View AllNews

Nasional

Hukum

Latest News

27/08/26

Karhutla di Mahela HST Ditangani Petugas Gabungan hingga Api Terkendali

 


BARABAI – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di wilayah perbatasan Desa Mahela, Kecamatan Batang Alai Selatan (BAS), Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), dengan Desa Abung Surapati, Kecamatan Limpasu, Kamis (27/8) malam.


Kebakaran diketahui sekitar pukul 19.30 WITA di kawasan lahan persawahan Desa Mahela. Petugas gabungan dari Koramil 1002-01/BAS, Polsek, PLN, BPK Birayang Surapati, BPBD HST serta relawan langsung bergerak melakukan upaya pemadaman.


Dengan menggunakan peralatan pemadam dan mesin, petugas bersama relawan berjibaku memadamkan kobaran api agar tidak meluas ke area lainnya.


Plh.Danramil 1002-01/BAS Peltu A.Turidi  melalui petugas di lapangan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi kebakaran, terutama pada kondisi cuaca kering seperti saat ini.


“Penanganan dilakukan bersama-sama dengan unsur terkait dan relawan. Alhamdulillah, api saat ini sudah dapat dikendalikan,” ujar petugas di lapangan.


Dalam penanganan tersebut, Koramil 1002-01/BAS mengerahkan dua personel, Polsek dua personel, PLN dua personel, BPK Birayang Surapati lima personel, serta BPBD sebanyak 10 personel.


Petugas masih mewaspadai potensi munculnya kembali titik api. Salah satu kendala dalam proses pemadaman adalah kondisi sumber air yang kering dan lokasinya cukup jauh dari permukiman.


Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Petugas juga terus melakukan pemantauan untuk memastikan kondisi di sekitar lokasi benar-benar aman dan tidak terjadi penyalaan kembali.


Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran lahan, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api untuk mempercepat penanganan dan mencegah kebakaran meluas.(pen1002hst).

Polda Papua Dorong Keterbukaan Informasi Publik yang Transparan dan Akuntabel

 


Jayapura – Polda Papua meningkatkan kualitas pengelolaan informasi publik melalui kegiatan Bimbingan Teknis Keterbukaan Informasi Publik dan Sidang Pengujian Konsekuensi atas Informasi yang Dikecualikan di wilayah Polda Papua, yang digelar di Hotel Suni Abepura, Kota Jayapura, Kamis (27/08/2026).


Kegiatan ini dihadiri Kapolda Papua, Irjen Pol. Petrus Patrige Rudolf Renwarin, S.H., M.Si., Wakapolda Papua, Brigjen Pol. Muhajir, S.I.K., M.H., Karo PID Divhumas Polri, Brigjen Pol. Drs. Saptono Erlangga Waskitoroso, M.I.Kom., para pejabat utama Polda Papua, para Kapolres jajaran, Kasubag Renmin Satker, Kasi Humas Polres jajaran serta staf Ro PID Divhumas Polri.


Kegiatan diawali dengan penyambutan Kapolda Papua dan Karo PID Divhumas Polri, kemudian dilanjutkan tradisi Colo Sagu dan Tari Obor yang ditampilkan Srikandi Bidang Humas Polda Papua sebagai bagian dari penyambutan sekaligus memperkenalkan kearifan lokal Papua.


Dalam sambutan Kadiv Humas Polri, Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir, S.I.K., M.T.C.P. yang disampaikan Karo PID Divhumas Polri disebutkan bahwa keterbukaan informasi publik menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan Polri kepada masyarakat.


Karo PID Divhumas Polri mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai upaya menyamakan pemahaman jajaran dalam memberikan pelayanan informasi yang cepat, tepat, mudah diakses, transparan dan akuntabel.


“Dalam mewujudkan Polri yang PRESISI, pemantapan komunikasi publik dan peningkatan kualitas pelayanan informasi menjadi hal yang penting untuk membangun kepercayaan masyarakat,” ucap Brigjen Saptono.


Ia menyebutkan, Polri telah meraih predikat Badan Publik Informatif dengan nilai 96,46 pada 2024 dan meningkat menjadi 98,90 serta menempati peringkat pertama pada 2025. Capaian tersebut, menurutnya, harus menjadi motivasi bagi seluruh jajaran untuk terus meningkatkan pengelolaan dan pelayanan informasi publik.


Brigjen Saptono menjelaskan bahwa pada prinsipnya informasi publik bersifat terbuka, namun terdapat informasi tertentu yang dapat dikecualikan berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.


“Pengecualian harus dilakukan secara ketat, terbatas, memiliki dasar hukum dan dapat dipertanggungjawabkan melalui pengujian konsekuensi,” katanya.


Sementara itu, Kapolda Papua mengatakan keterbukaan informasi publik merupakan salah satu aspek penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap Polri.


Menurutnya, transparansi dan akuntabilitas harus berjalan seiring dengan perlindungan terhadap informasi yang memang memiliki konsekuensi apabila dibuka kepada publik.


“Uji konsekuensi menjadi tahapan penting sebelum suatu informasi ditetapkan sebagai informasi yang dikecualikan. Proses ini harus dilakukan secara objektif dengan mempertimbangkan dampak yang mungkin timbul apabila informasi dibuka maupun ditutup,” ucap Kapolda.


Kapolda juga meminta jajaran PPID di lingkungan Polda Papua memahami ketentuan yang berlaku dan memberikan pelayanan informasi secara profesional, objektif, transparan dan akuntabel.


“Pelayanan informasi di lingkungan Polda Papua harus mengedepankan prinsip keterbukaan, namun pada saat yang sama informasi yang memang wajib dilindungi harus dijaga dengan sungguh-sungguh,” tegasnya.


Melalui kegiatan ini, Polda Papua mendorong adanya keseragaman pemahaman dan tata kelola informasi publik di seluruh jajaran. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan informasi kepada masyarakat sekaligus memastikan informasi yang dikecualikan tetap terlindungi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

 

Rayakan Kemerdekaan dengan Sederhana, Warga Darungan Gelar Tasyakuran dan Bagi Hadiah Lomba

  


Lumajang – Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia terus tumbuh di tengah masyarakat. Hal tersebut terlihat dalam kegiatan tasyakuran sekaligus penyerahan hadiah lomba anak-anak dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang digelar di Dusun Darungan RT 025 RW 006, Desa Mojo, Kecamatan Padang, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Rabu malam (27/8/2026).


Kegiatan tasyakuran berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Selain sebagai ungkapan rasa syukur atas kemerdekaan yang telah dinikmati hingga saat ini, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat persatuan antar warga.


Penyerahan hadiah kepada anak-anak yang mengikuti berbagai perlombaan menjadi salah satu rangkaian yang mendapat antusiasme warga. Pemberian penghargaan tersebut tidak hanya sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan semangat anak-anak dalam memeriahkan HUT Kemerdekaan RI, tetapi juga menjadi motivasi agar mereka terus mengembangkan rasa percaya diri, sportivitas dan kebersamaan.


Saat dikonfirmasi Sertu Ahmad Supenil menyampaikan bahwa kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan seperti ini memiliki nilai positif, khususnya bagi generasi muda. Menurutnya, melalui kegiatan perlombaan dan kebersamaan warga, anak-anak dapat belajar mengenai sportivitas, kekompakan, disiplin serta pentingnya menghargai perjuangan para pahlawan.


“Peringatan HUT Kemerdekaan bukan hanya sekadar merayakan, tetapi juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai perjuangan dan cinta tanah air kepada generasi muda. Kami berharap anak-anak terus semangat belajar, menjaga persatuan dan menjadi generasi penerus yang membanggakan,” ujar dia.


Sementara itu, Kampung Darungan Ibu Deni Fatmawati menyampaikan bahwa kegiatan penyerahan hadiah lomba anak-anak dan tasyakuran tersebut dilaksanakan secara sederhana, namun tetap berlangsung penuh kebersamaan dan rasa syukur. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bentuk apresiasi kepada anak-anak sekaligus sarana mempererat silaturahmi antar warga dalam memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.


“Kami melaksanakan kegiatan ini secara sederhana bersama warga. Penyerahan hadiah menjadi bentuk apresiasi kepada anak-anak yang telah ikut memeriahkan lomba, sedangkan tasyakuran menjadi ungkapan rasa syukur atas kemerdekaan yang telah kita nikmati. Yang terpenting, kegiatan ini dapat menjadi momen kebersamaan dan mempererat silaturahmi warga,” ungkapnya.


Melalui kegiatan tasyakuran dan penyerahan hadiah tersebut, semangat kemerdekaan diharapkan tidak berhenti pada perayaan semata, tetapi dapat diwujudkan melalui kepedulian, kebersamaan, gotong royong dan semangat membangun lingkungan. Kehadiran Babinsa juga diharapkan semakin memperkuat sinergi dengan masyarakat dalam menciptakan suasana yang harmonis dan kondusif di wilayah binaan. (Pendim0821)

Jaga Penyaluran Tepat Sasaran, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kawal Bantuan Pangan untuk Warga

  


Lumajang – Upaya memastikan penyaluran bantuan pangan berjalan aman, tertib, dan tepat sasaran terus dilakukan melalui sinergi TNI dan Polri di wilayah binaan. Babinsa Petahunan Koramil 0821-19/Sumbersuko Serka Iswan Dewi Samsukdin bersama Bhabinkamtibmas Petahunan Bripka Risky Hariadi melaksanakan pendampingan dan pengawalan penyaluran bantuan pangan berupa beras alokasi bulan Juli hingga September di wilayah Petahunan, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Rabu (27/8/2026).


Kegiatan pendampingan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian Babinsa dan Bhabinkamtibmas terhadap masyarakat penerima bantuan. Kehadiran aparat kewilayahan diharapkan dapat membantu menciptakan suasana yang aman dan tertib selama proses penyaluran, sekaligus memastikan bantuan dapat diterima oleh warga yang telah terdata sebagai penerima.


Sebanyak 351 warga penerima bantuan pangan mengikuti proses penyaluran. Bantuan beras tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat serta meringankan beban pengeluaran rumah tangga penerima manfaat.


Serka Iswan Dewi Samsukdin menyampaikan bahwa pendampingan dilakukan untuk membantu memastikan proses penyaluran berlangsung dengan tertib dan lancar. Menurutnya, sinergi antara Babinsa, Bhabinkamtibmas, pemerintah desa dan seluruh pihak terkait sangat penting dalam mendukung kelancaran program bantuan pemerintah kepada masyarakat.


“Kami bersama Bhabinkamtibmas hadir untuk mendampingi dan mengawal proses penyaluran agar berjalan aman, tertib dan lancar. Kami berharap bantuan pangan ini benar-benar dapat dimanfaatkan oleh warga penerima untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujar dia.


Sementara itu, Bripka Risky Hariadi menambahkan bahwa pengawalan bersama merupakan bentuk sinergitas TNI-Polri dalam memberikan pelayanan dan rasa aman kepada masyarakat. Dengan adanya pendampingan, proses penyaluran dapat berlangsung secara kondusif sehingga warga dapat menerima bantuan dengan nyaman.


"Melalui kegiatan pendampingan dan pengawalan ini, merupakan wujud sinergitas Babinsa dan Bhabinkamtibmas bersama pemerintah dalam mendukung berbagai program sosial kemasyarakatan, khususnya program bantuan pangan yang ditujukan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan," pungkasnya.


Penyaluran bantuan pangan tersebut mendapat perhatian dan antusiasme dari masyarakat penerima. Warga diharapkan dapat memanfaatkan bantuan beras dengan sebaik-baiknya untuk mendukung kebutuhan pangan keluarga. (Pendim0821)

Tim Gabungan Tangani Karhutla di Kawasan Hutan TNBTS Desa Argosari

  


Lumajang — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di kawasan hutan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), tepatnya di kawasan Ledok Bedor, Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Kamis (27/8/2026).


Kondisi kemarau panjang menyebabkan vegetasi dan ranting di kawasan hutan mengering sehingga mudah terbakar. Kebakaran juga diduga dipicu oleh gesekan antar ranting yang kering.


Mengetahui adanya kebakaran tersebut, tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD Kabupaten Lumajang dan personel TNBTS langsung bergerak melakukan penanganan. Sebelum menuju lokasi, tim melaksanakan apel kesiapan di Makoramil 0821/03 Senduro yang dipimpin Danramil 0821/03 Senduro, Kapten Czi Suharsono.


Tim gabungan kemudian bergerak menuju kawasan Ledok Bedor, Desa Argosari. Setibanya di lokasi, Babinsa Argosari bersama personel TNBTS langsung melakukan penanganan terhadap titik api yang masih dapat dijangkau dengan menggunakan peralatan yang tersedia di lapangan.


Upaya tersebut dilakukan untuk mengendalikan api sekaligus mencegah kebakaran meluas ke kawasan hutan lainnya. Kondisi medan dan vegetasi yang kering menjadi tantangan tersendiri dalam proses penanganan karhutla.


Hingga saat ini, masih terpantau adanya titik api dan kepulan asap putih di sekitar kawasan Ledok Bedor. Tim gabungan terus melakukan pemantauan serta penanganan secara bertahap sesuai kondisi di lapangan.


Danramil 0821/03 Senduro, Kapten Czi Suharsono, menegaskan bahwa penanganan karhutla dilakukan secara bersama-sama dengan mengedepankan keselamatan personel dan upaya pencegahan agar api tidak semakin meluas.


“Kami bersama seluruh unsur terkait terus melakukan penanganan dan pemantauan di lokasi. Kondisi kemarau membuat vegetasi sangat kering, sehingga api harus segera dikendalikan agar tidak merambat lebih luas,” ujarnya.


Kapten Czi Suharsono juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran di kawasan hutan.


“Menjaga hutan merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran maupun kegiatan lain yang berpotensi menimbulkan api,” pungkasnya. (Pendim 0821).

Lahan Gambut Menjadi Sasaran Utama Personel Gabungan Di Paser

 


Kodim 0904/Paser, Tanah Grogot- Kebakaran Lahan Gambut terjadi lagi di sekitar Desa Jone Kecamatan Tanah Grogot Kabupaten Paser, tepatnya dekat dengan SMKN 3 Tanah Grogot Jl. Pelopor. 


Titik api di Desa Jone tersebut menjadi lokasi berkumpulnya Personel Gabungan se Kabupaten Paser salah satunya Babinsa Jone anggota Koramil 0904-01/Tanah Grogot.


"Alhamdulilah Damkar beserta BPBD sudah monitor, kita padamkan api menggunakan alat seadanya. Sebelum mobil tanki datang" ujar Peltu Kharis.


Tidak berselang lama, sekitar 10 menit mobil BPBD datang sampai ke titik lokasi, 100 m dari titik api. 


Dengan koordinasi yang bagus personel BPBD Paser segera membuka kolam yang terbuat dari plastik, sedangkan anggota Kodim 0904/Paser, Brimob Kompi 2 dan persoenl BPBD sisanya segera menarik selang sejauh 120 m.


Alat pompa air air dinyalakan untuk menyemburkan air ketitik api yang membakar lahan gambut di Desa Jone tersebut. 


"Alhamdulillah api dapat dipadamkan dengan cepat. Namun proses pendinginan yang memakan waktu lama" ujar Babinsa Jone Peltu Kharis.


Dim 0904/Psr

PEMBUATAN JEMBATAN BETON TAHAP V TERUS BERLANJUT, KODIM 0910/MALINAU LIBATKAN TNI DAN MASYARAKAT

 



Malinau, Kamis, 26 Agustus 2026 — Kodim 0910/Malinau melaksanakan kegiatan pembangunan Jembatan Beton Tahap V pada sasaran ke-7 yang berlokasi di Jalan Tani Luso, Desa Sembuak Warot, tepatnya di Sungai Selukap, Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau.


Pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung peningkatan akses dan mobilitas masyarakat. Jembatan yang dibangun memiliki panjang 6 meter dan lebar 5 meter, dengan penerima manfaat sekitar 200 jiwa.


Pada pelaksanaan kegiatan, sejumlah tahapan pekerjaan telah diselesaikan sesuai rencana, meliputi pembongkaran jembatan lama, pembersihan lokasi pembangunan, pembuatan atau penggalian box jembatan, serta pembuatan pengalihan aliran sungai sementara. Seluruh tahapan tersebut telah mencapai progres 100 persen.


Dalam pelaksanaannya, kegiatan melibatkan 9 personel TNI, 2 orang tukang, 1 orang Asnis Denzibang, 1 orang konsultan, serta 7 orang masyarakat. Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran pembangunan sekaligus memperkuat semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat.


Kondisi Sungai Selukap memiliki lebar sekitar 5 meter dengan kedalaman air normal mencapai 3 meter. Sementara itu, tinggi muka air sungai terhadap tebing atau jalan berkisar 2 hingga 3 meter dalam kondisi normal dan dapat mencapai 3 hingga 4 meter saat terjadi banjir rob.


Pembangunan jembatan telah dimulai sejak 21 Juli 2026 dan dirancang memiliki tinggi sekitar 3 meter dari dasar sungai hingga top lantai, dengan daya dukung tonase sekitar 4 hingga 5 ton. Kondisi cuaca selama pelaksanaan kegiatan pada Kamis, 26 Agustus 2026, terpantau cerah pada pagi, siang, hingga sore hari, sehingga kegiatan dapat berjalan dengan baik.


Melalui pembangunan tersebut, Kodim 0910/Malinau terus berkomitmen mendukung peningkatan infrastruktur dasar di wilayah serta membantu membuka akses masyarakat, khususnya dalam menunjang aktivitas sosial dan perekonomian warga.


Kegiatan pembangunan jembatan dilaksanakan dengan mengedepankan sinergi, gotong royong dan kemanunggalan TNI dengan rakyat, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat di wilayah sasaran.

26/08/26

Tim Gabungan Bergerak Cepat Kendalikan Karhutla di Labuan Amas Utara

  


BARABAI – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda areal persawahan warga di Desa Parumahan, Kecamatan Labuan Amas Utara (LAU), Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, Selasa (26/8/2026).


Kebakaran diketahui sekitar pukul 14.30 WITA. Petugas gabungan dari Koramil 1002-08/LAU, Polsek LAU, PLN, BPBD HST, serta Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) Pantai Hambawang langsung bergerak melakukan penanganan di lokasi.


Sedikitnya 24 personel terlibat dalam upaya pemadaman, terdiri atas dua personel Koramil 1002-08/LAU, dua personel Polsek, dua personel PLN, delapan personel BPK Pantai Hambawang dan 10 personel BPBD.


Petugas bersama relawan melakukan pemadaman menggunakan satu unit mobil tangki milik BPK Pantai Hambawang untuk menjangkau titik-titik api yang tersebar di areal persawahan.


Berdasarkan hasil pendataan sementara, luas lahan yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 20 hektare. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.


Danramil 1002-08/Labuan Amas Utara Kapten Inf Rudi Hartono mengimbau masyarakat agar bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran lahan.


“Kami mengimbau masyarakat untuk menjaga lingkungan dan tidak membakar lahan, karena api dapat dengan mudah merambat dan meluas, terutama pada kondisi cuaca yang panas dan kering,” ujarnya.


Ia juga mengajak masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan titik api di wilayahnya sehingga dapat dilakukan penanganan sedini mungkin.


“Jangan membakar lahan. Jika melihat adanya kebakaran, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani bersama-sama dan tidak meluas,” katanya.


Sementara itu, api yang membakar lahan persawahan warga saat ini sudah dapat dikendalikan. Namun, petugas masih melakukan pemantauan karena sejumlah titik api sebelumnya tersebar di tengah persawahan warga.


Petugas gabungan juga mengantisipasi munculnya kembali titik api guna memastikan seluruh areal yang terbakar benar-benar aman dan tidak menimbulkan kebakaran susulan.(pen1002hst).