Jayapura – Duka mendalam masih menyelimuti warga Tolikara pascakebakaran hebat yang melanda kawasan Giling Batu hingga Kogome pada Rabu, 28 Januari 2026.
Ratusan rumah, kios, bengkel, dan toko bangunan hangus dilalap api, menyisakan puing-puing serta kepedihan bagi warga yang kehilangan tempat tinggal dan sumber penghidupan.
Di tengah situasi tersebut, Anggota Komisi II DPR Papua Pegunungan, Melisa Ivani Tabo, hadir langsung di lokasi terdampak pada Senin sore, 02 Februari 2026. Kehadirannya bukan sekadar meninjau, tetapi membawa bantuan dalam jumlah besar untuk meringankan beban para korban kebakaran.
Melisa menyambangi dua titik utama pengungsian, yakni Posko Jalan Irian dan Posko Jalan Kogome. Di kedua lokasi tersebut, ia menyerahkan bantuan yang difokuskan pada kebutuhan dasar warga, berupa 6 ton beras, dua unit profil tank, 60 kasur, 60 karton mi instan, 30 karton minyak goreng, 100 karton air mineral, serta bahan kebutuhan lain seperti gula, kopi, teh, dan perlengkapan memasak.
Di hadapan warga, Melisa menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral untuk hadir di tengah masyarakat yang sedang mengalami musibah.
“Saya datang bukan hanya untuk melihat, tetapi ingin memastikan saudara-saudara kita yang terdampak mendapatkan perhatian dan bantuan nyata. Semoga ini bisa sedikit meringankan beban dan memberi kekuatan bagi warga untuk bangkit kembali,” ujarnya.
Kehadiran srikandi Fraksi Golkar ini menjadi penguat semangat bagi warga yang masih berjuang di pengungsian. Warga menyambut hangat bantuan yang diserahkan, karena dinilai sangat membantu kebutuhan harian mereka di tengah keterbatasan.
Berdasarkan taksiran awal, kebakaran tersebut menyebabkan kerugian mencapai puluhan miliar rupiah. Hingga kini, warga masih bertahan di posko-posko darurat sambil menunggu langkah penanganan lanjutan dari pemerintah daerah dan instansi terkait.
Sentuhan kemanusiaan yang ditunjukkan Melisa Ivani Tabo diharapkan menjadi pemantik solidaritas berbagai pihak untuk bersama-sama membantu pemulihan warga Tolikara pascakebakaran, agar mereka dapat segera bangkit dan menata kembali kehidupan yang sempat porak-poranda.










