View AllNews

Nasional

Hukum

Latest News

08/09/26

Dekat dengan Rakyat, Babinsa Selokbesuki Sambangi Warga di Dusun Krajan Wetan



Lumajang – Dalam rangka mempererat hubungan silaturahmi sekaligus meningkatkan kedekatan dengan masyarakat di wilayah binaan, Babinsa Selokbesuki Koramil 0821-02/Sukodono Sertu Sunyoto melaksanakan komunikasi sosial (Komsos) dengan warga di Dusun Krajan Wetan, Desa Selokbesuki, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (8/9/2026).


Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui kunjungan dan silaturahmi di rumah Yulianto, salah satu warga Dusun Krajan Wetan RT 002 RW 007 Desa Selokbesuki. Dalam kesempatan itu, Sertu Sunyoto berinteraksi langsung dengan warga serta menggali berbagai informasi terkait kondisi dan perkembangan lingkungan masyarakat.


Menurut Sertu Sunyoto, Komsos merupakan salah satu sarana penting bagi Babinsa untuk membangun komunikasi yang baik dengan warga binaan. Melalui interaksi secara langsung, Babinsa dapat lebih memahami berbagai kondisi, kebutuhan, maupun permasalahan yang dihadapi masyarakat.


“Silaturahmi seperti ini menjadi kesempatan bagi kami untuk lebih dekat dengan warga. Dengan komunikasi yang baik, diharapkan terjalin hubungan yang harmonis sehingga setiap perkembangan di wilayah dapat diketahui dan dikoordinasikan bersama,” ujarnya.


Ia juga mengajak warga untuk terus menjaga kerukunan, kepedulian terhadap lingkungan serta meningkatkan semangat gotong royong. Menurutnya, keamanan dan kenyamanan wilayah bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi membutuhkan peran serta seluruh elemen masyarakat.


Sementara itu, Yulianto menyambut baik kegiatan silaturahmi yang dilakukan Babinsa. Menurutnya, kehadiran Babinsa di tengah masyarakat memberikan ruang bagi warga untuk berkomunikasi dan menyampaikan berbagai hal yang berkaitan dengan kondisi lingkungan.


“Dengan adanya silaturahmi seperti ini, komunikasi antara warga dan Babinsa semakin dekat. Kami juga merasa lebih mudah untuk menyampaikan informasi maupun permasalahan yang ada di lingkungan,” ungkapnya.


Kegiatan Komsos tersebut menjadi bagian dari upaya Babinsa dalam membangun kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kedekatan yang terjalin diharapkan mampu memperkuat sinergi antara Babinsa dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, rukun, serta kondusif. (Pendim0821)

Jaga Kesehatan Warga, Babinsa Citrodiwangsan Dampingi Pelaksanaan PSN dan Fogging



Lumajang – Dalam rangka mendukung upaya pencegahan dan pengendalian penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), Babinsa Citrodiwangsan Koramil 0821-01/Lumajang Sertu Hari Suyono melaksanakan pendampingan kegiatan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui fogging di kawasan pemukiman warga RW 005 Kelurahan Citrodiwangsan, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (8/9/2026).


Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama Pemerintah Kelurahan Citrodiwangsan sebagai bentuk sinergi dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mengantisipasi berkembangnya nyamuk Aedes aegypti yang menjadi salah satu penyebab penyakit DBD.


Dalam pelaksanaannya, Sertu Hari Suyono turut mendampingi proses kegiatan sekaligus membantu memastikan pelaksanaan fogging berjalan dengan tertib dan menjangkau lingkungan warga.


“Pendampingan ini merupakan bentuk kepedulian dan sinergi Babinsa bersama Pemerintah Kelurahan dalam menjaga kesehatan masyarakat. Kami mengajak warga untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan, terutama dengan rutin menguras, menutup dan membersihkan tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk,” ujar dia.


Menurutnya, kegiatan PSN tidak hanya mengandalkan fogging, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Fogging merupakan langkah pengendalian nyamuk dewasa, sedangkan pemberantasan tempat berkembang biaknya nyamuk harus dilakukan secara berkelanjutan oleh masyarakat.


Sementara itu, Lurah Citrodiwangsan Wisnu Nur Rochman, S.STP., M.A.P., menyampaikan bahwa kegiatan PSN dan fogging merupakan langkah bersama untuk menciptakan lingkungan pemukiman yang bersih dan sehat.


“Kami mengajak seluruh warga untuk meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Fogging ini merupakan salah satu upaya pencegahan, namun yang paling penting adalah kesadaran masyarakat untuk secara rutin membersihkan tempat-tempat yang dapat menjadi perkembangbiakan nyamuk,” ungkap Wisnu.


Ia mengimbau masyarakat agar tidak hanya mengandalkan kegiatan fogging, tetapi turut melakukan pemeriksaan dan pemberantasan sarang nyamuk secara rutin di lingkungan rumah masing-masing. Menurutnya, keterlibatan warga sangat penting karena kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.


Melalui kegiatan tersebut, sinergi antara Babinsa dan Pemerintah Kelurahan diharapkan dapat terus diperkuat dalam mendukung terciptanya lingkungan yang bersih, sehat dan bebas dari potensi penyebaran penyakit, khususnya DBD. Selain itu, partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan program PSN di wilayah. (Pendim0821)

Dandim 0821/Lumajang Sambut Ketua BAZNAS, Bahas Program Strategis Tahun 2026



LUMAJANG – Komandan Kodim 0821/Lumajang Letkol Arh Anton Subhandi, S.A.P., M.I.P., menyambut kedatangan Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Lumajang beserta jajaran di Makodim 0821/Lumajang, Selasa (8/9/2026).


Pertemuan tersebut menjadi momentum silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antara Kodim 0821/Lumajang dengan BAZNAS Kabupaten Lumajang dalam mendukung berbagai program kemasyarakatan.


Letkol Arh Anton Subhandi menyampaikan bahwa kunjungan Ketua BAZNAS Kabupaten Lumajang merupakan agenda silaturahmi pimpinan baru, sekaligus penyampaian sejumlah program strategis BAZNAS Kabupaten Lumajang tahun 2026.


“Pertemuan ini merupakan silaturahmi dengan pimpinan baru BAZNAS Kabupaten Lumajang. Selain itu, disampaikan pula sejumlah program strategis BAZNAS tahun 2026 yang diharapkan dapat terus bersinergi dengan berbagai pihak,” terang Dandim 0821/Lumajang Letkol Arh Anton Subhandi, S.A.P., M.I.P.


Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas pentingnya kolaborasi dalam mendukung masyarakat, khususnya melalui program sosial dan pemberdayaan yang dapat memberikan manfaat secara langsung bagi warga Kabupaten Lumajang.


Dandim berharap komunikasi dan koordinasi yang telah terjalin dapat semakin diperkuat, sehingga berbagai program kemasyarakatan dapat berjalan secara optimal dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.


Silaturahmi tersebut sekaligus menjadi langkah awal untuk mempererat hubungan kelembagaan serta membangun kolaborasi yang berkelanjutan antara Kodim 0821/Lumajang dan BAZNAS Kabupaten Lumajang.( pendim 0821)

Beri Wawasan Tentang Karhutla, Tim Mabes TNI Gelar Penyuluhan Di Kuaro



Kodim 0904/Paser, Kuaro - Dalam melaksanakan Upaya Pencegahan Karhutal di wilayah Kabupaten Paser, Brigjen TNI Joko Setyo Putro (Mabes TNI) beserta Tim laksanakan Penyuluhan penanggulangan Karhutla di Kecamatan Kuaro. Selasa (8/9/2026)


Kegiatan ini merupakan salah satu upaya dari Tim Mabes TNI dalam mencegah terjadinya Kebakaran Hutan Dan Lahan khususnya di wilayah Kecamatan Kuaro.


Penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada masyarakat Kecamatan Kuaro terkait bahayanya tindakan warga dengan kegiatan membakar lahan pribadi maupun hutan.


"Terima kasih kepada Pemerintah Kecamatan Kuaro beserta masyarakat yang telah hadir mengikuti Penyuluhan pada hari ini. Ini kita lakukan untuk kepentingan kita bersama" ujar Brigjen TNI Joko Setyo Putro selaku Ketua Tim Penyuluhan dari Mabes TNI.


Masyarakat juga diberikan solusi dalam membuka lahan serta cara membuka lahan yang benar dengan cara tidak dibakar.


"Walaupun usaha kita untuk membuka lahan dengan cara dibakar memakan biaya sedikit, namun dampak negatifnya sangat besar. Baik untuk diri sendiri maupun untuk lingkungan kita" Ketua Tim menambahkan.


Tim juga mendapatkan saran dari masyarakat untuk masukan terkait penanggulangan Karhutla. 


Disini terjadi diskusi antara Tim Penyuluhan dengan Masyarakat untuk mendapatkan solusi yang terbaik baik dari segi keamanan maupun kesehatan untuk masyarakat Paser.


Kegiatan ini juga menjadi salah satu kolaborasi/kerjasama antara Instansi Pemeritahan dalam mendukung penanggulangan Karhutla Di wilayah Kabupaten Paser.


Dim 0904/Psr

Jembatan Respen Jadi Harapan Baru Warga dan Petani, Permudah Akses Membawa Hasil Panen

 


Malinau — Pembangunan Jembatan Respen menjadi harapan baru bagi masyarakat Desa Respen, khususnya para petani yang selama ini menghadapi keterbatasan akses dalam menjalankan aktivitas sehari-hari maupun membawa hasil pertanian dari kebun menuju permukiman dan pusat ekonomi.


Keberadaan jembatan tersebut memberikan kemudahan bagi warga yang sebelumnya harus menghadapi kondisi akses yang sulit, terutama ketika membawa hasil panen dengan menggunakan kendaraan maupun secara manual.


Bagi para petani, jembatan ini bukan sekadar sarana penghubung, tetapi menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran kegiatan pertanian. Akses yang lebih baik diharapkan dapat mempercepat proses pengangkutan hasil panen sekaligus mengurangi kesulitan dan beban yang selama ini dirasakan masyarakat.


Dengan semakin mudahnya akses transportasi, hasil pertanian warga diharapkan dapat dibawa dan dipasarkan dengan lebih cepat, sehingga turut mendukung peningkatan aktivitas ekonomi serta kesejahteraan masyarakat.


Pembangunan Jembatan Respen juga mencerminkan hadirnya pembangunan infrastruktur yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat di wilayah pedesaan. Jembatan tersebut diharapkan dapat terus dimanfaatkan dan dijaga bersama oleh masyarakat sebagai fasilitas penting untuk menunjang mobilitas warga dan perekonomian setempat.


Jembatan Respen kini bukan hanya penghubung antarwilayah, tetapi menjadi penghubung harapan—membuka akses, memperlancar aktivitas petani, dan membawa hasil kerja masyarakat menuju kehidupan yang lebih baik.

07/09/26

Cegah Karhutla, Polres Biak Numfor Gelar Apel Kesiapsiagaan dan Tekankan Respons Cepat

 


Jayapura – Menghadapi potensi musim kemarau dan ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Polres Biak Numfor menggelar Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Karhutla Tahun 2026, Senin (07/09/2026).


Apel dipimpin langsung Kapolres Biak Numfor AKBP Arjuna Wijaya, S.I.K. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Biak Numfor, Komandan Kodim 1708/BN, Danlanal Biak, Danlanud Manuhua Biak, Komandan Batalyon Infanteri TP 858/MSB, Danki 4 Batalyon A Pelopor Brimob Biak, Kepala Basarnas Biak Numfor, Kasat Pol PP Kabupaten Biak Numfor, Kepala BPBD Biak, Kepala BMKG Kabupaten Biak Numfor, Kepala Dinas Kesehatan Biak serta Kepala UPTD KPHL Biak Numfor.


Dalam amanatnya, Kapolres menegaskan bahwa Karhutla merupakan salah satu ancaman serius yang dapat memberikan dampak luas, tidak hanya terhadap kelestarian lingkungan, tetapi juga kesehatan masyarakat, perekonomian serta keamanan dan ketertiban masyarakat.


“Rekan-rekan sekalian, Karhutla merupakan salah satu ancaman yang dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, perekonomian serta keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujar AKBP Arjuna Wijaya.


Kapolres menyampaikan bahwa penanggulangan Karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu fungsi maupun satu instansi saja. Diperlukan kesiapsiagaan seluruh personel, kecepatan dalam merespons setiap kejadian serta koordinasi yang kuat bersama Pemerintah Daerah, TNI, BPBD, Damkar, masyarakat dan seluruh stakeholder terkait.


Untuk memastikan kesiapan tersebut, Kapolres memberikan 10 penekanan kepada seluruh personel yang terlibat dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla.


Pertama, meningkatkan deteksi dini dan monitoring terhadap wilayah yang memiliki potensi terjadinya Karhutla. Setiap perkembangan situasi agar segera dilaporkan secara berjenjang sehingga dapat ditindaklanjuti dengan cepat.


Kedua, melaksanakan patroli secara intensif di wilayah yang dianggap rawan serta membangun komunikasi dengan masyarakat guna mencegah adanya aktivitas pembakaran hutan dan lahan.


Ketiga, apabila ditemukan titik api atau terjadi Karhutla, personel diminta segera melakukan respons cepat, berkoordinasi dengan instansi terkait serta melaksanakan pemadaman awal sesuai kemampuan dan peralatan yang tersedia.


Keempat, kepada personel Intelkam agar melakukan pemetaan wilayah rawan, meningkatkan deteksi terhadap potensi gangguan serta melakukan pendalaman apabila terdapat informasi mengenai dugaan pembakaran yang dilakukan secara sengaja.


Kelima, kepada Satreskrim, apabila ditemukan indikasi tindak pidana, agar segera melakukan langkah penyelidikan dan penyidikan secara profesional sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.


Keenam, kepada Satbinmas agar meningkatkan kegiatan sambang dan penyuluhan kepada masyarakat untuk mencegah praktik pembakaran hutan maupun lahan secara sembarangan.


Ketujuh, kepada Satsamapta dan Polsek jajaran agar meningkatkan patroli serta kesiapsiagaan personel dengan memastikan kendaraan dan peralatan pendukung berada dalam kondisi siap digunakan.


Kedelapan, kepada Sihumas agar melaksanakan dokumentasi dan publikasi kegiatan secara proporsional serta menyampaikan informasi yang benar, akurat dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.


Kesembilan, dalam setiap pelaksanaan tugas di lapangan, personel diminta mengutamakan keselamatan, baik keselamatan anggota maupun masyarakat. Setiap tindakan harus dilakukan dengan memperhitungkan situasi dan risiko yang ada.


Kesepuluh, seluruh personel diminta menjaga soliditas, kekompakan serta komunikasi antar-satuan agar setiap langkah penanganan dapat berjalan secara terpadu dan efektif.


Kapolres berharap apel kesiapsiagaan tersebut tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar menjadi momentum untuk memastikan kesiapan seluruh personel dalam menghadapi setiap kemungkinan yang terjadi.


“Melalui apel siaga ini, saya berharap seluruh personel benar-benar siap menghadapi setiap kemungkinan yang terjadi. Apabila ditemukan adanya Karhutla, kita harus mampu bertindak cepat, tepat dan terkoordinasi,” tegasnya.


Kapolres juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga wilayah Kabupaten Biak Numfor agar tetap aman, masyarakat terlindungi dan lingkungan tetap terjaga.


“Mari kita bersama-sama menjaga wilayah Kabupaten Biak Numfor agar tetap aman, masyarakat terlindungi dan lingkungan tetap terjaga,” ujarnya.


Menutup amanatnya, Kapolres menyampaikan tiga pesan kunci yang menjadi pedoman bersama dalam menghadapi ancaman Karhutla, yaitu:


“CEGAH KARHUTLA SEBELUM TERJADI. RESPONS CEPAT KETIKA TERJADI. LINDUNGI MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN.”


Apel kesiapsiagaan ini sekaligus memperkuat sinergi antara Polres Biak Numfor dan seluruh stakeholder dalam mengantisipasi potensi Karhutla di wilayah Kabupaten Biak Numfor sepanjang tahun 2026.


Melalui kesiapsiagaan personel, penguatan patroli dan deteksi dini, edukasi masyarakat, serta sinergi lintas sektoral, Polres Biak Numfor berkomitmen untuk terus melakukan langkah pencegahan agar potensi Karhutla dapat diminimalisir dan masyarakat serta lingkungan tetap terlindungi.


Max Ohee Ajak Generasi Muda Papua Pahami Sejarah dan Jaga NKRI

  


Jayapura - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Barisan Merah Putih Republik Indonesia (BMP RI) Provinsi Papua, Max Abner F. Ohee, mengajak generasi muda untuk memahami sejarah perjalanan Papua dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sekaligus menyadari hak dan tanggung jawab sebagai warga negara. Pesan tersebut disampaikan Max Ohee dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.


Menurut Max Ohee, generasi muda memiliki peran besar dalam menentukan masa depan daerah dan bangsa. Karena itu, pemahaman mengenai identitas, sejarah, serta tanggung jawab sebagai warga negara dinilai penting sebagai pegangan dalam kehidupan bermasyarakat.


“Generasi muda harus mengetahui jati dirinya dan memahami bahwa sebagai warga negara, kita bukan hanya memiliki hak, tetapi juga tanggung jawab,” ujar Max Ohee.


Ia mengatakan, salah satu tanggung jawab bersama adalah menjaga keamanan dan kedamaian di Tanah Papua, termasuk di tingkat kampung, distrik, kabupaten, dan kota.


Di sisi lain, masyarakat juga memiliki berbagai hak untuk memperoleh pendidikan, menjalankan aktivitas, serta mendapatkan kesempatan mengembangkan diri. Namun, menurut Max, pemenuhan hak tersebut harus diimbangi dengan kesadaran untuk menjaga lingkungan dan mendukung berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.


Max Ohee juga menyinggung sejarah Penentuan Pendapat Rakyat (PEPERA) Tahun 1969 yang, menurut pandangannya, merupakan bagian penting dari proses sejarah Papua dalam NKRI.


Ia menyampaikan bahwa pelaksanaan PEPERA telah melibatkan perwakilan masyarakat dari berbagai wilayah Papua yang pada saat itu menyatakan pilihan untuk bergabung dengan Indonesia.


“Generasi muda perlu memahami perjalanan sejarah Papua agar memiliki dasar dan pegangan dalam menyikapi berbagai persoalan yang berkembang saat ini,” katanya.


Menurut Max, hasil proses tersebut kemudian menjadi bagian dari catatan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Karena itu, ia meminta generasi muda untuk memahami sejarah berdasarkan dokumen dan proses yang telah terjadi.


Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai narasi atau isu-isu provokatif yang berpotensi menimbulkan perpecahan dan konflik di tengah kehidupan sosial.


“Kalau kita terus mempertentangkan persoalan yang sama tanpa melihat proses sejarah yang telah dilalui, maka energi, waktu, dan tenaga kita akan habis. Lebih baik generasi muda memikirkan bagaimana membangun masa depan Papua,” ujarnya.


Dalam kesempatan tersebut, Max mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga silaturahmi, kebersamaan,persatuan serta nilai kebhinnekaan di Tanah Papua.


Menurutnya, keberagaman suku, agama, dan latar belakang masyarakat harus menjadi kekuatan untuk saling menopang dan membangun kehidupan yang harmonis.


Max Ohee mengajak masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia yang tinggal di Papua untuk terus membangun kepedulian sosial terhadap sesama, khususnya masyarakat yang membutuhkan perhatian dalam bidang pendidikan dan kesejahteraan.


“Kita semua hidup bersama di atas tanah ini. Karena itu, mari saling menghargai, saling membantu, dan saling menopang sebagai sesama makhluk sosial,” katanya.


Ia menilai pembangunan sumber daya manusia menjadi salah satu aspek penting dalam mendorong kemajuan Papua. Pendidikan, peningkatan kesejahteraan, dan penguatan kapasitas masyarakat harus terus mendapat perhatian bersama.


Menurutnya, semangat kebersamaan antara masyarakat asli Papua dan masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia perlu terus diperkuat untuk menghadapi berbagai tantangan pembangunan.


Max Ohee berharap peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan dan saling menghargai.


Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga Papua sebagai rumah bersama, sehingga kehidupan sosial, aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pembangunan dapat berjalan dengan baik.


“Mari setelah perayaan kemerdekaan ini kita semakin menghargai satu sama lain. Papua adalah rumah kita bersama dan menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaganya agar tetap aman dan damai,” ujarnya.


Melalui semangat persatuan dan kebhinnekaan, BMP RI Papua berharap seluruh masyarakat dapat terus menjaga keamanan dan ketertiban serta berkontribusi dalam membangun Papua menuju kehidupan yang lebih maju dan sejahtera. (Redaksi)

06/09/26

Ikrar Komunitas Game Online Pasuruan Kota, Tim Turnamen Mobile Legends Komitmen Jaga Kamtibmas

  


PASURUAN – Komitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat ditunjukkan komunitas game online Pasuruan Kota melalui pembacaan Ikrar Komunitas Game Online Pasuruan Kota dalam rangkaian Turnamen Mobile Legends Kapolres Pasuruan Kota Tahun 2026.


Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 5–6 September 2026, tersebut digelar di Gedung Wicaksana Laghawa Polres Pasuruan Kota dan Cafe Cesa yang diikuti sebanyak 41 tim.


Pembacaan ikrar disaksikan langsung oleh Kapolres Pasuruan Kota AKBP Arief Ardiansyah Prasetyo, S.H., S.I.K., M.H., bersama para Pejabat Utama Polres Pasuruan Kota, Ketua Esports Pasuruan Kota serta anggota komunitas.


Dalam ikrar tersebut, komunitas game online Pasuruan Kota menyatakan komitmennya untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban dan kenyamanan Kota Pasuruan, serta membangun lingkungan komunitas yang positif, sehat dan bertanggung jawab.


Komunitas juga berjanji untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat, baik secara langsung maupun melalui aktivitas di ruang digital dan media sosial.


Selain itu, mereka menyatakan siap menjadi bagian dari masyarakat dalam menjaga kondusivitas Kota Pasuruan, menjunjung tinggi sportivitas, menghormati sesama, menaati aturan, serta turut mencegah dan melaporkan setiap potensi gangguan keamanan dan ketertiban kepada pihak yang berwenang.


Kapolres Pasuruan Kota AKBP Arief Ardiansyah Prasetyo, S.H., S.I.K., M.H. mengapresiasi komitmen komunitas game online yang dituangkan melalui ikrar tersebut. Menurutnya, keterlibatan komunitas dalam menjaga keamanan dan ketertiban merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap terciptanya situasi yang kondusif.


“Pembacaan ikrar ini merupakan langkah positif. Komunitas game online tidak hanya menjadi wadah hiburan dan kompetisi, tetapi juga dapat berperan dalam menjaga persaudaraan, sportivitas dan kondusivitas di tengah masyarakat,” ujar Kapolres


Ia menambahkan, ruang digital juga perlu dijaga bersama agar tetap sehat dan tidak menjadi sarana penyebaran konten maupun aktivitas yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban.


“Kami mengajak seluruh komunitas untuk terus menjunjung sportivitas, menghormati sesama, menaati aturan dan menggunakan ruang digital secara bijak. Jadikan esports sebagai sarana mengembangkan potensi dan prestasi generasi muda,” pungkasnya.


Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem esports yang sehat sekaligus memperkuat sinergi antara kepolisian dan komunitas dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, dengan semangat “Jogo Jatim, Pasuruan Kota SAE.”


Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pasuruan Kota AKP AKP Dhecki Tjahyono Try Yoga.

selaku Ketua Panitia mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan membangun komunitas esports yang positif.


“Esports ini bisa menjadi wadah untuk menyatukan kita, mempererat silaturahmi dan menyalurkan hobi secara positif. Kami berharap kegiatan seperti ini ke depan dapat digelar lebih meriah lagi dan semakin banyak peserta yang terlibat,” ujar AKP Dhecki Tjahyono Try Yoga.


Ia juga mengingatkan para peserta agar tidak terpengaruh oleh aktivitas game online yang memberikan dampak negatif serta dapat menggunakan perkembangan esports sebagai peluang untuk meraih prestasi.


“Kami berpesan agar teman-teman tidak terpengaruh game online yang berdampak negatif. Mari jadikan esports sebagai kegiatan yang sehat dan positif. Semoga ke depan teman-teman semua bisa menjadi atlet esports yang membanggakan,” tambahnya.