View AllNews

Nasional

Hukum

Latest News

31/03/26

Polri Berhasil Ringkus Bos Sindikat Kriminal Eropa Asal Inggris dalam Operasi Gabungan di Bali



Kapolda Bali Irjen Pol Daniel Adityajaya S.H., S.I.K., M.Si., bersama Ses NCB Interpol Indonesia Divhubinter Polri Brigjen pol Dr. Untung Widyatmoko, S.I.K., M.H., dan Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai Bugie Kurniawan, S.IP., M.Si., didampingi Direskrimum Kombes Pol Dr. I Gede Adhi Mulyawarman S.I.K., S.H., M.H., Kabid Propam Ketut Agus Kusmayadi S.I.K., M.H, serta Kasubid Penmas AKBP Rina Isriana Dewi S.I.K., mewakili Kabid Humas, Konfrensi Pers di Loby Mapolda, selasa 31/3/2026.


Didepan  awak media Kapolda Bali menyampaikan, Divhubinter Polri melalui Sekretariat NCB-Interpol Indonesia, bekerja sama dengan Polda Bali, Polres Bandara Ngurah Rai, dan Imigrasi Ngurah Rai, berhasil menangkap salah satu buronan paling dicari di Eropa. Tersangka berinisial SL (45), WNA asal Inggris, diringkus saat mencoba memasuki wilayah Indonesia melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.

SL merupakan pemimpin organisasi kriminal transnasional berskala besar asal Skotlandia yang mengendalikan jaringan perdagangan narkotika dan pencucian uang lintas negara.


Profil dan Rekam Jejak Kejahatan

SL, merupakan subjek Red Notice INTERPOL No. A-4908/3-2026 yang diterbitkan pada 26 Maret 2026. Organisasi kriminal yang dipimpinnya memiliki infrastruktur operasi utama di Skotlandia dan Spanyol, yang memfasilitasi penyelundupan zat terlarang ke wilayah Inggris Raya secara masif.

Selain bisnis narkotika, kelompok SL dikenal karena konflik kekerasan berkepanjangan dengan organisasi rival bernama "Daniels". Pengejaran terhadap SL merupakan bagian dari "Operasi ARMORUM", sebuah investigasi internasional yang diinisiasi oleh Unit Central Operativa (ECO Málaga) Garda Sipil Spanyol bersama Kepolisian Skotlandia.

Operasi besar-besaran (Action Day) di Eropa pada akhir Maret lalu bahkan telah menjaring 33 tersangka di Skotlandia dan 12 orang di Spanyol.


Kronologi Penangkapan di Bali

Keberhasilan penangkapan ini bermula dari pertukaran informasi intelijen yang presisi antara negara anggota Interpol.

Sabtu, 28 Maret 2026: NCB-Interpol Indonesia menerima notifikasi dari NCB Abu Dhabi mengenai pergerakan Lyons yang sedang menuju Indonesia.

Koordinasi Cepat: Divhubinter Polri segera menginstruksikan Polda Bali dan pihak Imigrasi untuk melakukan pencegatan di titik kedatangan.

Pukul 11.58 WITA: Pesawat yang membawa tersangka SL mendarat di Bali. Tim gabungan langsung melakukan identifikasi dan penahanan sesaat setelah target terdeteksi di area kedatangan internasional.

Hasil Eksekusi: Proses penangkapan berlangsung cepat, terukur, dan tanpa perlawanan dari tersangka, Ungkap Kapolda Bali.


Sementara pernyataan Resmi Pihak Sekretaris NCB-Interpol Indonesia Brigjen pol Dr. Untung Widyatmoko, S.I.K., M.H.,, mewakili Kadivhubinter Polri, menegaskan bahwa penangkapan ini adalah bukti nyata komitmen Polri dalam menjaga keamanan global.

"Keberhasilan ini berawal dari intelijen yang presisi. Begitu menerima notifikasi dari NCB Abu Dhabi, kami langsung berkoordinasi intensif dengan jajaran kewilayahan agar target tidak lolos. Peran kunci Indonesia dalam membongkar jaringan ini bahkan telah menerima apresiasi resmi dari Garda Sipil Spanyol," ungkapnya.


Senada dengan hal tersebut, Kapolda Bali menekankan bahwa wilayah Bali tidak akan pernah menjadi tempat persembunyian yang aman bagi kriminal internasional.

"Kami langsung mensinergikan kekuatan Polda, Polres Bandara, dan Imigrasi. Eksekusi berjalan sangat lancar dan kondusif. Bali tetap aman, dan kami tegaskan bahwa pulau ini bukan tempat pelarian bagi penjahat transnasional," tegas Kapolda Bali.


Proses Deportasi

Saat ini, otoritas Indonesia telah memutuskan untuk melakukan deportasi terhadap tersangka SL ke negara peminta guna menjalani proses hukum lebih lanjut.

Dua petugas dari Garda Sipil Spanyol dijadwalkan tiba di Bali pada 30 Maret 2026 pukul 16.35 WITA untuk berkoordinasi langsung dengan otoritas Indonesia terkait prosedur pengawalan dan pendeportasian tersangka agar berjalan cepat, efektif, aman dan lancar.

Wakapolda Papua Tegaskan Rekrutmen Polri Bersih dan Transparan dalam Penandatanganan Pakta Integritas T.A. 2026


 

Jayapura – Wakapolda Papua, Brigjen Pol. Muhajir, S.I.K., M.H menegaskan komitmen Polri dalam mewujudkan proses rekrutmen yang bersih, transparan, dan akuntabel pada kegiatan pengambilan sumpah serta penandatanganan pakta integritas Penerimaan Terpadu Calon Anggota Polri Tahun Anggaran 2026 Panda Papua.


Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Rastrasamara Mapolda Papua, Kota Jayapura, Selasa (31/03/2026), dan dihadiri Karo SDM Polda Papua, Kombes Pol Hengky Pramudya, S.I.K.,M.Si, para pejabat utama Polda Papua, panitia seleksi, serta peserta penerimaan Polri.


Dalam amanatnya, Wakapolda Papua menyampaikan bahwa dirinya mewakili Kapolda Papua yang berhalangan hadir karena agenda kedinasan. Ia menegaskan bahwa seluruh tahapan penerimaan anggota Polri dilaksanakan secara terbuka dan tidak dipungut biaya.


“Proses rekrutmen Polri dilaksanakan secara bersih, transparan, dan tanpa biaya. Kami mengimbau kepada seluruh peserta dan orang tua agar tidak percaya kepada pihak-pihak atau oknum yang menjanjikan kelulusan,” tegas Wakapolda Papua.


Ia juga menekankan bahwa kelulusan peserta sepenuhnya ditentukan oleh kemampuan masing-masing. 


“Apabila ada pihak yang mengatasnamakan panitia dan meminta imbalan dengan janji meluluskan, itu tidak benar. Segera laporkan kepada panitia atau pihak berwenang,” ucapnya.


Berdasarkan data panitia, jumlah pendaftar mencapai 4.881 orang, dengan 3.857 orang telah terverifikasi. Tingginya animo masyarakat ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan publik terhadap proses rekrutmen Polri, meskipun di beberapa wilayah, khususnya daerah pegunungan, partisipasi masih perlu ditingkatkan.


Wakapolda Papua juga mengingatkan para peserta agar mempersiapkan diri secara maksimal, baik dari aspek fisik, mental, maupun akademik, serta memanfaatkan pengalaman seleksi sebelumnya sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kemampuan.


Kegiatan pengambilan sumpah dan penandatanganan pakta integritas ini menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh proses seleksi berjalan sesuai prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis), sekaligus sebagai langkah awal dalam mencetak calon anggota Polri yang profesional dan berintegritas.


Polda Bali Tegaskan Komitmen Rekrutmen Bersih melalui Pengambilan Sumpah dan Pakta Integritas Penerimaan Polri TA 2026



Polda Bali melaksanakan kegiatan pembacaan, pengambilan sumpah, dan penandatanganan pakta integritas dalam rangka penerimaan Taruna-Taruni Akpol, Bintara, dan Tamtama Polri Tahun Anggaran 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Presisi Polda Bali, Selasa (31/3/2026).


Kegiatan ini dihadiri Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Made Astawa, S.I.K., Karo SDM Polda Bali Kombes Pol. Agus Nugroho, S.I.K., M.H., serta Karo Rena Polda Bali Kombes Pol. Mohamad Basori, S.I.K., M.M., M.H. Turut hadir para ketua tim, pengawas internal dan eksternal, orang tua/wali, serta peserta seleksi calon anggota Polri Tahun Anggaran 2026.


Pada tahun ini, Biro SDM Polda Bali telah melakukan verifikasi terhadap 1.601 peserta pendaftar penerimaan terpadu calon anggota Polri, yang terdiri dari 95 peserta Taruna-Taruni Akpol, 1.476 peserta Bintara (PTU, Bakomsus, dan Rekpro), serta 30 peserta Tamtama.


Dalam sambutannya, Wakapolda Bali menegaskan bahwa proses penerimaan anggota Polri merupakan tahapan strategis dalam menentukan kualitas sumber daya manusia Polri di masa depan.


“Proses rekrutmen ini sangat menentukan wajah Polri ke depan. Oleh karena itu, seluruh tahapan harus dilaksanakan secara bersih, objektif, transparan, akuntabel, dan humanis, serta bebas dari segala bentuk penyimpangan,” tegasnya.


Ia menambahkan, Polda Bali berkomitmen memastikan bahwa setiap peserta yang terpilih merupakan putra-putri terbaik bangsa yang memiliki integritas, kemampuan, kesehatan, kecerdasan, serta kepribadian dan semangat pengabdian yang tinggi.


Para peserta akan mengikuti serangkaian tahapan seleksi yang ketat, mulai dari verifikasi administrasi, pemeriksaan kesehatan, tes psikologi dan akademik berbasis Computer Assisted Test (CAT), tes kompetensi, mental ideologi, hingga kesamaptaan jasmani.


Menurut Wakapolda, tahapan pengambilan sumpah dan penandatanganan pakta integritas memiliki makna penting sebagai komitmen moral dan hukum bagi seluruh pihak yang terlibat.


“Kegiatan ini menjadi pengikat komitmen bersama, baik panitia, peserta, pengawas, maupun orang tua, untuk menjaga proses seleksi tetap berjalan sesuai aturan dan bebas dari praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme,” ujarnya.


Wakapolda juga menegaskan bahwa seluruh proses penerimaan Polri dilaksanakan dengan prinsip BETAH, yaitu Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis.


Sejalan dengan prinsip tersebut, sistem seleksi kini telah berbasis teknologi informasi melalui metode CAT yang memungkinkan peserta mengetahui hasil secara langsung dan real time. Sistem ini juga meminimalisir potensi manipulasi nilai maupun intervensi pihak tertentu.


“Siapa yang memperoleh nilai terbaik, itulah yang akan lulus. Tidak ada ruang untuk titipan, tidak ada ruang untuk rekayasa, dan tidak ada ruang bagi praktik KKN,” tegasnya.


Lebih lanjut, Wakapolda Bali mengajak seluruh peserta untuk mengikuti setiap tahapan seleksi dengan sungguh-sungguh dan penuh percaya diri, serta mempersiapkan diri secara maksimal, baik secara fisik maupun mental.


Kepada para orang tua dan wali, ia berpesan agar memberikan dukungan moral serta tidak mudah terpengaruh oleh oknum yang menjanjikan kelulusan dengan cara-cara tidak benar.


Di akhir sambutannya, Wakapolda Bali juga mengingatkan seluruh panitia dan pengawas agar menjalankan tugas dengan penuh integritas.


“Laksanakan proses seleksi secara profesional dan bertanggung jawab. Jangan ada ruang bagi pelanggaran sekecil apa pun, karena jika proses ini ternoda, maka yang rusak bukan hanya hasil seleksi, tetapi juga kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri,” pungkasnya.

Patroli R2 Sat Samapta Polres Bandara Ngurah Rai Sambangi Masyarakat di Kawasan Pantai Sekeh



Badung – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Satuan Samapta Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai melaksanakan patroli roda dua (R2) di seputaran kawasan Pantai Sekeh, Selasa (31/3/2026).


Kegiatan patroli tersebut menyasar area pesisir pantai yang menjadi titik aktivitas masyarakat dan wisatawan. Dalam pelaksanaannya, personel tidak hanya melakukan pemantauan situasi, tetapi juga menyambangi masyarakat setempat untuk menyampaikan pesan-pesan kamtibmas secara humanis.


Petugas terlihat berdialog langsung dengan warga, nelayan, serta pekerja di sekitar pantai. Mereka mengimbau agar masyarakat selalu menjaga keamanan lingkungan, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan kamtibmas, serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan.


Selain itu, kehadiran polisi di tengah masyarakat juga memberikan rasa aman dan nyaman, khususnya di kawasan wisata yang memiliki aktivitas cukup tinggi.


Kasi Humas Polres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai, Ipda I Gede Suka Artana, S.H., mengatakan bahwa kegiatan patroli ini merupakan langkah preventif guna menciptakan situasi yang kondusif di wilayah hukum bandara. 


“Patroli ini kami lakukan secara rutin, khususnya di kawasan yang memiliki mobilitas tinggi seperti pantai, untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif,” ujarnya.


Ia juga menambahkan bahwa pendekatan humanis menjadi prioritas dalam setiap pelaksanaan tugas di lapangan. 


“Kami mengedepankan komunikasi dengan masyarakat agar terjalin sinergitas dalam menjaga kamtibmas,” tambahnya.


Dengan adanya patroli ini, diharapkan tercipta lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif, sehingga masyarakat maupun wisatawan dapat beraktivitas dengan nyaman di kawasan Pantai Sekeh dan sekitarnya.(hms26)

Apresiasi Kinerja Humanis, Kapolres Merauke Anugerahkan Penghargaan Kepada Personel Sat Lantas Berprestasi



Jayapura – Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga, S.I.K., M.M. memberikan penghargaan kepada empat personel Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Merauke yang dinilai berprestasi dan menunjukkan dedikasi tinggi dalam pelaksanaan tugas, bertempat di lapangan apel Mapolres Merauke, Senin (30/03/2026).


Keempat personel yang menerima penghargaan tersebut yakni Aiptu I Made Adi Suandana, Aiptu Renold, Aipda Faizal Nurdin, dan Briptu Rifki Ihza Nanda Saputra. Mereka dinilai berprestasi dalam menangani berbagai permasalahan yang terjadi di lapangan, khususnya saat mengamankan situasi pada malam akhir pekan di depan Mako Sat Lantas Polres Merauke.


Selain itu, salah satu personel yakni Aiptu Renold juga mendapat apresiasi khusus atas kepeduliannya membantu masyarakat saat menyeberangi Jembatan Tujuh Wali-Wali di tengah kondisi angin kencang, yang berpotensi membahayakan keselamatan warga.


Kapolres Merauke dalam amanatnya menyampaikan apresiasi atas keberanian, kesigapan, dan kepedulian para personel dalam melindungi serta melayani masyarakat.


“Kami sangat menghargai pengabdian dan dedikasi anggota Sat Lantas Polres Merauke yang telah menunjukkan kinerja terbaik dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta memberikan pertolongan kepada masyarakat,” ujar Kapolres.


Ia menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi institusi kepada personel yang berprestasi, sekaligus menjadi motivasi bagi seluruh anggota Polres Merauke untuk terus meningkatkan kinerja dan berlomba-lomba dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.


“Semoga penghargaan ini dapat menjadi inspirasi bagi seluruh personel untuk terus berbuat kebaikan dan menghadirkan Polri yang semakin dekat dan dicintai masyarakat,” tambahnya.


Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong semangat profesionalisme serta meningkatkan kualitas pelayanan Polri, khususnya di wilayah hukum Polres Merauke.



Perkuat Sinergi TNI-Polri Dan Masyarakat, Polsek Waris Gelar Halal Bihalal Dan Musnahkan Miras Hasil Razia



Jayapura – Dalam rangka mempererat tali silaturahmi pasca Hari Raya Idulfitri sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif, Polsek Waris menggelar kegiatan Halal Bihalal yang dirangkaikan dengan pemusnahan barang bukti minuman keras (miras) hasil razia gabungan bersama TNI, Senin (30/03/2026).


Kegiatan yang berlangsung di Mapolsek Waris, Kampung Pund, Distrik Waris tersebut dihadiri oleh unsur TNI-Polri, pemerintah kampung, tokoh masyarakat, tokoh adat, serta warga setempat dengan jumlah peserta sekitar 50 orang. Suasana penuh keakraban dan kekeluargaan mewarnai kegiatan ramah tamah, yang menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergitas antar instansi dan masyarakat.


Usai pelaksanaan Halal Bihalal, kegiatan dilanjutkan dengan pemusnahan barang bukti minuman keras sebanyak 60 botol dari berbagai jenis, di antaranya wiski, vodka, dan anggur merah. Barang bukti tersebut merupakan hasil razia gabungan yang dilaksanakan selama bulan Ramadan 2026.


Kapolres Keerom AKBP Astoto Budi Rahmantyo, S.H., S.I.K., M.H. melalui Kapolsek Waris IPTU Kamaluddin, S.Sos, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga bentuk nyata komitmen aparat dalam menjaga stabilitas kamtibmas di wilayah hukum Polsek Waris.


“Melalui momentum Halal Bihalal ini, kami ingin mempererat hubungan kekeluargaan antara TNI-Polri dan masyarakat, sehingga komunikasi serta koordinasi dalam menjaga kamtibmas dapat berjalan semakin baik,” ujarnya.


Lebih lanjut, Kapolsek Waris menegaskan bahwa pemusnahan barang bukti miras merupakan hasil kerja sama yang solid antara aparat dan masyarakat dalam menekan peredaran minuman keras ilegal, yang kerap menjadi pemicu terjadinya tindak kriminal dan gangguan keamanan, khususnya di wilayah perbatasan.


“Kami akan terus meningkatkan kegiatan razia bersama TNI dan stakeholder terkait guna menciptakan situasi yang aman dan kondusif, khususnya di wilayah Distrik Waris,” tegasnya.


Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan dengan tidak mengonsumsi maupun memperjualbelikan minuman keras ilegal, serta segera melaporkan kepada pihak berwajib apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan.


“Kami berharap dukungan penuh dari masyarakat agar bersama-sama menjaga wilayah Waris tetap aman, damai, dan terbebas dari pengaruh negatif minuman keras,” tutupnya.



30/03/26

Perkuat Tata Kelola dan Pengawasan Internal, Polda Papua Gelar Bimtek SPIP, Manajemen Risiko dan Peningkatan Kapasitas APIP


 

Jayapura - Polda Papua melalui Inspektorat Pengawasan Daerah (Itwasda) menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Maturitas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP), Manajemen Risiko dan Peningkatan Kapasitas Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) Tahun Anggaran 2026, yang dilaksanakan di Hotel Mercure Jayapura, Senin (30/03).


Kegiatan ini dihadiri oleh Dir Intelkam Polda Papua selaku Plh Irwasda Polda Papua Kombes Pol Jan Wynand Imanuel Makatita, S.I.K, Kepala Perwakilan BPKP Provinsi Papua Muh. As’af, S.S.T.Akt., MBA, CRMP, CSEP, CRGP, CPEC, CCRA, para auditor Itwasda Polda Papua, perwakilan BPKP, serta peserta dari jajaran Polres di wilayah Polda Papua.


Dalam laporan Ketua Panitia, Kombes Pol Andy Yoseph Enock, S.I.K., disampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman personel terhadap implementasi SPIP, memperkuat penerapan manajemen risiko, serta meningkatkan kompetensi dan profesionalisme APIP dalam menjalankan fungsi pengawasan internal.


“Melalui kegiatan ini diharapkan dapat mendorong peningkatan maturitas SPIP, membangun komitmen bersama dalam penguatan tata kelola, serta mengidentifikasi area yang perlu perbaikan dalam sistem pengendalian internal,” ujarnya.


Sementara itu, dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan, Plh Irwasda Polda Papua Kombes Pol Jan Wynand Imanuel Makatita menekankan bahwa kegiatan Bimtek ini memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas tata kelola organisasi di lingkungan Polri.


“Seiring dengan meningkatnya tuntutan akuntabilitas dan transparansi, peran APIP menjadi sangat penting dalam memastikan pelaksanaan tugas berjalan secara efektif, efisien, transparan, dan akuntabel. Hal ini tentu harus didukung dengan pemahaman yang baik terhadap SPIP serta kemampuan dalam mengelola risiko,” ungkapnya.


Ia juga berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan serius serta mampu mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam pelaksanaan tugas sehari-hari guna memperkuat fungsi pengawasan internal di lingkungan Polda Papua.


Melalui pelaksanaan Bimtek ini, diharapkan terwujud peningkatan kualitas pengawasan internal serta tata kelola organisasi yang lebih baik di lingkungan Polda Papua, sehingga mampu mendukung Polri yang profesional, modern, dan terpercaya dalam melayani masyarakat.



Satgasda Pangan Papua Pantau Harga Komoditas di Oksibil, Sejumlah Bahan Pokok Naik Akibat Ongkos Angkut Udara



Pegunungan Bintang — Satuan Tugas Daerah (Satgasda) Pangan Provinsi Papua melakukan pemantauan terhadap kios, outlet, dan toko pangan pengendali inflasi di Distrik Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang.


Berdasarkan laporan, terdapat empat kios atau outlet pangan yang dipantau di Jalan PKT, Distrik Oksibil. Pemantauan dilakukan untuk mengetahui perkembangan harga dan ketersediaan bahan pokok di wilayah tersebut.


Hasil pengecekan menunjukkan bahwa sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh tingginya biaya distribusi melalui transportasi udara.


Untuk komoditas beras, harga beras premium tercatat sebesar Rp40.000 per kilogram. Sementara itu, minyak goreng bersubsidi Minyakita dijual Rp45.000 per liter.


Pada komoditas gula, gula kiloan dijual Rp40.000 per kilogram. Untuk komoditas daging, ayam potong dipasarkan dengan harga Rp60.000 per kilogram, sedangkan daging sapi segar mencapai Rp185.000 per kilogram.


Selain itu, telur ayam lokal dijual Rp115.000 per rak. Harga bawang merah tercatat sebesar Rp120.000 per kilogram dan bawang putih Rp100.000 per kilogram. Sementara itu, cabai keriting dijual Rp120.000 per kilogram.


Penanggung jawab kios pangan, Kamaruddin, menyampaikan bahwa kenaikan harga terjadi karena sebagian besar bahan pokok didatangkan dari luar daerah dengan biaya angkut yang tinggi melalui jalur udara.


Satgasda Pangan Papua menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pengendalian inflasi dan pemantauan harga pangan di wilayah Pegunungan Bintang.


Meskipun harga sejumlah komoditas mengalami kenaikan, secara umum stok bahan pokok di Distrik Oksibil masih tersedia dan mencukupi kebutuhan masyarakat.