View AllNews

Nasional

Hukum

Latest News

25/06/26

Polisi Menyapa di RRI Jayapura, Kapolresta Ajak Warga Jaga Kamtibmas di Tengah Euforia Piala Dunia 2026

 


Jayapura – Dalam rangka menjaga situasi Kamtibmas tetap kondusif di tengah tingginya antusiasme masyarakat menyambut gelaran Piala Dunia 2026, Polda Papua melalui program Dialog Interaktif Polisi Menyapa menggelar siaran langsung di LPP RRI Jayapura, Kamis (25/06).


Kegiatan yang mengusung tema “Jaga Kamtibmas di Tengah Euforia Piala Dunia 2026” tersebut menghadirkan Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol. Fredrickus W.A. Maclarimboen, S.I.K., M.H., CPHR sebagai narasumber dan dipandu oleh presenter Ade Irfan.


Dalam kesempatan tersebut, Kombes Pol. Fredrickus menyampaikan bahwa secara umum situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Jayapura masih dalam keadaan aman dan terkendali meskipun euforia masyarakat terhadap perhelatan sepak bola terbesar dunia tersebut cukup tinggi.


“Alhamdulillah sampai saat ini situasi Kamtibmas di Kota Jayapura masih kondusif. Kami mengimbau seluruh masyarakat dan para pendukung tim yang bertanding agar tetap menjaga ketertiban, menghormati sesama, serta tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu kenyamanan masyarakat lainnya,” ujarnya.


Menurutnya, salah satu potensi gangguan yang kerap muncul saat perayaan kemenangan tim favorit adalah konvoi kendaraan yang dapat mengganggu arus lalu lintas, menimbulkan kebisingan, hingga berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas.


“Kami berharap masyarakat tidak melakukan konvoi secara berlebihan, terutama pada malam hingga dini hari karena dapat mengganggu waktu istirahat warga. Keselamatan pengguna jalan dan kenyamanan masyarakat harus menjadi prioritas bersama,” tegasnya.


Selain itu, Kapolresta juga menegaskan bahwa tidak ada izin resmi untuk kegiatan konvoi di wilayah Kota Jayapura dan pihak kepolisian terus melakukan langkah-langkah preventif melalui patroli rutin serta pengawasan di titik-titik yang berpotensi menjadi lokasi berkumpulnya massa.


“Kami telah menyampaikan kepada para koordinator kelompok pendukung agar mengingatkan anggotanya untuk tidak melakukan kegiatan yang dapat mengganggu ketertiban umum. Mari kita tunjukkan bahwa masyarakat Jayapura mampu merayakan euforia olahraga dengan cara yang santun, aman, dan bertanggung jawab,” katanya.


Kombes Pol. Fredrickus juga mengajak masyarakat untuk mengisi euforia Piala Dunia dengan kegiatan yang lebih positif dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar, seperti menjaga kebersihan, kegiatan sosial, maupun berkumpul secara tertib tanpa mengganggu pengguna jalan lainnya.


“Kita bisa merayakan semangat olahraga dengan cara yang lebih produktif. Misalnya melakukan aksi bersih lingkungan atau kegiatan sosial lainnya yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambahnya.


Lebih lanjut, Kombes Pol. Fredrickus menekankan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi anak-anak dan remaja selama masa libur sekolah agar tidak terlibat dalam aktivitas yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan maupun membahayakan keselamatan diri.


Menutup dialog, Kapolresta mengajak seluruh masyarakat Kota Jayapura untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan selama berlangsungnya Piala Dunia 2026.


“Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Mari kita rayakan euforia Piala Dunia dengan cara yang positif, tertib, mematuhi aturan lalu lintas, serta tetap menjaga keharmonisan dan kenyamanan masyarakat. Dengan demikian, Kota Jayapura akan tetap aman, damai, dan kondusif,” tutupnya.

Kapolda Papua Pimpin Upacara Tabur Bunga di Laut Peringati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026

 


 

Jayapura – Kapolda Papua Irjen Pol. Patrige R. Renwarin, S.H., M.Si., memimpin langsung Upacara Tabur Bunga di Laut yang berlangsung di Dermaga Polair Polda Papua, Kota Jayapura, Rabu (24/06).


Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Bhayangkari Daerah Papua, Ny. Nova Patrige Renwarin, para PJU Polda Papua, auditor kepolisian, serta Personil Polda Papua.


Rangkaian kegiatan diawali dengan kedatangan Kapolda Papua bersama Ketua Bhayangkari Daerah Papua di Dermaga Polair Polda Papua. Selanjutnya, upacara resmi dimulai dengan laporan Perwira Upacara Kompol Dallon Togatorop dan Komandan Upacara Kompol Ferdinand E. Numberi, S.I.K., M.H.


Memasuki prosesi tabur bunga, Kapolda Papua memimpin langsung pelarungan dan penaburan bunga ke laut sebagai simbol penghormatan atas jasa dan pengorbanan para pahlawan serta Bhayangkara yang telah mendahului.


Menjelang berakhirnya upacara, peserta kembali memberikan penghormatan terakhir kepada arwah para pahlawan yang dilanjutkan dengan pelepasan sangkur oleh pasukan upacara. Kegiatan kemudian ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Aipda Jafar Hehabusa, memohon ampunan bagi para pahlawan kusuma bangsa serta keselamatan, kekuatan, dan keberkahan bagi seluruh insan Bhayangkara dalam menjalankan tugas pengabdian.


Prosesi tabur bunga kemudian diikuti oleh para Pejabat Utama Polda Papua dan Bhayangkari Daerah Papua.


Kapolda Papua Irjen Pol. Patrige R. Renwarin menyampaikan bahwa kegiatan tabur bunga di laut merupakan tradisi yang memiliki nilai historis dan spiritual dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara.


"Melalui upacara tabur bunga ini, kita mengenang serta menghormati jasa-jasa para pahlawan dan anggota Polri yang telah mengabdikan diri demi bangsa dan negara. Semangat pengorbanan mereka menjadi inspirasi bagi seluruh personel Polri untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujar Kapolda Papua.


Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P. menyampaikan bahwa peringatan Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum refleksi bagi seluruh jajaran Polri untuk semakin meningkatkan profesionalisme dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.


"Upacara tabur bunga ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi pengingat bagi seluruh anggota Polri akan nilai-nilai perjuangan, pengabdian, dan pengorbanan para pendahulu. Semangat tersebut harus terus diwariskan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari demi mewujudkan Polri yang Presisi dan semakin dicintai masyarakat," tutur kabid humas.

Kejuaraan Badminton Kapolda Cup 2026 Resmi Ditutup, Perkuat Silaturahmi Polri dan Masyarakat

 


 

Jayapura – Turnamen Badminton Terbuka Piala Kapolda Cup Tahun 2026 dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 resmi ditutup di GOR Wiguna, Kota Jayapura, Rabu (24/6/2026).


Kegiatan penutupan dihadiri oleh Kapolda Papua Irjen Pol. Patrige R. Renwarin, S.H., M.Si., Ketua Bhayangkari Daerah Papua Ny. Nova Patrige Renwarin, Wakapolda Papua Brigjen Pol. Muhajir, S.I.K., M.H., Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Papua Ny. li Muhajir, para Pejabat Utama Polda Papua, pengurus Bhayangkari, serta para atlet dan peserta turnamen.


Turnamen yang berlangsung selama delapan hari, sejak 17 hingga 24 Juni 2026, diikuti oleh 72 atlet yang berkompetisi dalam berbagai kategori, di antaranya ganda putra, ganda putra bebas, dan ganda veteran. Selain menjadi ajang pencarian prestasi, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi dan membangun semangat kebersamaan antara Polri dan masyarakat.


Dalam sambutan Kapolda Papua yang dibacakan oleh Wakapolda Papua Brigjen Pol. Muhajir, S.I.K., M.H., disampaikan bahwa olahraga merupakan sarana yang efektif untuk membangun karakter, menanamkan disiplin, memperkuat persatuan, serta melahirkan generasi yang sehat dan berprestasi.


“Kejuaraan Bulu Tangkis Kapolda Papua Cup ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat. Semangat sportivitas, kerja keras, disiplin, dan saling menghormati yang ditunjukkan selama pertandingan merupakan nilai-nilai positif yang perlu terus dipelihara dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.


Wakapolda Papua juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, wasit, juri, peserta, sponsor, dan semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya turnamen sehingga dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan sukses.


Kepada para juara, Wakapolda Papua mengucapkan selamat atas prestasi yang diraih dan berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi motivasi untuk terus mengembangkan kemampuan di bidang olahraga. 


“Sementara bagi peserta yang belum meraih kemenangan, diharapkan tetap semangat dan menjadikan pengalaman selama turnamen sebagai bekal untuk terus berkembang,” tutup Brigjen Pol. Muhajir.


Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80, Polda Papua berkomitmen untuk terus mendukung pembinaan olahraga serta memberikan ruang bagi generasi muda dan masyarakat untuk mengembangkan potensi yang dimiliki. Selain itu, kegiatan olahraga diharapkan dapat menjadi sarana memperkuat persatuan, mempererat persaudaraan, dan menjaga situasi kamtibmas yang kondusif di Tanah Papua.


Rangkaian kegiatan penutupan diakhiri dengan penyerahan piala, medali, dan hadiah kepada para juara dari berbagai kategori pertandingan serta pemberian doorprize kepada peserta yang hadir.

Hari Bhayangkara ke-80, Polda Papua Gelar Lomba Tari Yospan sebagai Wujud Pelestarian Budaya Papua

 


Jayapura – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polda Papua menggelar Pembukaan Lomba Tarian Yosim Pancar (Yospan) yang berlangsung di Taman Imbi, Kota Jayapura, Rabu (24/6/2026).


Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kapolda Papua Irjen Pol. Patrige R. Renwarin, S.H., M.Si., Wakapolda Papua Brigjen Pol. Muhajir, S.I.K., M.H., para Pejabat Utama Polda Papua, Ketua Bhayangkari Daerah Papua Ny. Nova Patrige Renwarin, Wakil Ketua Bhayangkari Daerah Papua, Ny. li Muhajir, serta masyarakat dan para peserta lomba dari berbagai daerah di Papua.


Perlombaan Tarian Yospan yang berlangsung selama tiga hari ini diikuti oleh 34 tim dari 30 sanggar seni yang berasal dari Kota Jayapura maupun sejumlah daerah lainnya, termasuk Kabupaten Kepulauan Yapen, Kabupaten Nabire, dan Papua Tengah. 


Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang mengusung tema “Polri untuk Masyarakat”.


Dalam sambutannya, Wakapolda Papua Brigjen Pol. Muhajir menyampaikan bahwa perlombaan Yospan bukan sekadar ajang kompetisi seni, tetapi juga menjadi sarana untuk menjaga dan melestarikan budaya asli Papua yang merupakan identitas masyarakat Bumi Cenderawasih.


“Melalui kegiatan ini, kami ingin mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat, sekaligus mendorong generasi muda untuk semakin mencintai dan melestarikan budaya Papua. Tarian Yospan mengandung nilai kebersamaan, persatuan, dan semangat gotong royong yang sejalan dengan nilai-nilai pengabdian Polri kepada masyarakat,” ujarnya.


Lebih lanjut, Wakapolda Papua menegaskan bahwa tema Hari Bhayangkara ke-80, yaitu “Polri untuk Masyarakat”, mencerminkan komitmen Polri untuk terus hadir bersama masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk mendukung pelestarian budaya dan kearifan lokal.


Perlombaan ini memperebutkan total hadiah sebesar Rp60 juta dengan penilaian yang meliputi teknik gerakan, kekompakan, kreativitas, penguasaan panggung, tata busana, dan keaslian budaya Yosim Pancar. 


Selain menjadi wadah kreativitas bagi para pelaku seni, kegiatan ini juga diharapkan mampu memperkuat persaudaraan dan kebanggaan terhadap budaya Papua.


Polda Papua berharap kegiatan tersebut dapat menjadi momentum untuk mempererat sinergi antara Polri dan masyarakat serta mendorong generasi muda agar terus menjaga, melestarikan, dan mengembangkan budaya daerah sebagai warisan yang bernilai tinggi bagi bangsa Indonesia.

Tingkatkan Profesionalisme Anggota, SSDM Polri Supervisi Kesamaptaan Jasmani di Polda Papua

 


Jayapura – Dalam rangka memastikan pelaksanaan pembinaan sumber daya manusia Polri berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan, Tim Supervisi SSDM Polri melaksanakan kegiatan Supervisi Uji Kesamaptaan Jasmani dan Antropometrik di lingkungan Polda Papua, Rabu (24/6/2026).


Kegiatan yang berlangsung di Lapangan SPN Polda Papua, Gedung Dojo Polda Papua, dan Kolam Renang Ajend tersebut dihadiri oleh Karo SDM Polda Papua Kombes Pol. Hengky Pramudya, S.I.K., M.Si., para pejabat Ro SDM Polda Papua, panitia pelaksana, serta Tim Supervisi SSDM Polri yang dipimpin oleh Kombes Pol. Satria Rizkiano, S.I.K., M.Si., M.M.


Pelaksanaan supervisi dilakukan melalui mekanisme uji petik terhadap sejumlah item kesamaptaan jasmani yang meliputi pull-up, sit-up, push-up, shuttle run, renang, serta pemeriksaan antropometrik. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan proses pengukuran kemampuan fisik personel dilaksanakan secara objektif, transparan, dan sesuai prosedur yang berlaku.


Selain melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan tes, Tim Supervisi SSDM Polri juga memberikan evaluasi dan masukan guna meningkatkan kualitas penyelenggaraan uji kesamaptaan jasmani di jajaran Polda Papua.


Karo SDM Polda Papua Kombes Pol. Hengky Pramudya, S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan supervisi merupakan bagian penting dalam menjaga kualitas sumber daya manusia Polri agar tetap memiliki kondisi fisik yang prima dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian.


“Kesamaptaan jasmani merupakan salah satu indikator penting dalam pembinaan personel Polri. Melalui supervisi ini, kami memastikan seluruh tahapan pelaksanaan berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan sehingga hasil yang diperoleh benar-benar dapat menggambarkan kondisi fisik personel secara objektif,” ujarnya.


Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pembinaan fisik yang berkelanjutan sangat diperlukan untuk mendukung profesionalisme anggota Polri dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat.


Kegiatan supervisi ini menjadi bagian dari upaya SSDM Polri untuk menjaga kualitas sumber daya manusia yang unggul, sehat, dan siap menghadapi berbagai tantangan tugas kepolisian di masa mendatang.

Kepala Suku Mee Nabire Ajak Masyarakat Jaga Kedamaian dan Dukung Stabilitas Keamanan Dan Ketertiban di Papua Tengah

 



Nabire - Kepala Suku Mee Kabupaten Nabire, Yakonias Adii, mengajak seluruh masyarakat Papua Tengah, khususnya masyarakat suku Mee, untuk terus menjaga kedamaian, persatuan, dan stabilitas keamanan demi terciptanya kehidupan yang aman serta mendukung kelangsungan pembangunan di wilayah Papua Tengah. Imbauan tersebut disampaikan menyikapi dinamika situasi yang berkembang di sejumlah wilayah yang berpotensi mengganggu ketertiban masyarakat.  


Dalam keterangannya, Yakonias Adii menegaskan bahwa masyarakat Papua Tengah sangat mendambakan suasana yang damai dan kondusif. Menurutnya, keamanan merupakan kebutuhan utama agar masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan tenang, mulai dari berdagang di pasar, berkebun di ladang, hingga menyekolahkan anak-anak untuk meraih masa depan yang lebih baik.  


“Saya sebagai Kepala Suku Mee di wilayah Nabire bersama seluruh masyarakat sangat mendambakan kedamaian. Dalam situasi yang aman, mama-mama dapat berjualan dengan tenang di pasar, bapak-bapak dapat berkebun dan bekerja dengan nyaman, serta anak-anak dapat bersekolah untuk mempersiapkan masa depan dan membangun Papua,” ujar Yakonias Adii, Rabu (24/6/2026) malam.


Ia juga mengajak seluruh masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai isu maupun informasi yang bersifat provokatif yang dapat memecah persatuan dan mengganggu keamanan daerah. Menurutnya, masyarakat perlu mengedepankan sikap bijaksana dalam menyikapi setiap perkembangan situasi serta tetap menjaga kebersamaan demi kepentingan bersama.  


Yakonias Adii juga menyatakan penolakannya terhadap berbagai aksi yang dilakukan oleh kelompok-kelompok tertentu yang berujung pada pembakaran maupun perusakan fasilitas negara dan fasilitas umum.


Menurutnya, tindakan tersebut tidak memberikan manfaat bagi masyarakat, melainkan justru merugikan masyarakat sendiri karena menghambat pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, serta proses pembangunan yang sedang berjalan. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk tidak ikut terlibat ataupun mendukung tindakan anarkis yang dapat merusak sarana dan prasarana yang dibangun pemerintah untuk kepentingan masyarakat luas, serta mengedepankan dialog dan penyelesaian masalah secara damai demi menjaga stabilitas keamanan di Papua Tengah. 


Lebih lanjut, Yakonias Adii menyampaikan bahwa setiap persoalan yang berkaitan dengan keamanan hendaknya diserahkan kepada aparat yang berwenang untuk ditangani sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Ia menilai bahwa kedamaian merupakan modal utama dalam menciptakan kesejahteraan masyarakat dan keberlangsungan pembangunan di Papua Tengah.  


“Saya berpendapat bahwa kedamaian itu sangat penting. Jika tidak ada kedamaian, masyarakat tidak dapat beraktivitas dengan tenang dan nyaman. Karena itu, saya akan terus memberikan imbauan kepada masyarakat Papua Tengah, khususnya suku Mee di mana pun berada, agar tidak terbawa oleh isu-isu provokatif dan bersama-sama menjaga situasi Nabire tetap aman dan kondusif,” tegasnya.  


Melalui imbauan tersebut, Yakonias Adii berharap seluruh elemen masyarakat dapat terus menjaga persatuan, mendukung terciptanya keamanan, serta berperan aktif dalam menciptakan suasana yang damai demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Papua Tengah.

24/06/26

Bhakti Religi Hari Bhayangkara ke-80, Polda Papua Dukung Pembangunan Sarana Ibadah di Keerom

 


Jayapura – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polda Papua melalui Biro Sumber Daya Manusia (Ro SDM) melaksanakan kegiatan Bhakti Religi berupa pemberian bantuan bahan bangunan dan kerja bakti di tempat ibadah yang berlokasi di Pos Da'i Hidayatullah Jayapura dan Pura Jagat Natha Arso 12, Kabupaten Keerom, Rabu (24/6/2026).


Kegiatan tersebut dipimpin oleh Karo SDM Polda Papua Kombes Pol. Hengky Pramudya, S.I.K., M.Si., serta dihadiri oleh Wakapolres Keerom Kompol Agus Tianto, S.Sos., M.H., Kasubbagkompeten Bagbinkar Ro SDM Polda Papua Kompol Dian Novita Pietersz, S.I.K., Ketua Bhayangkari Cabang SPN Polda Papua Ny. Maria Andreas, Pengurus Bhayangkari Cabang Keerom, serta personel Ro SDM Polda Papua.


Rangkaian kegiatan diawali dengan kunjungan ke Pos Da'i Hidayatullah Jayapura yang diisi dengan kerja bakti membersihkan area masjid serta penyerahan bantuan kepada pengurus pondok pesantren. 


Selanjutnya rombongan melanjutkan kegiatan ke Pura Jagat Natha Arso 12 untuk menyerahkan bantuan bahan bangunan guna mendukung proses pembangunan dan pemeliharaan tempat ibadah.


Selain penyerahan bantuan bahan bangunan oleh Karo SDM Polda Papua, kegiatan juga diisi dengan penyerahan tali asih dari Ketua Bhayangkari Cabang SPN Polda Papua kepada pengurus pura sebagai bentuk kepedulian dan dukungan terhadap umat yang sedang melaksanakan pembangunan sarana ibadah.


Karo SDM Polda Papua Kombes Pol. Hengky Pramudya, S.I.K., M.Si., mengatakan bahwa kegiatan Bhakti Religi merupakan salah satu bentuk pengabdian Polri kepada masyarakat yang tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga kepedulian sosial dan pembangunan kehidupan beragama yang harmonis.


“Melalui kegiatan ini, kami ingin mempererat hubungan silaturahmi antara Polri dan masyarakat serta menumbuhkan semangat gotong royong dan toleransi antarumat beragama. Momentum Hari Bhayangkara ke-80 menjadi pengingat bahwa kehadiran Polri harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.


Sementara itu, pengurus Pura Jagat Natha Arso 12 menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Polda Papua atas bantuan yang diberikan. Bantuan tersebut dinilai sangat membantu proses pembangunan dan menjadi wujud nyata perhatian Polri terhadap masyarakat lintas agama di Papua.


Kegiatan Bhakti Religi ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan sosial yang dilaksanakan Polda Papua dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026. 


Melalui kegiatan tersebut diharapkan terjalin hubungan yang semakin harmonis antara Polri dan seluruh elemen masyarakat guna bersama-sama menjaga persatuan, kerukunan, dan keamanan di Tanah Papua.

Residivis Spesialis Curanmor dan Curas Dibekuk Tim Ops Sikat Cartenz 2026, Polisi Ungkap Belasan Aksi Kejahatan di Jayapura

 


Jayapura – Tim URC Resmob Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Papua yang tergabung dalam Satgas Gakkum Operasi Sikat Cartenz 2026 kembali berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan pencurian dengan kekerasan (curas) yang meresahkan masyarakat di Kota Jayapura.


Dalam pengungkapan tersebut, petugas berhasil mengamankan seorang pria yang diduga terlibat dalam sejumlah aksi kejahatan, baik pencurian kendaraan bermotor maupun pencurian dengan kekerasan yang terjadi di wilayah hukum Polresta Jayapura Kota.


Kasus pertama yang berhasil diungkap yakni pencurian satu unit sepeda motor Honda Beat Street warna hitam milik korban Maxmeler S. Koibur yang terjadi di area parkir RSUD Dok II, Distrik Jayapura Utara, pada November 2025 lalu. Saat itu korban memarkir kendaraannya dalam keadaan stang terkunci, namun ketika hendak pulang, sepeda motor tersebut telah hilang dari lokasi parkir.


Selain itu, pelaku juga diduga terlibat dalam kasus pencurian dengan kekerasan yang terjadi pada Mei 2024 di depan Gapura Walikota, Distrik Jayapura Selatan. Dalam aksinya, pelaku merampas tas milik korban Novita Sari yang sedang melintas di Jalan Abepura-Entrop. Tas tersebut berisi sejumlah dokumen penting dan dua unit telepon genggam.


Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Papua selaku Kasatgas Gakkum Ops Sikat Cartenz 2026 Kompol I Dewa Gede Ditya K. , S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa pengungkapan kasus tersebut berawal dari serangkaian penyelidikan yang dilakukan Tim URC Resmob berdasarkan laporan polisi yang diterima.


“Dari hasil penyelidikan, tim berhasil mengidentifikasi keberadaan pelaku. Pada Senin malam, 22 Juni 2026 sekitar pukul 20.10 WIT, pelaku berhasil diamankan di kawasan Lorong Toko Lima Tujuh, Entrop, Distrik Jayapura Selatan. Selanjutnya dilakukan pengembangan dan pengamanan sejumlah barang bukti yang diduga merupakan hasil tindak pidana,” ujarnya.


Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan tiga unit sepeda motor yang diduga merupakan hasil kejahatan, di antaranya satu unit Honda Beat Street yang sesuai dengan laporan korban serta dua unit sepeda motor lainnya yang masih didalami kepemilikannya.


Hasil pemeriksaan dan pengembangan mengungkap fakta bahwa pelaku merupakan residivis yang sebelumnya pernah menjalani hukuman di Lapas Anak Keerom. Setelah bebas, pelaku kembali melakukan aksi kejahatan dan mengakui telah melakukan sedikitnya 15 kali pencurian kendaraan bermotor di berbagai lokasi di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura sepanjang tahun 2026.


Lokasi pencurian yang diakui pelaku tersebar di wilayah Abepura, Waena, Kotaraja, Entrop hingga Sentani dengan sasaran utama sepeda motor jenis Honda Beat, Honda Beat Street, Honda Beat Deluxe dan Honda CRF.


Dalam menjalankan aksinya, pelaku menggunakan kunci letter T untuk merusak sistem penguncian kendaraan sebelum membawa kabur sepeda motor milik korban.


Saat ini penyidik masih terus melakukan pengembangan guna mengungkap kemungkinan adanya lokasi kejadian lainnya maupun keterlibatan pihak lain dalam rangkaian tindak pidana tersebut.


Polda Papua mengimbau masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan saat memarkir kendaraan, menggunakan kunci pengaman tambahan, serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui atau mengalami tindak pidana pencurian kendaraan bermotor.