View AllNews

Nasional

Hukum

Latest News

07/11/26

Wamendagri Ribka Haluk Dukung Penguatan Satgas MBG di Wilayah Tanah Papua


Jayapura – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Ribka Haluk, mengapresiasi pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) 100 persen untuk wilayah Maluku, Maluku Utara, dan Tanah Papua. 


Pembentukan Satgas tersebut dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat koordinasi dan memastikan pelaksanaan program prioritas pemerintah berjalan optimal hingga ke daerah.


Ribka Haluk menyampaikan bahwa program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan generasi muda.


Menurutnya, keberadaan Satgas MBG memiliki peran penting dalam mengoordinasikan pelaksanaan program, melakukan pengawasan, serta memastikan berbagai kendala di lapangan dapat segera ditindaklanjuti.


“Kami mengapresiasi pembentukan Satgas MBG untuk wilayah Maluku, Maluku Utara, dan Tanah Papua. Ini merupakan langkah penting untuk memperkuat koordinasi lintas sektor sehingga pelaksanaan program dapat berjalan secara optimal dan menjangkau masyarakat yang membutuhkan,” ujar Ribka.


Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung keberhasilan program MBG.


Menurutnya, dukungan pemerintah daerah sangat diperlukan, terutama dalam memastikan kesiapan pelaksanaan, ketersediaan bahan pangan, distribusi makanan, serta pengawasan kualitas dan pemenuhan standar gizi.


Ribka berharap pembentukan Satgas tersebut dapat mempercepat pemerataan pelaksanaan program MBG, termasuk di wilayah pelosok dan daerah dengan tantangan geografis, sehingga manfaat program dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.


Melalui penguatan koordinasi dan pengawasan, program Makan Bergizi Gratis diharapkan dapat berjalan tepat sasaran, berkelanjutan, serta memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan sumber daya manusia di kawasan Indonesia Timur.

Pemkot dan Polres Pasuruan Kota Tertibkan Peredaran Miras, Dua Kafe Jadi Sasaran Operasi

  


Pasuruan kota - Menindaklanjuti keluhan masyarakat, ulama, dan tokoh masyarakat terkait masih maraknya peredaran minuman keras (miras), Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan bersama Polres Pasuruan Kota menggelar operasi penertiban di sejumlah lokasi di wilayah Kota Pasuruan, Jumat (6/11/2026) malam.


Operasi yang dimulai sekitar pukul 19.00 WIB tersebut melibatkan sejumlah unsur gabungan, mulai dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perhubungan (Dishub), TNI, hingga jajaran Polres Pasuruan Kota yang terdiri dari Satreskrim, Satsamapta, dan Sipropam.


Keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari sinergi lintas instansi dalam menjaga ketertiban masyarakat sekaligus menindaklanjuti keresahan warga terhadap peredaran minuman keras di Kota Pasuruan.


Petugas menyasar sejumlah tempat yang diduga menjadi lokasi peredaran maupun konsumsi minuman keras. Dua lokasi yang menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut yakni Kafe Lovestory dan De Paravan.


Dalam pemeriksaan di kedua kafe tersebut, petugas gabungan menemukan sejumlah barang bukti berupa minuman keras. Temuan itu menjadi perhatian karena minuman tersebut tidak hanya ditemukan di lokasi, tetapi juga diduga dikonsumsi secara langsung di tempat.


Penertiban tidak hanya difokuskan pada dua kafe tersebut. Petugas juga melakukan kegiatan serupa di sejumlah lokasi lainnya di wilayah Kota Pasuruan sebagai bagian dari upaya menekan peredaran minuman keras secara lebih luas.


Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo mengatakan, penertiban tersebut merupakan bentuk sinergi antara pemerintah daerah, kepolisian, dan masyarakat dalam menjaga ketertiban serta mendukung pembangunan Kota Pasuruan.


“ Malam hari ini kita bersama Bapak Kapolres dan jajaran, pihak kepolisian, kita melaksanakan operasi untuk ketertiban. Kita hari ini di dua kafe, jadi teman-teman Polres di Lovestory dan De Paravan,” ujarnya saat memberikan keterangan di sela kegiatan.


Menurutnya, petugas melakukan pengecekan langsung ke lapangan dan mendapati sejumlah minuman keras. Apalagi, minuman tersebut tidak hanya ditemukan, tetapi juga diduga dikonsumsi di tempat.


Adi menegaskan, Kota Pasuruan yang mengusung julukan Kota Madinah memiliki aturan yang melarang peredaran dan konsumsi minuman keras. Karena itu, setiap bentuk pelanggaran terhadap ketentuan tersebut harus menjadi perhatian serius.


“Ini kita cek kondisi lapangan dan kita dapatkan beberapa bukti berupa minuman keras yang jelas melanggar untuk Kota Pasuruan, apalagi ini juga dikonsumsi di tempat,” tegasnya.


Dalam pemeriksaan di Kafe De Paravan, wali kota juga menyoroti aspek perizinan usaha. Berdasarkan penjelasan yang disampaikan, tempat tersebut diketahui mengantongi izin sebagai distributor minuman keras. Namun, izin itu bukan untuk kegiatan penjualan secara eceran (retail), terlebih menyediakan fasilitas konsumsi minuman keras di tempat.


“Secara administrasi, De Paravan ini memegang izin untuk distributor. Tapi bukan untuk sebagai tempat penjualan retail, apalagi dikonsumsi di tempat. Ini jelas-jelas melanggar, maka ini perlu kita tegaskan, tidak bisa ditolerir hal-hal seperti itu,” lanjutnya.


Adi meminta agar temuan tersebut menjadi peringatan bagi pengelola usaha maupun tempat hiburan lainnya. Pemkot Pasuruan, kata dia, tidak ingin pelanggaran serupa kembali terjadi.


Sementara itu, Kapolres Pasuruan Kota AKBP Arief Ardiansyah Prasetyo mengatakan, operasi tersebut dilaksanakan bersama Pemkot Pasuruan sebagai langkah penegakan aturan sekaligus upaya pencegahan terhadap potensi jatuhnya korban akibat konsumsi minuman keras yang tidak diketahui kandungannya.


“Pada malam hari ini kita berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Pasuruan. Kita tahu bahwa Kota Pasuruan ini Kota Madinah, ya, sudah ada perdanya, tidak boleh ada penjualan minuman keras di Kota Pasuruan,” katanya.


Menurut Arief, penertiban dilakukan untuk memastikan tidak ada peredaran minuman keras yang berpotensi membahayakan masyarakat. Sebab, petugas tidak mengetahui secara pasti kandungan maupun tingkat keamanan minuman keras yang beredar dan dikonsumsi.


“Jadi hari ini kita tertibkan untuk antisipasi supaya tidak ada korban, karena tidak tahu minuman kerasnya berbahaya atau tidak,” jelasnya.


Dia menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menciptakan Kota Pasuruan yang bebas dari peredaran minuman keras, terutama menjelang malam pergantian tahun.


“Dan pastinya kita tertibkan untuk Kota Pasuruan bebas dari minuman keras pada malam tahun baru ini,” pungkasnya.


Operasi gabungan tersebut diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam menjawab keresahan masyarakat, ulama, dan tokoh masyarakat terhadap peredaran miras di Kota Pasuruan.


Melalui kerja sama antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat, pengawasan serta penertiban diharapkan dapat terus diperkuat guna menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat Kota Pasuruan.

Bangun Kepedulian Lingkungan, Siswa Seskoad Perkuat Kesadaran Warga Cegah Karhutla

 


HULU SUNGAI TENGAH – Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Siswa Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) Tahun 2026 melaksanakan kegiatan penyuluhan di Desa Panggang Marak, Kecamatan Labuan Amas Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Sabtu (7/11/2026).


Kegiatan penyuluhan tersebut merupakan salah satu langkah edukatif untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai faktor penyebab terjadinya Karhutla, dampak yang ditimbulkan, serta langkah-langkah pencegahan dan penanganan awal apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan.


Mayor Kav Yudhi Adam, mewakili para Perwira Siswa (Pasis) Seskoad yang melaksanakan program penyuluhan Karhutla di wilayah Kodim 1002/Hulu Sungai Tengah, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat Desa Panggang Marak atas sambutan serta partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung.


Ia mengungkapkan, antusiasme masyarakat terlihat dari keaktifan peserta dalam mengikuti penyuluhan dan menyampaikan berbagai pertanyaan, khususnya terkait faktor penyebab, teknis pencegahan, hingga dampak yang ditimbulkan akibat kebakaran hutan dan lahan.


"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah menerima kedatangan kami dengan baik. Kami juga mengapresiasi antusiasme masyarakat yang aktif bertanya dan mengikuti penyuluhan ini," ungkapnya.


Lebih lanjut, Mayor Kav Yudhi Adam berharap melalui kegiatan tersebut, seluruh elemen masyarakat, TNI, dan aparat kewilayahan dapat terus bersinergi dalam mencegah terjadinya Karhutla.


Menurutnya, upaya pencegahan harus menjadi prioritas utama karena mencegah terjadinya kebakaran jauh lebih baik dibandingkan harus melakukan penanganan setelah kebakaran terjadi.


"Harapan besar kami, melalui kegiatan ini kita semua dapat bersama-sama mencegah Karhutla. Karena lebih baik mencegah daripada menangani. Secepat apa pun kita menyelesaikan suatu permasalahan atau kebakaran, tentu akan lebih baik apabila kebakaran itu tidak sampai terjadi," tegasnya.


Sementara itu, Kepala Desa Panggang Marak, Harun, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Seskoad atas pelaksanaan sosialisasi yang dinilai memberikan manfaat besar bagi masyarakat.


Ia mengatakan, kegiatan tersebut sangat positif karena memberikan tambahan wawasan dan pengetahuan kepada masyarakat mengenai bahaya Karhutla, termasuk cara melakukan pencegahan serta langkah awal penanganannya.


Harun berharap, pengetahuan yang telah diberikan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga masyarakat semakin peduli terhadap lingkungan dan mampu melakukan langkah pencegahan secara cepat dan tepat.


Melalui kegiatan penyuluhan ini, diharapkan tumbuh kesadaran dan kepedulian masyarakat untuk menjaga lingkungan serta meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi Karhutla. Sinergi antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi kunci penting dalam mewujudkan wilayah Hulu Sungai Tengah yang aman dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.

(Pen1002/HST)

Jumat Keliling di Masjid Nur Rahmat, Kapolres Sarmi Serap Aspirasi dan Ajak Jamaah Jaga Kamtibmas


 

Jayapura – Dalam upaya mempererat hubungan silaturahmi sekaligus membangun komunikasi langsung dengan masyarakat, Kapolres Sarmi AKBP Ruben Palayukan, S.Pt., S.I.K., melaksanakan kegiatan Jumat Keliling (Jumling) di Masjid Nur Rahmat, Kabupaten Sarmi, Jumat (06/11/2026).


Kegiatan ini merupakan salah satu upaya Polri untuk semakin mendekatkan diri dengan masyarakat, tidak hanya melalui tugas pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas), tetapi juga dengan membuka ruang dialog untuk mendengarkan aspirasi, masukan, serta keluhan warga.


Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Sarmi menyampaikan bahwa kegiatan Jumat Keliling menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat, khususnya umat Muslim di Kabupaten Sarmi.


“Kami dari Polres Sarmi hadir bukan hanya untuk bersilaturahmi, tetapi juga mengajak seluruh jamaah dan masyarakat agar bersama-sama menjaga keamanan di Kabupaten Sarmi. Kami berharap adanya kerja sama dan kepedulian dari seluruh masyarakat sehingga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif,” ungkap Kapolres.


Kehadiran Kapolres Sarmi bersama jajaran mendapat sambutan positif dari para jamaah Masjid Nur Rahmat. Masyarakat menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut dan menyatakan kesiapan untuk mendukung kepolisian dalam menjaga keamanan serta ketertiban di lingkungan masing-masing.


Selain bersilaturahmi, kegiatan ini juga dimanfaatkan para jamaah untuk menyampaikan aspirasi dan persoalan yang dirasakan di lingkungan mereka. Salah satu masukan yang disampaikan adalah permintaan agar kepolisian meningkatkan patroli guna menertibkan anak-anak yang bermain petasan atau mercon, khususnya pada waktu pelaksanaan ibadah karena dapat mengganggu kenyamanan dan kekhusyukan jamaah.


Menanggapi aspirasi tersebut, AKBP Ruben Palayukan menyambut baik masukan masyarakat dan menyampaikan bahwa Polres Sarmi akan menindaklanjutinya melalui peningkatan patroli serta langkah-langkah pencegahan di lingkungan sekitar masjid.


Ia menegaskan bahwa setiap informasi dan keluhan masyarakat menjadi perhatian kepolisian sebagai bahan evaluasi dalam meningkatkan pelayanan serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban.


Menurutnya, peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman. Oleh karena itu, komunikasi dan kerja sama antara kepolisian, tokoh agama, serta seluruh elemen masyarakat harus terus dijaga.


Melalui kegiatan Jumat Keliling ini, Polres Sarmi berharap hubungan kemitraan dengan masyarakat semakin erat, sekaligus memastikan berbagai aspirasi warga dapat didengar dan ditindaklanjuti.


Polantas Karib Sambangi SMA 2 YPK Mandala, Tanamkan Kesadaran Tertib Berlalu Lintas Sejak Dini



Jayapura – Dalam rangka pelaksanaan Operasi Patuh Cartenz 2026, Satuan Lalu Lintas Polres Biak Numfor melalui program Polantas Karib melaksanakan sosialisasi dan edukasi keselamatan berlalu lintas kepada para pelajar SMA 2 YPK Mandala, Jumat (06/11/2026).


Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif dan edukatif kepolisian untuk meningkatkan kesadaran generasi muda tentang pentingnya mematuhi aturan lalu lintas serta mengutamakan keselamatan saat berkendara.


Dalam kegiatan tersebut, personel Sat Lantas Polres Biak Numfor memberikan pemahaman secara langsung kepada para pelajar dan dewan guru mengenai berbagai aturan serta etika berlalu lintas di jalan raya.


Adapun materi yang disampaikan meliputi kewajiban menggunakan helm berstandar SNI, larangan menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi atau knalpot brong, larangan berkendara bagi anak di bawah umur yang belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM), tidak menggunakan telepon genggam saat berkendara, serta pentingnya mematuhi rambu-rambu dan marka jalan.


Para pelajar tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Selain menyimak materi yang disampaikan, mereka juga aktif mengajukan pertanyaan terkait aturan lalu lintas dan keselamatan berkendara.


Kasat Lantas Polres Biak Numfor Iptu Yunia Setioningrum, S.Tr.K., M.Si., mengatakan bahwa kegiatan sosialisasi melalui program Polantas Karib merupakan bagian dari pelaksanaan Operasi Patuh Cartenz 2026 yang mengedepankan langkah preemtif dan preventif, khususnya bagi kalangan pelajar.


“Melalui Polantas Karib ini, kami ingin menanamkan budaya tertib berlalu lintas sejak dini kepada para pelajar. Mereka merupakan generasi penerus bangsa yang diharapkan dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungan masing-masing,” ujarnya.


Ia juga menegaskan bahwa kepatuhan terhadap aturan lalu lintas bukan semata-mata untuk menghindari sanksi atau tilang, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.


Pihak SMA 2 YPK Mandala turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Sat Lantas Polres Biak Numfor atas edukasi yang diberikan. Kegiatan tersebut dinilai bermanfaat dalam menambah wawasan serta membangun kesadaran pelajar mengenai pentingnya keselamatan berlalu lintas.


Melalui kegiatan Polantas Karib ini, Polres Biak Numfor berharap para pelajar semakin memahami aturan lalu lintas, tidak melakukan pelanggaran yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain, serta mampu menjadi contoh dalam mewujudkan budaya tertib berlalu lintas.

 

Wujud Kepedulian Hari Bakti Kemenimipas, Imigrasi Ponorogo Bantu Warga Dusun Sidowayah

 


PONOROGO – Memperingati Hari Bakti Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) ke-2 Tahun 2026, Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Ponorogo bersinergi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo menggelar kegiatan bakti sosial berupa penyaluran air bersih dan pembagian sembako di Dusun Sidowayah, Desa Sidoharjo, Kecamatan Jambon, Kabupaten Ponorogo, Jumat (6/11/2026).


Kegiatan ini melibatkan perwakilan pegawai Kantor Imigrasi Ponorogo, petugas BPBD Kabupaten Ponorogo, camat, perangkat desa, serta relawan. Kolaborasi lintas instansi dan unsur masyarakat tersebut menjadi wujud kepedulian bersama dalam membantu masyarakat yang tengah menghadapi dampak kekeringan dan membutuhkan pasokan air bersih.


Dalam sambutannya, Kepala BPBD Kabupaten Ponorogo yang diwakili Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Agung Prasetyo, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas sinergi yang terjalin bersama Kantor Imigrasi Ponorogo.


Ia menegaskan bahwa penanggulangan bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab satu instansi, melainkan membutuhkan keterlibatan dan peran aktif seluruh elemen, mulai dari pemerintah, pihak swasta, organisasi masyarakat, relawan, hingga masyarakat.


Adapun bantuan yang disalurkan meliputi pengisian tandon air, pembagian air bersih secara langsung, serta penyerahan paket sembako kepada masyarakat. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga sekaligus meringankan beban masyarakat yang terdampak kekeringan.


Melalui kegiatan ini, Kantor Imigrasi Ponorogo berupaya memaknai peringatan Hari Bakti Kemenimipas tidak hanya sebagai momentum pengabdian dalam pelaksanaan tugas dan fungsi, tetapi juga sebagai kesempatan untuk memperkuat kepedulian dan memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat.


“Kami berharap bantuan air bersih dan sembako ini dapat meringankan kebutuhan warga yang terdampak kekeringan. Terima kasih kepada BPBD Kabupaten Ponorogo, pemerintah kecamatan, perangkat desa, serta seluruh pihak yang telah bersinergi. Semoga kolaborasi dan semangat gotong royong ini terus terjaga sehingga kehadiran kami dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Kepala Kantor Imigrasi Ponorogo, Anggoro Widy Utomo. :::

06/11/26

Bersama Masyarakat, Siswa Seskoad Dorong Pencegahan Karhutla di HST

 


HULU SUNGAI TENGAH – Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Siswa Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) Tahun 2026 kembali melaksanakan kegiatan penyuluhan di Desa Nateh, Kecamatan Batang Alai Timur, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Jumat (6/11/2026).


Kegiatan penyuluhan tersebut menjadi salah satu langkah edukatif untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai faktor penyebab terjadinya Karhutla, dampak yang ditimbulkan, serta langkah-langkah pencegahan dan penanganan awal apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan.


Mayor Kav Yudhi Adam, mewakili para Perwira Siswa (Pasis) Seskoad  melaksanakan program penyuluhan Karhutla di wilayah Kodim 1002/Hulu Sungai Tengah, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat Desa Nateh atas sambutan serta partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung.


Ia mengungkapkan, antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya pertanyaan yang disampaikan, khususnya terkait teknis pencegahan, faktor penyebab, hingga dampak yang ditimbulkan akibat kebakaran hutan dan lahan.


"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah menerima kedatangan kami dengan baik. Kami juga mengapresiasi antusiasme masyarakat yang aktif bertanya dan mengikuti penyuluhan ini," ungkapnya.


Lebih lanjut, Mayor Kav Yudhi Adam berharap melalui kegiatan tersebut, seluruh elemen masyarakat, TNI, dan aparat kewilayahan dapat bersinergi dalam mencegah terjadinya Karhutla.


Menurutnya, upaya pencegahan harus menjadi prioritas utama karena mencegah terjadinya kebakaran jauh lebih baik dibandingkan harus melakukan penanganan setelah kebakaran terjadi.


"Harapan besar kami, melalui kegiatan ini kita semua dapat bersama-sama mencegah Karhutla. Karena lebih baik mencegah daripada menangani. Secepat apa pun kita menyelesaikan suatu permasalahan atau kebakaran, tentu akan lebih baik apabila kebakaran itu tidak sampai terjadi," tegasnya.


Sementara itu, Sekretaris Desa Nateh, Sahruji, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Seskoad atas pelaksanaan sosialisasi yang dinilai memberikan manfaat besar bagi masyarakat.


Ia mengatakan, masyarakat menyambut baik kegiatan tersebut karena mendapatkan tambahan pengetahuan mengenai cara mencegah dan menangani kebakaran hutan dan lahan.


"Kami mengucapkan terima kasih kepada Seskoad yang telah memberikan materi tentang sosialisasi Karhutla. Alhamdulillah, masyarakat sangat senang dengan adanya kegiatan ini karena menjadi tambahan ilmu dan pengetahuan bagi kami tentang bagaimana cara menangani kebakaran hutan dan lahan," ujarnya.


Sahruji berharap, pengetahuan yang telah diberikan dapat diterapkan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari sehingga mampu melakukan langkah pencegahan secara cepat dan tepat.


"Mudah-mudahan dengan adanya sosialisasi ini, masyarakat semakin memahami cara mencegah Karhutla sehingga ke depannya tidak terjadi lagi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Desa Nateh," harapnya.


Melalui kegiatan penyuluhan ini, diharapkan tumbuh kesadaran dan kepedulian masyarakat untuk menjaga lingkungan serta meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi Karhutla. Sinergi antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi kunci penting dalam mewujudkan wilayah Hulu Sungai Tengah yang aman dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.(pen1002hst).

Jaga Ketertiban Umum, Wabup Jayapura Ajak Masyarakat Tolak Pemalakan dan Pemalangan


Jayapura – Wakil Bupati (Wabup) Jayapura, Haris Richard S. Yocku, S.H., mengimbau masyarakat untuk menghentikan segala bentuk aksi pemalakan dan pemalangan jalan yang dapat mengganggu keamanan, ketertiban, serta kelancaran aktivitas masyarakat di wilayah Kabupaten Jayapura.


Ia menegaskan bahwa tindakan pemalakan dan pemalangan jalan tidak hanya merugikan pengguna jalan, tetapi juga dapat menghambat aktivitas perekonomian, pelayanan publik, serta mobilitas masyarakat yang membutuhkan akses transportasi secara aman dan lancar.


Menurut Haris, setiap persoalan yang terjadi di tengah masyarakat hendaknya diselesaikan melalui komunikasi dan dialog yang baik, bukan dengan melakukan tindakan yang merugikan kepentingan umum.


“Masyarakat harus bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban. Jangan lagi melakukan aksi pemalakan maupun pemalangan jalan karena tindakan tersebut dapat mengganggu aktivitas orang lain dan merugikan masyarakat secara luas. Setiap persoalan sebaiknya diselesaikan melalui komunikasi dan cara-cara yang baik,” tegas Haris.


Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta pemerintah kampung untuk berperan aktif memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu ketertiban umum.


Lebih lanjut, Haris berharap adanya kesadaran bersama untuk menjaga fasilitas umum dan akses jalan sebagai sarana yang digunakan seluruh masyarakat tanpa terkecuali.


Pemerintah Kabupaten Jayapura mengharapkan dukungan seluruh lapisan masyarakat dalam menciptakan situasi yang aman, damai, dan kondusif sehingga pembangunan serta aktivitas sosial dan ekonomi dapat berjalan dengan baik.


Melalui imbauan tersebut, masyarakat diharapkan dapat mengedepankan sikap saling menghormati, menjaga toleransi, serta tidak melakukan tindakan yang bertentangan dengan hukum demi terciptanya keamanan dan kenyamanan bersama.