View AllNews

Nasional

Hukum

Latest News

06/02/26

Tak Rela Daerahnya Diganggu, Ermin Wenda: Lanny Jaya Sudah Kondusif, Kelompok Luar Diminta Hentikan Provokasi

 


Tiom – Kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan, dilaporkan berada dalam keadaan aman dan kondusif. Situasi tersebut dinilai perlu dijaga secara kolektif oleh seluruh elemen masyarakat demi menjamin keberlangsungan aktivitas publik dan percepatan roda pemerintahan.


Tokoh Masyarakat Distrik Nogi, Kabupaten Lanny Jaya, Ermin Wenda, menegaskan bahwa stabilitas keamanan merupakan fondasi utama bagi terwujudnya kesejahteraan masyarakat. Tanpa jaminan ketenangan, berbagai program pembangunan yang dirancang pemerintah daerah berpotensi terhambat dan berdampak langsung pada masyarakat kecil.


“Karena itu, sinergi antara tokoh adat, pemerintah daerah, dan aparat keamanan harus tetap solid untuk membentengi wilayah dari potensi gangguan oknum tidak bertanggung jawab,” ujar Ermin di Tiom, Kamis (5/2/2026).


Ia mengatakan, masyarakat Lanny Jaya saat ini mendambakan keberlanjutan pembangunan infrastruktur yang sempat terhambat, terutama untuk membuka akses ekonomi masyarakat di wilayah pedesaan. Menurutnya, kesadaran kolektif seluruh warga sangat dibutuhkan guna menciptakan iklim sosial yang harmonis demi masa depan generasi muda.


Ermin juga mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk terus memelihara situasi aman dan tertib yang telah terwujud. Ia menilai suasana damai merupakan aset berharga yang memungkinkan masyarakat bekerja, berladang, dan menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa rasa takut.


“Tanggung jawab menjaga keamanan tidak hanya dibebankan kepada TNI dan Polri, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh warga agar stabilitas daerah tetap terjaga,” tegasnya.


Selain itu, Ermin menyatakan dukungan penuh terhadap seluruh program pembangunan strategis yang tengah dijalankan Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya. Dengan jumlah penduduk sekitar 203,52 ribu jiwa berdasarkan data tahun 2024, ia menilai kemajuan daerah hanya dapat dicapai apabila pembangunan fasilitas publik berjalan tanpa hambatan.


“Pembangunan jalan, jembatan, dan sarana pendidikan sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Pihak-pihak yang menghambat pembangunan sama saja menghalangi masa depan anak-anak asli daerah,” katanya.


Ermin juga mengeluarkan peringatan tegas kepada kelompok-kelompok dari luar daerah yang dinilai berupaya mengganggu stabilitas keamanan di Lanny Jaya. Ia menolak keras kehadiran oknum yang membawa provokasi dan ideologi kekacauan ke wilayah yang tengah berkembang tersebut.


“Masyarakat Distrik Nogi dan sekitarnya berkomitmen tidak memberi ruang bagi upaya apa pun yang mengancam kamtibmas. Jangan datang lagi untuk mengganggu keamanan yang sudah terjaga dengan baik ini,” ujarnya.


Ia mengajak seluruh masyarakat di Kabupaten Lanny Jaya—yang terdiri atas 39 distrik, satu kelurahan, dan 354 kampung—untuk tetap bersatu dan tidak mudah terpengaruh oleh hasutan yang tidak berdasar. Menurutnya, persatuan warga menjadi kekuatan utama dalam menjaga keberlanjutan pembangunan di atas tanah adat mereka.


Ermin optimistis, dengan situasi yang aman dan damai, peningkatan pelayanan kesehatan, akses pendidikan, serta kualitas sumber daya manusia di Lanny Jaya dapat terus ditingkatkan.


“Mari kita jadikan kedamaian ini sebagai warisan terbaik bagi generasi mendatang agar mereka dapat hidup lebih sejahtera di tanah kelahirannya,” pungkasnya.

Lingkar Studi Papua Dorong Literasi Kritis Kaum Muda di Nabire

 


Nabire — Lingkar Studi Papua (LSP) terus mendorong penguatan kesadaran kritis kaum muda Papua melalui kegiatan lapak baca dan diskusi bersama. Kegiatan tersebut digelar di Warkop Kedai Titik Nol, Wonorejo, Nabire, Papua Tengah.


Kegiatan ini menjadi ruang alternatif bagi kaum muda Papua untuk membaca, berdiskusi, serta menganalisis situasi sosial-politik Papua yang dinilai masih berada di bawah tekanan kapitalisme, kolonialisme, dan militerisme.


Salah satu peserta diskusi, Yikai M, menegaskan bahwa literasi memiliki peran fundamental dalam membangun kesadaran dan keberpihakan kepada rakyat.


“Literasi itu nyawa. Literasi membuat seseorang peka melihat apa yang terjadi di sekitarnya dan menentukan apa yang harus dilakukan. Tanpa literasi, manusia seperti tidak bernyawa karena tidak mampu membaca realitas penindasan yang sedang berlangsung,” ujar Yikai.


Menurut dia, membaca dan berdiskusi bukan sekadar aktivitas intelektual, melainkan fondasi penting dalam membangun keberanian untuk berpikir dan bertindak di tengah situasi Papua saat ini.


Pandangan serupa disampaikan Eko Vinsensius yang menilai lapak baca sebagai bentuk perlawanan terhadap sistem kapitalisme yang mengontrol pengetahuan demi kepentingan modal.


“Dalam sistem kapitalisme, ilmu pengetahuan dan sains dikunci untuk kepentingan akumulasi modal. Membaca menjadi cara untuk membuka kunci tersebut, membaca pola penindasan, dan membangun cara berpikir kritis. Diskusi adalah senjata untuk mematahkan narasi penguasa yang dominan,” kata Eko.


Ia menilai lapak baca LSP menjadi ruang penting bagi kaum muda Papua untuk membangun manuver pemikiran menuju masyarakat yang lebih adil dan berdaulat atas pengetahuan.


Sementara itu, Abbi Douw menekankan bahwa perubahan sosial tidak mungkin terjadi tanpa pemahaman yang utuh terhadap sejarah, kondisi saat ini, dan arah masa depan.


“Tanpa pemahaman yang menyeluruh, mustahil sebuah perubahan dapat terjadi. Jalan menuju pemahaman itu hanya dapat ditempuh melalui membaca, menganalisis, berdiskusi, dan mengaitkannya secara langsung dengan realitas masyarakat,” ujar Abbi.


Menurut Abbi, aktivitas literasi perlu terus dikembangkan sebagai proses berkelanjutan agar kaum muda Papua tidak terputus dari akar persoalan yang dihadapi oleh masyarakatnya sendiri.


Melalui lapak baca dan diskusi tersebut, Lingkar Studi Papua berharap dapat membangun tradisi literasi kritis yang membumi, sekaligus menjadi ruang konsolidasi pemikiran kaum muda Papua dalam menghadapi berbagai bentuk penindasan struktural.


Kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa membaca dan berdiskusi bukan semata-mata soal pengetahuan, melainkan bagian dari upaya membangun kesadaran, keberanian, dan masa depan Papua yang lebih adil.

Operasi Keselamatan Cartenz 2026, Keselamatan Personel dan Masyarakat Jadi Prioritas

 


Jayapura – Direktorat Lalu Lintas Polda Papua melaksanakan kegiatan Operasi Keselamatan Cartenz 2026 dengan pendekatan humanis dan edukatif di kawasan Lapangan PTC Entrop, Jayapura Selatan, Jumat (6/2/2026) pagi. 


Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Polri membangun kesadaran tertib berlalu lintas sekaligus menekan angka pelanggaran serta potensi kecelakaan di jalan raya.


Kegiatan diawali dengan doa bersama, dilanjutkan arahan pimpinan kepada seluruh personel yang terlibat sebelum turun ke lapangan. Kabag Bin Opsnal Ditlantas Polda Papua, AKBP Mathin W. Asmuruf, S.Sos., M.M., dalam arahannya menekankan bahwa operasi yang dilaksanakan tidak semata-mata bersifat represif, namun juga mengedepankan himbauan, peneguran, dan penindakan yang terukur kepada pengendara roda dua, roda empat, maupun roda enam yang tidak memenuhi standar keselamatan berkendara.


“Pada pelaksanaan operasi ini, kita mengedepankan keselamatan. Tidak perlu memaksakan diri mengejar pengendara yang berusaha melarikan diri. Keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama. Laksanakan penindakan dengan profesional dan selalu berkoordinasi dengan senior di lapangan agar tidak terjadi kesalahan teknis,” tegas AKBP Mathin.


Operasi kemudian dilaksanakan dengan memantau arus lalu lintas di sekitar kawasan Entrop, khususnya di depan Lapangan Futsal PTC, dengan sasaran utama pelanggaran kasat mata seperti tidak menggunakan helm, tidak memasang kaca spion, masa berlaku plat nomor kendaraan yang telah habis, serta berbagai bentuk pelanggaran lain yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.


Usai pelaksanaan razia kendaraan, kegiatan ditutup dengan apel konsolidasi yang dipimpin oleh AKP Novilus Yoku. Dalam arahannya, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang telah melaksanakan tugas dengan baik serta mengingatkan agar pada pelaksanaan berikutnya tetap mengutamakan keselamatan dan fokus pada pelanggaran prioritas.


“Beberapa pelanggaran yang harus menjadi perhatian utama antara lain penggunaan ponsel saat berkendara, pengendara di bawah umur, berboncengan lebih dari satu orang, tidak menggunakan helm SNI maupun sabuk pengaman, berkendara dalam pengaruh alkohol, melawan arus, serta melebihi batas kecepatan,” ujar AKP Novilus.


Dalam pelaksanaan Operasi Keselamatan Cartenz 2026 tersebut, petugas mencatat sebanyak dua penindakan tilang terhadap kendaraan roda dua dan roda empat, serta memberikan 219 teguran kepada pengendara, yang terdiri dari 55 teguran tertulis dan 164 teguran lisan.


Kegiatan yang melibatkan personel Ditlantas Polda Papua bersama unsur Bapenda Provinsi Papua, Jasa Raharja, dan Samsat Provinsi Papua ini berlangsung dalam situasi aman, tertib, dan kondusif, serta mendapat respons positif dari masyarakat pengguna jalan.


Melalui Operasi Keselamatan Cartenz 2026, Polda Papua berharap kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas semakin meningkat, sehingga tercipta budaya tertib dan keselamatan di jalan raya yang berkelanjutan.


Polres Asmat Terjunkan Personel Amankan Ibadah HUT Pekabaran Injil ke-171

 


Jayapura – Polres Asmat menerjunkan sejumlah personel untuk melaksanakan pengamanan ibadah peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Pekabaran Injil di Tanah Papua ke-171 yang berlangsung di wilayah Kabupaten Asmat, Kamis (05/02/2026).


Kapolres Asmat AKBP Wahyu Basuki, S.I.K., melalui Kabag Ops Polres Asmat AKP Okto Adianto Samosir, S.H., menyampaikan bahwa pengamanan dilakukan guna memastikan seluruh rangkaian ibadah berjalan dengan khidmat, aman, dan kondusif.


AKP Okto menjelaskan, Polres Asmat telah memploting personel pengamanan dengan melibatkan Kasat Samapta Polres Asmat, Iptu Irwan, sebagai Ketua Tim (Katim).


“Hari ini kami menerjunkan personel untuk melaksanakan pengamanan ibadah peringatan masuknya Injil di Tanah Papua. Fokus utama kami adalah memberikan rasa aman dan nyaman kepada jemaat yang melaksanakan ibadah syukur,” ucap AKP Okto.


Ia menambahkan, pengamanan ini merupakan bentuk kehadiran Polri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya pada kegiatan keagamaan. 


“Kami berkomitmen untuk terus menjaga situasi kamtibmas agar seluruh rangkaian ibadah dapat berlangsung dengan tertib dan lancar,” tegasnya.


Selain melakukan pengamanan di lokasi ibadah, personel Polres Asmat juga melaksanakan patroli di seputaran Kota Agats guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas.


Sementara itu, Kasat Samapta Polres Asmat menyampaikan bahwa hingga pelaksanaan ibadah berlangsung, situasi keamanan di Kota Agats dan sekitarnya terpantau aman dan terkendali.


“Masyarakat terlihat antusias mengikuti prosesi ibadah dan tetap tertib serta bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban,” tuturnya.


Ia juga mengapresiasi peran aktif masyarakat dalam menciptakan suasana yang kondusif. 


“Sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat sangat membantu terciptanya situasi yang aman selama kegiatan keagamaan berlangsung,” pungkasnya.



Polsek Kemtuk Gresi Laksanakan Penanaman Jagung Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional

 


Jayapura – Dalam rangka mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Polsek Kemtuk Gresi melaksanakan kegiatan penanaman jagung di Lahan Pertanian Polsek Kemtuk Gresi, Distrik Kemtuk Gresi, Kabupaten Jayapura, Kamis (05/02/2026).


Kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara Polri, TNI, pemerintah distrik, dinas terkait, serta masyarakat dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mendorong pemanfaatan lahan produktif di wilayah Distrik Kemtuk Gresi.


Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Jayapura, di antaranya Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Distrik Kemtuk Gresi Miko Lolok, S.Pt, beserta para Penyuluh Pertanian Lapangan Distrik Kemtuk Gresi. 


Turut hadir Kepala Distrik Kemtuk Gresi yang diwakili oleh Kasi Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) John Masri Gadi, S.P, Ondoafi Suku Nasadit Elia Nasadit, Ketua Kelompok Tani Jamasrong Kampung Swentab Seblon Yaku, serta personel Polsek Kemtuk Gresi dan Koramil Kemtuk Gresi.


Kegiatan diawali dengan penanaman jagung secara simbolis yang dilakukan bersama oleh Kapolsek Kemtuk Gresi, Ipda Hamzah, perwakilan Danramil Kemtuk Gresi Serka Eduardo Dimara, perwakilan Dinas Pertanian, pemerintah distrik, tokoh adat, dan masyarakat setempat.


Dalam kesempatannya, Kapolsek Kemtuk Gresi menyampaikan bahwa kegiatan penanaman jagung tersebut merupakan wujud nyata komitmen Polsek Kemtuk Gresi bersama seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.


“Kami bersama TNI, pemerintah distrik, Dinas Pertanian, serta masyarakat Distrik Kemtuk Gresi melaksanakan penanaman jagung sebagai bentuk dukungan terhadap program Presiden Republik Indonesia dalam rangka memperkuat ketahanan pangan nasional,” ucapnya. 


“Kami juga mendorong masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan maupun lahan perkebunan dengan menanam jagung dan sayur-sayuran guna meningkatkan ketahanan pangan serta perekonomian keluarga,” imbuhnya.


Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin kolaborasi yang berkelanjutan antara aparat keamanan, pemerintah, dan masyarakat dalam menciptakan kemandirian pangan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah Distrik Kemtuk Gresi.


05/02/26

Tokoh Masyarakat Ajak Warga Kabupaten Puncak Jaga Fasilitas Umum

  


Jayapura – Kepala Kampung Amungi yang juga Tokoh Masyarakat Distrik Ilaga Utara, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, Anis Hagabal, mengajak seluruh warga untuk menjaga fasilitas umum yang telah dibangun pemerintah daerah demi kepentingan bersama.


“Fasilitas dan bangunan tersebut bukan untuk dirusak, apalagi dibakar, karena keberadaannya sangat dibutuhkan guna mendukung kemajuan daerah dan peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ujar Hagabal dalam siaran pers yang diterima ANTARA di Jayapura, Selasa.


Ia juga mengimbau seluruh elemen masyarakat Kabupaten Puncak agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban wilayah dengan bersinergi bersama aparat keamanan guna menciptakan situasi yang aman dan kondusif.


Menurut dia, peran tokoh masyarakat dan warga sangat penting dalam mendukung kerja sama dengan TNI dan Polri demi terwujudnya stabilitas keamanan di Kabupaten Puncak.


Hagabal menegaskan bahwa masyarakat Kabupaten Puncak menginginkan kehidupan yang maju, aman, dan nyaman. Oleh karena itu, ia berharap tidak ada lagi aksi pembakaran maupun gangguan keamanan di wilayah tersebut.


“Kami juga mengimbau kepada pihak ketiga, termasuk kelompok bersenjata, agar tidak lagi melakukan tindakan yang merugikan masyarakat dengan merusak atau membakar bangunan yang telah ada,” katanya.


Ia menambahkan bahwa seluruh bangunan yang telah dibangun merupakan aset daerah yang diperuntukkan sepenuhnya bagi masyarakat setempat dan harus dijaga bersama demi kepentingan generasi sekarang maupun mendatang.


“Pembangunan yang telah berjalan tidak akan membawa manfaat apabila tidak dibarengi dengan situasi keamanan yang stabil dan kondusif,” ujarnya.

Aktivis HAM Theo Hesegem Sesalkan Kondisi Keamanan di Yahukimo dan Wilayah Konflik Papua

  


Yahukimo – Aktivis hak asasi manusia (HAM) Papua menyesalkan memburuknya situasi keamanan di Kabupaten Yahukimo dan sejumlah wilayah konflik lainnya di Tanah Papua. Pemerintah pusat dan daerah dinilai belum serius menangani konflik bersenjata yang terus menimbulkan korban dari kalangan masyarakat sipil.


Pembela HAM yang juga Direktur Eksekutif Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua, Theo Hesegem, menyampaikan keprihatinannya atas meningkatnya kekerasan bersenjata yang berdampak langsung pada warga sipil, baik Orang Asli Papua maupun pendatang.


“Setiap hari selalu ada korban berjatuhan. Guru, tukang bangunan, pengemudi ojek, hingga pengusaha menjadi sasaran kekerasan. Ini situasi yang sangat menyedihkan,” ujar Theo.


Ia secara khusus menyoroti peristiwa pembunuhan seorang guru bernama Frengki (55), warga Toraja beragama Kristen, yang terjadi di Sekolah Yakpesmi, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, pada Senin (2/2/2026).


Berdasarkan laporan aparat keamanan, korban dianiaya hingga meninggal dunia oleh kelompok bersenjata yang diduga berasal dari OPM Kodap XVI Yahukimo. Selain melakukan pembunuhan, pelaku juga merusak kendaraan milik kepala sekolah serta fasilitas ruang kelas saat proses belajar mengajar berlangsung.


Polres Yahukimo menyebut korban diserang menggunakan senjata tajam setelah dikejar hingga ke dalam ruang guru. Aparat gabungan tiba di lokasi tidak lama setelah kejadian dan mengevakuasi jenazah korban ke RSUD Dekai.


Di sisi lain, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) melalui siaran pers mengklaim bahwa korban merupakan agen intelijen negara yang menyamar sebagai guru. TPNPB menyatakan aksi tersebut dilakukan dalam konteks wilayah perang serta kembali mengeluarkan peringatan agar warga pendatang meninggalkan Yahukimo.


Menanggapi hal itu, Theo Hesegem menolak segala bentuk kekerasan terhadap warga sipil dengan dalih apa pun. Ia menegaskan bahwa pengiriman pasukan nonorganik ke Papua bukan solusi dan justru berpotensi memperbesar pelanggaran HAM.


“Pembangunan dan proyek tidak akan berarti jika masyarakat hidup dalam ketakutan. Orang Papua hanya ingin hidup aman dan damai di tanahnya sendiri,” ujarnya.


Ia mendesak Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia untuk mengambil langkah bijaksana dan menyeluruh dalam menyelesaikan konflik bersenjata di Papua, dengan mengedepankan pendekatan kemanusiaan serta dialog damai.

Pemuda Papua Ajak Warga Jaga Kamtibmas Jelang Perayaan Masuknya Injil

  


Jayapura – Ketua Presidium Pemuda Papua Wilayah Tabi, Fran Reynould Thejo, mengimbau seluruh masyarakat, khususnya di Jayapura, untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjelang perayaan masuknya Injil di Tanah Papua yang diperingati setiap 5 Februari.


“Peran pemuda dan masyarakat sangat penting dalam menjaga stabilitas keamanan agar setiap rangkaian kegiatan keagamaan dan sosial dapat berjalan dengan aman, damai, dan tertib,” ujarnya dalam siaran pers yang diterima ANTARA di Jayapura, Rabu.


Ia berharap situasi kamtibmas di seluruh wilayah Papua, khususnya Kota Jayapura, senantiasa berada dalam kondisi aman dan kondusif.


“Keamanan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat,” katanya.


Fran juga menyampaikan keprihatinannya terhadap sejumlah peristiwa kekerasan yang terjadi di beberapa wilayah Papua, yang mengakibatkan masyarakat sipil menjadi korban.


“Kami berharap kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang,” ujarnya.


Selain itu, ia mengajak masyarakat untuk mendukung tugas kepolisian yang selama ini menjaga keamanan dan ketertiban di Papua. Menurutnya, dukungan masyarakat sangat penting agar aparat keamanan dapat menjalankan tugas secara maksimal dalam menciptakan rasa aman.


“Mari kita mendukung pihak kepolisian yang selama ini telah bekerja menjaga keamanan. Keamanan bukan hanya tugas aparat, tetapi juga tanggung jawab kita bersama sebagai masyarakat Papua,” katanya.


Ia menambahkan, apabila situasi tetap aman dan kondusif, maka aktivitas masyarakat maupun pelaksanaan pembangunan dapat berjalan dengan lancar.