View AllNews

Nasional

Hukum

Latest News

20/07/26

Nobar World Cup Gembira Menjadi Hiburan Warga Dan Personel Satgas TMMD Ke-129 Kodim 0904/Paser Di Desa Biu

 



PASER - Kodim 0904/Paser, Muara Samu. Bertempat di Gedung Serba Guna Desa Biu Kecamatan Muara Samu Kabupaten Paser telah digelar Nobar Gembira oleh Koramil 09/Muara Samu, dimana penonton terdiri dari personel Satgas TMMD Ke 129 tahun 2026 Kodim 0904/Paser dan warga Desa Biu.


Tidak hanya orang tua saja yang mengikuti Nobar Gembira namun anak-anak muda juga ikut menyaksikan pertandingan menggunakan alat yang sederhana, dimana Argentina melawan Spanyol.


Danramil 0904-09/Muara Samu Kapten Kav Obed Nego menyampaikan kegiatan ini menjadi salah satu upaya Satgas TMMD Ke 129 Tahun 2026 Desa Biu Dalam melakukan pendekatan serta memberikan fasilitas bagi masyarakat dalam menikmati pertandingan final Piala Dunia.


Suasana hangat dalam kebersamaan sangatlah terasa saat pelaksanaan Nobar Gembira di Gedung Serba Guna Desa Biu, dikarenakan keseruan serta kedekatan antara anggota TNI beserta masyarakat.


Danramil 09 juga beserta anggota Satgas TMMD ke 129 juga menyiapkan kursi, barco, minuman dan makanan ringan untuk mendukung kegiatan Nobar Gembira Final Piala Dunia.


"Terima kasih bagi masyarakat yang sudah hadir memenuhi undangan kami, khususnya Desa Biu Dalam Kegiatan Nobar Gembira Final Piala Dunia tahun ini" ujar Kapten Kav Obed Nego.


Disamping itu Danramil juga berharap agar kekompakan serta kebersamaan ini akan terus terjaga untuk kedepannya.


Dim 0904/Psr

Tokoh Perempuan Lanny Jaya Ajak Masyarakat Dukung Penegakan Hukum Demi Keamanan dan Pembangunan

  



Makki - Tokoh perempuan Kabupaten Lanny Jaya, Ny. Alfina Wenda, mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dengan mendukung penegakan hukum yang dilakukan aparat terhadap setiap pelaku tindak pidana.


Menurutnya, keamanan merupakan syarat utama agar pembangunan di Kabupaten Lanny Jaya dapat berjalan dengan baik serta memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat.


Dalam penyampaiannya Ny. Alfina Wenda menyatakan bahwa masyarakat Lanny Jaya menginginkan situasi yang aman, damai, dan bebas dari berbagai bentuk tindak kriminal maupun aksi-aksi yang dapat mengganggu stabilitas keamanan. Ia menilai setiap pelaku tindak pidana yang telah terbukti melakukan pelanggaran hukum harus diproses sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.


“Saya selaku tokoh perempuan mendukung langkah tegas aparat keamanan, baik Polri maupun TNI, dalam menjaga situasi keamanan di Kabupaten Lanny Jaya. Apabila ada pelaku tindak pidana yang benar-benar terbukti melakukan pelanggaran hukum, silakan diproses sesuai aturan yang berlaku,” tegas Ny. Alfina Wenda, Senin (20/7/2026).


Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh memberikan perlindungan kepada oknum yang telah terbukti melakukan tindak pidana ataupun melakukan pengerahan massa untuk menghalangi proses penegakan hukum.


Menurutnya, seluruh proses hukum yang dilaksanakan secara profesional dan sesuai prosedur harus dihormati sebagai bagian dari upaya menciptakan rasa keadilan dan kepastian hukum bagi seluruh masyarakat.


Selain itu, Ny. Alfina Wenda mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan lingkungan serta tidak memberikan ruang bagi kelompok-kelompok yang berupaya menciptakan gangguan kamtibmas di Kabupaten Lanny Jaya.


Ia menegaskan bahwa tokoh perempuan, tokoh masyarakat, dan tokoh gereja memiliki komitmen bersama menjaga wibawa Kabupaten Lanny Jaya sebagai Kota Injil, sehingga situasi yang aman dan kondusif tetap terpelihara.


“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat Lanny Jaya agar tidak melindungi oknum yang melakukan tindak pidana. Jangan ada pengerahan massa untuk membela seseorang yang telah terbukti melanggar hukum. Mari kita bersama-sama menjaga keamanan agar pembangunan di Kabupaten Lanny Jaya dapat berjalan dengan lancar demi kesejahteraan masyarakat,”ujarnya.


Melalui imbauan tersebut, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya mendukung penegakan hukum, menjaga persatuan, serta tidak mudah terpengaruh oleh ajakan maupun kepentingan pihak-pihak yang berpotensi mengganggu stabilitas keamanan di Kabupaten Lanny Jaya.


Dukungan seluruh elemen masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam mewujudkan daerah yang aman, damai, dan kondusif bagi keberlangsungan pembangunan.

Tokoh Agama Ajak Warga Pegunungan Bintang Tolak Provokasi Jelang HUT RI

 


Oksibil - Tokoh agama Kabupaten Pegunungan Bintang, Pdt. Anselmus Taplo, selaku Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Pegunungan Bintang sekaligus Wakil Ketua Persekutuan Gereja-Gereja Pegunungan Bintang (PGG-PB), mengajak seluruh jemaat dan masyarakat untuk terus menjaga persatuan, keamanan, serta ketertiban masyarakat menjelang sejumlah agenda penting nasional pada Agustus 2026.


Imbauan tersebut disampaikan sebagai bentuk komitmen tokoh agama dalam mendukung terciptanya situasi yang aman dan kondusif di wilayah Pegunungan Bintang.


Dalam kesempatan tersebut, Pdt. Anselmus Taplo menegaskan bahwa seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga kedamaian di tengah kehidupan bermasyarakat.


Menurutnya, masyarakat tidak boleh mudah terpengaruh oleh berbagai isu maupun ajakan dari kelompok tertentu yang berpotensi memicu gangguan keamanan dan mengganggu keharmonisan yang selama ini telah terjaga di Kabupaten Pegunungan Bintang.


“Saya selalu bersedia membantu menjaga dan menciptakan situasi keamanan di Kabupaten Pegunungan Bintang. Melalui setiap kesempatan ibadah maupun kegiatan kemasyarakatan, saya akan terus menyampaikan imbauan kepada jemaat dan masyarakat agar bersama-sama menjaga kamtibmas serta tidak mudah terprovokasi oleh isu maupun ajakan dari pihak-pihak yang ingin membuat situasi menjadi tidak aman,” ujar Pdt. Anselmus Taplo.

Pembukaan Pendidikan Bintara Polri TA 2026, Kapolda Papua Tekankan Integritas dan Pelayanan Prima

 


Jayapura – Kapolda Papua Irjen Pol. Patrige R. Renwarin, S.H., M.Si. secara resmi membuka Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Tugas Umum Berkemampuan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Tahun Anggaran 2026 di Lapangan Hitam SPN Polda Papua, Senin (20/7/2026). 


Momentum tersebut menjadi langkah awal Polri dalam mencetak generasi Bhayangkara yang profesional, berintegritas, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.


Upacara pembukaan dihadiri Kapolda Papua Barat Irjen Pol. Alfred Papare, S.I.K., Kapolda Papua Barat Daya Brigjen Pol. Yulius Audie Sonny Latuheru, S.I.K., M.Han., Wakapolda Papua Brigjen Pol. Muhajir, S.I.K., M.H., Wakapolda Papua Tengah, Kombes. Pol. Dr. Gustav Robby Urbinas, S.H., S.I.K., M.Pd., M.H., Kepala BNN Provinsi Papua Brigjen Pol. Anang Triwiandoko, unsur TNI, para Pejabat Utama Polda Papua dan jajaran, Bhayangkari Daerah Papua, tamu undangan, serta seluruh peserta didik SPN Polda Papua.


Dalam amanat Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri yang dibacakan Kapolda Papua, ditegaskan bahwa pendidikan pembentukan Bintara Polri merupakan proses transformasi untuk membangun karakter, moral, integritas, pengetahuan, keterampilan, dan profesionalisme, sehingga setiap lulusan siap menjadi pelayan, pelindung, dan pengayom masyarakat, khususnya pada fungsi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).


Kapolda Papua mengatakan bahwa tantangan tugas kepolisian ke depan semakin kompleks, sehingga setiap peserta didik dituntut memiliki kemampuan teknis yang baik, disertai moralitas, integritas, serta jiwa pengabdian yang tinggi kepada masyarakat.


"Pendidikan ini bukan sekadar membentuk seseorang menjadi anggota Polri, tetapi membentuk insan Bhayangkara yang berkarakter, berintegritas, humanis, dan siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Jadikan setiap proses pendidikan sebagai bekal untuk mengabdi kepada bangsa dan negara dengan penuh tanggung jawab," tegas Irjen Pol. Patrige R. Renwarin.


Pada Tahun Anggaran 2026, Pendidikan Pembentukan Bintara Polri Berkemampuan SPKT diikuti sebanyak 4.792 peserta didik, terdiri atas 708 polisi wanita yang mengikuti pendidikan di sepuluh lembaga pendidikan Polri dan 4.084 polisi laki-laki yang mengikuti pendidikan di 31 Sekolah Polisi Negara di seluruh Indonesia. 


Program ini menjadi salah satu langkah strategis Polri dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia guna memperkuat pelayanan kepolisian kepada masyarakat.


Lebih lanjut, Kapolda menekankan bahwa pendidikan tahun ini mengusung tema "Membangun Keutamaan Pendidikan Polri yang Berbasis Moral dan Literasi untuk Mendukung Program Kedaulatan Pangan, Energi, dan Ekonomi yang Produktif serta Inklusif." 


Melalui tema tersebut, peserta didik diharapkan mampu menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, berpikir kritis, serta mampu mengambil keputusan secara cepat, tepat, dan bertanggung jawab dalam pelaksanaan tugas kepolisian.


Selain membangun kompetensi teknis, Kapolda juga mengingatkan seluruh tenaga pendidik dan pengasuh agar menyelenggarakan pendidikan secara profesional, bebas dari segala bentuk kekerasan maupun perundungan, sehingga tercipta lingkungan pendidikan yang aman, bermartabat, dan mampu melahirkan personel Polri yang unggul serta dicintai masyarakat.


Usai pelaksanaan upacara, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi pengguntingan rambut dan penyiraman air kembang kepada perwakilan peserta didik sebagai simbol dimulainya proses pembentukan Bintara Polri Tahun Anggaran 2026. 


Hadir di Tengah Masyarakat, Patroli Regu II Polsek Kelila Ciptakan Malam yang Aman dan Kondusif

 


Jayapura – Regu II Polsek Kelila melaksanakan patroli jalan kaki di wilayah hukumnya, Minggu malam (19/07/2026).


Kegiatan patroli dipimpin oleh Wakajaga Regu II Briptu Dicky bersama personel piket dengan menyusuri sejumlah titik yang menjadi pusat aktivitas masyarakat, mulai dari kawasan kios hingga lingkungan permukiman warga. 


Selain memantau situasi, personel juga melaksanakan patroli dialogis dengan menyapa serta berdiskusi bersama warga yang masih beraktivitas pada malam hari. 


Wakajaga Regu II Briptu Dicky mengatakan bahwa keamanan merupakan tanggung jawab bersama, sehingga dibutuhkan sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang kondusif.


"Patroli ini merupakan bagian dari upaya preventif Polri untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat. Kami mengajak seluruh warga agar tetap waspada terhadap potensi gangguan kamtibmas dan tidak ragu melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan," ujar Briptu Dicky.


Dalam kesempatan tersebut, personel juga mengimbau para pemilik kios agar memastikan tempat usahanya terkunci dengan baik setelah selesai beraktivitas. Masyarakat juga diajak untuk saling peduli terhadap lingkungan sekitar serta menjaga komunikasi yang baik dengan aparat kepolisian apabila membutuhkan bantuan maupun pelayanan.


Kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata komitmen Polsek Kelila dalam menghadirkan pelayanan kepolisian yang Presisi, humanis, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.


Patroli Malam Regu Siaga II Polres Tolikara Tingkatkan Rasa Aman dan Perkuat Harkamtibmas

 


Jayapura – Regu Siaga II Polres Tolikara melaksanakan patroli jalan kaki di sejumlah titik strategis di Distrik Karubaga, Kabupaten Tolikara, Minggu malam (19/07/2026).


Kegiatan patroli dipimpin oleh KBO Satresnarkoba Polres Tolikara IPDA Michael Apainabo, S.H., didampingi Kaur Mintu Satintelkam Polres Tolikara IPDA Lesmani Makaba, serta diikuti sekitar 20 personel Regu Siaga II.


Dalam arahannya, IPDA Lesmani Makaba menekankan pentingnya kedisiplinan, kewaspadaan, serta mengutamakan keselamatan selama bertugas. Ia juga mengingatkan seluruh personel agar melaksanakan patroli secara humanis dan responsif sebagai wujud pelayanan Polri kepada masyarakat.


Usai apel, personel bergerak menyusuri sejumlah ruas jalan yang menjadi pusat aktivitas masyarakat, mulai dari Jalan Ampera Atas, Jalan Belakang Polres Tolikara, Ampera Bawah, hingga kawasan Lapangan Merah Putih. Selama patroli berlangsung, personel melakukan pemantauan situasi, berdialog dengan warga yang masih beraktivitas, serta mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.


Kehadiran personel di lapangan mendapat respons positif dari masyarakat karena memberikan rasa aman sekaligus memperkuat kepercayaan terhadap Polri. Hingga patroli berakhir, situasi kamtibmas di wilayah hukum Polres Tolikara terpantau aman, tertib, dan kondusif tanpa adanya gangguan menonjol.


KBO Satresnarkoba Polres Tolikara IPDA Michael Apainabo, S.H., mengatakan bahwa patroli jalan kaki merupakan salah satu langkah preventif yang efektif dalam mencegah tindak kriminalitas sekaligus membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat.


"Patroli malam ini merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat. Selain memastikan situasi tetap aman dan kondusif, kami juga mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga lingkungan serta segera melaporkan apabila menemukan aktivitas yang berpotensi mengganggu kamtibmas," ujar IPDA Michael Apainabo.


Sementara itu, Kapolres Tolikara Kompol Roberth Hitipeuw, S.H., M.H., menegaskan bahwa patroli rutin yang dilaksanakan regu siaga merupakan bagian dari komitmen Polres Tolikara dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat.


"Patroli jalan kaki memungkinkan personel berinteraksi secara langsung dengan masyarakat sekaligus memantau kondisi wilayah secara lebih optimal. Kegiatan preventif seperti ini akan terus kami tingkatkan sebagai upaya menjaga stabilitas kamtibmas serta menciptakan rasa aman bagi seluruh masyarakat di Kabupaten Tolikara," tegas Kapolres.


Melalui patroli rutin yang dilaksanakan secara berkesinambungan, Polres Tolikara berharap kehadiran Polri semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat serta mampu memperkuat sinergi dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif di Kabupaten Tolikara.

19/07/26

Max Ohee: Kamtibmas Papua Harga Mati! Tolak Aksi Provokatif Jelang 17 Agustus

 


Jayapura - Menjelang detik-detik peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Wakil Ketua II Majelis Rakyat Papua (MRP), Max Abner Ohee, mengeluarkan peringatan keras sekaligus seruan mobilisasi massal bagi seluruh rakyat Papua. Baginya, keamanan dan ketertiban (Kamtibmas) di tanah Papua adalah harga mati yang tidak bisa ditawar! 


Di tengah beredarnya isu-isu liar dan ajakan aksi yang berpotensi memecah belah, Max Ohee mengajak seluruh pemuda, mahasiswa, serta elemen masyarakat untuk bersatu padu menjadi benteng pertahanan utama. 


Ia menegaskan bahwa stabilitas keamanan adalah nyawa bagi kelangsungan pembangunan, roda ekonomi, dan masa depan pendidikan anak-anak Papua.


"Keamanan di Kota Jayapura adalah tanggung jawab kolektif kita. Saya tidak ingin melihat ada pihak-pihak yang memanfaatkan momen Agustus ini untuk memprovokasi. Mari kita jaga bumi Cenderawasih tetap damai! Tolak mentah-mentah setiap ajakan yang mengarah pada perpecahan," ujar Max Ohee dengan penuh ketegasan.


Alih-alih terpancing isu negatif, ia mengajak masyarakat mengalihkan energi pada kegiatan produktif. Ia menyoroti gelaran Expo Waena pada 15–17 Agustus 2026 yang akan diisi pameran UMKM, pentas seni, dan panggung hiburan rakyat. 


Momentum ini, kata dia, adalah wadah sempurna untuk mempererat persaudaraan dan menunjukkan bahwa Papua adalah wilayah yang aman, kreatif, dan menjunjung tinggi nilai kebangsaan. 


"Buat apa ikut-ikut provokasi yang merugikan? Isi bulan kemerdekaan ini dengan karya dan kebersamaan. Mari kita kawal keamanan bersama, rayakan HUT RI dengan suka cita, dan tunjukkan bahwa Papua kuat, rukun, dan tidak mudah dipecah belah!" tegasnya. 


Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan masyarakat sepanjang Agustus berlangsung aman, tertib, dan penuh makna. Dengan persatuan yang kokoh, Papua akan terus bersinar sebagai wilayah yang damai dan bermartabat.

Tokoh Muda Papua Apresiasi Kepemimpinan Humanis Kapolres Bandara Soekarno-Hatta

  


Jayapura – Tokoh Muda Papua yang juga Ketua Umum Forum Milenial Papua, Alfred Pabika, menyampaikan apresiasi terhadap kepemimpinan Kapolres Bandara Soekarno-Hatta, Kombes Pol. Wisnu Wardana, S.H., S.I.K., yang dinilai berhasil membangun sinergi dan komunikasi yang baik dengan berbagai elemen masyarakat.


Alfred menilai pendekatan humanis yang diterapkan Kapolres Bandara Soekarno-Hatta menjadi contoh kepemimpinan Polri yang mampu merangkul seluruh lapisan masyarakat, mulai dari organisasi kepemudaan, mahasiswa, komunitas ojek daring, hingga tokoh masyarakat.


"Saya melihat kepemimpinan Kombes Pol. Wisnu Wardana sangat mengedepankan pendekatan humanis. Beliau mampu membangun komunikasi yang baik dengan OKP, mahasiswa, komunitas ojek online, dan berbagai elemen masyarakat. Ini merupakan teladan kepemimpinan Polri yang patut diapresiasi," ujar Alfred.


Menurutnya, hubungan yang harmonis antara Polri dan masyarakat merupakan fondasi penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Dengan komunikasi yang terbuka, berbagai persoalan di tengah masyarakat dapat diselesaikan secara profesional dan mengedepankan kepentingan bersama.


Alfred juga menilai transformasi Polri yang saat ini terus berjalan telah menghadirkan pelayanan yang semakin profesional, modern, dan dipercaya masyarakat.


"Di usia Polri yang ke-80, kita melihat adanya perubahan positif. Polri semakin dekat dengan masyarakat, lebih responsif, dan terus membangun kepercayaan publik melalui pelayanan yang humanis," katanya.


Ia turut mengapresiasi kebijakan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melalui program transformasi Polri Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan), yang menurutnya telah diimplementasikan dengan baik oleh jajaran kepolisian di berbagai daerah, termasuk Polres Bandara Soekarno-Hatta.


"Program Polri Presisi yang digagas Kapolri telah memberikan arah yang jelas bagi seluruh jajaran kepolisian untuk semakin profesional, transparan, dan mengedepankan pelayanan kepada masyarakat. Saya melihat implementasi itu tercermin dalam kepemimpinan Kapolres Bandara Soekarno-Hatta," ungkapnya.


Di akhir keterangannya, Alfred berharap pendekatan yang mengedepankan dialog, kolaborasi, dan kedekatan dengan masyarakat terus dipertahankan sebagai bagian dari upaya memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi Polri.


"Harapan kami, pola kepemimpinan seperti ini dapat terus dikembangkan sehingga hubungan Polri dan masyarakat semakin erat, sekaligus mampu menciptakan situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif," tutup Alfred.