View AllNews

Nasional

Hukum

Latest News

29/08/26

Kini Tim 1 Personel TNI Dan Gabungan Bergerak Ke Suatang, Untuk Padamkan Api



Kodim 0904/Paser, Paser Balengkong - Terkait laporan masyarakat Terkait kebakaran lahan di RT 9 Desa Suatang, Tim 1 Gabungan TNI beserta Instansi terkait segera bergerak ke titik api guna jinakkan kebakaran yang membakar lahan. Sabtu (29/8/2026)


Personel Gabungan yang terdiri dari anggota Koramil 02/Paser Balengkong, Polsek Balengkong, BPBD Paser, Damkar Kecamatan Paser Balengkong dan relawan segera mendatangi titik api yang berada di Desa Suatang.


Api sudah berkobar selama 20 menit sebelum Tim Gabungan Karhutla tiba di titik lokasi.


Dimana api sudah membakar lahan hampir seluar 1 hektar. Masih belum diketahui apa penyebab kebakaran Tim tetap melakukan pemadaman guna mencegah terjadinya penyebaran kebakaran.


Dari menyiapkan alat pemadam dari mobil Tanki BPBD sampai memanfaatkan alat seadanya guna memadamkan si jago merah yang melahap lahan kering akibat Kemarau tersebut.


Himbauan sudah disebar luaskan baik secara lisan maupun melalui jejaring sosial untuk mengurangi kebakaran di wilayah Paser, namun Personel Gabungan tetap melakukan sosialisasi secara rutin kepada warga binaan khususnya warga Paser. 


Dalam kegiatan tersebut api sudah dapat dipadamkan dan tidak ditemukan korban jiwa, namun api berhasil melahap lahan masyarakat Desa Suatang.


Dim 0904/Psr

Shalat Istisqa Yang Digelar Kodim 0904/Paser Dihadiri Ribuan Masyarakat


Kodim 0904/Paser, Tanah Grogot - Ribuan masyarakat ikuti salat istisqa yang dilaksanakan Kodim 0904/Paser bersama Forkompinda dan masyarakat Kabupaten Paser, di halaman Masjid Agung Nurul Falah, Kecamatan Tanah Grogot, Sabtu (29/8/2026).


Pagi ini Ustadz Abdus Somad menjadi imam dan khatib dalam salat sunnah muakkad yang dikerjakan dalam memohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala untuk menurunkan hujan saat terjadi kemarau panjang atau kekeringan disuatau wilayah.


“Semoga apa yang kita minta, kita hajatkan pagi hari ini, Allah bisa mengabulkan, sehingga bisa segera turun hujan. Kita juga mendoakan seluruh tim gabungan yang telah memadamkan karhutla saat ini,” tutur H. Ikhwan Antasari selaku Wakil Bupati Paser.


Fenomena El Nino ekstrim saat ini menyebabkan kekeringan. Hal tersebut menjadi intropeksi seluruh kalangan masyarakat, bagaimana dalam kondisi ini menjaga alam tetap dalam kondisi stabil.


Dengan begitu, Ikhwan Antasari mengimbau kepada masyarakat untuk tidak memanfaatkan kondisi saat ini untuk membuka lahan dengan cara membakar.


“Terpenting, mengimbau masyarakat untuk menjaga kondisi alam ini dan kita minta kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar,” imbau Wakil Bupati Paser.


Dandim 0904/Psr, Letkol Inf Edy Wahyu Satriyadi, S.I.P., M.i.P., menyampaikan bahwa Kodim 0904/Paser telqh mengerahkan seluruh tenaga untuk berkolaborasi dengan Instansi Terkait se Paser, untuk memadamkan dan mencegah terjadinya karhutla.


Tim gabungan yang terdiri dari beberapa stakeholder siap siaga di posko-posko terpadu di setiap Kecamatan. Tim di Kecamatan merupakan salah satu regu gerak cepat ketika ada laporan karhutla, sekaligus intens melakukan imbauan kepada masyarakat tentang bahaya karhutla.


“Inisiasi Kodim Paser dan Polres Paser, kemudian ditindaklanjuti Pemkab Paser, terbentuklah posko-posko di setiap kecamatan, terus berjalan sampai saat ini,” tutur Dandim 0904/Paser.


Dim 0904/Psr

Bersama Stakeholder, Babinsa Argosari Monitoring Wilayah Pasca Karhutlah

 


Lumajang – Dalam upaya memastikan kondisi wilayah tetap aman pascakebakaran hutan dan lahan (Karhutlah), Babinsa Argosari Koramil 0821-03/Senduro Sertu Edi Kuswanto bersama sejumlah stakeholder melaksanakan pemantauan dan monitoring wilayah pasca Karhutlah di Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (29/8/2026).


Kegiatan tersebut melibatkan Masyarakat Peduli Api (MPA) Argosari, personel BPBD Kabupaten Lumajang, personel Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), serta para relawan.


Monitoring dilakukan untuk mengetahui kondisi terkini kawasan yang sebelumnya terdampak kebakaran sekaligus memastikan tidak terdapat titik api baru yang berpotensi memicu kebakaran susulan.


Berdasarkan pemantauan koordinat satelit, lokasi yang menjadi sasaran monitoring berada di wilayah Ledok Bedor pada titik koordinat -7.977162, 112.980247, dengan luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai kurang lebih 20 hektare.


Untuk mencapai lokasi, tim harus menempuh jarak sekitar 2,39 kilometer (1,48 mil) dengan kondisi medan berupa perbukitan. Perjalanan menuju lokasi diperkirakan membutuhkan waktu sekitar enam jam dengan berjalan kaki menyusuri bukit.


Saat dikonfirmasi Sertu Edi Kuswanto menyampaikan bahwa monitoring pasca Karhutlah merupakan langkah penting untuk memastikan situasi di lokasi benar-benar aman, terutama dengan melakukan pengecekan terhadap kemungkinan munculnya titik api baru.


“Monitoring ini kami lakukan bersama stakeholder dan relawan untuk mengetahui kondisi terkini di lokasi bekas kebakaran. Selain memastikan tidak ada titik api baru, kegiatan ini juga sebagai langkah antisipasi agar potensi kebakaran susulan dapat segera diketahui dan ditangani,” ujarnya.


Menurutnya, medan yang cukup sulit dan perjalanan yang membutuhkan waktu panjang tidak menyurutkan semangat tim untuk melakukan pemantauan secara langsung. Sinergi antara Babinsa, BPBD, TNBTS, MPA, mahasiswa, dan relawan menjadi bagian penting dalam menjaga kawasan hutan dan lahan di wilayah Desa Argosari.


Kegiatan monitoring juga menjadi bentuk kesiapsiagaan bersama dalam menghadapi potensi Karhutlah, mengingat kondisi kawasan perbukitan membutuhkan perhatian dan pemantauan secara berkelanjutan.


Melalui kegiatan tersebut, diharapkan kondisi wilayah pasca kebakaran dapat terus terpantau dengan baik serta setiap indikasi munculnya titik api baru dapat segera diketahui, sehingga langkah penanganan dapat dilakukan secara cepat dan terpadu. (Pendim0821)

Jaga Kebersihan Lingkungan, Babinsa Selokgondang Ajak Warga Hidupkan Gotong Royong

 


Lumajang – Dalam upaya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mempererat kebersamaan dengan masyarakat, Babinsa Selokgondang Koramil 0821-02/Sukodono Serka Cahyo Pranowo turut melaksanakan kerja bakti bersama warga membersihkan kanan dan kiri jalan di Dusun Laspoleng, Desa Selokgondang, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (29/8/2026).


Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian Babinsa terhadap kondisi lingkungan wilayah binaan. Bersama warga, bergotong royong membersihkan rumput liar, semak-semak, serta berbagai material yang mengganggu kebersihan di sepanjang sisi jalan.


Dalam kesempatan itu, Serka Cahyo Pranowo mengatakan, kerja bakti menjadi sarana untuk menumbuhkan semangat gotong royong sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.


“Melalui kegiatan kerja bakti seperti ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan. Selain membuat jalan lebih bersih dan nyaman, kegiatan ini juga dapat mempererat hubungan kebersamaan antara Babinsa dengan warga,” ujar dia.


Menurutnya, lingkungan yang bersih tidak hanya memberikan kenyamanan bagi masyarakat, tetapi juga mendukung kelancaran aktivitas warga yang memanfaatkan akses jalan tersebut setiap hari.


Sementara itu, Kasun Laspoleng, Subangkit, menyampaikan bahwa pihaknya berharap kegiatan bersih-bersih lingkungan dapat terus dilakukan secara berkesinambungan sehingga kebersihan kanan dan kiri jalan maupun lingkungan Dusun Laspoleng tetap terjaga.


“Kerja bakti ini merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap lingkungan. Dengan adanya kebersamaan antara Babinsa dan warga, pekerjaan menjadi lebih ringan dan semangat gotong royong masyarakat semakin kuat,” ungkapnya.


Kegiatan kerja bakti tersebut berlangsung dengan penuh semangat dan kekeluargaan. Kebersamaan Babinsa bersama warga diharapkan menjadi contoh nyata pentingnya gotong royong dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat. (Pendim0821)

Dandim 0821/Lumajang Bersama Forkopimda Cek Rute, Semarakkan Lumajang Carnival 2026

 


Lumajang — Semangat kebersamaan dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 terlihat dalam pelaksanaan Lumajang Carnival 2026, yang digelar di Jalan Alun-Alun Utara, Kelurahan Rogotrunan, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang, Sabtu (29/8/2026).


Dandim 0821/Lumajang Letkol Arh. Anton Subhandi, S.A.P., M.I.P., bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Lumajang menghadiri pembukaan kegiatan yang diikuti 32 peserta dari berbagai instansi dan gabungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lumajang.


Sebelum pelepasan peserta carnival, Dandim bersama Forkopimda terlebih dahulu melakukan pengecekan rute menggunakan kendaraan taktis. Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan jalur sekaligus melihat langsung kondisi di lapangan agar seluruh rangkaian carnival dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar.


Dalam perjalanan mengecek rute, Dandim bersama Forkopimda juga menyempatkan diri menyapa masyarakat yang berada di sepanjang jalur. Interaksi tersebut mendapat sambutan antusias dari warga dan menjadi gambaran kedekatan antara unsur pimpinan daerah dengan masyarakat.


Lumajang Carnival 2026 tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga menjadi ruang untuk menampilkan kreativitas, keberagaman, serta potensi daerah dalam bingkai semangat kemerdekaan. Keterlibatan berbagai instansi dan OPD menunjukkan kuatnya kolaborasi dalam menghadirkan kegiatan yang mampu menyatukan masyarakat.


Dandim 0821/Lumajang menegaskan bahwa momentum HUT RI harus diisi dengan kegiatan positif yang mampu memperkuat persatuan dan kebersamaan.


“Semangat kemerdekaan harus terus kita jaga melalui kebersamaan, kreativitas, dan gotong royong. Sinergi TNI, Polri, pemerintah daerah, serta masyarakat menjadi kekuatan penting dalam membangun Lumajang,” ujarnya.


Antusiasme masyarakat yang memadati sepanjang rute semakin menambah kemeriahan Lumajang Carnival 2026. Momentum tersebut sekaligus menjadi cerminan bahwa semangat kemerdekaan terus hidup melalui karya, kebersamaan, dan persatuan masyarakat Lumajang.(Pendim0821)

Babinsa Koramil Pandawan Pastikan Jalan Santai HUT RI Berlangsung Aman

  


HULU SUNGAI TENGAH – Babinsa Koramil 1002-05/Pandawan dipimpin Peltu Adie Riyanto melaksanakan pengamanan kegiatan jalan santai dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026 di wilayah Kecamatan Pandawan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Sabtu (29/8).


Pengamanan dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib dan lancar. Babinsa bersama unsur terkait turut mengatur jalannya peserta, terutama pada sejumlah titik yang menjadi lintasan kegiatan.


Peltu Adie Riyanto mengatakan kehadiran personel TNI dalam kegiatan masyarakat merupakan bagian dari upaya memberikan rasa aman sekaligus mendukung kelancaran berbagai kegiatan dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI.


"Kami berupaya memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib, sehingga masyarakat dapat mengikuti jalan santai dengan nyaman," ujarnya.


Sementara itu, Danramil 1002-05/Pandawan Kapten Inf Muhammad Fadillah melalui Peltu Adie Riyanto menyampaikan bahwa pengamanan kegiatan masyarakat merupakan bentuk dukungan TNI terhadap kegiatan positif yang dilaksanakan warga.


Menurut dia, momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI hendaknya menjadi sarana mempererat kebersamaan dan meningkatkan semangat persatuan di tengah masyarakat.


"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung. Semangat kemerdekaan harus kita isi dengan kegiatan positif yang mempererat silaturahmi dan kebersamaan," katanya.


Kegiatan jalan santai tersebut berlangsung meriah dengan diikuti masyarakat dari berbagai kalangan. Kehadiran Babinsa di lapangan diharapkan dapat memberikan rasa aman serta memastikan seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan hingga selesai dengan tertib.(pen1002hst).

PERNAS ADINKES 2026 Dorong Kolaborasi Pengendalian Dengue



Malang, 24 Agustus 2026 – Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia (ADINKES) menyelenggarakan Pertemuan Nasional (PERNAS) ADINKES 2026 di Malang, Jawa Timur, pada 4–7 Agustus 2026.


Mengusung tema “Kolaborasi Menuju Layanan Primer Kuat”, kegiatan ini mempertemukan perwakilan Dinas Kesehatan, Puskesmas, laboratorium kesehatan, tenaga medis dan kesehatan, akademisi, praktisi, pemerintah desa dan kelurahan, serta lembaga swadaya masyarakat. Pertemuan tersebut bertujuan memperkuat layanan kesehatan primer sesuai Rencana Strategis Kementerian Kesehatan 2025–2029.


PERNAS ADINKES 2026 membahas penguatan layanan hipertensi, percepatan penurunan stunting, pengendalian AIDS, tuberkulosis, malaria, peningkatan tata kelola Puskesmas, pemanfaatan teknologi, serta pengendalian dengue yang berdampak luas terhadap masyarakat, sistem kesehatan, dan perekonomian.


“PERNAS ADINKES menjadi ruang bagi pemerintah pusat dan daerah, fasilitas pelayanan kesehatan, akademisi, organisasi masyarakat, serta mitra pembangunan untuk memperkuat koordinasi dan menerjemahkan kebijakan kesehatan menjadi langkah yang dapat diterapkan di lapangan. Pengendalian dengue merupakan salah satu contoh isu yang membutuhkan kolaborasi tersebut, karena dampaknya dirasakan oleh hampir seluruh daerah dan perlu pendekatan menyeluruh dengan menggunakan semua modalitas dan melibatkan berbagai pihak,” ujar dr. M. Subuh, MPPM, Ketua Umum PP ADINKES.


Beban Dengue Capai Hampir Rp9 Triliun

Studi Universitas Gadjah Mada (UGM) memperkirakan pada 2024 terdapat lebih dari dua juta rawat inap akibat dengue. Total beban ekonomi penyakit tersebut mencapai hampir Rp9 triliun bagi sistem kesehatan, pasien, dan keluarga.


Dari jumlah tersebut, biaya dengue bagi BPJS Kesehatan diperkirakan sekitar Rp3 triliun. Pasien BPJS dan keluarganya masih menanggung sekitar Rp3,5 triliun melalui pengeluaran langsung dan hilangnya pendapatan. Sementara beban pasien di segmen swasta, termasuk biaya medis, nonmedis, dan hilangnya pendapatan, diperkirakan mencapai Rp2,2 triliun.


Pemerintah memperkuat pengendalian dengue melalui Rencana Aksi Nasional (RAN) Pengendalian Dengue terbaru yang mencakup surveilans dan deteksi dini, tata laksana kasus, pengendalian vektor, pemberdayaan masyarakat, pemanfaatan Wolbachia, serta vaksinasi sebagai bagian dari strategi pencegahan terintegrasi.


dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P(K), FISR, Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, menyoroti pentingnya penguatan surveilans dan integrasi data.


“Salah satu tantangan yang perlu segera kita benahi adalah penguatan surveilans dan integrasi data. Perbedaan antara data surveilans dan data klaim pelayanan menunjukkan bahwa beban dengue yang sebenarnya kemungkinan masih lebih besar daripada yang tercatat. Oleh karena itu, integrasi data antara Kementerian Kesehatan, BPJS Kesehatan, dan fasilitas pelayanan kesehatan menjadi sangat penting untuk mendukung deteksi dini, respons cepat, dan pengambilan kebijakan yang lebih tepat sasaran. Pengendalian dengue harus dilakukan melalui pendekatan terpadu yang menyasar lingkungan, vektor, dan manusia secara bersamaan. Upaya pemberantasan sarang nyamuk, Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik, pengendalian vektor berbasis risiko termasuk pemanfaatan Wolbachia, serta penguatan komunikasi perubahan perilaku harus berjalan beriringan dengan pengembangan vaksinasi dengue yang berbasis bukti dan rekomendasi ilmiah.”


Diagnosis, Tatalaksana, dan Pencegahan

Kemampuan fasilitas pelayanan kesehatan primer dalam mengenali dan menangani dengue menjadi bagian penting dalam menekan risiko keparahan dan kematian. Tenaga kesehatan perlu mengenali tanda bahaya, memantau kondisi pasien, memberikan tata laksana yang tepat, dan merujuk pasien bila diperlukan.


“Diagnosis dan tatalaksana yang cepat dan tepat sangat penting pada kasus dengue. Salah satu kunci yang juga sering dilupakan adalah pemantauan kondisi pasien secara berkesinambungan. Diagnosis dapat dibantu dengan beberapa pemeriksaan laboratorium yang tersedia, sekalipun sesuai prinsip kedokteran, memahami riwayat sakit dan memeriksa kondisi pasien secara teliti adalah modal utama. Karena dengue tidak memiliki antivirus yang mujarab, upaya pencegahan sangat diandalkan. Salah satu modalitas pencegahan adalah melalui vaksinasi, yang akan melengkapi strategi pengendalian dengue standar seperti pemberantasan sarang nyamuk, 3M Plus, dan edukasi masyarakat secara terus menerus. Setiap intervensi memiliki peran yang saling melengkapi, sehingga hasil yang optimal akan dicapai apabila seluruh upaya tersebut bisa dilaksanakan secara konsisten dan terintegrasi,” ujar Prof. Dr. Dominicus Husada, dr., SpA(K), Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.


Pembahasan dengue dikemas dalam simposium “Upaya Strategis Pengendalian Dengue” pada 6 Agustus 2026. Simposium membahas RAN Pengendalian Dengue, pembiayaan, diagnosis dan tata laksana, pencegahan melalui vaksinasi, beban dengue, penguatan layanan di Puskesmas, desain program vaksinasi daerah, serta pembelajaran dari implementasi vaksinasi dengue di Kabupaten Probolinggo.


Sebagai tindak lanjut, PP ADINKES menyampaikan rekomendasi kepada Kementerian Kesehatan untuk memperkuat pengendalian dengue. Rekomendasi tersebut meliputi, Integrasi data dengue dari Kementerian Kesehatan, BPJS Kesehatan, dan sumber data kesehatan lainnya, Penguatan surveilans melalui pemeriksaan dan pelaporan IgG, IgM, dan NS1 di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), disertai kajian biaya dan manfaat untuk mempertimbangkan layanan nonkapitasi, Penguatan kepemimpinan dan kolaborasi lintas sektor dengan indikator kinerja yang terukur, Penggunaan vaksin dengue secara bertahap di daerah dengan endemisitas tinggi setelah melalui proses, Health Technology Assessment (HTA) Kementerian Kesehatan dengan mempertimbangkan rekomendasi teknis, data epidemiologi, efektivitas, dan keamanan vaksin.


Melalui PERNAS ADINKES 2026, ADINKES mendorong kebijakan nasional diterjemahkan menjadi program yang efektif, terukur, dan sesuai kebutuhan masyarakat. Penguatan layanan primer, pengendalian penyakit menular dan tidak menular, percepatan penurunan stunting, tata kelola Puskesmas, serta pengendalian dengue membutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, fasilitas pelayanan kesehatan, akademisi, organisasi profesi, dunia usaha, organisasi masyarakat, dan publik.


28/08/26

Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Desa, Stafter Kodim 0910/Malinau Komsos di Desa Putat

  


MALINAU, Kalimantan Utara – Dalam rangka mendukung peningkatan pembangunan desa, Anggota Staf Teritorial (Stafter) Kodim 0910/Malinau melaksanakan Komunikasi Sosial (Komsos) bersama aparat Pemerintah Desa Putat, Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau, Jumat (28/8/2026).


Kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban tersebut menjadi sarana untuk mempererat hubungan sekaligus memperkuat koordinasi antara TNI dan pemerintah desa. Anggota Stafter Kodim 0910/Malinau Serka Akbar dan Serda Agustinus bersama aparat desa bertukar informasi mengenai kondisi wilayah, kebutuhan masyarakat, serta berbagai hal yang berkaitan dengan pembangunan desa.



Serka Akbar mengatakan, Komsos merupakan bagian dari upaya membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah desa agar setiap program pembangunan dapat berjalan secara selaras dan memberikan manfaat bagi masyarakat.



“Melalui komunikasi yang baik, kita dapat mengetahui kondisi dan kebutuhan masyarakat sehingga dapat bersama-sama mendukung pembangunan serta kemajuan Desa Putat,” ujar Serka Akbar.



Menurutnya, sinergi antara TNI dan pemerintah desa perlu terus diperkuat karena pembangunan membutuhkan kerja sama seluruh pihak. Selain mendukung pembangunan, komunikasi yang rutin juga penting untuk menjaga keamanan, ketertiban dan kondusivitas wilayah.



Kegiatan Komsos tersebut sekaligus menjadi wujud kehadiran TNI dalam mendukung pemerintah desa dan masyarakat. Melalui koordinasi yang berkesinambungan, diharapkan sinergi yang terbangun dapat memberikan kontribusi positif bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Desa Putat.