View AllNews

Nasional

Hukum

Latest News

13/09/26

Sinergi TNI-Polri dan Warga, Karhutla di Yanggandur Berhasil Dipadamkan



Jayapura – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di wilayah Kampung Yanggandur, Kabupaten Merauke, berhasil dipadamkan setelah personel gabungan TNI-Polri bersama aparat dan masyarakat turun langsung melakukan penanganan di lokasi.


Penanganan Karhutla dipimpin P.S. Kabag Ops Polres Merauke, AKP Irwanto Sawal, S.H., bersama Pasi Ops Kodim 1707/Merauke, Kapten Rusdi. Sebanyak 5 personel Sat Samapta Polres Merauke dan 15 personel Kodim 1707/Merauke dikerahkan untuk melakukan pemadaman. Dalam kegiatan tersebut, personel juga didukung satu unit mobil pemadam milik TNI AD.


Personel gabungan bergerak menuju wilayah Yanggandur sekitar pukul 19.00 WIT. Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan penyisiran di sepanjang ruas Jalan Wasur–Yanggandur untuk memastikan keberadaan titik api sekaligus mencegah api meluas.


Sekitar pukul 21.15 WIT, personel menemukan titik api dan segera mempersiapkan peralatan untuk melakukan pemadaman. Dengan bekerja secara bersama-sama, api kemudian berhasil dikendalikan dan dipadamkan.


Sekitar pukul 21.51 WIT, api dinyatakan berhasil dipadamkan setelah dilakukan penanganan selama kurang lebih 30 menit. Personel selanjutnya melakukan pengecekan dan penyisiran di sekitar lokasi guna memastikan tidak terdapat bara maupun titik api yang berpotensi kembali menyala.


“Kami bersama-sama turun langsung untuk memastikan api dapat segera dipadamkan dan tidak meluas. Setelah api berhasil dikendalikan, personel juga melakukan pengecekan kembali di sekitar lokasi untuk memastikan situasi benar-benar aman,” ujar AKP Irwanto Sawal.


Kegiatan penanganan selesai sekitar pukul 22.30 WIT. Selama proses pemadaman berlangsung, situasi di lokasi terpantau aman dan terkendali.


Kehadiran personel gabungan TNI-Polri bersama aparat dan masyarakat menjadi wujud nyata kepedulian serta kesiapsiagaan dalam menghadapi Karhutla. Langkah cepat di lapangan dilakukan untuk mencegah api meluas dan menjaga lingkungan serta keselamatan masyarakat di sekitar wilayah terdampak.


Polda Papua mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Apabila menemukan adanya titik api atau potensi Karhutla, masyarakat diharapkan segera melaporkannya kepada aparat terdekat agar dapat ditangani dengan cepat.

 

Polda Papua Tingkatkan Pencegahan Karhutla, Patroli dan Edukasi Masyarakat Diperkuat

 


Jayapura – Polda Papua meningkatkan langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dengan mengoptimalkan patroli, pemetaan wilayah rawan, edukasi kepada masyarakat, serta memastikan kesiapan personel dan sarana prasarana penanggulangan Karhutla.


Upaya tersebut dilakukan sebagai bagian dari langkah antisipasi agar potensi kebakaran dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin, khususnya pada wilayah yang memiliki kawasan hutan, perkebunan, lahan pertanian maupun lahan terbuka yang rawan terbakar.


Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., mengatakan bahwa pencegahan menjadi langkah utama dalam menghadapi potensi Karhutla. Namun, apabila ditemukan adanya pembakaran hutan atau lahan yang memenuhi unsur tindak pidana, pihaknya memastikan proses penegakan hukum tetap dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.


“Pencegahan kami kedepankan melalui edukasi, patroli dan kolaborasi bersama seluruh pihak. Namun apabila ditemukan pembakaran hutan atau lahan yang memenuhi unsur tindak pidana, Polri akan melakukan penegakan hukum secara profesional dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” ujar Kombes Pol. Cahyo.


Penguatan langkah pencegahan tersebut merupakan tindak lanjut Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1895/VIII/OPS.1.2./2026 tertanggal 31 Agustus 2026 tentang langkah-langkah pencegahan dan pengendalian Karhutla.


Menurutnya, kondisi geografis Papua yang memiliki kawasan hutan dan lahan yang luas membutuhkan pola pencegahan yang disesuaikan dengan karakteristik serta tingkat kerawanan masing-masing wilayah.


Karena itu, jajaran Polda Papua dan Polres jajaran terus melakukan pemetaan terhadap lokasi yang dinilai rawan terjadi Karhutla. Patroli juga diarahkan pada kawasan hutan, lahan terbuka, perkebunan dan wilayah lainnya yang berpotensi mengalami kebakaran.


“Yang paling penting adalah mencegah sebelum kebakaran terjadi. Kami mengajak masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, karena api dapat dengan cepat merambat dan sulit dikendalikan, terutama ketika kondisi cuaca panas dan kering,” jelasnya.


Untuk memperkuat pencegahan hingga tingkat kampung, peran Bhabinkamtibmas juga terus dioptimalkan. Personel di lapangan diharapkan aktif memberikan edukasi dan mengingatkan masyarakat mengenai bahaya serta dampak yang dapat ditimbulkan akibat pembakaran hutan dan lahan.


Selain patroli dan edukasi, Polda Papua juga meningkatkan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD), patroli terpadu, serta pengecekan kesiapan personel dan sarana prasarana yang dapat digunakan dalam penanganan Karhutla.


Koordinasi dan sinergi juga diperkuat bersama pemerintah daerah, BPBD, Dinas Kehutanan, Dinas Lingkungan Hidup, TNI, pengelola kawasan hutan dan perkebunan, serta seluruh pemangku kepentingan terkait.


Langkah tersebut dilakukan agar setiap informasi mengenai potensi kebakaran dapat segera diterima dan ditindaklanjuti sehingga api tidak berkembang dan meluas.


“Kami ingin setiap potensi kebakaran bisa diketahui sedini mungkin. Jika ditemukan titik api, penanganan dapat segera dilakukan sehingga tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar,” tambah Kombes Pol. Cahyo.


Polda Papua juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam mencegah Karhutla. Warga yang melihat adanya titik api, kepulan asap, maupun aktivitas pembakaran yang berpotensi menimbulkan kebakaran diharapkan segera melaporkannya kepada aparat kepolisian, pemerintah kampung atau petugas terkait.


Masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan Call Center Polri 110 untuk menyampaikan informasi atau laporan terkait potensi Karhutla maupun gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat lainnya. Layanan tersebut dapat digunakan sebagai sarana untuk mempercepat penyampaian informasi kepada kepolisian agar dapat segera ditindaklanjuti.


“Jangan menunggu api membesar. Segera laporkan apabila mengetahui adanya titik api atau aktivitas pembakaran yang berpotensi menimbulkan Karhutla. Masyarakat dapat menghubungi Call Center 110 atau melapor kepada petugas terdekat. Informasi yang disampaikan sejak dini sangat membantu petugas melakukan penanganan lebih cepat,” ujar Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P.


Kombes Pol. Cahyo menegaskan, pencegahan Karhutla membutuhkan kepedulian dan kerja sama semua pihak. Upaya tersebut tidak dapat dilakukan oleh kepolisian sendiri, melainkan membutuhkan keterlibatan masyarakat, pemerintah daerah, TNI, dunia usaha, pengelola hutan dan perkebunan serta seluruh pemangku kepentingan.


Sementara itu, apabila hasil penyelidikan menemukan adanya unsur tindak pidana dalam peristiwa Karhutla, Polda Papua dan jajaran memastikan proses hukum akan dilakukan secara profesional, berdasarkan fakta di lapangan dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

 

Kodim 0910/Mln Tingkatkan Kesiapsiagaan Personel dalam Penanganan Karhutla

 


Malinau — Dalam rangka meningkatkan kemampuan dan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Kodim 0910/Mln bersama instansi terkait melaksanakan latihan penanganan karhutla di sekitar Makodim 0910/Mln, Kabupaten Malinau.


Kegiatan latihan tersebut dilaksanakan sebagai upaya untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan kemampuan personel, khususnya dalam menghadapi situasi karhutla yang membutuhkan kecepatan, ketepatan dan koordinasi antarpihak.


Dalam pelaksanaannya, latihan mendapat supervisi dari personel Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Malinau. Materi dan praktik diarahkan untuk meningkatkan pemahaman serta keterampilan personel dalam menghadapi kondisi kebakaran, termasuk mekanisme penanganan awal dan langkah-langkah keselamatan selama proses pemadaman.


Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat koordinasi dan sinergitas antara Kodim 0910/Mln, Damkar Kabupaten Malinau serta instansi terkait, sehingga apabila terjadi karhutla di wilayah Kabupaten Malinau, seluruh unsur yang terlibat dapat bergerak secara cepat, terkoordinasi dan efektif.


Melalui latihan secara berkala, Kodim 0910/Mln berkomitmen untuk menjaga kesiapsiagaan personel serta mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla di wilayah Kabupaten Malinau.


“Kesiapsiagaan bukan hanya tentang mampu bertindak, tetapi juga tentang seberapa cepat dan tepat kita dapat bergerak ketika dibutuhkan.”

12/09/26

Pemuda Intelektual Puncak Jaya Ajak Warga Tak Terprovokasi Situasi di Luar Daerah

 


Mulia, 12 September 2026 – Forum Intelektual Kabupaten Puncak Jaya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban di wilayah Puncak Jaya serta tidak mudah terprovokasi oleh perkembangan maupun aksi kriminal yang terjadi di luar daerah.


Imbauan tersebut disampaikan para pemuda dan pemudi yang tergabung dalam Forum Intelektual Kabupaten Puncak Jaya. Mereka mengajak masyarakat dari Jigonik hingga Mibur yang berada di wilayah Kabupaten Puncak Jaya untuk tetap menjaga keamanan dan tidak terpengaruh oleh situasi di luar wilayah Kab. Puncak Jaya.


“Kami mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Puncak Jaya untuk tetap menjaga situasi keamanan di Puncak Jaya dan jangan terpengaruh dengan situasi yang terjadi di luar Kabupaten Puncak Jaya,” ujar perwakilan Forum Intelektual.


Selain itu, para pemuda intelektual juga mengingatkan generasi muda agar tidak terlibat dalam berbagai aksi kriminal. Mereka menilai keterlibatan pemuda dalam tindakan melanggar hukum hanya akan merugikan diri sendiri, keluarga dan masyarakat secara luas.


“Kami juga mengimbau kepada pemuda dan pemudi di Kabupaten Puncak Jaya untuk tidak terlibat dalam aksi-aksi kriminal,” tegasnya.


Forum Intelektual Kabupaten Puncak Jaya turut menyampaikan dukungan kepada jajaran Kepolisian dalam menangani berbagai kasus kriminal di wilayah Puncak Jaya. Mereka mengapresiasi langkah Kapolres Puncak Jaya yang dinilai telah menangani sejumlah persoalan melalui jalur hukum formal maupun mediasi secara kekeluargaan.


Para tokoh pemuda intelektual juga mengajak masyarakat untuk terus mendukung kebijakan pemerintah daerah, pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat, khususnya dalam mendorong pembangunan Kabupaten Puncak Jaya agar semakin maju dan memberikan manfaat bagi masyarakat.


Mereka berharap seluruh elemen masyarakat dapat menjaga persatuan, tidak mudah terprovokasi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, serta bersama-sama menciptakan Kabupaten Puncak Jaya yang aman, damai dan kondusif.

Generasi Muda Jadi Pilar Bangsa, Babinsa Berikan Wawasan Kebangsaan kepada Mahasiswa



HULU SUNGAI TENGAH – Semangat kebangsaan terus ditanamkan kepada generasi muda di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST). Babinsa Koramil 1002-08/Labuan Amas Utara, Sertu Agus Arahman, memberikan pembekalan wawasan kebangsaan kepada mahasiswa STAI Muhajirin Desa Pemangkih Seberang, Sabtu (12/9/2026).


Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun karakter generasi muda agar memiliki rasa cinta tanah air, semangat persatuan serta kesadaran untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


Di hadapan para mahasiswa, Sertu Agus Arahman menyampaikan bahwa wawasan kebangsaan tidak hanya sebatas memahami sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga bagaimana nilai-nilai Pancasila dan semangat Bhinneka Tunggal Ika diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.


“Mahasiswa merupakan bagian penting dari generasi penerus bangsa. Karena itu, semangat persatuan, toleransi dan rasa cinta tanah air harus terus dijaga, terlebih di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang begitu cepat,” ujarnya.


Menurutnya, mahasiswa memiliki peran strategis dalam menciptakan lingkungan yang kondusif dengan menjadi pelopor dalam menjaga persatuan serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu kebenarannya.


Ia juga mengajak mahasiswa untuk menggunakan media sosial secara bijak, menyaring setiap informasi sebelum membagikannya, serta menghindari konten yang dapat memecah belah persatuan.


“Perbedaan pilihan, pendapat maupun latar belakang jangan sampai menjadi alasan untuk saling menjauh. Justru perbedaan harus menjadi kekuatan untuk membangun bangsa,” tambahnya.


Sertu Agus berharap pembekalan tersebut dapat menumbuhkan kesadaran mahasiswa bahwa menjaga keutuhan bangsa bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi merupakan tugas seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda.


Terpisah, Danramil 1002-08/Labuan Amas Utara Kapten Inf Rudi Hartono mengatakan, kegiatan wawasan kebangsaan merupakan salah satu bentuk pembinaan teritorial yang terus dilakukan Koramil di tengah masyarakat, khususnya kepada generasi muda.


“Mahasiswa adalah calon pemimpin masa depan. Mereka harus memiliki bekal akademik sekaligus karakter kebangsaan yang kuat,” kata Rudi.


Ia menambahkan, TNI melalui Babinsa akan terus hadir di tengah masyarakat untuk memberikan edukasi dan pembinaan yang dapat memperkuat persatuan, kepedulian sosial serta kecintaan terhadap tanah air.


“Kami berharap mahasiswa dapat menjadi agen perubahan yang membawa pengaruh positif di lingkungan kampus maupun masyarakat. Jadilah generasi yang berkarakter, kritis, tetapi tetap menjunjung tinggi persatuan dan nilai-nilai Pancasila,” pungkasnya.(pen1002hst).

Polkes Paser Beri Sosialisasi BHD Bagi Santri Pesantren Anwarus Salaf

 



Kodim 0904/Paser, Tanah Grogot - Bertempat di RT 07 Desa Sempulang Kecamatan Tanah Grogot telah dilaksanakan Sosialisasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) kepada para Santri Pesantren Anwarus Salaf. Sabtu (12/9/2026)


Pesantren Anwarus Salaf yang diketuai oleh Ustad Abdul Hamid memiliki 188 santri yang terdiri dari laki-laki maupun perempuan.


Sosialisasi Bantuan Hidup Dasar siang hari ini disampaikan oleh Peltu Nuril Huda selaku Kepala Poliklinik Kesehatan 06.10.03 Paser, untuk memberikan pengetahuan dasar kepada para generasi penerus.


"Alhamdulillah siang hari ini kita bisa silaturahmi serta berbagai ilmu kepada para Santri Pesantren Anwarus Salaf terkait ilmu pertolongan pertama" ujar Peltu Nuril.


Kegiatan ini ditanggapi secara positif baik oleh pengurus Yayasan maupun para santri yang ingin memiliki ilmu pertolongan pertama.


Sosialisasi tersebut terdiri dari pengenalan ciri-ciri gejala terhadap korban, penanganan pertama serta mengatasi berbagai kondisi saat terjadi insiden maupun kecelakaan dilapangan.


Metode ini juga diterapkan kepada Masyarakat maupun di Militer dengan tujuan memberikan pertolongan pertama kepada korban sebelum Tim Medis datang.


Sosialisasi ini dilaksanakan di Pesantren serta menjadi salah satu rangkaian dalam memperingati Hari Ulang Tahun TNI ke 81. 


Dim 0904/Psr

Jembatan Garuda Respen Tubu Jadi Penghubung Kehidupan, Perkuat Akses Ekonomi Petani

 


Malinau – Kehadiran Jembatan Garuda Respen Tubu melalui program pembangunan jembatan yang dilaksanakan Kodim 0910/Mln menjadi harapan baru bagi masyarakat, khususnya para petani di wilayah Respen Tubu, Kabupaten Malinau.


Jembatan tersebut tidak hanya menjadi sarana penghubung antarwilayah, tetapi juga membuka akses yang lebih mudah bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, terutama bagi para petani yang selama ini menghadapi kendala saat membawa hasil pertanian menuju tempat penjualan.


Dengan kondisi jembatan yang kini lebih mudah dilalui, para petani dapat membawa hasil panen seperti sayur-mayur dengan lebih aman dan efisien. Akses transportasi yang semakin baik turut mengurangi kesulitan serta waktu dan tenaga yang sebelumnya harus dikeluarkan dalam mengangkut hasil pertanian.


Bagi masyarakat, Jembatan Garuda Respen Tubu menjadi lebih dari sekadar infrastruktur. Jembatan ini menjadi penghubung kehidupan, yang memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus membuka peluang peningkatan nilai ekonomi keluarga.


Komandan Kodim 0910/Mln menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tersebut merupakan bagian dari komitmen TNI AD melalui Kodim 0910/Mln untuk membantu mengatasi kesulitan masyarakat serta mendukung percepatan pembangunan di wilayah.


“Kami berharap keberadaan jembatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya para petani, sehingga akses membawa hasil panen menjadi lebih mudah dan pada akhirnya dapat membantu meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ujar Dandim 0910/Mln.


Bagi para petani Respen Tubu, jembatan tersebut kini menjadi bagian penting dalam perjalanan mereka dari kebun menuju pasar. Setiap hasil panen yang melintasi jembatan membawa harapan baru untuk kehidupan keluarga yang lebih baik.

Polsek Kurik dan Tim Gabungan Bergerak Cepat Tangani Karhutla


  

Jayapura – Personel Polsek Kurik bersama TNI dan tim gabungan bergerak cepat menangani kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Kampung Wonorejo, Distrik Kurik, Kabupaten Merauke, Jumat (11/09/2026).


Respons cepat dilakukan setelah personel Polsek Kurik menerima informasi mengenai kebakaran lahan yang berada tidak jauh dari permukiman warga. 


Petugas kemudian segera mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi serta melakukan langkah penanganan.


Setibanya di lokasi, personel Polsek Kurik bersama anggota TNI dan tim gabungan langsung melakukan upaya pemadaman dan pengamanan di sekitar area terdampak. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, kebakaran diperkirakan melanda lahan seluas kurang lebih 3 hektare.


Selain melakukan pemadaman, petugas juga melakukan penyekatan dan pemantauan di sekitar lokasi guna mencegah api merembet ke arah permukiman warga. 


Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengantisipasi meluasnya kebakaran serta memastikan keselamatan masyarakat di sekitar lokasi.


Berkat respons cepat dan sinergi antara Polri, TNI, serta tim gabungan, kobaran api berhasil dipadamkan dan kondisi di sekitar lokasi dapat dikendalikan. Petugas selanjutnya melakukan pemantauan untuk memastikan tidak terdapat titik api yang berpotensi menimbulkan kebakaran susulan.


Kapolres Merauke, AKBP Leonardo Yoga, S.I.K., M.M., melalui Ps. Kapolsek Kurik, Ipda Widi Mulyono, S.Sos., mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla, khususnya saat kondisi cuaca panas dan kering.


“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Apabila menemukan titik api atau mengetahui adanya kebakaran lahan, segera laporkan kepada pihak kepolisian atau petugas terkait agar dapat ditangani dengan cepat dan tidak meluas,” imbaunya.


Ia menegaskan bahwa sinergi antara aparat dan masyarakat sangat diperlukan dalam mencegah serta menangani Karhutla, terutama untuk melindungi permukiman dan lingkungan dari dampak kebakaran.