View AllNews

Nasional

Hukum

Latest News

05/06/26

‎Kodim 0903/Bulungan Gelar Kegiatan Analisa Informasi Teritorial Tahun 2026 ‎

 



‎Bulungan – Kodim 0903/Bulungan melaksanakan Kegiatan Analisa Informasi Teritorial Tahun 2026 yang bertempat di Aula Makodim 0903/Bulungan, Jalan Kolonel Soetadji, Kelurahan Tanjung Selor Hilir, Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, Kamis (04/06/2026).

‎Kegiatan tersebut dihadiri dan dibuka langsung oleh Dandim 0903/Bulungan, Kolonel Inf Dhuwi Hendradjaja, S.Sos., M.I.Pol., yang sekaligus menyambut kedatangan Tim Analisa dan Informasi Pusterad yang dipimpin oleh Kolonel Inf Yudhi Diliyanto, S.I.P.

‎Dalam kesempatan itu, Ketua Tim membacakan sambutan Komandan Pusat Teritorial Angkatan Darat, Letjen TNI Mochammad Syafei Kasno, S.H. Dalam sambutannya disampaikan bahwa Analisa Informasi Teritorial bukan hanya kegiatan pengumpulan data, tetapi merupakan proses yang sistematis dan berkelanjutan untuk memahami serta memprediksi dinamika perkembangan wilayah Indonesia.

‎Selain itu dijelaskan bahwa wilayah teritorial mencakup berbagai aspek penting, seperti ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan, dan keamanan. Setiap perubahan pada aspek-aspek tersebut dapat memengaruhi stabilitas nasional serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

‎Dandim 0903/Bulungan menjelaskan bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk mengetahui situasi dan dinamika wilayah, mendeteksi ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan, serta menjadi dasar dalam perencanaan pembinaan teritorial. Analisa tersebut juga berperan penting dalam mendukung pelaksanaan Operasi Militer Selain Perang (OMSP), memperkuat ketahanan wilayah, dan menjadi bahan pertimbangan bagi komando atas dalam mengambil keputusan yang tepat.

‎Pada akhir kegiatan, Dandim mengajak seluruh unsur pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan tokoh agama di Kabupaten Bulungan untuk terus mempererat kerja sama dan meningkatkan pemahaman terhadap kebijakan TNI AD di bidang teritorial tahun 2026, guna mendukung program Pemerintah Republik Indonesia, khususnya di wilayah Kabupaten Bulungan.

04/06/26

Memasuki Hari Ke-5 Pasca Ledakan di Biak, Tim Gabungan Temukan 32 Potongan Tubuh



Jayapura – Memasuki hari ke-5 pascainsiden ledakan yang terjadi pada 31 Mei 2026 di kawasan Kompleks Perikanan Biak, tim gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, Basarnas, Tim Jibom Gegana Polda Papua, Puslabfor Polda Papua, Tim DVI, serta instansi terkait terus mengintensifkan upaya pencarian korban, sterilisasi lokasi, dan penyelidikan penyebab ledakan.


Dalam konferensi pers yang digelar pada Kamis malam, Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan perkembangan terkini penanganan pascaledakan. Hingga hari ini, jumlah korban meninggal dunia tercatat sebanyak enam orang, sementara tiga korban lainnya masih dalam proses pencarian dan identifikasi.


"Untuk korban yang sebelumnya masih menjalani perawatan inap, saat ini telah bergabung di posko pengungsian untuk menjalani rawat jalan. Korban mengalami patah tulang dan masih dalam pemantauan Dinas Kesehatan serta RSUD Biak," ujar Kapolres.


Dalam operasi pencarian hari ini, tim gabungan kembali menemukan 32 potongan tubuh, dengan rincian 30 potongan tubuh ditemukan oleh Tim Jibom Gegana Polda Papua saat pelaksanaan sterilisasi di area ledakan, sedangkan 2 potongan tubuh lainnya ditemukan oleh Tim SAR Gabungan di area pencarian. Seluruh temuan tersebut telah dievakuasi dan diserahkan kepada tim identifikasi untuk proses lebih lanjut.


Selain itu, posko juga menerima sejumlah barang temuan yang diduga milik korban, terdiri dari tiga buah parang, satu buah pisau, dan dua buah jam tangan.


Sementara itu, Tim Jibom Gegana Polda Papua telah melakukan sterilisasi sekitar 75 persen area terdampak ledakan. Proses sterilisasi akan dilanjutkan pada hari berikutnya untuk menyelesaikan 25 persen area yang masih belum dinyatakan aman.


"Dari hasil sterilisasi hari ini, tim Jibom menemukan 42 serpihan casing proyektil yang selanjutnya akan menjadi bahan pendalaman lebih lanjut," jelas Kapolres.


Di sisi lain, Tim Puslabfor Polda Papua yang mulai bergabung dalam penanganan kasus ini telah melakukan olah tempat kejadian perkara pada radius sekitar 25 meter dari titik sumber ledakan. Dari hasil pemeriksaan awal, tim berhasil mengamankan 20 serpihan logam, dua gergaji besi, dan satu mata gerinda untuk dilakukan penelitian laboratorium forensik.


Peran Tim DVI juga terus dioptimalkan dalam proses identifikasi korban. Pada hari ini, Tim DVI membuka Posko Antemortem di sekitar lokasi kejadian dan telah mengumpulkan tiga data antemortem dari keluarga korban serta mengambil sampel DNA dari keluarga korban yang belum teridentifikasi.


"Besok Tim DVI akan melaksanakan pengambilan sampel DNA terhadap potongan tubuh yang saat ini berada di kamar jenazah RSUD Biak untuk kepentingan identifikasi," tambahnya.


Kapolres menegaskan bahwa pola pencarian masih dilakukan dengan pembagian wilayah kerja. Pada Ring 1, kegiatan evakuasi barang-barang maupun potongan tubuh akan dilakukan setelah mendapatkan rekomendasi keamanan dari Tim Jibom. Sedangkan pada Ring 2, Tim Basarnas dan tim gabungan tetap melaksanakan pencarian dalam radius sekitar empat kilometer dari lokasi ledakan.


Terkait kendala yang dihadapi selama proses investigasi, Tim Puslabfor menyampaikan bahwa secara teknis tidak terdapat hambatan berarti. Namun, olah TKP secara menyeluruh belum dapat dilakukan karena sebagian area masih menunggu proses sterilisasi oleh Tim Jibom.


Sementara itu, Komandan Tim Jibom Gegana Polda Papua mengungkapkan bahwa faktor cuaca menjadi kendala utama dalam pelaksanaan sterilisasi hari ini. Hujan yang mengguyur lokasi kejadian menyebabkan tim hanya dapat melaksanakan kegiatan sterilisasi secara maksimal selama kurang lebih dua jam.


Kapolres juga mengimbau masyarakat yang mengetahui, menemukan, atau masih menyimpan benda-benda yang diduga merupakan peninggalan Perang Dunia II agar segera melaporkannya kepada pihak kepolisian.


"Kami masih membuka posko baik di lokasi kejadian maupun di Polres Biak Numfor. Apabila masyarakat mengetahui, menemukan, atau menyimpan benda-benda yang diduga peninggalan Perang Dunia II, segera laporkan kepada kami melalui posko, Polres, maupun Polsek terdekat agar dapat ditangani secara aman oleh petugas yang berkompeten," tegas Kapolres.


Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P.  juga mengimbau masyarakat agar tidak mendatangi lokasi ledakan tanpa kepentingan dan menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kepada tim gabungan yang saat ini masih bekerja di lapangan.


"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak memasuki area yang masih dalam proses sterilisasi dan penyelidikan. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas karena masih terdapat potensi ditemukannya material berbahaya di sekitar lokasi kejadian," ujar Kabid Humas.


Lebih lanjut, Kabid Humas menegaskan bahwa apabila masyarakat menemukan benda yang diduga merupakan sisa amunisi, bom, granat, atau material peninggalan Perang Dunia II, agar tidak menyentuh, memindahkan, maupun mencoba membongkarnya.


"Segera laporkan kepada aparat kepolisian terdekat agar dapat ditangani oleh personel yang memiliki kemampuan dan peralatan khusus. Langkah cepat masyarakat dalam melaporkan temuan tersebut sangat penting untuk mencegah terjadinya korban jiwa maupun insiden serupa di kemudian hari," tegas Kombes Pol. Cahyo


Hingga saat ini, seluruh unsur yang terlibat masih terus bekerja secara terpadu guna memastikan proses pencarian korban, identifikasi, sterilisasi lokasi, serta penyelidikan dapat berjalan optimal demi memberikan kepastian bagi keluarga korban dan masyarakat.


Polda Papua Berikan Trauma Healing kepada Korban Ledakan di Biak Numfor, Hadirkan Semangat dan Keceriaan di Pengungsian

 


Jayapura – Kepedulian Polri terhadap masyarakat terdampak peristiwa ledakan yang diduga berasal dari bom peninggalan Perang Dunia II di Kompleks Perikanan Biak terus ditunjukkan melalui berbagai kegiatan kemanusiaan. 


Pada Kamis (04/06), jajaran Polwan Polres Biak Numfor melaksanakan kegiatan trauma healing bagi para korban dan pengungsi yang saat ini masih berada di lokasi pengungsian.


Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Wakapolres Biak Numfor, Kompol Jebelina Walli, S.H., M.H., bersama Tim Trauma Healing Regu II tersebut dilaksanakan di Hotel Mapia dan Posko Induk Pemda Biak Numfor yang berlokasi di Aula Satpol PP Kompleks Pasar Ikan Biak.


Sebelum melaksanakan pendampingan psikososial, tim terlebih dahulu berkoordinasi dengan tenaga medis dan pihak kelurahan guna melakukan pendataan terhadap para pengungsi, khususnya korban yang mengalami gangguan kesehatan maupun membutuhkan perhatian khusus pasca tragedi yang terjadi beberapa hari lalu.


Di Hotel Mapia, para personel Polwan menyambangi kamar-kamar pengungsi untuk bertemu langsung dengan anak-anak dan para ibu yang kehilangan anggota keluarga akibat ledakan tersebut. Dengan pendekatan yang hangat dan penuh empati, para Polwan memberikan motivasi, mengajak para korban untuk tetap kuat menjalani masa-masa sulit, menjaga kesehatan, serta terus berdoa dan saling menguatkan satu sama lain.


Selain itu, perhatian khusus juga diberikan kepada anak-anak yang kehilangan orang tua maupun anggota keluarganya. Para Polwan berinteraksi secara langsung, mendengarkan cerita mereka, memberikan dukungan moril, serta memastikan kebutuhan mereka tetap menjadi perhatian keluarga maupun pemerintah selama berada di pengungsian.


Suasana penuh keakraban kembali terlihat saat tim melanjutkan kegiatan di Posko Pengungsian Aula Satpol PP Kompleks Pasar Ikan Biak. Di lokasi tersebut, para Polwan mengajak anak-anak bernyanyi, bermain, dan berinteraksi bersama guna membantu mengurangi rasa takut serta trauma yang masih dirasakan pasca kejadian.


Keceriaan mulai terlihat dari wajah anak-anak yang sebelumnya tampak murung dan cemas. Mereka dengan antusias mengikuti berbagai kegiatan yang diberikan, bahkan beberapa di antaranya berani menceritakan pengalaman dan perasaan yang mereka alami saat peristiwa ledakan terjadi.


Sebagai bentuk kepedulian dan dukungan moril, tim juga membagikan makanan ringan kepada anak-anak serta berbaur dengan masyarakat di pengungsian untuk memberikan semangat agar tetap kuat menghadapi situasi yang sedang dialami.


Hasil dari kegiatan trauma healing tersebut menunjukkan perkembangan yang positif. Anak-anak yang sebelumnya masih diliputi rasa takut mulai terlihat lebih tenang, ceria, dan bersemangat. Selain membantu mengurangi tingkat kecemasan para korban, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat terdampak.


Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., mengatakan bahwa kegiatan trauma healing merupakan bentuk kepedulian dan kehadiran Polri dalam membantu masyarakat yang terdampak musibah, khususnya anak-anak dan keluarga korban yang mengalami tekanan psikologis pasca peristiwa ledakan di Biak Numfor.


"Polri tidak hanya fokus pada proses penyelidikan dan pengungkapan peristiwa yang terjadi, tetapi juga hadir memberikan pendampingan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak. Melalui kegiatan trauma healing ini, kami ingin membantu memulihkan kondisi psikologis para korban, terutama anak-anak, agar mereka dapat kembali merasa aman, nyaman, dan berani menjalani aktivitas sehari-hari," ujar Kabid Humas.


Ia menjelaskan bahwa kegiatan yang dilakukan para Polwan Polres Biak Numfor merupakan bagian dari upaya pemulihan pascabencana yang dilaksanakan secara humanis melalui pendekatan psikososial, komunikasi yang hangat, serta pemberian motivasi kepada para korban dan pengungsi.


Melalui kegiatan trauma healing ini, diharapkan para korban, khususnya anak-anak, dapat kembali memperoleh rasa aman, semangat, dan kepercayaan diri untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Polres Biak Numfor juga memastikan akan terus hadir mendampingi masyarakat selama masa pemulihan pasca tragedi tersebut.

Tokoh Muslim Papua Soroti Isu Kolonialisme dalam Film Dokumenter “Pesta Babi”

  


Jayapura – Tokoh Muslim Papua, Thaha Alhamid, menyoroti berbagai isu yang diangkat dalam film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita yang membahas dinamika sosial, ekonomi, dan pembangunan di Tanah Papua. 


Menurutnya, film tersebut menggambarkan sejumlah persoalan yang selama ini dirasakan oleh sebagian masyarakat Papua, khususnya yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya alam, pembangunan, serta dampaknya terhadap kehidupan masyarakat adat.


Dalam keterangannya, Thaha Alhamid menilai bahwa substansi yang disampaikan dalam film tersebut bukanlah hal baru bagi masyarakat Papua. 


Ia menyebut berbagai persoalan yang ditampilkan merupakan realitas yang telah berlangsung dalam kurun waktu yang cukup panjang dan masih menjadi perhatian berbagai kalangan hingga saat ini.


Film dokumenter tersebut mengangkat beragam perspektif mengenai hubungan antara pembangunan, investasi, dan kondisi sosial masyarakat Papua. 


Melalui sejumlah narasi dan testimoni yang ditampilkan, film ini berupaya memberikan gambaran mengenai tantangan yang dihadapi masyarakat lokal di tengah berbagai perubahan yang terjadi di Papua.


Thaha Alhamid mengatakan bahwa pembangunan di Papua seharusnya tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga mampu menjamin perlindungan hak-hak masyarakat adat serta memberikan manfaat yang adil dan merata bagi masyarakat setempat.


"Papua membutuhkan pembangunan yang berpihak kepada masyarakat dan menghormati hak-hak masyarakat adat. Berbagai persoalan yang disampaikan dalam film ini hendaknya menjadi bahan refleksi bersama agar pembangunan yang dilakukan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Papua secara luas," ujar Thaha Alhamid.


Ia menambahkan bahwa dialog yang konstruktif antara pemerintah, masyarakat adat, tokoh agama, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan perlu terus diperkuat guna mencari solusi terhadap berbagai persoalan yang masih berkembang di Papua.


"Perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam masyarakat demokratis. Yang terpenting adalah bagaimana seluruh pihak dapat membangun komunikasi yang baik, saling mendengar, dan bersama-sama mencari solusi demi terciptanya Papua yang aman, damai, dan sejahtera," tambahnya.


Munculnya film dokumenter tersebut telah menarik perhatian publik karena mengangkat isu-isu yang berkaitan dengan pembangunan, keadilan sosial, dan pengelolaan sumber daya alam di Papua. Berbagai tanggapan yang muncul menunjukkan bahwa tema-tema tersebut masih menjadi bagian penting dalam diskursus publik mengenai masa depan Papua.


Melalui pendekatan dialogis dan penyampaian informasi yang berimbang, diharapkan berbagai pandangan yang berkembang dapat menjadi sarana untuk memperkuat pemahaman bersama serta mendukung terciptanya stabilitas sosial dan pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan di Tanah Papua.

Tim URC Polres Jayapura Ringkus Pelaku Curanmor, Amankan Motor Hasil Curian di Doyo Baru

 


Jayapura – Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Subsatgas Pidum Polres Jayapura kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas kejahatan 3C (Curat, Curas, dan Curanmor) dengan berhasil mengamankan seorang pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) beserta barang bukti hasil kejahatan yang disembunyikan di wilayah Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura.


Penangkapan tersebut dilakukan setelah Tim URC menerima informasi terkait keberadaan pelaku di kawasan Sentani. Menindaklanjuti informasi tersebut, personel langsung melakukan penyelidikan dan pemantauan hingga berhasil mengamankan pelaku di Jalan Pasir Sentani meskipun sempat berusaha melarikan diri saat hendak ditangkap.


Dari hasil interogasi awal, pelaku mengakui telah menyembunyikan sepeda motor hasil curian di sebuah rumah di Kampung Doyo Baru, Distrik Waibu. Tim kemudian melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan satu unit sepeda motor Honda CRF warna hitam yang merupakan barang bukti hasil tindak pidana curanmor.


Kasatgas Pidum Polres Jayapura melalui Kasubsatgas Pidum Polres Jayapura, AKP Axel Panggabean, S.Tr.K., S.I.K., mengatakan bahwa pengungkapan kasus tersebut merupakan bentuk keseriusan Polres Jayapura dalam mendukung keberhasilan Operasi Sikat Cartenz 2026 yang saat ini tengah berlangsung.


"Pengungkapan kasus curanmor ini merupakan bagian dari pelaksanaan Operasi Sikat Cartenz 2026 yang difokuskan pada pemberantasan kejahatan konvensional, khususnya kejahatan 3C yang meresahkan masyarakat. Kami akan terus melakukan tindakan tegas terhadap para pelaku kejahatan guna menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polres Jayapura," ujar AKP Axel.


Lebih lanjut, AKP Axel mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan awal, pelaku mengakui telah beberapa kali melakukan aksi pencurian kendaraan bermotor di wilayah Kabupaten Jayapura maupun Kota Jayapura. 


"Saat ini tim masih melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan pelaku lainnya, termasuk para penadah kendaraan hasil curian. Kami juga akan melakukan pengembangan ke wilayah Arso IX Kabupaten Keerom guna mencari barang bukti maupun pelaku lain yang terlibat dalam jaringan ini," jelasnya.


Ia menambahkan, keberhasilan pengungkapan tersebut menunjukkan komitmen Polres Jayapura dalam mendukung target Operasi Sikat Cartenz 2026 yang berlangsung selama 45 hari dengan sasaran berbagai bentuk tindak pidana konvensional.


"Kami mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap tindak pidana curanmor dan segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan. Polres Jayapura berkomitmen untuk terus melakukan penyelidikan dan pengungkapan kasus guna menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif," tambahnya.


Saat ini pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Polres Jayapura untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Sementara itu, Tim URC Subsatgas Pidum Polres Jayapura terus melakukan pengembangan guna mengungkap jaringan curanmor lainnya dalam rangka mendukung keberhasilan Operasi Sikat Cartenz 2026 dan menekan angka kejahatan 3C di wilayah Kabupaten Jayapura.

Polda Papua Tekankan Optimalisasi Kinerja dalam Anev Rasaka Cartenz Minggu Ke-12

 


Jayapura – Polda Papua menggelar Analisa dan Evaluasi (Anev) Operasi Rasaka Cartenz 2026 Minggu ke-12 bersama seluruh jajaran melalui Zoom Meeting yang berlangsung di Posko Operasi Rasaka Cartenz Polda Papua, Kamis (04/06).


Kegiatan dipimpin oleh Dirpamobvit Polda Papua selaku Karendalops Operasi Rasaka Cartenz, Kombes Pol. Dede Alamsyah, S.I.K., M.Si., dan dihadiri Kabid Humas Polda Papua selaku Kaops Operasi Rasaka Cartenz, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., Kabid Dokkes Polda Papua selaku Wakaopsda Operasi Rasaka Cartenz, Kombes Pol. dr. Bambang Pitoyo Nugroho, Sp.S., M.H., para Kasatgas Operasi Rasaka Cartenz, Kabag Ops Polres jajaran, serta personel yang terlibat dalam operasi.


Dalam arahannya, Karendalops Operasi Rasaka Cartenz Kombes Pol. Dede Alamsyah menekankan pentingnya peningkatan koordinasi dan kewaspadaan seluruh jajaran terhadap berbagai dinamika keamanan yang berkembang di wilayah Papua.


Ia menyampaikan bahwa situasi kamtibmas secara umum masih dalam kondisi aman dan kondusif. Namun demikian, sejumlah perkembangan seperti eksodus masyarakat di wilayah Pegunungan Bintang, aktivitas pertambangan yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan, serta peristiwa ledakan yang diduga berasal dari amunisi sisa Perang Dunia II di Kabupaten Biak Numfor harus menjadi perhatian bersama.


“Setiap kejadian yang terjadi harus menjadi pembelajaran bagi seluruh personel. Kita harus mampu merespons setiap potensi gangguan dengan cepat melalui langkah-langkah pencegahan, koordinasi yang baik, serta edukasi kepada masyarakat agar tidak menimbulkan korban,” tegasnya.


Selain itu, Karendalops juga mengingatkan pentingnya dukungan Polri terhadap berbagai program strategis pemerintah, khususnya di bidang ketahanan pangan dan ketahanan energi nasional. Menurutnya, keberhasilan program-program tersebut memerlukan dukungan pengamanan dan pengawasan yang optimal dari seluruh jajaran kepolisian.


Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua selaku Kaops Operasi Rasaka Cartenz, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, menegaskan bahwa Operasi Rasaka Cartenz kini telah memasuki minggu ke-12 sehingga seluruh satuan tugas diminta segera melakukan evaluasi terhadap capaian kegiatan yang telah dilaksanakan.


Menurutnya, seluruh kegiatan harus terdokumentasi dan dilaporkan dengan baik guna memastikan setiap target operasi dapat tercapai secara maksimal hingga akhir pelaksanaan operasi.


“Operasi Rasaka Cartenz merupakan kebijakan khusus Kapolda Papua yang mengedepankan pendekatan humanis kepada masyarakat. Melalui operasi ini, Polri hadir untuk membangun kedekatan, memberikan pelayanan, edukasi, serta memperkuat hubungan harmonis antara Polri dan masyarakat Papua,” ujar Kombes Pol. Cahyo.


Ia menjelaskan bahwa Operasi Rasaka Cartenz menjadi pelengkap dari Operasi Damai Cartenz yang berfokus pada aspek penegakan hukum. Sementara Operasi Rasaka Cartenz lebih menitikberatkan pada pendekatan sosial melalui kegiatan pembinaan masyarakat, pelayanan kesehatan, pendidikan, serta program pemberdayaan masyarakat secara langsung.


Memasuki bulan Juni menjelang Hari Bhayangkara ke-80 dan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Kaops juga meminta seluruh jajaran untuk mengoptimalkan pelaksanaan program SI-IPAR dengan memperkuat nilai-nilai wawasan kebangsaan dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan.


“Dokumentasi dan publikasi kegiatan harus mampu menunjukkan semangat nasionalisme serta manfaat nyata yang dirasakan masyarakat. Ini menjadi bagian penting dari keberhasilan operasi,” tambahnya.


Dalam kesempatan yang sama, Kasatgas Keladi Sagu AKBP Heru Hidayanto menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang telah aktif memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat selama pelaksanaan operasi.


Ia menekankan pentingnya pendataan yang akurat terhadap masyarakat penerima layanan kesehatan serta perlunya tindak lanjut atau monitoring pasca-pengobatan untuk mengetahui perkembangan kondisi pasien dan efektivitas pelayanan yang diberikan.


“Pelayanan kesehatan tidak berhenti pada saat pengobatan dilakukan. Perlu ada pemantauan lanjutan sehingga manfaat program benar-benar dapat dirasakan masyarakat,” jelas AKBP Heru.


Sementara itu, Kasatgas Matoa Kompol Nurjannah menyoroti pentingnya optimalisasi program influencer binaan sebagai salah satu indikator keberhasilan Operasi Rasaka Cartenz di bidang komunikasi publik.


Menurutnya, masih terdapat beberapa wilayah yang perlu meningkatkan capaian output kegiatan influencer, baik dalam bentuk produksi konten, publikasi, maupun edukasi kepada masyarakat melalui media sosial.


“Para influencer yang telah dibina dan difasilitasi harus mampu menghasilkan karya dan konten yang bermanfaat serta mendukung penyebaran informasi positif tentang kegiatan kepolisian kepada masyarakat,” ujarnya.


Kompol Nurjannah juga mengajak seluruh influencer binaan untuk berpartisipasi dalam lomba video kreatif yang akan digelar Bidang Humas Polda Papua dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara.


Pada sesi berikutnya, Kasatgas Koteka AKBP Tofan Irdianto mengingatkan seluruh jajaran agar terus memaksimalkan program pemberdayaan dan pelayanan kepada masyarakat melalui pendekatan humanis yang menjadi ciri khas Operasi Rasaka Cartenz.


Menurutnya, setiap kegiatan yang dilaksanakan harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan mampu memperkuat kepercayaan publik terhadap Polri.


Melalui kegiatan analisa dan evaluasi ini, Polda Papua berharap seluruh target Operasi Rasaka Cartenz 2026 dapat tercapai secara optimal, baik dari sisi pelaksanaan kegiatan, administrasi, maupun dampak positif yang dirasakan langsung oleh masyarakat.


Polda Papua Terus Dalami Peristiwa Ledakan di Biak Numfor, Tim DVI dan Bidlabfor Dilibatkan dalam Proses Identifikasi

  



Jayapura – Polda Papua terus mengintensifkan upaya pengungkapan peristiwa ledakan yang diduga berasal dari bom atau mortir sisa Perang Dunia II yang terjadi di Kabupaten Biak Numfor pada 31 Mei 2026 lalu. 


Hingga Kamis (04/06), tim gabungan masih bekerja di lapangan untuk melakukan penyisiran, pencarian korban, serta pengumpulan barang bukti guna mengungkap secara pasti penyebab ledakan yang menewaskan enam warga tersebut.


Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., menyampaikan bahwa perkembangan penanganan kasus menunjukkan hasil yang semakin signifikan. Tim gabungan yang terdiri dari personel Gegana Brimob melalui Unit Jibom, Tim Olah TKP, Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor), serta unsur TNI, Basarnas dan instansi terkait telah berhasil menemukan sejumlah benda dan barang yang diduga berkaitan dengan peristiwa ledakan tersebut.


“Beberapa barang yang ditemukan telah dilakukan pengujian sampel awal di lokasi kejadian, sementara sebagian lainnya hari ini dibawa ke Jayapura untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh Bidlabfor Polda Papua. Langkah ini merupakan bagian dari scientific investigation dan scientific identification guna mengungkap secara komprehensif peristiwa yang terjadi,” ujar Kombes Pol. Cahyo Sukarnito.


Dalam peristiwa tersebut tercatat enam warga meninggal dunia, sementara tiga orang lainnya masih dinyatakan hilang dan belum ditemukan. Selama proses pencarian berlangsung, tim gabungan juga menemukan sejumlah bagian tubuh korban yang diduga berasal dari lokasi ledakan.


Untuk mendukung proses identifikasi korban, Polda Papua pada hari ini memberangkatkan Tim Disaster Victim Identification (DVI) dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bidokes) ke Kabupaten Biak Numfor.


“Tim DVI diterjunkan untuk membantu proses identifikasi terhadap potongan-potongan tubuh yang ditemukan di sekitar lokasi kejadian sehingga dapat diketahui identitas korban secara akurat dan ilmiah,” jelas Kabid Humas.


Selain fokus pada pengungkapan kasus, Polda Papua melalui Polres Biak Numfor juga mengambil langkah-langkah kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak langsung akibat peristiwa tersebut. Salah satunya melalui kegiatan trauma healing yang dilaksanakan oleh personel Polwan Polres Biak Numfor di lokasi pengungsian yang disediakan Pemerintah Kabupaten Biak Numfor.


Kegiatan yang dipimpin oleh Wakapolres Biak Numfor tersebut menyasar anak-anak dan warga yang masih mengalami trauma pasca kejadian. Dalam pelaksanaannya, Polres Biak Numfor turut melibatkan Bhayangkari, tenaga kesehatan, serta berbagai stakeholder terkait untuk memberikan pendampingan psikologis, layanan kesehatan, dan bantuan sosial kepada para pengungsi.


“Kegiatan ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat. Tidak hanya fokus pada penanganan aspek keamanan dan penyelidikan, tetapi juga memastikan kondisi psikologis masyarakat dapat pulih, terutama anak-anak agar kembali ceria dan dapat menjalani aktivitas sehari-hari secara normal,” ungkap Kombes Cahyo.


Sementara itu, upaya pencarian korban terus dilakukan secara maksimal. Hingga hari ini, radius pencarian telah diperluas hingga 3 Km dari titik pusat ledakan dengan melibatkan personel gabungan TNI-Polri, Basarnas, pemerintah daerah, komunitas nelayan, serta relawan setempat.


Polda Papua berharap seluruh rangkaian proses pencarian, identifikasi korban, dan pemeriksaan laboratorium dapat segera memberikan hasil yang maksimal sehingga peristiwa tersebut dapat terungkap secara terang dan memberikan kepastian bagi keluarga korban maupun masyarakat luas.


“Kami berharap seluruh tim yang bekerja di lapangan maupun yang mendukung dari aspek forensik dapat memberikan hasil terbaik sehingga penyebab ledakan dan seluruh dampak yang ditimbulkannya dapat diketahui secara jelas dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah,” tutup Kabid Humas Polda Papua.


Hingga saat ini, situasi di Kabupaten Biak Numfor terpantau aman dan kondusif, sementara proses penyelidikan, pencarian korban, serta identifikasi masih terus berlangsung.



Polisi Menyapa di RRI Jayapura, Satlantas Polres Keerom Ajak Masyarakat Wujudkan Budaya Tertib Berlalu Lintas

 


Jayapura – Polda Papua melalui Bidang Humas Polda Papua kembali menggelar dialog interaktif "Polisi Menyapa" bersama LPP RRI Jayapura, Kamis (04/06). 


Mengangkat tema “Tertib Berlalu Lintas Menuju Kabupaten Keerom yang Aman dan Lancar di Jalan Raya”, kegiatan ini menghadirkan Kasat Lantas Polres Keerom Iptu Vany Krebru dan Kanit I Regident Satlantas Polres Keerom Aiptu Ardiansyah sebagai narasumber.


Dialog yang dipandu oleh presenter Mas Naldi tersebut membahas berbagai persoalan lalu lintas di wilayah Kabupaten Keerom, mulai dari titik rawan kecelakaan, upaya pencegahan kecelakaan, penanganan kendaraan over dimensi dan over loading (ODOL), hingga peran masyarakat dalam menciptakan keamanan dan keselamatan berlalu lintas.


Dalam pemaparannya, Kasat Lantas Polres Keerom Iptu Vany Krebru menjelaskan bahwa hingga saat ini arus lalu lintas di Kabupaten Keerom masih terpantau lancar dan belum terdapat titik kemacetan yang signifikan. Namun demikian, terdapat sejumlah lokasi yang perlu diwaspadai karena memiliki tingkat kerawanan kecelakaan yang cukup tinggi.


Menurutnya, beberapa titik tersebut antara lain berada di kawasan Pertigaan dan Jembatan Kampung Yowo, depan Terminal Arso, ruas Jalan Trans Papua antara Arso Swakarsa dan Arso 2, Pertigaan Arso 2, Jalan Garuda Arso 2, jalan menuju Kampung Rukwana, hingga Kilometer 212 Kampung Senggi.


Selain itu, pada musim hujan sejumlah wilayah di Distrik Senggi dan Distrik Waris juga berpotensi mengalami longsor yang dapat mengganggu kelancaran lalu lintas. Ia menambahkan, kondisi geografis dan infrastruktur jalan menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat risiko kecelakaan di wilayah tersebut.


“Selain kondisi jalan yang bergelombang, minimnya penerangan jalan, serta karakteristik jalur Trans Papua yang melewati kawasan hutan dan permukiman yang berjauhan, faktor perilaku pengendara juga masih menjadi penyebab utama terjadinya kecelakaan lalu lintas,” jelas Iptu Vany.


Sementara itu, Kanit I Regident Satlantas Polres Keerom Aiptu Ardiansyah menegaskan bahwa pihaknya terus mengedepankan langkah preventif dan edukatif kepada masyarakat dalam upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas.


“Kami lebih mengutamakan pendekatan humanis melalui teguran dan edukasi kepada pengguna jalan agar selalu mematuhi aturan lalu lintas, menjaga kecepatan kendaraan, serta memperhatikan keselamatan selama berkendara,” ujarnya.


Dialog interaktif tersebut juga mendapat respons positif dari masyarakat. Salah satu pendengar dari Kabupaten Keerom menyampaikan apresiasi terhadap pelayanan publik yang diberikan Satlantas Polres Keerom, mulai dari pelayanan SIM, STNK, Samsat hingga pengaturan lalu lintas yang dinilai membantu menciptakan rasa aman bagi pengguna jalan.


Selain menerima apresiasi, narasumber juga menjawab berbagai pertanyaan masyarakat terkait kendaraan bermuatan berlebih atau over loading. Menanggapi hal tersebut, Kasat Lantas Polres Keerom menjelaskan bahwa kendaraan ODOL masih menjadi persoalan nasional yang memerlukan penanganan bersama.


Meski saat ini belum dilakukan penindakan secara khusus sesuai kebijakan yang berlaku, Satlantas Polres Keerom tetap melakukan pengawasan serta memberikan imbauan kepada para pengemudi agar tidak mengabaikan faktor keselamatan.


“Kendaraan yang melebihi kapasitas muatan maupun dimensi memiliki potensi besar menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Karena itu kami terus melakukan patroli dan memberikan edukasi kepada para pengemudi untuk selalu mengutamakan keselamatan,” ungkapnya.


Dalam kesempatan tersebut, Kasat Lantas Polres Keerom juga menjelaskan bahwa pihaknya secara rutin melaksanakan razia dan pemeriksaan kendaraan guna mencegah masuknya barang-barang berbahaya maupun minuman keras melalui jalur transportasi darat yang melintasi Kabupaten Keerom.


Menjelang akhir dialog, Aiptu Ardiansyah mengingatkan masyarakat agar memanfaatkan layanan Call Center Polri 110 apabila menemukan gangguan keamanan, kecelakaan lalu lintas maupun situasi darurat lainnya yang membutuhkan kehadiran kepolisian.


Sebagai penutup, kedua narasumber mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama membangun budaya tertib berlalu lintas demi mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah Kabupaten Keerom.


“Kami mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta menjaga disiplin saat berkendara. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama dan dimulai dari kesadaran masing-masing pengguna jalan,” tutup Iptu Vany.