View AllNews

Nasional

Hukum

Latest News

03/11/26

Hari Ke-9 Operasi Patuh Cartenz, Polda Papua Kedepankan Pendekatan Edukatif dan Humanis kepada Pengendara



Jayapura – Polda Papua terus mengedepankan pendekatan edukatif dan humanis dalam pelaksanaan Operasi Patuh Cartenz 2026. Memasuki hari ke-9, Direktorat Lalu Lintas Polda Papua melaksanakan kegiatan edukasi dan sosialisasi kepada pengendara kendaraan bermotor di depan Mako Polda Papua Lama, Selasa (03/11/2026).


Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Dirlantas Polda Papua Kombes Pol Rahman Wijaya, S.I.K., S.H., M.H., didampingi KBO Ditlantas Polda Papua AKBP Martin W. Asmuruf, S.Sos., M.M., Kasi SIM Ditlantas Polda Papua Kompol La Liwuto, S.Sos., serta personel Ditlantas Polda Papua.


Dalam arahannya, Dirlantas Polda Papua Kombes Pol Rahman Wijaya menekankan kepada seluruh personel agar lebih mengintensifkan edukasi dan sosialisasi kepada pengguna jalan dengan mengedepankan pendekatan yang santun, persuasif, dan humanis.


“Berikan pemahaman secara langsung kepada masyarakat, khususnya terkait penggunaan helm berstandar SNI, kelengkapan surat-surat kendaraan, kepatuhan terhadap rambu dan marka jalan, serta larangan berkendara yang dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” ujarnya.


Ia juga menegaskan bahwa setiap personel harus mengutamakan keselamatan, menghindari sikap arogan, serta melaksanakan penegakan hukum secara profesional dan proporsional.


“Kami tekankan kepada seluruh personel agar menjadikan Operasi Patuh Cartenz ini sebagai momentum untuk membangun kesadaran masyarakat dalam tertib berlalu lintas, bukan sekadar mencari pelanggaran. Kehadiran Polri harus mampu memberikan pemahaman dan mengajak masyarakat menjadi pelopor keselamatan di jalan raya,” tegasnya.


Dalam pelaksanaan edukasi tersebut, personel Ditlantas memberikan imbauan secara langsung kepada pengendara roda dua maupun roda empat agar selalu mematuhi aturan lalu lintas. Masyarakat juga diingatkan untuk menggunakan perlengkapan keselamatan, membawa kelengkapan administrasi kendaraan, serta mengutamakan keselamatan selama berkendara.


Berdasarkan hasil pelaksanaan Operasi Patuh Cartenz 2026 hari ke-9, Ditlantas Polda Papua mencatat sebanyak 345 teguran lisan, dengan rincian 195 teguran terhadap pengendara roda dua dan 150 teguran terhadap pengendara roda empat.


Sementara itu, untuk blangko teguran tercatat sebanyak 65, terdiri dari 50 teguran kendaraan roda dua dan 15 teguran kendaraan roda empat.


Melalui kegiatan ini, Polda Papua berharap masyarakat semakin memahami pentingnya keselamatan berlalu lintas dan menjadikan kepatuhan terhadap aturan sebagai kebutuhan dalam aktivitas sehari-hari.

Pemkab Jayawijaya Perkuat Pelayanan Kesehatan bagi Masyarakat melalui 32 Puskesmas


Jayapura – Pemerintah Kabupaten Jayawijaya terus mendorong optimalisasi pelayanan kesehatan di 32 Puskesmas guna memastikan masyarakat mendapatkan layanan kesehatan yang maksimal dan merata.


Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya, Esau Rudi Aibesa, mengatakan bahwa peningkatan kualitas pelayanan di seluruh Puskesmas menjadi perhatian pemerintah daerah. 


Menurutnya, fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama memiliki peran penting dalam memberikan akses layanan kesehatan kepada masyarakat, termasuk yang berada di wilayah terpencil.


“Optimalisasi pelayanan di 32 Puskesmas menjadi salah satu upaya untuk memastikan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang baik. Kami terus mendorong agar setiap Puskesmas dapat menjalankan fungsi pelayanan secara maksimal sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar Esau Rudi Aibesa.


Ia berharap seluruh tenaga kesehatan dapat meningkatkan kualitas pelayanan, menjaga profesionalisme, serta memberikan perhatian kepada masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan.


Esau juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas Puskesmas sebagai sarana memperoleh pelayanan kesehatan dan melakukan pemeriksaan secara berkala.


Melalui upaya tersebut, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya berharap pelayanan kesehatan semakin optimal sehingga dapat mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat di wilayah Jayawijaya.

Kebakaran di Wamena, Jeri Dabi Serukan Kepedulian terhadap Masyarakat Adat


Jayapura – Peristiwa kebakaran yang melanda wilayah Wamena menjadi perhatian berbagai pihak, khususnya terkait kondisi masyarakat adat yang terdampak dan membutuhkan perhatian serta dukungan dari pemerintah.


Menanggapi pemberitaan tersebut, Aktivis Jeri Dabi menilai bahwa musibah kebakaran tidak hanya menyisakan kerugian material, tetapi juga menjadi persoalan kemanusiaan yang membutuhkan kehadiran negara dalam memberikan perlindungan dan bantuan kepada masyarakat terdampak.


Jeri Dabi menyampaikan bahwa masyarakat adat yang mengalami musibah perlu mendapatkan perhatian serius, terutama dalam pemenuhan kebutuhan dasar, bantuan pemulihan, serta pendampingan agar dapat kembali menjalani kehidupan secara normal.


Menurutnya, penanganan bencana tidak boleh hanya mengandalkan solidaritas dan kemampuan masyarakat setempat. 


Kehadiran pemerintah melalui instansi terkait sangat diperlukan untuk memastikan masyarakat terdampak memperoleh bantuan secara layak.


Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kepedulian dan semangat gotong royong dalam membantu warga yang mengalami musibah.


“Musibah yang dialami masyarakat harus menjadi perhatian bersama. Masyarakat adat tidak boleh merasa berjuang sendiri ketika menghadapi bencana. Kehadiran pemerintah dan seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan,” demikian pernyataan yang diusulkan untuk dikonfirmasi kepada Jeri Dabi.


Melalui perhatian dan kerja sama seluruh pihak, diharapkan masyarakat terdampak kebakaran di Wamena dapat memperoleh penanganan dan bantuan yang dibutuhkan.

Perkuat Kemanunggalan TNI dengan Rakyat, Babinsa Kloposawit Bersama Warga Bersihkan Jalan


Lumajang – Sebagai wujud kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekaligus mendukung kelancaran aktivitas masyarakat, Babinsa Kloposawit Koramil 0821-09/Candipuro, Serda Moh. Dedik Indra Irawan, bersama warga melaksanakan kerja bakti pembersihan kanan dan kiri jalan menuju area pertanian di Dusun Jurang Geger RT 002 RW 003, Desa Kloposawit, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (3/11/2026).


Kegiatan kerja bakti tersebut difokuskan pada pembersihan sepanjang kurang lebih 850 meter di kanan dan kiri jalan. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian bersama dalam menjaga kebersihan serta kenyamanan akses jalan yang digunakan masyarakat, khususnya para petani menuju area pertanian.


Disela kegiatannya, Serda Moh. Dedik Indra Irawan menyampaikan bahwa keterlibatannya dalam kerja bakti tersebut merupakan bagian dari upaya Babinsa untuk terus hadir dan membantu masyarakat di wilayah binaan. Menurutnya, kegiatan sederhana seperti kerja bakti memiliki nilai penting dalam membangun kebersamaan, kepedulian, dan semangat gotong royong.

 

“Melalui kegiatan kerja bakti ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk terus menjaga kebersihan lingkungan, khususnya akses jalan menuju area pertanian. Selain membuat lingkungan lebih bersih dan nyaman, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat kebersamaan serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat,” ujar dia.


Sementara itu, Kepala Dusun Jurang Geger, Suratman, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan Babinsa yang turut menggerakkan dan bekerja bersama masyarakat. Ia berharap kebersamaan tersebut dapat terus terpelihara sehingga warga semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan dan kondisi fasilitas jalan di desa. 


“Kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian dan keterlibatan Babinsa yang selalu hadir bersama masyarakat. Dengan adanya kerja bakti ini, kami berharap akses jalan menuju area pertanian menjadi lebih bersih dan terawat, sehingga masyarakat, khususnya para petani, dapat lebih nyaman saat beraktivitas,” ungkapnya.


Melalui kegiatan tersebut, Babinsa Kloposawit berupaya memperkuat paradigma kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kehadiran Babinsa tidak hanya dalam menjaga keamanan wilayah, tetapi juga melalui kegiatan sosial dan gotong royong yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Sinergi antara Babinsa dan warga diharapkan terus terjalin dalam berbagai kegiatan pembangunan maupun pemeliharaan lingkungan, sehingga tercipta desa yang bersih, nyaman, serta memiliki semangat kebersamaan yang kuat. (Pendim0821)

Sinergi TNI-Polri dan Forkopimda Lumajang Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Bencana Hidrometeorologi.

 


Lumajang – Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam, Polres Lumajang bersama Forkopimda Kabupaten Lumajang melaksanakan Apel Siaga Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Tahun 2026, bertempat di Halaman Mapolres Lumajang, Selasa (3/11/2026).


Kegiatan tersebut menjadi bentuk komitmen bersama seluruh unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, dan instansi terkait dalam memperkuat kesiapan menghadapi berbagai potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, angin kencang, serta bencana alam lainnya yang dapat terjadi akibat meningkatnya intensitas curah hujan.


Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi, S.H., S.I.K., M.H., dalam amanatnya menekankan pentingnya kesiapsiagaan dan sinergi seluruh unsur dalam menghadapi potensi bencana. Kesiapan personel, sarana prasarana, serta kecepatan koordinasi menjadi faktor penting dalam memberikan penanganan dan pelayanan kepada masyarakat saat terjadi bencana.


Senada dengan hal tersebut, Dandim 0821/Lumajang Letkol Arh Anton Subhandi, S.A.P., M.I.P., menegaskan bahwa TNI melalui jajaran Kodim 0821/Lumajang siap bersinergi dengan Polri, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat dalam upaya mitigasi maupun penanganan bencana.


Menurutnya, kesiapsiagaan harus diwujudkan melalui langkah nyata, mulai dari pemantauan wilayah rawan bencana, peningkatan koordinasi lintas sektor, hingga kesiapan personel untuk bergerak cepat apabila terjadi keadaan darurat.


Melalui apel siaga tersebut, diharapkan terbangun kesamaan langkah dan kesiapan seluruh unsur dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi di wilayah Kabupaten Lumajang. Dengan sinergi yang kuat, penanganan bencana dapat dilaksanakan secara cepat, terpadu, dan tepat sasaran.


Dandim 0821/Lumajang Letkol Arh Anton Subhandi menyampaikan bahwa kehadiran TNI-Polri bersama pemerintah daerah merupakan wujud tanggung jawab bersama dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat. "Kesiapsiagaan dan sinergi menjadi kunci agar setiap potensi bencana dapat diantisipasi dan ditangani dengan cepat, sehingga keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama." (Pendim 0821).

Forkopimda Lumajang Salurkan Santunan dan Bantuan kepada Keluarga Korban Longsor, Sekaligus Tinjau DAS Curah Kobokan


Lumajang – Forkopimda Kabupaten Lumajang menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana dengan memberikan santunan dan bantuan kepada keluarga korban tanah longsor di Desa Tamanayu, Kecamatan Pronojiwo, Senin (2/11/2026). Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah bersama TNI-Polri dalam memastikan kondisi wilayah pascabencana. 


Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Bupati Lumajang Ir. Hj. Indah Amperawati, M.Si., bersama Ketua DPRD Kabupaten Lumajang dan Dandim 0821/Lumajang Letkol Arh Anton Subhandi, S.A.P., M.I.P., juga melaksanakan peninjauan kondisi Daerah Aliran Sungai (DAS) Curah Kobokan, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, pascabanjir lahar dingin Gunung Semeru yang terjadi sekitar pukul 00.14 WIB.


Setelah meninjau kondisi DAS Curah Kobokan, rombongan melanjutkan kunjungan ke Pos Pantau proyek Semeru di Dusun Gemuk Mas, Desa Supiturang. Di lokasi tersebut, rombongan menerima paparan dari Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Provinsi Jawa Timur mengenai perkembangan proyek Vulkanik Disaster Risk Reduction Sector Project (VDRRSLP).


Setelah meninjau kondisi DAS Curah Kobokan, rombongan melanjutkan kunjungan ke Pos Pantau proyek Semeru di Dusun Gemuk Mas, Desa Supiturang. Di lokasi tersebut, rombongan menerima paparan dari Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Provinsi Jawa Timur mengenai perkembangan proyek Vulkanik Disaster Risk Reduction Sector Project (VDRRSLP).


Bupati Lumajang Ir. Hj. Indah Amperawati, M.Si., dalam keterangannya kepada awak media menyampaikan bahwa berdasarkan hasil peninjauan, kondisi masyarakat pascabanjir lahar dingin Semeru dalam keadaan aman. Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tetap waspada mengingat intensitas curah hujan di Kabupaten Lumajang dalam beberapa hari terakhir cukup tinggi.


Bupati juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya dua warga akibat bencana tanah longsor di Desa Tamanayu pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi bencana, Pemerintah Kabupaten Lumajang pada hari tersebut menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi.


Sementara itu, Dandim 0821/Lumajang Letkol Arh Anton Subhandi, S.A.P., M.I.P., menyampaikan bahwa TNI melalui Kodim 0821/Lumajang akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah, Polri, BPBD, serta seluruh unsur terkait dalam membantu masyarakat, baik dalam penanganan pascabencana maupun upaya kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana susulan.


Dandim menegaskan bahwa jajaran Babinsa akan terus meningkatkan pemantauan wilayah, memperkuat komunikasi dengan perangkat desa dan masyarakat, serta siap membantu proses penanganan apabila terjadi kondisi darurat. Masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana juga diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras dan ketika terjadi peningkatan debit aliran sungai.


Melalui kepedulian Forkopimda dalam memberikan santunan kepada keluarga korban serta peninjauan langsung wilayah terdampak, diharapkan kehadiran pemerintah dan TNI-Polri dapat memberikan dukungan moril kepada masyarakat sekaligus memperkuat sinergi dalam menghadapi bencana. Hal ini menjadi wujud nyata kepedulian dan kehadiran negara dalam memberikan perlindungan serta rasa aman bagi masyarakat Kabupaten Lumajang. (Pendim 0821).

Gubernur Jatim Bersama Forkopimda Lumajang Salurkan Santunan Korban Longsor Tamanayu, Dandim 0821 Turut Dampingi

 


Lumajang – Kepedulian pemerintah terhadap masyarakat terdampak bencana kembali ditunjukkan melalui kunjungan kerja Gubernur Jawa Timur Dr. (H.C.) Khofifah Indar Parawansa, M.Si., bersama Forkopimda Kabupaten Lumajang dengan memberikan santunan dan bantuan kepada keluarga korban tanah longsor di Dusun Manggisan, Desa Tamanayu, Kecamatan Pronojiwo, Senin (2/11/2026).


Kunjungan yang berlangsung sekitar pukul 16.30 WIB tersebut disambut Bupati Lumajang Ir. Hj. Indah Amperawati, M.Si., Dandim 0821/Lumajang Letkol Arh Anton Subhandi, S.A.P., M.I.P., Ketua DPRD Lumajang Hj. Oktafiyani, S.H., M.H., serta jajaran Forkopimda dan instansi terkait. Dalam kesempatan itu, Gubernur bersilaturahmi dengan keluarga korban sekaligus menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Imron Rosadi (40) dan putrinya, Hilya (9), akibat bencana tanah longsor pada 31 Oktober 2026.


Sebagai bentuk kepedulian dan dukungan pemulihan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyerahkan uang duka sebesar Rp20 juta, 75 sak semen, 5.000 buah bata merah, 1.500 buah genteng, 60 batang kayu balok, serta lima paket sembako. Sementara Pemerintah Kabupaten Lumajang memberikan uang duka sebesar Rp5 juta dan tiga paket sembako. Bantuan material tersebut diharapkan dapat mendukung penanganan rumah korban yang mengalami kerusakan berat.


Gubernur Jawa Timur Dr. (H.C.) Khofifah Indar Parawansa, M.Si., dalam keterangannya kepada awak media menyampaikan bahwa perubahan cuaca perlu menjadi perhatian bersama. Berdasarkan prediksi BMKG, musim kemarau diperkirakan berakhir pada akhir November dan memasuki musim penghujan pada awal Desember 2026. Kondisi tersebut perlu diantisipasi karena peningkatan curah hujan dapat memicu bencana longsor di sejumlah wilayah. Gubernur juga menyampaikan doa agar kedua korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT serta mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana.


Sementara itu, Bupati Lumajang Ir. Hj. Indah Amperawati, M.Si., menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah melakukan peninjauan DAS Curah Kobokan, Desa Supiturang, pascabanjir lahar dingin Semeru yang terjadi sekitar pukul 00.14 WIB. Berdasarkan hasil pemantauan, kondisi masyarakat pascakejadian dalam keadaan aman. Meski demikian, masyarakat diimbau tetap waspada mengingat curah hujan di wilayah Lumajang cukup tinggi. Pemkab Lumajang juga menetapkan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi mulai 2 November 2026 hingga 30 Januari 2027.


Dandim 0821/Lumajang Letkol Arh Anton Subhandi, S.A.P., M.I.P., menegaskan bahwa Kodim 0821/Lumajang siap terus bersinergi dengan pemerintah daerah, Polri, BPBD, dan seluruh unsur terkait dalam membantu penanganan dampak bencana serta meningkatkan kesiapsiagaan di wilayah rawan bencana. Melalui jajaran Babinsa, pemantauan kondisi wilayah dan komunikasi dengan perangkat desa serta masyarakat terus diperkuat guna mempercepat penyampaian informasi apabila ditemukan tanda-tanda potensi bencana.


Rangkaian kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari perhatian Forkopimda terhadap perkembangan kondisi Gunung Semeru. Sebelumnya, rombongan Bupati bersama Ketua DPRD dan Dandim 0821/Lumajang meninjau DAS Curah Kobokan serta menerima paparan perkembangan proyek Vulkanik Disaster Risk Reduction Sector Project (VDRRSLP) dari Kepala BBWS Provinsi Jawa Timur. Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi aliran sungai sekaligus memastikan upaya pengendalian aliran lahar berjalan sesuai perencanaan.


Sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, TNI-Polri, dan masyarakat diharapkan semakin memperkuat upaya mitigasi serta penanganan bencana di Kabupaten Lumajang. Kehadiran Dandim bersama Forkopimda dalam kegiatan tersebut menjadi wujud komitmen TNI untuk selalu hadir membantu masyarakat, memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat, serta mengutamakan keselamatan warga di tengah ancaman bencana. (Pendim0821).

Polres Mamberamo Tengah Ajak Masyarakat Cegah Karhutla Melalui Patroli Dan Sambang Humanis


 

Jayapura – Mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) membutuhkan kepedulian serta peran aktif seluruh elemen masyarakat. 


Untuk meningkatkan kesadaran warga terhadap bahaya pembakaran hutan dan lahan, Kapolsek Kelila IPDA Alfius E. Simbiak, S.H., bersama delapan personel melaksanakan patroli pagi dan sambang masyarakat di wilayah hukum Polsek Kelila, Selasa (03/11/2026).


Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.40 hingga 10.00 WIT tersebut menyasar sejumlah titik di Distrik Kelila. Dalam patroli dan sambang tersebut, Kapolsek bersama personel menyampaikan imbauan kamtibmas dengan memberikan perhatian khusus terhadap pencegahan Karhutla, sekaligus mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan.


Kapolsek Kelila IPDA Alfius E. Simbiak, S.H. mengatakan bahwa pencegahan Karhutla membutuhkan kesadaran dan keterlibatan seluruh masyarakat, terutama dalam menghindari aktivitas pembakaran yang berpotensi menimbulkan kebakaran tidak terkendali.


“Kami mengimbau seluruh masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Hutan dan lingkungan merupakan kekayaan alam yang harus kita jaga bersama. Jangan sampai akibat pembakaran yang tidak terkendali, api meluas dan merugikan masyarakat sendiri,” ujarnya.


Ia juga mengingatkan warga agar tidak membuang puntung rokok sembarangan serta menghindari aktivitas lain yang dapat memicu munculnya titik api, khususnya saat kondisi cuaca panas dan lahan kering.


“Apabila melihat adanya titik api atau kebakaran, segera laporkan kepada pihak kepolisian atau aparat setempat agar dapat ditangani secepat mungkin. Kami berharap masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dan para pemuda dapat bersama-sama menjadi pelopor pencegahan Karhutla di Distrik Kelila,” tambahnya.


Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek bersama personel juga menyambangi kediaman Bapak Opunik Pagawak. Kunjungan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Selain mempererat silaturahmi, pertemuan tersebut dimanfaatkan untuk membangun komunikasi serta mengajak warga dan para pemuda menjadi mitra kepolisian dalam mencegah terjadinya Karhutla.


Suasana keakraban semakin terasa ketika Bapak Opunik Pagawak bersama sejumlah pemuda mengajak Kapolsek dan personel menikmati buah merah, salah satu kekayaan alam khas Papua. Sambil berbincang santai, warga juga memperkenalkan berbagai jenis serta manfaat buah merah. Momen sederhana ini menjadi sarana mempererat hubungan sekaligus menumbuhkan kepedulian bersama terhadap kelestarian lingkungan.


Bapak Opunik Pagawak bersama para pemuda menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran Kapolsek Kelila beserta jajaran. Mereka menyambut baik kegiatan sambang tersebut karena menjadi ruang komunikasi yang terbuka antara kepolisian dan masyarakat, termasuk dalam menyampaikan imbauan pencegahan kebakaran hutan dan lahan.


Kapolsek Kelila menegaskan bahwa menjaga hutan bukan hanya untuk kepentingan saat ini, tetapi juga merupakan tanggung jawab bersama demi masa depan generasi mendatang. Oleh karena itu, pihaknya akan terus mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis dalam mengajak masyarakat menjaga keamanan sekaligus kelestarian alam.


Melalui kegiatan patroli dan sambang ini, Polsek Kelila berharap tumbuh kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan, melindungi hutan sebagai kekayaan alam Papua, serta mencegah dampak kebakaran yang dapat mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat.