View AllNews

Nasional

Hukum

Latest News

11/10/26

Tim Wasrik Zidam VI/Mulawarman Tinjau Pembangunan Jembatan Garuda di Desa Sembuak Warot

 



MALINAU – Tim Pengawasan dan Pemeriksaan (Wasrik) Zidam VI/Mulawarman melaksanakan peninjauan pembangunan Jembatan Garuda di wilayah Kodim 0910/Malinau, salah satunya berlokasi di Desa Sembuak Warot, Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau, pada Minggu (11/10/2026).


Kegiatan peninjauan ini dilaksanakan untuk melihat secara langsung kondisi pembangunan Jembatan Garuda sebagai bagian dari upaya meningkatkan aksesibilitas masyarakat di wilayah Kabupaten Malinau.


Tim Wasrik dipimpin oleh Kolonel Czi Yudha Permana, S.Kom., M.H.I. selaku Katim B, didampingi Mayor Czi Mucshin dan Sertu Tri Antoro sebagai anggota tim. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pasi Ter Kodim 0910/Malinau dan Babinsa Desa Luso.


Peninjauan berlangsung hingga pukul 12.00 WITA dalam keadaan aman, tertib, dan lancar.


Pembangunan Jembatan Garuda merupakan salah satu bentuk dukungan TNI AD dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat, khususnya dalam penyediaan akses penghubung yang memadai. Keberadaan jembatan diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga, mempermudah aktivitas sehari-hari, serta mendukung distribusi hasil pertanian dan pertumbuhan perekonomian masyarakat setempat.


Melalui kegiatan pengawasan dan peninjauan ini, diharapkan pembangunan Jembatan Garuda di wilayah Kodim 0910/Malinau dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


Kodim 0910/Malinau berkomitmen mendukung pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Malinau.

Takeda dan Kemenkes Perkuat Kolaborasi Tingkatkan Kesadaran Donor Plasma

Dr. dr. Tubagus Djumhana Atmakusuma, Sp.PD-KHOM, FINASIM, Ketua Umum Perhimpunan Hematologi dan Transfusi Darah Indonesia dan Perhimpunan Hematologi-Onkologi Medik Penyakit Dalam Indonesia membuka peringatan International Plasma Awareness Week (IPAW) 2026 di Jakarta, Rabu (07/10).



JAKARTA, 7 Oktober 2026 – Takeda bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia memperkuat kolaborasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai plasma dan pentingnya donor plasma dalam mendukung perawatan pasien. Upaya ini dilakukan dalam momentum International Plasma Awareness Week (IPAW) 2026 yang berlangsung pada 5–9 Oktober 2026 dengan tema global “Plasma Powers Possibility”.


Selama ini, masyarakat Indonesia lebih mengenal donor darah dibandingkan donor plasma. Padahal, plasma merupakan komponen penting dalam darah yang dapat diolah menjadi Produk Obat Derivat Plasma (PODP) untuk membantu perawatan pasien dengan berbagai kondisi medis.


Berbeda dengan obat yang diproduksi melalui proses sintetis, plasma berasal dari manusia sehingga ketersediaannya bergantung pada kontribusi donor dan sistem pengambilan plasma yang aman serta andal. Oleh karena itu, keberlanjutan ketersediaan PODP membutuhkan ekosistem yang terintegrasi, mulai dari donor, pengambilan dan pengolahan plasma, hingga layanan kesehatan bagi pasien.


Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Dr. Dra. Lucia Rizka Andalusia, Apt., M.Pharm., MARS, menyampaikan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting dalam memperkuat ekosistem plasma nasional.


“Penguatan ekosistem plasma Indonesia dapat terwujud melalui kolaborasi antara pemerintah, institusi kesehatan, layanan darah dan plasma, komunitas pasien, donor, dan industri. International Plasma Awareness Week 2026 menjadi kesempatan penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus mendorong upaya bersama tersebut,” ujarnya.


Ketua Umum Perhimpunan Hematologi dan Transfusi Darah Indonesia (PHTDI) dan Perhimpunan Hematologi-Onkologi Medik Penyakit Dalam Indonesia (PERHOMPEDIN), Dr. dr. Tubagus Djumhana Atmakusuma, Sp.PD-KHOM, FINASIM, menambahkan bahwa PODP memiliki peran penting dalam penanganan pasien dengan kelainan darah dan kondisi medis tertentu.


Menurutnya, pasien yang membutuhkan terapi tersebut memerlukan pengobatan jangka panjang dan berkelanjutan. Karena itu, penguatan ekosistem plasma diperlukan untuk mendukung ketersediaan PODP yang memenuhi persyaratan mutu dan keamanan serta didukung bukti klinis yang memadai.


Dalam konteks penguatan sistem kesehatan nasional, Direktur Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid., juga menekankan pentingnya menghubungkan penguatan ekosistem plasma dengan kebutuhan pasien.


“Produk Obat Derivat Plasma (PODP) dapat berperan penting dalam perawatan berkelanjutan bagi pasien dengan kondisi seperti hemofilia dan imunodefisiensi primer. Melalui International Plasma Awareness Week 2026, kami berharap dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai plasma, peran donor, serta keterkaitan kontribusi setiap individu dengan kebutuhan pasien, sekaligus mendorong kolaborasi yang lebih kuat untuk memperkuat tatalaksana pengobatan dengan PODP,” ungkap Nadia.


Edukasi Plasma dan Pentingnya Donor


Peningkatan pemahaman masyarakat dimulai dengan mengenal plasma, proses pengambilannya, serta manfaatnya bagi perawatan pasien.


Pakar Bank Darah dan Kedokteran Transfusi, Dr. dr. Teguh Triyono, M.Kes., Sp.PK., Subsp. B.D.K.T. (K), Subsp. K.V. (K), menjelaskan bahwa plasma mencakup sekitar 55 persen volume darah dan mengandung berbagai protein penting, termasuk albumin, antibodi, serta faktor pembekuan.


“Berbeda dengan donor darah utuh, dalam pengambilan plasma menggunakan alat apheresis, plasma dipisahkan dari komponen darah lainnya, dan komponen lain tersebut dikembalikan ke tubuh donor plasma. Plasma yang terkumpul kemudian dapat diolah menjadi berbagai produk terapi untuk membantu pasien dengan kondisi medis tertentu, termasuk hipoalbuminemia, gangguan perdarahan, dan imunodefisiensi,” jelasnya.


Ia menambahkan, edukasi mengenai plasma dan proses pengambilannya perlu berjalan beriringan dengan peningkatan pemahaman tentang kontribusi donor dalam mendukung perjalanan perawatan pasien.


Ketua Bidang Pengembangan Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat, dr. Linda Lukitari Waseso, turut menekankan pentingnya keberadaan donor yang memenuhi persyaratan, praktik pengambilan plasma yang aman, serta layanan darah dan plasma yang memadai.


Kolaborasi antara layanan darah dan plasma dengan berbagai pemangku kepentingan diperlukan untuk mendukung ketersediaan plasma dan penanganan pasien yang membutuhkan PODP.


Dari perspektif komunitas donor, Kepala Komunikasi dan Informasi Yayasan Laskar Aferesis Berbagi (YLAB), Mila Rahmania, menilai bahwa pemahaman masyarakat menjadi salah satu kunci untuk mendorong partisipasi yang berkelanjutan.


“Banyak orang terdorong untuk berkontribusi ketika memahami untuk apa kontribusi mereka dan bagaimana hal tersebut dapat memberikan manfaat bagi orang lain. Karena itu, membangun partisipasi yang berkelanjutan tidak cukup hanya dengan mengajak masyarakat untuk berdonor, tetapi juga dengan membantu mereka memahami kontribusinya, memastikan mereka mendapatkan pengalaman donor yang baik, dan merasa dihargai melalui apresiasi yang tepat,” ujarnya.


Menurut Mila, komunitas donor juga berperan dalam menyampaikan informasi yang akurat, meluruskan kesalahpahaman, serta membangun komunikasi dengan komunitas pasien, tenaga kesehatan, dan pemangku kepentingan lainnya agar informasi mengenai plasma lebih mudah dipahami masyarakat.


Ketersediaan PODP Penting bagi Pasien


Bagi pasien dengan kondisi medis tertentu, ketersediaan PODP secara berkelanjutan merupakan bagian penting dari perjalanan perawatan dan upaya menjaga kualitas hidup.


Plt. Bidang Layman dan Wakil Ketua Bidang Finance Himpunan Masyarakat Hemofilia Indonesia (HMHI), Yusnidar Patah, yang juga merupakan penyandang hemofilia B berat, menyoroti pentingnya penanganan yang tepat waktu dan berkelanjutan bagi penyandang hemofilia, termasuk tantangan dalam memperoleh perawatan di berbagai wilayah Indonesia.


Pengalaman tersebut menunjukkan pentingnya ekosistem plasma yang mampu mendukung keberlanjutan ketersediaan terapi bagi pasien di Indonesia.


Hal serupa disampaikan Ketua Yayasan Pasien Imunodefisiensi Primer Indonesia (YPIPI), Dimas Adhi Sugiharto. Ia menjelaskan bahwa imunoglobulin merupakan terapi rutin yang dibutuhkan pasien imunodefisiensi primer untuk membantu menjaga kondisi kesehatan dan mengurangi risiko infeksi berat berulang.


“Bagi pasien Imunodefisiensi Primer, imunoglobulin bukan sekadar terapi pendukung — ini adalah terapi yang kami butuhkan secara rutin agar bisa tetap hidup sehat. Tanpa terapi ini, pasien sangat rentan terhadap infeksi berat yang berulang, yang dapat menurunkan kualitas hidup secara drastis bahkan mengancam jiwa,” kata Dimas.


Ia menambahkan, ketersediaan imunoglobulin sangat bergantung pada plasma. Tantangan yang dihadapi pasien tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan terapi, tetapi juga keterjangkauan dan akses yang berkesinambungan.


“Karena itu, pasokan plasma yang berkelanjutan sangat berarti bagi kami — inilah yang memastikan pasien Imunodefisiensi Primer bisa terus menjalani pengobatan dan hidup sehat seperti orang lain,” lanjutnya.


Pengalaman para pasien tersebut menegaskan bahwa penguatan ekosistem plasma membutuhkan kontribusi berbagai pihak, termasuk pemerintah, layanan kesehatan, layanan darah dan plasma, komunitas pasien, donor plasma, serta industri.


Takeda Dukung Penguatan Ekosistem Plasma di Indonesia


Sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem plasma, Takeda memanfaatkan pengalaman dan keahlian globalnya dalam pengumpulan dan pengolahan plasma untuk mendukung pengembangan infrastruktur plasma di Indonesia.


Melalui jaringan BioLife di berbagai negara, Takeda akan mendukung pengembangan jaringan pengambilan plasma di Indonesia dengan mengacu pada standar mutu, keamanan, dan regulasi yang berlaku.


Presiden Direktur PT Takeda Life Sciences, Andreas Gutknecht, menyampaikan bahwa PODP memiliki peran penting dalam mendukung perawatan pasien dengan kondisi kompleks dan mengancam jiwa.


“Di Indonesia, meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai plasma dan mendukung pengembangan ekosistem plasma yang berkelanjutan merupakan langkah penting dalam memperkuat sistem kesehatan. Dengan pengalaman dan keberadaan Takeda di Indonesia, kami berkomitmen untuk bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung prioritas kesehatan jangka panjang Indonesia,” ujarnya.


Sejalan dengan tema “Plasma Powers Possibility”, IPAW 2026 menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran bahwa perjalanan plasma, mulai dari kontribusi donor, pengambilan dan pengolahan plasma, hingga pemanfaatannya sebagai PODP dalam perawatan pasien, merupakan rangkaian yang saling terhubung.


Melalui edukasi masyarakat dan kolaborasi lintas sektor, penguatan ekosistem plasma Indonesia diharapkan dapat mendukung keberlanjutan ketersediaan PODP, memperkuat ketahanan sistem kesehatan, serta membantu memenuhi kebutuhan perawatan pasien di Indonesia.


TA MEDIA NETWORK

 




10/10/26

Perkuat Pembinaan Teritorial, Babinsa Kodim 1002/HST Jalin Komunikasi Humanis dengan Warga

 


HULU SUNGAI TENGAH – Dalam rangka mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat, Babinsa jajaran Kodim 1002/Hulu Sungai Tengah (HST) terus aktif melaksanakan komunikasi sosial (Komsos) bersama masyarakat di wilayah desa binaan, Sabtu (10/10/2026).


Kegiatan ini menjadi salah satu upaya Babinsa untuk memperkuat silaturahmi, membangun kedekatan dengan warga, sekaligus memantau perkembangan situasi dan kondisi sosial di wilayah binaan.


Melalui komunikasi secara langsung dan pendekatan yang humanis, Babinsa dapat mendengarkan aspirasi masyarakat, mengetahui berbagai persoalan yang dihadapi warga, serta mendorong tumbuhnya semangat kebersamaan dan gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat.


Selain mempererat hubungan emosional antara TNI dan masyarakat, Komsos juga menjadi sarana untuk memperkuat kepedulian bersama dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan keharmonisan lingkungan.


Dandim 1002/HST Letkol Inf Ardiansyah Okta Putra Siregar melalui Pasiterdim 1002/HST Kapten Inf Subhan menegaskan bahwa komunikasi sosial merupakan salah satu metode pembinaan teritorial yang memiliki peran penting dalam mendukung pelaksanaan tugas TNI AD di wilayah.


“Babinsa merupakan ujung tombak satuan teritorial yang memiliki peran penting dalam membangun kedekatan dengan masyarakat. Kehadiran Babinsa di tengah warga bukan hanya untuk menjalin silaturahmi, tetapi juga untuk mengetahui perkembangan situasi wilayah, mendengarkan aspirasi masyarakat, serta membantu mengatasi kesulitan rakyat di sekelilingnya,” ujarnya.


Ia juga menekankan agar seluruh Babinsa senantiasa menjaga hubungan baik dengan masyarakat, mengedepankan pendekatan persuasif, serta mengutamakan komunikasi yang santun dan penuh kekeluargaan dalam setiap pelaksanaan tugas di lapangan.


Menurutnya, kedekatan antara Babinsa dan masyarakat merupakan modal penting dalam membangun kepercayaan, memperkuat persatuan, serta menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.


Melalui kegiatan Komsos yang dilaksanakan secara rutin dan berkesinambungan, Kodim 1002/HST berharap hubungan harmonis antara TNI dan rakyat semakin kokoh. 


Dengan demikian, kemanunggalan TNI dan rakyat dapat terus terpelihara sebagai kekuatan dalam mendukung ketahanan wilayah dan mewujudkan kehidupan masyarakat yang aman, damai, serta sejahtera.

(pen1002hst)

Sinergi Tiga Instansi, Patroli Sasar Terminal Internasional Bandara Ngurah Rai



Badung – Upaya menjaga keamanan kawasan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai terus dilakukan melalui sinergi antarinstansi. Personel Sat Samapta Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai bersama petugas Aviation Security (Avsec) dan TNI Angkatan Udara (TNI AU) melaksanakan patroli gabungan di sekitar Terminal Internasional, Sabtu(10/10/2026).


Kegiatan ini menjadi bentuk koordinasi dalam memantau kondisi keamanan di kawasan terminal sekaligus mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas. Melalui patroli bersama, ketiga unsur tersebut menunjukkan komitmen untuk mendukung terciptanya situasi bandara yang kondusif.


Kasi Humas Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai, Ipda I Gede Suka Artana, S.H., seizin Kapolres AKBP I Made Hendra Agustina, S.H., S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa kolaborasi lintas instansi merupakan bagian penting dalam menjaga keamanan kawasan bandara.


“Sinergi antara Polri, Avsec, dan TNI AU terus diperkuat melalui kegiatan patroli bersama. Dengan koordinasi yang baik, diharapkan potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi sejak dini,” ungkapnya.


Patroli gabungan berlangsung lancar dengan situasi di sekitar Terminal Internasional terpantau aman dan kondusif. Kegiatan ini menjadi salah satu wujud komitmen bersama dalam menjaga keamanan kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai.(hms26)

09/10/26

Polda Papua Turun Langsung Bantu Warga Terdampak Banjir di Pasar Youtefa


Jayapura – Personel Direktorat Samapta Polda Papua melalui Subdit Gasum dan Subdit Dalmas bergerak cepat membantu masyarakat yang terdampak banjir di kawasan permukiman sekitar Pasar Youtefa, Kota Jayapura, Jumat (9/10/2026). 


Kegiatan ini merupakan bentuk kehadiran Polri dalam memberikan perlindungan, pertolongan, dan pelayanan kepada masyarakat yang menghadapi situasi darurat. 


Personel yang dipimpin Ipda Musa Latupono melaksanakan evakuasi warga di kawasan terdampak dengan menggunakan kano untuk menjangkau lokasi yang tergenang. 


Selain itu, anggota melakukan patroli, memantau kondisi lingkungan, serta bersiaga untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan situasi.


Ipda Musa Latupono mengatakan bahwa personel di lapangan memprioritaskan keselamatan warga dengan membantu proses evakuasi dan memastikan masyarakat yang membutuhkan pertolongan dapat segera memperoleh bantuan.


“Kami berupaya hadir langsung di tengah masyarakat untuk membantu warga yang terdampak banjir. Personel melaksanakan evakuasi, patroli menggunakan kano, serta memantau kondisi air di sekitar Pasar Youtefa. Meskipun debit air mulai berangsur surut, anggota tetap bersiaga untuk mengantisipasi perkembangan situasi dan membantu masyarakat apabila diperlukan,” ujar Ipda Musa.


Selain menjalankan misi kemanusiaan, personel juga melakukan upaya pemeliharaan keamanan dan ketertiban di tengah situasi banjir. 


Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., mengatakan bahwa tindakan personel di lapangan mencerminkan komitmen Polri untuk selalu hadir, tanggap, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.


“Sejalan dengan visi Kapolri, ‘Polisi Bersama Masyarakat’, Polri harus hadir di tengah masyarakat, terutama ketika warga menghadapi situasi sulit seperti bencana banjir. Kehadiran anggota bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga memberikan pertolongan, melindungi keselamatan warga, dan memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan yang dibutuhkan,” ujar Cahyo.


Ia menambahkan, arah transformasi Polri menuntut setiap personel untuk mengedepankan pelayanan yang humanis, respons cepat, profesionalisme, serta kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat. Karena itu, tindakan nyata di lapangan menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.


“Personel kami di lapangan melaksanakan evakuasi, patroli, pemantauan kondisi banjir, dan tetap bersiaga meskipun air mulai surut. Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada, mengutamakan keselamatan keluarga, serta segera meminta bantuan petugas apabila menghadapi kondisi darurat,” tambahnya.


Hingga kegiatan tersebut berlangsung, situasi di kawasan Pasar Youtefa dilaporkan aman dan terkendali, sementara personel tetap bersiaga untuk mengantisipasi perkembangan kondisi di lapangan.


Melalui kegiatan ini, Polda Papua menegaskan bahwa semangat Polisi Bersama Masyarakat diwujudkan melalui tindakan konkret, mulai dari membantu warga terdampak bencana hingga menjaga keamanan lingkungan. 


Polri juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir dan mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama.

08/10/26

Polres Lanny Jaya Amankan Penyaluran Bantuan Pangan Tahap II di Enam Distrik

   


Lanny Jaya – Polres Lanny Jaya melaksanakan pengamanan penyaluran Program Bantuan Pangan Tahap II alokasi bulan Juli, Agustus, dan September Tahun 2026 di Kabupaten Lanny Jaya, Sabtu (19/9/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.50 WIT hingga 16.00 WIT tersebut menyasar enam distrik, yakni Distrik Makki, Kolawa, Gelok Beam, Guna, Gapura, dan Kuly Lanny.


Pengamanan diawali dengan apel persiapan atau APP di Mako Polres Lanny Jaya yang dipimpin KBO Sat Reskrim Polres Lanny Jaya IPDA Marhaban, S.H. Selanjutnya, personel bergerak melakukan pengawalan terhadap rombongan kendaraan pengangkut bantuan pangan dari Mako Polres menuju sejumlah distrik yang menjadi lokasi penyaluran. Dalam pelaksanaannya, personel Polres Lanny Jaya berkoordinasi dengan pihak Bulog Wamena, Dinas Ketahanan Pangan, serta pengawas JPL guna memastikan proses penyaluran berjalan aman, tertib, dan tepat sasaran.


Sebanyak 163.000 kilogram atau 163 ton beras disalurkan kepada masyarakat di enam distrik. Bantuan tersebut terdiri dari 24.000 kilogram untuk Distrik Makki, 29.000 kilogram untuk Distrik Kolawa, 28.000 kilogram untuk Distrik Gelok Beam, 20.000 kilogram untuk Distrik Guna, 38.000 kilogram untuk Distrik Gapura, dan 24.000 kilogram untuk Distrik Kuly Lanny. Selain melaksanakan pengamanan, personel juga memberikan imbauan kepada para kepala distrik agar bantuan pangan tersebut tidak diperjualbelikan dan dapat dibagikan kepada keluarga penerima manfaat.


Dalam kegiatan tersebut, KBO Sat Reskrim Polres Lanny Jaya IPDA Marhaban, S.H., bersama personel pengamanan turut memastikan seluruh rangkaian penyaluran berjalan sesuai dengan ketentuan. Terdapat pula tiga truk yang membawa bantuan beras menuju Distrik Musaima, Kabupaten Jayawijaya, yang direncanakan akan disalurkan pada hari berikutnya kepada warga Distrik Gapura yang mengungsi akibat konflik antarsuku di Woma. Seluruh rangkaian kegiatan pengamanan dan penyaluran bantuan pangan berlangsung aman, tertib, lancar, dan kondusif.

Sat Lantas Polres Lanny Jaya Gelar Strong Point Pagi dan Kawal Distribusi BBM dari Wamena

 




Lanny Jaya – Satuan Lalu Lintas Polres Lanny Jaya melaksanakan kegiatan strong point pagi di sepanjang jalur Wamena–Tiom, Kabupaten Lanny Jaya, Senin (21/9/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.45 hingga 09.00 WIT tersebut dilakukan sebagai bentuk pelayanan dan kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya dalam menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.


Dalam pelaksanaan kegiatan, personel Sat Lantas memberikan imbauan kepada para pengemudi kendaraan roda empat maupun kendaraan bermuatan yang memasuki wilayah Kabupaten Lanny Jaya. Pengemudi diingatkan untuk selalu melengkapi surat-surat kendaraan, membawa muatan sesuai kapasitas kendaraan, tidak melakukan overload, serta mematuhi batas kecepatan demi mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas.


Kasat Lantas Polres Lanny Jaya IPDA Harbis mengatakan bahwa kegiatan strong point merupakan langkah preventif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas. “Kami mengimbau kepada seluruh pengemudi agar selalu mengutamakan keselamatan, melengkapi dokumen kendaraan, tidak membawa muatan berlebihan, dan mematuhi aturan serta batas kecepatan. Keselamatan di jalan merupakan tanggung jawab kita bersama,” ujar IPDA Harbis.


Selain melaksanakan pengaturan dan imbauan lalu lintas, personel Sat Lantas Polres Lanny Jaya juga melaksanakan pengawalan distribusi bahan bakar minyak (BBM) dari Wamena menuju Kabupaten Lanny Jaya. Pengawalan terhadap empat unit truk pengangkut BBM tersebut dipimpin oleh KBO Lantas IPDA Deo Yurion Urbanus mulai pukul 09.30 WIT guna memastikan perjalanan distribusi berlangsung aman dan lancar hingga tiba di wilayah tujuan.


Kegiatan strong point dan pengawalan BBM tersebut diharapkan dapat memberikan rasa aman kepada seluruh pengguna jalan, baik pengendara roda dua, roda empat maupun pejalan kaki, sekaligus meminimalisir potensi kecelakaan yang disebabkan oleh pelanggaran lalu lintas. Selama kegiatan berlangsung, situasi di sepanjang jalur Wamena–Tiom terpantau aman, tertib, dan kondusif.