View AllNews

Nasional

Hukum

Latest News

15/02/26

Menko Polkam Ajak Pendidik Perkuat Komitmen Bangun SDM Indonesia


Surabaya — Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago, menegaskan bahwa masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan, dengan guru sebagai aktor utama pembentuk sumber daya manusia unggul dan berdaya saing.


Hal tersebut disampaikan Menko Polkam saat membuka Silaturahmi Alim Ulama dan Rapat Kerja Nasional Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU) dan Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) di Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (14/2/2026).


Menurutnya, pendidikan bukan sekadar proses transfer ilmu, melainkan fondasi pembentukan karakter dan arah bangsa. Karena itu, kualitas guru menjadi faktor penentu keberhasilan pembangunan nasional ke depan.


“Pendidikan sangat menentukan. Guru harus hebat, karena dari tangan guru akan lahir manusia-manusia hebat yang membawa bangsa ini ke arah yang lebih baik,” tegasnya.


Menko Polkam juga menuturkan bahwa perjalanan hidup dan kariernya tidak terlepas dari peran para guru yang telah mendidiknya. Hal tersebut menjadi bukti nyata bahwa profesi guru memiliki posisi terhormat dan strategis dalam membangun masa depan bangsa.


“Saya bisa seperti ini karena guru. Profesi guru sangat penting dan menjadi kunci utama dalam pembangunan bangsa ke depan,” ujarnya.


Ia menambahkan, harapan besar bangsa terhadap generasi penerus harus disikapi dengan kesungguhan dan komitmen bersama, terutama oleh para pendidik yang berada di garda terdepan pembangunan manusia Indonesia. (*)

14/02/26

Indonesia Jadi Tuan Rumah Forum Regional Pengendalian Dengue ASEAN 2026

World Health Organization (WHO) mencatat bahwa dengue kini menjadi salah satu penyakit tular vektor dengan pertumbuhan tercepat di dunia, dengan kawasan Asia Pasifik sebagai kontributor kasus terbesar.


Jakarta, 9 Februari 2026 – Indonesia menjadi tuan rumah Forum Regional: Mendorong Aksi Kolektif dalam Pencegahan dan Pengendalian Dengue di Kawasan Negara-negara ASEAN/Asia Tenggara yang digelar pada 9–10 Februari 2026 di Jakarta. Forum ini diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia bekerja sama dengan Koalisi Bersama (KOBAR) Lawan Dengue dan dihadiri sekitar 150 peserta dari unsur pembuat kebijakan, otoritas kesehatan, organisasi regional dan global, komunitas ilmiah, serta mitra pembangunan. Perwakilan dari 10 dari 11 negara anggota ASEAN turut hadir, menjadikan forum ini sebagai wadah strategis untuk memperkuat kolaborasi lintas negara dan sektor dalam penyelarasan kebijakan serta adopsi strategi pencegahan dan pengendalian dengue yang lebih komprehensif, terintegrasi, dan berkelanjutan.


Dengue masih menjadi tantangan kesehatan publik serius secara global maupun regional. Dalam periode Januari–Maret 2025, lebih dari 1,4 juta kasus dan lebih dari 400 kematian dilaporkan di 53 negara dalam wilayah World Health Organization. Secara global, sekitar 3,9 miliar orang berisiko terinfeksi dengue dengan estimasi 390 juta infeksi per tahun, di mana sekitar 96 juta kasus bersifat klinis. WHO mencatat dengue sebagai salah satu penyakit tular vektor dengan pertumbuhan tercepat di dunia, dengan kawasan Asia Pasifik sebagai kontributor kasus terbesar.


Kawasan ASEAN selama ini diakui sebagai episentrum global penularan dengue dengan pola wabah siklikal dan kondisi endemis berkelanjutan. Data European Centre for Disease Prevention and Control mencatat hampir 400.000 kasus dengue di Asia Tenggara sejak awal 2025 hingga Oktober–November 2025, dengan Vietnam mencatat kasus tertinggi, diikuti Indonesia, Thailand, Malaysia, Laos, dan Singapura. Selain dampak kesehatan, dengue juga menimbulkan beban sosial-ekonomi signifikan. Di Indonesia, klaim layanan kesehatan terkait dengue pada 2024 mendekati Rp3 triliun, dengan estimasi total kerugian ekonomi hampir Rp15 triliun per tahun.


Indonesia sendiri mencatat 257.271 kasus dengue dengan lebih dari 1.400 kematian sepanjang 2024. Data pembiayaan kesehatan nasional menunjukkan lebih dari satu juta kasus terkait dengue ditanggung sistem jaminan kesehatan pada tahun yang sama. Hingga Desember 2025, tercatat 161.752 kasus dengan 673 kematian. Kondisi ini menegaskan bahwa dengue merupakan ancaman kesehatan masyarakat yang berlangsung sepanjang tahun dan memerlukan kewaspadaan serta penguatan pengendalian secara konsisten dan terkoordinasi.


Saat membuka forum, Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan Prof. Asnawi Abdullah, Ph.D menekankan pentingnya kekompakan negara-negara ASEAN dalam melawan dengue karena penyakit ini mudah menyebar lintas batas. “Nyamuk itu tidak butuh paspor untuk pindah-pindah negara, jadi kita di ASEAN harus kompak melawannya. Kita memang tidak bisa mengatur cuaca atau menghentikan El Niño, tapi kita bisa melindungi warga dengan cara-cara yang lebih cerdas, seperti menggunakan teknologi nyamuk Wolbachia dan memperluas vaksinasi,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa penurunan angka kasus dengue hingga 57 per 100.000 penduduk pada 2025 merupakan hasil pergeseran strategi yang lebih proaktif dan adaptif melalui perluasan teknologi Wolbachia dan penguatan cakupan vaksinasi.


Ketua KOBAR Lawan Dengue, dr. H. Suir Syam, MKes, MMR menegaskan, “Pengendalian dengue harus bertumpu pada pencegahan dini sebagai fondasi utama, dimulai dari tingkat rumah tangga, diperkuat di komunitas, dan didukung kolaborasi lintas sektor yang konsisten. Tidak ada satu pihak pun yang bisa berjalan sendiri.” Ia menyebut KOBAR sebagai wadah independen lintas bidang yang menjembatani kebijakan, praktik lapangan, dan peningkatan kesadaran publik guna memastikan upaya pencegahan berjalan terintegrasi dan berdampak nyata. Apresiasi juga disampaikan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Dr. Hj. Nihayatul Wafiroh, M.A., yang menilai dengue bukan sekadar isu kesehatan, tetapi juga menyangkut ketahanan kesehatan dan perlindungan sosial, sehingga kebijakan pengendalian harus komprehensif dan diperkuat inovasi seperti vaksinasi dan Wolbachia untuk mencapai target Zero Dengue Deaths 2030.


Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes RI, drg. Murti Utami, MPH menegaskan bahwa pengendalian dengue merupakan bagian penting dari pembangunan sistem kesehatan tangguh menuju Indonesia Emas 2045. Pemerintah tengah memperbarui Rencana Aksi Nasional Pengendalian Dengue 2026–2029 yang menitikberatkan pada deteksi dan diagnosis dini, penguatan tata laksana klinis dan sistem rujukan, inovasi pencegahan termasuk Wolbachia dan vaksinasi, komunikasi risiko, serta penguatan surveilans terintegrasi dan sistem peringatan dini. Forum ini juga menegaskan komitmen regional menuju Zero Dengue Deaths 2030 melalui kolaborasi lintas negara, penguatan kebijakan kawasan, riset dan inovasi, serta dukungan mitra seperti Takeda dan World Mosquito Program, guna membangun respons yang lebih prediktif, preventif, dan terkoordinasi dalam melindungi masyarakat ASEAN dari ancaman dengue.

Isi Waktu Luang, Satgas TMMD ke-127 Kodim 0903/Bulungan Olahraga Voli Bersama Warga

  


Bulungan – Kebersamaan antara personel Satgas TMMD ke-127 Kodim 0903/Bulungan dengan masyarakat terus terjalin hangat. Usai melaksanakan pekerjaan sasaran fisik pada sore hari, anggota Satgas memanfaatkan waktu luang dengan berolahraga bola voli bersama warga Lubuk Manis, Desa Salimbatu, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan, Sabtu (14/02).


Suasana penuh kegembiraan terlihat di lapangan voli sederhana yang menjadi tempat berkumpulnya prajurit TNI dan masyarakat. Canda tawa dan semangat sportivitas mewarnai pertandingan persahabatan tersebut. Kegiatan ini bukan sekadar olahraga, namun juga menjadi sarana mempererat hubungan emosional antara Satgas TMMD dan warga setempat.


Anggota Satgas mengaku senang bisa berbaur langsung dengan masyarakat melalui kegiatan santai seperti olahraga bersama. Setelah seharian bekerja membuka akses jalan dan menyelesaikan berbagai sasaran pembangunan, momen bermain voli menjadi pelepas lelah sekaligus penyemangat.


Warga pun menyambut antusias kehadiran para prajurit. Mereka merasa bangga dan senang dapat bermain satu lapangan dengan anggota TNI. Kebersamaan ini mencerminkan kemanunggalan TNI dengan rakyat yang terjalin secara alami dalam kehidupan sehari-hari.


Melalui kegiatan sederhana namun penuh makna ini, diharapkan hubungan baik antara Satgas TMMD dan masyarakat Desa Salimbatu semakin kuat, sehingga seluruh rangkaian program TMMD dapat berjalan lancar dengan dukungan penuh dari warga.

Malam Penuh Keharmonisan, Yasinan Rutin Satgas TMMD Ke-127 Kodim 0903/Bulungan

  


Bulungan – Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan terasa saat personel Satgas TMMD ke-127 Tahun 2026 Kodim 0903/Bulungan melaksanakan kegiatan keagamaan  yasinan bersama masyarakat Lubuk Manis, Desa Salimbatu. Kegiatan ini berlangsung di Masjid Al-Amin, Sabtu (14/02).


Di sela-sela pelaksanaan sasaran utama program TMMD, anggota Satgas tetap menyempatkan diri membangun kedekatan spiritual dan sosial dengan warga. Yasinan rutin ini menjadi wadah mempererat silaturahmi sekaligus menciptakan suasana harmonis antara TNI dan masyarakat.


Kebersamaan yang terjalin terlihat dari antusiasme warga yang hadir. Mereka duduk berdampingan dengan anggota Satgas, melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan khusyuk. Kegiatan ini tidak hanya bernilai ibadah, tetapi juga menjadi simbol kuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.


Warga setempat menyambut baik kegiatan tersebut. Mereka merasa kehadiran Satgas TMMD bukan hanya membawa pembangunan fisik, tetapi juga memberikan ketenangan batin melalui kegiatan keagamaan yang rutin dilaksanakan.


Melalui kegiatan yasinan ini, diharapkan hubungan baik antara TNI dan masyarakat semakin kokoh, sehingga semangat gotong royong dan kebersamaan terus terjaga selama pelaksanaan TMMD ke-127 di Desa Salimbatu.

Jelang Libur Panjang, Polisi Perkuat Pengawasan di Terminal Domestik Bandara Ngurah Rai



Badung – Menyambut meningkatnya arus perjalanan masyarakat pada momen long weekend, Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai mengintensifkan pengamanan di Terminal Domestik Bandara I Gusti Ngurah Rai, Sabtu (14/2/2026).


Personel ditempatkan di berbagai titik vital seperti area drop zone, konter check-in, pemeriksaan keamanan, ruang tunggu keberangkatan hingga area kedatangan. Kehadiran petugas bertujuan mengantisipasi kepadatan penumpang sekaligus mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.


Selain penjagaan terbuka, patroli berjalan dan pemantauan melalui CCTV terus dilakukan secara berkala. Petugas juga memberikan imbauan langsung kepada calon penumpang agar memperhatikan barang bawaan serta mengikuti prosedur pelayanan bandara.


Kasi Humas Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai, Ipda I Gede Suka artana, S.H., mengatakan peningkatan pengamanan merupakan langkah pelayanan untuk menjamin kenyamanan masyarakat yang hendak bepergian.


“Momentum libur panjang biasanya diikuti peningkatan aktivitas penumpang. Karena itu kami hadir memastikan situasi tetap aman, tertib, dan seluruh proses keberangkatan maupun kedatangan berjalan lancar,” ujarnya.


Polres Bandara juga berkoordinasi dengan petugas Avsec dan pengelola bandara guna mempercepat penanganan apabila terjadi kepadatan arus penumpang.


Dengan pengamanan yang diperkuat, aktivitas di Terminal Domestik Bandara I Gusti Ngurah Rai selama long weekend diharapkan berlangsung kondusif serta memberikan rasa aman bagi seluruh pengguna jasa bandara.(hms26)

13/02/26

Hari ke-13 Ops Keselamatan Cartenz 2026, Polda Papua Intensifkan Penindakan dan Teguran Simpatik di Kawasan PTC Entrop


Jayapura – Memasuki hari ke-13 pelaksanaan Operasi Keselamatan Cartenz-2026, Kepolisian Daerah Papua melalui Direktorat Lalu Lintas (Dit Lantas) kembali menggelar razia kendaraan dan pemberian imbauan yang dipusatkan di Lapangan PTC Entrop, Distrik Jayapura Selatan, Jumat (13/02/2026).


Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kabag Bin Opsnal Ditlantas Polda Papua, AKBP Mathin W. Asmuruf, S.Sos., M.M., didampingi Kasubdit Gakkum AKBP Muhammadi Mukhtari, S.H., S.I.K., M.H., serta Kasubdit Regident Kompol Viky Pandhu Widhapermana, S.H., S.I.K., M.H. Turut hadir mitra terkait dari Bapenda Provinsi Papua, Jasa Raharja, dan Samsat Provinsi Papua.


Dalam arahannya, AKBP Mathin W. Asmuruf menekankan bahwa kegiatan hari ini mengedepankan tindakan represif yang bersifat edukatif, seperti pemberian teguran dan himbauan kepada pengendara roda dua (R2), roda empat (R4), maupun roda enam (R6).


"Fokus kami adalah pengendara yang tidak memenuhi kriteria standar, seperti penggunaan kaca spion, masa berlaku plat nomor, hingga penggunaan helm. Namun, kami instruksikan kepada personel untuk tetap mengutamakan keselamatan pribadi dan tidak memaksakan penahanan terhadap pengendara yang mencoba memacu kecepatan guna menghindari petugas," jelas AKBP Mathin.


Berdasarkan data hasil operasi di lapangan, petugas berhasil menjaring sejumlah pelanggar dengan rincian sebagai berikut:

1. Teguran Simpatik: Total 188 teguran (163 unit R2 dan 25 unit R4).

2. Penindakan Tilang: 1 unit R2.

3. Edukasi Masyarakat: Pembagian 100 lembar brosur keselamatan lalu lintas (70 kepada pengendara R2 dan 30 kepada R4).


Pada apel konsolidasi yang dipimpin oleh AKP Novilus Yoku, personel diingatkan untuk tetap konsisten menindak 7 pelanggaran prioritas, di antaranya menggunakan ponsel saat berkendara, pengendara di bawah umur, berboncengan lebih dari satu orang, tidak menggunakan helm SNI atau sabuk pengaman, berkendara dalam pengaruh alcohol, melawan arus jalan, serta memacu kendaraan melebihi batas kecepatan.


Polda Papua menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk terus meningkatkan kesadaran akan pentingnya tertib berlalu lintas demi keselamatan bersama di jalan raya.


Memasuki Jum’at Perdana, Anggota Satgas TMMD ke-127 Sholat Jum’at Bersama Warga

 


 Bulungan – Memasuki Jumat perdana pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127, anggota Satgas dari Kodim 0903/Bulungan melaksanakan ibadah sholat Jumat bersama masyarakat. Kegiatan berlangsung di Masjid Al-Amin, wilayah Lubuk Manis, Desa Salimbatu, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan, Jumat (13/02).


Kehadiran personel Satgas di tengah masyarakat tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga mempererat hubungan sosial dan spiritual dengan warga. Momentum sholat Jumat dimanfaatkan sebagai sarana silaturahmi, memperkuat kebersamaan serta menumbuhkan rasa kekeluargaan antara prajurit dan masyarakat.


Kegiatan ini menjadi bukti bahwa Tentara Nasional Indonesia selalu hadir dan hidup berdampingan dengan rakyat. Anggota Satgas tampak berbaur akrab dengan warga, mengikuti rangkaian ibadah dengan khusyuk dan penuh kebersamaan.


Warga Desa Salimbatu menyambut baik kehadiran Satgas TMMD dalam kegiatan keagamaan tersebut. Mereka merasa bangga dan senang karena prajurit tidak hanya bekerja membangun infrastruktur desa, tetapi juga ikut aktif dalam kehidupan sosial dan religi masyarakat.


Melalui kebersamaan ini, diharapkan kemanunggalan TNI dan rakyat semakin kuat, sehingga seluruh rangkaian program TMMD ke-127 dapat berjalan lancar dan memberi manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat setempat.

Polda Papua Ikuti Peresmian 1.179 Satuan Pelayanan Gizi Polri dan 18 Gudang Ketahanan Pangan oleh Presiden RI Secara Virtual

 


Jayapura – Kepolisian Daerah Papua menyatakan dukungan penuh terhadap akselerasi program prioritas nasional melalui partisipasi aktif dalam agenda Peresmian dan Groundbreaking 1.179 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta 18 Gudang Ketahanan Pangan Polri. Kegiatan tersebut diikuti jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda Papua secara virtual melalui Zoom Meeting bertempat di Aula Rastra Samara Mapolda Lama, Jumat (13/02/2026).


Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) H. Prabowo Subianto Djojohadikusumo, didampingi Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. Di Jayapura, kegiatan dihadiri oleh Dir Samapta Kombes Pol. Sondang Richman Daniel Siagian, S.I.K, Dansat Brimob Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum, Kabid Humas Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P, serta perwakilan dari Kodam XVII/Cenderawasih, Dinas Pangan Provinsi Papua, Bulog, dan Bapanas.


Dalam laporannya, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memaparkan bahwa pembangunan 1.179 SPPG merupakan langkah nyata Polri dalam mendukung terwujudnya generasi emas Indonesia. Khusus untuk wilayah Papua dan provinsi pemekarannya, Polri telah membangun 33 unit SPPG sebagai bentuk pemerataan layanan di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar).


"Polri berkomitmen memastikan program ini tepat sasaran. Seluruh SPPG telah dilengkapi sertifikasi higiene sanitasi, standar halal, serta food safety test kit untuk menjamin mutu pangan bagi masyarakat," tegas Kapolri.


Presiden Prabowo Subianto dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi kepada Polri atas inisiatif pembangunan infrastruktur gizi dan pangan ini. Beliau menegaskan bahwa penyediaan makanan bergizi adalah langkah konkret mengatasi stunting dan membangun sumber daya manusia yang kuat.


"Ketahanan pangan adalah bagian inti dari ketahanan bangsa. Ketika rakyat merasa aman dari kelaparan, maka stabilitas nasional akan semakin kokoh. Saya meminta seluruh jajaran TNI, Polri, dan pemerintah daerah bersinergi memastikan setiap rupiah uang rakyat kembali dalam bentuk manfaat nyata melalui program ini," ujar Presiden Prabowo.


Selain unit pelayanan gizi, peresmian 18 Gudang Ketahanan Pangan Polri diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan dan distribusi logistik di daerah-daerah kunci, termasuk di Tanah Papua. Hal ini menjadi krusial mengingat tantangan geografis yang ada, sehingga ketersediaan pangan bergizi tetap terjaga secara berkelanjutan.