View AllNews

Nasional

Hukum

Latest News

12/02/26

Perkuat Meritokrasi, Polri Konsolidasikan Asesor Assessment Center

 


JAKARTA – Polri menggelar kegiatan bertajuk "Konsolidasi Asesor Assessment Center Polri Tahun 2026" di Hotel Grand Sahid Jaya, Kamis (12/2/2026). Mengusung tema "Penguatan Assessment Center Polri sebagai Komponen Utama dalam Pembinaan Karier untuk Mewujudkan SDM yang Unggul", kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan persepsi para penguji kompetensi di seluruh Indonesia.


Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Biro Pembinaan Karier SSDM Polri, Brigjen Pol Langgeng Purnomo mewakili Asisten Kapolri bidang SDM. Dalam sambutan As sdm kapolri yang dibacakan Brigjen Langgeng, As SDM menekankan Polri terus mematangkan langkah transformasi reformasi menuju organisasi yang modern dan profesional melalui tata kelola personel yang lebih transparan dan akuntabel.


"Penguatan sistem meritokrasi melalui assessment center yang multi-tools dan multi-assessor untuk pembinaan karier anggota Polri agar terpilih personel Polri yang berintegritas dan berkompeten di tengah dinamika tantangan global yang kian kompleks". Jelas Brigjen Langgeng.


Sebagai instrumen vital dalam mewujudkan transformasi tersebut, Polri mengoptimalkan peran Assessment Center. Fasilitas ini menjadi "filter" strategis untuk mengukur kompetensi manajerial para calon pemimpin Polri di berbagai tingkatan. Melalui metodologi yang saintifik dan objektif, Assessment Center memastikan bahwa setiap jabatan diemban oleh personel yang tepat (right man on the right place), sekaligus menghapus stigma subjektivitas dalam jenjang karier kepolisian.


"Tahun ini Polri memperkuat meritokrasi pembinaan karier melalui Assessment Center, sehingga konsolidasi ini diperlukan untuk analisa evaluasi perbaikan ke depan yang lebih baik. Visi besar kami adalah mewujudkan SDM unggul tidak hanya bagi internal Polri, tetapi juga bagi seluruh bangsa Indonesia," ujar Langgeng.


Kegiatan ini turut menghadirkan narasumber eksternal dari Perkumpulan Assessment Center Indonesia untuk memberikan perspektif profesional mengenai standar penilaian terkini. Hadir pula Kabagpenkompeten, Karo SDM Polda jajaran dan seluruh assessor Polri baik secara fisik maupun daring.


Sejak dirintis pada tahun 2009, Assessment Center Polri telah menunjukkan lompatan besar. Hingga tahun 2025, Polri tercatat memiliki 1.763 asesor yang tersebar di seluruh tanah air. Capaian ini diperkuat dengan Akreditasi "A" dari BKN, sertifikasi internasional ISO 9001:2015, hingga deretan Rekor MURI untuk kategori pelatihan asesor dan jumlah asesi terbanyak dalam 15 tahun.


Kepercayaan lembaga di luar Polri pun meningkat, jika pada 2021 hanya terdapat 18 instansi mitra, pada tahun 2025 jumlahnya melonjak menjadi lebih dari 50 instansi dengan total lebih dari 2.500 asesi eksternal. Sebagai bentuk apresiasi, dalam acara ini juga diberikan penghargaan kepada Polda-polda berprestasi yang mampu menjaga kualitas penilaian, baik di lingkup internal maupun layanan eksternal.


"Assessment Center Polri berkomitmen untuk terus menyempurnakan sistem, menguatkan metodologi dan menjaga integritas dalam setiap proses asesmen guna melahirkan kader-kader pimpinan bangsa yang unggul, berintegritas dan profesional demi masa depan Indonesia," tutup Langgeng.

Harga Pangan Mulai Terkendali Jelang Hari Besar Keagamaan Nasional 2026, Selama Sepekan Satgas Saber Pelanggaran Pangan Perketat Pengawasan di 9.138 Titik



JAKARTA, – Satuan Tugas (Satgas) Saber Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan mencatat hasil signifikan dalam pengawasan pangan nasional pada Minggu ke-I periode 5–11 Februari 2026. Peningkatan Kegiatan Pemantauan Ini meningkat pesat pasca Rapat Koordinasi Satgas Saber Pelanggaran Pangan yang dipimpin Kabareskrim Polri Komjen Pol Drs Syahardiantono, M.Si selaku Ketua Pengarah Satgas Saber di Rupat Dittipideksus Bareskrim Polri, Gedung Awaloedin Djamin Mabes Polri sepekan lalu.


Berdasarkan rekapitulasi Posko Satgas Saber Pusat, tercatat selama sepekan telah dilakukan kegiatan pemantauan sebanyak 9.138 titik di 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.


Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI selaku Ketua Pelaksana Satgas, Dr. I Gusti Ketut Astawa, menyampaikan bahwa intensitas pengawasan tersebut berdampak langsung pada penurunan harga sejumlah komoditas strategis, khususnya menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) 2026, seperti: ayam telur ras, daging ayam ras, daging sapi segar, cabe rawit keriting, cabe merah keriting, minyakita, beras medium dan premium. Walaupun beberapa komoditas pangan masih diatas HET/HAP di sejumlah Provinsi, namun cenderung mengalami trend penurunan.


“Pemantauan yang masif dan tindak lanjut di lapangan terbukti mampu menekan harga beberapa komoditas pangan utama, seperti beras premium dan medium di Zona I dan II, cabe merah keriting, telur ayam ras, serta daging ayam ras,” ungkap Ketut Astawa dalam keterangannya pada Kamis (12/2/2026).


Dari total pemantauan tersebut, mayoritas dilakukan pada pedagang dan pengecer sebanyak 5.939 titik, disusul ritel modern 1.472 titik, grosir 967 titik, distributor 554 titik, produsen 136 titik, dan agen 70 titik.


Satgas Saber mencatat berbagai bentuk tindak lanjut atas temuan pelanggaran di lapangan. Sepanjang periode pemantauan, Satgas telah menerbitkan 128 surat teguran,  400 pengisian stok kosong di sejumlah titik pemantauan, serta pengambilan 33 sampel pangan untuk uji laboratorium. Selain itu juga, mengeluarkan rekomendasi pencabutan 1 (satu izinl usaha dan 2 (dua) izin edar pelaku usaha yang melanggar HET/HAP, keamanan dan mutu pangan.


Menurut Astawa, langkah tegas tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas harga, keamanan, dan mutu pangan nasional. 


“Tindakan ini menjadi peringatan bagi pelaku usaha agar mematuhi ketentuan HET dan HAP serta standar keamanan pangan,” tegasnya.


Hasil analisis harga menunjukkan sejumlah komoditas masih berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) atau Harga Acuan Penjualan (HAP). Komoditas yang masih menjadi perhatian antara lain: beras premium Zona III, Minyakita, bawang merah, bawang putih di wilayah Indonesia Timur dan 3TP, daging sapi segar, daging kerbau beku, cabai rawit merah, serta gula konsumsi di wilayah Indonesia Timur dan 3TP. Tentunya ini menjadi tugas bersama K/L terkait seperti: Kemenko Pangan, Kemendagri, Kementan, Kemendag, Polri, Bapanas RI, Bulog maupun Satgas untuk terus melakukan langkah-langkah intervensi ke daerah-daerah yang masih tinggi harga komoditas pangannya.


Sementara itu, harga Minyakita secara nasional masih tercatat masih di atas HET, meski menunjukkan tren penurunan pada akhir periode pemantauan. Satgas juga menemukan Minyakita sebagai komoditas yang paling banyak dilaporkan masyarakat melalui hotline pengaduan. Tentunya kami Satgas Pangan Saber Pusat akan turun langsung mengecek Produsen, Distributor lini 1, Distributor Lini 2, dan Pengecer utk pastikan harga Minyakita sesuai harga HET Rp 15.700 kepada masyarakat (konsumen) dan akan mendorong Perum Bulog dan BUMN Pangan yang mendapat distribusi 35 % DMO dari Produsen Minyak Goreng/CPO yang lakukan ekspor untuk segera intervensi wilayah-wilayah yang masih diatas HET, serta akan menindak tegas setiap pelanggaran yang ada.


Ketut Astawa menambahkan, selama Minggu ke-I, hotline pengaduan Satgas menerima 6 (enam) laporan masyarakat dari sejumlah daerah, termasuk Jakarta Pusat, Kupang, Bandar Lampung, Bukittinggi, Maros, dan Mataram. Seluruh aduan tersebut langsung dan telah ditindaklanjuti oleh Satgas daerah.


Di sisi lain, pemerintah terus memperkuat intervensi pasokan melalui penyaluran beras SPHP sebanyak 28.765 ton ke berbagai saluran, mulai dari Gerakan Pangan Murah, ritel modern, pasar tradisional, hingga outlet pangan binaan pemerintah daerah.


Lebih dalam, Ketut Astawa menegaskan, Satgas Saber Pelanggaran Pangan akan terus meningkatkan intensitas pengawasan, khususnya pada pedagang dan pengecer, serta memperkuat sosialisasi hotline pengaduan kepada masyarakat.


“Pengawasan berlapis dan partisipasi masyarakat menjadi kunci untuk memastikan pangan yang beredar aman, bermutu, dan terjangkau, terutama menghadapi momentum Imlek, Ramadan, dan Idulfitri 2026,” pungkasnya. (*)

Koramil Klakah Gelar Karya Bakti Gerakan ASRI, Wujudkan Wisata Ranupakis Bersih dan Nyaman

 



Lumajang – Koramil 0821-05/Klakah terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung Gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) melalui kegiatan karya bakti tersebar yang dilaksanakan di area obyek wisata Ranupakis, Dusun Nangkaan RT 001 RW 005, Desa Ranupakis, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Kamis (12/2/2026).


Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bati Tuud Koramil 0821-05/Klakah, Peltu Eko Budianto, bersama anggota Koramil dan melibatkan berbagai unsur di wilayah. Hadir dalam kegiatan itu Forkopimcam Klakah, instansi terkait, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, relawan, pelajar, serta warga setempat yang turut ambil bagian dalam kerja bakti.


Dalam pelaksanaannya, personel Koramil Klakah bersama seluruh elemen masyarakat bergotong royong membersihkan area sekitar objek wisata, mulai dari pengangkutan sampah, pembersihan semak belukar, hingga penataan lingkungan agar tampak lebih rapi dan asri. Kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan, tetapi juga memperkuat kesadaran bersama akan pentingnya merawat potensi wisata daerah.


Peltu Eko Budianto menyampaikan bahwa Gerakan ASRI merupakan langkah nyata membangun budaya peduli lingkungan yang dimulai dari tingkat wilayah. Area wisata, menurutnya, menjadi salah satu prioritas karena selain sebagai ruang publik, juga menjadi wajah desa yang mencerminkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan.


“Melalui karya bakti ini, kami ingin menumbuhkan semangat gotong royong dan kepedulian bersama. Lingkungan yang bersih dan indah akan memberikan kenyamanan bagi pengunjung serta berdampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar,” ujar dia.


Partisipasi aktif masyarakat, pelajar dan relawan dalam kegiatan tersebut juga menjadi bukti bahwa kepedulian lingkungan. Sinergi antara TNI, pemerintah kecamatan, dan seluruh elemen masyarakat terlihat solid sepanjang kegiatan berlangsung.


Dengan digelarnya karya bakti Gerakan ASRI di Ranupakis, diharapkan kawasan wisata tersebut semakin tertata, bersih, dan menarik untuk dikunjungi. Lebih dari itu, kegiatan tersebut  juga menjadi momentum mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam membangun wilayah. (Pendim0821)

Tanamkan Nasionalisme dan Anti-Bullying, Babinsa Wates Wetan Sentuh Hati Pelajar Sejak Dini



Lumajang – Dalam upaya membentuk karakter generasi muda yang berakhlak dan berjiwa nasionalis, Babinsa Wates Wetan Koramil 0821-06/Ranuyoso, Kopka Muhammad Sofyan Hariyanto, melaksanakan kegiatan pemberian wawasan kebangsaan (Wasbang) serta edukasi tentang bahaya perundungan (bullying) kepada siswa SDN Wates Wetan 01, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Kamis (12/2/2026).


Kegiatan tersebut berlangsung di lingkungan sekolah dan diikuti para siswa dengan penuh antusias. Dalam penyampaiannya, Kopka Sofyan menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai kebangsaan sejak usia dini, seperti saling menghormati, menjaga persatuan, serta memiliki rasa tanggung jawab sebagai generasi penerus bangsa.


Selain materi Wasbang, ia juga memberikan pemahaman tentang dampak negatif perundungan di lingkungan sekolah. Menurutnya, bullying tidak hanya melukai secara fisik, tetapi juga dapat meninggalkan trauma psikologis yang memengaruhi perkembangan mental dan prestasi belajar siswa.


“Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk belajar. Tidak boleh ada tindakan saling mengejek, mengintimidasi, atau menyakiti teman. Kita semua adalah saudara sebangsa yang harus saling menghargai,” tegasnya di hadapan para siswa.


Ia juga mengajak para siswa untuk berani melaporkan apabila melihat atau mengalami tindakan perundungan, serta membangun budaya saling mendukung dan berteman tanpa membeda-bedakan.


Kepala SDN Wates Wetan 01, Dipo Kaeruman, S.Pd., dalam sambutannya menekankan pentingnya menanamkan sikap saling menghormati antar sesama siswa sebagai pondasi utama terciptanya lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Ia menyampaikan bahwa setiap anak memiliki latar belakang, karakter, dan kemampuan yang berbeda, sehingga sikap menghargai satu sama lain harus menjadi budaya yang terus dibangun di lingkungan sekolah.


“Sekolah adalah rumah kedua bagi anak-anak. Di sinilah mereka belajar, bermain, dan tumbuh bersama. Karena itu, sikap saling menghormati, tidak saling mengejek, serta saling membantu harus menjadi kebiasaan sehari-hari agar suasana belajar tetap nyaman dan menyenangkan,” pungkasnya.


Ia juga menambahkan bahwa lingkungan sekolah yang harmonis akan berdampak positif terhadap semangat belajar dan perkembangan mental siswa. Dengan terciptanya rasa aman dan kebersamaan, para siswa dapat lebih fokus dalam meraih prestasi serta membangun karakter yang baik sejak dini.


Melalui kegiatan tersebut, diharapkan para siswa semakin memahami pentingnya hidup rukun, menjunjung tinggi nilai kebangsaan, serta menjauhi segala bentuk perundungan. Kehadiran Babinsa di sekolah juga menjadi wujud nyata sinergi TNI dengan dunia pendidikan dalam mencetak generasi muda yang tangguh, berkarakter, dan cinta tanah air. (Pendim0821)

Kasdim 0821/Lumajang Pimpin Gerakan ASRI, Perkuat Kepedulian Menuju Lingkungan Sehat dan Tertata



Lumajang – Komitmen membangun budaya hidup bersih terus digelorakan Kodim 0821/Lumajang melalui Gerakan ASRI (Aman Sehat Resik dan Indah). Kali ini, kegiatan dilaksanakan di wilayah Koramil 0821-08/Pasirian, tepatnya di Desa Bades, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Kamis (12/2/2026). Sebagai wujud nyata hasta cita Presiden Republik Indonesia dalam menumbuhkan kepedulian lingkungan dari tingkat paling dasar.


Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kasdim 0821/Lumajang Mayor Inf Tanuri, unsur Forkopimda Kabupaten Lumajang, Forkopimcam Pasirian, Instansi terkait di wilayah, tokoh masyarakat, Ormas, relawan, pelajar serta masyarakat setempat yang antusias mengikuti kerja bakti.


Dalam sambutannya, Kasdim 0821/Lumajang menyampaikan dengan tegas bahwa Gerakan ASRI merupakan implementasi dari arahan Presiden Prabowo Subianto agar budaya kebersihan dimulai dari lingkungan terkecil.


“Gerakan ASRI ini merupakan tindak lanjut perintah Bapak Presiden Prabowo, agar kebiasaan menjaga kebersihan dilakukan secara rutin dari tingkat RT, RW hingga desa, minimal satu kali dalam seminggu,” tegasnya.


Ia menekankan bahwa kegiatan tersebut tidak boleh berhenti sebatas seremoni, namun harus menjadi gerakan berkelanjutan yang mampu membangun kesadaran kolektif masyarakat. Lingkungan yang bersih, menurutnya, bukan hanya mencerminkan kerapian wilayah, tetapi juga berdampak langsung terhadap kesehatan dan kualitas hidup warga.


Lebih lanjut, Mayor Tanuri mengungkapkan rencana kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Lumajang untuk mengadakan lomba lingkungan bersih sebagai bentuk motivasi bagi desa-desa.


“Kami akan terus berkomitmen dalam mendukung program Presiden Republik Indonesia, untuk bersinergi dengan TNI/Polri, Pemerintah Daerah dan masyarakat sebagai komitmen dalam mewujudkan lingkungan bersih. Dengan adanya adanya kegiatan ini diharapkan tumbuh semangat kompetitif yang positif antar desa dalam menciptakan lingkungan yang sehat, tertata, dan nyaman,” tambahnya.


Pada pelaksanaannya, Gerakan ASRI di Desa Bades diisi dengan kerja bakti membersihkan area makam Dusun Purut serta normalisasi saluran air. Sinergi TNI-Polri bersama pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat terlihat kompak dan penuh semangat gotong royong.


Melalui Gerakan ASRI, Kodim 0821/Lumajang berharap tercipta budaya hidup bersih yang mengakar di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mewujudkan desa yang sehat, asri, dan berdaya saing. (Pendim0821)

Kasdim 0821/Lumajang Bersama Forkopimcam Pasirian dan Komunitas Sakera Salurkan Bansos Warga Kurang Mampu



Lumajang – Dalam rangka membantu meringankan beban masyarakat menjelang bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri, Kodim 0821/Lumajang bersama Forkopimcam Pasirian dan Komunitas Sakera Lumajang menggelar aksi bakti sosial dengan menyalurkan bantuan sembako kepada 100 warga kurang mampu.


Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Staf Kodim 0821/Lumajang Mayor Inf Tanuri dan dilaksanakan di Balai Desa Bades, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Kamis (12/2/2026). Turut hadir unsur Forkopimcam Pasirian, perangkat desa, serta perwakilan Komunitas Sakera Lumajang yang bersama-sama menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat.


Dalam keterangannya, Mayor Inf Tanuri menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial ini merupakan bentuk nyata kepedulian TNI bersama unsur terkait dan komunitas masyarakat dalam membantu warga yang membutuhkan, terutama di tengah mulai naiknya harga kebutuhan pokok menjelang Ramadhan.


“Menjelang bulan suci Ramadhan dan Lebaran, biasanya harga bahan pokok mulai mengalami kenaikan. Melalui kegiatan ini, kami berharap bantuan sembako yang diberikan dapat sedikit meringankan beban masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar Mayor Tanuri.


Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut juga menjadi wujud sinergi antara TNI, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan komunitas sosial dalam memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat. Menurutnya, kebersamaan dan gotong royong merupakan kunci dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi.


Penyaluran bantuan berlangsung tertib dan penuh rasa kekeluargaan. Para penerima bantuan tampak bersyukur dan mengapresiasi perhatian yang diberikan oleh Kodim 0821/Lumajang dan seluruh pihak yang terlibat.


“Melalui aksi bansos ini, diharapkan semangat berbagi dan kepedulian sosial semakin tumbuh di tengah masyarakat, sehingga suasana menyambut Ramadhan dapat dirasakan dengan penuh kebahagiaan, kebersamaan, dan rasa saling peduli antar sesama,” pungkasnya. (Pendim0821)

Polisi Menyapa di RRI Jayapura, Satgas Pangan dan Disperindag Pastikan Stok Bahan Pokok Aman Jelang Ramadhan

  


Jayapura – Menjelang Bulan Suci Ramadhan, Polda Papua melalui program dialog interaktif Polisi Menyapa mengangkat tema “Jamin Ketersediaan dan Stabilitas Harga Bahan Pokok Jelang Bulan Suci Ramadhan” ini disiarkan langsung dari Stasiun LPP RRI Jayapura untuk memberikan kepastian langsung kepada masyarakat terkait ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok, Kamis pagi (12/02/2026).


Hadir sebagai narasumber Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., Kadis Perindag Provinsi Papua Anthon Imbenai, S.Ag., M.Si., serta Kanit 2 Subdit 1 Indagsi Ditreskrimsus Polda Papua AKP Fredy Nixon J. Simatauw, S.H., M.H. Dialog dipandu oleh presenter Arul Firmansyah dan berlangsung interaktif dengan melibatkan pendengar melalui sambungan telepon.


Dalam pemaparannya, AKP Fredy Nixon menjelaskan bahwa Satgas Pangan Polda Papua secara rutin memantau harga dan rantai distribusi bahan pokok di lapangan. Ia menegaskan bahwa tugas utama Satgas Pangan adalah memastikan rantai pasok tidak terputus, karena gangguan distribusi menjadi faktor utama yang memicu inflasi di Papua.


“Kami setiap hari turun memantau harga di pasar, mengecek langsung ke distributor, melihat gejala apa yang menyebabkan kenaikan. Rantai pasok harus berkesinambungan, tidak boleh terputus. Selama rantai pasok aman, inflasi bisa kita kendalikan,” jelasnya.


Ia mengakui terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga seperti rica padi, rica keriting, dan bawang merah. Namun menurutnya, kenaikan tersebut dipengaruhi faktor alam, terutama dampak banjir di Arso yang mengganggu pasokan dari sentra produksi. 


“Ini gejolak lapangan yang memang di luar kemampuan Satgas Pangan. Namun pasokan dari Merauke sudah mulai masuk dan harga dipastikan akan kembali stabil,” ujarnya.


Kadis Perindag Provinsi Papua Anthon Imbenai menegaskan bahwa pemerintah telah melakukan rapat koordinasi bersama seluruh distributor, Bulog, dan Pertamina guna memastikan tidak hanya stok barang aman, tetapi juga distribusi berjalan lancar hingga ke daerah pesisir dan pegunungan.


“Dari laporan distributor, stok bapok aman hingga dua bulan setelah hari raya. Kami juga memastikan BBM tersedia untuk mendukung distribusi. Pengawasan kami bukan hanya di gudang distributor, tetapi turun langsung ke pasar setiap hari,” tegasnya.


Ia menjelaskan bahwa beberapa komoditas lokal seperti cabai, merica, dan telur memang mengalami kenaikan harga, namun hal tersebut dinilai sebagai mekanisme pasar yang masih dalam batas wajar karena tingginya permintaan menjelang hari raya serta kebutuhan program makan gratis yang menyerap pasokan telur dalam jumlah besar.


“Satgas Pangan ada sampai ke tingkat Polres. Setiap Kasat Reskrim wajib memantau harga di wilayahnya. Kami juga memantau mitra Bulog di pasar seperti Hamadi dan Pasir II untuk memastikan harga tetap sesuai HET,” jelasnya.


Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P menegaskan bahwa kehadiran Polda Papua dalam dialog publik ini merupakan bentuk keterbukaan informasi kepada masyarakat sekaligus komitmen Polri dalam menjamin rasa tenang warga menjelang Bulan Suci Ramadhan.


“Polri tidak hanya hadir dalam penegakan hukum, tetapi juga memastikan masyarakat merasa tenang menjelang Ramadhan. Melalui dialog ini kami ingin menyampaikan secara terbuka bahwa ketersediaan bahan pokok di Papua dalam kondisi aman, distribusi terpantau, dan harga terus diawasi bersama instansi terkait. Masyarakat tidak perlu panik atau khawatir karena pemerintah dan kepolisian bekerja setiap hari memantau situasi di lapangan,” tegas Kombes Pol Cahyo.


Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh isu kelangkaan atau kenaikan harga yang belum tentu benar, serta mengajak warga untuk aktif melaporkan apabila menemukan praktik penimbunan atau permainan harga di pasar.


“Jika ada temuan di lapangan, silakan laporkan. Satgas Pangan Polda Papua bersama Dinas Perdagangan siap menindaklanjuti. Kami ingin memastikan Ramadhan di Papua berlangsung dengan suasana yang aman, tertib, dan penuh ketenangan,” tutupnya.


Semangat Gotong Royong Warnai Karya Bakti Kodim 0910/Malinau di Desa Wisata Pulau Sapi.

 


MALINAU, Kalimantan Utara – Kebersamaan dan semangat gotong royong tampak begitu kuat mewarnai kegiatan karya bakti yang digelar Kodim 0910/Malinau di Desa Wisata Pulau Sapi, Kecamatan Mentarang, Kabupaten Malinau, Kamis (12/02/2026). Kegiatan tersebut dilaksanakan di lingkungan SD 001 serta Balai Adat desa setempat.


Karya bakti ini melibatkan personel TNI, Polri, Satpol PP, BPBD Kabupaten Malinau, aparat pemerintah desa, pihak sekolah, serta masyarakat. Sinergi lintas instansi bersama warga terlihat kompak saat membersihkan saluran drainase, mengangkat lumpur, dan merapikan area sekolah maupun Balai Adat.


Sejak pagi hari, personel gabungan bersama masyarakat bahu-membahu membersihkan parit yang tersumbat dan menyemprotkan air guna memperlancar aliran. Material lumpur dan sampah diangkut menggunakan gerobak serta karung. Para siswa juga turut ambil bagian dengan penuh antusias, mencerminkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sejak dini.


Komandan Kodim 0910/Malinau melalui Danramil 0910-07/Mentarang, Kapten Arm Juju Adi Pracoyo, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian TNI terhadap kebersihan lingkungan sekaligus bentuk sinergitas antarinstansi di wilayah.


“Melalui karya bakti ini, kami ingin menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, khususnya bagi anak-anak dalam proses belajar, serta mempererat kebersamaan antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat,” ungkapnya.


Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh kesadaran bersama akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, sekaligus memperkuat nilai gotong royong sebagai budaya bangsa yang terus dijaga dan dilestarikan.


(Pendim 0910/Malinau)