View AllNews

Nasional

Hukum

Latest News

14/05/26

Hari Ke-4 Pelaksanaan PNPP, Polda Papua Perkuat Pembinaan Mental dan Disiplin Personel



Jayapura – Memasuki hari keempat pelaksanaan kegiatan Pembinaan dan Pemulihan Profesi Khusus Bagi Pegawai Negeri Pada Polri (PNPP) yang melakukan pelanggaran disiplin maupun Kode Etik Profesi Polri Tahun 2026, Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Papua terus mengintensifkan pembinaan terhadap personel melalui pendekatan fisik, mental, spiritual, dan penguatan karakter, Kamis (14/05).


Kegiatan hari ke-4 pelaksanaan PNPP tersebut berlangsung di Ruang Koordinator BTNCLO Mapolda Papua Koya Koso dengan diikuti para peserta pembinaan dan pemulihan profesi khusus.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kabbag Rehapers Bidpropam Pembina Maya Sulistyowati, S.E., Ps. Kanit Hartib III Bidpropam Ipda Juanda Rut Gullit Silalahi, S.H., Ps. Kanit Riksa I Subbid Provos Ipda Edy Hamonangan, S.H., Ps. Pamin Subbagrehab Aipda Eka Purwantri, serta Kasubbag PNS Bagdalpers Biro SDM Polda Papua Pembina Muhammad Sobari, S.Ag.


Pada hari ke-4 pelaksanaan kegiatan, para peserta mengikuti sejumlah agenda pembinaan yang diawali dengan olahraga pagi dan apel pagi, dilanjutkan sarapan bersama, pembinaan rohani dan mental (Binrohtal), serta pembinaan fisik siang hari. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemberian materi Revolusi Mental yang disampaikan oleh AKP Imran Parsaoran Hutajulu, S.H.


Kabid Propam Polda Papua Kombes Pol. Eko Yudi Karyanto, S.I.K.; menyampaikan bahwa pelaksanaan PNPP hari ke-4 ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam membina dan memulihkan profesionalisme personel agar dapat kembali menjalankan tugas sesuai aturan dan nilai-nilai kepolisian.


“Melalui kegiatan pembinaan dan pemulihan profesi ini, diharapkan personel mampu memperbaiki perilaku, meningkatkan disiplin, serta menumbuhkan kembali motivasi dan komitmen dalam menjalankan tugas sebagai anggota Polri,” ujarnya.


Ia juga menambahkan bahwa kegiatan hari ke-4 pelaksanaan PNPP dilaksanakan secara humanis dengan menitikberatkan pada pembentukan mental, spiritual, dan karakter personel.


“Pembinaan ini bukan hanya bentuk penegakan disiplin, namun juga menjadi sarana pembentukan kembali sikap profesional, integritas, dan tanggung jawab personel dalam pelaksanaan tugas kepolisian,” tambahnya.


‎IBADAH DAN PENGUKUHAN PENGURUS OIKUMENE POLRES YAHUKIMO BERLANGSUNG KHIDMAT ‎ ‎



Yahukimo – Polres Yahukimo melaksanakan kegiatan Ibadah dan Pengukuhan Pengurus Oikumene Polres Yahukimo yang berlangsung di Gedung Oikumene Polres Yahukimo pada Kamis sore, (14/05/26). ‎ ‎


Kegiatan tersebut dihadiri oleh personel Polres Yahukimo serta anggota Brimob yang beragama Kristen Protestan maupun Katholik. ‎ ‎


Pelaksanaan kegiatan diawali dengan ibadah bersama yang berlangsung secara khidmat dan penuh sukacita dalam kasih Tuhan Yesus Kristus. 


Ibadah tersebut dipimpin oleh Pdt. Alfons A. Reumy,S.Si., Teol yang dalam khotbahnya menyampaikan firman Tuhan dengan dasar bacaan dari 1 Korintus 12 dan 2 Timotius 2. 


Dalam penyampaian firman, beliau menekankan pentingnya persatuan, tanggung jawab pelayanan, serta kesetiaan dalam menjalankan tugas dan pengabdian, baik dalam kehidupan beriman maupun dalam pelaksanaan tugas sebagai anggota Polri. 


Usai pelaksanaan ibadah, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi pengukuhan Pengurus Oikumene Polres Yahukimo sebagai bentuk pengesahan kepengurusan yang baru guna mendukung pembinaan kerohanian bagi personel Polres Yahukimo dan Brimob. ‎ ‎


Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Yahukimo turut memberikan sambutan dan arahan kepada seluruh personel yang hadir. 


Dalam penyampaiannya, Kapolres Yahukimo mengucapkan selamat kepada para pengurus yang telah dikukuhkan serta berharap agar kepengurusan Oikumene yang baru dapat menjalankan tugas pelayanan dengan penuh tanggung jawab, ketulusan, dan semangat kebersamaan. ‎ 


‎Kapolres Yahukimo juga menegaskan bahwa keberadaan Oikumene di lingkungan Polres memiliki peran penting dalam membangun karakter personel yang beriman, humanis, serta memiliki integritas dalam pelaksanaan tugas kepolisian. 


Selain itu, beliau mengajak seluruh personel untuk terus menjaga persaudaraan, mempererat solidaritas, serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. ‎ 


‎“Kegiatan kerohanian seperti ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk memperkuat mental dan spiritual personel, sehingga dalam pelaksanaan tugas sehari-hari tetap mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, kedamaian, dan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Kapolres Yahukimo dalam sambutannya. ‎ ‎


Kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama dan ramah tamah kepada seluruh peserta yang hadir sebagai bentuk kebersamaan dan mempererat tali silaturahmi antar personel. ‎ ‎


Selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan penuh suasana kekeluargaan. ‎

Setiap Sapuan Cat Jadi Tanda Kepedulian TNI untuk Masyarakat

 


MALINAU, Kalimantan Utara – Progres rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-128 Kodim 0910/Malinau terus berjalan. Kini, salah satu rumah warga penerima bantuan di Desa Luso, Kecamatan Malinau Utara, mulai memasuki tahap pengecatan, Kamis (14/5/2026).


Personel Satgas TMMD bersama warga terlihat kompak menyelesaikan pengerjaan rumah dengan penuh semangat gotong royong. Tahap pengecatan tersebut menjadi tanda bahwa proses rehabilitasi rumah telah memasuki tahap akhir.


Tidak hanya memperbaiki kondisi bangunan, kehadiran Satgas TMMD juga membawa semangat kebersamaan dan kepedulian bagi masyarakat desa. Setiap sapuan cat yang dilakukan personel TNI bersama warga menjadi simbol nyata perhatian dan pengabdian TNI kepada rakyat.


Program RTLH TMMD Ke-128 Kodim 0910/Malinau diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan rakyat melalui semangat kebersamaan serta gotong royong.


Melalui program TMMD, TNI terus membuktikan komitmennya untuk hadir membantu kesulitan masyarakat dan mendukung percepatan pembangunan di wilayah pedesaan.


(Pendim 0910)

Satgas TMMD Ke-128 Kodim 0910/Malinau Gotong Royong Bersihkan Gereja Katolik Tanjung Lima


MALINAU, Kalimantan Utara – Kepedulian Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-128 Kodim 0910/Malinau tidak hanya terfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menyentuh kegiatan sosial dan lingkungan masyarakat. Salah satu sasaran fisik tambahan yang dilakukan yakni membantu membersihkan Gereja Katolik Tanjung Lima di Desa Luso, Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau, Kamis (14/5/2026).


Dalam kegiatan tersebut, personel Satgas TMMD bersama warga setempat bergotong royong membersihkan bagian dalam gereja hingga halaman sekitar tempat ibadah. Mulai dari menyapu, membersihkan kaca dan kursi, hingga merapikan lingkungan sekitar gereja dilakukan bersama dengan penuh semangat kebersamaan.


Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian TNI terhadap fasilitas umum dan tempat ibadah yang digunakan masyarakat sehari-hari. Suasana akrab dan penuh kekeluargaan tampak selama proses pembersihan berlangsung.


Warga Desa Luso menyambut baik kegiatan tersebut dan merasa senang atas perhatian yang diberikan Satgas TMMD kepada lingkungan desa, termasuk tempat ibadah.


“Kami sangat berterima kasih kepada bapak-bapak TNI yang ikut membantu membersihkan gereja. Kehadiran TMMD benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat,” ujar salah satu warga.


Melalui kegiatan ini, Satgas TMMD Ke-128 Kodim 0910/Malinau berharap semangat gotong royong dan kebersamaan antara TNI dan masyarakat terus terjalin dengan baik demi menciptakan lingkungan yang bersih, nyaman, dan harmonis.


(Pendim 0910)

Babinsa Desa Luso Pimpin Gotong Royong Pembersihan Gereja Katolik Tanjung Lima


MALINAU, Kalimantan Utara – Babinsa Desa Luso, Serka Masito, memimpin kegiatan gotong royong pembersihan Gereja Katolik Tanjung Lima yang dilaksanakan di Desa Luso, Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau, Kamis (14/5/2026).


Kegiatan tersebut melibatkan Satgas TMMD Ke-128 Kodim 0910/Malinau bersama masyarakat setempat. Sebelum kegiatan dimulai, Serka Masito terlebih dahulu mengambil apel pagi dan memberikan arahan serta motivasi kepada personel Satgas TMMD dan warga agar tetap menjaga semangat kebersamaan dan kekompakan selama kegiatan berlangsung.


Usai apel, seluruh peserta bergotong royong membersihkan bagian dalam gereja hingga halaman sekitar tempat ibadah. Dengan penuh semangat, personel TNI dan warga saling bahu-membahu menyapu, mengangkat sampah, dan merapikan lingkungan gereja agar bersih dan nyaman digunakan untuk beribadah.


Serka Masito mengatakan bahwa kegiatan gotong royong tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap kebersihan lingkungan dan fasilitas umum di desa.


“Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial antara TNI dan masyarakat,” ujarnya.


Warga Desa Luso pun menyambut baik kegiatan tersebut dan merasa senang dengan kehadiran Babinsa yang selalu aktif dalam setiap kegiatan kemasyarakatan.


Kegiatan gotong royong ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat sekaligus menciptakan lingkungan yang bersih, nyaman, dan harmonis.


(Pendim 0910)

Tokoh Pemuda Tembagapura Soroti Dampak Sosial Pasca Operasi Penindakan di Kali Kabur

 


Tembagapura - Kamis, 14 Mei 2026, Tokoh Pemuda Kampung Banti Distrik Tembagapura, Eli Dolame, menyampaikan perkembangan situasi masyarakat pasca operasi penindakan terhadap kelompok kriminal bersenjata oleh Tim Rajawali V di lokasi pendulangan Kali Kabur Tembagapura pada 7 Mei 2026 lalu. Dalam penyampaiannya, Eli Dolame menyoroti dampak sosial dan psikologis yang dirasakan masyarakat akibat kejadian tersebut, khususnya warga yang bermukim dan beraktivitas di sepanjang area pendulangan tradisional Kali Kabur.


Menurutnya, pasca kejadian tersebut sebagian besar masyarakat mengalami trauma dan ketakutan karena adanya korban luka-luka maupun meninggal dunia. Kondisi tersebut menyebabkan banyak masyarakat memilih meninggalkan lokasi pendulangan dan mengungsi sementara ke kampung-kampung terdekat. Hingga saat ini, sebagian warga disebut masih belum berani kembali melakukan aktivitas mendulang emas karena khawatir terjadi gangguan keamanan serupa di lokasi pendulangan Kali Kuluk hingga Uyawin.


Eli Dolame menjelaskan bahwa mayoritas masyarakat yang berada di area pendulangan merupakan warga sipil yang menggantungkan kebutuhan hidup sehari-hari dari aktivitas mendulang emas di Kali Kabur. Oleh sebab itu, situasi keamanan yang tidak stabil sangat berdampak terhadap kondisi ekonomi masyarakat di Distrik Tembagapura.


"Saya mengajak seluruh tokoh masyarakat, tokoh adat dan aparat keamanan untuk terus membangun komunikasi yang baik demi menjaga situasi tetap aman dan kondusif. Saya berharap dalam setiap pelaksanaan penegakan hukum maupun operasi keamanan di wilayah Tembagapura dapat dilakukan secara terukur dan memperhatikan keberadaan masyarakat sipil agar tidak kembali menimbulkan korban dari warga yang hanya mencari nafkah di lokasi pendulangan," ucap Eli Dolame.


Eli Dolame juga mengimbau agar masyarakat sipil tidak disamaratakan dengan Kelompok Kriminal Bersenjata, karena sebagian besar masyarakat di Tembagapura hanya beraktivitas untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga mereka. Menurutnya, kerja sama seluruh pihak sangat diperlukan guna menjaga stabilitas keamanan sekaligus memulihkan kondisi sosial masyarakat pasca kejadian di Kali Kabur.


Secara umum situasi di Distrik Tembagapura masih dalam keadaan aman dan kondusif, namun aktivitas masyarakat di lokasi pendulangan tradisional Kali Kabur belum sepenuhnya pulih akibat masih adanya rasa trauma dan kekhawatiran di tengah masyarakat pasca operasi penindakan tersebut.

Bid Propam Polda Papua Laksanakan Pembinaan dan Pemulihan Profesi Khusus Bagi PNPP Hari Ke-3



Jayapura – Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Papua kembali melaksanakan kegiatan Pembinaan dan Pemulihan Profesi Khusus bagi Pegawai Negeri Pada Polri (PNPP) yang melakukan pelanggaran disiplin maupun Kode Etik Profesi Polri Tahun 2026 memasuki hari ketiga yang berlangsung di Ruang Koordinator BTNCLO Mapolda Papua, Koya Koso, Kota Jayapura, Rabu (13/05/2026).


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kabbag Rehapers Bid Propam Polda Papua Pembina Maya Sulistyowati, S.E., Ps. Kaurrapkum Bidkum Polda Papua AKP Dr. Wahda J. Saleh, S.HI., M.H., Ps Kaur Prodok Bid Propam Polda Papua AKP Andi Soesilo, S.H., M.H., Pamin 2 Subbidwabprof Ipda Ruri Toba, Ps Kaur Trimlap Bid Propam Polda Papua Ipda Vanti Nirmala Rumbekwan, S.H., Ps Kanit Riksa 1 Subbid Provos Ipda Edy Hamonangan, S.H., serta Ps Pamin Subbagrehab Aipda Eka Purwantri.


Pada sesi pertama, Ps. Kaurrapkum Bidkum Polda Papua AKP Dr. Wahda J. Saleh, S.HI., M.H. memberikan materi mengenai bantuan hukum terhadap PNPP dalam proses Komisi Kode Etik Profesi (KKEP), perkara pidana, maupun perdata.


Materi tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada peserta terkait hak dan kewajiban personel Polri dalam menghadapi proses hukum maupun sidang etik sesuai ketentuan yang berlaku.


Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemberian materi pelayanan pengaduan dalam rangka peningkatan disiplin anggota Polri yang disampaikan oleh Ps Kaur Trimlap Bid Propam Polda Papua Ipda Vanti Nirmala Rumbekwan, S.H.


Dalam materinya disampaikan pentingnya pelayanan pengaduan sebagai sarana pengawasan internal guna meningkatkan disiplin serta profesionalisme personel Polri dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.


Selain itu, Ps Kaur Prodok Bid Propam Polda Papua AKP Andi Soesilo, S.H., M.H. turut memberikan paparan mengenai fungsi Subbid Paminal dalam pengawasan internal serta penegakan disiplin di lingkungan Polri.


Memasuki sesi siang, peserta menerima materi terkait Kode Etik Profesi Polri dan Komisi Kode Etik Profesi Polri yang disampaikan oleh Pamin 2 Subbidwabprof Ipda Ruri Toba.


Materi tersebut menekankan pentingnya menjaga sikap, perilaku, dan tanggung jawab moral sebagai anggota Polri guna menjaga marwah institusi serta meningkatkan kepercayaan masyarakat.


Sementara itu, Ps Kanit Riksa 1 Subbid Provos Ipda Edy Hamonangan, S.H. juga memberikan materi terkait fungsi pengawasan dan pemeriksaan internal terhadap personel Polri.


Kegiatan kemudian ditutup dengan paparan materi dari Kabbag Rehapers Bid Propam Polda Papua Pembina Maya Sulistyowati, S.E. mengenai pentingnya pembinaan dan pemulihan profesi bagi personel yang melakukan pelanggaran disiplin maupun kode etik profesi.


Dalam paparannya disampaikan bahwa tujuan utama kegiatan pembinaan dan pemulihan profesi ini adalah memberikan pemahaman, bimbingan, serta pendampingan kepada personel agar mampu memperbaiki perilaku dan meningkatkan kembali motivasi serta komitmen dalam menjalankan tugas sebagai anggota Polri.


“Melalui kegiatan ini diharapkan setiap personel mampu melakukan introspeksi diri, memperbaiki sikap dan perilaku, serta kembali menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, disiplin, dan profesionalisme,” ujarnya.

Rakernis Bid Humas Polda Papua T.A. 2026 Perkuat Strategi Komunikasi Publik dan Manajemen Media di Era Digital

 


 Jayapura – Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua melaksanakan kegiatan hari kedua Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Tahun Anggaran 2026 dengan mengangkat tema “Optimalisasi Komunikasi Publik dan Manajemen Media Bidang Humas Polda Papua dalam Mendukung Rencana Kerja Polri dan Pemerintah guna Mewujudkan Program Asta Cita Presiden RI Tahun 2026” yang berlangsung di Aula Ballroom Hotel Suni Abepura, Kota Jayapura, Rabu (13/05/2026).


Kegiatan tersebut dihadiri Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., Kasubbag Renmin Satker dan Kasi Humas Polres jajaran, personel PPID Satker Mapolda Papua dan Polres jajaran, para Pamen dan Pama, serta personel Bid Humas Polda Papua.


Selain itu, hadir pula sejumlah narasumber dari berbagai instansi dan kalangan akademisi, di antaranya Ketua Komisi Informasi Publik Provinsi Papua Joel Betuel Agaki Wanda, S.S., Dosen Program Studi Ilmu Pemerintahan Yakobus Richard Murafer, S.IP., M.A., serta Kepala Dinas Kominfo Provinsi Papua Jeri Agus Yudianto, S.Kom., M.Si.


Rakernis hari kedua tersebut membahas berbagai materi terkait penguatan fungsi kehumasan, keterbukaan informasi publik, strategi komunikasi krisis, pengelolaan media digital, hingga peningkatan kualitas pelayanan informasi publik di lingkungan Polri.


Kasubbid PID Bidhumas Polda Papua Kompol Nurjana, S.Sos., M.M. dalam pemaparannya menegaskan bahwa regulasi menjadi landasan utama dalam pelaksanaan tugas kehumasan di lingkungan Polri. Ia menyampaikan bahwa seluruh personel wajib memahami aturan dan menjalankan tugas secara profesional serta humanis dalam memberikan pelayanan informasi kepada masyarakat.


Menurutnya, fungsi kehumasan memiliki peran penting dalam membangun citra positif institusi melalui penyampaian informasi yang cepat, tepat, dan edukatif kepada masyarakat.


Selain itu, dalam materi yang disampaikan AKP Sebastianus selaku Ps Kaur Mitra Subbid Penmas Bidhumas Polda Papua, dibahas mengenai pentingnya standar evaluasi kinerja Subbid Penmas, optimalisasi komunitas publik, serta evaluasi terhadap efektivitas produksi konten digital yang dipublikasikan melalui media sosial.


Sementara itu, IPDA Andi Mappanyompa dari Subbid Multimedia Bid Humas Polda Papua menyoroti pentingnya antisipasi terhadap viralisasi isu di media sosial, penguatan produksi konten kreatif, serta kemampuan personel humas dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi di era digital saat ini.


Ia menjelaskan bahwa kecepatan respons dan kualitas informasi menjadi faktor utama dalam menjaga kepercayaan publik terhadap institusi Polri.


Dalam sesi Focus Group Discussion (FGD), Ketua Komisi Informasi Publik Provinsi Papua Joel Betuel Agaki Wanda, S.S. menyampaikan bahwa keterbukaan informasi publik harus dikelola secara profesional dan mempertimbangkan kondisi sosial serta keamanan di setiap daerah, khususnya di Papua.


Ia menegaskan bahwa tidak semua informasi dapat dibuka secara bebas tanpa mempertimbangkan dampak sosial yang mungkin timbul di tengah masyarakat.


“Pengelolaan informasi publik harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab. Informasi yang salah atau tidak terkontrol dapat memicu gangguan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujarnya.


Selain itu, ia juga menekankan pentingnya kualitas informasi yang meliputi kecepatan, kelengkapan, dan akurasi agar informasi yang diterima masyarakat benar-benar valid dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.


Pada kesempatan yang sama, Dosen Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Cenderawasih Yakobus Richard Murafer, S.IP., M.A. membahas mengenai persepsi publik terhadap institusi Polri dari sudut pandang independen.


Menurutnya, persepsi masyarakat terhadap Polri tidak hanya dipengaruhi oleh pemberitaan media, tetapi juga pengalaman langsung masyarakat dalam menerima pelayanan kepolisian.


Ia menjelaskan bahwa humas memiliki peran strategis sebagai penghubung komunikasi antara Polri dan masyarakat melalui pendekatan yang humanis, transparan, serta berbasis budaya lokal.


“Kepercayaan publik dibangun dari pelayanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Karena itu, humas harus mampu membangun komunikasi yang baik dan responsif terhadap kebutuhan publik,” katanya.


Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo Provinsi Papua Jeri Agus Yudianto, S.Kom., M.Si. dalam materinya terkait manajemen komunikasi krisis di era digital 5.0 menekankan pentingnya strategi komunikasi publik yang cepat, akurat, dan terintegrasi.


Ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi dan media sosial saat ini membuat penyebaran informasi berlangsung sangat cepat sehingga setiap institusi harus mampu mengelola komunikasi publik secara profesional dan adaptif.


“Komunikasi publik harus dilakukan secara cepat, tepat, akurat, dan humanis agar mampu menjaga kepercayaan masyarakat serta meminimalkan dampak negatif dari penyebaran informasi yang tidak benar,” ujarnya.


Menutup kegiatan Rakernis, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P. menekankan pentingnya sinergi, kreativitas, dan kolaborasi seluruh personel humas dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi dan dinamika komunikasi publik.


Ia juga mengingatkan seluruh personel untuk terus meningkatkan kemampuan, membangun konten positif, serta aktif melakukan kontra narasi terhadap berbagai bentuk disinformasi yang berkembang di tengah masyarakat.


“Kita harus menjadi garda terdepan dalam penyampaian informasi yang cepat, tepat, dan terpercaya. Fungsi humas saat ini tidak hanya menjadi corong institusi, tetapi juga memiliki tanggung jawab besar dalam membangun kepercayaan publik terhadap Polri,” ungkapnya.


Kabid Humas juga berharap seluruh peserta dapat mengimplementasikan ilmu dan wawasan yang diperoleh selama Rakernis dalam pelaksanaan tugas sehari-hari guna mendukung optimalisasi pelayanan informasi publik di lingkungan Polda Papua dan jajaran.