View AllNews

Nasional

Hukum

Latest News

16/05/26

Semenisasi Jalan TPU Desa Luso Rampung 100 Persen, Wujud Nyata Pengabdian TMMD Ke-128 Kodim 0910/Malinau

 


MALINAU, Kalimantan Utara – Program semenisasi jalan menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Desa Luso, Kecamatan Malinau Utara, yang menjadi salah satu sasaran fisik kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-128 Kodim 0910/Malinau, kini telah rampung 100 persen, Sabtu (16/5/2026).


Rampungnya pembangunan jalan tersebut disambut gembira oleh warga Desa Luso. Jalan yang sebelumnya sulit dilalui, terutama saat musim hujan, kini telah berubah menjadi akses yang lebih baik, aman, dan nyaman digunakan masyarakat.


Satgas TMMD bersama warga selama ini bahu-membahu menyelesaikan pengerjaan semenisasi dengan penuh semangat gotong royong. Kebersamaan antara TNI dan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan pembangunan tersebut hingga selesai tepat waktu.


Komandan Kodim 0910/Malinau selaku Dansatgas TMMD Ke-128, Letkol Inf Mochammad Syaiful Arif, S.I.P., menyampaikan bahwa pembangunan jalan menuju TPU ini merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap kebutuhan masyarakat di pedesaan. Selain memperlancar akses, jalan tersebut juga diharapkan dapat membantu aktivitas warga sehari-hari, khususnya saat mengantar keluarga menuju area pemakaman.


“Melalui program TMMD ini, kami ingin hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Semenisasi jalan TPU Desa Luso ini menjadi salah satu bukti kemanunggalan TNI bersama rakyat,” ujarnya.


Warga Desa Luso pun mengaku sangat bersyukur atas rampungnya pembangunan jalan tersebut. Mereka menilai akses menuju TPU kini jauh lebih layak dan memudahkan masyarakat, terutama dalam kondisi cuaca hujan yang sebelumnya membuat jalan licin dan sulit dilewati.


Dengan selesainya semenisasi jalan TPU ini, program TMMD Ke-128 Kodim 0910/Malinau kembali menunjukkan komitmennya dalam membantu percepatan pembangunan di wilayah pedesaan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


(Pendim0910)

Siang Malam Demi Rakyat, Satgas TMMD Ke-128 Terus Kebut Pengerjaan Jalan

 


MALINAU, Kalimantan Utara – Semangat pantang menyerah ditunjukkan Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-128 Kodim 0910/Malinau dalam pengerjaan penimbunan badan jalan di wilayah sasaran TMMD Desa Luso, Kecamatan Malinau Utara. Demi mengejar target penyelesaian, personel Satgas tetap bekerja hingga malam hari, Jumat malam (15/5/2026).


Di bawah penerangan lampu alat berat dan kendaraan operasional, proses penimbunan badan jalan terus dilakukan meski malam telah larut. Suasana gelap tidak menyurutkan semangat personel Satgas TMMD bersama operator alat berat untuk memastikan pengerjaan berjalan maksimal.


Komandan Kodim 0910/Malinau selaku Dansatgas TMMD Ke-128, Letkol Inf Mochammad Syaiful Arif, S.I.P., mengatakan bahwa pengerjaan lembur dilakukan sebagai bentuk komitmen Satgas dalam menuntaskan seluruh sasaran fisik tepat waktu.


“Kami terus berupaya memaksimalkan waktu yang ada agar seluruh sasaran TMMD dapat selesai sesuai target. Walaupun harus bekerja sampai malam, personel tetap semangat demi membantu masyarakat,” ujarnya.


Penimbunan badan jalan tersebut menjadi salah satu pekerjaan penting dalam program TMMD karena nantinya akan mempermudah akses masyarakat, terutama untuk menunjang aktivitas sehari-hari dan membuka keterisolasian wilayah.


Semangat kebersamaan dan kerja keras Satgas TMMD ini juga mendapat apresiasi dari warga Desa Luso. Mereka merasa terbantu dan bangga melihat dedikasi TNI yang tetap bekerja tanpa mengenal waktu demi pembangunan desa.


Melalui kerja lembur yang dilakukan hingga malam hari, Satgas TMMD Ke-128 Kodim 0910/Malinau berharap pembangunan badan jalan dapat segera rampung dan manfaatnya segera dirasakan masyarakat.


(Pendim 0910)

Gotong Royong Satgas TMMD Ke-128 Kodim 0910/Malinau dan Warga Rampungkan Semenisasi Jalan TPU Desa Luso

 


MALINAU, Kalimantan Utara – Semangat gotong royong ditunjukkan Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-128 Kodim 0910/Malinau bersama warga Desa Luso, Kecamatan Malinau Utara, dalam merampungkan semenisasi jalan menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU), Sabtu (16/5/2026).


Pengerjaan semenisasi jalan tersebut dilakukan secara bersama-sama oleh personel Satgas TMMD dan masyarakat setempat. Mulai dari mengangkut material, mencampur semen, hingga meratakan adukan dilakukan dengan penuh semangat kebersamaan demi mempercepat penyelesaian pembangunan jalan.


Komandan Kodim 0910/Malinau selaku Dansatgas TMMD Ke-128, Letkol Inf Mochammad Syaiful Arif, S.I.P., mengatakan bahwa kebersamaan antara TNI dan warga menjadi kekuatan utama dalam menyukseskan program TMMD di Desa Luso.


“Gotong royong yang terjalin selama pelaksanaan TMMD ini menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kami berharap hasil pembangunan ini dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat,” ujarnya.


Menurutnya, semenisasi jalan TPU sangat penting untuk mempermudah akses masyarakat, khususnya saat menuju area pemakaman. Jalan yang sebelumnya sulit dilalui, terutama ketika hujan turun, kini mulai berubah menjadi lebih baik dan nyaman digunakan warga.


Warga Desa Luso pun tampak antusias dan turut berpartisipasi aktif dalam proses pengerjaan. Mereka mengaku senang dapat bekerja bersama personel Satgas TMMD demi mewujudkan pembangunan yang bermanfaat bagi desa mereka.


Dengan rampungnya semenisasi jalan TPU tersebut, diharapkan akses masyarakat menjadi lebih lancar serta dapat menunjang berbagai aktivitas sosial dan kemasyarakatan di Desa Luso.


(Pendim 0910)

Rumah Demi Rumah Diperbaiki, Satgas TMMD Ke-128 Hadir Bantu Warga Desa Luso


MALINAU, Kalimantan Utara – Program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-128 Kodim 0910/Malinau terus dikebut. Satgas TMMD bersama warga bahu-membahu mengerjakan perbaikan rumah warga dari rumah ke rumah di Desa Luso, Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau, Sabtu (16/5/2026).


Semangat gotong royong terlihat dalam setiap proses pengerjaan. Personel Satgas TMMD bersama masyarakat saling membantu memasang dinding, memperbaiki bagian rumah yang rusak, hingga merapikan bangunan agar menjadi lebih layak huni.


Komandan Kodim 0910/Malinau selaku Dansatgas TMMD Ke-128, Letkol Inf Mochammad Syaiful Arif, S.I.P., mengatakan bahwa percepatan pengerjaan RTLH dilakukan agar manfaat program TMMD dapat segera dirasakan masyarakat.


“Kami terus berupaya mempercepat pengerjaan RTLH dari rumah ke rumah agar warga segera dapat menempati rumah yang lebih layak, aman, dan nyaman. Kehadiran TMMD harus benar-benar membawa manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.


Menurutnya, program RTLH tidak hanya sekadar memperbaiki bangunan rumah, tetapi juga menjadi wujud kepedulian TNI terhadap kesejahteraan masyarakat di wilayah pedesaan.


Melalui kerja keras dan kebersamaan yang terus terjalin, Satgas TMMD Ke-128 Kodim 0910/Malinau berharap seluruh sasaran RTLH dapat selesai tepat waktu sehingga manfaatnya segera dirasakan langsung oleh masyarakat Desa Luso.


(Pendim 0910)

Patroli dan Pengecekan Personel, Polres Mamberamo Tengah Pastikan Situasi Kamtibmas Tetap Kondusif

 


Jayapura – Dalam rangka menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), personel Polres Mamberamo Tengah melaksanakan patroli serta pengecekan kesiapsiagaan personel pengamanan di wilayah Kobakma, Kabupaten Mamberamo Tengah, Jumat (15/5/2026) malam.


Kegiatan patroli dipimpin oleh Pamapta III, Ipda Yohanis AP, S.H. bersama personel piket fungsi dengan menyambangi sejumlah titik pengamanan dan objek vital, di antaranya Bank Papua KCP Kobakma, kediaman pejabat, serta Pos Polisi Kobakma.


Dalam kegiatan tersebut, personel yang tengah melaksanakan tugas pengamanan dilakukan pengecekan terkait kesiapsiagaan, kelengkapan, serta pelaksanaan tugas di lapangan. 


Selain itu, personel juga diberikan arahan untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat pengawasan terhadap situasi di sekitar lokasi pengamanan.


Ipda Yohanis mengatakan bahwa patroli dan kontrol personel merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan guna memastikan seluruh anggota tetap siap siaga dalam menjalankan tugas pengamanan.


“Patroli dan pengecekan personel ini dilakukan untuk memastikan seluruh anggota melaksanakan tugas dengan baik serta tetap waspada terhadap setiap perkembangan situasi kamtibmas di wilayah Kobakma,” ucap Ipda Yohanis.


Ia juga menegaskan kepada seluruh personel agar senantiasa menjaga disiplin, meningkatkan tanggung jawab selama bertugas, serta segera melaporkan apabila ditemukan potensi gangguan keamanan maupun hal-hal mencurigakan di lingkungan sekitar.


“Melalui kegiatan patroli rutin ini, kami ingin memastikan kehadiran Polri benar-benar dirasakan masyarakat sehingga situasi keamanan tetap aman, nyaman, dan kondusif,” pungkasnya.


Hingga patroli berakhir, situasi kamtibmas di wilayah Kobakma terpantau aman dan terkendali. Polres Mamberamo Tengah menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kegiatan preventif sebagai upaya memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat melalui kehadiran personel Polri di lapangan.


Tingkatkan Disiplin dan Profesionalisme, Bid Propam Polda Papua Gelar PNPP Hari Ke-5

 


Jayapura – Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Papua terus berupaya meningkatkan disiplin dan profesionalisme personel melalui kegiatan Pembinaan dan Pemulihan Profesi Khusus bagi Pegawai Negeri pada Polri (PNPP) Tahun 2026. Memasuki hari ke-5, kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Koordinator BTNCLO Mapolda Papua Koya Koso, Jumat (15/5/2026).


Kegiatan tersebut diikuti oleh peserta PNPP dengan pendampingan langsung dari personel Bid Propam Polda Papua. 


Hadir dalam kegiatan tersebut Kabbag Rehapers Bid Propam, Pembina Maya Sulistyowati, S.E., Ps. Kanit Hartib III Bidpropam Ipda Juanda Rut Gullit Silalahi, S.H., Ps. Kanit Riksa 1 Subbid Provos Ipda Edy Hamonangan, S.H., serta Ps. Pamin Subbagrehab Aipda Eka Purwantri.


Rangkaian kegiatan diawali dengan olahraga pagi dan apel pagi, dilanjutkan sarapan bersama serta sesi foto bersama. Setelah itu, peserta menjalani pemeriksaan urin dan pengisian daftar hadir sebagai bagian dari pengawasan dan evaluasi internal.


Pada siang hari, peserta melaksanakan ibadah Sholat Jumat sebelum kembali mengikuti kegiatan pembinaan berupa apel pengecekan dan long mars di kawasan Pos Polisi Holtekam.


Kabid Propam Polda Papua, Kombes Pol. Eko Yudi Karyanto, S.I.K., melalui Kabbag Rehapers Bid Propam Polda Papua mengatakan bahwa program PNPP merupakan bentuk pembinaan yang bertujuan memulihkan kembali sikap, mental, dan disiplin personel Polri yang melakukan pelanggaran disiplin maupun kode etik profesi.


“Melalui kegiatan ini, peserta diberikan pemahaman, pembinaan, serta pendampingan agar mampu memperbaiki perilaku dan meningkatkan kembali motivasi serta komitmen dalam pelaksanaan tugas sebagai anggota Polri,” ucap Kabid Propam.


Ia menambahkan bahwa pembinaan tersebut tidak hanya berfokus pada penegakan disiplin, tetapi juga membangun kembali karakter dan tanggung jawab personel dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.


“Diharapkan seluruh peserta dapat menjadikan kegiatan ini sebagai momentum introspeksi diri untuk kembali melaksanakan tugas secara profesional, disiplin, dan sesuai dengan nilai-nilai Tribrata serta Catur Prasetya,” tambahnya.

15/05/26

Tokoh Masyarakat Papua Pegunungan Ajak Seluruh Elemen Bersatu Hentikan Konflik di Wamena

  


Jumat 15 Mei 2026 - Tokoh masyarakat Papua Pegunungan asal Kabupaten Lanny Jaya, Befa Yigibalom, yang juga merupakan mantan Bupati Lanny Jaya, mengajak seluruh tokoh masyarakat, tokoh intelektual, serta para pemimpin daerah untuk bersama-sama menghentikan konflik antar Kabupaten yang terjadi di Wamena dan wilayah Papua Pegunungan.


Dalam keterangannya, Befa Yigibalom menyatakan dukungannya terhadap ajakan yang telah disampaikan oleh Briur Wenda terkait rencana pertemuan para tokoh masyarakat se-Lanny Jaya di Wamena guna membahas situasi keamanan yang tengah terjadi. Ia meminta seluruh tokoh masyarakat agar hadir dan bersama-sama melakukan komunikasi untuk mengendalikan situasi di Wamena.


“Besok atau paling lambat lusa kita harus berkumpul di Wamena untuk mulai melakukan komunikasi dan mengendalikan situasi yang terjadi,” ujar Befa Yigibalom.


Ia juga meminta pemerintah daerah, khususnya Bupati dan Wakil Bupati Lanny Jaya beserta jajaran, termasuk Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Pegunungan, agar segera merespons situasi yang berkembang. Menurutnya, masyarakat membutuhkan komunikasi dan langkah nyata dari para pemimpin daerah dalam upaya menciptakan perdamaian.


Befa Yigibalom berharap seluruh persoalan yang terjadi dapat segera diselesaikan dalam waktu dekat melalui pendekatan musyawarah dan dialog damai. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk berdoa agar situasi keamanan di Papua Pegunungan kembali kondusif.


“Kita berharap roh kedamaian masuk ke hati semua orang. Saya berharap peristiwa ini menjadi yang terakhir di Wamena dan seluruh Papua Pegunungan,” katanya.


Lebih lanjut, Befa Yigibalom menegaskan bahwa perang antarsuku tidak membawa manfaat bagi siapa pun. Menurutnya, seluruh suku di Papua Pegunungan memiliki kekuatan yang sama sehingga konflik hanya akan menimbulkan korban dari kedua belah pihak.


“Tidak ada satu suku yang paling hebat perang. Semua suku sama-sama kuat. Karena itu perang ini tidak ada artinya dan sudah saatnya kita menyelesaikan semuanya,” tegasnya.


Ia juga meminta Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya untuk mengerahkan seluruh kemampuan dan sumber daya yang dimiliki guna membantu penyelesaian konflik yang terjadi. Di akhir penyampaiannya, Befa Yigibalom kembali mengajak seluruh tokoh masyarakat untuk hadir dalam pertemuan di Wamena demi mencari solusi bersama dan menciptakan perdamaian di Papua Pegunungan.

Mantan Panglima TPNPB-OPM Wilayah Victoria Ajak Kelompok Bersenjata Kembali ke NKRI dan Dorong Dialog Damai di Papua


Keerom - 15 Mei 2026, Lambert Pekikir, mantan Panglima Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat – Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Wilayah Victoria, Kabupaten Keerom, Papua, menghimbau rekan-rekannya yang hingga kini masih bertahan di hutan agar meninggalkan aksi kekerasan dan kembali bergabung ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) demi terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Tanah Papua.


Lambert Pekikir mengaku masih aktif menjalin komunikasi dengan sejumlah rekannya yang berada di wilayah hutan bersama kelompok bersenjata. Ia berharap seluruh pihak dapat mengedepankan penyelesaian konflik melalui pendekatan damai dan dialog terbuka.


Dalam keterangannya, Lambert menjelaskan bahwa akar persoalan konflik Papua menurut pandangannya berawal dari pelaksanaan Pepera tahun 1969 yang dianggap sebagian masyarakat Papua tidak berjalan secara jujur dan adil. Ia menyebut bahwa dari persoalan tersebut kemudian lahir gerakan Organisasi Papua Merdeka (OPM) melalui Deklarasi Victoria pada 1 Juli 1971.


“Konflik ini tidak boleh terus berjalan sampai sekarang. TNI turun mengejar OPM, Polri turun melakukan penindakan, kemudian terjadi aksi penembakan, dan akhirnya masyarakat yang menjadi korban,” ujar Lambert Pekikir.


Ia juga menekankan pentingnya membuka ruang dialog antara pemerintah dan pihak-pihak terkait guna menyelesaikan persoalan Papua secara damai dan terbuka. Menurutnya, dialog menjadi langkah penting agar persoalan yang selama ini terjadi dapat diselesaikan secara jernih dan transparan.


“Indonesia harus membuka ruang untuk dialog. Ketika ruang dialog dibuka, maka persoalan ini bisa diselesaikan dengan baik,” katanya.


Selain itu, Lambert Pekikir mengingatkan agar gerakan OPM tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu yang memiliki kepentingan pribadi maupun politik. Ia menilai masih ada pihak yang menggunakan isu konflik Papua demi kepentingan tertentu, sementara masyarakat tetap menjadi korban dari situasi berkepanjangan tersebut.


Di akhir penyampaiannya, Lambert Pekikir kembali menghimbau rekan-rekannya yang masih berada di hutan untuk segera kembali ke NKRI serta bersama-sama menciptakan situasi damai di Tanah Papua.


“Saya menghimbau rekan-rekan yang masih bertahan di hutan untuk segera bergabung ke NKRI. Salam damai,” tutup Lambert Pekikir.