View AllNews

Nasional

Hukum

Latest News

23/09/26

Ondoafi Bagaiserwar Imbau Masyarakat Tak Jadi Penggerak Penolakan Program MBG

 



Jayapura – Ondoafi Kampung Bagaiserwar, Kaleb Sawen, mengimbau masyarakat, tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuda, serta organisasi kemasyarakatan di Kabupaten Sarmi agar tidak menjadi penggerak aksi penolakan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG).


Imbauan tersebut disampaikan Kaleb dalam kegiatan Diskusi Adat Ketahanan Pangan Berbasis Lumbung Desa dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional yang berlangsung di Kampung Bagaiserwar 2, Distrik Sarmi, Selasa (22/9/2026). 


Dalam kegiatan tersebut, Kaleb mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kabupaten Sarmi.


Menurutnya, setiap persoalan atau kendala dalam pelaksanaan Program MBG sebaiknya disampaikan melalui mekanisme dialog dan komunikasi dengan pihak terkait sehingga dapat menjadi bahan evaluasi dan perbaikan.


“Terkait dengan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), saya mengimbau kepada masyarakat maupun organisasi lainnya agar tidak menjadi penggerak kegiatan penolakan yang dapat menimbulkan keresahan, mengganggu aktivitas masyarakat maupun menghambat pelaksanaan program yang ditujukan bagi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok penerima manfaat,” ujar Kaleb. 


Kaleb menegaskan, masyarakat tetap memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi. Namun, penyampaian aspirasi tersebut diharapkan dilakukan secara damai, tertib, dan bertanggung jawab serta tidak disertai tindakan provokatif.


“Penyampaian aspirasi merupakan hak masyarakat, namun harus dilakukan secara damai, tertib dan bertanggung jawab serta tidak disertai tindakan provokatif,” katanya. 


Ia juga mengajak kepala suku, ondoafi, tokoh agama, tokoh pemuda, serta seluruh komponen masyarakat untuk memberikan pemahaman kepada warga agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, khususnya informasi yang beredar melalui media sosial.


Menurut Kaleb, perbedaan pandangan terhadap suatu program tidak seharusnya berkembang menjadi konflik sosial. Kepentingan anak-anak dan masyarakat, kata dia, perlu menjadi perhatian bersama, sedangkan berbagai persoalan yang muncul dapat diselesaikan melalui komunikasi dan musyawarah.


Kaleb juga mengaitkan pentingnya menjaga situasi keamanan dengan keberlangsungan aktivitas masyarakat. Menurutnya, keamanan dan ketertiban yang terjaga dapat memberikan ruang bagi masyarakat untuk menjalankan aktivitas pertanian, ekonomi, pendidikan, serta berbagai kegiatan pembangunan dengan baik. 


Dalam momentum Hari Tani Nasional, ia mengajak masyarakat memperkuat persatuan, gotong royong, dan kepedulian terhadap kepentingan bersama.


Kaleb kembali mengimbau masyarakat dan organisasi kemasyarakatan di Kabupaten Sarmi agar tidak melakukan tindakan provokatif atau menjadi penggerak penolakan yang berpotensi mengganggu kamtibmas.


“Mari menyampaikan setiap aspirasi secara damai, tertib dan bertanggung jawab demi kepentingan masyarakat dan masa depan generasi Papua,” pungkasnya.

Ketua LMA Sarmi Imbau Masyarakat Tak Terprovokasi Isu Keamanan

 



Jayapura – Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Sarmi, Frans Sawen, mengimbau seluruh masyarakat adat di Kabupaten Sarmi agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi maupun isu yang belum dapat dipastikan kebenarannya, khususnya yang beredar melalui media sosial.


Imbauan tersebut disampaikan Frans dalam kegiatan Diskusi Adat Ketahanan Pangan Berbasis Lumbung Desa dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional di Kampung Bagaiserwar, Distrik Sarmi, Selasa (22/9/2026).


Frans menyampaikan keprihatinannya terhadap rentetan aksi gangguan keamanan yang terjadi di Kabupaten Jayawijaya. Menurutnya, situasi tersebut dapat menimbulkan keresahan dan mengganggu aktivitas masyarakat.


Ia meminta masyarakat tetap tenang, menjaga hubungan kekeluargaan, serta tidak melakukan tindakan yang dapat memperkeruh situasi keamanan.


“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat adat di Kabupaten Sarmi agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi maupun isu yang belum dapat dipastikan kebenarannya, khususnya informasi yang beredar melalui media sosial,” ujar Frans.


Frans juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengambil tindakan sendiri apabila menemukan informasi atau aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan. Menurutnya, hal tersebut sebaiknya disampaikan kepada pihak berwenang melalui jalur yang tepat.


Ia mengajak para kepala suku, ondoafi, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta seluruh masyarakat adat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah masing-masing.


Menurut Frans, situasi keamanan yang terjaga menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung aktivitas masyarakat dan keberlangsungan pembangunan, termasuk penguatan ketahanan pangan berbasis kampung dan lumbung desa.


Dalam momentum Hari Tani Nasional, Frans mengajak masyarakat mengedepankan persatuan, gotong royong, musyawarah, dan kedamaian. Ia mengingatkan agar persoalan keamanan maupun informasi yang belum terverifikasi tidak sampai memicu perpecahan antarmasyarakat dan menghambat pembangunan di Tanah Papua.


“Sebagai Ketua LMA Sarmi, saya mengajak seluruh masyarakat adat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan, menghormati hukum yang berlaku, memperkuat komunikasi antarwarga serta menciptakan suasana yang aman dan kondusif sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas pertanian, ekonomi dan kehidupan sosial dengan baik,” katanya.


Frans juga mengajak masyarakat menjaga Kabupaten Sarmi tetap aman, damai, dan kondusif. Menurutnya, keamanan yang terjaga akan memberikan ruang bagi masyarakat untuk bekerja, bertani, dan membangun kampung guna memperkuat ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan bersama.


“Mari kita jaga Sarmi tetap aman, damai dan kondusif. Dengan keamanan yang terjaga, masyarakat dapat bekerja, bertani dan membangun kampung untuk mewujudkan ketahanan pangan dan kesejahteraan bersama,” pungkasnya.

Tokoh Masyarakat Tolikara Ajak Generasi Muda Jaga Kondusivitas Papua

 



Jayapura – Tokoh masyarakat adat Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, Karmin Yikwa, mengajak generasi muda Papua tidak mudah terpengaruh oleh ajakan yang dinilai berpotensi mengganggu stabilitas keamanan dan keharmonisan sosial di tengah masyarakat.


Pernyataan tersebut disampaikan Karmin menyikapi aktivitas Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang menurutnya kerap menimbulkan keresahan dan berpotensi memicu ketegangan di tengah masyarakat Papua.


Karmin menegaskan, masyarakat adat Papua memiliki kepentingan bersama untuk menjaga situasi keamanan tetap aman dan kondusif. Menurutnya, kondisi tersebut penting agar aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan baik, pembangunan terus berlanjut, serta kesejahteraan masyarakat meningkat.


“Aspirasi yang dibawa KNPB tidak mencerminkan keinginan seluruh masyarakat adat Papua, khususnya di wilayah Tolikara. Masyarakat adat lebih menginginkan situasi yang aman dan kondusif agar roda pembangunan dapat berjalan tanpa gangguan,” ujar Karmin dalam keterangan tertulis, Selasa (22/9/2026).


Ia mengatakan, menjaga keamanan merupakan tanggung jawab bersama. Berbagai bentuk provokasi dan ketegangan di tengah masyarakat, kata dia, dapat menghambat pembangunan serta mengganggu tatanan sosial yang selama ini terpelihara.


Karmin juga mengingatkan masyarakat agar tetap menjunjung tinggi kearifan lokal dan nilai persaudaraan yang menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Papua.


“Stabilitas keamanan merupakan aset paling berharga untuk menjamin kesejahteraan masa depan anak cucu di Tolikara,” tegasnya.


Secara khusus, Karmin meminta generasi muda Papua tidak mudah terpengaruh propaganda maupun ajakan dari kelompok yang memiliki agenda tertentu.


Ia mendorong kaum muda untuk menempuh pendidikan dan menjadikan dialog sebagai ruang menyampaikan aspirasi sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan daerah.


Menurut Karmin, masa depan Papua perlu dibangun melalui kerja sama dan kolaborasi dengan berbagai pihak, bukan melalui tindakan yang berpotensi memicu konflik horizontal.


“Masyarakat adat menginginkan situasi yang aman, damai, serta kondusif agar pembangunan dapat berjalan dengan baik dan kesejahteraan masyarakat dapat terus meningkat,” tandas Karmin.

Rakor Kamtibmas, Polda Papua dan Pemprov Papua Pegunungan Susun Langkah Strategis Bersama

 


Jayapura – Polda Papua bersama Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dalam rangka analisis dan evaluasi perkembangan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Papua Pegunungan, Rabu (23/09/2026).


Rakor yang berlangsung di Aula Grand Baliem Hotel, Wamena, dihadiri Kapolda Papua, Irjen Pol. Patrige R. Renwarin, S.H., M.Si., Gubernur Papua Pegunungan, Jhon Tabo, unsur TNI-Polri, para kepala daerah, serta tokoh adat, tokoh agama dan tokoh masyarakat. 


Forum tersebut menjadi wadah untuk menyatukan persepsi dan membahas langkah strategis dalam menghadapi dinamika Kamtibmas di wilayah Papua Pegunungan.


Dalam arahannya, Kapolda Papua menegaskan bahwa perlindungan terhadap masyarakat menjadi perhatian utama dalam penanganan situasi keamanan. 


Ia menyampaikan, berbagai aksi kekerasan bersenjata yang terjadi telah berdampak terhadap masyarakat sipil, pelayan publik maupun aparat keamanan.


“Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi. Karena itu, penanganan situasi Kamtibmas harus berorientasi pada perlindungan masyarakat serta dilakukan secara profesional, terukur dan sesuai dengan ketentuan hukum,” ucap Kapolda Papua.


Berdasarkan hasil evaluasi, sepanjang Januari hingga September 2026 tercatat 642 gangguan Kamtibmas di wilayah Papua Pegunungan. 


Dari jumlah tersebut, terdapat 76 aksi gangguan yang dikategorikan sebagai aksi KKB, dengan bentuk antara lain penembakan, pembakaran, kontak tembak, penganiayaan, pemalangan, penyanderaan, pengancaman dan perampasan senjata api.


Data evaluasi juga mencatat korban meninggal dunia akibat kekerasan bersenjata sepanjang 2026 terdiri dari 25 warga sipil, dua anggota TNI dan dua anggota Polri. Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian dalam pembahasan Rakor, khususnya terkait upaya meningkatkan perlindungan terhadap masyarakat dan menjaga stabilitas keamanan di wilayah Papua Pegunungan.


Kapolda Papua menyampaikan bahwa penanganan gangguan Kamtibmas membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan. 


Polda Papua bersama Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 terus melakukan penegakan hukum secara tegas, profesional dan terukur, dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis melalui program Binmas Noken.


“Penanganan persoalan keamanan tidak dapat dilakukan sendiri oleh aparat. Diperlukan kolaborasi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk bersama-sama menciptakan situasi yang aman dan kondusif,” kata Kapolda.


Sementara itu, Gubernur Papua Pegunungan menekankan pentingnya koordinasi antarlembaga dalam menyelesaikan berbagai persoalan di wilayahnya. 


Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menyatukan langkah, menghindari saling menyalahkan serta menyampaikan informasi yang benar dan menyejukkan kepada masyarakat.


Sebagai tindak lanjut, Polda Papua bersama pemangku kepentingan akan terus memperkuat pengamanan dan patroli pada sejumlah jalur yang dinilai rawan, termasuk jalur Wamena–Tolikara, Wamena–Yalimo, Wamena–Lanny Jaya dan Wamena–Nduga. Penguatan pendekatan kepada masyarakat melalui program Binmas Noken juga terus dilakukan, termasuk pembinaan generasi muda dan pelayanan kesehatan.


Melalui Rakor tersebut, Polda Papua dan Pemprov Papua Pegunungan berkomitmen memperkuat koordinasi serta menyusun langkah penanganan secara bersama, dengan mengedepankan perlindungan masyarakat, penegakan hukum dan pendekatan humanis guna mendukung terciptanya keamanan, kedamaian dan keberlangsungan pelayanan publik di Papua Pegunungan.

 

Sekda Paser Terima Purna Tugas Tim Mabes TNI Dalam Penanggullangan Karhutla

Kodim 0904/Paser, Tanah Grogot - Bertempat di Ruang Transit Kantor Bupati Paser telah dilaksanakan kegiatan Pisah Purna Tugas Tim Mabes TNI dalam penanggulangan Karhutla di wilayah Kabupaten Paser, dimana Tim diketuai oleh Brigjen TNI Joko Setyo Putro. Rabu (23/9/2026)


Suasana penuh keakraban mewarnai kegiatan pisah sambut Tim Satgas Penyuluh Pencegahan Karhutla Mabes TNI bersama Forkopimda Kabupaten Paser dimana tim diterima oleh Sekda Paser Drs. Katsul Wijaya.


Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Dandim 0904/Paser Lektol Inf Edy Wahyu Satriyadi, S.I.P., M.I.P., Kadis Sosial Kab. Paser Bapak Ir. Hassanudin, Kalak BPBD Paser Bapak Ruslan, Kadis Damkar Paser Bapak Muhammad Lukman Darma, Kasat Samapta AKP Agus Sanyoto beserta para tamu undangan.


Dalam kesan dan pesannya, Brigjen TNI Joko Setyo Putro menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Paser, TNI-Polri dan masyarakat selama pelaksanaan tugas. Keduanya berharap edukasi pencegahan Karhutla yang telah diberikan dapat terus dilanjutkan di tengah masyarakat.


Sementara itu, Bupati Paser dr. Fahmi Fadli menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Tim Satgas Mabes TNI atas dedikasi serta kontribusinya dalam memperkuat upaya pencegahan Karhutla di wilayah Paser, melalui Sekda Paser.


“Pencegahan Karhutla membutuhkan sinergitas dan kepedulian bersama. Semoga kerja sama yang telah terjalin dapat terus dipertahankan,”pungkas Ketua Tim Satgas Karhutla Mabes TNI.


Dandim 0904/Paser Letkol Inf Edy Wahyu Satriyadi, S.I.P., M.I.P., juga menyampaikan terima kasih atas keterlibatan Tim Satgas Karhutla dari Mabes TNI yang telah berkontribusi dalam penyuluhan pencegahan karhutla di Kecamatan-Kecamatan se Kabupaten Paser. 


Pisah sambut tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus meneguhkan komitmen bersama untuk terus menjaga hutan dan lahan dari ancaman Karhutla.


"Kami juga akan menyampaikan keluhan serta usul saran dari tingkat Pemkab Kabupaten Paser ke tingkat atas. Seperti solusi dalam penanganan karhutla yang sulit dijangkau oleh kendaraan tanki air" Katim Satgas menambahkan.


Dim 0904/Psr

Koramil Haruyan Bersama Warga Gotong Royong Bersihkan Parit, Cegah Genangan dan Jaga Kebersihan Lingkungan

 


HULU SUNGAI TENGAH – Anggota Koramil 1002-04/Haruyan bersama pemerintah desa dan masyarakat melaksanakan gotong royong membersihkan parit di Desa Haruyan, Kecamatan Haruyan Seberang, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Rabu (23/9/2026).


Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap kebersihan lingkungan sekaligus upaya menjaga kelancaran saluran air agar tidak tersumbat oleh sampah, rumput maupun material lainnya yang dapat menghambat aliran air.


Dengan menggunakan peralatan sederhana, personel Koramil bersama warga bahu-membahu membersihkan parit.


Suasana gotong royong pun terlihat di sepanjang lokasi kegiatan, mencerminkan semangat kebersamaan antara TNI dan masyarakat.


Danramil 1002-03/Haruyan Lettu Inf Riyanto menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.


“Gotong royong seperti ini bukan hanya untuk membersihkan parit, tetapi juga mempererat kebersamaan antara TNI dan masyarakat.


Dengan saluran air yang bersih dan lancar, lingkungan menjadi lebih nyaman serta potensi terjadinya genangan dapat diminimalkan,” ujarnya.


Menurutnya, menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, pihaknya mengajak masyarakat untuk secara rutin memperhatikan kondisi saluran air di lingkungan masing-masing.


“Kami mengajak warga untuk terus mempertahankan budaya gotong royong. Lingkungan yang bersih akan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat,” tambahnya.


Sementara itu, Kepala Desa Haruyan Seberang Rumansyah  menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran Koramil Haruyan yang telah ikut turun langsung bersama masyarakat dalam kegiatan tersebut.


“Kami mengucapkan terima kasih kepada Koramil Haruyan yang telah membantu warga dalam kegiatan pembersihan parit.


Kehadiran Babinsa dan anggota Koramil sangat membantu serta memberikan motivasi kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan,” katanya.


Rumansyah berharap kegiatan gotong royong seperti ini dapat terus dilakukan secara berkesinambungan sehingga kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan semakin meningkat.


“Kami berharap kebersamaan seperti ini terus terjalin. Dengan bergotong royong, pekerjaan yang berat menjadi lebih ringan dan lingkungan desa semakin bersih serta nyaman,” pungkasnya.(pen1002hst).

Perkuat Sinergi Forkopimda, Danramil Malinau Kota Hadiri Pelantikan Pejabat Pemkab Malinau

 


MALINAU, Kalimantan Utara – Dalam rangka memperkuat sinergi dan koordinasi antara TNI dengan pemerintah daerah, Komandan Kodim (Dandim) 0910/Malinau yang diwakili Danramil 0910-03/Malinau Kota Lettu Inf Jufri Yanto menghadiri kegiatan pelantikan, pengukuhan dan pengambilan sumpah/janji pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malinau, bertempat di Ruang Tebengang, Kantor Bupati Malinau, Rabu (23/9/2026).


Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Malinau serta jajaran pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malinau.


Pelantikan dan pengambilan sumpah/janji meliputi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, Pengawas, perubahan nomenklatur, pengangkatan pertama dan pengangkatan dari jabatan lain dalam jabatan fungsional di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Malinau Tahun 2026.


Kehadiran Danramil 0910-03/Malinau Kota mewakili Dandim 0910/Malinau merupakan bentuk komitmen Kodim 0910/Malinau dalam memperkuat komunikasi dan sinergi bersama pemerintah daerah serta unsur Forkopimda.


Melalui kegiatan tersebut, sinergi dan koordinasi antarinstansi diharapkan terus terjaga dalam mendukung kelancaran penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, serta pelayanan kepada masyarakat di Kabupaten Malinau.


(Pendim0910)

Kodim 0904/Paser Gelar Bazar Murah Menjelang HUT TNI KE-81


 

Kodim 0904/Paser, Tanah Grogot - Menyambut HUT ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kodim 0904/Paser menggelar bazar sembako murah di Outlet Pangan Paser, Jl. Kartini Kel. Tanah Grogot Kec. Tanah Grogot Kab. Paser. Selasa (22/9/2026)


Dandim 0904/Paser Letkol Inf Edy Wahyu Satriyadi, S.I.P., M.I.P., menyampaikan bahwa bazar yang digelar menyediakan berbagai kebutuhan sehari-hari, mulai dari beras, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, daging hingga hasil UMKM warga Paser. 


“Hari ini Kodim 0904/Paser beserta Dishanpangan Paser melaksanakan kegiatan bazar sembako murah sebagai bentuk membantu masyarakat. Untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari.,” ujar Dandim 0904/Paser.


Dandim 0904/Paser juga turun langsung ke lapangan dengan tujuan untuk  memastikan penerima manfaat jelas dan penyaluran sembako berjalan tertib.


Bazar murah ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan sosial Kodim 0904/Paser menjelang puncak peringatan HUT ke-81 TNI pada 5 Oktober 2026 di Kabupaten Paser.


Kegiatan Bazar Murah ini juga dilakukan secara Serentak di berbagai satuan Militer dan dilaksanakan secara Daring oleh seluruh prajurit TNI di Indonesia.


Dim 0904/Psr