View AllNews

Nasional

Hukum

Latest News

05/06/26

Menyapa Warga di Malam Hari, Personel Polsek Kelila Perkuat Kehadiran Polri di Tengah Masyarakat

 



Jayapura – Saat sebagian besar warga mulai beristirahat, personel Polsek Kelila tetap berkeliling memastikan situasi keamanan tetap terjaga. Melalui patroli jalan kaki yang dipimpin Briptu Deky bersama anggota piket, petugas menyambangi para pedagang dan warga yang masih beraktivitas pada Kamis malam (04/06).


Patroli tersebut merupakan bagian dari upaya Polsek Kelila untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.


Kapolsek Kelila, IPDA Alfius E. Simbiak, S.H., mengatakan bahwa patroli malam rutin dilaksanakan sebagai langkah preventif guna mencegah terjadinya gangguan keamanan di wilayah hukum Polsek Kelila.


"Patroli tidak hanya bertujuan memantau situasi keamanan, tetapi juga menjadi sarana bagi anggota untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat, mendengarkan keluhan maupun informasi yang berkembang di lingkungan sekitar," ujar Kapolsek.


Dalam kegiatan tersebut, personel patroli berdialog dengan para pedagang dan warga untuk mengetahui kondisi kamtibmas di sekitar lokasi. Petugas juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi tindak kriminalitas serta segera melapor kepada pihak kepolisian apabila melihat atau mengetahui hal-hal yang mencurigakan.


Kehadiran polisi di tengah aktivitas masyarakat pada malam hari mendapat sambutan positif dari para pedagang. Mereka mengaku merasa lebih aman dan nyaman dengan adanya patroli rutin yang dilakukan oleh personel Polsek Kelila.


Menurut Kapolsek, menjaga keamanan bukan hanya tugas kepolisian semata, melainkan membutuhkan dukungan dan kerja sama dari seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan patroli dan sambang akan terus ditingkatkan sebagai bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat.


"Dengan komunikasi yang baik dan kedekatan antara polisi dan masyarakat, berbagai potensi gangguan keamanan dapat dicegah sejak dini. Kami berharap situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kelila dapat terus terjaga," tutup IPDA Alfius E. Simbiak.


Melalui patroli dialogis seperti ini, Polsek Kelila berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat guna menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif.

Dari Dermaga ke Rumah Baca, Bhabinkamtibmas Kampung Enggros Tanamkan Semangat Literasi bagi Anak-Anak

 


Jayapura – Di tengah aktivitas masyarakat pesisir Kampung Enggros, Distrik Abepura, Kamis (04/06), terlihat suasana berbeda di rumah baca kampung. Sejumlah anak tampak antusias mengikuti kegiatan belajar bersama Bhabinkamtibmas Kampung Enggros, Aipda Imron, dalam program Perpustakaan Terapung.


Dengan menempuh perjalanan menggunakan longboat untuk menjangkau wilayah binaannya, Aipda Imron kembali hadir membawa buku, alat tulis, dan semangat belajar bagi anak-anak di kampung tersebut. Kegiatan yang berlangsung di rumah baca Kampung Enggros itu diisi dengan berbagai aktivitas edukatif, mulai dari belajar menulis huruf kecil hingga mewarnai gambar sebagai bagian dari pengenalan literasi dasar.


Bagi anak-anak, kegiatan ini bukan sekadar belajar membaca dan menulis. Mereka juga mendapatkan pendampingan, motivasi, serta ruang yang menyenangkan untuk mengembangkan kreativitas dan rasa percaya diri.


Aipda Imron mengatakan bahwa Perpustakaan Terapung merupakan salah satu upaya untuk mendekatkan akses pendidikan kepada anak-anak di wilayah pesisir sekaligus membangun hubungan yang lebih erat antara Polri dan masyarakat.


"Kami ingin anak-anak memiliki semangat belajar yang tinggi dan gemar membaca sejak dini. Melalui kegiatan sederhana seperti ini, kami berharap mereka mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus menambah wawasan," ujarnya.


Program Perpustakaan Terapung yang rutin dilaksanakan ini menjadi wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas pendidikan generasi muda.


Aipda Imron berharap kegiatan tersebut dapat terus menumbuhkan budaya literasi di Kampung Enggros serta mendorong anak-anak untuk terus belajar dan meraih cita-cita mereka.


"Anak-anak adalah masa depan Papua. Jika mereka gemar membaca dan terus belajar, maka mereka akan memiliki bekal yang kuat untuk menghadapi masa depan dan mewujudkan impian mereka," tutupnya.

Yonif TP Situbondo Jadi Penguat Pertahanan dan Pembinaan Teritorial

 


Situbondo – Komandan Korem 083/Baladhika Jaya, Kolonel Inf. Wahyu Ramadhanus S., S.Sos., M.M.S., M.Han., menegaskan komitmennya untuk mengawal pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) di Kabupaten Situbondo hingga tuntas dan sesuai target yang telah ditetapkan.


Komitmen tersebut disampaikan saat Danrem 083/Bdj mendampingi Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A., dalam kunjungan kerja meninjau lokasi pembangunan Yonif TP di Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo, Rabu (3/6/2026).


Dalam kegiatan tersebut, rombongan meninjau langsung kesiapan lahan dan berbagai aspek pendukung pembangunan satuan baru TNI Angkatan Darat yang diproyeksikan menjadi kekuatan strategis pertahanan wilayah sekaligus mendukung program pembangunan nasional.


Menurut Danrem, pembangunan Yonif TP merupakan bagian penting dari upaya memperkuat sistem pertahanan negara yang terintegrasi dengan pembinaan teritorial dan pemberdayaan wilayah. Oleh karena itu, seluruh jajaran Korem 083/Bdj akan terus melakukan pengawasan dan koordinasi secara intensif guna memastikan setiap tahapan berjalan sesuai rencana.


“Kami siap mengawal seluruh proses pembangunan ini. Sinergi dengan pemerintah daerah, Perhutani, dan seluruh komponen masyarakat akan terus diperkuat agar pembangunan Yonif TP dapat berjalan lancar, tepat waktu, dan memberikan manfaat yang optimal,” ujar Kolonel Inf. Wahyu Ramadhanus.


Sementara itu, Pangdam V/Brawijaya menekankan pentingnya kesiapan seluruh unsur pendukung agar pembangunan pangkalan satuan baru tersebut dapat berjalan efektif dan sesuai ketentuan. Menurutnya, Yonif TP akan menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem pertahanan wilayah sekaligus mendukung berbagai program strategis nasional.


Keberadaan Yonif TP di Situbondo diharapkan tidak hanya meningkatkan kesiapsiagaan pertahanan, tetapi juga mendorong tumbuhnya berbagai potensi pembangunan di wilayah sekitar melalui kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.


Kunjungan kerja berlangsung aman dan lancar dengan dihadiri para Pejabat Utama Kodam V/Brawijaya, Dandim 0823/Situbondo, serta unsur Forkopimda Kabupaten Situbondo. (*)

‎Kodim 0903/Bulungan Gelar Kegiatan Analisa Informasi Teritorial Tahun 2026 ‎

 



‎Bulungan – Kodim 0903/Bulungan melaksanakan Kegiatan Analisa Informasi Teritorial Tahun 2026 yang bertempat di Aula Makodim 0903/Bulungan, Jalan Kolonel Soetadji, Kelurahan Tanjung Selor Hilir, Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, Kamis (04/06/2026).

‎Kegiatan tersebut dihadiri dan dibuka langsung oleh Dandim 0903/Bulungan, Kolonel Inf Dhuwi Hendradjaja, S.Sos., M.I.Pol., yang sekaligus menyambut kedatangan Tim Analisa dan Informasi Pusterad yang dipimpin oleh Kolonel Inf Yudhi Diliyanto, S.I.P.

‎Dalam kesempatan itu, Ketua Tim membacakan sambutan Komandan Pusat Teritorial Angkatan Darat, Letjen TNI Mochammad Syafei Kasno, S.H. Dalam sambutannya disampaikan bahwa Analisa Informasi Teritorial bukan hanya kegiatan pengumpulan data, tetapi merupakan proses yang sistematis dan berkelanjutan untuk memahami serta memprediksi dinamika perkembangan wilayah Indonesia.

‎Selain itu dijelaskan bahwa wilayah teritorial mencakup berbagai aspek penting, seperti ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan, dan keamanan. Setiap perubahan pada aspek-aspek tersebut dapat memengaruhi stabilitas nasional serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

‎Dandim 0903/Bulungan menjelaskan bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk mengetahui situasi dan dinamika wilayah, mendeteksi ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan, serta menjadi dasar dalam perencanaan pembinaan teritorial. Analisa tersebut juga berperan penting dalam mendukung pelaksanaan Operasi Militer Selain Perang (OMSP), memperkuat ketahanan wilayah, dan menjadi bahan pertimbangan bagi komando atas dalam mengambil keputusan yang tepat.

‎Pada akhir kegiatan, Dandim mengajak seluruh unsur pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan tokoh agama di Kabupaten Bulungan untuk terus mempererat kerja sama dan meningkatkan pemahaman terhadap kebijakan TNI AD di bidang teritorial tahun 2026, guna mendukung program Pemerintah Republik Indonesia, khususnya di wilayah Kabupaten Bulungan.

04/06/26

Memasuki Hari Ke-5 Pasca Ledakan di Biak, Tim Gabungan Temukan 32 Potongan Tubuh



Jayapura – Memasuki hari ke-5 pascainsiden ledakan yang terjadi pada 31 Mei 2026 di kawasan Kompleks Perikanan Biak, tim gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, Basarnas, Tim Jibom Gegana Polda Papua, Puslabfor Polda Papua, Tim DVI, serta instansi terkait terus mengintensifkan upaya pencarian korban, sterilisasi lokasi, dan penyelidikan penyebab ledakan.


Dalam konferensi pers yang digelar pada Kamis malam, Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan perkembangan terkini penanganan pascaledakan. Hingga hari ini, jumlah korban meninggal dunia tercatat sebanyak enam orang, sementara tiga korban lainnya masih dalam proses pencarian dan identifikasi.


"Untuk korban yang sebelumnya masih menjalani perawatan inap, saat ini telah bergabung di posko pengungsian untuk menjalani rawat jalan. Korban mengalami patah tulang dan masih dalam pemantauan Dinas Kesehatan serta RSUD Biak," ujar Kapolres.


Dalam operasi pencarian hari ini, tim gabungan kembali menemukan 32 potongan tubuh, dengan rincian 30 potongan tubuh ditemukan oleh Tim Jibom Gegana Polda Papua saat pelaksanaan sterilisasi di area ledakan, sedangkan 2 potongan tubuh lainnya ditemukan oleh Tim SAR Gabungan di area pencarian. Seluruh temuan tersebut telah dievakuasi dan diserahkan kepada tim identifikasi untuk proses lebih lanjut.


Selain itu, posko juga menerima sejumlah barang temuan yang diduga milik korban, terdiri dari tiga buah parang, satu buah pisau, dan dua buah jam tangan.


Sementara itu, Tim Jibom Gegana Polda Papua telah melakukan sterilisasi sekitar 75 persen area terdampak ledakan. Proses sterilisasi akan dilanjutkan pada hari berikutnya untuk menyelesaikan 25 persen area yang masih belum dinyatakan aman.


"Dari hasil sterilisasi hari ini, tim Jibom menemukan 42 serpihan casing proyektil yang selanjutnya akan menjadi bahan pendalaman lebih lanjut," jelas Kapolres.


Di sisi lain, Tim Puslabfor Polda Papua yang mulai bergabung dalam penanganan kasus ini telah melakukan olah tempat kejadian perkara pada radius sekitar 25 meter dari titik sumber ledakan. Dari hasil pemeriksaan awal, tim berhasil mengamankan 20 serpihan logam, dua gergaji besi, dan satu mata gerinda untuk dilakukan penelitian laboratorium forensik.


Peran Tim DVI juga terus dioptimalkan dalam proses identifikasi korban. Pada hari ini, Tim DVI membuka Posko Antemortem di sekitar lokasi kejadian dan telah mengumpulkan tiga data antemortem dari keluarga korban serta mengambil sampel DNA dari keluarga korban yang belum teridentifikasi.


"Besok Tim DVI akan melaksanakan pengambilan sampel DNA terhadap potongan tubuh yang saat ini berada di kamar jenazah RSUD Biak untuk kepentingan identifikasi," tambahnya.


Kapolres menegaskan bahwa pola pencarian masih dilakukan dengan pembagian wilayah kerja. Pada Ring 1, kegiatan evakuasi barang-barang maupun potongan tubuh akan dilakukan setelah mendapatkan rekomendasi keamanan dari Tim Jibom. Sedangkan pada Ring 2, Tim Basarnas dan tim gabungan tetap melaksanakan pencarian dalam radius sekitar empat kilometer dari lokasi ledakan.


Terkait kendala yang dihadapi selama proses investigasi, Tim Puslabfor menyampaikan bahwa secara teknis tidak terdapat hambatan berarti. Namun, olah TKP secara menyeluruh belum dapat dilakukan karena sebagian area masih menunggu proses sterilisasi oleh Tim Jibom.


Sementara itu, Komandan Tim Jibom Gegana Polda Papua mengungkapkan bahwa faktor cuaca menjadi kendala utama dalam pelaksanaan sterilisasi hari ini. Hujan yang mengguyur lokasi kejadian menyebabkan tim hanya dapat melaksanakan kegiatan sterilisasi secara maksimal selama kurang lebih dua jam.


Kapolres juga mengimbau masyarakat yang mengetahui, menemukan, atau masih menyimpan benda-benda yang diduga merupakan peninggalan Perang Dunia II agar segera melaporkannya kepada pihak kepolisian.


"Kami masih membuka posko baik di lokasi kejadian maupun di Polres Biak Numfor. Apabila masyarakat mengetahui, menemukan, atau menyimpan benda-benda yang diduga peninggalan Perang Dunia II, segera laporkan kepada kami melalui posko, Polres, maupun Polsek terdekat agar dapat ditangani secara aman oleh petugas yang berkompeten," tegas Kapolres.


Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P.  juga mengimbau masyarakat agar tidak mendatangi lokasi ledakan tanpa kepentingan dan menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kepada tim gabungan yang saat ini masih bekerja di lapangan.


"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak memasuki area yang masih dalam proses sterilisasi dan penyelidikan. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas karena masih terdapat potensi ditemukannya material berbahaya di sekitar lokasi kejadian," ujar Kabid Humas.


Lebih lanjut, Kabid Humas menegaskan bahwa apabila masyarakat menemukan benda yang diduga merupakan sisa amunisi, bom, granat, atau material peninggalan Perang Dunia II, agar tidak menyentuh, memindahkan, maupun mencoba membongkarnya.


"Segera laporkan kepada aparat kepolisian terdekat agar dapat ditangani oleh personel yang memiliki kemampuan dan peralatan khusus. Langkah cepat masyarakat dalam melaporkan temuan tersebut sangat penting untuk mencegah terjadinya korban jiwa maupun insiden serupa di kemudian hari," tegas Kombes Pol. Cahyo


Hingga saat ini, seluruh unsur yang terlibat masih terus bekerja secara terpadu guna memastikan proses pencarian korban, identifikasi, sterilisasi lokasi, serta penyelidikan dapat berjalan optimal demi memberikan kepastian bagi keluarga korban dan masyarakat.


Polda Papua Berikan Trauma Healing kepada Korban Ledakan di Biak Numfor, Hadirkan Semangat dan Keceriaan di Pengungsian

 


Jayapura – Kepedulian Polri terhadap masyarakat terdampak peristiwa ledakan yang diduga berasal dari bom peninggalan Perang Dunia II di Kompleks Perikanan Biak terus ditunjukkan melalui berbagai kegiatan kemanusiaan. 


Pada Kamis (04/06), jajaran Polwan Polres Biak Numfor melaksanakan kegiatan trauma healing bagi para korban dan pengungsi yang saat ini masih berada di lokasi pengungsian.


Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Wakapolres Biak Numfor, Kompol Jebelina Walli, S.H., M.H., bersama Tim Trauma Healing Regu II tersebut dilaksanakan di Hotel Mapia dan Posko Induk Pemda Biak Numfor yang berlokasi di Aula Satpol PP Kompleks Pasar Ikan Biak.


Sebelum melaksanakan pendampingan psikososial, tim terlebih dahulu berkoordinasi dengan tenaga medis dan pihak kelurahan guna melakukan pendataan terhadap para pengungsi, khususnya korban yang mengalami gangguan kesehatan maupun membutuhkan perhatian khusus pasca tragedi yang terjadi beberapa hari lalu.


Di Hotel Mapia, para personel Polwan menyambangi kamar-kamar pengungsi untuk bertemu langsung dengan anak-anak dan para ibu yang kehilangan anggota keluarga akibat ledakan tersebut. Dengan pendekatan yang hangat dan penuh empati, para Polwan memberikan motivasi, mengajak para korban untuk tetap kuat menjalani masa-masa sulit, menjaga kesehatan, serta terus berdoa dan saling menguatkan satu sama lain.


Selain itu, perhatian khusus juga diberikan kepada anak-anak yang kehilangan orang tua maupun anggota keluarganya. Para Polwan berinteraksi secara langsung, mendengarkan cerita mereka, memberikan dukungan moril, serta memastikan kebutuhan mereka tetap menjadi perhatian keluarga maupun pemerintah selama berada di pengungsian.


Suasana penuh keakraban kembali terlihat saat tim melanjutkan kegiatan di Posko Pengungsian Aula Satpol PP Kompleks Pasar Ikan Biak. Di lokasi tersebut, para Polwan mengajak anak-anak bernyanyi, bermain, dan berinteraksi bersama guna membantu mengurangi rasa takut serta trauma yang masih dirasakan pasca kejadian.


Keceriaan mulai terlihat dari wajah anak-anak yang sebelumnya tampak murung dan cemas. Mereka dengan antusias mengikuti berbagai kegiatan yang diberikan, bahkan beberapa di antaranya berani menceritakan pengalaman dan perasaan yang mereka alami saat peristiwa ledakan terjadi.


Sebagai bentuk kepedulian dan dukungan moril, tim juga membagikan makanan ringan kepada anak-anak serta berbaur dengan masyarakat di pengungsian untuk memberikan semangat agar tetap kuat menghadapi situasi yang sedang dialami.


Hasil dari kegiatan trauma healing tersebut menunjukkan perkembangan yang positif. Anak-anak yang sebelumnya masih diliputi rasa takut mulai terlihat lebih tenang, ceria, dan bersemangat. Selain membantu mengurangi tingkat kecemasan para korban, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat terdampak.


Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., mengatakan bahwa kegiatan trauma healing merupakan bentuk kepedulian dan kehadiran Polri dalam membantu masyarakat yang terdampak musibah, khususnya anak-anak dan keluarga korban yang mengalami tekanan psikologis pasca peristiwa ledakan di Biak Numfor.


"Polri tidak hanya fokus pada proses penyelidikan dan pengungkapan peristiwa yang terjadi, tetapi juga hadir memberikan pendampingan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak. Melalui kegiatan trauma healing ini, kami ingin membantu memulihkan kondisi psikologis para korban, terutama anak-anak, agar mereka dapat kembali merasa aman, nyaman, dan berani menjalani aktivitas sehari-hari," ujar Kabid Humas.


Ia menjelaskan bahwa kegiatan yang dilakukan para Polwan Polres Biak Numfor merupakan bagian dari upaya pemulihan pascabencana yang dilaksanakan secara humanis melalui pendekatan psikososial, komunikasi yang hangat, serta pemberian motivasi kepada para korban dan pengungsi.


Melalui kegiatan trauma healing ini, diharapkan para korban, khususnya anak-anak, dapat kembali memperoleh rasa aman, semangat, dan kepercayaan diri untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Polres Biak Numfor juga memastikan akan terus hadir mendampingi masyarakat selama masa pemulihan pasca tragedi tersebut.

Tokoh Muslim Papua Soroti Isu Kolonialisme dalam Film Dokumenter “Pesta Babi”

  


Jayapura – Tokoh Muslim Papua, Thaha Alhamid, menyoroti berbagai isu yang diangkat dalam film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita yang membahas dinamika sosial, ekonomi, dan pembangunan di Tanah Papua. 


Menurutnya, film tersebut menggambarkan sejumlah persoalan yang selama ini dirasakan oleh sebagian masyarakat Papua, khususnya yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya alam, pembangunan, serta dampaknya terhadap kehidupan masyarakat adat.


Dalam keterangannya, Thaha Alhamid menilai bahwa substansi yang disampaikan dalam film tersebut bukanlah hal baru bagi masyarakat Papua. 


Ia menyebut berbagai persoalan yang ditampilkan merupakan realitas yang telah berlangsung dalam kurun waktu yang cukup panjang dan masih menjadi perhatian berbagai kalangan hingga saat ini.


Film dokumenter tersebut mengangkat beragam perspektif mengenai hubungan antara pembangunan, investasi, dan kondisi sosial masyarakat Papua. 


Melalui sejumlah narasi dan testimoni yang ditampilkan, film ini berupaya memberikan gambaran mengenai tantangan yang dihadapi masyarakat lokal di tengah berbagai perubahan yang terjadi di Papua.


Thaha Alhamid mengatakan bahwa pembangunan di Papua seharusnya tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga mampu menjamin perlindungan hak-hak masyarakat adat serta memberikan manfaat yang adil dan merata bagi masyarakat setempat.


"Papua membutuhkan pembangunan yang berpihak kepada masyarakat dan menghormati hak-hak masyarakat adat. Berbagai persoalan yang disampaikan dalam film ini hendaknya menjadi bahan refleksi bersama agar pembangunan yang dilakukan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Papua secara luas," ujar Thaha Alhamid.


Ia menambahkan bahwa dialog yang konstruktif antara pemerintah, masyarakat adat, tokoh agama, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan perlu terus diperkuat guna mencari solusi terhadap berbagai persoalan yang masih berkembang di Papua.


"Perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam masyarakat demokratis. Yang terpenting adalah bagaimana seluruh pihak dapat membangun komunikasi yang baik, saling mendengar, dan bersama-sama mencari solusi demi terciptanya Papua yang aman, damai, dan sejahtera," tambahnya.


Munculnya film dokumenter tersebut telah menarik perhatian publik karena mengangkat isu-isu yang berkaitan dengan pembangunan, keadilan sosial, dan pengelolaan sumber daya alam di Papua. Berbagai tanggapan yang muncul menunjukkan bahwa tema-tema tersebut masih menjadi bagian penting dalam diskursus publik mengenai masa depan Papua.


Melalui pendekatan dialogis dan penyampaian informasi yang berimbang, diharapkan berbagai pandangan yang berkembang dapat menjadi sarana untuk memperkuat pemahaman bersama serta mendukung terciptanya stabilitas sosial dan pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan di Tanah Papua.

Tim URC Polres Jayapura Ringkus Pelaku Curanmor, Amankan Motor Hasil Curian di Doyo Baru

 


Jayapura – Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Subsatgas Pidum Polres Jayapura kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas kejahatan 3C (Curat, Curas, dan Curanmor) dengan berhasil mengamankan seorang pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) beserta barang bukti hasil kejahatan yang disembunyikan di wilayah Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura.


Penangkapan tersebut dilakukan setelah Tim URC menerima informasi terkait keberadaan pelaku di kawasan Sentani. Menindaklanjuti informasi tersebut, personel langsung melakukan penyelidikan dan pemantauan hingga berhasil mengamankan pelaku di Jalan Pasir Sentani meskipun sempat berusaha melarikan diri saat hendak ditangkap.


Dari hasil interogasi awal, pelaku mengakui telah menyembunyikan sepeda motor hasil curian di sebuah rumah di Kampung Doyo Baru, Distrik Waibu. Tim kemudian melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan satu unit sepeda motor Honda CRF warna hitam yang merupakan barang bukti hasil tindak pidana curanmor.


Kasatgas Pidum Polres Jayapura melalui Kasubsatgas Pidum Polres Jayapura, AKP Axel Panggabean, S.Tr.K., S.I.K., mengatakan bahwa pengungkapan kasus tersebut merupakan bentuk keseriusan Polres Jayapura dalam mendukung keberhasilan Operasi Sikat Cartenz 2026 yang saat ini tengah berlangsung.


"Pengungkapan kasus curanmor ini merupakan bagian dari pelaksanaan Operasi Sikat Cartenz 2026 yang difokuskan pada pemberantasan kejahatan konvensional, khususnya kejahatan 3C yang meresahkan masyarakat. Kami akan terus melakukan tindakan tegas terhadap para pelaku kejahatan guna menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polres Jayapura," ujar AKP Axel.


Lebih lanjut, AKP Axel mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan awal, pelaku mengakui telah beberapa kali melakukan aksi pencurian kendaraan bermotor di wilayah Kabupaten Jayapura maupun Kota Jayapura. 


"Saat ini tim masih melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan pelaku lainnya, termasuk para penadah kendaraan hasil curian. Kami juga akan melakukan pengembangan ke wilayah Arso IX Kabupaten Keerom guna mencari barang bukti maupun pelaku lain yang terlibat dalam jaringan ini," jelasnya.


Ia menambahkan, keberhasilan pengungkapan tersebut menunjukkan komitmen Polres Jayapura dalam mendukung target Operasi Sikat Cartenz 2026 yang berlangsung selama 45 hari dengan sasaran berbagai bentuk tindak pidana konvensional.


"Kami mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap tindak pidana curanmor dan segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan. Polres Jayapura berkomitmen untuk terus melakukan penyelidikan dan pengungkapan kasus guna menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif," tambahnya.


Saat ini pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Polres Jayapura untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Sementara itu, Tim URC Subsatgas Pidum Polres Jayapura terus melakukan pengembangan guna mengungkap jaringan curanmor lainnya dalam rangka mendukung keberhasilan Operasi Sikat Cartenz 2026 dan menekan angka kejahatan 3C di wilayah Kabupaten Jayapura.