View AllNews

Nasional

Hukum

Latest News

12/09/26

Generasi Muda Jadi Pilar Bangsa, Babinsa Berikan Wawasan Kebangsaan kepada Mahasiswa



HULU SUNGAI TENGAH – Semangat kebangsaan terus ditanamkan kepada generasi muda di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST). Babinsa Koramil 1002-08/Labuan Amas Utara, Sertu Agus Arahman, memberikan pembekalan wawasan kebangsaan kepada mahasiswa STAI Muhajirin Desa Pemangkih Seberang, Sabtu (12/9/2026).


Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun karakter generasi muda agar memiliki rasa cinta tanah air, semangat persatuan serta kesadaran untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


Di hadapan para mahasiswa, Sertu Agus Arahman menyampaikan bahwa wawasan kebangsaan tidak hanya sebatas memahami sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga bagaimana nilai-nilai Pancasila dan semangat Bhinneka Tunggal Ika diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.


“Mahasiswa merupakan bagian penting dari generasi penerus bangsa. Karena itu, semangat persatuan, toleransi dan rasa cinta tanah air harus terus dijaga, terlebih di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang begitu cepat,” ujarnya.


Menurutnya, mahasiswa memiliki peran strategis dalam menciptakan lingkungan yang kondusif dengan menjadi pelopor dalam menjaga persatuan serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu kebenarannya.


Ia juga mengajak mahasiswa untuk menggunakan media sosial secara bijak, menyaring setiap informasi sebelum membagikannya, serta menghindari konten yang dapat memecah belah persatuan.


“Perbedaan pilihan, pendapat maupun latar belakang jangan sampai menjadi alasan untuk saling menjauh. Justru perbedaan harus menjadi kekuatan untuk membangun bangsa,” tambahnya.


Sertu Agus berharap pembekalan tersebut dapat menumbuhkan kesadaran mahasiswa bahwa menjaga keutuhan bangsa bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi merupakan tugas seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda.


Terpisah, Danramil 1002-08/Labuan Amas Utara Kapten Inf Rudi Hartono mengatakan, kegiatan wawasan kebangsaan merupakan salah satu bentuk pembinaan teritorial yang terus dilakukan Koramil di tengah masyarakat, khususnya kepada generasi muda.


“Mahasiswa adalah calon pemimpin masa depan. Mereka harus memiliki bekal akademik sekaligus karakter kebangsaan yang kuat,” kata Rudi.


Ia menambahkan, TNI melalui Babinsa akan terus hadir di tengah masyarakat untuk memberikan edukasi dan pembinaan yang dapat memperkuat persatuan, kepedulian sosial serta kecintaan terhadap tanah air.


“Kami berharap mahasiswa dapat menjadi agen perubahan yang membawa pengaruh positif di lingkungan kampus maupun masyarakat. Jadilah generasi yang berkarakter, kritis, tetapi tetap menjunjung tinggi persatuan dan nilai-nilai Pancasila,” pungkasnya.(pen1002hst).

Polkes Paser Beri Sosialisasi BHD Bagi Santri Pesantren Anwarus Salaf

 



Kodim 0904/Paser, Tanah Grogot - Bertempat di RT 07 Desa Sempulang Kecamatan Tanah Grogot telah dilaksanakan Sosialisasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) kepada para Santri Pesantren Anwarus Salaf. Sabtu (12/9/2026)


Pesantren Anwarus Salaf yang diketuai oleh Ustad Abdul Hamid memiliki 188 santri yang terdiri dari laki-laki maupun perempuan.


Sosialisasi Bantuan Hidup Dasar siang hari ini disampaikan oleh Peltu Nuril Huda selaku Kepala Poliklinik Kesehatan 06.10.03 Paser, untuk memberikan pengetahuan dasar kepada para generasi penerus.


"Alhamdulillah siang hari ini kita bisa silaturahmi serta berbagai ilmu kepada para Santri Pesantren Anwarus Salaf terkait ilmu pertolongan pertama" ujar Peltu Nuril.


Kegiatan ini ditanggapi secara positif baik oleh pengurus Yayasan maupun para santri yang ingin memiliki ilmu pertolongan pertama.


Sosialisasi tersebut terdiri dari pengenalan ciri-ciri gejala terhadap korban, penanganan pertama serta mengatasi berbagai kondisi saat terjadi insiden maupun kecelakaan dilapangan.


Metode ini juga diterapkan kepada Masyarakat maupun di Militer dengan tujuan memberikan pertolongan pertama kepada korban sebelum Tim Medis datang.


Sosialisasi ini dilaksanakan di Pesantren serta menjadi salah satu rangkaian dalam memperingati Hari Ulang Tahun TNI ke 81. 


Dim 0904/Psr

Jembatan Garuda Respen Tubu Jadi Penghubung Kehidupan, Perkuat Akses Ekonomi Petani

 


Malinau – Kehadiran Jembatan Garuda Respen Tubu melalui program pembangunan jembatan yang dilaksanakan Kodim 0910/Mln menjadi harapan baru bagi masyarakat, khususnya para petani di wilayah Respen Tubu, Kabupaten Malinau.


Jembatan tersebut tidak hanya menjadi sarana penghubung antarwilayah, tetapi juga membuka akses yang lebih mudah bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, terutama bagi para petani yang selama ini menghadapi kendala saat membawa hasil pertanian menuju tempat penjualan.


Dengan kondisi jembatan yang kini lebih mudah dilalui, para petani dapat membawa hasil panen seperti sayur-mayur dengan lebih aman dan efisien. Akses transportasi yang semakin baik turut mengurangi kesulitan serta waktu dan tenaga yang sebelumnya harus dikeluarkan dalam mengangkut hasil pertanian.


Bagi masyarakat, Jembatan Garuda Respen Tubu menjadi lebih dari sekadar infrastruktur. Jembatan ini menjadi penghubung kehidupan, yang memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus membuka peluang peningkatan nilai ekonomi keluarga.


Komandan Kodim 0910/Mln menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tersebut merupakan bagian dari komitmen TNI AD melalui Kodim 0910/Mln untuk membantu mengatasi kesulitan masyarakat serta mendukung percepatan pembangunan di wilayah.


“Kami berharap keberadaan jembatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para petani, sehingga akses membawa hasil panen menjadi lebih mudah dan pada akhirnya dapat membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujar Dandim 0910/Mln.


Bagi para petani Respen Tubu, jembatan tersebut kini menjadi bagian penting dalam perjalanan mereka dari kebun menuju pasar. Setiap hasil panen yang melintasi jembatan membawa harapan baru untuk kehidupan keluarga yang lebih baik.

Polsek Kurik dan Tim Gabungan Bergerak Cepat Tangani Karhutla


  

Jayapura – Personel Polsek Kurik bersama TNI dan tim gabungan bergerak cepat menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Kampung Wonorejo, Distrik Kurik, Kabupaten Merauke, Jumat (11/09/2026).


Respons cepat dilakukan setelah personel Polsek Kurik menerima informasi mengenai kebakaran lahan yang berada tidak jauh dari permukiman warga. 


Petugas kemudian segera mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi serta melakukan langkah penanganan.


Setibanya di lokasi, personel Polsek Kurik bersama anggota TNI dan tim gabungan langsung melakukan upaya pemadaman dan pengamanan di sekitar area terdampak. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, kebakaran diperkirakan melanda lahan seluas kurang lebih 3 hektare.


Selain melakukan pemadaman, petugas juga melakukan penyekatan dan pemantauan di sekitar lokasi guna mencegah api merembet ke arah permukiman warga. 


Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengantisipasi meluasnya kebakaran serta memastikan keselamatan masyarakat di sekitar lokasi.


Berkat respons cepat dan sinergi antara Polri, TNI, serta tim gabungan, kobaran api berhasil dipadamkan dan kondisi di sekitar lokasi dapat dikendalikan. Petugas selanjutnya melakukan pemantauan untuk memastikan tidak terdapat titik api yang berpotensi menimbulkan kebakaran susulan.


Kapolres Merauke, AKBP Leonardo Yoga, S.I.K., M.M., melalui Ps. Kapolsek Kurik, Ipda Widi Mulyono, S.Sos., mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla, khususnya saat kondisi cuaca panas dan kering.


“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Apabila menemukan titik api atau mengetahui adanya kebakaran lahan, segera laporkan kepada pihak kepolisian atau petugas terkait agar dapat ditangani dengan cepat dan tidak meluas,” imbaunya.


Ia menegaskan bahwa sinergi antara aparat dan masyarakat sangat diperlukan dalam mencegah serta menangani Karhutla, terutama untuk melindungi permukiman dan lingkungan dari dampak kebakaran.

 

Respons Cepat Polsek Tanah Miring, Karhutla Dekat Permukiman Berhasil Dipadamkan


  

Jayapura – Personel Polsek Tanah Miring bersama masyarakat dan petugas pemadam kebakaran Kodam XVII/Mandala Trikora bergerak cepat menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Kampung Sumber Harapan, SP 3, Jalur 3, Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke, Jumat (11/09/2026).


Kebakaran lahan seluas kurang lebih satu hektare tersebut diketahui setelah warga melaporkan adanya kobaran api yang mulai mendekati permukiman masyarakat. 


Menindaklanjuti laporan tersebut, personel piket Polsek Tanah Miring yang dipimpin Ka Jaga Aipda Yeri Lindung langsung mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan.


Setibanya di lokasi, personel Polsek Tanah Miring bersama masyarakat melakukan upaya pemadaman secara manual guna mencegah api semakin meluas. Penanganan kemudian diperkuat dengan bantuan dua unit mobil pemadam kebakaran Kodam XVII/Mandala Trikora.


Berkat respons cepat dan sinergi antara kepolisian, masyarakat serta petugas pemadam kebakaran, kobaran api berhasil dikendalikan dan dipadamkan sekitar pukul 16.20 WIT.


Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah api merembet ke area permukiman warga yang berada di sekitar lokasi kebakaran.


Kapolsek Tanah Miring Ipda Wilustono, S.M. mengatakan berdasarkan informasi awal yang diperoleh di lapangan, kebakaran diduga berawal dari aktivitas pembakaran lahan sawah oleh oknum masyarakat yang kemudian api meluas hingga mendekati permukiman warga.


“Kami bergerak cepat setelah menerima laporan masyarakat karena lokasi kebakaran berada tidak jauh dari permukiman. Bersama masyarakat dan petugas pemadam kebakaran, kami berupaya mengendalikan api agar tidak meluas dan membahayakan warga,” ucap Kapolsek.


Kapolsek mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, mengingat api dapat dengan mudah meluas, terutama apabila kondisi lingkungan mendukung penyebaran api.


“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencegah terjadinya Karhutla. Apabila melihat adanya kebakaran, segera laporkan kepada pihak kepolisian atau instansi terkait sehingga dapat dilakukan penanganan sedini mungkin,” katanya.


Sementara itu, Kapolres Merauke, AKBP Leonardo Yoga, S.I.K., M.M., mengapresiasi respons cepat personel Polsek Tanah Miring bersama masyarakat dan petugas pemadam kebakaran dalam menangani kebakaran tersebut.


“Kecepatan dalam merespons laporan masyarakat menjadi hal penting dalam penanganan Karhutla. Kami mengapresiasi sinergi seluruh pihak sehingga kebakaran dapat segera dipadamkan dan tidak sampai merembet ke permukiman warga,” ujar Kapolres Merauke.


Kapolres juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan yang berpotensi menimbulkan kebakaran serta mengancam keselamatan masyarakat dan lingkungan.


Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun kerugian material.

 

Kapolres Biak Numfor Rilis Kasus Narkotika, Dua Pengedar Ganja 1 Kg Ditangkap

 


Jayapura – Kepala Kepolisian Resor Biak Numfor, AKBP Arjuna Wijaya, S.I.K bersama Kasat Reserse Narkoba, Iptu Ruslan Umagapi, S.H dan Kasi Humas, Iptu Joko Susilo, S.E menggelar konferensi pers terkait pengungkapan kasus peredaran Narkotika jenis Ganja di Mapolres Biak Numfor, Jumat (11/09/2026).


Dalam rilis tersebut, Kapolres menyampaikan bahwa jajaran Satresnarkoba Polres Biak Numfor berhasil mengamankan dua orang tersangka pengedar Narkotika jenis Ganja dengan inisial RU (30) dan GKY (23).


“Penangkapan dilakukan di area Dermaga Pelabuhan Laut Biak pada tanggal 6 dan 7 September 2026. Dari kedua tersangka kami mengamankan barang bukti berupa Ganja dengan berat total sekitar 1 Kg,” tegas Kapolres.


Kapolres mengatakan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan penyidik, barang bukti Ganja seberat 1 Kg tersebut rencananya akan diedarkan dan diperjualbelikan di wilayah Biak.


Kapolres juga menegaskan bahwa kedua tersangka saat ini telah ditahan di Rutan Polres Biak Numfor sejak tanggal 6 dan 8 September 2026.


Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 111 UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Jo UU No. 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana. 


“Ancaman hukumannya pidana penjara minimal 5 tahun dan paling lama 20 tahun serta denda paling sedikit Rp1 Miliar,” jelas AKBP Arjuna.


Lebih lanjut, AKBP Arjuna menyampaikan bahwa Satresnarkoba Polres Biak Numfor akan terus mengintensifkan pengawasan terhadap jalur masuk peredaran narkoba, khususnya melalui jalur transportasi laut.


“Siapapun yang terlibat dalam tindak pidana narkotika akan kami tindak tegas sesuai hukum yang berlaku. Narkoba sangat merusak kesehatan generasi muda, mental anak, dan juga perekonomian keluarga,” tegasnya.


Sebagai data tambahan, sepanjang tahun 2026 Polres Biak Numfor telah berhasil mengungkap sebanyak 4 kasus penyalahgunaan Narkotika di wilayah hukumnya.

 

11/09/26

Satgas Karhutla Paser Balengkong Berhasil Padamkan Kebakaran Di Suliliran



Kodim 0904/Paser, Suliliran - Bertempat di RT 6 Desa Suliliran Kecamatan Paser Balengkong Kabupaten Paser telah terjadi kebakaran di lahan milik Bapak Guntur seorang petani Sawit. 


Setelah mendapatkan laporan dari pemilik lahan, Tim Penanggulangan Karhutla Di Paser Gabungan segera mendatangi titik api untuk memadamkan sebelum menjalar kepemukiman. Jumat (11/9/2026)


Ini sudah menjadi tugas dan tanggung jawab personel Gabungan yang terdiri dari anggota Koramil 02/Paser Balengkong, Polsek Paser Balengkong, Damkar, MPA Paser Balenkong serta dibantu langsung oleh BPBD Kabupaten Paser.


Api yang belum diketahui sumbernya sudah sempat membakar beberapa pohon milik Bapak Guntur, dimana sang pemilik pun belum mengetahui akibat kebakaran itu bisa terjadi.


"Saya tidak mengetahui apa penyebab kebakaran tersebut. Kami sudah mendapatkan himbauan untuk tidak membakar lahan saat musim kemarau" ujar Bapak Guntur.


Dengan menggunakan 1 unit mobil tanki Damkar Kecamatan Paser Balengkong dan 1 unit mobil tanki milik BPBD Paser, api dapat dijinakkan selama kurang lebih 2 jam.


"Alhamdulillah berkat kerjasama Personel Satgas Gabungan dan dukungan mobil tanki, api dapat kita padamkan dengan cepat" ujar Peltu Budi selaku Bati Tuud Koramil 02/Paser Balengkong.


Dim 0904/Psr

Tokoh Adat Kamoro Imbau Masyarakat Mimika Tak Mudah Terprovokasi Isu

 


Timika – Tokoh Adat sekaligus Kepala Suku Besar Kamoro Kampung Iwaka, Kabupaten Mimika, Timotius Samin mengimbau seluruh masyarakat, khususnya yang berada di Kabupaten Mimika, untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan agar tetap aman, damai, dan tenteram.


Menurut Timotius, terciptanya kondisi yang kondusif merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat. Ia meminta warga tidak mudah terpengaruh maupun terprovokasi oleh berbagai isu yang disebarkan oleh kelompok atau individu yang tidak bertanggung jawab.


“Jangan mudah percaya dan terprovokasi oleh isu-isu yang belum tentu kebenarannya. Kita harus bijak dalam menerima setiap informasi agar tidak menimbulkan keresahan maupun mengganggu keamanan di tengah masyarakat,” ujar Timotius.


Ia menilai, penyebaran isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan memicu gangguan kamtibmas apabila tidak disikapi dengan baik. Karena itu, masyarakat diharapkan mengedepankan sikap tenang, saling menghormati, serta menjaga komunikasi antarwarga.


Timotius juga mengajak masyarakat untuk memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, para tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta seluruh elemen lainnya dalam menjaga stabilitas keamanan di Kabupaten Mimika.


“Keamanan dan kedamaian bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan atau pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama. Mari kita bergandengan tangan menjaga Mimika agar tetap aman dan kondusif,” katanya.


Lebih lanjut, Timotius berharap seluruh masyarakat dapat mengutamakan persatuan dan kerukunan serta tidak memberikan ruang bagi pihak-pihak yang berupaya menciptakan perpecahan di tengah masyarakat.


“Mari kita jaga kebersamaan, jangan saling terprovokasi dan jangan mudah menyebarkan informasi yang belum jelas. Dengan kerja sama dan kepedulian semua pihak, kita dapat menciptakan Mimika yang aman, damai, dan tenteram,” pungkasnya.