View AllNews

Nasional

Hukum

Latest News

20/06/26

Semarak HUT Bhayangkara ke-80, Turnamen Badminton Piala Kapolda Cup 2026 Masuki Hari Kedua

 


Jayapura – Turnamen Badminton Terbuka Piala Kapolda Cup Tahun 2026 dalam rangka menyemarakkan Hari Bhayangkara ke-80 memasuki hari kedua pelaksanaan yang berlangsung di GOR Wiguna, Kota Jayapura, Jumat (19/06). 


Kegiatan tersebut kembali menghadirkan pertandingan-pertandingan menarik dari berbagai kategori yang diikuti peserta dari kalangan Polri maupun masyarakat umum.


Turnamen ini berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi dari para peserta yang berupaya menampilkan permainan terbaik demi meraih kemenangan dan melaju ke babak berikutnya.


Pada sesi pertandingan sore hari, sejumlah laga dari kategori Ganda Putra Internal Polri serta Ganda Dewasa Pool A hingga Pool H dipertandingkan secara bergantian. Setiap tim menunjukkan kemampuan dan strategi terbaiknya sehingga menghasilkan pertandingan yang kompetitif dan menghibur para penonton yang hadir.


Memasuki malam hari, pertandingan dilanjutkan dengan kategori Ganda Beregu Campuran dan Ganda Beregu Veteran. Suasana pertandingan semakin semarak dengan dukungan dari rekan-rekan peserta, keluarga, dan masyarakat yang turut menyaksikan jalannya turnamen.


Selain menjadi ajang kompetisi olahraga, Turnamen Badminton Terbuka Piala Kapolda Cup 2026 juga menjadi sarana mempererat hubungan silaturahmi antara anggota Polri dan masyarakat. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang bertujuan memperkuat sinergitas, kebersamaan, serta semangat hidup sehat melalui olahraga.


Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P. mengatakan bahwa Turnamen Badminton Terbuka Piala Kapolda Cup Tahun 2026 merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80 yang bertujuan mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat melalui kegiatan olahraga yang positif dan membangun.


“Melalui turnamen ini, kami ingin menghadirkan semangat Hari Bhayangkara ke-80 yang tidak hanya dirayakan secara seremonial, tetapi juga diwujudkan melalui kegiatan yang mampu mempererat kebersamaan, menumbuhkan sportivitas, serta mendorong pola hidup sehat di tengah masyarakat. Kami melihat antusiasme peserta sangat tinggi, baik dari kalangan anggota Polri maupun masyarakat umum, sehingga kegiatan ini menjadi wadah yang baik untuk memperkuat sinergitas dan persaudaraan,” ujar Kabid Humas.


Lebih lanjut, Kabid Humas menambahkan bahwa Polda Papua akan terus mendukung berbagai kegiatan olahraga dan pembinaan prestasi yang melibatkan masyarakat sebagai bagian dari upaya membangun kedekatan Polri dengan masyarakat serta menciptakan generasi muda yang sehat, berprestasi, dan menjunjung tinggi nilai-nilai fair play.


Melalui penyelenggaraan turnamen ini, diharapkan dapat lahir bibit-bibit atlet bulu tangkis yang berprestasi sekaligus memperkuat hubungan harmonis antara Polri dan masyarakat. Semangat kompetisi yang sehat, fair play, dan kebersamaan menjadi nilai utama yang terus dibangun dalam setiap pertandingan.


Momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini menjadi bukti nyata komitmen Polda Papua untuk terus hadir di tengah masyarakat tidak hanya melalui tugas pemeliharaan keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui kegiatan olahraga yang mampu mempererat persaudaraan, meningkatkan kebugaran, dan menumbuhkan semangat kebersamaan di Bumi Cenderawasih.

Jelang HUT Bhayangkara ke-80, Polres Asmat Pererat Silaturahmi dengan Purnawirawan dan Warakawuri

 


Jayapura – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polres Asmat melaksanakan kegiatan anjangsana dan silaturahmi ke kediaman para purnawirawan Polri dan warakawuri di wilayah Kabupaten Asmat, Kamis (18/06).


Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Asmat AKBP Wahyu Basuki, S.I.K., didampingi Wakapolres Asmat Kompol Haryono, S.H., para Pejabat Utama (PJU) Polres Asmat, serta pengurus Bhayangkari Cabang Asmat.


Sebagai bentuk penghormatan kepada para senior Polri yang telah mengabdikan diri bagi institusi dan masyarakat, rombongan Polres Asmat dibagi ke dalam beberapa tim guna menjangkau seluruh kediaman purnawirawan dan warakawuri yang berada di wilayah hukum Polres Asmat.


Kapolres Asmat bersama rombongan mengunjungi kediaman AKP (Purn) Septinus Nuboba, Kompol (Purn) Subecki, S.H., serta Warakawuri Ibu Lukas Laisila. 


Sementara itu, tim yang dipimpin Wakapolres Asmat melaksanakan kunjungan ke kediaman Brigpol (Purn) Yoel Krey, Ibu Madiono, dan Ibu Raimond R. 


Di lokasi berbeda, Kabag Logistik Polres Asmat Kompol Muhammad Jafar, S.Sos., bersama rombongan mengunjungi Bripka (Purn) Lukas Swabra, Ibu Eri Pabana, Kompol (Purn) Sudirman, dan AKP (Purn) Simon Salle.


Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Asmat menyampaikan bahwa kegiatan anjangsana merupakan tradisi yang terus dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan pengabdian para purnawirawan serta warakawuri kepada institusi Polri.


“Melalui kegiatan ini, kami ingin mempererat tali silaturahmi sekaligus memberikan penghormatan kepada para senior dan keluarga besar Polri yang telah memberikan dedikasi, pengabdian, serta kontribusi nyata bagi kemajuan institusi. Semangat dan keteladanan mereka menjadi inspirasi bagi kami yang masih aktif bertugas,” ujar AKBP Wahyu Basuki.


Selain bersilaturahmi, Polres Asmat bersama Bhayangkari Cabang Asmat juga menyerahkan tali asih kepada para purnawirawan dan warakawuri sebagai bentuk kepedulian serta perhatian keluarga besar Polri.


Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai setiap kunjungan. Para purnawirawan dan warakawuri menyambut baik kedatangan rombongan Polres Asmat serta menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80.


Melalui kegiatan anjangsana ini, Polres Asmat berharap hubungan kekeluargaan antara personel aktif, purnawirawan, dan warakawuri tetap terjalin erat sebagai bagian dari keluarga besar Polri yang senantiasa menjaga nilai-nilai kebersamaan, pengabdian, dan solidaritas.


Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polsek Pantai Barat Pererat Kebersamaan Melalui Beragam Perlombaan

 


Jayapura – Dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polsek Pantai Barat menggelar berbagai perlombaan yang melibatkan masyarakat di wilayah Distrik Pantai Barat, Kabupaten Sarmi, Jumat (19/06).


Kegiatan yang berlangsung di halaman Mapolsek Pantai Barat tersebut menjadi sarana mempererat hubungan silaturahmi antara Polri dan masyarakat sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan, sportivitas, serta persatuan di tengah kehidupan bermasyarakat.


Berbagai perlombaan digelar untuk memeriahkan kegiatan, di antaranya pertandingan gawang mini, domino beregu, turnamen playstation, serta lomba mewarnai bagi anak-anak. Seluruh rangkaian kegiatan mendapat sambutan hangat dan antusiasme tinggi dari masyarakat yang hadir dari berbagai kampung di Distrik Pantai Barat.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolsek Pantai Barat IPDA Aleksander F. Koimera, S.IP., M.M., Kepala Distrik Pantai Barat, para kepala kampung se-Distrik Pantai Barat, para Ondoafi, tokoh masyarakat, serta warga setempat.


Dalam keterangannya, Kapolsek Pantai Barat menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT Bhayangkara ke-80 yang bertujuan untuk memperkuat sinergi dan kemitraan antara Polri dengan seluruh elemen masyarakat.


“Momentum Hari Bhayangkara bukan hanya menjadi ajang perayaan bagi institusi Polri, tetapi juga kesempatan untuk semakin mendekatkan diri kepada masyarakat. Melalui berbagai perlombaan ini, kami ingin membangun kebersamaan, mempererat tali silaturahmi, serta mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Pantai Barat,” ujar Kapolsek.


Kepala Distrik Pantai Barat bersama para tokoh adat yang hadir juga memberikan apresiasi atas inisiatif Polsek Pantai Barat dalam menyelenggarakan kegiatan yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Menurut mereka, kegiatan tersebut mampu memperkuat hubungan harmonis antara Polri, pemerintah distrik, tokoh adat, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah.


Selain menjadi sarana hiburan, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk mempererat persaudaraan dan memperkuat semangat gotong royong yang selama ini menjadi nilai penting dalam kehidupan masyarakat Papua.


Melalui semangat Hari Bhayangkara ke-80, Polsek Pantai Barat berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat serta memperkuat kolaborasi dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif di wilayah hukum Polsek Pantai Barat.

19/06/26

Kepala Suku Besar Meepago Imbau Masyarakat Tidak Terprovokasi Isu Negatif Jelang 1 Juli

 



Nabire – Kepala Suku Besar Wilayah Meepago, Melkianus Keiya, mengimbau seluruh masyarakat Papua, khususnya di wilayah Meepago, agar tidak mudah terprovokasi oleh berbagai informasi dan isu negatif yang berkembang menjelang 1 Juli 2026.


Menurut Melkianus Keiya, dalam beberapa waktu terakhir muncul berbagai informasi yang dikaitkan dengan kelompok-kelompok tertentu yang berupaya memengaruhi situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Papua. Ia menilai isu-isu tersebut berpotensi menimbulkan keresahan apabila tidak disikapi secara bijaksana oleh masyarakat.


"Saya mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya. Jangan sampai kita terprovokasi oleh pihak-pihak yang sengaja menyebarkan isu untuk menciptakan kegaduhan dan mengganggu stabilitas keamanan yang selama ini terjaga dengan baik," ujar Melkianus Keiya.


Ia menegaskan bahwa masyarakat harus lebih bijak dalam menerima maupun menyebarluaskan informasi, terutama yang beredar melalui media sosial dan berbagai platform komunikasi lainnya. Menurutnya, setiap informasi perlu diverifikasi terlebih dahulu agar tidak menjadi pemicu munculnya konflik maupun perpecahan di tengah masyarakat.


Lebih lanjut, Melkianus Keiya mengungkapkan bahwa dirinya akan menggelar pertemuan bersama para tokoh masyarakat, tokoh adat, serta kepala-kepala suku kecil di wilayah Meepago. Pertemuan tersebut bertujuan untuk menyikapi berbagai informasi negatif yang berkembang sekaligus merumuskan langkah-langkah strategis dalam menjaga keamanan, persatuan, dan ketertiban masyarakat.


"Kami akan duduk bersama para tokoh adat dan seluruh elemen masyarakat untuk membahas situasi yang berkembang. Melalui pertemuan ini, kami ingin membangun kesamaan pemahaman agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan," katanya.


Menurut Melkianus, peran para tokoh adat dan tokoh masyarakat sangat penting dalam memberikan edukasi serta pemahaman kepada masyarakat di tingkat kampung maupun distrik. Dengan demikian, berbagai isu yang berpotensi memecah belah persatuan dapat dicegah sejak dini.


Ia juga mengajak seluruh masyarakat Meepago untuk terus menjaga persaudaraan, memperkuat solidaritas, serta mendukung terciptanya situasi yang aman dan kondusif di seluruh wilayah Papua.


"Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap menjaga persatuan dan kesatuan, menghormati satu sama lain, serta bersama-sama menjaga keamanan di lingkungan masing-masing. Jangan memberikan ruang bagi pihak-pihak yang ingin menciptakan konflik dan perpecahan di tanah Papua. Mari kita menjaga kedamaian demi masa depan yang lebih baik bagi generasi kita," pungkas Melkianus Keiya.

Tokoh Pemuda Takabera Ajak Semua Pihak Jaga Kondusivitas di Tembagapura

 



Timika – Tokoh Pemuda Kampung Takabera, Distrik Tembagapura, Lukas Dibitau, menyampaikan bahwa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Distrik Tembagapura hingga saat ini masih dalam keadaan aman dan kondusif, khususnya di kawasan pendulangan yang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat setempat.


Menurut Lukas, aktivitas masyarakat di sejumlah lokasi pendulangan, mulai dari Kali Kabur hingga Camp Narangkia, masih berjalan normal tanpa adanya gangguan yang menonjol. Kondisi tersebut dinilai penting untuk terus dipertahankan mengingat kawasan tersebut merupakan sumber penghidupan bagi banyak warga yang menggantungkan kebutuhan sehari-harinya dari aktivitas pendulangan.


"Hingga saat ini situasi di Distrik Tembagapura, khususnya di lokasi-lokasi pendulangan, masih aman dan kondusif. Masyarakat dapat menjalankan aktivitas mereka seperti biasa tanpa adanya kejadian yang mengganggu keamanan maupun ketertiban," ujar Lukas Dibitau.


Ia menjelaskan bahwa wilayah pendulangan Kali Kabur hingga Camp Narangkia bukan hanya sekadar tempat bekerja, tetapi telah menjadi ruang kehidupan bagi masyarakat yang mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarga mereka.


"Lokasi pendulangan ini merupakan rumah bagi banyak masyarakat yang mencari makan dan menghidupi keluarganya. Karena itu, kondisi yang aman dan damai harus terus dijaga bersama agar aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan baik," katanya.


Lebih lanjut, Lukas mengajak seluruh pihak untuk menahan diri dan mengedepankan kepentingan masyarakat luas. Ia berharap pihak-pihak yang memiliki perbedaan pandangan maupun kepentingan dapat memahami kondisi yang ada serta tidak melakukan tindakan yang berpotensi merugikan warga.


"Kami berharap semua pihak, termasuk yang memiliki perbedaan pandangan, dapat memahami situasi ini. Jangan sampai ada tindakan atau aktivitas yang dapat mengganggu stabilitas keamanan dan berdampak pada masyarakat yang hanya ingin bekerja dan mencari nafkah," tegasnya.


Lukas juga mengimbau masyarakat untuk terus menjaga persatuan, memperkuat komunikasi, serta bersama-sama menciptakan suasana yang aman dan harmonis di Distrik Tembagapura.


"Kondusivitas yang ada saat ini merupakan tanggung jawab bersama. Mari kita jaga keamanan, saling menghormati, dan mengutamakan kepentingan masyarakat agar kehidupan sosial dan ekonomi di Tembagapura tetap berjalan dengan baik," pungkasnya.

Festival Colo Sagu 2026 Warnai HUT Bhayangkara ke-80, Dorong Ketahanan Pangan dan Kemandirian Ekonomi Papua

 


Jayapura – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Polda Papua bersama berbagai pemangku kepentingan mendukung pelaksanaan Festival Colo Sagu 2026 yang mengusung tema “Sagu Menghidupi: Dari Tradisi Menuju Kemandirian Ekonomi”. 


Kegiatan yang berlangsung di Kota Jayapura, Jumat (19/06), menjadi momentum memperkuat pelestarian pangan lokal sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat Papua berbasis potensi daerah.


Festival ini dihadiri oleh Gubernur Papua, Komjen Pol (Purn) Matius D. Fakhiri, S.I.K., S.H., M.H., Sekretaris Daerah Provinsi Papua Lukas Christian Sohilait, Ketua DPR Papua Denny Henry Bonai, unsur Forkopimda, tokoh adat, tokoh agama, akademisi, pelaku usaha, komunitas lingkungan, serta masyarakat umum.


Pelaksanaan Festival Colo Sagu menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80 yang tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga menunjukkan komitmen Polri dalam mendukung pelestarian budaya, ketahanan pangan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.


Dalam sambutannya, Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol. Fredrickus W.A. Maclarimboen, S.I.K., M.H., CPHR selaku penyelenggara menyampaikan bahwa Festival Colo Sagu merupakan bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan sagu sebagai salah satu kekayaan alam dan identitas masyarakat Papua yang harus dijaga serta dikembangkan.


Menurutnya, sagu tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga memiliki potensi besar untuk ditransformasikan menjadi kekuatan ekonomi masyarakat. Ia mengajak seluruh pihak untuk lebih peduli terhadap keberadaan hutan sagu yang terus mengalami penyusutan serta bersama-sama mendorong lahirnya regulasi dan inovasi yang mendukung pengembangan komoditas tersebut.


“Kita ingin sagu tidak hanya menjadi cerita tentang masa lalu, tetapi tetap hidup sebagai sumber pangan dan sumber penghidupan masyarakat Papua hingga generasi mendatang,” ujarnya.


Sementara itu, Gubernur Papua Komjen Pol (Purn) Matius D. Fakhiri dalam sambutannya menegaskan bahwa sagu merupakan bagian tak terpisahkan dari identitas masyarakat Papua. Di balik hamparan hutan sagu tersimpan nilai-nilai budaya, gotong royong, kearifan lokal, serta hubungan harmonis antara manusia dan alam yang telah diwariskan secara turun-temurun.


Menurut Gubernur, penguatan komoditas sagu menjadi langkah strategis dalam mewujudkan ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.


“Ketika kita berbicara tentang sagu, sesungguhnya kita sedang berbicara tentang masa depan Papua. Sagu bukan hanya warisan budaya, tetapi juga aset strategis yang dapat menjadi fondasi kedaulatan pangan dan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.


Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Papua dalam melindungi kawasan sagu, memberdayakan masyarakat adat sebagai pemilik hak ulayat, mendorong riset dan inovasi, serta meningkatkan nilai tambah berbagai produk turunan sagu agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.


Lebih lanjut, Gubernur mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berkolaborasi menjaga keberlangsungan hutan sagu dan mengembangkan potensi ekonomi berbasis pangan lokal.


“Papua membutuhkan generasi yang bangga terhadap identitasnya. Generasi yang tidak hanya mengenal sagu sebagai warisan leluhur, tetapi juga mampu melihatnya sebagai peluang masa depan yang menjanjikan,” tambahnya.


Pembukaan Festival Colo Sagu 2026 ditandai dengan prosesi simbolis pencelupan sagu ke dalam kopi oleh Gubernur Papua bersama unsur Forkopimda sebagai bentuk penghormatan terhadap kearifan lokal masyarakat Papua. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kompetisi esai Colo Sagu yang diikuti pelajar dan mahasiswa, seminar, serta berbagai kegiatan edukatif lainnya.


Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80, Polri tidak hanya hadir sebagai penjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga sebagai mitra yang mendukung pelestarian budaya, penguatan ketahanan pangan, serta pembangunan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal. Semangat inilah yang sejalan dengan tema Hari Bhayangkara ke-80, yaitu menghadirkan Polri yang semakin dekat dan bermanfaat bagi masyarakat.


Babinsa Koramil 1002-08/Labuan Amas Utara Hadiri Rembuk Stunting Desa Binjai Pirua

 



KASARANGAN – Babinsa Koramil 1002-08/Labuan Amas Utara, Koptu Suriansyah, menghadiri kegiatan Rembuk Stunting yang digelar di Desa Binjai Pirua, Kecamatan Labuan Amas Utara, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Jumat (19/6/2026).


Kegiatan rembuk stunting tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Binjai Pirua beserta perangkat desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, tenaga kesehatan, kader Posyandu, pendamping desa, serta unsur terkait lainnya sebagai upaya menyusun langkah bersama dalam percepatan penurunan angka stunting di tingkat desa.


Dalam sambutannya, Kepala Desa Binjai Pirua mengucapkan terima kasih kepada Babinsa Koramil 1002-08/Labuan Amas Utara yang telah berkenan hadir dan memberikan dukungan terhadap pelaksanaan rembuk stunting.


"Kami mengucapkan terima kasih kepada Babinsa yang selalu aktif mendampingi setiap kegiatan di desa, termasuk dalam upaya percepatan penanganan stunting. Sinergi seluruh pihak sangat diperlukan agar program ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ujarnya.


Sementara itu, Danramil 1002-08/Labuan Amas Utara Kapten Inf Rudi Hartono mengatakan bahwa kehadiran Babinsa merupakan bentuk komitmen TNI AD dalam mendukung program pemerintah, khususnya percepatan penurunan stunting.


"Babinsa akan terus bersinergi dengan pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan seluruh elemen masyarakat untuk mendukung berbagai program yang bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.


Pencegahan stunting merupakan tanggung jawab bersama sehingga diperlukan kerja sama semua pihak agar dapat menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas," tegas Danramil.


Melalui kegiatan rembuk stunting ini diharapkan dapat menghasilkan kesepakatan dan langkah nyata dalam upaya pencegahan serta penanganan stunting di Desa Binjai Pirua, sehingga target penurunan angka stunting dapat tercapai secara optimal. (pen1002hst)

Modus Test Drive Berujung Curanmor, Tim Ops Sikat Cartenz 2026 Berhasil Amankan Pelaku di Abepura

 


Jayapura – Tim URC Resmob Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Papua yang tergabung dalam Satgas Gakkum Operasi Sikat Cartenz 2026 berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan mengamankan seorang pelaku di wilayah Kota Jayapura.


Pengungkapan tersebut dilakukan pada Kamis (18/06) sekitar pukul 22.10 WIT di kawasan Perumahan Puri Grand Gardenia, Kelurahan Wai Mhorock, Distrik Abepura, Kota Jayapura. Pelaku yang diamankan merupakan seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang diduga terlibat dalam kasus pencurian satu unit sepeda motor Honda Scoopy milik korban.


Kasatgas Gakkum Operasi Sikat Cartenz 2026 yang juga Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Papua, Kompol I Dewa Gde Ditya K., S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa pengungkapan kasus tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan polisi yang diterima terkait aksi pencurian kendaraan bermotor yang terjadi pada 12 Juni 2026 di kawasan Kotaraja, Abepura.


Dalam pelaksanaan pengungkapan kasus, Tim URC Resmob yang dipimpin oleh Kanit Resmob Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Papua, AKP Budi Payung, S.H., melakukan serangkaian penyelidikan hingga berhasil mengidentifikasi keberadaan pelaku.


“Berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan Tim URC Resmob, pelaku berhasil diamankan di kediamannya bersama sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan tindak pidana pencurian kendaraan bermotor,” ujar Kompol Dewa.


Dari hasil pemeriksaan, diketahui modus yang digunakan pelaku adalah berpura-pura sebagai calon pembeli kendaraan. Saat bertemu korban untuk melakukan transaksi jual beli sepeda motor di kawasan Kotaraja, pelaku meminta izin untuk melakukan uji coba kendaraan. Namun setelah membawa kendaraan tersebut untuk dites, pelaku justru melarikan diri dan tidak kembali.


Selain mengamankan satu unit Honda Scoopy milik korban, petugas juga menyita sejumlah barang bukti lainnya berupa tiga unit sepeda motor yang diduga terkait dengan hasil tindak pidana, satu unit telepon genggam, serta pakaian dan perlengkapan yang digunakan pelaku saat melakukan aksinya.


Dalam keterangannya kepada penyidik, pelaku mengakui telah melakukan pencurian terhadap sepeda motor milik korban dengan modus transaksi jual beli kendaraan. Pelaku juga mengaku membeli beberapa sepeda motor lainnya melalui media sosial dengan harga yang relatif murah dan saat ini masih didalami oleh penyidik.


Saat ini, pelaku telah diamankan dan menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik Satgas Gakkum Operasi Sikat Cartenz 2026. Polisi juga terus melakukan pengembangan guna mengungkap kemungkinan adanya keterlibatan pelaku dalam kasus serupa maupun jaringan penadah kendaraan hasil kejahatan.


Kompol Dewa menegaskan bahwa Operasi Sikat Cartenz 2026 akan terus dilaksanakan secara intensif untuk menekan angka kejahatan konvensional, khususnya kasus pencurian kendaraan bermotor yang meresahkan masyarakat.


“Polda Papua berkomitmen untuk terus memberantas kejahatan jalanan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat. Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi jual beli kendaraan serta memastikan identitas dan legalitas pihak yang terlibat dalam transaksi tersebut,” tutupnya.