View AllNews

Nasional

Hukum

Latest News

07/06/26

Kapolda Papua Resmi Buka Sertifikasi Tembak Reaksi IPSC Angkatan II Tahun 2026

 


Jayapura – Kapolda Papua Irjen Pol. Patrige R. Renwarin, S.I.K., M.Si., secara resmi membuka kegiatan Sertifikasi Tembak Reaksi IPSC Angkatan II Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Pengurus Provinsi Perbakin Papua di Lapangan Tembak Baradaksa Polda Papua, Kota Jayapura, Sabtu (6/6/2026).


Kegiatan tersebut dihadiri oleh Widyaiswara Kepolisian TK. I Sespim Lemdiklat Polri selaku Kaops Damai Cartenz Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., Ketua Umum Perbakin Papua Johny Banua Rouw, S.E., para Pejabat Utama Polda Papua, para Kapolres jajaran, pengurus Perbakin Papua, serta peserta sertifikasi.


Dalam sambutannya, Ketua Perbakin Papua Johny Banua Rouw menyampaikan bahwa kegiatan sertifikasi ini merupakan tindak lanjut dari komitmen Perbakin Papua bersama Polda Papua dalam mengembangkan olahraga menembak di Papua. Ia mengapresiasi dukungan Kapolda Papua dan PB Perbakin sehingga Sertifikasi IPSC Angkatan II Tahun 2026 dapat terlaksana.


"Kami sangat bersyukur karena mendapatkan dukungan yang luar biasa dari Ketua Umum PB Perbakin beserta seluruh tim. Di tengah berbagai agenda nasional yang padat, PB Perbakin tetap memberikan perhatian kepada Papua sehingga kegiatan sertifikasi ini dapat terlaksana dalam waktu yang relatif singkat," ujar Johny Banua Rouw.


Sementara itu, Kapolda Papua Irjen Pol. Patrige R. Renwarin secara resmi membuka kegiatan Sertifikasi Tembak Reaksi IPSC Angkatan II Tahun 2026 yang ditandai dengan ceremonial shooting menggunakan pistol.


Dalam arahannya, Kapolda Papua mengingatkan seluruh peserta agar senantiasa menjaga disiplin, mematuhi seluruh aturan yang berlaku, serta mengikuti setiap tahapan kegiatan dengan penuh tanggung jawab.


"Saya mau ingatkan kepada teman-teman semua, selama kegiatan sertifikasi ataupun penataran ini berlangsung, taati semua aturan yang sudah ditetapkan. Kita ingin menunjukkan bahwa walaupun berada di Papua, kita mampu melaksanakan kegiatan secara tertib, disiplin, dan profesional," tegas Kapolda Papua.


Melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi, profesionalisme, dan kualitas atlet maupun praktisi olahraga menembak di Papua sehingga mampu berprestasi pada tingkat regional maupun nasional.


Tim Gabungan Sampaikan Perkembangan Penanganan Ledakan Diduga Bom Peninggalan Perang Dunia II di Biak Numfor


Jayapura – Pemerintah Kabupaten Biak Numfor bersama unsur TNI-Polri dan tim gabungan menggelar konferensi pers terkait perkembangan penanganan pasca ledakan yang diduga berasal dari bom peninggalan Perang Dunia II yang terjadi pada 31 Mei 2026. Kegiatan rilis dilaksanakan pada Sabtu malam (6/6/2026) di Gedung Negara Pemerintah Kabupaten Biak Numfor.


Rilis tersebut dihadiri oleh Bupati Biak Numfor Markus Oktovianus Mansnembra, S.H., M.M., Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Biak Numfor Zacharias L. Mailoa, S.T., M.M., Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan, S.H., S.I.K., M.H., Komandan Detasemen Gegana Sat Brimob Polda Papua AKBP Clief Gerald Philipus Duwith, S.E., S.I.K., M.Si., Anggota Komisi XIII DPR RI Yan Permenas Mandenas, unsur Basarnas Biak, perwakilan TNI AD dan TNI AL, Bid DVI Polda Papua, Tim Jibom Sat Brimob Polda Papua, dokter forensik RSUD Biak, Satpol PP, serta pejabat Polres Biak Numfor.


Dalam keterangannya, tim gabungan menyampaikan bahwa hingga H+7 pasca ledakan, jumlah korban meninggal dunia yang telah ditemukan sebanyak enam jenazah, sementara tiga korban lainnya masih dalam proses pencarian.


Tim DVI Polda Papua juga terus melakukan proses identifikasi korban. Pada hari ini, tim berhasil mengambil empat sampel DNA postmortem. Dengan demikian, selama dua hari terakhir telah terkumpul sepuluh sampel DNA yang selanjutnya akan dikirim ke Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri di Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.


Selain itu, tim gabungan yang dipimpin Basarnas berhasil menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan korban maupun peristiwa ledakan, di antaranya dua serpihan bagian tubuh manusia, satu unit telepon genggam merek Evercross warna hitam, tiga buah dompet, satu buah pisau, satu buah gunting medis, satu buah pinset medis, serta satu unit GPS merek Garmin.


Sementara itu, berdasarkan hasil pemeriksaan dan sterilisasi yang dilakukan oleh Tim Jibom dan Gegana Sat Brimob Polda Papua, area Ring 1 atau lokasi yang diduga menjadi pusat ledakan telah dinyatakan steril dan bersih dari potensi bahan peledak. Meski demikian, aparat keamanan masih melakukan pengamanan ketat di sekitar lokasi serta melanjutkan olah tempat kejadian perkara guna mencari barang bukti lain yang dapat membantu proses penyelidikan.


Masyarakat juga diimbau untuk tidak memasuki area Ring 1 meskipun telah dinyatakan steril, guna mendukung proses penyelidikan dan menjamin keselamatan bersama.


Terkait korban luka-luka, seluruh korban telah terdata oleh Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial Kabupaten Biak Numfor. Saat ini seluruh korban menjalani rawat jalan dan terus dipantau oleh tenaga kesehatan serta pihak RSUD Biak.


Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, Kodim 1708/Biak Numfor, Lanal Biak, Yonif, Polres Biak Numfor, Brimob, dan unsur terkait lainnya akan melanjutkan operasi pencarian terhadap tiga korban yang masih belum ditemukan selama dua hari ke depan. Pencarian akan dilakukan pada area Ring 1 dan Ring 2 dengan radius pencarian yang diperluas hingga sekitar empat kilometer dari lokasi ledakan.


Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa seluruh unsur yang tergabung dalam tim gabungan terus bekerja secara maksimal untuk menemukan korban yang masih belum ditemukan serta memastikan keamanan lokasi kejadian.


"Fokus kami saat ini adalah melanjutkan pencarian terhadap tiga korban yang masih belum ditemukan, sekaligus memastikan proses identifikasi korban dapat berjalan dengan baik. Kami juga mengimbau masyarakat agar tetap mematuhi arahan petugas dan tidak memasuki area yang masih menjadi lokasi pencarian maupun penyelidikan guna menghindari risiko yang tidak diinginkan," ujar Kapolres.


Lebih lanjut, Kapolres menegaskan bahwa pengamanan di sekitar lokasi ledakan akan tetap dilaksanakan sampai seluruh tahapan pencarian dan penyelidikan selesai dilakukan.


"Walaupun area sumber ledakan telah dinyatakan steril oleh Tim Jibom dan Gegana, kami tetap melakukan pengamanan dan pembatasan akses di lokasi. Hal ini untuk mendukung proses olah TKP lanjutan serta memberikan ruang kepada tim gabungan dalam melaksanakan tugas pencarian secara optimal," tambahnya.


Komandan Detasemen Gegana Sat Brimob Polda Papua AKBP Clief Gerald Philipus Duwith, S.E., S.I.K., M.Si., menjelaskan bahwa timnya telah menyelesaikan proses sterilisasi pada area yang diduga menjadi pusat ledakan.


"Berdasarkan hasil pemeriksaan dan penyisiran yang dilakukan oleh Tim Jibom dan Gegana, area Ring 1 telah dinyatakan steril dari potensi bahan peledak aktif. Namun demikian, kami tetap merekomendasikan agar area tersebut tidak dimasuki masyarakat sampai seluruh proses penyelidikan dan pencarian korban selesai dilaksanakan," jelasnya.


Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., mengapresiasi sinergi seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan pasca ledakan, mulai dari TNI, Polri, Basarnas, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, hingga relawan yang turut membantu proses pencarian dan identifikasi korban.


"Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel dan instansi yang telah bekerja tanpa henti sejak hari pertama kejadian. Sinergi yang baik antarinstansi menjadi kunci dalam penanganan peristiwa ini, baik dalam proses pencarian korban, identifikasi, maupun pengamanan lokasi," ungkap Kabid Humas.


Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan menunggu informasi resmi yang disampaikan oleh pemerintah maupun aparat yang berwenang.


Perwakilan Bid DVI Polda Papua menjelaskan bahwa proses identifikasi melalui pemeriksaan DNA diperkirakan membutuhkan waktu paling cepat tujuh hari. Namun, waktu tersebut dapat bertambah tergantung kondisi dan tingkat kesulitan sampel yang diperiksa.


Seluruh unsur yang terlibat berkomitmen untuk terus melakukan pencarian korban, pengamanan lokasi, serta proses identifikasi secara maksimal hingga seluruh korban ditemukan dan proses penanganan pasca ledakan dapat diselesaikan dengan baik. Situasi selama pelaksanaan kegiatan rilis dan proses penanganan di lapangan dilaporkan berlangsung aman, tertib, dan kondusif.


Polres Jayapura Lakukan Pengamanan dan Sterilisasi Lokasi Penemuan Benda Diduga Bom di Distrik Waibu


 

Jayapura – Personel Polres Jayapura bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait penemuan sebuah benda yang diduga menyerupai bom beserta dua buah proyektil di Kompleks Wawung, depan Perumahan Doyo Grand, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, Sabtu (6/6/2026).


Penemuan tersebut pertama kali dilaporkan oleh seorang warga yang mengaku menemukan benda tersebut sekitar satu minggu lalu di sekitar aliran kali yang berada tidak jauh dari tempat tinggalnya. Benda tersebut diduga terbawa arus banjir yang sebelumnya terjadi di kawasan tersebut.


Menurut keterangan warga, saat menemukan benda tersebut, ia juga melihat dua buah proyektil yang menyerupai peluru berada di sekitar lokasi. Demi menghindari kemungkinan benda tersebut ditemukan dan dimainkan oleh anak-anak yang sering beraktivitas di sekitar kali, benda tersebut kemudian dipindahkan sejauh kurang lebih 15 meter ke depan rumahnya untuk diamankan sementara.


Menerima laporan dari masyarakat pada pukul 11.19 WIT, personel piket Polres Jayapura segera merespons dengan mendatangi lokasi kejadian yang dipimpin oleh Piket Samapta Regu I Polres Jayapura, IPDA Rahmat, S.H. Setibanya di lokasi, petugas mendapati benda yang diduga menyerupai bom berada di depan rumah warga yang melaporkan penemuan tersebut.


Sebagai langkah awal pengamanan, personel langsung melakukan sterilisasi lokasi dan memasang garis polisi (police line) guna mencegah masyarakat mendekati area penemuan.


Kapolres Jayapura AKBP Dionisius V. D. P. Helan, S.I.K., M.H., M.Tr.Mil., mengapresiasi kesadaran masyarakat yang segera melaporkan penemuan benda mencurigakan kepada pihak kepolisian.


"Kami mengimbau masyarakat agar tidak menyentuh, memindahkan, ataupun mencoba membuka benda yang dicurigai sebagai bahan peledak atau benda berbahaya lainnya. Langkah yang paling tepat adalah segera melaporkannya kepada aparat keamanan agar dapat ditangani sesuai prosedur. Keselamatan masyarakat merupakan prioritas utama kami," tegas Kapolres.


Lebih lanjut, Kapolres menjelaskan bahwa tindakan cepat personel di lapangan merupakan bagian dari upaya preventif untuk mengantisipasi potensi risiko yang dapat membahayakan masyarakat maupun lingkungan sekitar.


"Kami telah melakukan pengamanan dan sterilisasi lokasi untuk memastikan situasi tetap aman dan terkendali. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati lokasi dan mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama," tambahnya.


Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.


Ia juga mengingatkan bahwa tidak menutup kemungkinan masih terdapat benda lain yang serupa di sekitar lokasi mengingat benda tersebut diduga terbawa arus banjir dan belum diketahui asal-usulnya.


"Apabila masyarakat menemukan benda yang mencurigakan, baik yang menyerupai bahan peledak, amunisi, maupun benda berbahaya lainnya, segera laporkan kepada pihak kepolisian. Jangan menyentuh, memindahkan, atau mencoba membongkarnya karena dapat membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain," tambahnya.


Saat ini, Polres Jayapura bersama Unit Jibom Detasemen Gegana Sat Brimob Polda Papua terus melakukan pengamanan dan pemantauan di sekitar lokasi penemuan guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap aman serta kondusif. 


Kepolisian berkomitmen untuk menangani setiap potensi ancaman secara profesional, cepat, dan sesuai standar operasional yang berlaku demi memberikan rasa aman kepada masyarakat.

06/06/26

Hari Ke-6 Ops Sikat Cartenz 2026, Tim URC Resmob Polda Papua Berhasil Tangkap DPO Kasus Curas di Jayapura Selatan


 

Jayapura – Memasuki hari ke-6 pelaksanaan Operasi Sikat Cartenz 2026, Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Resmob Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Papua yang tergabung dalam Satgas Gakkum berhasil menangkap seorang Daftar Pencarian Orang (DPO) yang terlibat dalam kasus dugaan tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas) di wilayah Kota Jayapura.


Penangkapan dilakukan pada Sabtu (06/06/2026) sekitar pukul 15.20 WIT di Jalan Argapura, tepatnya di depan Kios Riska Samira, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura. Pelaku yang sebelumnya masuk dalam daftar pencarian orang berhasil diamankan tanpa perlawanan saat berada di lokasi.


Kasatgas Gakkum Operasi Sikat Cartenz 2026, Kompol I Dewa Gde Ditya Kusuma, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa penangkapan tersebut merupakan hasil tindak lanjut atas informasi yang diperoleh Tim URC terkait keberadaan pelaku yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai DPO oleh Polsek Jayapura Selatan.


“Setelah menerima informasi mengenai keberadaan pelaku, Tim URC Resmob Subdit III Jatanras langsung bergerak menuju lokasi dan berhasil mengamankan yang bersangkutan. Selanjutnya pelaku dibawa ke ruang pemeriksaan Subdit III Jatanras untuk proses hukum lebih lanjut sebelum diserahkan kepada penyidik Polsek Jayapura Selatan,” ujar Kompol Dewa.


Kasus yang menjerat pelaku bermula pada 02 Maret 2026 sekitar pukul 19.00 WIT. Saat itu korban sedang memarkirkan sepeda motornya di depan sebuah kios di kawasan Argapura. Pelaku bersama rekan-rekannya diduga meminta sejumlah uang kepada korban. Karena permintaan tersebut tidak dipenuhi, para pelaku kemudian melakukan tindakan kekerasan dengan memukul korban secara berulang kali pada bagian kepala.


Tidak hanya melakukan penganiayaan, para pelaku juga mengambil tas milik korban yang berisi uang tunai sebesar Rp10 juta, satu unit telepon genggam, serta sejumlah dokumen penting milik korban.


Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Papua selaku Ka Ops Sikat Cartenz 2026, Kombes Pol. Parasian Herman Gultom, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa keberhasilan penangkapan DPO ini merupakan bentuk komitmen Polda Papua dalam memberantas tindak pidana konvensional yang meresahkan masyarakat.


“Operasi Sikat Cartenz 2026 tidak hanya berfokus pada pengungkapan kasus-kasus kriminal, tetapi juga memastikan para pelaku yang masih buron dapat segera ditangkap dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Kami mengimbau masyarakat untuk terus memberikan informasi kepada kepolisian apabila mengetahui keberadaan pelaku kejahatan di lingkungan sekitarnya,” tegas Kombes Pol. Parasian.


Saat ini penyidik masih melakukan pengembangan guna mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut. Polda Papua menegaskan akan terus meningkatkan upaya penegakan hukum melalui Operasi Sikat Cartenz 2026 guna menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di seluruh wilayah Papua.


Pendampingan Babinsa Berikan Semangat Baru Bagi Petani Tomat Desa Tungkup

 



BARABAI – Sebagai wujud kepedulian terhadap ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat, Babinsa Koramil 1002-08/Labuan Amas Utara, Koptu Suriansyah, melaksanakan komunikasi sosial dengan menyambangi warga binaannya yang sedang merawat tanaman tomat di Desa Tungkup, Kecamatan Labuan Amas Utara, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Sabtu (06/06).


Dalam kegiatan tersebut, Koptu Suriansyah turut membantu perawatan tanaman tomat sekaligus memberikan motivasi kepada petani agar terus semangat dalam mengembangkan usaha pertanian yang menjadi salah satu sumber penghasilan keluarga.


Pemilik kebun tomat, Romansyah, mengucapkan terima kasih atas perhatian dan pendampingan yang diberikan Babinsa kepada para petani di wilayahnya.


"Kami sangat berterima kasih kepada Babinsa yang selalu hadir di tengah masyarakat.


Kehadiran beliau memberikan semangat dan motivasi bagi kami untuk terus merawat tanaman agar hasil panen nantinya lebih maksimal," ujar Romansyah.


Sementara itu, Danramil 1002-08/Labuan Amas Utara, Kapten Inf Rudi Hartono, menyampaikan bahwa kegiatan pendampingan yang dilakukan Babinsa merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


"Babinsa harus selalu hadir dan berperan aktif di tengah masyarakat. Melalui pendampingan kepada para petani, diharapkan dapat membantu meningkatkan hasil produksi pertanian sekaligus mendukung program ketahanan pangan di wilayah," tegas Kapten Inf Rudi Hartono.


Menurutnya, kedekatan Babinsa dengan masyarakat menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam menciptakan kemanunggalan TNI dengan rakyat serta mendukung pembangunan di sektor pertanian.


Kegiatan sambang dan pendampingan tersebut berlangsung dengan penuh keakraban, mencerminkan sinergi yang baik antara Babinsa dan warga binaan dalam mewujudkan ketahanan pangan yang kuat di wilayah Kecamatan Labuan Amas Utara. (pen1002hst).

Babinsa Sarikemuning Monitor Pelayanan Posyandu Dahlia, Perkuat Sinergi Menuju Indonesia Sehat

 


Lumajang – Dalam upaya mendukung program pemerintah di bidang kesehatan serta memperkuat sinergi dengan tenaga kesehatan di wilayah binaan, Babinsa Koramil 0821-03/Senduro, Serda M. Tri Wijayanto, melaksanakan kegiatan monitoring pelayanan kesehatan warga di Posyandu Dahlia, Dusun Maduran RT 005 RW 007, Desa Sarikemuning, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (6/6/2026).


Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Dusun Maduran tersebut melibatkan berbagai unsur pelayanan kesehatan desa, di antaranya Bidan Desa Sri Suryanti Rahayu, S.ST., Perawat Reni Anggun P.D., S.Kep., Ns., serta para kader Posyandu yang secara rutin memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.


Dalam pelaksanaannya, Posyandu Dahlia melayani pemeriksaan dan pemantauan kesehatan bagi balita maupun lansia. Tercatat sebanyak 25 balita dan 15 lansia hadir untuk mendapatkan layanan kesehatan, mulai dari penimbangan, pemeriksaan kesehatan, pemantauan tumbuh kembang anak, hingga konsultasi kesehatan bagi warga lanjut usia.


Serda M. Tri Wijayanto mengatakan bahwa kehadiran Babinsa dalam kegiatan Posyandu merupakan bentuk dukungan TNI terhadap program pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Menurutnya, pelayanan kesehatan yang dilakukan secara rutin sangat penting untuk mendeteksi dini berbagai permasalahan kesehatan serta meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan.


“Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk sinergi antara Babinsa, tenaga kesehatan, dan pemerintah desa dalam mendukung program Indonesia Sehat. Dengan adanya Posyandu yang aktif, kondisi kesehatan balita dan lansia dapat terus dipantau secara berkala,” ungkap dia.


Sementara itu, Bidan Desa Sri Suryanti Rahayu menyampaikan apresiasi atas keterlibatan Babinsa yang selalu hadir memberikan dukungan dalam setiap kegiatan kemasyarakatan, termasuk pelayanan kesehatan. Kehadiran Babinsa dinilai mampu memberikan motivasi kepada masyarakat untuk lebih aktif mengikuti program kesehatan yang telah disediakan pemerintah.


Di tempat yang sama, Kepala Dusun Krajan, Baswar, berharap kegiatan Posyandu dapat terus berjalan secara berkelanjutan sebagai sarana meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di wilayahnya. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan Babinsa menjadi faktor penting dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan sejahtera.


Melalui kegiatan monitoring dan pendampingan tersebut, diharapkan pelayanan kesehatan di Desa Sarikemuning semakin optimal serta mampu mendukung terwujudnya generasi yang sehat, kuat, dan berkualitas menuju Indonesia yang lebih maju. (Pendim0821)

Dukung Generasi Sehat, Babinsa Selokgondang Kawal Kegiatan Posyandu di Krajan Kulon

 



Lumajang – Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, Babinsa Selokgondang Koramil 0821-02/Sukodono, Serka Cahyo Pranowo, melaksanakan pendampingan kegiatan pelayanan kesehatan warga melalui Posyandu Salak yang berlangsung di Dusun Krajan Kulon RT 015 RW 005, Desa Selokgondang, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (6/6/2026).


Kegiatan Posyandu tersebut mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Pelayanan kesehatan dipimpin oleh Bidan Desa Selokgondang, Imamatul Qoshirotut Thorfi, Amd.Keb., bersama tenaga perawat dan para kader Posyandu yang secara aktif memberikan berbagai layanan kesehatan bagi warga.


Dalam pelaksanaannya, Posyandu Salak melayani berbagai kelompok masyarakat, mulai dari balita, ibu hamil hingga lanjut usia (lansia). Berdasarkan data kehadiran, tercatat sebanyak 58 balita, 7 ibu hamil, dan 22 lansia mengikuti kegiatan pemeriksaan kesehatan yang diselenggarakan secara rutin tersebut.


Serka Cahyo Pranowo mengatakan bahwa kehadiran Babinsa dalam kegiatan Posyandu merupakan bagian dari upaya pendampingan dan dukungan terhadap program pemerintah di bidang kesehatan masyarakat. Menurutnya, kesehatan merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung kualitas hidup masyarakat serta menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.


"Kami hadir untuk memberikan dukungan serta membantu kelancaran kegiatan Posyandu. Dengan adanya pelayanan kesehatan yang rutin seperti ini, diharapkan kondisi kesehatan masyarakat dapat terus terpantau, khususnya balita, ibu hamil, dan lansia yang membutuhkan perhatian khusus," ujar dia.


Selain pelayanan kesehatan dan pemeriksaan rutin, kegiatan Posyandu Salak juga diisi dengan pemberian makanan tambahan (PMT) serta susu kedelai secara gratis kepada peserta. Program tersebut bertujuan untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, terutama bagi balita dan ibu hamil guna mendukung tumbuh kembang anak serta menjaga kesehatan ibu selama masa kehamilan.


Sementara itu, Bidan Desa Imamatul Qoshirotut Thorfi menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai pihak, termasuk Babinsa dan kader Posyandu yang selalu aktif membantu pelaksanaan kegiatan. Sinergi yang terjalin dinilai sangat penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia.


Melalui kegiatan Posyandu yang dilaksanakan secara berkesinambungan, diharapkan masyarakat Desa Selokgondang semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan, melakukan pemeriksaan secara berkala, serta menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari. Kehadiran Babinsa dalam kegiatan tersebut juga menjadi bukti nyata sinergi TNI dengan tenaga kesehatan dan masyarakat dalam mendukung terciptanya lingkungan yang sehat, kuat, dan sejahtera. (Pendim0821)

Pengecatan Jembatan Perintis Garuda Berlanjut, Akses Baru Warga Kebonagung Segera Rampung



Lumajang – Program pembangunan Jembatan Gantung Garuda di Desa Kebonagung, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, terus menunjukkan progres yang menggembirakan. Kehadiran jembatan tersebut diharapkan menjadi solusi akses penghubung baru yang mampu mendukung mobilitas masyarakat sekaligus memperlancar aktivitas para petani dalam mengangkut hasil pertanian.


Hal tersebut disampaikan Babinsa Kebonagung Koramil 0821-02/Sukodono, Sertu Hery Wahyudi, saat bersama warga melaksanakan kegiatan lanjutan pengecatan Jembatan Perintis Garuda di Dusun Sitiinggil, Desa Kebonagung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Sabtu (6/6/2026).


Di tengah suasana gotong royong yang penuh semangat, Sertu Hery Wahyudi mengatakan bahwa pembangunan jembatan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah dan TNI dalam membantu masyarakat memperoleh akses transportasi yang lebih aman, cepat, dan efisien.


“Keberadaan Jembatan Perintis Garuda nantinya akan sangat membantu masyarakat, terutama para petani dan warga yang selama ini membutuhkan akses penyeberangan yang lebih mudah. Karena itu, kami bersama warga terus mendukung setiap tahapan pengerjaan hingga selesai,” ujar dia.


Jembatan gantung yang dibangun memiliki panjang 42 meter dengan lebar 1,2 meter. Berdasarkan laporan perkembangan pekerjaan hingga Jumat (5/6/2026), progres pembangunan telah mencapai 90,88 persen. Capaian tersebut menunjukkan bahwa proyek pembangunan telah memasuki tahap penyelesaian akhir, termasuk pekerjaan pengecatan dan penyempurnaan beberapa bagian konstruksi.


Lebih lanjut Sertu Hery menyampaikan, selain menjadi sarana penghubung antarwilayah, jembatan tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas masyarakat dengan mempercepat distribusi hasil pertanian dan memperlancar aktivitas ekonomi warga sehari-hari.


Pembangunan Jembatan Gantung Garuda merupakan bagian dari implementasi program pembangunan yang sejalan dengan visi pembangunan nasional dalam meningkatkan konektivitas wilayah dan kesejahteraan masyarakat. Program tersebut juga menjadi bentuk kontribusi TNI dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur pedesaan guna membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat.


Antusiasme warga terlihat selama kegiatan pengecatan berlangsung. Mereka secara sukarela bergotong royong bersama personel TNI untuk menyelesaikan pekerjaan yang tersisa. Kebersamaan tersebut menjadi bukti kuatnya sinergi antara TNI dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang bermanfaat bagi kepentingan bersama.


Dengan progres pembangunan yang telah mencapai lebih dari 90 persen, Jembatan Perintis Garuda diharapkan segera dapat digunakan oleh masyarakat. Kehadirannya diyakini akan memberikan dampak positif terhadap mobilitas warga, memperlancar akses pertanian, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Desa Kebonagung dan wilayah sekitarnya. (Pendim0821)