View AllNews

Nasional

Hukum

Latest News

16/06/26

Semangat Hari Bhayangkara, Turnamen Tenis Kapolda Papua Cup Hadirkan Duel Sengit di Babak Semifinal

 


Jayapura – Turnamen Tenis Kapolda Papua Cup Tahun 2026 dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 terus berlangsung dengan penuh semangat dan sportivitas.


Memasuki hari keempat pelaksanaan, sejumlah pertandingan dari berbagai kategori berhasil menyelesaikan babak perempat final hingga semifinal yang berlangsung di Lapangan Tenis Polda Papua dan Lapangan Tenis Sian Soor, Senin (15/6/2026).


Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Dirreskrimum Polda Papua, Kombes Pol. Parasian Herman Gultom, S.I.K., M.Si., Dirsamapta Polda Papua, Kombes Pol. Sondang Richman Daniel Siagian, S.I.K., Dir Siber Polda Papua, Kombes Pol. Syamsurijal, S.I.K., Auditor Kepolisian Madya TK III Itwasda Polda Papua, Kombes Pol. Ramses Sianipar, S.I.K., M.H., panitia Turnamen Tenis Kapolda Papua Cup Tahun 2026, serta para peserta yang berasal dari berbagai instansi dan daerah di Papua.


Kegiatan diawali dengan registrasi dan pengecekan kehadiran peserta yang dilanjutkan dengan pengarahan teknis dari panitia terkait jadwal pertandingan dan mekanisme pelaksanaan turnamen.


Selanjutnya, pertandingan digelar secara bergantian pada beberapa kategori yang dipertandingkan, yakni Beregu Umum, Perorangan Putra Maksimal 45 Tahun, Intermediate Putra, Intermediate Putri, dan Ganda Prestasi Putri.


Sejumlah pertandingan berlangsung sengit dan menarik perhatian peserta maupun penonton yang hadir. Pada kategori Perorangan Putra Maksimal 45 Tahun, pasangan Ramadhan/Giantara berhasil mengamankan tiket ke babak final setelah mengalahkan Kevin/Manu pada semifinal.


Sementara pada kategori Intermediate Putra, pasangan Ferry/Farhad dan Rusdi/Rusman berhasil melangkah ke partai puncak setelah menyingkirkan lawan-lawannya pada babak semifinal.


Di kategori Intermediate Putri, pasangan Silvia Sonyanan/Hilda Sada akan menghadapi Lifia/Bela Dewi di babak final setelah keduanya meraih kemenangan pada pertandingan semifinal. Sementara itu, pada kategori Ganda Prestasi Putri, pasangan Veyuna/Balqis dan Alesandra Sineri/Natalia Kallem berhasil memastikan tempat di partai final.


Untuk kategori Beregu Umum, tim Cartenz 1 dan Biak Numfor sukses melaju ke final setelah menorehkan kemenangan pada babak semifinal yang berlangsung ketat dan kompetitif.


Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., mengatakan bahwa Turnamen Tenis Kapolda Papua Cup tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi serta memperkuat sinergi antar peserta dari berbagai instansi dan daerah di Papua.


“Turnamen ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang bertujuan membangun semangat kebersamaan, sportivitas, dan solidaritas antarpeserta. Kami mengapresiasi seluruh atlet yang telah menunjukkan kemampuan terbaiknya dengan tetap menjunjung tinggi nilai fair play selama pertandingan berlangsung,” ujar Kombes Pol. Cahyo Sukarnito.


Ia menambahkan bahwa tingginya antusiasme peserta menunjukkan olahraga mampu menjadi media yang efektif dalam mempererat hubungan antarinstansi sekaligus mendorong budaya hidup sehat di lingkungan masyarakat.


“Melalui kegiatan olahraga seperti ini, kami berharap terbangun hubungan yang semakin harmonis antar peserta serta tercipta semangat kompetisi yang positif. Menang dan kalah adalah bagian dari pertandingan, namun yang terpenting adalah menjaga sportivitas, persaudaraan, dan kebersamaan,” tambahnya.


Memasuki babak-babak penentuan, persaingan antar peserta diprediksi akan semakin ketat. Panitia berharap seluruh pertandingan yang tersisa dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar hingga penutupan turnamen.


178 Peserta Ikuti Pemeriksaan Psikologi Tahap II Seleksi Bintara Polri di Polda Papua

 


Jayapura – Polda Papua melalui Biro Sumber Daya Manusia (SDM) melaksanakan Pemeriksaan Psikologi Tahap II dalam rangka Seleksi Penerimaan Bintara Polri Tahun Anggaran 2026 yang bertempat di Aula Elsama Numberi SPN Jayapura, Senin (15/6/2026).


Kegiatan tersebut diikuti oleh 178 peserta seleksi yang terdiri dari 143 peserta pria dan 35 peserta wanita. Seluruh peserta hadir dan mengikuti tahapan seleksi sesuai mekanisme yang telah ditetapkan panitia. 


Kegiatan turut melibatkan Panitia dari Biro SDM Polda Papua, Tim Pemeriksaan Psikologi Biro SDM Polda Papua, serta pengawas internal dari Itwasda, Bidpropam, dan Biddokkes Polda Papua guna menjamin pelaksanaan seleksi yang objektif, transparan, dan akuntabel.


Pemeriksaan Psikologi Tahap II merupakan salah satu tahapan penting dalam proses seleksi penerimaan anggota Polri yang bertujuan untuk menggali aspek kepribadian, integritas, kematangan emosi, kemampuan komunikasi, pola pikir, serta kesiapan mental para calon Bintara Polri.


Untuk mendukung efektivitas pelaksanaan pemeriksaan, peserta dibagi ke dalam 14 kelompok yang ditempatkan pada lima kelas berbeda. Selanjutnya, setiap peserta menjalani sesi wawancara psikologi secara individual oleh tim pemeriksa psikologi Polri Polda Papua.


Dalam proses wawancara, peserta diberikan berbagai pertanyaan yang berkaitan dengan latar belakang keluarga, motivasi menjadi anggota Polri, pandangan terhadap penyalahgunaan narkoba dan tindak pidana korupsi, cara menyelesaikan konflik, hingga riwayat pergaulan sehari-hari. Melalui metode tersebut, tim pemeriksa dapat memperoleh gambaran menyeluruh mengenai karakter, integritas, serta kesiapan peserta dalam menghadapi tugas kepolisian di masa mendatang.


Karo SDM Polda Papua, Kombes Pol. Hengky Pramudya, S.I.K., M.Si., mengatakan bahwa Pemeriksaan Psikologi Tahap II merupakan tahapan yang sangat penting dalam proses seleksi penerimaan anggota Polri karena menjadi sarana untuk menilai kualitas kepribadian dan integritas para calon Bintara secara lebih mendalam.


“Seleksi penerimaan anggota Polri tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik dan kondisi fisik semata, tetapi juga menilai karakter serta kualitas kepribadian setiap peserta. Melalui Pemeriksaan Psikologi Tahap II ini, kami ingin memastikan bahwa calon anggota Polri yang nantinya terpilih memiliki integritas, kematangan emosi, kemampuan beradaptasi, serta komitmen yang kuat untuk mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Kombes Pol. Hengky Pramudya.


Lebih lanjut, Karo SDM menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi dilaksanakan secara objektif, profesional, transparan, dan humanis sesuai prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis) yang menjadi pedoman dalam rekrutmen anggota Polri.


“Kami berkomitmen menjaga proses seleksi tetap bersih dan profesional. Tidak ada ruang bagi praktik-praktik yang bertentangan dengan prinsip rekrutmen Polri. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama untuk bersaing berdasarkan kemampuan dan kualitas yang dimiliki. Harapannya, melalui proses ini akan lahir calon-calon Bintara Polri yang unggul, berkarakter, berintegritas, dan mampu menjawab tantangan tugas kepolisian di masa depan,” tambahnya.


Kombes Pol. Hengky Pramudya juga mengapresiasi seluruh peserta yang telah mengikuti tahapan seleksi dengan baik dan berharap setiap peserta dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya selama proses seleksi berlangsung.


Melalui tahapan ini, Polda Papua berharap dapat menjaring calon-calon Bintara Polri yang memiliki integritas, loyalitas, kepribadian yang baik, serta kesiapan untuk mengemban tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat

15/06/26

TIM URC SATRESKRIM POLRES PASURUAN KOTA UNGKAP KASUS PENIPUAN DAN PENGGELAPAN BERKELANJUTAN

 


Kota Pasuruan – Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polres Pasuruan Kota kembali menunjukkan komitmennya dalam penegakan hukum dengan berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana penipuan dan/atau penggelapan yang dilakukan secara berkelanjutan.


Pengungkapan kasus tersebut dilakukan pada Jumat (12/6/2026) sekitar pukul 23.00 WIB di sebuah gubuk sawah yang berada di wilayah Desa Sebalong, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan.


Kasat Reskrim Polres Pasuruan Kota AKP Dhecky Tjahyono Try Yoga, S.Sos., S.H., M.H. menjelaskan bahwa keberhasilan pengungkapan berawal saat Tim URC Satreskrim Polres Pasuruan Kota bersama peserta Latihan Kerja (Latja) Taruna Akpol melaksanakan patroli di wilayah hukum Polres Pasuruan Kota.


Saat patroli berlangsung, petugas menerima informasi dari masyarakat mengenai keberadaan seorang pria berinisial S. yang diduga terlibat dalam perkara penipuan dan penggelapan. Menindaklanjuti informasi tersebut, tim segera bergerak menuju lokasi yang dimaksud.


Setibanya di lokasi, petugas mendapati terduga pelaku berada di sebuah gubuk sawah sesuai informasi yang diterima. Tanpa perlawanan, yang bersangkutan berhasil diamankan berikut sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan perkara yang sedang ditangani.


Adapun tersangka diketahui berinisial S., laki-laki, kelahiran tahun 1986, beragama Islam, berpendidikan terakhir SMP, bekerja sebagai karyawan swasta, dan berdomisili di Desa Sebalong, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan.


Dari tangan tersangka, petugas mengamankan barang bukti berupa:

  • 1 unit handphone Xiaomi Redmi A3 warna hitam yang terpasang kartu SIM Indosat Ooredoo;

  • 1 buah kartu ATM Paspor Gold Debit BCA.

Selanjutnya, tersangka beserta barang bukti dibawa ke Mapolres Pasuruan Kota guna menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.


Dalam proses penyidikan, petugas juga melakukan tes urine terhadap tersangka. Berdasarkan hasil pemeriksaan, yang bersangkutan dinyatakan positif menggunakan narkotika jenis sabu.


Atas perbuatannya, tersangka dipersangkakan melanggar Pasal 492 KUHP Jo. Pasal 126 ayat (1) KUHP dan/atau Pasal 486 KUHP Jo. Pasal 126 ayat (1) KUHP tentang tindak pidana penipuan dan/atau penggelapan yang dilakukan secara berkelanjutan.


Saat ini penyidik Satreskrim Polres Pasuruan Kota masih melengkapi berkas perkara untuk selanjutnya dilimpahkan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU).


Polres Pasuruan Kota menegaskan akan terus menindak tegas setiap bentuk tindak pidana guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta memberikan kepastian hukum kepada para korban.

Dukung Ketahanan Pangan, Polsek Keboncandi Dampingi Kelompok Tani di Gondangwetan

  


Polresta Pasuruan – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional dan mewujudkan swasembada pangan, personel Polsek Keboncandi Polres Pasuruan Kota Polda Jatim melaksanakan kegiatan monitoring dan pendampingan kepada kelompok tani (Poktan) yang memiliki lahan binaan Polri di wilayah Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan. Senin (15/6/2026).


Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan Polri terhadap program pemerintah di sektor pertanian sekaligus memastikan lahan produktif yang dikelola masyarakat dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan hasil panen.


Dalam pelaksanaannya, personel Polsek Keboncandi melakukan pengecekan kondisi lahan pertanian, memantau perkembangan tanaman, serta berdialog langsung dengan para petani untuk mengetahui kondisi pertanian dan berbagai kendala yang dihadapi selama proses budidaya.


Selain melakukan monitoring, personel juga memberikan motivasi kepada para petani agar terus semangat dalam mengelola lahan pertanian serta memanfaatkan lahan produktif secara maksimal guna mendukung peningkatan produksi pangan di wilayah Kabupaten Pasuruan.


Kapolsek Keboncandi AKP Topo Utomo, S.H., mengatakan bahwa pendampingan kepada kelompok tani merupakan salah satu bentuk komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.


“Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga turut mendukung program pemerintah, salah satunya di bidang ketahanan pangan. Melalui pendampingan kepada kelompok tani, kami berharap produktivitas pertanian dapat terus meningkat sehingga mampu mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional,” ujar AKP Topo Utomo.


Dengan adanya kegiatan monitoring dan pendampingan secara berkelanjutan, diharapkan sinergi antara Polri dan masyarakat, khususnya para petani, semakin kuat sehingga dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.



#astacita

#polrespasuruankota

#birosdmpoldajatim

#ketahananpanganpoldajatim

#polripresisi

#swasembadapangan

#swassembadajagung

#polisicintapetani

#astacitapresiden

Polda Papua Laksanakan Penelusuran Mental Kepribadian Calon Taruna dan Taruni Akpol Tahun Anggaran 2026

 


Jayapura – Polda Papua melalui Panitia Daerah Seleksi Penerimaan Taruna dan Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026 melaksanakan kegiatan Penelusuran Mental Kepribadian (PMK) bagi para peserta seleksi yang berlangsung di Aula Elsama Numberi SPN Polda Papua, Senin (15/6/2026).


Kegiatan tersebut merupakan salah satu tahapan penting dalam proses seleksi penerimaan Taruna dan Taruni Akpol yang bertujuan untuk menilai aspek integritas, moralitas, kepribadian, serta kondisi mental para peserta sebagai dasar dalam menentukan kelayakan calon perwira Polri di masa mendatang.


Hadir dalam kegiatan tersebut Kasubbag Paminal Bid Propam Polda Papua Kompol Debi Wiharjayadi, S.I.K., M.H., bersama panitia pelaksana PMK dan para peserta seleksi Taruna dan Taruni Akpol Tahun Anggaran 2026.


Dalam keterangannya, Kasubbag Paminal Bid Propam Polda Papua, Kompol Debi Wiharjayadi, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa Penelusuran Mental Kepribadian merupakan tahapan yang sangat penting dalam proses seleksi calon Taruna dan Taruni Akpol karena bertujuan untuk memastikan setiap peserta memiliki integritas, karakter, dan moralitas yang baik.


“Melalui tahapan Penelusuran Mental Kepribadian ini, kami ingin memastikan bahwa calon Taruna dan Taruni Akpol tidak hanya memiliki kemampuan akademik dan fisik yang baik, tetapi juga memiliki integritas, kejujuran, tanggung jawab, serta kepribadian yang sesuai dengan nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya. Seleksi ini menjadi bagian penting dalam upaya mencetak calon perwira Polri yang profesional, berintegritas, dan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat,” ujar Kompol Debi Wiharjayadi.


Lebih lanjut, Kompol Debi menegaskan bahwa seluruh proses seleksi dilaksanakan secara objektif, transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik-praktik yang bertentangan dengan prinsip penerimaan anggota Polri.


“Kami berkomitmen menjalankan proses seleksi sesuai prinsip BETAH, yaitu Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis. Setiap peserta memiliki kesempatan yang sama untuk mengikuti seluruh tahapan seleksi berdasarkan kemampuan dan kualitas yang dimiliki,” tambahnya.


Adapun jumlah peserta yang mengikuti kegiatan PMK sebanyak 10 orang, terdiri dari 8 peserta pria dan 2 peserta wanita. Seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan sesuai dengan mekanisme dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh panitia seleksi.


Penelusuran Mental Kepribadian merupakan instrumen penting dalam proses seleksi calon anggota Polri, khususnya calon Taruna dan Taruni Akademi Kepolisian. Melalui tahapan ini, panitia dapat memperoleh gambaran mengenai karakter, sikap, perilaku, integritas, hingga rekam jejak para peserta guna memastikan bahwa calon perwira Polri yang terpilih memiliki kualitas moral dan mental yang baik.


Polda Papua berharap melalui proses seleksi yang ketat dan profesional ini dapat terjaring calon-calon perwira Polri yang unggul, berkarakter, serta siap mengemban tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.


Polda Papua Pastikan Penanganan Profesional Dugaan Penganiayaan Ketua Partai Garuda Kota Jayapura

 


Jayapura – Polda Papua menegaskan komitmennya untuk menangani secara profesional, transparan, dan akuntabel laporan dugaan penganiayaan terhadap Ketua Partai Garuda Kota Jayapura yang diduga melibatkan dua anggota Polri yaitu Aiptu Y Dan Brigpol MJA. Langkah cepat dilakukan guna memastikan proses penanganan berjalan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.


Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., menyampaikan bahwa jajaran Polda Papua telah merespons informasi yang berkembang di masyarakat dengan melakukan koordinasi lintas fungsi guna mempercepat proses penanganan dan pendalaman kasus.


“Polda Papua berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat serta menjamin setiap laporan yang diterima akan ditindaklanjuti secara profesional dan objektif. Tidak ada ruang bagi anggota yang terbukti melakukan pelanggaran hukum maupun pelanggaran disiplin,” tegas Kombes Pol. Cahyo Sukarnito.


Sebagai bentuk keseriusan institusi, Kabid Humas Polda Papua telah berkoordinasi dengan Ka SPKT, Direktorat Reserse Kriminal Umum, serta Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Papua untuk memastikan seluruh aspek penanganan perkara dapat berjalan sesuai prosedur dan ketentuan yang berlaku.


Sementara itu, anggota yang dilaporkan yaitu Aiptu Y Dan Brigpol MJA dalam peristiwa tersebut telah ditindaklanjuti oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Papua. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam menegakkan disiplin dan kode etik profesi terhadap setiap anggota yang diduga melakukan pelanggaran.


“Setiap laporan masyarakat akan ditangani secara serius. Selain proses hukum yang berjalan, pengawasan internal melalui Bidpropam juga dilakukan untuk memastikan tidak ada pelanggaran yang luput dari pemeriksaan,” ujar Kombes Pol. Cahyo Sukarnito.


Langkah tersebut dilakukan untuk mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, serta menjamin kepastian hukum bagi seluruh pihak yang terlibat. 


Polda Papua juga memastikan proses pemeriksaan Aiptu Y Dan Brigpol MJA akan dilakukan secara menyeluruh dengan mengumpulkan keterangan para pihak, saksi-saksi, serta alat bukti yang diperlukan.


“Apabila ditemukan adanya pelanggaran yang dilakukan oleh oknum anggota, maka akan diproses sesuai aturan hukum dan kode etik profesi Polri. Kami berkomitmen menjaga kepercayaan masyarakat melalui penegakan aturan yang tegas dan berkeadilan,” lanjutnya.


Kabid Humas juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan memberikan kepercayaan kepada aparat penegak hukum dalam menangani kasus tersebut. Masyarakat juga diminta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi dan menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kepada penyidik.


Melalui langkah cepat koordinasi antar satuan kerja dan pengawasan internal yang ketat, Polda Papua menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan pelayanan kepolisian yang profesional, humanis, dan berorientasi pada penegakan hukum yang berkeadilan demi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Tanah Papua.


Wakapolda Papua Pimpin Apel Pagi dan Tekankan Disiplin, Kesehatan, serta Dukungan terhadap Kebijakan Institusi

 


Jayapura – Wakapolda Papua Brigjen Pol. Muhajir, S.I.K., M.H., memimpin apel pagi bersama personel Polda Papua yang berlangsung di Lapangan Apel Mapolda Papua Koya Koso, Senin (15/6/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh para Pejabat Utama Polda Papua serta seluruh personel Polda Papua.


Dalam arahannya, Wakapolda Papua menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel atas dedikasi dan pelaksanaan tugas yang telah berjalan dengan baik. Namun demikian, beliau mengingatkan seluruh anggota agar tetap meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai tantangan tugas ke depan.


Salah satu poin penting yang disampaikan adalah terkait perubahan regulasi mengenai masa usia pensiun anggota Polri. Wakapolda menjelaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan langkah strategis dalam memenuhi kebutuhan personel Polri secara nasional, khususnya pada satuan kewilayahan yang masih mengalami kekurangan personel.


“Perubahan usia pensiun ini merupakan kebijakan yang harus kita pahami dan dukung bersama sebagai bagian dari institusi Polri. Kebijakan tersebut bertujuan memperkuat organisasi sekaligus menjaga kesinambungan pelaksanaan tugas kepolisian di seluruh wilayah Indonesia,” ujar Brigjen Pol. Muhajir.


Selain itu, Wakapolda Papua juga menaruh perhatian serius terhadap kondisi kesehatan personel. Berdasarkan laporan yang diterima, terdapat sejumlah anggota yang sedang menjalani perawatan akibat sakit dan tidak dapat mengikuti apel pagi. Bahkan dalam beberapa waktu terakhir, terdapat personel yang meninggal dunia karena kondisi kesehatan.


Menyikapi hal tersebut, Wakapolda mengimbau seluruh anggota untuk lebih peduli terhadap kesehatan dengan menjaga pola hidup sehat, mengatur waktu istirahat yang cukup, serta memanfaatkan waktu luang untuk pemulihan kondisi fisik.


“Kesehatan merupakan modal utama dalam pelaksanaan tugas. Dengan bertambahnya masa pengabdian, setiap anggota dituntut untuk tetap menjaga kondisi fisik agar dapat melaksanakan tugas secara optimal hingga masa akhir dinas,” tegasnya.


Dalam kesempatan tersebut, Wakapolda Papua juga mengingatkan pentingnya keselamatan dalam berkendara, khususnya bagi personel yang menempuh perjalanan cukup jauh menuju Mapolda Papua di Koya Koso. Ia meminta seluruh personel agar mengatur waktu keberangkatan dengan baik dan tidak memaksakan diri berkendara dengan kecepatan tinggi hanya untuk menghindari keterlambatan.


“Keselamatan harus menjadi prioritas. Lebih baik terlambat beberapa menit daripada mengambil risiko yang dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” ungkap Wakapolda.


Selain itu, Brigjen Pol. Muhajir juga mengajak seluruh anggota untuk bijak dalam menggunakan media sosial. Ia menekankan agar personel tidak memberikan komentar negatif terhadap kebijakan pemerintah maupun kebijakan institusi yang telah melalui proses pembahasan dan pengambilan keputusan sesuai mekanisme yang berlaku.


Menurutnya, seluruh anggota Polri memiliki tanggung jawab untuk menjaga citra institusi serta mendukung implementasi setiap kebijakan yang bertujuan memperkuat organisasi dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.


Menutup arahannya, Wakapolda Papua kembali mengucapkan terima kasih kepada seluruh personel atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan selama ini. Ia mengajak seluruh anggota untuk terus menjaga semangat, disiplin, kesehatan, serta melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab guna mewujudkan Polri yang Presisi dan semakin dipercaya masyarakat.

‎Polri Hadir di Tengah Masyarakat, Polsek Kelila Intensifkan Sambang Warga Demi Kamtibmas Kondusif

 


Jayapura – Sebagai upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap aman dan kondusif, Ka Jaga Regu III Polsek Kelila, Bripka Armin Nakul bersama personel Polsek Kelila melaksanakan kegiatan sambang dan dialog bersama para pedagang serta warga di sekitar Mapolsek Kelila, Minggu malam (14/6/2026).


Kegiatan sambang tersebut merupakan salah satu bentuk pendekatan humanis Polri kepada masyarakat guna mempererat hubungan kemitraan sekaligus menyerap informasi dan aspirasi warga terkait kondisi keamanan di lingkungan sekitar.


Kapolsek Kelila, Ipda Alfius Erwin Simbiak, S.H., mengatakan bahwa kegiatan sambang rutin yang dilakukan personelnya merupakan bagian dari upaya preventif kepolisian dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman, nyaman, dan kondusif di wilayah hukum Polsek Kelila.


"Melalui kegiatan sambang ini, kami ingin membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat, mendengarkan berbagai masukan dan informasi dari warga, serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing," ungkap Kapolsek.


Dalam kesempatan tersebut, personel Polsek Kelila juga menyampaikan sejumlah pesan kamtibmas kepada para pedagang dan warga agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan, serta tidak ragu melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan atau berpotensi mengganggu ketertiban masyarakat.


Kapolsek menambahkan bahwa partisipasi aktif masyarakat sangat dibutuhkan dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah, sehingga tercipta lingkungan yang aman dan harmonis bagi seluruh warga.


Kehadiran personel Polri di tengah aktivitas masyarakat pada malam hari mendapat sambutan positif dari warga yang mengapresiasi komitmen Polsek Kelila dalam memberikan rasa aman dan pelayanan kepada masyarakat..