View AllNews

Nasional

Hukum

Latest News

12/08/26

Tokoh Agama Ajak Warga Jayawijaya Jaga Kamtibmas

 


Wamena - Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, tokoh agama di Kabupaten Jayawijaya mengajak masyarakat bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Ajakan itu disampaikan Pdt. Alexander Mauri, tokoh Gereja sekaligus Sekretaris Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Jayawijaya, Rabu 12 Agustus 2026.


Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh provokasi, informasi yang tidak benar maupun ajakan pihak tertentu yang berpotensi mengganggu keamanan di wilayah Jayawijaya.


“Kita tidak boleh terpengaruh oleh provokasi dari pihak manapun. Mari kita bersama-sama menciptakan situasi Kota Wamena yang aman dan kondusif,” ujar Pdt. Alexander Mauri.


Menurutnya, menjaga keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh masyarakat. Persatuan, toleransi dan kerukunan dinilai menjadi modal penting dalam menciptakan kehidupan yang damai.


Alexander juga mengajak masyarakat mendukung pemerintah mewujudkan Wamena sebagai Kota DANI, yaitu Damai, Aman, Nyaman dan Indah.


“Mari kita dukung pemerintah untuk mewujudkan Wamena menjadi Kota DANI, yakni Damai Aman Nyaman Indah dan mari kita kibarkan Bendera Merah Putih sebagai tanda syukur kita kepada Tuhan atas Kemerdekaan Bangsa Indonesia ke-81 tahun,” katanya.


Ia berharap peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dapat dirayakan masyarakat Jayawijaya dengan penuh sukacita dan tanpa rasa khawatir.


Seluruh elemen masyarakat juga diminta menghindari tindakan yang berpotensi memicu konflik serta berperan aktif menyukseskan seluruh rangkaian peringatan kemerdekaan agar berlangsung aman, tertib dan kondusif.

Tokoh Masyarakat Binfora Mimika Ajak Warga Jaga Persatuan Jelang HUT RI ke-81

 


Timika – Tokoh Masyarakat Binfora Timika, Arnold Ronsumbre, mengajak seluruh masyarakat Papua, khususnya masyarakat Kabupaten Mimika, untuk bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan serta bergandengan tangan dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.


Arnold menekankan pentingnya semangat kebersamaan dalam menyambut momentum kemerdekaan dengan berpedoman pada motto Kabupaten Mimika, “Eme Neme Yauware”, yang mencerminkan semangat persatuan dan kebersamaan masyarakat.


Menurutnya, seluruh elemen masyarakat memiliki peran penting dalam menciptakan situasi yang aman, nyaman, damai, dan kondusif di Kabupaten Mimika. Kondisi tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga kehidupan bersama di Tanah Amungsa dan Bumi Kamoro.


“Saya mengajak seluruh masyarakat Mimika untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. Mari kita bergandengan tangan, menjaga persatuan dan menciptakan suasana yang aman, nyaman, damai, serta kondusif menjelang dan dalam pelaksanaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia,” ujar Arnold.


Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu, informasi maupun ajakan dari kelompok tertentu, khususnya yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat pada 15 Agustus 2026 maupun menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.


Arnold meminta masyarakat untuk terlebih dahulu menyaring dan memastikan kebenaran setiap informasi yang diterima, terutama informasi yang beredar melalui media sosial maupun pesan berantai.


“Jangan mudah percaya dan terprovokasi oleh informasi yang belum tentu kebenarannya. Kita harus cerdas dalam menerima setiap informasi dan tidak ikut menyebarkan hal-hal yang dapat memicu keresahan atau mengganggu keamanan,” tegasnya.


Lebih lanjut, Arnold menegaskan bahwa kekerasan bukanlah solusi dalam menyelesaikan setiap persoalan. Menurutnya, berbagai permasalahan yang muncul di tengah masyarakat hendaknya diselesaikan melalui komunikasi, dialog, dan musyawarah untuk mencapai solusi yang dapat diterima bersama.


Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap mengedepankan nilai-nilai adat Papua dalam menyelesaikan setiap persoalan. Tradisi musyawarah di para-para maupun honai, menurutnya, merupakan bagian penting dari kearifan lokal yang dapat menjadi ruang untuk mencari solusi sekaligus menjaga hubungan baik antarwarga.


“Kalau ada persoalan, mari kita selesaikan dengan kepala dingin melalui komunikasi dan musyawarah. Nilai-nilai adat Papua harus terus kita jaga. Para-para dan honai merupakan tempat yang baik untuk duduk bersama, membicarakan persoalan dan mencari jalan keluar demi perdamaian,” katanya.


Arnold berharap seluruh masyarakat Kabupaten Mimika dapat menunjukkan semangat persatuan dalam menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Ia mengajak masyarakat untuk tidak memberikan ruang bagi tindakan yang dapat memecah belah persatuan maupun mengganggu ketenteraman masyarakat.


“Momentum HUT Kemerdekaan ini harus kita jadikan kesempatan untuk memperkuat persatuan. Mari kita bersama-sama menjaga Mimika agar tetap aman dan damai sehingga seluruh rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dapat berjalan dengan baik,” pungkasnya.

Melianus Asso: Jangan Terjebak Hoaks, Mari Jaga Kedamaian di Tanah Papua

 


Jayapura - Melianus Asso, selaku Tokoh Pemuda Papua Pegunungan memberikan himbauannya kepada segenap lapisan masyarakat agar tidak terprovokasi dengan isu ataupun ajakan yang menghasut yang bisa merugikan diri sendiri dan banyak orang.


Menurutnya, sebagai Pemuda yang baik cerdas yang punya generasi masa depan Papua mari pahami bersama setiap Informasi yang diterima dengan tidak asal meneruskan.


"Mari kita cerna dengan bijak setiap informasi yang diterima, sehingga tidak terjebak oleh kepentingan sesaat yang dilakukan oleh pihak - pihak yang tidak bertanggung jawab," ucap Melianus.


Melianus Asso yang juga menjabat sebagai Ketua Komisariat Daerah (Komda) Pemuda Katolik Papua itu menyatakan bahwa kehidupan harmonis yang sudah terjaga ada baiknya tetap dipertahankan.


"Mari kita dukung Pemerintah dalam membangun daerah ini sehingga bisa sejajar dengan Provinsi besar, sehingga Tanah Papua juga bisa menjadi contoh maupun tauladan kepada Provinsi yang lainnya," tuturnya.


Ia menambahkan, terciptanya situasi yang aman dan kondusif di Tanah Papua merupakan kewajiban seluruh masyarakat yang ada di dalamnya sehingga seluruh masyarakat diperlukan andil serta tanggung jawab dalam proses tersebut. 


"Kita dukung tercipta Harkamtibmas yang damai dan aman, sehingga ekonomi Papua makin maju guna Papua yang semakin makmur dan berkembang kedepannya," ujar Melianus Asso.


Berkaitan dengan aksi tanggal 15 Agustus 2026, Melianus katakan bahwa penyampaian pendapat atau aspirasi di muka umum di jamin oleh UUD namun dirinya berharap masyarakat dapat menjaga keamanan bersama aparat sehingga tidak menjalar ke aktifitas masyarakat lainnya. 


"Saya harap dan saya menghimbau seluruh pihak yang nantinya akan turut serta melakukan aksi agar tetap mengedepankan situasi yang kondusif serta tidak berdampak pada seluruh masyarakat lainnya, dan aparat keamanan mampu mengedepankan penangan secara persuasif supaya tidak menimbulkan gesekan antara masa aksi dan pihak keamanan. Setiap warga negara yang baik jaga diri jaga sesama jaga keluarga untuk tidak terjebak dalam informasi hoax yang berujung pada merugikan diri sendiri," tutupnya.

Personel TMMD Ke 129 Kodim 0904/Paser Beri Nuansa Merah Putih Pada Jembatan

  


Kodim 0904/Paser, Muara Samu. Pelaksanaan terakhir pada pengerjaan jembatan TMMD ke-129 Kodim 0904/Paser adalah pemberian warna/pengecatan Merah Putih pada pembatas kanan kiri, hal ini menandakan pelaksanaan sudah selesai. Selasa (12/8/2026)


Pengerjaan akhir pada jembatan tmmd memakan waktu hampir 30 hari pelaksanaan, hal ini menguras tenaga serta pikiran personel.


Hal itu tidak mematahkan semangat para Personel Satgas TMMD 129 di Desa Biu Kecamatan Muara Samu Kabupaten Paser sampai penutupan.


Semangat mereka tetap berkobar sampai pelaksanaan pengecatan pada pembatas kanan kiri jembatan.


Hal ini memberikan kepuasan tersendiri bagi personel Satgas, disamping itu warna merah putih ini menunjukkan akan cinta tanah air khususnya dalam memperingati HUT RI ke 81 tahun pada 17 Agustus 2026 nanti.


Alhamdulillah pengerjaan kita sudah 100% semoga jembatan ini dapat bermanfaat bagi masyarakat Muara Samu khususnya warga Desa Biu, ketua koordinator lapangan Kapten Inf Hasmudin menambahkan. 


Dim 0904/Psr

Prasasti TMMD 129 Kodim 0904/Paser Di Desa Biu Akan Segera Jadi

  


Kodim 0904/Paser, Muara Samu. Satgas TMMD Ke 129 Kodim 0904/Paser di Desa Biu Kecamatan Muara Samu Kabupaten Paser membuat prasasti sebagi bentuk simbol bahwa TNI membantu pembangunan di wilayah Desa Biu. Selasa (12/8/2026)


Prasasti ini dibangun pada titik nol pembukaan jalan, sebagai penanda bahwa jalan sepanjang 3 km ini merupakan hasil kegiatan dari Satgas TMMD 129 Kodim 0904/Paser.


Dalam sasaran fisik tidak hanya kegiatan pembukaan jalan saja namun ada renovasi 5 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), pembuatan Jembatan Beton, pembuatan 5 MCK, renovasi Masjid serta pemasangan 5 titik gorong-gorong.


Adapula kegiatan non fisik seperti pemberian materi bahaya Narkoba, rekruitment Prajurit TNI, penyuluhan pertanian, berobat gratis serta penyuluhan stunting.


Adapula program unggulan Pangdam VI/Mulawarman yang ikut diterapkan pada pelaksanaan TMMD ke-129 Kodim 0904/Paser di Desa Biu ini diantaranya Belajar Bersama Ceria (BBC), penanaman pohon serta pembersihan danau/ bina lingkungan.


Prasasti ini nantinya akan ditandatangani oleh Bapak Danrem 091/ASN Brigjen TNI Anggara Sitompul saat penutupan TMMD 129 di lapangan Desa Biu besok pada hari Kamis 13 Agustus 2026.


Dim 0904/Psr

UPACARA PENGUKUHAN JABATAN WAKAPOLRES DAN SERAH TERIMA JABATAN DI LINGKUNGAN POLRES LANNY JAYA

  


Lanny Jaya, 12 Agustus 2026 — Bertempat di Lapangan Mapolres Lanny Jaya, Rabu (12/8/2026), telah dilaksanakan Upacara Pengukuhan Jabatan Wakapolres Lanny Jaya dan Serah Terima Jabatan Perwira di lingkungan Polres Lanny Jaya.


Dalam kegiatan tersebut, KOMPOL George Wattimena, S.IP., M.H. dikukuhkan sebagai Wakapolres Lanny Jaya.


Selain pengukuhan Wakapolres, dilaksanakan pula serah terima jabatan, yaitu:


* Kabag SDM: IPTU Yunus Basuki kepada AKP Tutik Yuliati.

* Kasat Intelkam: IPDA I Gede Cipta Adi Permana kepada IPDA Arif Putro Arianto, S.H.

* Kapolsek Pirime: IPDA Fredik Bay kepada IPDA Stevanus Buramy.

* Kasat Lantas: IPDA Harbis sebagai pejabat baru.


Upacara dipimpin oleh Inspektur Upacara KOMPOL Hendrik Seru, S.H., dengan Perwira Upacara AKP Frets Lamahan, S.H. dan Komandan Upacara IPDA Abu Bakar, S.Sos.


Kegiatan turut dihadiri para pejabat utama Polres Lanny Jaya, personel gabungan Bag, Sat dan Sie, serta Ibu-Ibu Bhayangkari Cabang Lanny Jaya.


Selama kegiatan berlangsung, seluruh rangkaian upacara berjalan aman, lancar, tertib, dan situasi terpantau kondusif.

11/08/26

Tokoh Agama Pegunungan Bintang Ajak Warga Jaga Kamtibmas jelang HUT RI

 


Oksibil - Ketua Persekutuan Gereja-Gereja Pegunungan Bintang (PGG-PB) sekaligus Wakil Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Pegunungan Bintang, Pdt. Alfons Yeimo, mengajak seluruh masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.


Menurutnya, masyarakat perlu terus menjaga persatuan serta tidak mudah terpengaruh oleh isu maupun ajakan yang berpotensi mengganggu situasi keamanan di Kabupaten Pegunungan Bintang.


Dalam keterangannya, Pdt. Alfons juga menyatakan dukungannya terhadap upaya aparat keamanan dalam menjaga situasi tetap aman dan kondusif. Ia menilai tokoh agama memiliki tanggung jawab moral untuk terus menyampaikan pesan-pesan perdamaian kepada jemaat dan masyarakat.


“Kami selaku tokoh agama mendukung upaya aparat keamanan dalam menjaga situasi kamtibmas di Kabupaten Pegunungan Bintang agar tetap aman dan kondusif. Kami juga akan terus menyampaikan imbauan kepada jemaat dan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu maupun ajakan dari pihak-pihak tertentu yang dapat mengganggu keamanan, serta bersama-sama menjaga kedamaian menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia,” ujar Pdt. Alfons Yeimo, Sabtu 1 Agustus 2026.


Ia berharap seluruh elemen masyarakat terus mengedepankan semangat persaudaraan, memperkuat kerukunan, serta menjaga situasi yang aman agar seluruh rangkaian kegiatan selama bulan Agustus dapat berlangsung tertib dan lancar.


Menurutnya, sinergi antara tokoh agama, masyarakat, pemerintah, dan aparat keamanan menjadi kunci dalam mewujudkan Kabupaten Pegunungan Bintang yang aman, damai, dan harmonis.

Ketua LMA Jayawijaya Ajak Masyarakat Jaga Kondusivitas Jelang HUT RI Ke-81

   


Wamena – Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Jayawijaya, Herman Doga, mengimbau seluruh masyarakat di Kabupaten Jayawijaya dan Papua Pegunungan untuk bersama-sama menjaga keamanan dan kedamaian menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.


Pada Selasa (11/08), Herman Doga menegaskan bahwa terciptanya situasi keamanan yang aman dan kondusif bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan, melainkan merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.


“Keamanan dan kedamaian di Tanah Papua adalah tanggung jawab kita bersama. Karena itu, saya mengajak seluruh masyarakat untuk ikut menjaga situasi agar tetap aman, damai dan kondusif, terutama menjelang HUT RI ke-81,” ujar Herman Doga.


Menurutnya, upaya menjaga keamanan harus dimulai dari lingkungan masing-masing, termasuk di tingkat kampung. Ia meminta masyarakat tidak hanya mengandalkan aparat keamanan, tetapi turut mengambil peran dengan menjaga lingkungan serta membangun komunikasi dan kerukunan antarwarga.


“Untuk masyarakat di kampung-kampung, mari kita sama-sama menjaga lingkungan masing-masing. Jangan sampai ada persoalan kecil yang kemudian berkembang menjadi konflik dan mengganggu kehidupan masyarakat,” katanya.


Herman juga menyampaikan bahwa LMA Jayawijaya akan terus berkoordinasi dan bersinergi dengan Pemerintah Daerah dalam mendorong terciptanya kondisi yang aman dan mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.


“Sebagai Lembaga Masyarakat Adat, kami akan terus berupaya bersama pemerintah daerah untuk menjaga kehidupan masyarakat sekaligus mendukung berbagai program pembangunan dan kesejahteraan di Jayawijaya,” tuturnya.


Lebih lanjut, Herman mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu yang beredar, khususnya informasi yang belum diketahui kebenarannya dan berpotensi mengganggu stabilitas keamanan di Kabupaten Jayawijaya.


“Saya meminta masyarakat jangan mudah percaya atau terprovokasi oleh isu-isu yang belum jelas sumber dan kebenarannya. Mari kita bijak menerima informasi dan jangan menyebarkan sesuatu yang dapat memancing keresahan maupun konflik,” tegasnya.


Menanggapi situasi yang sempat terjadi beberapa waktu lalu dalam pelaksanaan Festival Budaya Lembah Baliem, Herman meminta masyarakat tetap mempercayakan penanganan persoalan keamanan kepada pihak yang berwenang.


Menurutnya, masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga kerukunan dan tidak memperbesar persoalan yang dapat mengganggu hubungan antarmasyarakat.


“Apapun yang terjadi beberapa waktu lalu, mari kita percayakan kepada aparat keamanan untuk menjalankan tugasnya. Tugas kita sebagai masyarakat adalah menjaga kerukunan, tidak saling menyalahkan dan tidak memperbesar persoalan,” ungkap Herman.


Ia berharap momentum HUT RI ke-81 dapat menjadi kesempatan bagi seluruh masyarakat Jayawijaya untuk memperkuat persatuan dan menunjukkan bahwa daerah tersebut mampu menjaga keamanan serta kedamaian di tengah keberagaman masyarakat.


“HUT RI ke-81 ini harus kita jadikan momentum untuk memperkuat persatuan. Saya berharap Jayawijaya bisa menjadi contoh bagi kabupaten lain di Provinsi Papua Pegunungan dalam menjaga keamanan, kedamaian dan kerukunan,” ujarnya.


Herman menambahkan, Jayawijaya memiliki posisi penting sebagai salah satu pusat kebudayaan di Papua Pegunungan, sehingga seluruh masyarakat memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga Kabupaten Jayawijaya dari berbagai bentuk konflik.


“Jayawijaya merupakan tempat sentral budaya di Papua Pegunungan. Mari kita jaga bersama-sama. Jangan kita rusak dengan konflik. Perbedaan yang ada harus menjadi kekuatan untuk membangun daerah, bukan menjadi alasan untuk saling bermusuhan,” pungkasnya.