View AllNews

Nasional

Hukum

Latest News

16/05/26

Patroli dan Pengecekan Personel, Polres Mamberamo Tengah Pastikan Situasi Kamtibmas Tetap Kondusif

 


Jayapura – Dalam rangka menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), personel Polres Mamberamo Tengah melaksanakan patroli serta pengecekan kesiapsiagaan personel pengamanan di wilayah Kobakma, Kabupaten Mamberamo Tengah, Jumat (15/5/2026) malam.


Kegiatan patroli dipimpin oleh Pamapta III, Ipda Yohanis AP, S.H. bersama personel piket fungsi dengan menyambangi sejumlah titik pengamanan dan objek vital, di antaranya Bank Papua KCP Kobakma, kediaman pejabat, serta Pos Polisi Kobakma.


Dalam kegiatan tersebut, personel yang tengah melaksanakan tugas pengamanan dilakukan pengecekan terkait kesiapsiagaan, kelengkapan, serta pelaksanaan tugas di lapangan. 


Selain itu, personel juga diberikan arahan untuk meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat pengawasan terhadap situasi di sekitar lokasi pengamanan.


Ipda Yohanis mengatakan bahwa patroli dan kontrol personel merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan guna memastikan seluruh anggota tetap siap siaga dalam menjalankan tugas pengamanan.


“Patroli dan pengecekan personel ini dilakukan untuk memastikan seluruh anggota melaksanakan tugas dengan baik serta tetap waspada terhadap setiap perkembangan situasi kamtibmas di wilayah Kobakma,” ucap Ipda Yohanis.


Ia juga menegaskan kepada seluruh personel agar senantiasa menjaga disiplin, meningkatkan tanggung jawab selama bertugas, serta segera melaporkan apabila ditemukan potensi gangguan keamanan maupun hal-hal mencurigakan di lingkungan sekitar.


“Melalui kegiatan patroli rutin ini, kami ingin memastikan kehadiran Polri benar-benar dirasakan masyarakat sehingga situasi keamanan tetap aman, nyaman, dan kondusif,” pungkasnya.


Hingga patroli berakhir, situasi kamtibmas di wilayah Kobakma terpantau aman dan terkendali. Polres Mamberamo Tengah menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kegiatan preventif sebagai upaya memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat melalui kehadiran personel Polri di lapangan.


Tingkatkan Disiplin dan Profesionalisme, Bid Propam Polda Papua Gelar PNPP Hari Ke-5

 


Jayapura – Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Papua terus berupaya meningkatkan disiplin dan profesionalisme personel melalui kegiatan Pembinaan dan Pemulihan Profesi Khusus bagi Pegawai Negeri pada Polri (PNPP) Tahun 2026. Memasuki hari ke-5, kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Koordinator BTNCLO Mapolda Papua Koya Koso, Jumat (15/5/2026).


Kegiatan tersebut diikuti oleh peserta PNPP dengan pendampingan langsung dari personel Bid Propam Polda Papua. 


Hadir dalam kegiatan tersebut Kabbag Rehapers Bid Propam, Pembina Maya Sulistyowati, S.E., Ps. Kanit Hartib III Bidpropam Ipda Juanda Rut Gullit Silalahi, S.H., Ps. Kanit Riksa 1 Subbid Provos Ipda Edy Hamonangan, S.H., serta Ps. Pamin Subbagrehab Aipda Eka Purwantri.


Rangkaian kegiatan diawali dengan olahraga pagi dan apel pagi, dilanjutkan sarapan bersama serta sesi foto bersama. Setelah itu, peserta menjalani pemeriksaan urin dan pengisian daftar hadir sebagai bagian dari pengawasan dan evaluasi internal.


Pada siang hari, peserta melaksanakan ibadah Sholat Jumat sebelum kembali mengikuti kegiatan pembinaan berupa apel pengecekan dan long mars di kawasan Pos Polisi Holtekam.


Kabid Propam Polda Papua, Kombes Pol. Eko Yudi Karyanto, S.I.K., melalui Kabbag Rehapers Bid Propam Polda Papua mengatakan bahwa program PNPP merupakan bentuk pembinaan yang bertujuan memulihkan kembali sikap, mental, dan disiplin personel Polri yang melakukan pelanggaran disiplin maupun kode etik profesi.


“Melalui kegiatan ini, peserta diberikan pemahaman, pembinaan, serta pendampingan agar mampu memperbaiki perilaku dan meningkatkan kembali motivasi serta komitmen dalam pelaksanaan tugas sebagai anggota Polri,” ucap Kabid Propam.


Ia menambahkan bahwa pembinaan tersebut tidak hanya berfokus pada penegakan disiplin, tetapi juga membangun kembali karakter dan tanggung jawab personel dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.


“Diharapkan seluruh peserta dapat menjadikan kegiatan ini sebagai momentum introspeksi diri untuk kembali melaksanakan tugas secara profesional, disiplin, dan sesuai dengan nilai-nilai Tribrata serta Catur Prasetya,” tambahnya.

15/05/26

Tokoh Masyarakat Papua Pegunungan Ajak Seluruh Elemen Bersatu Hentikan Konflik di Wamena

  


Jumat 15 Mei 2026 - Tokoh masyarakat Papua Pegunungan asal Kabupaten Lanny Jaya, Befa Yigibalom, yang juga merupakan mantan Bupati Lanny Jaya, mengajak seluruh tokoh masyarakat, tokoh intelektual, serta para pemimpin daerah untuk bersama-sama menghentikan konflik antar Kabupaten yang terjadi di Wamena dan wilayah Papua Pegunungan.


Dalam keterangannya, Befa Yigibalom menyatakan dukungannya terhadap ajakan yang telah disampaikan oleh Briur Wenda terkait rencana pertemuan para tokoh masyarakat se-Lanny Jaya di Wamena guna membahas situasi keamanan yang tengah terjadi. Ia meminta seluruh tokoh masyarakat agar hadir dan bersama-sama melakukan komunikasi untuk mengendalikan situasi di Wamena.


“Besok atau paling lambat lusa kita harus berkumpul di Wamena untuk mulai melakukan komunikasi dan mengendalikan situasi yang terjadi,” ujar Befa Yigibalom.


Ia juga meminta pemerintah daerah, khususnya Bupati dan Wakil Bupati Lanny Jaya beserta jajaran, termasuk Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Pegunungan, agar segera merespons situasi yang berkembang. Menurutnya, masyarakat membutuhkan komunikasi dan langkah nyata dari para pemimpin daerah dalam upaya menciptakan perdamaian.


Befa Yigibalom berharap seluruh persoalan yang terjadi dapat segera diselesaikan dalam waktu dekat melalui pendekatan musyawarah dan dialog damai. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk berdoa agar situasi keamanan di Papua Pegunungan kembali kondusif.


“Kita berharap roh kedamaian masuk ke hati semua orang. Saya berharap peristiwa ini menjadi yang terakhir di Wamena dan seluruh Papua Pegunungan,” katanya.


Lebih lanjut, Befa Yigibalom menegaskan bahwa perang antarsuku tidak membawa manfaat bagi siapa pun. Menurutnya, seluruh suku di Papua Pegunungan memiliki kekuatan yang sama sehingga konflik hanya akan menimbulkan korban dari kedua belah pihak.


“Tidak ada satu suku yang paling hebat perang. Semua suku sama-sama kuat. Karena itu perang ini tidak ada artinya dan sudah saatnya kita menyelesaikan semuanya,” tegasnya.


Ia juga meminta Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya untuk mengerahkan seluruh kemampuan dan sumber daya yang dimiliki guna membantu penyelesaian konflik yang terjadi. Di akhir penyampaiannya, Befa Yigibalom kembali mengajak seluruh tokoh masyarakat untuk hadir dalam pertemuan di Wamena demi mencari solusi bersama dan menciptakan perdamaian di Papua Pegunungan.

Mantan Panglima TPNPB-OPM Wilayah Victoria Ajak Kelompok Bersenjata Kembali ke NKRI dan Dorong Dialog Damai di Papua


Keerom - 15 Mei 2026, Lambert Pekikir, mantan Panglima Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat – Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Wilayah Victoria, Kabupaten Keerom, Papua, menghimbau rekan-rekannya yang hingga kini masih bertahan di hutan agar meninggalkan aksi kekerasan dan kembali bergabung ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) demi terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Tanah Papua.


Lambert Pekikir mengaku masih aktif menjalin komunikasi dengan sejumlah rekannya yang berada di wilayah hutan bersama kelompok bersenjata. Ia berharap seluruh pihak dapat mengedepankan penyelesaian konflik melalui pendekatan damai dan dialog terbuka.


Dalam keterangannya, Lambert menjelaskan bahwa akar persoalan konflik Papua menurut pandangannya berawal dari pelaksanaan Pepera tahun 1969 yang dianggap sebagian masyarakat Papua tidak berjalan secara jujur dan adil. Ia menyebut bahwa dari persoalan tersebut kemudian lahir gerakan Organisasi Papua Merdeka (OPM) melalui Deklarasi Victoria pada 1 Juli 1971.


“Konflik ini tidak boleh terus berjalan sampai sekarang. TNI turun mengejar OPM, Polri turun melakukan penindakan, kemudian terjadi aksi penembakan, dan akhirnya masyarakat yang menjadi korban,” ujar Lambert Pekikir.


Ia juga menekankan pentingnya membuka ruang dialog antara pemerintah dan pihak-pihak terkait guna menyelesaikan persoalan Papua secara damai dan terbuka. Menurutnya, dialog menjadi langkah penting agar persoalan yang selama ini terjadi dapat diselesaikan secara jernih dan transparan.


“Indonesia harus membuka ruang untuk dialog. Ketika ruang dialog dibuka, maka persoalan ini bisa diselesaikan dengan baik,” katanya.


Selain itu, Lambert Pekikir mengingatkan agar gerakan OPM tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu yang memiliki kepentingan pribadi maupun politik. Ia menilai masih ada pihak yang menggunakan isu konflik Papua demi kepentingan tertentu, sementara masyarakat tetap menjadi korban dari situasi berkepanjangan tersebut.


Di akhir penyampaiannya, Lambert Pekikir kembali menghimbau rekan-rekannya yang masih berada di hutan untuk segera kembali ke NKRI serta bersama-sama menciptakan situasi damai di Tanah Papua.


“Saya menghimbau rekan-rekan yang masih bertahan di hutan untuk segera bergabung ke NKRI. Salam damai,” tutup Lambert Pekikir.

Tokoh Masyarakat Kampung Tagaloa Ajak Warga Jaga Keamanan Demi Kelancaran Pembangunan di Kabupaten Puncak

 


Ilaga - Jumat, 15 Mei 2026, Tokoh Masyarakat Kampung Tagaloa, Lupi Tabuni, menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban bersama di wilayah Kabupaten Puncak.


Dalam keterangannya, Lupi Tabuni mengajak masyarakat untuk mendukung terciptanya situasi aman dan kondusif demi kelancaran roda pemerintahan serta pembangunan di Kabupaten Puncak. Ia juga meminta masyarakat agar tidak tinggal bersama kelompok bersenjata guna menghindari terjadinya korban masyarakat sipil saat aparat keamanan melakukan tindakan penegakan hukum.


“Kami mengimbau masyarakat Kampung Tagaloa agar bersama-sama dengan TNI dan Polri menjaga keamanan di wilayah Kabupaten Puncak,” ujar Lupi Tabuni. Ia juga menegaskan kepada masyarakat agar tidak berada atau tinggal bersama Kelompok Kriminal Bersenjata guna menghindari risiko terkena dampak saat terjadi tindakan aparat keamanan.


Selain itu, Lupi Tabuni meminta agar kelompok bersenjata tidak mendatangi honai maupun rumah masyarakat dengan membawa senjata api karena hal tersebut dapat memicu tindakan aparat keamanan dan membahayakan masyarakat sekitar. Menurutnya, kejadian yang pernah terjadi di Distrik Pogoma dan Distrik Kembru harus menjadi pelajaran agar masyarakat tidak kembali menjadi korban.


Ia juga menekankan agar kelompok kriminal bersenjata tidak tinggal berdampingan dengan masyarakat demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. 


Di akhir penyampaiannya, Lupi Tabuni kembali mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Puncak untuk bersama-sama menjaga keamanan sehingga pembangunan di wilayah tersebut dapat berjalan dengan aman dan lancar.

Semangat Kebersamaan Warnai Pengerjaan Pengecoran Jembatan Perintis Garuda di Pasrujambe



Lumajang – Semangat gotong royong terus ditunjukkan dalam proses pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Kali Asem, Dusun Krajan, Desa Karanganom, Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Pada Jumat (15/5/2026), personel Koramil 0821-17/Pasrujambe bersama warga kembali melanjutkan pengerjaan dengan melaksanakan pemasangan rangka serta pengecoran sepatu pondasi jembatan.


Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam tahapan pembangunan infrastruktur yang diharapkan mampu membuka akses dan memperkuat konektivitas antarwilayah di daerah tersebut. Kehadiran TNI bersama masyarakat dalam proses pembangunan juga mencerminkan kuatnya sinergi dan budaya gotong royong di tengah masyarakat pedesaan.


Babinsa Karanganom Koramil 0821-17/Pasrujambe, Sertu Bejo Utomo, mengatakan bahwa pengerjaan dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan kekuatan konstruksi agar jembatan nantinya dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.


“Pemasangan rangka dan pengecoran sepatu pondasi ini merupakan tahapan penting untuk memperkuat struktur dasar jembatan. Kami bersama warga terus bekerja sama agar pembangunan berjalan lancar dan selesai sesuai harapan,” kata dia.


Menurutnya, pembangunan Jembatan Perintis Garuda bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga menjadi sarana mempererat kebersamaan antara aparat teritorial dan masyarakat. Antusiasme warga yang turut membantu pengerjaan menjadi bukti tingginya harapan masyarakat terhadap hadirnya akses penghubung tersebut.


Selama ini, kondisi akses di wilayah Kali Asem menjadi tantangan tersendiri bagi warga, terutama saat musim hujan yang menghambat mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat. Dengan dibangunnya jembatan tersebut, diharapkan akses transportasi warga menjadi lebih aman, cepat, dan efisien.


Selain memperlancar mobilitas masyarakat, keberadaan Jembatan Perintis Garuda juga diproyeksikan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi desa, mempercepat distribusi hasil pertanian, serta memudahkan akses pendidikan dan layanan kesehatan bagi masyarakat sekitar.


Pembangunan yang dilakukan secara kolaboratif antara TNI dan warga tersebut menjadi gambaran nyata bahwa semangat kebersamaan masih menjadi kekuatan utama dalam mendukung percepatan pembangunan di wilayah pedesaan.


Melalui kerja bersama yang terus berlanjut, Jembatan Perintis Garuda diharapkan segera rampung dan menjadi simbol hadirnya pembangunan yang mampu membawa manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat Pasrujambe. (Pendim0821)

Sapa Pedagang Sayur Keliling, Babinsa Jatisari Perkuat Komsos dengan Warga

 


Lumajang – Sebagai wujud kepedulian dan upaya mempererat hubungan dengan masyarakat, Babinsa Jatisari Pos Koramil 0821-05/Kedungjajang, Serka Agus Wiranto, melaksanakan komunikasi sosial (komsos) bersama seorang pedagang sayur keliling di Dusun Jati RT 002 RW 003, Desa Jatisari, Kecamatan Kedungjajang, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Jumat (15/5/2026).


Dalam kegiatan tersebut, Serka Agus Wiranto menyapa dan berbincang santai dengan Slamet, pedagang sayur keliling yang setiap hari beraktivitas melayani kebutuhan warga di wilayah pedesaan. Suasana penuh keakraban tampak dalam komunikasi yang dibangun antara Babinsa dan masyarakat.


Menurut Serka Agus, kegiatan komsos merupakan bagian penting dari tugas pembinaan teritorial untuk mengetahui kondisi serta perkembangan situasi di wilayah binaan.


“Melalui komunikasi seperti ini, kami dapat menjalin kedekatan dengan masyarakat sekaligus mengetahui berbagai kondisi dan kebutuhan warga secara langsung,” ujar dia.


Ia menambahkan, keberadaan pedagang sayur keliling memiliki peran penting dalam membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya di lingkungan pedesaan.


“Kami sangat mengapresiasi semangat warga yang tetap bekerja keras mencari nafkah dan membantu kebutuhan masyarakat. Kehadiran pedagang keliling juga memudahkan warga dalam memperoleh kebutuhan sehari-hari,” tambahnya.


Sementara itu, Slamet mengaku senang dan merasa diperhatikan dengan adanya komunikasi yang dilakukan Babinsa di wilayah tempat dirinya berjualan.


“Senang bisa berbincang dengan Babinsa, karena selain memberi semangat juga membuat kami merasa dekat dan diperhatikan,” pungkasnya.


Melalui kegiatan komsos tersebut, diharapkan hubungan harmonis antara aparat kewilayahan dan masyarakat terus terjalin dengan baik, sehingga tercipta suasana aman, nyaman, dan penuh kebersamaan di lingkungan Desa Jatisari. (Pendim0821)

Patroli Sambang Poskamling, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Perkuat Keamanan Wilayah Ditotrunan



Lumajang – Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, Babinsa Ditotrunan Koramil 0821-01/Lumajang, Koptu Aan Pidianto, bersama Bhabinkamtibmas Ditotrunan, Aiptu Bambang, melaksanakan patroli wilayah dan sambang Poskamling di RW 005, Kelurahan Ditotrunan, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Jumat malam (15/5/2026).


Kegiatan patroli malam tersebut dilakukan sebagai bentuk sinergi TNI–Polri dalam menciptakan situasi wilayah yang aman dan kondusif, sekaligus mempererat komunikasi dengan masyarakat melalui pendekatan humanis.


Dalam patroli itu, petugas menyempatkan diri menyapa warga yang sedang melaksanakan ronda malam di Poskamling. Selain memberikan imbauan kamtibmas, Babinsa dan Bhabinkamtibmas juga mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan lingkungan.


Saat dikonfirmasi Babinsa Ditotrunan, Koptu Aan Pidianto, mengatakan bahwa keberadaan Poskamling memiliki peran penting dalam mendukung keamanan lingkungan secara swakarsa.


“Poskamling merupakan garda terdepan dalam menjaga keamanan lingkungan. Kehadiran kami di tengah warga bertujuan memberikan motivasi agar semangat ronda malam tetap terjaga,” kata dia.


Senada dengan itu, Bhabinkamtibmas Ditotrunan, Aiptu Bambang, menuturkan bahwa komunikasi aktif dengan masyarakat menjadi langkah efektif dalam menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan nyaman.


“Kami berharap masyarakat terus peduli terhadap keamanan lingkungannya masing-masing. Jika ada hal mencurigakan, segera dilaporkan agar cepat ditindaklanjuti,” ujar dia.


Sementara itu, Lurah Ditotrunan, Sandi Idhar Rosyidi, A.Md., mengapresiasi sinergi dan kepedulian aparat kewilayahan yang rutin hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan patroli dan sambang Poskamling.


“Patroli bersama ini sangat positif karena mampu meningkatkan rasa aman masyarakat sekaligus memperkuat kebersamaan antara aparat dan warga,” ungkapnya.


Melalui patroli wilayah dan sambang Poskamling tersebut, diharapkan kesadaran masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan semakin meningkat, sehingga tercipta wilayah Ditotrunan yang aman, tertib, dan kondusif. (Pendim0821)