View AllNews

Nasional

Hukum

Latest News

23/02/26

Perkuat Pengamanan Ramadan, Samapta Polres Sarmi Rutin Patroli Tarawih di Sejumlah Masjid


Jayapura – Dalam rangka memastikan pelaksanaan ibadah Sholat Tarawih berjalan aman dan lancar, personel Pos Shelter Satuan Samapta Polres Sarmi melaksanakan patroli sambang pada Minggu (22/02/2026) malam di sejumlah titik dalam wilayah hukum Polres Sarmi.


Kegiatan diawali dengan apel konsolidasi di Pos Shelter sebagai bentuk pengecekan kesiapan personel maupun kelengkapan sarana dan prasarana dinas. Patroli tersebut merupakan bagian dari tugas TURJAWALI (Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan, dan Patroli) yang rutin dilaksanakan guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).


Selanjutnya, personel menyambangi sejumlah masjid yang tengah melaksanakan Sholat Tarawih, antara lain Masjid Nurul Muttaqin di Bukit Neidam, Masjid Serambi Madinah di Kelapa Satu, serta Masjid Nurul Iman di Bagaiserwar. Kehadiran personel kepolisian di sekitar area masjid bertujuan memberikan rasa aman kepada jamaah sekaligus mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas.


Selain melakukan pemantauan di lokasi ibadah, personel juga melaksanakan patroli di sekitar lokasi kejadian mobil terbakar di Bagaiserwar II. Langkah ini dilakukan untuk memastikan situasi tetap kondusif serta mencegah timbulnya potensi kerawanan baru di lingkungan masyarakat.


Kasat Samapta Polres Sarmi menyampaikan bahwa kegiatan patroli tersebut merupakan bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat, khususnya selama bulan Ramadan.


“Kami berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat guna memberikan rasa aman dan nyaman, sehingga umat Muslim dapat melaksanakan ibadah Tarawih dengan khusyuk tanpa adanya gangguan,” ujarnya.


Ia juga menambahkan bahwa patroli akan terus ditingkatkan selama bulan Ramadan.


“Kegiatan patroli ini akan kami laksanakan secara rutin dan berkelanjutan sebagai upaya preventif dalam menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif di wilayah hukum Polres Sarmi,” tegasnya.

Sambut Nyepi 1948 Saka, Polres Keerom Gelar Donor Darah untuk Pererat Toleransi dan Sinergitas


Jayapura – Dalam rangka menyambut Hari Raya Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948, personel Polres Keerom mengikuti kegiatan bakti sosial donor darah yang digelar di Wantilan Prajaloka Pura Agung Surya Buana, Kota Jayapura, Minggu (22/02/2026).


Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua PHDI Provinsi Papua I Komang Alit Wardana, S.E., M.M., Ketua PHDI Kota Jayapura KOMPOL (Purn) I Ketut Arnaya, S.Sos., S.H., Wakapolres Keerom KOMPOL Agus Tianto, S.Sos., M.H., Ketua WHDI Provinsi Papua Ni Ketut Kabeningsih, S.Pd., M.MPd., Ketua WHDI Kota Jayapura Niluh Gede Eka Juniati, S.Ag., serta Ketua Tim PMI Kota Jayapura dr. Berlian beserta jajaran. Turut hadir personel TNI-Polri dan umat Hindu Kota Jayapura.


Dalam sambutannya, Ketua PHDI Kota Jayapura KOMPOL (Purn) I Ketut Arnaya menyampaikan apresiasi atas partisipasi Polres Keerom dalam kegiatan sosial tersebut.


“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Wakapolres Keerom beserta jajaran yang telah hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan donor darah ini. Kegiatan ini bukan hanya rangkaian menyambut Nyepi, tetapi juga wujud nyata kepedulian dan kebersamaan kita sebagai sesama anak bangsa,” ujarnya.


Selanjutnya, Wakapolres Keerom KOMPOL Agus Tianto bersama personel Polres Keerom melaksanakan donor darah sebagai bentuk pengabdian dan kontribusi nyata bagi masyarakat. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar.


Kapolres Keerom AKBP Astoto Budi Rahmantyo, S.H., S.I.K., M.H., melalui Wakapolres Keerom menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi nilai-nilai kemanusiaan yang terus dijunjung tinggi oleh Polri.


“Keikutsertaan personel dalam kegiatan donor darah ini adalah bentuk nyata kepedulian Polri terhadap sesama. Kami ingin hadir tidak hanya dalam tugas pengamanan, tetapi juga dalam kegiatan sosial kemasyarakatan,” ungkap Wakapolres Keerom.


Ia juga menambahkan bahwa perayaan Hari Raya Suci Nyepi memiliki makna yang lebih luas dalam kehidupan bermasyarakat.


“Momentum Nyepi ini tidak hanya menjadi perayaan spiritual bagi umat Hindu, tetapi juga menjadi sarana memperkuat toleransi, sinergitas, dan kebersamaan antara TNI-Polri, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat di Kota Jayapura maupun Kabupaten Keerom,” tambahnya.


Wakapolres Keerom juga menegaskan komitmen Polres Keerom untuk terus mendukung berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan lintas agama guna mempererat persatuan serta menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polres Keerom.

Ditengah Menjalankan Ibadah Puasa, Anggota Satgas TMMD Kebut Pengerjaan RTLH 2 dan 3

 


Bulungan – Meski tengah menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan, semangat anggota Satgas TMMD ke-127 Kodim 0903/Bulungan tidak surut. Personel Satgas tetap kebut pengerjaan sasaran fisik Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) 2 dan 3 milik Bapak Rusli dan Bapak Ramli, warga Desa Salimbatu, Kecamatan Tanjung Palas Tengah.


Sejak pagi hari, para anggota Satgas bersama warga bahu-membahu melanjutkan proses pengerjaan, mulai dari pemasangan kusen, pengecatan dinding, hingga perapian bagian dalam dan luar rumah. Cuaca yang cukup terik serta kondisi berpuasa tidak menjadi penghalang untuk menuntaskan pekerjaan sesuai target yang telah ditentukan, Senin (23/02).


Salah satu anggota Satgas TMMD Kopka Suwardi mengatakan, bahwa bulan Ramadhan justru menjadi motivasi tambahan untuk bekerja dengan penuh keikhlasan. “Puasa bukan alasan untuk mengurangi semangat. Justru ini menjadi ladang ibadah bagi kami untuk membantu masyarakat,” ujarnya di sela-sela kegiatan.


Program RTLH ini merupakan bagian dari sasaran fisik TMMD ke-127 yang bertujuan meningkatkan kualitas hunian masyarakat kurang mampu. Rumah milik Bapak Rusli dan Bapak Ramli kini telah menunjukkan perubahan signifikan. Dinding yang sebelumnya sederhana kini tampak rapi dan kokoh, memberikan harapan baru bagi pemilik rumah dan keluarganya.


Bapak Rusli dan Bapak Ramli mengaku sangat bersyukur atas bantuan yang diberikan oleh Satgas TMMD. Mereka tidak menyangka rumahnya dapat direnovasi dan menjadi lebih layak huni. “Kami sangat berterima kasih kepada bapak-bapak TNI yang tetap bekerja meskipun sedang berpuasa. Semoga selalu diberi kesehatan dan keberkahan,” ungkapnya haru.


Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong antara TNI dan masyarakat, pengerjaan RTLH 2 dan 3 terus dipacu agar segera rampung dan dapat segera ditempati dengan nyaman. Kehadiran Satgas TMMD di Desa Salimbatu tidak hanya membangun fisik rumah, tetapi juga mempererat hubungan kekeluargaan serta menumbuhkan rasa kepedulian sosial di tengah masyarakat.

H+13 TMMD 127 Pererat Kebersamaan, Buka Bersama di Rumah Warga Lubuk Manis

 


Bulungan – Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan mewarnai kegiatan buka puasa bersama yang dilaksanakan oleh Satgas TMMD ke-127 Kodim 0903/Bulungan di salah satu rumah warga Lubuk Manis. Kegiatan buka bersama ini menjadi momen sederhana namun sangat bermakna.


Di tengah kesibukan menjalankan program TMMD, para personel Satgas menyempatkan diri berkumpul bersama untuk menikmati hidangan berbuka puasa. Dengan suasana rumah kayu yang hangat dan penuh kekeluargaan, anggota Satgas dan warga duduk bersama di lantai, menikmati hidangan yang telah disiapkan secara bersama-sama, Senin (23/02).


Sebelum berbuka, seluruh yang hadir terlebih dahulu memanjatkan doa bersama. Setelah adzan Maghrib berkumandang, suasana pun berubah menjadi penuh keakraban. Canda dan obrolan ringan mengiringi santap bersama, mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.


Salah satu anggota Satgas menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini merupakan bagian dari upaya membangun kedekatan emosional dengan warga. “Kami tidak hanya hadir untuk membangun secara fisik, tetapi juga ingin membangun kebersamaan dan silaturahmi dengan masyarakat,” ujarnya.


Warga pun menyambut baik kehadiran Satgas TMMD. Mereka merasa senang dan bangga bisa berbuka puasa bersama para prajurit yang selama ini bekerja membantu pembangunan di desa mereka. Momentum Ramadan ini semakin memperkuat rasa persaudaraan dan kebersamaan antara TNI dan masyarakat.


Melalui kegiatan buka bersama ini, diharapkan sinergi antara Satgas TMMD 127 Kodim 0903/Bulungan dan masyarakat Desa Salimbatu semakin solid, sehingga seluruh program pembangunan dapat berjalan lancar serta memberikan manfaat nyata bagi warga setempat.

22/02/26

Penambahan Plafon Dari Dansatgas TMMD 127 Kodim 0903/Bulungan Milik Bapak Rusli Mulai Dikerjakan

 


Bulungan – Memasuki awal bulan suci Ramadhan, semangat personel Satgas TMMD ke-127 Kodim 0903/Bulungan tetap berkobar dalam menyelesaikan berbagai sasaran fisik. Salah satunya adalah penambahan pemasangan plafon pada RTLH 2 milik Bapak Rusli yang mulai dikerjakan pada Minggu (22/02).


Peninjauan langsung dilakukan oleh Dansatgas TMMD ke-127 Kodim 0903/Bulungan, Dhuwi Hendradjaja, untuk melihat perkembangan pembangunan rumah tersebut. Dalam kesempatan itu, beliau memerintahkan anggota Satgas TMMD agar menambahkan pemasangan plafon guna meningkatkan kenyamanan dan kerapian bagian dalam rumah.


Menurutnya, penambahan plafon ini merupakan bentuk perhatian lebih agar rumah yang dibangun tidak hanya layak huni, tetapi juga memberikan rasa nyaman bagi penghuninya. Dengan adanya plafon, suhu di dalam rumah akan lebih terjaga serta tampilan interior menjadi lebih rapi dan bersih.


Anggota Satgas TMMD pun segera bergerak melaksanakan perintah tersebut dengan penuh semangat meski sedang menjalankan ibadah puasa. Kebersamaan dan kekompakan antara personel TNI dan masyarakat setempat terlihat jelas dalam proses pengerjaan, saling membantu agar pekerjaan cepat terselesaikan.


Bapak Rusli menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan. Ia tidak menyangka rumahnya kini mendapatkan tambahan fasilitas yang membuatnya semakin layak dan nyaman untuk ditempati bersama keluarga.


Program TMMD ke-127 yang dilaksanakan oleh Kodim 0903/Bulungan terus menunjukkan komitmennya dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya melalui pembangunan dan perbaikan rumah tidak layak huni di wilayah Kabupaten Bulungan. Semangat pengabdian di bulan Ramadhan menjadi motivasi tersendiri bagi Satgas TMMD untuk terus memberikan yang terbaik bagi masyarakat.

Sambut Ramadhan, Keluarga Bapak Rusli Ajak Anggota Satgas TMMD 127 Kodim 0903/Bulungan Syukuran

 


Bulungan – Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, keluarga Bapak Rusli yang rumahnya tengah direnovasi melalui program TMMD ke-127 menggelar acara syukuran dengan mengundang anggota Satgas TMMD 127 Kodim 0903/Bulungan. Kegiatan tersebut berlangsung di kediaman keluarga Bapak Rusli dan Bapak Ramli, Desa Salimbatu, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan, Minggu (22/02), menjelang ibadah puasa.


Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan tampak mewarnai acara tersebut. Keluarga besar Bapak Rusli menyampaikan rasa syukur atas progres pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang kini semakin mendekati tahap penyelesaian. Mereka juga mengungkapkan terima kasih kepada seluruh personel Satgas TMMD yang telah bekerja keras membantu mewujudkan rumah yang lebih layak dan nyaman untuk dihuni.


Acara syukuran diisi dengan doa bersama sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus memohon keberkahan dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Kehadiran anggota Satgas TMMD semakin menambah keakraban antara TNI dan masyarakat, mencerminkan kemanunggalan TNI dengan rakyat yang menjadi semangat utama dalam pelaksanaan TMMD.


Bapak Rusli menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi dan ungkapan terima kasih kepada para anggota Satgas yang tidak hanya bekerja membangun fisik rumah, tetapi juga menjalin hubungan kekeluargaan dengan warga sekitar.


“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan Satgas TMMD. Semoga kebersamaan ini terus terjalin dan menjadi berkah bagi kita semua, apalagi menjelang Ramadhan,” ujarnya.


Sementara itu, anggota Satgas TMMD 127 Kodim 0903/Bulungan yang hadir mengaku terharu atas sambutan hangat dari keluarga dan masyarakat. Momentum syukuran ini menjadi penguat semangat bagi personel Satgas untuk terus menyelesaikan seluruh sasaran fisik maupun nonfisik di Desa Salimbatu.


Melalui kegiatan sederhana namun penuh makna ini, nilai gotong royong, kebersamaan, dan rasa syukur semakin terasa. Diharapkan, menjelang Ramadhan, hubungan harmonis antara Satgas TMMD dan masyarakat Desa Salimbatu semakin erat serta membawa keberkahan bagi seluruh warga.

21/02/26

Penguatan Tata Kelola Hutan dan Penegakan Hukum Tambang Ilegal di Papua


Jayapura – Pelaksana Harian Kabid Perlindungan Hutan Dinas Kehutanan Provinsi Papua, Lina Gedy, menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara pemanfaatan sumber daya hutan dan kelestarian ekologis di Papua. Hal tersebut disampaikannya dalam forum koordinasi yang membahas pengelolaan hutan dan aktivitas pertambangan di wilayah Papua.


Menurut Lina Gedy, hutan Papua memiliki peran strategis karena memberikan jasa ekosistem vital, baik dari aspek lingkungan, sosial, maupun ekonomi. Oleh karena itu, penerapan Sistem Tebang Pilih Tanam Indonesia (TPTI) harus menjadi standar dalam pemanfaatan hasil hutan guna menjamin keberlanjutan.


Ia juga menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi, seperti aktivitas penebangan liar, lemahnya pengawasan, ketidaksinkronan data spasial, serta tumpang tindih perizinan antara sektor kehutanan, pertambangan, dan perkebunan. “Penguatan peta spasial, penetapan resmi Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR), serta pengawasan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) yang terintegrasi dengan tata ruang merupakan kebutuhan mendesak untuk mencegah konflik dan kerusakan lingkungan,” tegasnya.


Dinas Kehutanan, lanjutnya, mendukung penguatan kolaborasi antarinstansi, pemanfaatan peta satelit untuk pengawasan kawasan hutan, serta peningkatan sosialisasi hukum kepada masyarakat agar memahami perbedaan antara hutan adat, hutan lindung, dan kawasan yang dapat dimanfaatkan untuk pertambangan rakyat.


Sejalan dengan upaya tersebut, aspek penegakan hukum terhadap aktivitas pertambangan ilegal juga menunjukkan penguatan. Dalam sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jayapura, hakim menolak seluruh permohonan yang diajukan dalam perkara dugaan tindak pidana pertambangan mineral logam emas yang melibatkan warga negara asing Zhou Linhua dan rekan-rekannya.


Putusan tersebut menegaskan bahwa penyidikan yang dilakukan oleh Ditreskrimsus Polda Papua telah sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Hakim menyatakan kewenangan penyidik sah secara hukum, serta seluruh proses penetapan tersangka, penangkapan, penahanan, hingga penyitaan barang bukti dilakukan sesuai prosedur peraturan perundang-undangan.


Lina Gedy menilai bahwa penegakan hukum yang profesional merupakan bagian integral dari perlindungan kawasan hutan. “Pengelolaan hutan tidak bisa berdiri sendiri. Ketika ada aktivitas pertambangan yang melanggar aturan dan merusak kawasan, maka penegakan hukum harus berjalan tegas dan terukur. Ini bagian dari menjaga kelestarian ekosistem Papua,” ujarnya.


Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta instansi teknis dapat memperkuat tata kelola sumber daya alam di Papua, sehingga pemanfaatan ekonomi tetap berjalan tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan dan kepastian hukum.

MRP Dorong Perlindungan Hutan Adat, Penegakan Hukum Tambang Ilegal Diperkuat


Jayapura – Wakil Ketua II Majelis Rakyat Papua, Max Abner Ohee, menegaskan bahwa perlindungan hutan adat Papua harus menjadi prioritas dalam setiap kebijakan pembangunan dan pengelolaan sumber daya alam. Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi bersama Ditreskrimsus Polda Papua yang membahas pengelolaan SDA dan penegakan hukum di wilayah adat.


“Hutan Papua bukan hanya sumber ekonomi, tetapi ruang hidup masyarakat adat. Hutan adalah ruang hidup masyarakat adat yang menyatu dengan identitas, budaya, dan keberlanjutan generasi mereka,” tegas Ohee.


Ia mengingatkan bahwa berdasarkan Undang-Undang Otonomi Khusus Papua serta Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 35 Tahun 2012, hutan adat tidak lagi dikategorikan sebagai hutan negara. Oleh karena itu, setiap aktivitas investasi maupun eksploitasi sumber daya alam di atas tanah adat wajib melibatkan masyarakat adat dan memperoleh persetujuan lembaga kultural sesuai mekanisme yang berlaku.


Ohee juga menekankan pentingnya penetapan wilayah adat dan penyelesaian konflik lahan guna mencegah tumpang tindih perizinan, khususnya di sektor perkebunan dan pertambangan. Ia mendorong penguatan koordinasi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan lembaga adat agar pengawasan terhadap izin usaha berjalan efektif serta tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan dan kearifan lokal.


Komitmen perlindungan hutan adat tersebut sejalan dengan langkah penegakan hukum yang dilakukan aparat kepolisian dalam kasus dugaan tindak pidana pertambangan mineral logam emas yang melibatkan warga negara asing Zhou Linhua dan rekan-rekannya. Dalam sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jayapura, hakim menolak seluruh permohonan pemohon dan menyatakan proses penyidikan yang dilakukan Ditreskrimsus Polda Papua telah sesuai prosedur hukum.


Putusan tersebut menegaskan bahwa penyidik memiliki kewenangan sah dalam menangani perkara pertambangan mineral dan batu bara, termasuk penetapan tersangka, penangkapan, penahanan, hingga penyitaan barang bukti yang dinilai telah memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan.


Menurut Ohee, penegakan hukum terhadap aktivitas pertambangan ilegal merupakan bagian dari upaya melindungi hutan adat dan menjaga hak masyarakat adat Papua. “Penegakan hukum harus berjalan seiring dengan perlindungan hak ulayat. Ketika hukum ditegakkan secara profesional, maka ruang hidup masyarakat adat juga ikut terlindungi,” ujarnya.


Ia berharap sinergi antara lembaga adat, pemerintah daerah, dan aparat penegak hukum dapat memperkuat perlindungan hutan Papua, sekaligus memastikan bahwa pembangunan dan pemanfaatan sumber daya alam berlangsung secara adil, berkelanjutan, dan menghormati hak-hak masyarakat adat.