View AllNews

Nasional

Hukum

Latest News

11/04/26

Tokoh Masyarakat Arso Timur Serukan Persatuan dan Stabilitas Keamanan

 



Keerom – Tokoh masyarakat Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom, Frangki Kuntuy mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap kondusif, khususnya di wilayah perbatasan RI–PNG.


Frangki Kuntuy yang juga merupakan anggota Dewan Adat Suku Mannem menegaskan bahwa kedamaian di tanah Keerom harus dijaga bersama dan tidak boleh dirusak oleh pihak-pihak yang memiliki kepentingan tertentu. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terhasut oleh kelompok-kelompok yang berupaya menciptakan gangguan keamanan.


“Sebagai tokoh masyarakat, saya mengajak seluruh warga untuk tetap menjaga kedamaian. Jangan mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin mengacaukan situasi di daerah kita,” ujar Frangki.


Lebih lanjut, ia menekankan bahwa perbedaan ideologi yang ada di tengah masyarakat tidak boleh menjadi pemicu konflik. Menurutnya, seluruh masyarakat yang berada di wilayah Kabupaten Keerom, khususnya di kawasan perbatasan seperti Kampung Skofro, kibai dan sekitarnya, harus mengedepankan persatuan demi menjaga stabilitas keamanan.


“Saya menghimbau kepada siapa pun yang berada di wilayah Keerom, meskipun memiliki latar belakang dan ideologi yang berbeda, tidak boleh ada kekacauan. Kita harus menjaga kamtibmas, terutama di wilayah perbatasan RI–PNG yang sangat rentan terhadap gangguan,” tegasnya.


Frangki juga mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap informasi yang beredar, terutama di era digital saat ini. Ia menilai, kemampuan masyarakat dalam menyaring informasi menjadi kunci penting dalam menjaga kerukunan.


“Masyarakat harus cerdas dalam menerima informasi. Jangan langsung percaya pada berita yang belum tentu benar. Pastikan informasi tersebut jelas sumbernya agar tidak menimbulkan kesalahpahaman,” tambahnya.


Sebagai perwakilan Dewan Adat Suku Mannem di tingkat distrik, Frangki kembali menegaskan komitmennya bahwa wilayah perbatasan Keerom harus tetap aman dan damai tanpa adanya gangguan dari pihak mana pun, termasuk yang membawa isu-isu politik tertentu.


“Kami dari Dewan Adat Suku Mannem menegaskan bahwa wilayah perbatasan tidak boleh ada kekacauan dari pihak mana pun. Mari kita bersama-sama menjaga tanah ini tetap aman, damai, dan harmonis,” tutupnya.

Bid Humas Polda Papua Tutup Pelatihan Peningkatan Kemampuan Operator Humas dan PPID Semester I Tahun 2026

 


Jayapura – Bidang Hubungan Masyarakat (Bid Humas) Polda Papua melaksanakan hari kedua sekaligus penutupan kegiatan Pelatihan Peningkatan Kemampuan Bid Humas Polda Papua Semester I Tahun 2026 yang diikuti oleh operator Sie Humas jajaran serta PPID Satker Polda Papua. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Suni Sentani, Kabupaten Jayapura, Jumat (10/4/2026).


Kegiatan ini dihadiri oleh Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., Kasubbid Pid Bid Humas Polda Papua Kompol Nurjanah, S.Sos., M.M., Ps Kaur Mitra Bid Humas AKP Sebastianus Amandus Anoith, Kasubag Renmin Bid Humas Iptu Luqman Alwadud, S.H., Ps Paur Pullahinfodok Iptu Agus Hadiyanto, S.Kom., M.H., Ps Paur Produk Kreatif Ipda Husin Saifuddin Rumbiak, Ps Paur Disindig Ipda Andi Mappanyompa, serta diikuti oleh sekitar 70 personel yang terdiri dari operator Humas kewilayahan dan PPID Satker di lingkungan Polda Papua.


Dalam sambutannya, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Cahyo Sukarnito menyampaikan bahwa pelatihan peningkatan kemampuan kehumasan merupakan bagian dari pembinaan personel dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kapabilitas sumber daya manusia Polri di bidang komunikasi publik.


“Kegiatan pelatihan peningkatan kemampuan kehumasan ini merupakan bagian yang terintegrasi dari pembinaan personel dalam rangka meningkatkan kapasitas dan kapabilitas kita di bidang kehumasan. Hal ini penting guna menghadapi berbagai tantangan, baik di tingkat lokal, regional, nasional, maupun global,” ujar Kombes Pol. Cahyo Sukarnito.


Ia menambahkan bahwa perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat menuntut seluruh personel humas untuk mampu beradaptasi dan meningkatkan profesionalisme dalam mengelola informasi yang disampaikan kepada masyarakat.


“Di era digital saat ini tidak ada lagi batasan informasi. Apa yang terjadi di suatu tempat dalam waktu singkat dapat diketahui oleh seluruh dunia. Oleh karena itu, kita dituntut untuk mampu melakukan penyaringan, pengolahan, serta penyajian informasi secara tepat, akurat, dan bertanggung jawab,” tambahnya.


Pada hari kedua kegiatan, para peserta mendapatkan materi dari narasumber Raden Yunita Prima Permata, S.Sos., MC-GMComm yang memberikan pemaparan secara daring mengenai penguatan fungsi kehumasan di era digital. 


Selain itu, peserta juga mengikuti Forum Group Discussion (FGD) yang dipandu oleh Dewi Anggraeni, S.I.P., M.A. dengan materi mengenai optimalisasi peran kehumasan dan pemanfaatan media sosial untuk membangun citra positif serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.


Kabid Humas Polda Papua juga berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat strategis bagi para operator humas di kewilayahan yang merupakan ujung tombak komunikasi publik Polri di lapangan, khususnya di wilayah hukum Polda Papua yang memiliki karakteristik dan tantangan tersendiri.


“Kita harus mampu menghadirkan informasi yang baik, akurat, dan terpercaya kepada masyarakat. Dengan pengelolaan informasi yang profesional, kita tidak hanya mendukung tugas-tugas kepolisian, tetapi juga dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi Polri,” ungkapnya.

Wakapolda Papua Hadiri Peresmian Fasilitas Olahraga dan Rekreasi Kodaeral X di Jayapura

 


Jayapura – Wakil Kepala Kepolisian Daerah Papua, Brigjen Pol. Muhajir, S.I.K., M.H., menghadiri sekaligus mendampingi kegiatan peresmian Fasilitas Olahraga dan Rekreasi Kodaeral X yang diresmikan oleh Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksdya TNI Edwin, S.H., M.Han., M.H., bertempat di halaman Gedung Fasilitas Olahraga dan Rekreasi Kodaeral X, Kelurahan Hamadi, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Jumat (10/4/2026).


Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pejabat dari unsur TNI, Polri, Pemerintah Daerah, serta tokoh masyarakat di Papua, di antaranya Wakil Gubernur Papua Aryoko Alberto Ferdinand Rumaropen, S.P., M.Eng., Ketua DPRP Provinsi Papua Denny Henry Bonai, ST, Wali Kota Jayapura Abisai Rollo, SH, MH, Kapoksahli Pangdam XVII/Cenderawasih Brigjen TNI Sukamdi, S.I.P., Kabinda Papua Brigjen TNI Dedi Hardono, Danlanud Silas Papare Marsma TNI Mokh. Mukhson, S.E., M.M., serta sejumlah pejabat TNI AL dan Polda Papua.


Dalam sambutannya, Komandan Kodaeral X Mayjen TNI (Mar) Sugianto, S.Sos., M.M., M.Tr.Opsla., menyampaikan bahwa pembangunan fasilitas olahraga dan rekreasi ini merupakan bagian dari upaya pembinaan prajurit secara berkelanjutan guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia, baik dari aspek fisik, mental, maupun sosial. 


Ia juga menegaskan bahwa fasilitas tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai ruang pembinaan generasi muda sekaligus mempererat kebersamaan antara prajurit TNI dan masyarakat.


Sementara itu, Wakil Kepala Staf Angkatan Laut Laksdya TNI Edwin, S.H., M.Han., M.H., dalam sambutannya menyampaikan bahwa pembangunan fasilitas olahraga dan rekreasi Kodaeral X merupakan bagian dari upaya TNI Angkatan Laut dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia prajurit sekaligus memperkuat hubungan antara TNI dengan masyarakat. 


Ia juga menegaskan bahwa Naval Recruitment Center yang turut diresmikan menjadi wadah bagi putra-putri Papua untuk mendapatkan kesempatan yang sama dalam mengabdi kepada bangsa dan negara melalui TNI Angkatan Laut.


“Keberadaan fasilitas ini bukan hanya untuk mendukung pembinaan prajurit agar semakin profesional dan tangguh, tetapi juga menjadi simbol kehadiran negara dalam membangun generasi muda Papua. Kami berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan secara optimal, baik oleh prajurit maupun masyarakat, sehingga mampu melahirkan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing,” ujar Wakasal.


Di sela-sela kegiatan, Wakapolda Papua Brigjen Pol. Muhajir, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa kehadiran Polri dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap sinergitas antara TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah dalam membangun sumber daya manusia serta menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua.


“Polda Papua sangat mengapresiasi pembangunan fasilitas olahraga dan rekreasi ini karena tidak hanya bermanfaat bagi prajurit, tetapi juga dapat menjadi ruang positif bagi masyarakat, khususnya generasi muda Papua untuk mengembangkan potensi di bidang olahraga. Sinergitas antara TNI, Polri, dan pemerintah daerah seperti ini sangat penting dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus mendorong pembangunan sumber daya manusia di Papua,” ungkap Wakapolda Papua.


Usai prosesi peresmian yang ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pembukaan selubung tanda peresmian, kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan sejumlah fasilitas yang telah dibangun, termasuk Navy Recruitment Office serta lapangan mini soccer. Para tamu undangan juga menyaksikan pertandingan ekshibisi antara Persipura FC melawan X United yang berlangsung di lapangan mini soccer Kodaeral X.

10/04/26

Brigjen Kohir Serahkan Jabatan Danrem 083 ke Kolonel Wahyu

  


SURABAYA – Tongkat komando Korem 083/Baladhika Jaya resmi beralih dari Brigjen TNI Kohir kepada Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan. Pergantian ini berlangsung dalam upacara serah terima jabatan yang dipimpin Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A., Jumat (10/4/2026).


Pergantian tersebut menandai kelanjutan kepemimpinan di satuan teritorial yang memiliki cakupan wilayah luas di Jawa Timur bagian timur.

Pangdam V/Brawijaya menegaskan bahwa rotasi jabatan merupakan bagian dari pembinaan organisasi guna menjaga kesiapan satuan menghadapi berbagai tantangan.


Ia juga mengapresiasi kinerja Brigjen TNI Kohir yang dinilai mampu menjaga kondisi wilayah tetap stabil selama masa kepemimpinannya.

Korem 083/Baladhika Jaya mencakup sejumlah wilayah strategis, mulai dari Malang Raya, Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Jember, Bondowoso, Situbondo, hingga Banyuwangi. Keragaman wilayah tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan tugas teritorial.


Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan yang sebelumnya menjabat sebagai Danbrigif 19/Khatulistiwa kini dihadapkan pada tanggung jawab untuk melanjutkan kepemimpinan sekaligus menjawab dinamika wilayah yang terus berkembang.


Dalam amanatnya, Pangdam juga mengingatkan pentingnya karakter kepemimpinan yang seimbang. “Jadilah prajurit ksatria yang gagah perkasa, namun tetap rendah hati,” ujarnya.


Pergantian ini diharapkan dapat memperkuat peran Korem 083/Baladhika Jaya dalam menjaga stabilitas dan mendukung pembangunan di wilayah Jawa Timur bagian timur. (*)

09/04/26

Hindari Provokasi, Max Ohee Minta Masyarakat Papua Jaga Kedamaian

 



Jayapura — Menyikapi meningkatnya rencana aksi demonstrasi di sejumlah wilayah Papua yang mengangkat isu hak penentuan nasib sendiri, masyarakat diimbau untuk tetap menjaga situasi keamanan dan ketertiban agar tetap kondusif.


Ketua Barisan Merah Putih Republik Indonesia–Papua yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua I Majelis Rakyat Papua (MRP), Max Ohee, mengajak seluruh elemen masyarakat, baik peserta aksi maupun warga umum, untuk menyikapi dinamika yang berkembang dengan bijak serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi memicu gangguan kamtibmas.


Menurutnya, penyampaian aspirasi merupakan hak yang dijamin dalam negara demokrasi, namun harus dilakukan secara damai dan tetap mematuhi aturan hukum yang berlaku.


“Kita semua harus memahami bahwa menyampaikan pendapat itu adalah hak, tetapi harus dilakukan dengan cara yang santun, damai, dan tidak merugikan kepentingan masyarakat luas,” ujar Max Ohee.


Ia juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga stabilitas dengan tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, khususnya di media sosial. Menurutnya, penyebaran informasi yang tidak akurat dapat memperkeruh suasana dan memicu konflik di tengah masyarakat.


“Saya mengimbau masyarakat untuk tidak membesar-besarkan isu yang berkembang. Saring setiap informasi sebelum dibagikan, karena hal itu sangat menentukan situasi keamanan di Papua,” tegasnya.


Lebih lanjut, Max Ohee mengajak seluruh pihak untuk menahan diri dan mengedepankan persatuan di tengah berbagai perbedaan pandangan yang ada.


“Papua adalah rumah kita bersama. Mari kita jaga kedamaian ini dengan saling menghargai dan tidak terpengaruh oleh provokasi yang dapat memecah belah persaudaraan,” tambahnya.


Di sisi lain, aparat keamanan disebut telah menyiapkan langkah-langkah pengamanan dengan pendekatan humanis guna memastikan setiap aktivitas masyarakat, termasuk aksi penyampaian aspirasi, dapat berjalan aman tanpa mengganggu ketertiban umum.


Masyarakat pun diharapkan tetap menjalankan aktivitas sehari-hari seperti biasa serta terus menjaga semangat persatuan dan kesatuan. Situasi yang aman dan kondusif dinilai menjadi tanggung jawab bersama demi menjaga stabilitas serta kedamaian di Papua.

Dorong Prestasi Atlet, Kapolda Papua Resmikan Lapangan Tembak Bhara Daksa

 


Jayapura – Dalam upaya mendorong peningkatan prestasi atlet menembak di Papua, Kapolda Papua Irjen Pol. Patrige R. Renwarin, S.H., M.Si meresmikan Lapangan Tembak Reaksi Bhara Daksa Polda Papua yang berlokasi di Mako Polda Papua Koya Koso, Kamis (09/04/2026).


Peresmian ditandai dengan pemotongan pita oleh Kapolda Papua yang didampingi Wakapolda Papua Brigjen Pol. Muhajir, S.I.K., M.H., serta dihadiri Komandan Kodaeral X Wilayah Papua Letjen TNI (Mar) Werijon, M.Han, Komandan Lanud Silas Papare Marsma TNI Mokh. Mukhson, S.E., M.M, Ketua Umum Pengprov Perbakin Papua Jhony Banua Rouw, Kepala BNN Provinsi Papua, Brigjen Pol. Anang Triwiandoko, para pejabat utama Polda Papua dan tamu undangan lainnya.


Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat pembinaan atlet menembak di Papua melalui penyediaan fasilitas yang representatif dan berstandar internasional.


Dalam sambutannya, Ketua Umum Pengprov Perbakin Papua menyampaikan bahwa kehadiran lapangan tembak ini merupakan langkah maju bagi dunia olahraga menembak di Papua. Selama ini, keterbatasan sarana menjadi tantangan dalam pembinaan atlet.


“Dengan adanya fasilitas ini, kami optimistis pembinaan atlet akan semakin maksimal dan mampu melahirkan prestasi yang lebih tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.


Sementara itu, Kapolda Papua menegaskan bahwa pembangunan Lapangan Tembak Bhara Daksa merupakan bentuk komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas dan prestasi atlet menembak di Papua.


“Fasilitas ini harus dimanfaatkan secara optimal oleh atlet, anggota Polri, maupun komunitas menembak. Saya mendorong agar kemampuan yang dimiliki terus diasah melalui latihan dan keikutsertaan dalam berbagai kejuaraan, termasuk di tingkat internasional,” tegas Kapolda.


Kapolda juga menambahkan bahwa keberadaan lapangan tembak ini tidak hanya untuk kepentingan latihan, tetapi juga sebagai sarana pembinaan karakter, disiplin, dan sportivitas bagi para atlet.


“Olahraga menembak mengajarkan fokus, ketelitian, dan integritas. Nilai-nilai ini sangat penting tidak hanya dalam pertandingan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari serta pelaksanaan tugas,” ungkapnya.


Lebih lanjut, Kapolda Papua mengajak seluruh pihak untuk menjaga dan merawat fasilitas tersebut agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.


“Saya berharap fasilitas ini menjadi kebanggaan bersama. Mari kita jaga, rawat, dan manfaatkan dengan baik agar dapat terus melahirkan atlet-atlet berprestasi dari Papua,” harapnya.


Ia juga menekankan pentingnya kesinambungan pembinaan atlet di tengah berbagai keterbatasan.


“Tidak boleh ada kata berhenti dalam pembinaan. Justru dengan keterbatasan, kita harus semakin kreatif dan solid dalam mencetak prestasi,” pungkasnya.


Kehadiran Lapangan Tembak Reaksi Bhara Daksa Polda Papua diharapkan tidak hanya menjadi sarana latihan, tetapi juga pusat pembinaan yang berkelanjutan dalam mencetak atlet-atlet menembak berprestasi. 


Dengan dukungan fasilitas yang memadai serta sinergi seluruh pemangku kepentingan, Papua optimistis mampu melahirkan generasi atlet yang kompetitif dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.


Peresmian Gereja Oikumene Terang Bhara Daksa Polda Papua Perkuat Pembinaan Mental dan Spiritual Personel

 


Jayapura – Kepolisian Daerah (Polda) Papua meresmikan dan mentahbiskan Gereja Oikumene Terang Bhara Daksa di Koya Koso, Kota Jayapura, Kamis (09/04/2026). Peresmian ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan mental dan spiritual personel Polri serta masyarakat.


Kegiatan tersebut dihadiri Gubernur Papua Komjen (Purn) Matius D. Fakhiri, S.I.K., S.H., M.H, Kapolda Papua, Irjen Pol. Patrige R. Renwarin., S.H., M.Si, Wakapolda Papua, Brigjen Pol. Muhajir, S.I.K., M.H, para Pejabat utama Polda Papua, unsur Forkopimda, tokoh agama, serta tamu undangan lainnya.


Prosesi peresmian diawali penandatanganan prasasti oleh Kapolda Papua, pembukaan selubung nama gereja, serta pengguntingan pita oleh Gubernur Papua bersama Kapolda Papua, Ketua Bhayangkari, Ketua PGI Wilayah Papua, dan Uskup Jayapura.


Selanjutnya, Kapolda Papua menyerahkan kunci gereja kepada Ketua PGI Wilayah Papua sebagai simbol penyerahan pemanfaatan rumah ibadah. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pentahbisan gereja yang dipimpin Ketua PGI Wilayah Papua Pdt. Hiskia Rollo bersama Uskup Jayapura dan Pdt. Febriane Suripatty.


Dalam sambutannya, Gubernur Papua menegaskan bahwa pembangunan rumah ibadah memiliki makna strategis dalam memperkuat nilai-nilai spiritual dan kebersamaan.


“Pembangunan gereja ini bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga menjadi wujud komitmen dalam membangun kehidupan rohani, memperkuat iman, serta menanamkan nilai kejujuran, kasih, dan pengabdian kepada sesama,” ucap Gubernur Papua.


Gubernur berharap gereja tersebut dapat menjadi pusat pembinaan mental dan spiritual serta mempererat persaudaraan antara Polri dan masyarakat.


Sementara itu, Ketua PGI Wilayah Papua Pdt. Hiskia Rollo menyampaikan bahwa gereja harus dimaknai sebagai pusat pertumbuhan iman dan pelayanan.


“Gereja ini diharapkan tidak hanya menjadi simbol, tetapi benar-benar dihidupi melalui kegiatan ibadah dan pelayanan yang berkelanjutan,” katanya.


Dikesempatan yang sama, Kapolda Papua menekankan pentingnya pembinaan rohani dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian.


“Pembinaan mental dan spiritual menjadi fondasi penting bagi personel Polri dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” ujar Kapolda.


Ia juga mengajak seluruh personel, khususnya yang beragama Kristen, untuk memanfaatkan gereja tersebut secara optimal sebagai sarana ibadah dan pembinaan karakter.


Melalui peresmian ini, diharapkan Gereja Oikumene Terang Bhara Daksa dapat menjadi pusat pembinaan spiritual yang berkelanjutan serta memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Papua.


Polda Papua Edukasi Masyarakat Soal Cybercrime Lewat Dialog Interaktif di RRI Jayapura

 


Jayapura – Polda Papua menggelar dialog interaktif bertajuk Polisi Menyapa dengan tema “Pencegahan Kejahatan Dunia Maya (Cybercrime)” di Studio LPP RRI Jayapura, Kamis (09/04/2026) pagi. 


Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya edukasi kepada masyarakat dalam menghadapi maraknya kejahatan digital.


Dialog tersebut menghadirkan Kasubdit 2 Ditressiber Polda Papua, AKBP Diaritz Felle, S.I.K., dan Kasi Kerjasama Media Diskominfo Provinsi Papua, Maria Magdalena, serta dipandu oleh presenter Arul Firmansyah.


Dalam pemaparannya, Kasubdit 2 Ditressiber menjelaskan bahwa kejahatan siber merupakan tindak pidana yang dilakukan melalui sistem elektronik atau jaringan internet yang dapat menimbulkan kerugian materiil maupun nonmateriil.


Ia menegaskan, Direktorat Tindak Pidana Siber Polri dibentuk sebagai respons atas pesatnya perkembangan teknologi yang turut membuka peluang terjadinya kejahatan digital. 


Di tingkat daerah, Ditressiber Polda memiliki tugas melakukan penyelidikan, penyidikan, serta patroli siber untuk mendeteksi potensi kejahatan sejak dini.


“Sepanjang awal 2026, kasus yang paling banyak dilaporkan di Papua adalah penipuan online, dengan berbagai modus seperti penawaran kerja fiktif, jual beli dengan harga tidak wajar, hingga skema tugas berbayar yang mengharuskan korban melakukan deposit,” ucapnya.


Menurutnya, banyak korban terjebak karena tergiur keuntungan instan tanpa melakukan verifikasi terhadap informasi yang diterima.


Ia mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam beraktivitas di ruang digital, di antaranya dengan tidak mudah mengklik tautan mencurigakan, tidak mengunduh file dari sumber yang tidak dikenal, serta menjaga kerahasiaan data pribadi.


Sementara itu, Maria menekankan pentingnya peran literasi digital dalam meningkatkan kesadaran masyarakat. 


Ia menyebutkan bahwa Diskominfo Provinsi Papua secara aktif melakukan sosialisasi terkait penggunaan internet yang aman dan bertanggung jawab.


“Edukasi mengenai bahaya hoaks dan cara mengidentifikasi informasi yang benar terus kami lakukan. Kami juga berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Kepolisian, dalam menangani penyebaran informasi palsu,” katanya.


Dalam dialog tersebut, masyarakat juga diimbau untuk bijak menggunakan media sosial, tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, serta tidak menyebarkan konten yang berpotensi menyesatkan.


Selain itu, masyarakat diminta untuk tidak membagikan data pribadi seperti alamat, nomor telepon, maupun dokumen identitas di ruang digital guna mencegah penyalahgunaan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.


Apabila menemukan atau menjadi korban kejahatan siber, masyarakat diimbau segera melaporkan kepada pihak Kepolisian agar dapat segera ditindaklanjuti.