan Kodim 0821/Lumajang melalui Gerakan ASRI (Aman Sehat Resik dan Indah). Kali ini, kegiatan dilaksanakan di wilayah Koramil 0821-08/Pasirian, tepatnya di Desa Bades, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Kamis (12/2/2026). Sebagai wujud nyata hasta cita Presiden Republik Indonesia dalam menumbuhkan kepedulian lingkungan dari tingkat paling dasar.


Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kasdim 0821/Lumajang Mayor Inf Tanuri, unsur Forkopimda Kabupaten Lumajang, Forkopimcam Pasirian, Instansi terkait di wilayah, tokoh masyarakat, Ormas, relawan, pelajar serta masyarakat setempat yang antusias mengikuti kerja bakti.


Dalam sambutannya, Kasdim 0821/Lumajang menyampaikan dengan tegas bahwa Gerakan ASRI merupakan implementasi dari arahan Presiden Prabowo Subianto agar budaya kebersihan dimulai dari lingkungan terkecil.


“Gerakan ASRI ini merupakan tindak lanjut perintah Bapak Presiden Prabowo, agar kebiasaan menjaga kebersihan dilakukan secara rutin dari tingkat RT, RW hingga desa, minimal satu kali dalam seminggu,” tegasnya.


Ia menekankan bahwa kegiatan tersebut tidak boleh berhenti sebatas seremoni, namun harus menjadi gerakan berkelanjutan yang mampu membangun kesadaran kolektif masyarakat. Lingkungan yang bersih, menurutnya, bukan hanya mencerminkan kerapian wilayah, tetapi juga berdampak langsung terhadap kesehatan dan kualitas hidup warga.


Lebih lanjut, Mayor Tanuri mengungkapkan rencana kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Lumajang untuk mengadakan lomba lingkungan bersih sebagai bentuk motivasi bagi desa-desa.


“Kami akan terus berkomitmen dalam mendukung program Presiden Republik Indonesia, untuk bersinergi dengan TNI/Polri, Pemerintah Daerah dan masyarakat sebagai komitmen dalam mewujudkan lingkungan bersih. Dengan adanya adanya kegiatan ini diharapkan tumbuh semangat kompetitif yang positif antar desa dalam menciptakan lingkungan yang sehat, tertata, dan nyaman,” tambahnya.


Pada pelaksanaannya, Gerakan ASRI di Desa Bades diisi dengan kerja bakti membersihkan area makam Dusun Purut serta normalisasi saluran air. Sinergi TNI-Polri bersama pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat terlihat kompak dan penuh semangat gotong royong.


Melalui Gerakan ASRI, Kodim 0821/Lumajang berharap tercipta budaya hidup bersih yang mengakar di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mewujudkan desa yang sehat, asri, dan berdaya saing. (Pendim0821)