View AllNews

Nasional

Hukum

Latest News

14/08/26

Laskar Merah Putih Provinsi Papua Ajak Masyarakat Tak Terprovokasi Dengan Rencana Aksi Tanggal 15 Agustus di Kota Jayapura



Jayapura - Ketua LMP Provinsi Papua, Yan Christian Arebo, SH., M.Si.,mengatakan Laskar Merah Putih  Papua Ajak Masyarakat Tidak Terprovokasi Rencana Aksi KNPB pada tanggal  15 Agustus 2026, sebabnya Aparat Kepiolisian Perlu Bertindak Tegas.


"Kami menolak rencana aksi yang akan berlangsung di sejumlah titik berpotensi menimbulkan gesekan apabila tidak diantisipasi sejak awal," ujar Ketua LMP Provinsi Papua, Yan Cristian Arebo, SH., M.Si., kepada wartawan di Kota Jayapura, Kamis (13/8/2026).


“Kami meminta aparat keamanan untuk mengantisipasi setiap kemungkinan yang dapat mengganggu situasi keamanan dan ketertiban di Kota Jayapura,”ujar  Ketua LMP Provinsi Papua, Yan Cristian Arebo,, di Kota Jayapura, Kamis (13/8/2026).


Sebagaimana,   Laskar Merah Putih (LMP) Provinsi Papua meminta aparat keamanan di Kota Jayapura mengantisipasi dan menindak tegas pihak-pihak yang dinilai berpotensi mengganggu keamanan dalam rencana aksi demonstrasi yang akan digelar pada 15 Agustus 2026.


Dikatakan,  aparat perlu melakukan langkah-langkah pencegahan guna memastikan pelaksanaan kegiatan pada 15 Agustus tidak berkembang menjadi gangguan keamanan.


Yan juga menyinggung pengalaman kericuhan yang terjadi di Kota Jayapura pada 2019. Ia menyebut, berdasarkan pengalamannya, situasi saat itu turut dipengaruhi oleh masuknya kelompok-kelompok tertentu ke dalam rangkaian aksi.


Karena itu, pihaknya meminta aparat keamanan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyusupan maupun provokasi yang dapat memicu benturan di tengah masyarakat.


“Kami berharap aparat dapat mengambil langkah tegas sesuai ketentuan hukum apabila ditemukan pihak-pihak yang melakukan tindakan provokatif atau mengganggu keamanan,” ujarnya.


 


Sementara itu, Wakil Sekretaris I  LMP Papua, Syarbun Yusuf menuturkan, bahwa seluruh pihak diharapkan dapat menjaga situasi Kota Jayapura tetap aman dan kondusif serta menyampaikan aspirasi secara tertib dan tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan masyarakat.


"Kami menolak aksi - aksi anarkhir, sehinga kami himbau masyarakat untuk menjaga kamtibmas dan tidak terprovokasi dengan hal - hal yang tidak bertanggungjawab," jelasnya.


Senada dengan itu, Sekretaris Laskar Merah Putih (LMP) Papua, Yona Windesi menuturkan, bahwa pandangan LMP Provinsi Papua terkait rencana aksi tanggal 15 Agustus 2026  sangta menolak tegas, sebab apabila hal ini dilakuan anarkhis dan buan aksi damai, tentunya ini merusak kamtibmas di Kota Jayapura.


"Kami belajar dari berbagai pengalaman, mislanya tahun 2019, sehingga kami ajak masyarakat untuk tidak terpaning dengan aksi kelompok tersebut," tandasnya.

Tokoh Pemuda Ilaga Utara Imbau Warga Puncak Hormati Hari Kemerdekaan RI

  



Ilaga – Tokoh Pemuda Distrik Ilaga Utara, Kabupaten Puncak, Anis Hagabal, mengimbau seluruh masyarakat di Kabupaten Puncak untuk bersama-sama menghormati dan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan menjaga persatuan, keamanan, dan kedamaian.


Anis mengatakan, momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia hendaknya menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk terus memperkuat persatuan di tengah keberagaman yang ada. Menurutnya, perbedaan tidak seharusnya menjadi alasan untuk saling berkonflik, melainkan menjadi kekuatan dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.


“Saya mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Puncak untuk menghormati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Mari kita jadikan momentum ini sebagai kesempatan untuk mempererat persatuan dan menjaga kedamaian di tengah keberagaman masyarakat kita,” ujar Anis.


Terkait adanya seruan aksi yang direncanakan pada 15 Agustus 2026, Anis mengimbau agar rencana tersebut tidak dilakukan demi menghormati momentum kemerdekaan serta menjaga situasi keamanan di Kabupaten Puncak tetap kondusif.


“Kami berharap tidak ada aksi yang dapat mengganggu ketertiban menjelang HUT Kemerdekaan. Mari kita sama-sama menahan diri dan menghargai momentum 17 Agustus sebagai hari bersejarah bagi bangsa Indonesia,” katanya.


Ia juga meminta masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai informasi maupun isu yang berpotensi memecah belah persatuan. Masyarakat diharapkan lebih bijak dalam menerima informasi, khususnya yang beredar melalui media sosial maupun sumber-sumber yang tidak dapat dipastikan kebenarannya.


“Jangan mudah percaya dan terprovokasi oleh informasi yang belum jelas. Kita harus bisa memilah mana informasi yang benar dan mana yang dapat menimbulkan perpecahan. Jangan sampai isu atau ajakan dari pihak yang tidak bertanggung jawab merugikan masyarakat sendiri,” tegasnya.


Anis berharap seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan tokoh masyarakat, dapat mengambil peran dalam menjaga keamanan serta memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak terlibat dalam tindakan yang dapat memicu konflik.


“Mari kita jaga Kabupaten Puncak agar tetap aman dan damai. Jangan melakukan tindakan yang dapat merugikan orang lain. Keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi tanggung jawab kita bersama,” ungkapnya.


Lebih lanjut, Anis mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga Tanah Papua tetap berada dalam suasana damai dan mengedepankan persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


“Mari kita jaga Tanah Papua ini tetap damai dalam bingkai NKRI. Khususnya Kabupaten Puncak, mari kita bersama-sama menciptakan situasi yang aman, menghindari konflik, dan menjaga masa depan generasi muda kita,” pungkas Anis.

Derek Alom Dorong Para Tokoh Bersatu Jaga Keamanan Jelang HUT RI Ke-81


Timika – Tokoh Masyarakat Kampung Kimbeli, Distrik Tembagapura, Derek Alom, mendukung pelaksanaan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Mimika agar berlangsung aman, damai, dan kondusif.


Derek mengajak seluruh masyarakat di Tanah Papua, khususnya Kabupaten Mimika, untuk menjadikan momentum HUT RI sebagai kesempatan memperkuat persatuan dan menjaga kedamaian di tengah masyarakat.


Menurutnya, situasi keamanan yang kondusif merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, masyarakat diharapkan dapat berperan aktif menjaga lingkungan masing-masing serta menghindari berbagai tindakan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.


“Kami mengajak seluruh masyarakat di Tanah Papua, khususnya di Kabupaten Mimika, untuk bersama-sama menjaga kedamaian dan persatuan. Mari kita sambut HUT RI ke-81 dengan aman, tertib, dan penuh kebersamaan,” ujar Derek.


Sebagai tokoh masyarakat, Derek mengatakan pihaknya akan terus membangun komunikasi dengan para tokoh lainnya untuk menyampaikan imbauan kepada masyarakat. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan masyarakat memperoleh informasi yang baik serta tidak mudah terpengaruh oleh isu yang dapat memicu keresahan.


“Kami akan melakukan pertemuan bersama para tokoh untuk menyampaikan imbauan kepada masyarakat. Kita harus menjadi contoh dan bersama-sama menjaga situasi agar tetap aman dan kondusif,” katanya.


Terkait adanya seruan aksi pada 15 Agustus 2026, Derek berharap kegiatan tersebut tidak menimbulkan dampak negatif maupun kerugian bagi masyarakat lainnya. Ia meminta seluruh pihak untuk mempertimbangkan kepentingan masyarakat luas dan menjaga agar setiap aktivitas tetap berlangsung secara tertib.


“Kami berharap seruan aksi pada 15 Agustus tidak menjadi sesuatu yang merugikan masyarakat. Jangan sampai aktivitas yang dilakukan justru mengganggu masyarakat yang ingin bekerja, beraktivitas, dan menjalankan kehidupan sehari-hari,” tegasnya.


Derek juga mengimbau masyarakat agar tetap menjalankan aktivitas seperti biasa dan tidak mudah terhasut oleh informasi maupun isu yang disebarkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.


“Jangan mudah percaya terhadap isu yang belum jelas kebenarannya. Mari kita bijak menerima informasi, jangan mudah terhasut, dan jangan ikut dalam kegiatan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain,” ungkapnya.


Lebih lanjut, Derek mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga Kabupaten Mimika tetap aman sehingga peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dapat berlangsung dengan penuh semangat persatuan.


“Mimika adalah rumah kita bersama. Mari kita jaga keamanan, kedamaian, dan persatuan. Dengan situasi yang aman, masyarakat dapat merayakan HUT Kemerdekaan dengan tenang dan penuh kebahagiaan,” pungkas Derek.

Jelang Rencana Aksi 15 Agustus, LMP Papua Imbau Masyarakat Jaga Kamtibmas

 



Jayapura – Laskar Merah Putih (LMP) Provinsi Papua mengimbau seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjelang rencana aksi yang akan digelar pada 15 Agustus 2026 di Kota Jayapura.


Ketua LMP Provinsi Papua, Yan Cristian Arebo, meminta aparat keamanan meningkatkan langkah antisipasi terhadap berbagai potensi gangguan keamanan yang dapat terjadi selama pelaksanaan kegiatan.


Imbauan tersebut disampaikan menyusul adanya rencana aksi yang dikaitkan dengan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) di wilayah Kota Jayapura.


“Kami meminta aparat keamanan untuk mengantisipasi dan mengambil tindakan tegas apabila ditemukan adanya tindakan yang dapat mengganggu keamanan serta ketertiban masyarakat,” ujar Yan Cristian Arebo, sebagaimana diberitakan Parapara TV, Kamis (13/8/2026).


Menurut Yan, penyampaian pendapat di muka umum merupakan bagian dari hak masyarakat yang harus dilakukan dengan tetap memperhatikan ketentuan hukum serta tidak mengganggu kepentingan masyarakat lainnya.


Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang dapat memicu ketegangan. Seluruh pihak diharapkan dapat menahan diri dan menjaga situasi tetap aman serta kondusif.


Polda Papua mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda dan organisasi kemasyarakatan, untuk berperan aktif menjaga situasi kamtibmas menjelang peringatan 15 Agustus.


Kepolisian juga mengingatkan masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan menghindari tindakan yang berpotensi menimbulkan keresahan maupun konflik di tengah masyarakat.


“Keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Mari kita jaga Kota Jayapura agar tetap aman dan kondusif,” demikian imbauan yang disampaikan.


Polda Papua memastikan pengamanan akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku dengan mengedepankan langkah persuasif dan humanis, namun tetap mengambil tindakan sesuai hukum apabila ditemukan pelanggaran yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kapolda Papua Ajak Tokoh Tanah Papua Rajut Kebersamaan untuk Wujudkan Papua Aman, Damai dan Sejahtera

 



Jayapura – Kapolda Papua Irjen Pol. Patrige R. Renwarin, S.H., M.Si., menggelar Silaturahmi Kamtibmas Presisi bersama para tokoh Tanah Papua dalam rangka merajut kebersamaan dan menjaga keamanan menuju Tanah Papua yang aman, damai dan sejahtera. Kegiatan berlangsung di Aula Rastra Samara Mapolda Papua, Jumat (14/08/2026).


Kegiatan yang mengusung tema “Merajut Kebersamaan Menjaga Negeri, Menuju Tanah Papua Aman, Damai, dan Sejahtera” tersebut dihadiri Wakapolda Papua Brigjen Pol. Muhajir, S.I.K., M.H., para PJU Polda Papua, Ketua Komnas HAM Provinsi Papua Frits Ramandey, Ketua Komisi I DPR Papua Tan Wie Long, Ketua Fraksi Kelompok Khusus (Poksus) DPR Papua Willem Zaman Bonai, serta tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat.


Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Papua menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh tokoh yang hadir. Menurutnya, silaturahmi menjadi ruang penting untuk membangun komunikasi, menyamakan persepsi dan memperkuat kebersamaan dalam menjaga situasi keamanan di Tanah Papua.


Kapolda Papua juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menyikapi berbagai perkembangan situasi dengan tenang, bijaksana dan tidak mudah terbawa emosi.


“Kita menyadari bahwa situasi dan perkembangan akhir-akhir ini membutuhkan perhatian dan kewaspadaan kita bersama. Berbagai isu yang berkembang perlu kita sikapi dengan tenang, bijaksana dan tidak mudah terbawa emosi,” ujar Kapolda Papua.


Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026, Kapolda berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan aman, tertib dan lancar. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menciptakan suasana yang kondusif.


“Kita berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan aman, tertib dan lancar. Semoga tidak ada pihak-pihak yang berupaya mengganggu ataupun menghambat pelaksanaan kegiatan tersebut,” ungkapnya.


Kapolda Papua menekankan bahwa menjaga keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan, tetapi membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk para tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat.


Ia juga mengingatkan seluruh personel Polri agar tetap mengedepankan pendekatan humanis dalam menjalankan tugas serta tidak mudah terpancing oleh situasi yang berkembang.


“Jangan mudah terpancing emosi, tetap mengedepankan pendekatan yang humanis, serta senantiasa bertindak sesuai aturan dan tanggung jawab kita,” tegasnya.


Senada dengan Kapolda Papua, Ketua Umum PGGP Provinsi Papua, Pdt. M.P.A. Maury, mengajak seluruh elemen masyarakat di Tanah Papua untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang dan saat peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.


Pdt. M.P.A. Maury menyampaikan bahwa momentum bulan Agustus merupakan anugerah sekaligus kesempatan bagi seluruh masyarakat untuk mengisi kemerdekaan dengan menjaga kedamaian dan kebersamaan.


“Kita patut mengucap syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas kemurahan dan anugerah-Nya, kita masih diberikan kesempatan untuk menjalani bulan Agustus ini. Pada tanggal 17 Agustus nanti, kita akan memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81,” ujar Pdt. M.P.A. Maury.


Menurutnya, momentum kemerdekaan harus dimaknai sebagai kesempatan untuk mempererat persaudaraan serta menjaga situasi keamanan di Tanah Papua.


“Marilah kita bersama-sama menjaga kedamaian dan keamanan serta ketertiban masyarakat. Bapak-bapak polisi tidak dapat bekerja sendiri. Dibutuhkan kebersamaan dan dukungan dari kita semua, baik para tokoh agama, tokoh masyarakat, maupun seluruh masyarakat Indonesia yang berada di Tanah Papua, khususnya di Kota Jayapura,” katanya.


Ia mengajak masyarakat untuk membangun kepedulian terhadap keamanan yang dimulai dari lingkungan terkecil, yakni diri sendiri, keluarga dan tempat tinggal.


“Marilah kita saling bergandengan tangan dan bersama-sama menjaga kamtibmas. Keamanan dan ketertiban harus dimulai dari diri kita sendiri, dari lingkungan tempat tinggal, RT dan RW, kelurahan, hingga tingkat kota dan provinsi. Dengan demikian, Tanah Papua, khususnya Provinsi Papua, dapat tetap aman, damai dan kondusif,” tutur Pdt. M.P.A. Maury.


Lebih lanjut, ia mengimbau masyarakat agar mengikuti seluruh rangkaian kegiatan peringatan kemerdekaan dengan penuh tanggung jawab, mulai 15, 16 hingga 17 Agustus 2026 dan seterusnya.


Ia juga mengajak masyarakat yang tidak dapat mengikuti upacara secara langsung untuk tetap memperingati momentum kemerdekaan bersama keluarga di rumah melalui doa.


“Bagi kita yang tidak dapat hadir langsung di lapangan, kita dapat memperingatinya bersama keluarga di rumah dengan berdoa. Kiranya doa-doa kita dipanjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa sehingga kedamaian, sukacita dan kesejahteraan menjadi bagian dari kehidupan kita bersama,” ungkapnya.


Pdt. M.P.A. Maury juga mengingatkan para tokoh agama untuk terus membimbing umat masing-masing serta mengajak seluruh masyarakat memiliki tanggung jawab terhadap diri sendiri, keluarga dan lingkungan.


“Kepada para tokoh agama, marilah kita menuntun umat masing-masing dengan penuh tanggung jawab. Kuncinya adalah senantiasa mendekatkan diri kepada Tuhan. Dengan semakin dekat kepada Tuhan, hal-hal yang jahat dan tidak baik akan kita jauhi dan dapat kita cegah bersama,” ujarnya.


Ia berharap semangat kebersamaan dan kedekatan dengan Tuhan dapat menjadi landasan bagi masyarakat dalam menjaga kedamaian di Tanah Papua.


“Mari kita terus mendekatkan diri kepada Tuhan agar kedamaian senantiasa menjadi bagian dalam kehidupan kita. Tuhan memberkati kita sekalian. Selamat memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81,” pungkasnya.


Selain silaturahmi dan diskusi, kegiatan tersebut dirangkaikan dengan doa bersama sebagai bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon perlindungan, kekuatan dan kebijaksanaan dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan kedamaian di Tanah Papua.


Doa pembukaan dipimpin oleh Ketua Umum PGGP Provinsi Papua, Pdt. M.P.A. Maury, kemudian dilanjutkan dengan doa bersama. Para peserta juga mengikuti diskusi singkat dan ramah tamah sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan serta membangun komunikasi yang harmonis antara Polda Papua dengan para tokoh Tanah Papua.


Kapolda Papua mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mendoakan Tanah Papua agar senantiasa diberikan keamanan, kedamaian, ketenteraman dan kesejahteraan, serta seluruh masyarakat dapat hidup berdampingan dalam suasana harmonis dan penuh persaudaraan.

Medan Ekstrem Jadi Tantangan, Danrem Perkuat Operasi Darat dan Udara Kendalikan Karhutla Bromo

  


PROBOLINGGO – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus ditangani secara intensif menyusul perambatan api dari kawasan Bukit Cinta menuju Bukit Kingkong hingga sekitar Seruni Point. Komandan Korem 083/Baladhika Jaya, Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan, S.Sos., M.M.S., M.Han., selaku Komandan Sektor Penanganan Karhutla Wilayah Korem 083/Bdj, memastikan seluruh kekuatan terus dikerahkan untuk mengendalikan titik api dan mencegah kebakaran meluas.


“Pemadaman terus kita maksimalkan. Api di Bukit Cinta merembet sampai ke Bukit Kingkong. Sekitar pukul 03.30 WIB, api juga terlihat hingga bagian bawah Seruni Point,” ujar Danrem. Selain api yang terlihat, tim juga mewaspadai hotspot yang berpotensi kembali memunculkan titik api baru, terlebih kondisi angin dan vegetasi kering dapat memicu loncatan api ke kawasan lain.


Untuk menjangkau lokasi yang sulit ditangani dari darat, operasi water bombing kembali diperkuat. Hingga pagi hari, sedikitnya tiga sorti penerbangan helikopter telah dilaksanakan untuk menjatuhkan air ke titik-titik api. Danrem menjelaskan, karakter medan TNBTS yang didominasi lereng dan kawasan berketinggian menjadi tantangan tersendiri sehingga operasi udara menjadi salah satu unsur penting dalam mempercepat pengendalian kebakaran.


Di darat, hampir 1.500 personel bersama masyarakat terus bergerak melakukan pemadaman, pendinginan, pemantauan, serta mencegah munculnya kembali titik api. Seluruh unsur bekerja dalam koordinasi terpadu dengan tetap memperhatikan keselamatan personel. “Kita akan terus menyesuaikan kekuatan dengan perkembangan situasi dan mengejar target pemadaman sesuai rencana,” kata Danrem.


Operasi udara juga dilaksanakan dengan mempertimbangkan faktor keselamatan penerbangan. Kondisi cuaca dan kabut menjadi perhatian, baik saat helikopter menuju titik operasi, mengambil air, maupun kembali ke pangkalan. “Kita berharap cuaca mendukung sehingga operasi bisa berjalan maksimal. Keselamatan penerbangan harus tetap menjadi prioritas,” tegas Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus.


Sementara itu, luasan kawasan yang terdampak Karhutla diperkirakan telah mencapai lebih dari 900 hektare dan masih terus diperbarui berdasarkan hasil pemantauan tim di lapangan. Korem 083/Baladhika Jaya bersama seluruh unsur Satgas Karhutla akan terus memperkuat pemadaman darat dan udara, pemantauan hotspot, serta langkah pencegahan agar api tidak kembali meluas di kawasan TNBTS. :::

RKPT Keerom Ajak Masyarakat Jaga Keamanan dan Sukseskan HUT RI ke-81

  

Keerom – Ketua Umum Pegunungan Tengah Lapago Mepago Kabupaten Keerom, Simon Kossay, mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban di Provinsi Papua, khususnya Kabupaten Keerom, menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.


Ajakan tersebut disampaikan Simon bersama Badan Pengurus Rukun Keluarga Pegunungan Tengah (RKPT) Kabupaten Keerom sebagai bentuk kepedulian terhadap terciptanya suasana yang aman, damai, dan kondusif di Tanah Papua.


Simon mengatakan, momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia hendaknya menjadi kesempatan bagi seluruh masyarakat untuk mempererat persaudaraan, menjaga persatuan, serta menghindari berbagai tindakan yang dapat mengganggu keamanan.


“Kami mengajak seluruh masyarakat Papua, khususnya masyarakat Pegunungan yang berada di Kabupaten Keerom, untuk bersama-sama menjaga keamanan dan kedamaian. Mari kita sambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan suasana yang aman, tertib, dan penuh persaudaraan,” ujar Simon.


Terkait adanya rencana aksi demonstrasi pada 15 Agustus 2026 di Provinsi Papua, Simon mengimbau masyarakat Pegunungan agar tetap menahan diri dan tidak mudah terpancing oleh ajakan maupun informasi yang dapat memicu keresahan.


“Kami meminta masyarakat untuk tidak mudah terpancing atau terprovokasi oleh ajakan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Tetap tenang dan jangan melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat luas,” katanya.


Simon menegaskan bahwa pihaknya secara tegas menolak segala bentuk kekerasan yang terjadi di Tanah Papua, terlebih apabila kekerasan tersebut melibatkan sesama anak bangsa maupun sesama masyarakat Papua.


“Kami dengan tegas menolak segala bentuk kekerasan di Tanah Papua. Kita semua adalah saudara. Jangan sampai perbedaan pandangan membuat kita saling berhadapan dan akhirnya masyarakat sendiri yang menjadi korban,” tegasnya.


Menurut Simon, masyarakat Papua membutuhkan suasana kehidupan yang damai agar dapat menjalankan aktivitas sehari-hari serta ikut mendukung pembangunan di berbagai sektor.


“Kami di Bumi Cenderawasih, di Tanah Papua, membutuhkan kehidupan yang penuh perdamaian, bukan kekerasan. Mari kita jaga tanah ini bersama-sama, karena keamanan dan kedamaian adalah kebutuhan kita semua,” ungkapnya.


Ia juga mengajak para tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh agama, serta seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjadi bagian dari upaya menjaga situasi Kamtibmas tetap kondusif.


“Mari kita satukan hati dan pikiran untuk menjaga Keerom dan Tanah Papua tetap aman. Jangan mudah percaya terhadap isu yang belum jelas dan jangan menyebarkan informasi yang dapat memecah persatuan. Kalau kita bersatu dan menjaga kedamaian, maka masyarakat akan hidup dengan aman dan nyaman,” pungkas Simon.


Simon berharap seluruh masyarakat dapat menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan semangat persatuan dan kebersamaan, sehingga peringatan hari kemerdekaan dapat berlangsung aman, damai, dan sukses di seluruh wilayah Papua.

Tokoh Adat Heram Dorong Masyarakat Bersama Jaga Kondusivitas Kota Jayapura

 


Jayapura – Tokoh Masyarakat Adat Heram, Julles R.A. Ongge, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan, kebersamaan, serta menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif di Kota Jayapura.


Imbauan tersebut disampaikan Julles sebagai respons terhadap berbagai dinamika yang berkembang di tengah masyarakat. Menurutnya, stabilitas keamanan merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijaga agar kehidupan sosial tetap harmonis serta mendukung keberlanjutan pembangunan di Tanah Papua.


Julles mengatakan, belakangan ini terdapat berbagai aktivitas penyebaran paham maupun ajakan yang berpotensi menimbulkan perpecahan dan keresahan di lingkungan masyarakat adat. Aktivitas tersebut, kata dia, dapat berlangsung secara terbuka maupun melalui pertemuan-pertemuan tertentu.


Menurutnya, masyarakat perlu menyikapi setiap informasi dan ajakan dengan bijak. Apalagi apabila informasi tersebut mengandung unsur provokasi atau hasutan yang berpotensi mengarah pada konflik dan kekerasan.


“Kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya masyarakat adat di Heram dan Kota Jayapura, untuk tidak mudah terprovokasi oleh berbagai ajakan yang dapat memecah persatuan. Mari kita jaga kebersamaan dan selesaikan setiap persoalan dengan kepala dingin serta mengedepankan musyawarah,” ujar Julles.


Ia menilai, tindakan provokatif dan penyebaran informasi yang tidak bertanggung jawab dapat berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat. Selain berpotensi mengganggu keamanan, kondisi tersebut juga dapat merusak hubungan sosial dan kerukunan yang selama ini telah dibangun.


“Jangan sampai perbedaan pandangan membuat kita saling bermusuhan. Kita semua memiliki kepentingan yang sama, yaitu menjaga masyarakat tetap aman, damai, dan bisa menjalankan aktivitas sehari-hari dengan tenang,” katanya.


Julles juga mengajak para tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama, serta seluruh elemen masyarakat untuk mengambil peran dalam menjaga suasana yang kondusif. Ia berharap para tokoh dapat menjadi penyejuk dan memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh isu yang belum dapat dipastikan kebenarannya.


“Para tokoh harus menjadi contoh bagi masyarakat. Kalau ada persoalan, mari kita duduk bersama, berkomunikasi, dan mencari solusi yang terbaik. Jangan menggunakan kekerasan karena yang akan menjadi korban adalah masyarakat sendiri,” tegasnya.


Lebih lanjut, Julles menekankan bahwa keamanan yang terjaga akan memberikan ruang bagi masyarakat untuk terus beraktivitas sekaligus mendukung berbagai program pembangunan di Papua.


“Kita ingin Kota Jayapura tetap menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi semua orang. Karena itu, mari kita rawat persatuan, saling menghormati, dan bersama-sama menjaga Kamtibmas demi masa depan Papua yang lebih baik,” pungkasnya.