View AllNews

Nasional

Hukum

Latest News

19/05/26

Polda Papua dan Uncen Perkuat Pendekatan Humanis dalam Penanganan Konflik Tanah Ulayat

 


Jayapura – Polda Papua bersama Universitas Cenderawasih menggelar kegiatan Forum Group Discussion (FGD) Pusat Studi Kepolisian dengan tema “Strategi Humanis Penegakan Hukum Terhadap Penanganan Perselisihan Tanah Ulayat di Papua” yang berlangsung di Aula Fakultas Ekonomi Universitas Cenderawasih, Kota Jayapura, Selasa (19/05/2026).


Kegiatan tersebut menjadi wadah dialog dan kolaborasi antara institusi kepolisian, akademisi, pemerintah, serta masyarakat adat dalam membahas pendekatan humanis terhadap penyelesaian konflik tanah ulayat di Papua.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Rektor IV Bidang Kerjasama dan Perencanaan Universitas Cenderawasih Dr. Basir Rohrohmana, S.H., M.Hum., Dir Intelkam Polda Papua selaku Plt. Irwasda Polda Papua Kombes Pol. Jan Wynand Imanuel Makatita, S.I.K., Dir Binmas Polda Papua Kombes Pol. Erick Kadir Sully, S.I.K., Ka SPN Polda Papua Kombes Pol. Andreas Luhut Jaya Tampubolon, S.I.K., M.K.P., Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol. Fredrickus W. A. Maclarimboen, S.I.K., M.H., CPHR., Kapolres Jayapura AKBP Dionisius V. D. P. Helan, S.I.K., M.H., M.Tr.Mil., Kapolres Keerom AKBP Astoto Budi Rahmantyo, S.H., S.I.K., M.H., Kabag Binkar Biro SDM Polda Papua AKBP Umar Nasatekay, S.I.K., Para Dosen, Mahasiswa, serta personel Polda Papua.


Dalam sambutannya melalui tayangan video, Kapolda Papua Irjen Pol. Patrige R. Renwarin, S.H., M.Si., menegaskan bahwa persoalan tanah ulayat di Papua tidak hanya menyangkut aspek hukum semata, tetapi juga berkaitan erat dengan sejarah, budaya, dan keberlangsungan hidup masyarakat adat.


“Permasalahan di Papua tidak dapat diselesaikan hanya melalui pendekatan represif ataupun legal formal semata. Dibutuhkan pendekatan yang humanis, dialogis, partisipatif, serta menghormati nilai-nilai adat dan budaya lokal,” ujar Kapolda Papua.


Kapolda Papua juga menekankan pentingnya penerapan konsep predictive policing dalam mendeteksi potensi konflik secara dini melalui komunikasi yang baik dengan masyarakat dan langkah-langkah pencegahan yang mengedepankan penghormatan terhadap hak asasi manusia dan kearifan lokal.


Sementara itu, Wakil Rektor IV Universitas Cenderawasih Dr. Basir Rohrohmana, S.H., M.Hum., menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara Universitas Cenderawasih dan Polda Papua dalam menghadirkan ruang diskusi akademik terkait persoalan pertanahan di Papua.


“Persoalan tanah ulayat bukan sekadar persoalan hukum administratif, tetapi menyangkut identitas, sejarah, martabat, dan keberlangsungan hidup masyarakat adat Papua. Karena itu, penyelesaiannya harus dilakukan secara arif, bijaksana, dan menghormati nilai-nilai adat yang hidup di tengah masyarakat,” ungkapnya.


Kegiatan FGD dilanjutkan dengan pemaparan materi dari sejumlah narasumber, di antaranya Pengurus Harian/Ketua Dewan AMAN Wilayah Jayapura Benhur Walli, SE., S.Sos., Dekan Fakultas Hukum Universitas Cenderawasih Yustus Pondayar, S.H., M.H., Panit Subdit 2 Harda Bangtah Kompol. Komang Yustrio Wirahadi Kusuma, S.I.K., serta perwakilan ATR/BPN Ribut Andoko, S.Sit.


Dalam pemaparannya, Kompol. Komang Yustrio Wirahadi Kusuma menekankan pentingnya membangun penegakan hukum yang berkeadilan dan beradab melalui dukungan seluruh elemen masyarakat.


“Penegakan hukum bukan hanya sebatas menjalankan aturan, tetapi juga menghadirkan rasa keadilan, kemanusiaan, dan peradaban yang lebih baik bagi seluruh masyarakat,” ujarnya.


Perwakilan ATR/BPN Ribut Andoko, S.Sit., mengatakan bahwa persoalan pertanahan di Papua membutuhkan penataan administrasi yang baik guna mencegah terjadinya konflik antarkelompok maupun sengketa kepemilikan tanah.


Sementara itu, Dekan Fakultas Hukum Universitas Cenderawasih Yustus Pondayar, S.H., M.H., berharap kehadiran Pusat Studi Kepolisian di Universitas Cenderawasih dapat memperkuat kerja sama akademik dan penelitian antara dunia pendidikan dan institusi kepolisian.


Di sisi lain, Ketua Dewan AMAN Wilayah Jayapura Benhur Walli, SE., S.Sos., menyampaikan bahwa masyarakat adat siap bekerja sama menjaga keamanan dan kedamaian di Papua melalui pendekatan dialogis yang menghormati hak-hak adat dan kearifan lokal.


Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab antara peserta dan narasumber. Forum tersebut diharapkan mampu melahirkan rekomendasi konstruktif dalam penyelesaian konflik tanah ulayat di Papua secara damai, humanis, dan berkeadilan.


Polda Papua Laksanakan CAT Akademik Penerimaan Bintara Kompetensi Khusus Polri T.A. 2026

 


Jayapura – Polda Papua melalui Biro SDM melaksanakan kegiatan Computer Assisted Test (CAT) Akademik dalam rangka Seleksi Penerimaan Bintara Kompetensi Khusus Polri Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung di SMK Diaspora Kotaraja, Kota Jayapura, Selasa (19/05/2026).


Pelaksanaan seleksi berlangsung dengan pengawasan ketat guna menjamin proses penerimaan anggota Polri berjalan secara bersih, transparan, akuntabel, dan humanis. Kegiatan tersebut turut diawasi oleh pengawas internal dari Itwasda dan Bid Propam Polda Papua.


Rangkaian kegiatan diawali dengan apel pagi peserta seleksi, kemudian dilanjutkan dengan pengecekan kehadiran, pemeriksaan identitas peserta melalui KTP dan sistem pengenalan wajah (face matching), hingga pemeriksaan kesiapan peserta sebelum memasuki ruang ujian. Setelah pembagian nomor coding dan proses login sistem, pelaksanaan CAT Akademik resmi dimulai dan berjalan dengan tertib hingga selesai.


Sebanyak 38 peserta terdaftar mengikuti seleksi CAT Akademik Bintara Kompetensi Khusus Polri Tahun Anggaran 2026, dengan jumlah peserta hadir sebanyak 37 orang yang terdiri dari 22 pria dan 16 wanita. Sementara itu, tercatat satu peserta pria tidak hadir dalam pelaksanaan seleksi tersebut.


Karo SDM Polda Papua Kombes Pol. Hengky Pramudya, S.I.K., M.Si., mengatakan bahwa pelaksanaan CAT Akademik merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mewujudkan proses rekrutmen yang objektif dan profesional.


“Seleksi dilaksanakan secara transparan dan akuntabel dengan memanfaatkan sistem CAT sehingga seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan hasil yang diperoleh murni berdasarkan kemampuan masing-masing peserta,” ujar Kombes Pol. Cahyo Sukarnito.


Ia juga menegaskan, seluruh tahapan seleksi penerimaan anggota Polri dilaksanakan secara terbuka dan diawasi secara ketat guna menjamin integritas proses rekrutmen.


“Pelaksanaan seleksi ini merupakan bentuk komitmen Polri untuk mendapatkan calon anggota yang berkualitas, berintegritas, serta memiliki kompetensi sesuai kebutuhan organisasi. Kami memastikan seluruh proses berjalan bersih, transparan, akuntabel, dan humanis,” ujar Kombes Pol. Hengky Pramudya.


Ia juga mengimbau kepada seluruh peserta untuk percaya pada kemampuan diri sendiri dan mengikuti setiap tahapan seleksi dengan jujur serta penuh semangat.


Hadapi Ancaman Siber Modern, Korem 083/Bdj Perkuat Pertahanan Digital Bersama Pussiberad

 


Malang – Korem 083/Baladhika Jaya bersama Pusat Siber dan Sandi TNI Angkatan Darat (Pussiberad) memperkuat sistem pertahanan digital satuan melalui kegiatan Taklimat Awal Vulnerability Assessment (VA) dan Kampanye Informasi TA 2026 di Makorem 083/Bdj, Selasa (19/5/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis menghadapi ancaman siber dan perang generasi kelima (5th Generation Warfare/5GW) yang kini semakin nyata.


Kegiatan dibuka oleh Kepala Staf Korem (Kasrem) 083/Bdj Letkol Inf Rahmat Cahyo Dinarso, S.Hub.Int., M.M. mewakili Danrem 083/Bdj, serta dipimpin langsung Ketua Tim Asesmen Pussiberad Kolonel Cke Triyadi Sujatmiko, S.Sos., M.Tr.(Han). Turut hadir para Kasi Korem dan Perwira Staf jajaran Korem 083/Bdj.


Dalam sambutan Danrem 083/Bdj yang dibacakan Kasrem, ditegaskan bahwa ancaman modern kini tidak hanya menyerang kekuatan fisik, tetapi juga menyasar sistem informasi, jaringan komunikasi, dan ruang digital. Karena itu, pengamanan data serta sistem informasi satuan menjadi bagian penting dalam mendukung tugas pokok dan stabilitas wilayah.


Danrem juga menekankan bahwa kegiatan Vulnerability Assessment bukan untuk mencari kesalahan, melainkan sebagai langkah deteksi dini guna mengetahui potensi kerawanan sistem. Korem 083/Bdj berkomitmen mendukung penuh proses asesmen dengan membuka transparansi data perangkat keras, perangkat lunak, maupun jaringan yang digunakan satuan.


Selain pemeriksaan sistem digital, kegiatan ini juga diisi Kampanye Informasi bagi prajurit, PNS, dan anggota Persit Kartika Chandra Kirana. Edukasi difokuskan pada pentingnya bijak bermedia sosial, perlindungan data pribadi dan keluarga, serta pencegahan penipuan siber (cyber fraud).


Korem 083/Bdj menilai peningkatan literasi digital personel menjadi hal penting karena faktor manusia sering menjadi celah utama dalam ancaman keamanan siber. Dengan pemahaman yang baik, seluruh personel diharapkan mampu lebih waspada dan bertanggung jawab dalam penggunaan teknologi digital.


Melalui sinergi bersama Pussiberad, Korem 083/Bdj berharap terbangun sistem pertahanan siber yang semakin kuat, adaptif, dan profesional guna mendukung keamanan informasi serta menjaga kedaulatan NKRI di era digital. (*)

Progres Pembuatan Rumah Singgah TMMD Ke-128 Kodim 0910/Malinau Capai 100 Persen

 


MALINAU, Kalimantan Utara, Selasa (19/5/2026) – Program pembangunan rumah singgah yang menjadi salah satu sasaran fisik TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-128 Kodim 0910/Malinau di Desa Luso, Kecamatan Malinau Utara, kini telah rampung 100 persen.


Rumah singgah tersebut dibangun sebagai fasilitas pendukung bagi masyarakat yang membutuhkan tempat singgah sementara, sekaligus menjadi wujud kepedulian TNI terhadap kebutuhan warga di wilayah pedesaan.


Dengan selesainya pembangunan rumah singgah tersebut, Satgas TMMD bersama masyarakat tampak puas atas hasil kerja keras dan gotong royong yang telah dilaksanakan selama proses pembangunan berlangsung.


Dansatgas TMMD Ke-128 Kodim 0910/Malinau, Letkol Inf Mochammad Syaiful Arif, S.I.P., mengatakan bahwa rampungnya pembangunan rumah singgah menjadi salah satu bukti nyata komitmen TNI dalam membantu meningkatkan fasilitas dan kesejahteraan masyarakat di daerah.


“Pembangunan rumah singgah ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan digunakan dengan baik untuk mendukung berbagai kebutuhan warga,” ujarnya.


Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan pembangunan tersebut tidak terlepas dari semangat kebersamaan dan gotong royong antara personel Satgas TMMD dan masyarakat Desa Luso.


Selama pelaksanaan pembangunan, warga turut aktif membantu proses pengerjaan sehingga pembangunan dapat diselesaikan tepat waktu sesuai target yang telah ditentukan.


Kehadiran rumah singgah tersebut diharapkan dapat menjadi fasilitas yang bermanfaat bagi masyarakat serta memperkuat hubungan baik antara TNI dan warga melalui program TMMD Ke-128 Kodim 0910/Malinau.


(Pendim0910)

Sasaran RTLH Ke-5 TMMD Ke-128 Kodim 0910/Mln Berjalan Sesuai Target

 


Malinau – Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sasaran ke-5 dalam kegiatan TMMD Ke-128 Wiltas Kodim 0910/Malinau terus menunjukkan progres yang positif. Pada Selasa (19/05/2026), bertempat di Desa Luso, Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau, Kolonel Inf Azip Rizal selaku Pamen Ahli Bidang Operasi Militer Selain Perang (OMSP) Staf Ahli Pangdam VI/Mulawarman melaksanakan kunjungan pengawasan dan evaluasi pelaksanaan TMMD Ke-128 Kodim 0910/Malinau.


Dalam kunjungannya, Kolonel Inf Azip Rizal meninjau langsung progres pengerjaan sasaran RTLH ke-5 yang dikerjakan personel Satgas TMMD bersama masyarakat setempat.


Hasil peninjauan di lapangan menunjukkan bahwa pengerjaan RTLH berjalan sesuai target yang telah direncanakan serta tidak mengalami kendala berarti. Sinergi antara Satgas TMMD dan warga menjadi faktor utama dalam mempercepat proses pembangunan rumah tersebut.


Kegiatan pengawasan dan evaluasi ini dilakukan guna memastikan seluruh sasaran fisik TMMD dapat selesai tepat waktu dengan kualitas yang baik sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat Desa Luso.

Gotong Royong TNI-Rakyat Warnai Pemasangan Begesting Jembatan Perintis Garuda

 


Lumajang – Semangat gotong royong dalam pembangunan infrastruktur desa terus ditunjukkan personel TNI bersama masyarakat di wilayah Kecamatan Pasrujambe. Bati Bakti TNI Koramil 0821-17/Pasrujambe Serma Yunus Ariyanto bersama Babinsa Karanganom Sertu Bejo Utomo dan warga melaksanakan kegiatan pemasangan begesting sebagai persiapan pengecoran pondasi stros sebelah selatan serta pemerataan dan pengurukan tanah pasca pengecoran stros Jembatan Perintis Garuda di Kali Asem, Dusun Krajan, Desa Karanganom, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (19/5/2026).


Kegiatan tersebut merupakan bagian dari tahapan lanjutan pembangunan Jembatan Perintis Garuda yang terus dikerjakan secara bertahap demi mempercepat penyelesaian akses penghubung masyarakat desa. Dalam pelaksanaannya, personel Koramil bersama warga tampak kompak memasang begesting dan melakukan pemerataan tanah di sekitar area pembangunan jembatan.


Serma Yunus Ariyanto mengatakan bahwa keterlibatan TNI dalam pembangunan desa merupakan bentuk kepedulian sekaligus dukungan terhadap percepatan pembangunan infrastruktur yang bermanfaat bagi masyarakat.


“Pembangunan Jembatan Perintis Garuda ini dilakukan secara bersama-sama dengan semangat gotong royong. Kami berharap keberadaan jembatan nantinya dapat membantu memperlancar aktivitas dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar dia.


Sementara itu, Babinsa Karanganom Sertu Bejo Utomo menambahkan bahwa kekompakan antara TNI dan warga menjadi faktor utama dalam mempercepat proses pembangunan pondasi.


“Semangat kebersamaan masyarakat sangat luar biasa. Dengan kerja sama yang baik, setiap tahapan pembangunan dapat berjalan lancar dan maksimal,” katanya.


Kepala Dusun Krajan, Reza, berharap proses pembangunan pondasi Jembatan Perintis Garuda dapat berjalan lancar hingga selesai sesuai rencana, sehingga nantinya mampu memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut akan menjadi akses vital yang mempermudah mobilitas warga, terutama dalam menunjang aktivitas pertanian, pendidikan, dan perekonomian masyarakat antar wilayah desa.


“Kami berharap pembangunan pondasi jembatan ini berjalan aman, lancar, dan hasilnya kuat serta tahan lama. Semoga Jembatan Perintis Garuda nantinya benar-benar menjadi sarana yang membawa kemajuan bagi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan warga Dusun Krajan maupun desa sekitar,” ungkap Reza.


Pembangunan Pondasi Jembatan Perintis Garuda diharapkan dapat menjadi simbol kuatnya kemanunggalan TNI dan rakyat dalam membangun desa menuju kemajuan bersama. (Pendim0821)

Semangat Gotong Royong, Babinsa Kloposawit Bantu Perbaikan Jalan Dusun Selorejo



Lumajang – Semangat gotong royong terus ditunjukkan Babinsa Kloposawit Koramil 0821-09/Candipuro Serda Moch. Dedik Indra Irawan bersama warga dalam kegiatan kerja bakti perbaikan jalan di Dusun Selorejo RT 003 RW 004 Desa Kloposawit, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Selasa (19/5/2026).


Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan akses jalan desa agar lebih aman dan nyaman dilalui masyarakat. Dalam kerja bakti itu, perbaikan dilakukan pada jalan sepanjang 725 meter yang selama ini menjadi jalur utama aktivitas warga sehari-hari.


Dengan penuh semangat, Babinsa bersama masyarakat bahu-membahu memperbaiki bagian jalan yang rusak guna mendukung kelancaran mobilitas warga, baik untuk kegiatan ekonomi, pendidikan, maupun aktivitas sosial lainnya.


Serda Moch. Dedik Indra Irawan mengatakan bahwa keterlibatan Babinsa dalam kegiatan kerja bakti merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi lingkungan dan sarana umum di wilayah binaan.


“Kegiatan ini menjadi wujud kebersamaan antara TNI dan masyarakat dalam menjaga serta memperbaiki fasilitas umum demi kepentingan bersama. Dengan gotong royong, pekerjaan menjadi lebih ringan dan cepat selesai,” ujar dia.


Dirinya juga mengajak warga untuk terus menjaga kekompakan dan semangat kebersamaan dalam membangun lingkungan desa agar semakin maju dan nyaman.


Sementara itu, Kepala Dusun Selorejo, Sucipto, mengatakan bahwa perbaikan infrastruktur jalan sangat penting untuk menunjang aktivitas masyarakat sehari-hari serta meningkatkan kenyamanan warga dalam beraktivitas.


“Perbaikan fasilitas umum seperti jalan desa ini sangat dibutuhkan masyarakat karena menjadi akses utama warga dalam kegiatan ekonomi, pendidikan, maupun sosial. Kami bersyukur adanya semangat gotong royong warga bersama Babinsa sehingga perbaikan jalan dapat terlaksana dengan baik,” pungkasnya.


Ia juga berharap budaya kebersamaan dan kepedulian terhadap fasilitas umum terus terjaga agar pembangunan di lingkungan desa dapat berjalan berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat.


Melalui kegiatan tersebut, diharapkan kondisi jalan desa menjadi lebih baik sehingga mampu menunjang aktivitas masyarakat serta meningkatkan kesejahteraan warga di wilayah Dusun Selorejo. (Pendim0821)

Lewat Komsos, Babinsa Bades Bangun Hubungan Harmonis dengan Masyarakat

 


Lumajang – Kedekatan antara aparat teritorial dengan masyarakat terus dibangun melalui komunikasi sosial (Komsos) yang rutin dilaksanakan di wilayah binaan. Seperti yang dilakukan Babinsa Bades Koramil 0821-08/Pasirian Sertu Muhammad Rochim saat melaksanakan kegiatan Komsos bersama warga di Dusun Purut RT 005 RW 005 Desa Bades, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Selasa (19/5/2026).


Kegiatan tersebut menjadi sarana mempererat hubungan silaturahmi sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Dalam suasana penuh keakraban, Sertu Muhammad Rochim berbaur bersama warga sambil berdiskusi mengenai kondisi lingkungan, keamanan wilayah, hingga berbagai persoalan sosial kemasyarakatan.


Menurutnya, komunikasi sosial memiliki peran penting dalam menjaga hubungan harmonis antara Babinsa dan masyarakat, sehingga setiap perkembangan situasi di wilayah dapat diketahui dengan cepat dan diselesaikan secara bersama-sama.


“Melalui Komsos, kami ingin selalu dekat dengan masyarakat agar tercipta hubungan yang baik, saling peduli, dan saling membantu dalam menjaga keamanan serta ketertiban lingkungan,” ujar Sertu Muhammad Rochim.


Ia juga mengajak warga untuk terus menjaga semangat gotong royong, mempererat persatuan, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar demi terciptanya suasana desa yang aman dan nyaman.


Sementara itu, warga setempat mengaku senang dengan kehadiran Babinsa yang dinilai aktif dan selalu hadir di tengah masyarakat. Kedekatan tersebut membuat warga merasa lebih nyaman dalam menyampaikan berbagai aspirasi maupun kondisi yang ada di lingkungan mereka.


Kegiatan Komsos seperti ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara TNI dan masyarakat sekaligus menjadi wadah dalam menciptakan kehidupan sosial yang harmonis dan penuh kebersamaan di wilayah binaan. (Pendim0821)