View AllNews

Nasional

Hukum

Latest News

26/10/26

Sasar Target Operasi, Resmob Numbay Ungkap Kasus Pencurian dalam Ops Sikat Cartenz II 2026


Jayapura – Tim URC Resmob Numbay Unit VI Satreskrim Polresta Jayapura Kota bersama personel Opsnal Polsek Jayapura Utara yang tergabung dalam Subsatgas Penegakan Hukum (Gakkum) Ops Sikat Cartenz II 2026 berhasil mengungkap dugaan tindak pidana pencurian yang terjadi di kawasan Dok IX, Kelurahan Imbi, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura.


Pengungkapan ini merupakan bagian dari upaya penegakan hukum melalui Ops Sikat Cartenz II 2026, dengan mengedepankan penyelidikan dan pemetaan terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam tindak pidana di wilayah hukum Polresta Jayapura Kota.


Kasus tersebut bermula dari peristiwa pencurian yang dialami seorang warga pada Sabtu (24/10/2026) di kediamannya di Jalan Sampan, Dok IX. Saat tiba di rumah, korban mendapati kondisi rumah tidak seperti biasanya. Pintu rumah terkunci dari dalam, sementara jendela terlihat terbuka. 


Setelah memeriksa bagian samping rumah dan masuk ke dalam, korban mengetahui sejumlah barang miliknya telah hilang. Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polresta Jayapura Kota untuk diproses sesuai ketentuan hukum.


Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim URC Resmob Numbay Unit VI Satreskrim Polresta Jayapura Kota bersama personel Opsnal Polsek Jayapura Utara melakukan penyelidikan dan pemetaan (mapping) di lapangan. Dari hasil penyelidikan, petugas memperoleh informasi mengenai keberadaan sejumlah orang yang diduga berkaitan dengan perkara pencurian tersebut.


Tim selanjutnya bergerak menuju lokasi dan berhasil mengamankan lima orang yang diduga terlibat. Kelimanya kemudian dibawa ke Polresta Jayapura Kota guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.


Dalam pengungkapan tersebut, personel di lapangan juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan tindak pidana pencurian. Barang bukti tersebut selanjutnya diamankan untuk kepentingan penyidikan dan pendalaman lebih lanjut oleh penyidik Satreskrim Polresta Jayapura Kota.


Kasat Reskrim Polresta Jayapura Kota, AKP Dr. Alamsyah Ali, S.H., M.H., menegaskan bahwa pengungkapan tersebut merupakan bagian dari komitmen jajaran kepolisian dalam mendukung pelaksanaan Ops Sikat Cartenz II 2026 serta menindaklanjuti setiap laporan masyarakat secara profesional.


“Dalam pelaksanaan Ops Sikat Cartenz II 2026, kami terus mengoptimalkan upaya penyelidikan dan penegakan hukum terhadap tindak pidana yang meresahkan masyarakat. Pengungkapan ini merupakan hasil kerja anggota di lapangan dalam menindaklanjuti laporan serta mengembangkan informasi yang diperoleh. Kami akan terus mendalami keterlibatan para terduga pelaku dan melengkapi proses penyidikan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujar AKP Dr. Alamsyah Ali, S.H., M.H.


Saat ini, penyidik masih melakukan pendalaman terhadap keterangan para terduga pelaku serta menelusuri barang bukti lain yang berkaitan dengan perkara tersebut. Proses penyidikan terus dilakukan untuk memperjelas peran masing-masing pihak dan mengungkap perkara secara menyeluruh.


Melalui Ops Sikat Cartenz II 2026, Polresta Jayapura Kota berkomitmen meningkatkan efektivitas penegakan hukum terhadap tindak pidana yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. 


Kepolisian juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, menjaga keamanan lingkungan, serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui atau mengalami tindak pidana.

Ditpolairud Polda Papua Ajak Masyarakat Bersama Jaga Keamanan Perairan Danau Sentani


Jayapura – Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Papua mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah perairan Danau Sentani melalui kegiatan Quick Wins 1.11 Polisi Bersama Masyarakat, yang dilaksanakan di Markas Unit Pos Polair Danau Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin (26/10/2026).


Kegiatan tersebut dipimpin oleh Dirpolairud Polda Papua, Kombes Pol. Dr. Tri Setyadi Artono, S.H., S.I.K., M.H., bersama personel Polairud Polda Papua. 


Patroli dilaksanakan sebagai bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat sekaligus mendorong keterlibatan warga dalam menjaga keamanan dan keselamatan aktivitas di perairan.


Dalam kesempatannya, Dirpolairud Polda Papua mengatakan patroli perairan tidak hanya berorientasi pada pemantauan situasi keamanan, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun komunikasi dan kemitraan antara polisi dengan masyarakat.


“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan perairan Danau Sentani,” katanya. 


“Kepedulian dan kerja sama masyarakat sangat penting agar aktivitas di perairan dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar,” imbuhnya.


Ia juga mengimbau masyarakat yang beraktivitas di Danau Sentani agar selalu memperhatikan faktor keselamatan, mematuhi ketentuan yang berlaku, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan di lingkungan sekitar.


“Kami berharap masyarakat tidak ragu untuk berkoordinasi dengan personel Polairud apabila menemukan situasi yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban. Dengan komunikasi yang baik dan kepedulian bersama, berbagai potensi gangguan dapat diketahui lebih awal dan ditangani sesuai prosedur,” pungkasnya.


Menurutnya, sinergi antara Polri dan masyarakat merupakan bagian penting dalam menciptakan situasi keamanan yang kondusif. 


Karena itu, kegiatan patroli diharapkan tidak hanya menjadi upaya pemantauan wilayah, tetapi juga mempererat hubungan antara personel kepolisian dan warga yang beraktivitas di sekitar danau.


Pelaksanaan Quick Wins 1.11 Polisi Bersama Masyarakat ini menjadi salah satu upaya Ditpolairud Polda Papua untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan wilayah perairan. Kehadiran personel di lapangan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran bersama mengenai pentingnya keamanan, ketertiban, dan keselamatan saat beraktivitas di danau.


Ditpolairud Polda Papua mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga komunikasi dan bekerja sama dengan kepolisian demi mewujudkan perairan Danau Sentani yang aman, tertib, dan kondusif.

Wakapolda Papua Pimpin Apel Operasi Patuh Cartenz 2026, Tekankan Disiplin Berlalu Lintas


 

Jayapura – Wakil Kepala Kepolisian Daerah Papua, Brigjen Pol. Muhajir, S.I.K., M.H., memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Cartenz 2026 di Lapangan Apel Mapolda Papua, Kota Jayapura, Senin (26/10/2026). 


Operasi yang berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026, bertujuan meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas serta mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah Papua.


Apel tersebut dihadiri Irwasda Polda Papua, Kombes Pol. Jannus Parlindungan Siregar, S.I.K., M.H, para Pejabat Utama Polda Papua, Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol. Fredrickus W. A. Maclarimboen, S.I.K, Plh Kasih Lalulintas BPTD, Agus Sutarto, Kepala bagian operasional jasa Raharja kanwil Papua, Yoga Mamrasar, serta personel yang terlibat dalam pelaksanaan Operasi Patuh Cartenz 2026.


Dalam amanatnya, Wakapolda Papua menegaskan bahwa operasi ini mengedepankan langkah preemtif dan preventif melalui edukasi serta pendekatan persuasif, yang didukung penegakan hukum secara selektif, profesional, dan humanis.


“Tujuan utama operasi ini bukan semata-mata untuk mencari kesalahan masyarakat, melainkan meningkatkan kesadaran agar masyarakat semakin patuh dan disiplin dalam berlalu lintas demi keselamatan bersama,” ucap Wakapolda.


Wakapolda menjelaskan, pelaksanaan operasi difokuskan pada peningkatan kepatuhan masyarakat terhadap peraturan lalu lintas, penurunan angka pelanggaran dan kecelakaan, serta pengurangan risiko fatalitas korban kecelakaan. 


Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan kerja sama antara Polri, instansi terkait, dan seluruh elemen masyarakat.


Berdasarkan evaluasi pelaksanaan Operasi Patuh Polda Papua tahun 2024 dan 2025, jumlah kecelakaan lalu lintas mengalami penurunan dari 61 kasus pada 2024 menjadi 32 kasus pada 2025. 


Jumlah korban meninggal dunia turun dari empat orang menjadi tiga orang, korban luka berat dari 34 menjadi 29 orang, serta korban luka ringan dari 45 menjadi 27 orang.


Kerugian material akibat kecelakaan lalu lintas juga menurun dari Rp1.229.100.000 pada 2024 menjadi Rp207.000.000 pada 2025. Meski menunjukkan penurunan, upaya meningkatkan keselamatan berlalu lintas harus terus dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan.


Wakapolda turut mengingatkan sejumlah pelanggaran yang menjadi perhatian dalam operasi, antara lain berkendara di bawah umur, tidak menggunakan helm berstandar SNI, berboncengan lebih dari satu orang, tidak mengenakan sabuk keselamatan, menggunakan telepon seluler saat berkendara, melawan arus, serta mengemudi di bawah pengaruh alkohol.


“Keselamatan di jalan raya membutuhkan kesadaran dan kedisiplinan setiap pengguna jalan. Kami mengimbau masyarakat untuk mematuhi rambu-rambu lalu lintas, melengkapi surat kendaraan, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta menghindari perilaku yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” tegasnya.


Dalam pelaksanaannya, Operasi Patuh Cartenz 2026 mencakup kegiatan deteksi dini di lokasi rawan pelanggaran dan kecelakaan, sosialisasi serta penyuluhan peraturan lalu lintas, edukasi safety riding dan safety driving, hingga penegakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku.


Brigjen Pol. Muhajir juga menekankan kepada seluruh personel agar menjalankan tugas secara profesional, disiplin, dan bertanggung jawab. 


Personel diminta mengutamakan keselamatan, membangun sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, serta mengedepankan sikap humanis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.


“Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan tetap berpedoman pada ketentuan yang berlaku. Kedepankan sikap senyum, sapa, dan salam serta berikan pelayanan terbaik kepada masyarakat agar pelaksanaan operasi berjalan efektif dan mendapat dukungan publik,” tutupnya.


Melalui Operasi Patuh Cartenz 2026, Polda Papua mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan disiplin dan menjadikan keselamatan sebagai prioritas dalam setiap perjalanan. Kepatuhan terhadap aturan lalu lintas diharapkan tidak hanya tumbuh selama operasi berlangsung, tetapi menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

Dukung Mobilitas Warga, TNI dan Masyarakat Percepat Pembangunan Jembatan Garuda

 


HULU SUNGAI TENGAH – Personel TNI bersama masyarakat Desa Teluk Masjid, Kecamatan Haruyan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, bergotong royong mempercepat pembangunan Jembatan Garuda, Senin (26/10/2026).


Kegiatan gotong royong tersebut merupakan bentuk sinergi antara TNI dan masyarakat dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur yang diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas dan mempermudah mobilitas warga.


Pengerjaan jembatan dilaksanakan secara bertahap dengan melibatkan personel di lapangan bersama warga setempat.


Semangat kebersamaan dan kerja sama menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran pembangunan agar dapat berjalan sesuai tahapan yang telah direncanakan.


Dandim 1002/Hulu Sungai Tengah Letkol Inf Ardiansyah Okta Putra Siregar melalui Koordinator Lapangan Kapten Inf M. Fadillah menyampaikan bahwa keterlibatan masyarakat dalam kegiatan gotong royong merupakan wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat.


Menurutnya, kebersamaan antara personel TNI dan warga menjadi salah satu faktor pendukung dalam mempercepat pengerjaan jembatan yang nantinya diharapkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.


“Melalui gotong royong ini, kami bersama masyarakat berupaya mendukung percepatan pembangunan Jembatan Garuda. Kami berharap pembangunan ini dapat berjalan lancar sehingga nantinya jembatan bisa dimanfaatkan untuk menunjang aktivitas dan mobilitas warga,” ujarnya.


Keberadaan Jembatan Garuda di Desa Teluk Masjid diharapkan dapat memperlancar konektivitas antarwilayah, memudahkan akses masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, serta mendukung kelancaran distribusi hasil pertanian dan kebutuhan pokok.


Selain memberikan manfaat dari sisi akses transportasi, pembangunan jembatan ini juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan perekonomian masyarakat di Kecamatan Haruyan dan wilayah sekitarnya.


Melalui semangat gotong royong dan sinergi bersama masyarakat, Kodim 1002/Hulu Sungai Tengah terus mendukung percepatan pembangunan Jembatan Garuda sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

(Pen1002/HST)

25/10/26

Theo Hesegem Soroti Operasi Militer di Tolikara, Dorong Investigasi HAM dan Dialog Damai


Jayapura – Tokoh hak asasi manusia (HAM), Theo Hesegem, menyoroti pelaksanaan operasi militer di Kabupaten Tolikara dan mendesak pemerintah melakukan investigasi terhadap dugaan pelanggaran HAM serta mengedepankan dialog damai sebagai langkah penyelesaian persoalan.


Theo Hesegem mendorong pemerintah agar menindaklanjuti dugaan pelanggaran HAM melalui investigasi yang transparan dan objektif. 


Ia juga menekankan pentingnya dialog yang melibatkan pihak-pihak terkait guna mencegah konflik berkepanjangan dan melindungi masyarakat sipil.


“Pemerintah perlu melakukan investigasi terhadap dugaan pelanggaran HAM yang terjadi dalam pelaksanaan operasi militer di Tolikara. Dialog damai juga penting untuk membuka ruang komunikasi dan mencari penyelesaian yang mengutamakan keselamatan masyarakat,” demikian inti pernyataan yang disarikan dari isu pemberitaan tersebut.


Sorotan ini menjadi perhatian terhadap pentingnya penanganan persoalan keamanan di Papua yang memperhatikan aspek perlindungan masyarakat sipil dan penghormatan terhadap HAM. Setiap dugaan pelanggaran perlu ditindaklanjuti melalui mekanisme yang transparan sesuai ketentuan hukum.


Penyelesaian melalui dialog diharapkan dapat membuka ruang komunikasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat sehingga persoalan dapat ditangani secara damai serta situasi keamanan tetap kondusif.

Minggu Kasih di Gereja Monam, Polsek Kelila Ajak Jemaat Tangkal Hoaks dan Cegah Karhutla

 


Jayapura – Polsek Kelila terus memperkuat kedekatan dengan masyarakat melalui kegiatan Minggu Kasih. Kegiatan yang dilaksanakan di Gereja Monam, Kampung Yelonggolo, Distrik Kelila, Kabupaten Mamberamo Tengah, Papua Pegunungan, Minggu (25/10/2026), menjadi momentum bagi Polri untuk menyampaikan pesan Kamtibmas sekaligus membangun komunikasi yang harmonis bersama masyarakat.


Kegiatan tersebut dipimpin Kapolsek Kelila IPDA Alfius E. Simbiak, S.H., didampingi Bripda Jean J. Maloali dan Bripda Carolando S.J.D. Renwarin.


Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek Kelila mengajak jemaat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan melalui kepedulian serta komunikasi yang baik. Pesan Kamtibmas disampaikan dengan mengedepankan pendekatan humanis dan membangun kesadaran masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga situasi tetap aman dan kondusif.


Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah penyebaran berita bohong atau hoaks. Personel mengimbau jemaat agar tidak mudah percaya maupun menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya.


Masyarakat juga diajak untuk terlebih dahulu memeriksa sumber dan kebenaran suatu informasi sebelum membagikannya, terutama informasi yang berpotensi menimbulkan keresahan, kesalahpahaman, maupun konflik di tengah masyarakat.


“Jangan mudah percaya dengan informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya. Mari kita bersama-sama menjaga suasana yang damai dengan tidak menyebarkan berita yang belum terverifikasi,” ujar IPDA Alfius.


Selain menyampaikan imbauan terkait hoaks, personel Polsek Kelila juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).


Masyarakat diingatkan agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah secara sembarangan. Apabila menemukan adanya titik api atau potensi terjadinya kebakaran, warga diminta segera melaporkannya kepada pihak berwenang agar dapat ditangani sedini mungkin.


Polsek Kelila menilai keterlibatan masyarakat sangat penting dalam menjaga keamanan sekaligus melindungi lingkungan. Sinergi antara Polri, tokoh agama, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat kepedulian terhadap berbagai persoalan yang berpotensi mengganggu ketenteraman dan kelestarian lingkungan.


Melalui kegiatan Minggu Kasih, Polsek Kelila juga terus mendorong peran tokoh agama dalam menyampaikan pesan-pesan perdamaian, toleransi, serta kepedulian terhadap keamanan lingkungan kepada jemaat.

Polres Keerom Ungkap Kasus Pencurian Emas dalam Ops Sikat Cartenz II-2026


Jayapura – Dalam mendukung pelaksanaan Operasi Sikat Cartenz II-2026 Polda Papua, Unit Opsnal Satuan Reserse Kriminal Polres Keerom mengamankan seorang terduga pelaku pencurian emas di Kompleks Cikombong, Kotaraja, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Sabtu (24/10/2026). 


Pengamanan tersebut merupakan tindak lanjut penyelidikan atas laporan dugaan pencurian yang terjadi di wilayah Kabupaten Keerom.


Kasat Reskrim Polres Keerom selaku Kasubsatgas Pidum Polres Keerom, AKP Jetny L. Sohilait, S.H., M.H., menjelaskan bahwa pengungkapan kasus bermula dari informasi mengenai keberadaan terduga pelaku di wilayah Abepura. 


Menindaklanjuti informasi tersebut, tim melakukan patroli dan pemantauan berdasarkan ciri-ciri yang disampaikan korban hingga berhasil mengamankan terduga pelaku.


“Pengamanan ini merupakan bagian dari upaya penegakan hukum terhadap tindak pidana pencurian dalam rangka mendukung pelaksanaan Operasi Sikat Cartenz II-2026. Setelah menerima informasi mengenai keberadaan terduga pelaku, anggota melakukan pemantauan dan penyelidikan hingga yang bersangkutan berhasil diamankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” ujar AKP Jetny L. Sohilait.


Kasus tersebut ditangani berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/B/256/X/2026/SPKT/POLRES KEEROM/POLDA PAPUA, tanggal 22 Oktober 2026. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, dugaan pencurian terjadi pada Jumat (16/10/2026) di rumah korban berinisial MK, seorang warga Kampung Asyaman, Distrik Arso, Kabupaten Keerom.


Dalam keterangannya kepada petugas, terduga pelaku mengaku mengambil kalung emas milik korban dari sebuah laci meja di dalam kamar rumah korban. Emas tersebut kemudian dijual di sebuah toko perhiasan di kawasan Abepura dengan nilai transaksi sebesar Rp16 juta. Uang hasil penjualan tersebut, menurut pengakuannya, digunakan untuk bermain judi daring.


Dari hasil pengembangan penyelidikan, petugas mengamankan barang bukti berupa emas yang telah dilebur atau dipotong-potong dengan berat sekitar 7,15 gram, satu unit sepeda motor Honda GT-R berwarna merah, serta satu unit telepon genggam Samsung A15 berwarna hitam.


Petugas juga meminta keterangan dari pihak toko perhiasan yang menerima penjualan emas tersebut untuk mendalami proses transaksi dan asal-usul barang. Pemeriksaan terhadap pihak terkait dilakukan guna melengkapi proses penyelidikan serta menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain.


AKP Jetny L. Sohilait menegaskan bahwa penanganan perkara akan terus dilanjutkan melalui pemeriksaan saksi, pendalaman barang bukti, serta koordinasi dengan korban dan penyidik.


“Kami akan mendalami perkara ini secara menyeluruh, termasuk menelusuri barang bukti dan keterangan pihak-pihak yang berkaitan dengan kasus tersebut. Kami mengimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap tindak pidana pencurian serta segera melapor kepada kepolisian apabila mengalami atau mengetahui adanya dugaan tindak pidana,” tambahnya.


Melalui Operasi Sikat Cartenz II-2026, Polda Papua bersama jajaran kewilayahan terus melaksanakan upaya penegakan hukum terhadap tindak pidana yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat. 


Penanganan setiap perkara dilakukan secara profesional sesuai ketentuan hukum yang berlaku dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.

24/10/26

Satgas Ops Sikat Cartenz II-2026 Polres Biak Numfor Ungkap Dugaan Pencurian Aset Pendidikan


Jayapura – Personel Subsatgas Penegakan Hukum (Pidum) Polres Biak Numfor berhasil mengungkap kasus dugaan pencurian dengan pemberatan di lingkungan perkantoran SPNF SKB Biak, Kabupaten Biak Numfor. 


Pengungkapan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Operasi Sikat Cartenz II-2026 Polda Papua dalam upaya penindakan terhadap tindak pidana yang meresahkan masyarakat.


Dalam pengungkapan tersebut, seorang pria berinisial F.H.J. diamankan pada Jumat (23/10/2026) di Jalan Sungai Ciliwung, Kelurahan Brambaken, Distrik Samofa, Kabupaten Biak Numfor.


Kasus ini bermula dari dugaan pencurian yang terjadi pada 18 Agustus 2026 di lingkungan perkantoran SPNF SKB Biak. Dalam kejadian tersebut, sejumlah barang dilaporkan hilang, yakni delapan pipa besi horden, sembilan terali besi jendela, dua meja belajar PAUD, satu mimbar, dan 58 kursi futura. Akibat kejadian itu, korban diperkirakan mengalami kerugian sebesar Rp27.650.000.


Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian dan tercatat dalam laporan polisi nomor LP/B/545/IX/2026/SPKT/POLRES BIAK NUMFOR/POLDA PAPUA, tertanggal 29 September 2026. Laporan tersebut menjadi dasar bagi kepolisian untuk melakukan penanganan dan penyelidikan terhadap dugaan tindak pidana tersebut.


Dalam perkembangan penanganan perkara, personel Subsatgas Pidum Polres Biak Numfor melakukan upaya pengungkapan hingga akhirnya mengamankan F.H.J. pada 23 Oktober 2026 di kawasan Jalan Sungai Ciliwung, Kelurahan Brambaken. Setelah diamankan, terduga pelaku dibawa ke Polres Biak Numfor untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.


Dari penanganan perkara tersebut, polisi turut mengamankan barang bukti berupa dua meja belajar PAUD dan satu mimbar yang berkaitan dengan kasus yang dilaporkan. Penyidik selanjutnya melakukan pendalaman terhadap perkara, termasuk menelusuri kemungkinan keterlibatan terduga pelaku dalam tindak pidana lainnya.


Kasat Reskrim Polres Biak Numfor selaku Kasubsatgas Pidum Res Biak Numfor Ops Sikat Cartenz II-2026, Iptu Daniel Zeth Rumpaidus, S.H., M.H., mengatakan bahwa pengungkapan tersebut merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam menindaklanjuti laporan masyarakat melalui pelaksanaan Operasi Sikat Cartenz II-2026 Polda Papua.


“Pengungkapan ini merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat yang kami tangani melalui proses penegakan hukum. Setelah terduga pelaku diamankan, penyidik melakukan pemeriksaan dan mengamankan barang bukti untuk mendukung proses penyidikan. Kami juga terus mendalami perkara ini guna mengetahui kemungkinan adanya keterlibatan dalam tindak pidana lainnya,” ujar Iptu Daniel.


Saat ini, penyidik Polres Biak Numfor melanjutkan proses penyidikan dengan melengkapi administrasi perkara dan melakukan pengembangan berdasarkan hasil pemeriksaan. Perkara tersebut ditangani terkait dugaan tindak pidana pencurian dengan pemberatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 477 KUHP.


Melalui Operasi Sikat Cartenz II-2026, Polda Papua terus mengoptimalkan upaya penegakan hukum terhadap tindak pidana pencurian dan kejahatan lainnya guna menjaga keamanan serta memberikan rasa aman kepada masyarakat.