View AllNews

Nasional

Hukum

Latest News

09/06/26

Tokoh Adat Papua Pegunungan Ajak Mahasiswa Sampaikan Aspirasi Secara Damai dan Bermartabat

  


Jayapura – Tokoh adat Papua Pegunungan mengimbau mahasiswa dan masyarakat yang akan menyampaikan aspirasi untuk tetap mengedepankan cara-cara damai, tertib, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.


Imbauan tersebut disampaikan Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Papua Pegunungan sekaligus Ketua Asosiasi Kepala Suku se-Papua Pegunungan, Malaikat Alpius Tabuni, menyikapi rencana aksi penyampaian pendapat yang berkembang di sejumlah wilayah Papua.


Menurutnya, penyampaian aspirasi merupakan hak yang dijamin dalam negara demokrasi. Namun, pelaksanaannya harus tetap menjaga keamanan, ketertiban, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat. Ia mengingatkan agar aksi yang dilakukan tidak berkembang menjadi tindakan anarkis yang dapat merugikan masyarakat maupun fasilitas umum.


"Silakan menyampaikan aspirasi, tetapi harus dilakukan secara damai, tertib, dan bertanggung jawab. Jangan sampai mengulangi peristiwa yang pernah terjadi pada tahun 2019 yang mengakibatkan kerugian bagi banyak pihak," ujarnya.


Alpius menilai bahwa Papua memiliki posisi strategis dan menjadi perhatian nasional. Karena itu, seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban agar tetap kondusif.


Ia juga mengajak mahasiswa asal Papua Pegunungan yang sedang menempuh pendidikan di Kota Jayapura untuk tetap mengedepankan dialog serta menjaga fokus pada proses pendidikan sebagai bekal membangun daerah di masa depan.


Selain itu, Alpius berharap seluruh pihak dapat menahan diri dan menghindari tindakan yang berpotensi memicu konflik maupun perpecahan di tengah masyarakat. Menurutnya, penyampaian aspirasi yang dilakukan secara damai akan lebih efektif dalam menyampaikan pesan kepada pemerintah maupun pihak terkait.


Tokoh adat tersebut juga mengajak seluruh komponen masyarakat untuk terus menjaga persatuan, menghormati perbedaan pendapat, dan mengedepankan komunikasi yang konstruktif dalam menyikapi berbagai persoalan yang berkembang di Papua.


Melalui imbauan tersebut, diharapkan masyarakat dapat berpartisipasi dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat sehingga aktivitas sosial, pendidikan, dan pembangunan di Papua dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan.

Hari Kedua Mini Soccer Kapolda Cup 2026 Berlangsung Kompetitif dan Penuh Sportivitas



Jayapura – Turnamen Mini Soccer Kapolda Cup Tahun 2026 dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 dengan tema "80 Tahun Polri Mengabdi untuk Masyarakat" kembali bergulir pada hari kedua pelaksanaan di Lapangan Hijau Mako Polda Papua, Koya Koso, Selasa (9/6/2026).


Kegiatan yang diikuti oleh berbagai satuan kerja dan satuan kewilayahan jajaran Polda Papua tersebut berlangsung meriah dan penuh semangat sportivitas. Turnamen ini menjadi salah satu agenda olahraga yang bertujuan mempererat soliditas, kebersamaan, serta meningkatkan kesehatan dan kekompakan antarpersonel Polri.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kabid TIK Polda Papua, Kombes Pol I Ketut Suarnaya, S.H., S.I.K., serta Auditor Kepolisian Madya TK III Polda Papua, Kombes Pol Ramses Sianipar, S.I.K., M.H.


Pada pertandingan sesi pertama, tim Bid Propam berhasil mengalahkan SPN Polda Papua dengan skor 2-1. Sementara pertandingan antara Brimob melawan Bid TIK berakhir imbang tanpa gol. Hasil serupa juga terjadi pada laga Densus 88 melawan Yanma serta pertandingan antara Polres Keerom dan Rumah Sakit Bhayangkara yang sama-sama berakhir dengan skor 0-0.


Memasuki sesi kedua, pertandingan berlangsung semakin kompetitif. Tim Ditreskrimsus tampil dominan dengan kemenangan telak 5-0 atas Bid Labfor. Ditpolairud berhasil mengalahkan Dit Siber dengan skor 2-0, sedangkan Polres Jayapura mencatat kemenangan 3-0 atas Ditresnarkoba.


Laga antara PAS 3 dan ODC berlangsung sengit hingga berakhir imbang 2-2. Satlantas berhasil mengamankan kemenangan 3-0 atas Tahti, sementara SPKT menang tipis 1-0 atas Bid Dokkes. Biro Logistik juga meraih kemenangan 1-0 atas Ditpamobvit. Pada pertandingan lainnya, Biro Ops berhasil mengalahkan Biro SDM dengan skor 1-0, sedangkan laga antara Ditreskrimum dan Itwasda berakhir tanpa gol.


Kabid TIK Polda Papua, Kombes Pol I Ketut Suarnaya, S.H., S.I.K., mengatakan bahwa Turnamen Mini Soccer Kapolda Cup menjadi momentum penting untuk memperkuat kebersamaan dan soliditas antarpersonel di lingkungan Polda Papua.


"Melalui Turnamen Mini Soccer Kapolda Cup ini, kami ingin membangun semangat kebersamaan, kekompakan, dan sportivitas di antara seluruh personel. Kegiatan olahraga seperti ini tidak hanya menyehatkan jasmani, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antar satuan kerja sehingga dapat mendukung pelaksanaan tugas kepolisian yang semakin profesional dan solid," ujar Kombes Pol I Ketut Suarnaya.


Ia menambahkan bahwa semangat kompetisi yang sehat harus diimbangi dengan rasa persaudaraan dan kebersamaan sebagai bagian dari keluarga besar Polda Papua.


"Menang atau kalah merupakan hal yang biasa dalam sebuah pertandingan. Yang paling utama adalah bagaimana kegiatan ini dapat memperkuat sinergi, membangun komunikasi yang baik, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dalam mendukung tugas-tugas Polri untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," tambahnya.


Menurutnya, kegiatan olahraga yang menjadi bagian dari rangkaian HUT Bhayangkara ke-80 juga sejalan dengan tema "80 Tahun Polri Mengabdi untuk Masyarakat", di mana Polri terus berupaya menjaga kesehatan, profesionalisme, dan soliditas personel sebagai modal utama dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat.


Jajaran Polda Papua Gencarkan Hunting 3C, Belasan Kendaraan Diamankan

 


Jayapura – Jajaran Polda Papua melalui Satgas Gakkum Operasi Sikat Cartenz 2026 terus menggencarkan kegiatan hunting dan penyelidikan guna menekan angka tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di berbagai wilayah Papua. Hasilnya, belasan kendaraan berhasil diamankan dalam kegiatan yang dilaksanakan oleh Polres Keerom dan Polres Jayapura.


Di Kabupaten Keerom, pada Senin (08/06), Tim Khusus/Opsnal Satreskrim Polres Keerom melaksanakan kegiatan hunting dan penyelidikan di sejumlah lokasi yang dianggap rawan terjadinya tindak pidana 3C. Saat melakukan pemeriksaan di wilayah Kampung Asyaman Arso Swakarsa, petugas menemukan satu unit sepeda motor Honda Scoopy yang dicurigai karena tidak dilengkapi dokumen kendaraan yang sah.


Setelah dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan rumah kunci kendaraan telah dirusak dan motor dinyalakan menggunakan sambungan kabel. Selain itu, di dalam bagasi kendaraan ditemukan satu bungkus kecil yang diduga berisi ganja. Ketika petugas hendak melakukan pemeriksaan lebih lanjut, pengendara kendaraan tersebut melarikan diri dan meninggalkan sepeda motor di lokasi.


Dari hasil koordinasi dengan Satreskrim Polres Jayapura, diketahui bahwa kendaraan tersebut merupakan barang yang dilaporkan hilang dalam kasus kerusuhan dan pengerusakan di kawasan Stadion Lukas Enembe. Barang bukti kemudian diamankan ke Mapolres Keerom untuk proses penyelidikan lebih lanjut.


Sementara itu, pada Senin malam (08/06) hingga Selasa dini hari (09/06), Tim URC Subsatgas Pidum Polres Jayapura bersama personel Sat Samapta Polres Jayapura melaksanakan kegiatan hunting di sepanjang Jalan Raya Sentani-Waena, tepatnya di kawasan Hawai Sentani dan sekitarnya. Dalam kegiatan tersebut, petugas berhasil mengamankan 10 unit sepeda motor yang tidak dapat menunjukkan kelengkapan dokumen kendaraan maupun memiliki indikasi keterkaitan dengan tindak pidana.


Seluruh kendaraan yang diamankan kemudian dibawa ke Mapolres Jayapura guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait legalitas kepemilikan serta kemungkinan keterkaitannya dengan laporan tindak pidana yang sedang ditangani oleh kepolisian.


Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Papua selaku Ka Ops Sikat Cartenz 2026, Kombes Pol. Parasian Herman Gultom, S.I.K., M.Si., mengatakan bahwa kegiatan hunting yang dilaksanakan secara berkelanjutan merupakan bagian dari strategi Operasi Sikat Cartenz 2026 dalam menekan angka kejahatan konvensional di wilayah Papua.


"Kegiatan hunting dan penyelidikan ini merupakan langkah preventif dan represif yang terus kami lakukan untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan, khususnya pelaku curas, curat, dan curanmor. Setiap kendaraan yang diamankan akan dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh untuk memastikan legalitas kepemilikannya dan menelusuri kemungkinan keterkaitannya dengan tindak pidana yang telah dilaporkan masyarakat," ujarnya.


Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa keberhasilan jajaran kewilayahan dalam mengamankan kendaraan yang diduga hasil tindak pidana menunjukkan komitmen Polda Papua dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.


"Kami akan terus mengoptimalkan kegiatan hunting, patroli, dan penyelidikan di daerah-daerah rawan guna mencegah terjadinya tindak pidana serta mengungkap kasus-kasus yang masih menjadi perhatian masyarakat. Sinergi antara kepolisian dan masyarakat sangat dibutuhkan agar situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif," tambahnya.


Melalui Operasi Sikat Cartenz 2026, jajaran kepolisian di wilayah Papua terus berkomitmen melakukan penindakan terhadap pelaku kejahatan sekaligus mengamankan barang bukti yang diduga berkaitan dengan tindak pidana guna mendukung proses penegakan hukum.


Operasi SAR Ledakan Kompleks Perikanan Biak Resmi Ditutup, Polda Papua Fokus Tuntaskan Penyidikan dan Identifikasi Korban

 


Jayapura – Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) terhadap korban ledakan yang terjadi di Kompleks Perikanan Kabupaten Biak Numfor pada 31 Mei 2026 resmi ditutup pada Senin (8/6/2026) setelah berlangsung selama sembilan hari.


Meski operasi pencarian telah berakhir, proses penyidikan dan identifikasi korban masih terus dilakukan oleh tim gabungan guna mengungkap secara menyeluruh penyebab peristiwa tersebut.


Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan bahwa hingga saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyidikan secara intensif untuk mengungkap penyebab pasti ledakan.


"Sampai saat ini kami masih melakukan olah tempat kejadian perkara secara menyeluruh dan berkelanjutan untuk mengumpulkan seluruh petunjuk yang mengarah pada penyebab terjadinya ledakan. Kami juga masih menunggu hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik Polri terhadap sejumlah sampel yang telah dikirim untuk diteliti lebih lanjut," ujar Kapolres.


Dalam proses olah tempat kejadian perkara (TKP), Tim Inafis Polres Biak Numfor bersama Laboratorium Forensik Polri telah melakukan penyisiran dan pengumpulan sejumlah barang bukti dari lokasi ledakan. 


Barang bukti yang diamankan antara lain serpihan logam, fragmen material yang diduga berasal dari sumber ledakan, serta sampel tanah dan material di sekitar titik ledakan untuk kepentingan pemeriksaan laboratorium. Selain itu, penyidik juga melakukan pemetaan lokasi kejadian, dokumentasi forensik, serta analisis pola ledakan guna mengetahui titik pusat ledakan dan rangkaian peristiwa yang terjadi sebelum insiden.


Kapolres menjelaskan, selain olah TKP, penyidik juga terus melakukan pemeriksaan terhadap para saksi. Hingga saat ini sebanyak 28 orang saksi telah dimintai keterangan yang terdiri dari warga sekitar, pekerja di kawasan Kompleks Perikanan, korban selamat, serta pihak-pihak yang mengetahui kondisi lokasi sebelum kejadian. Keterangan para saksi masih terus didalami dan dicocokkan dengan hasil pemeriksaan laboratorium forensik.


Terkait data korban, tercatat sebanyak enam orang meninggal dunia, sementara tiga korban lainnya masih dalam proses identifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri. Tim DVI terus melakukan pencocokan data antemortem dan postmortem melalui metode ilmiah yang meliputi pemeriksaan sidik jari, data medis, properti korban, hingga uji DNA. Dari total korban yang ditemukan, enam korban telah berhasil teridentifikasi dan diserahkan kepada pihak keluarga, sedangkan tiga korban lainnya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium guna memastikan identitas korban secara akurat dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.


Terkait data korban, tercatat enam orang meninggal dunia, sementara tiga korban lainnya masih dalam proses identifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri. Proses identifikasi dilakukan melalui pemeriksaan ilmiah yang saat ini masih berlangsung di laboratorium forensik.


"Kami belum dapat menyimpulkan sumber pasti ledakan sebelum seluruh hasil pemeriksaan laboratorium dan identifikasi korban diterima. Perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan kepada masyarakat setelah seluruh hasil tersebut terkumpul dan dianalisis," tambahnya.


Sementara itu, Kasie Ops dan Siaga Basarnas Biak, Andarias Alik, S.E., menyampaikan bahwa keputusan penghentian operasi pencarian diambil setelah tim tidak lagi menemukan tanda-tanda keberadaan korban maupun temuan baru di lokasi kejadian.


"Selama sembilan hari pelaksanaan operasi, Tim SAR Gabungan telah melaksanakan pencarian secara maksimal. Pada hari kesembilan tidak ditemukan lagi serpihan maupun indikasi keberadaan korban. Berdasarkan hasil evaluasi bersama seluruh unsur yang terlibat serta keluarga korban, Operasi SAR Gabungan resmi ditutup pada 8 Juni 2026 pukul 18.20 WIT," jelasnya.


Basarnas mencatat bahwa selama operasi berlangsung, tim gabungan berhasil menemukan enam korban meninggal dunia. Adapun tiga korban lainnya masih menunggu hasil identifikasi resmi dari Tim DVI Polri.


Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Biak Numfor memastikan akan terus memberikan perhatian dan pendampingan kepada keluarga korban maupun warga yang terdampak langsung akibat peristiwa tersebut.


Sementara itu, Posko Kesehatan yang didirikan oleh Pemerintah Kabupaten Biak Numfor melalui Dinas Kesehatan di Hotel Mapia hingga saat ini masih beroperasi untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada keluarga korban dan warga terdampak ledakan. Layanan tersebut menjadi bagian dari upaya pemulihan yang terus dilakukan pemerintah daerah pascakejadian.


Pemerintah Kabupaten Biak Numfor melalui instansi terkait juga telah melakukan inventarisasi terhadap rumah-rumah warga yang mengalami kerusakan akibat ledakan. Hasil pendataan tersebut akan menjadi dasar pelaksanaan perbaikan dan renovasi bangunan yang terdampak.


Pemerintah daerah menegaskan akan terus berkoordinasi dengan Polres Biak Numfor, TNI, Basarnas, dan instansi terkait lainnya dalam rangka pemulihan pascakejadian serta mengantisipasi apabila ditemukan kembali serpihan atau material yang berpotensi membahayakan masyarakat.


Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mempercayakan proses penyelidikan kepada aparat yang berwenang.


"Polda Papua bersama seluruh unsur terkait berkomitmen mengungkap secara tuntas penyebab ledakan ini melalui proses penyidikan yang profesional, transparan, dan berbasis pembuktian ilmiah. Kami juga mengajak masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi serta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan benda mencurigakan atau material yang diduga merupakan sisa perang agar dapat ditangani sesuai prosedur dan tidak membahayakan keselamatan warga," tegas Kabid Humas.


Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan segera melaporkan kepada aparat keamanan apabila menemukan benda mencurigakan atau material yang diduga merupakan sisa perang agar dapat ditangani sesuai prosedur yang berlaku.


Dengan ditutupnya Operasi SAR, fokus penanganan kini diarahkan pada penyelesaian proses identifikasi korban, penyidikan penyebab ledakan, serta pemulihan kondisi sosial dan psikologis masyarakat terdampak di Kompleks Perikanan Biak.


Ops Sikat Cartenz 2026, Tim Gabungan Polda Papua Amankan Terduga Pelaku Curat di Dok IX Atas

 


Jayapura – Tim URC Resmob Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Papua bersama Tim Opsnal Polsek Jayapura Utara yang tergabung dalam Satgas Gakkum Operasi Sikat Cartenz 2026 berhasil mengamankan seorang terduga pelaku pencurian dengan pemberatan (curat) di wilayah Dok IX Atas, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura, Senin (08/06).


Penangkapan tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan polisi terkait kasus pencurian yang terjadi pada April 2026. Dalam peristiwa tersebut, pelaku diduga masuk ke rumah korban melalui jendela saat penghuni rumah sedang tertidur, kemudian mengambil sejumlah barang berharga milik korban.


Barang yang dilaporkan hilang antara lain satu unit televisi merek Coocaa dan satu unit sepeda motor Yamaha Mio Soul GT warna hitam yang terparkir di garasi rumah korban. Korban baru menyadari kejadian tersebut saat terbangun pada pagi hari dan mendapati barang-barangnya telah hilang.


Berdasarkan laporan yang diterima, Tim URC Resmob Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Papua bersama Tim Opsnal Polsek Jayapura Utara melakukan serangkaian penyelidikan guna mengungkap pelaku. Dari hasil pengumpulan informasi dan pengembangan di lapangan, petugas memperoleh informasi mengenai keberadaan seorang pria yang diduga terlibat dalam penjualan barang hasil curian di kawasan Dok IX Atas.


Menindaklanjuti informasi tersebut, tim gabungan bergerak menuju lokasi dan berhasil mengamankan seorang terduga pelaku yang saat itu berada di sekitar kompleks tempat tinggalnya. Selanjutnya, terduga pelaku dibawa ke Ditreskrimum Polda Papua guna menjalani pemeriksaan dan proses penyidikan lebih lanjut.


Dalam pengungkapan kasus ini, petugas turut mengamankan barang bukti berupa satu unit televisi merek Coocaa warna hitam dan satu unit sepeda motor Yamaha Mio Soul GT yang diduga merupakan hasil tindak pidana pencurian.


Kasatgas Gakkum Operasi Sikat Cartenz 2026, Kompol I Dewa Gde Ditya K., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa keberhasilan pengungkapan tersebut merupakan hasil kerja sama dan sinergitas antara personel Ditreskrimum Polda Papua dan jajaran Polsek Jayapura Utara dalam menindak pelaku kejahatan konvensional yang meresahkan masyarakat.


"Melalui Operasi Sikat Cartenz 2026, kami terus berupaya menekan angka kriminalitas, khususnya kasus pencurian yang merugikan masyarakat. Kami juga akan terus melakukan pengembangan guna mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam perkara ini," ujarnya.


Saat ini penyidik masih melakukan pendalaman dan pengembangan kasus serta berkoordinasi dengan Unit Reskrim Polsek Jayapura Utara untuk melengkapi proses penyidikan lebih lanjut.


Propam Polda Papua Gelar Pembinaan Etika Profesi dan Asistensi Pelanggaran Kode Etik Profesi Polri di Polres Supiori

 


Jayapura – Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Papua melalui Tim Subbid Wabprof melaksanakan kegiatan Pembinaan Etika Profesi Polri dan Asistensi Pelanggaran Kode Etik Profesi Polri (KEPP) di Aula Rum Kankon Kakara Mapolres Supiori. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, profesionalisme, dan integritas personel dalam pelaksanaan tugas kepolisian. Senin (08/06/2026).


Kegiatan pembinaan dan asistensi tersebut diikuti oleh para Pejabat Utama (PJU) serta para perwira Polres Supiori. Turut hadir dan mendampingi kegiatan, Wakapolres Supiori Kompol Handry M. Bawiling, S.Sos., S.H., M.M., bersama Ps. Kasubbid Wabprof Bid Propam Polda Papua Kompol Walman M. Simalango, S.H., M.H.


Mengawali kegiatan, Wakapolres Supiori Kompol Handry M. Bawiling menyampaikan sambutan sekaligus mengucapkan selamat datang kepada Tim Subbid Wabprof Bid Propam Polda Papua. Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi sarana pembelajaran bagi seluruh personel untuk semakin memahami etika profesi dan aturan yang berlaku di lingkungan Polri.


“Melalui kegiatan pembinaan dan asistensi ini, saya berharap seluruh personel dapat mengikuti setiap materi dengan baik, sehingga mampu meningkatkan pemahaman terkait etika profesi, disiplin, serta tanggung jawab dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Jadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk terus memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.” ujar Kompol Handry.


Selanjutnya, Ps. Kasubbid Wabprof Bid Propam Polda Papua Kompol Walman M. Simalango memberikan arahan sekaligus menyampaikan maksud dan tujuan pelaksanaan kegiatan pembinaan etika profesi Polri dan asistensi pelanggaran Kode Etik Profesi Polri.


“Pembinaan etika profesi dan asistensi pelanggaran kode etik ini merupakan bagian dari upaya penguatan fungsi pengawasan internal Polri. Kami berharap seluruh personel dapat memahami ketentuan yang berlaku, menghindari setiap bentuk pelanggaran, serta menjadikan kode etik profesi sebagai pedoman dalam bertugas dan melayani masyarakat.” jelas Kompol Walman.


Ia juga menambahkan bahwa kegiatan serupa akan terus dilaksanakan sebagai langkah preventif dalam menekan angka pelanggaran serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia Polri.


“Kami berharap setelah kegiatan ini seluruh personel semakin memahami mekanisme penegakan kode etik profesi Polri dan mampu mengimplementasikan nilai-nilai profesionalisme, integritas, serta disiplin dalam setiap pelaksanaan tugas.” tambahnya.


Melalui kegiatan ini, Bid Propam Polda Papua berharap terwujudnya personel Polri yang semakin profesional, berintegritas, dan mampu menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

Semarak HUT Bhayangkara ke-80, Turnamen Mini Soccer Kapolda Cup 2026 Resmi Bergulir di Polda Papua

 


Jayapura – Dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80, Polda Papua menggelar Turnamen Mini Soccer Kapolda Cup 2026 yang secara resmi dimulai di Lapangan Hijau Mapolda Papua, Koya Koso, Kota Jayapura, Senin (08/06/2026).


Turnamen yang diikuti oleh satuan kerja (Satker) dan satuan wilayah (Satwil) jajaran Polda Papua tersebut menjadi salah satu rangkaian kegiatan HUT Bhayangkara ke-80 yang bertujuan mempererat soliditas, memperkuat sinergitas, serta menumbuhkan semangat sportivitas di kalangan personel Polri.


Kegiatan tersebut dihadiri oleh Karo Rena Polda Papua, Kombes Pol Ary Wahyu Widijananto, S.I.K, Karo Log Polda Papua, Kombes Pol Dafcoriza, S.I.K., M.Sc, para PJU Polda Papua, Auditor Kepolisian Madya TK. III Itwasda Polda Papua, Kombes Pol. Ramses Sianipar, S.I.K., M.H., serta para peserta Turnamen.


Sebelum pertandingan dimulai, seluruh peserta menjalani pemeriksaan kesehatan sebagai bentuk komitmen panitia dalam memastikan kondisi fisik pemain tetap prima selama mengikuti kompetisi.


Sejumlah pertandingan berlangsung sengit dan menarik sejak pagi hingga sore hari. Pada sesi pertama, laga antara Bid Propam dan Biro Log berakhir imbang 1-1, sementara Ditreskrimsus berhasil mengalahkan Ditbinmas dengan skor 1-0. 


Samapta juga sukses meraih kemenangan tipis 1-0 atas Brimob, sedangkan Ditpolairud tampil dominan dengan menaklukkan Biro Rena 3-0.


Di pertandingan lainnya, Polres Sentani berhasil mengalahkan Densus 88 dengan skor 2-0. PAS 3 mencatat kemenangan meyakinkan 4-1 atas Biro SDM, sedangkan Polres Keerom menang tipis 1-0 atas Ditreskrimum. Adapun laga antara Polres Sarmi dan Ditlantas berakhir tanpa gol.


Pada sesi kedua, Bid Dokkes mengalahkan Bid Labfor dengan skor 3-1 dan Bid TIK menang tipis 1-0 atas Spripim. Tim Intelkam tampil impresif setelah mengalahkan Ditres Siber 3-0, sementara Yanma menundukkan Ditresnarkoba dengan skor 2-0.


Laga Biro Ops melawan OCD berakhir imbang 1-1. Itwasda berhasil mengatasi perlawanan Rumah Sakit Bhayangkara dengan skor 3-0. Sementara itu, Polresta Jayapura menjadi tim paling produktif pada hari pertama dengan kemenangan telak 5-0 atas Tahti. 


Pertandingan penutup mempertemukan Bid Propam melawan Bid Humas yang berakhir dengan kemenangan Bid Propam 3-0.


Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., mengatakan bahwa Turnamen Mini Soccer Kapolda Cup 2026 bukan sekadar ajang kompetisi olahraga, melainkan momentum untuk memperkuat kebersamaan dan semangat persaudaraan di lingkungan Polri.


“Melalui Turnamen Mini Soccer Kapolda Cup ini, kami ingin membangun semangat kebersamaan, kekompakan, dan sportivitas antarpersonel. Nilai-nilai tersebut sangat penting sebagai modal utama dalam mendukung pelaksanaan tugas-tugas kepolisian yang semakin kompleks dan dinamis,” ucap Kombes Pol Cahyo.


Menurutnya, peringatan HUT Bhayangkara ke-80 menjadi momentum bagi seluruh insan Bhayangkara untuk terus memperkuat komitmen pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.


“HUT Bhayangkara ke-80 tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga momentum refleksi bagi seluruh anggota Polri untuk terus meningkatkan profesionalisme, integritas, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Melalui berbagai kegiatan yang dilaksanakan, kami ingin menumbuhkan semangat Bhayangkara yang Presisi, humanis, dan semakin dekat dengan masyarakat,” ungkapnya.


Lebih lanjut, Kombes Pol Cahyo berharap seluruh rangkaian kegiatan HUT Bhayangkara yang digelar Polda Papua dapat mempererat hubungan antarpersonel sekaligus menumbuhkan semangat positif dalam menjalankan tugas pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat.


Kompetisi ini dijadwalkan akan terus berlanjut dengan menghadirkan pertandingan-pertandingan menarik antar Satker dan Satwil jajaran Polda Papua dalam rangka menyemarakkan HUT Bhayangkara ke-80 Tahun 2026.

08/06/26

Ramses Wally Resmi Bergabung dengan Golkar Papua, Siap Jalankan Penugasan Partai

 


Jayapura – Tokoh Papua, Ramses Wally, resmi bergabung dengan Partai Golkar Papua. 


Bergabungnya Ramses Wally menjadi bagian dari upaya memperkuat konsolidasi organisasi serta memperluas kontribusi dalam mendukung pembangunan dan kemajuan Papua.


Dalam kesempatan tersebut, Ramses Wally menyampaikan bahwa keputusannya bergabung dengan Partai Golkar dilandasi oleh semangat pengabdian kepada masyarakat dan daerah. 


Menurutnya, politik harus menjadi sarana untuk menghadirkan solusi, memperkuat persatuan, serta mendorong percepatan pembangunan yang berpihak kepada kepentingan rakyat.


"Saya siap menjalankan tugas dan amanah yang diberikan oleh Partai Golkar. Bagi saya, yang terpenting bukan sekadar menjadi tokoh politik, tetapi bagaimana dapat berperan sebagai tokoh negarawan yang mampu menjembatani berbagai kepentingan demi kemajuan Papua dan kesejahteraan masyarakat," ujar Ramses Wally.


Ia menegaskan bahwa Papua membutuhkan kolaborasi dari seluruh elemen bangsa, baik pemerintah, partai politik, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, maupun masyarakat, untuk bersama-sama menjaga stabilitas dan mendorong pembangunan yang berkelanjutan.


Ramses juga menyampaikan komitmennya untuk mendukung berbagai program pembangunan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat persatuan, serta menciptakan iklim yang kondusif bagi kemajuan Papua.


Sementara itu, jajaran Partai Golkar Papua menyambut baik bergabungnya Ramses Wally. Kehadirannya dinilai dapat memperkuat kapasitas partai dalam membangun komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat serta mendukung agenda pembangunan daerah.


Masuknya Ramses Wally ke Partai Golkar Papua diharapkan mampu memberikan energi baru bagi penguatan demokrasi, pembangunan, dan terciptanya sinergi yang lebih luas dalam mewujudkan Papua yang aman, maju, dan sejahtera.


"Papua membutuhkan kebersamaan dan kolaborasi. Saya ingin menjadi bagian dari upaya tersebut dengan mengedepankan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok," tutup Ramses Wally.