View AllNews

Nasional

Hukum

Latest News

07/06/26

Sinergi TNI dan Aparat Terkait Wujudkan Haul KH. Mahfuz Amin Berjalan Aman dan Khidmat

 


BARABAI – Anggota Koramil 1002-08/Labuan Amas Utara melaksanakan pengamanan kegiatan Haul KH. Mahfuz Amin bin KH. Muhammad Ramli, Muassis Pondok Pesantren Ibnul Amin Pemangkih, yang berlangsung di kawasan Pondok Pesantren Ibnul Amin Pemangkih, Kecamatan Labuan Amas Utara, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Minggu (07/06/2026).


Pengamanan dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan haul berjalan dengan aman, tertib, dan lancar mengingat ribuan jamaah dari berbagai daerah hadir untuk mengikuti kegiatan keagamaan tersebut.


Danramil 1002-08/Labuan Amas Utara Kapten Inf Rudi Hartono mengatakan bahwa kehadiran personel Koramil dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan TNI terhadap kegiatan keagamaan serta upaya membantu menciptakan situasi yang kondusif selama pelaksanaan haul.


"Kami menerjunkan personel untuk membantu pengamanan dan pengaturan arus jamaah agar kegiatan dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. 


Selain itu, kehadiran TNI juga sebagai wujud sinergi dengan aparat terkait serta panitia pelaksana dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada para jamaah," ujarnya.


Menurutnya, pengamanan dilakukan pada sejumlah titik strategis, mulai dari akses masuk dan keluar lokasi kegiatan, area parkir kendaraan, hingga jalur yang dilalui jamaah guna mengantisipasi terjadinya kemacetan maupun gangguan keamanan lainnya.


Sementara itu, panitia pelaksana mengapresiasi dukungan dan keterlibatan personel TNI yang turut membantu menjaga ketertiban selama berlangsungnya kegiatan haul.


Dengan adanya sinergi antara TNI, Polri, panitia, dan masyarakat, pelaksanaan Haul KH. Mahfuz Amin bin KH. Muhammad Ramli berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh khidmat hingga seluruh rangkaian acara selesai dilaksanakan.(pen1002hst)

Polres Mappi Resmi Gulirkan Bhayangkara Cup 2026, Wadah Pembinaan Atlet Muda dan Pererat Persatuan

 


Jayapura – Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Mappi menggelar Turnamen Futsal Bhayangkara Cup 2026 yang secara resmi dibuka di Gelanggang Olahraga Kilometer 7 Kepi, Kabupaten Mappi, Sabtu (6/6/2026). 


Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam mendukung pembinaan generasi muda melalui bidang olahraga sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.


Pembukaan turnamen berlangsung meriah dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Mappi. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kapolres Mappi, Kompol Suparmin, S.IP., M.H., didampingi Wakil Bupati Mappi H. Sanusi, S.Sos., serta Dandim 1704/Mappi Letkol Inf. Bayu Adhi Nugroho, S.Sos.


Sebanyak 15 tim futsal dari berbagai wilayah di Kabupaten Mappi turut ambil bagian dalam kompetisi yang akan berlangsung mulai 6 hingga 27 Juni 2026. Turnamen ini diharapkan menjadi sarana positif bagi para pemuda untuk menyalurkan bakat, meningkatkan kemampuan olahraga, serta mengembangkan semangat kompetisi yang sehat.


Dalam sambutannya, Kapolres Mappi menyampaikan bahwa Bhayangkara Cup 2026 bukan sekadar ajang pertandingan olahraga, melainkan wadah untuk membangun kebersamaan, memperkuat persaudaraan, serta menanamkan nilai-nilai disiplin, sportivitas, dan kerja sama di kalangan generasi muda.


"Melalui turnamen ini, kami ingin memberikan ruang bagi para pemuda untuk berkompetisi secara sehat, menjunjung tinggi sportivitas, serta mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat. Semangat kebersamaan inilah yang menjadi salah satu nilai penting dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-80," ujar Kapolres.


Kapolres juga berharap kegiatan tersebut dapat menjadi wadah lahirnya atlet-atlet futsal berbakat yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Mappi pada berbagai kejuaraan, baik di tingkat regional maupun nasional.


Selain sebagai ajang kompetisi, Bhayangkara Cup 2026 diharapkan dapat memperkuat persatuan dan kebersamaan di tengah masyarakat serta menjadi sarana pembinaan generasi muda melalui kegiatan yang positif dan produktif.


Melalui penyelenggaraan turnamen ini, Polres Mappi kembali menunjukkan komitmennya sebagai institusi yang tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga aktif mendukung pengembangan potensi, kreativitas, dan prestasi generasi muda demi terwujudnya masyarakat yang sehat, berprestasi, dan berdaya saing.


Polres Boven Digoel Berikan Pelayanan dan Pendampingan kepada Warga Pengungsi Distrik Manggelum

 



Jayapura – Polres Boven Digoel memberikan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat Distrik Manggelum yang mengungsi akibat situasi keamanan di wilayah tersebut terkait adanya gangguan keamanan yang dilakukan oleh kelompok KKB di Distrik Manggelum, Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua Selatan, Sabtu (06/06).


Sebanyak 104 pengungsi yang terdiri dari orang dewasa dan anak-anak meninggalkan Distrik Manggelum menuju ibu kota Kabupaten Boven Digoel, Tanah Merah, untuk mencari tempat yang lebih aman. Mayoritas pengungsi merupakan perempuan dan anak-anak yang memilih mengungsi demi menghindari potensi gangguan keamanan serta menjaga keselamatan keluarga mereka.


Sebelum tiba di Tanah Merah, para pengungsi terlebih dahulu tiba di Distrik Kouh dan diterima oleh Kapolsek Kouh beserta personelnya. Di lokasi tersebut, para pengungsi mendapatkan bantuan serta pengamanan selama proses perjalanan menuju tempat tujuan.


Selanjutnya, para pengungsi diberangkatkan menuju Tanah Merah menggunakan lima unit longboat dan speedboat. Setibanya di Tanah Merah, mereka disambut oleh personel Polsek Mandobo dan Polres Boven Digoel, kemudian diangkut menggunakan kendaraan operasional, termasuk mobil truk, kendaraan patroli, kendaraan Samapta, dan ambulans menuju lokasi penampungan sementara di Joglo dan Pendopo Polres Boven Digoel.


Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak, Polres Boven Digoel melalui Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) melaksanakan pemeriksaan kesehatan terhadap seluruh pengungsi guna memastikan kondisi kesehatan mereka tetap terjaga setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang. Selain itu, para pengungsi juga menerima bantuan makanan dan minuman untuk memenuhi kebutuhan dasar selama berada di lokasi penampungan.


Tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan dan bantuan logistik, personel Polres Boven Digoel juga melaksanakan kegiatan trauma healing, khususnya bagi anak-anak dan warga yang mengalami dampak psikologis akibat situasi keamanan yang terjadi di kampung halaman mereka. 


Kegiatan tersebut bertujuan memberikan dukungan moral, membantu pemulihan kondisi psikologis, serta menciptakan rasa aman dan nyaman bagi para pengungsi selama berada di tempat penampungan sementara.


Petugas juga melakukan pendataan secara menyeluruh terhadap para pengungsi untuk mengetahui identitas, jumlah, kondisi kesehatan, serta berbagai kebutuhan yang diperlukan selama masa penampungan. Data tersebut menjadi dasar dalam penyaluran bantuan dan pelayanan lanjutan agar kebutuhan para pengungsi dapat terpenuhi secara optimal.


Kapolres Boven Digoel AKBP Wisnu Perdana Putra, S.H., S.I.K., M.M., CBA menegaskan bahwa Polri hadir untuk memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat yang terdampak situasi keamanan.


“Polri berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang terdampak situasi keamanan. Kami memastikan para pengungsi mendapatkan tempat yang aman, pelayanan kesehatan, bantuan logistik, serta pendampingan psikologis selama berada di Tanah Merah,” ujar Kapolres Boven Digoel.


Lebih lanjut, Kapolres menyampaikan bahwa Polres Boven Digoel akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, serta instansi terkait guna memastikan keamanan, keselamatan, dan kebutuhan dasar para pengungsi dapat terpenuhi dengan baik.


Melalui sinergi seluruh pihak, diharapkan situasi keamanan di Distrik Manggelum dapat segera kembali kondusif sehingga masyarakat dapat kembali ke kampung halaman dan menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman dan nyaman.

Kapolda Papua Resmi Buka Sertifikasi Tembak Reaksi IPSC Angkatan II Tahun 2026

 


Jayapura – Kapolda Papua Irjen Pol. Patrige R. Renwarin, S.I.K., M.Si., secara resmi membuka kegiatan Sertifikasi Tembak Reaksi IPSC Angkatan II Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Pengurus Provinsi Perbakin Papua di Lapangan Tembak Baradaksa Polda Papua, Kota Jayapura, Sabtu (6/6/2026).


Kegiatan tersebut dihadiri oleh Widyaiswara Kepolisian TK. I Sespim Lemdiklat Polri selaku Kaops Damai Cartenz Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., Ketua Umum Perbakin Papua Johny Banua Rouw, S.E., para Pejabat Utama Polda Papua, para Kapolres jajaran, pengurus Perbakin Papua, serta peserta sertifikasi.


Dalam sambutannya, Ketua Perbakin Papua Johny Banua Rouw menyampaikan bahwa kegiatan sertifikasi ini merupakan tindak lanjut dari komitmen Perbakin Papua bersama Polda Papua dalam mengembangkan olahraga menembak di Papua. Ia mengapresiasi dukungan Kapolda Papua dan PB Perbakin sehingga Sertifikasi IPSC Angkatan II Tahun 2026 dapat terlaksana.


"Kami sangat bersyukur karena mendapatkan dukungan yang luar biasa dari Ketua Umum PB Perbakin beserta seluruh tim. Di tengah berbagai agenda nasional yang padat, PB Perbakin tetap memberikan perhatian kepada Papua sehingga kegiatan sertifikasi ini dapat terlaksana dalam waktu yang relatif singkat," ujar Johny Banua Rouw.


Sementara itu, Kapolda Papua Irjen Pol. Patrige R. Renwarin secara resmi membuka kegiatan Sertifikasi Tembak Reaksi IPSC Angkatan II Tahun 2026 yang ditandai dengan ceremonial shooting menggunakan pistol.


Dalam arahannya, Kapolda Papua mengingatkan seluruh peserta agar senantiasa menjaga disiplin, mematuhi seluruh aturan yang berlaku, serta mengikuti setiap tahapan kegiatan dengan penuh tanggung jawab.


"Saya mau ingatkan kepada teman-teman semua, selama kegiatan sertifikasi ataupun penataran ini berlangsung, taati semua aturan yang sudah ditetapkan. Kita ingin menunjukkan bahwa walaupun berada di Papua, kita mampu melaksanakan kegiatan secara tertib, disiplin, dan profesional," tegas Kapolda Papua.


Melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi, profesionalisme, dan kualitas atlet maupun praktisi olahraga menembak di Papua sehingga mampu berprestasi pada tingkat regional maupun nasional.


Tim Gabungan Sampaikan Perkembangan Penanganan Ledakan Diduga Bom Peninggalan Perang Dunia II di Biak Numfor


Jayapura – Pemerintah Kabupaten Biak Numfor bersama unsur TNI-Polri dan tim gabungan menggelar konferensi pers terkait perkembangan penanganan pasca ledakan yang diduga berasal dari bom peninggalan Perang Dunia II yang terjadi pada 31 Mei 2026. Kegiatan rilis dilaksanakan pada Sabtu malam (6/6/2026) di Gedung Negara Pemerintah Kabupaten Biak Numfor.


Rilis tersebut dihadiri oleh Bupati Biak Numfor Markus Oktovianus Mansnembra, S.H., M.M., Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Biak Numfor Zacharias L. Mailoa, S.T., M.M., Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan, S.H., S.I.K., M.H., Komandan Detasemen Gegana Sat Brimob Polda Papua AKBP Clief Gerald Philipus Duwith, S.E., S.I.K., M.Si., Anggota Komisi XIII DPR RI Yan Permenas Mandenas, unsur Basarnas Biak, perwakilan TNI AD dan TNI AL, Bid DVI Polda Papua, Tim Jibom Sat Brimob Polda Papua, dokter forensik RSUD Biak, Satpol PP, serta pejabat Polres Biak Numfor.


Dalam keterangannya, tim gabungan menyampaikan bahwa hingga H+7 pasca ledakan, jumlah korban meninggal dunia yang telah ditemukan sebanyak enam jenazah, sementara tiga korban lainnya masih dalam proses pencarian.


Tim DVI Polda Papua juga terus melakukan proses identifikasi korban. Pada hari ini, tim berhasil mengambil empat sampel DNA postmortem. Dengan demikian, selama dua hari terakhir telah terkumpul sepuluh sampel DNA yang selanjutnya akan dikirim ke Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri di Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.


Selain itu, tim gabungan yang dipimpin Basarnas berhasil menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan korban maupun peristiwa ledakan, di antaranya dua serpihan bagian tubuh manusia, satu unit telepon genggam merek Evercross warna hitam, tiga buah dompet, satu buah pisau, satu buah gunting medis, satu buah pinset medis, serta satu unit GPS merek Garmin.


Sementara itu, berdasarkan hasil pemeriksaan dan sterilisasi yang dilakukan oleh Tim Jibom dan Gegana Sat Brimob Polda Papua, area Ring 1 atau lokasi yang diduga menjadi pusat ledakan telah dinyatakan steril dan bersih dari potensi bahan peledak. Meski demikian, aparat keamanan masih melakukan pengamanan ketat di sekitar lokasi serta melanjutkan olah tempat kejadian perkara guna mencari barang bukti lain yang dapat membantu proses penyelidikan.


Masyarakat juga diimbau untuk tidak memasuki area Ring 1 meskipun telah dinyatakan steril, guna mendukung proses penyelidikan dan menjamin keselamatan bersama.


Terkait korban luka-luka, seluruh korban telah terdata oleh Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial Kabupaten Biak Numfor. Saat ini seluruh korban menjalani rawat jalan dan terus dipantau oleh tenaga kesehatan serta pihak RSUD Biak.


Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, Kodim 1708/Biak Numfor, Lanal Biak, Yonif, Polres Biak Numfor, Brimob, dan unsur terkait lainnya akan melanjutkan operasi pencarian terhadap tiga korban yang masih belum ditemukan selama dua hari ke depan. Pencarian akan dilakukan pada area Ring 1 dan Ring 2 dengan radius pencarian yang diperluas hingga sekitar empat kilometer dari lokasi ledakan.


Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa seluruh unsur yang tergabung dalam tim gabungan terus bekerja secara maksimal untuk menemukan korban yang masih belum ditemukan serta memastikan keamanan lokasi kejadian.


"Fokus kami saat ini adalah melanjutkan pencarian terhadap tiga korban yang masih belum ditemukan, sekaligus memastikan proses identifikasi korban dapat berjalan dengan baik. Kami juga mengimbau masyarakat agar tetap mematuhi arahan petugas dan tidak memasuki area yang masih menjadi lokasi pencarian maupun penyelidikan guna menghindari risiko yang tidak diinginkan," ujar Kapolres.


Lebih lanjut, Kapolres menegaskan bahwa pengamanan di sekitar lokasi ledakan akan tetap dilaksanakan sampai seluruh tahapan pencarian dan penyelidikan selesai dilakukan.


"Walaupun area sumber ledakan telah dinyatakan steril oleh Tim Jibom dan Gegana, kami tetap melakukan pengamanan dan pembatasan akses di lokasi. Hal ini untuk mendukung proses olah TKP lanjutan serta memberikan ruang kepada tim gabungan dalam melaksanakan tugas pencarian secara optimal," tambahnya.


Komandan Detasemen Gegana Sat Brimob Polda Papua AKBP Clief Gerald Philipus Duwith, S.E., S.I.K., M.Si., menjelaskan bahwa timnya telah menyelesaikan proses sterilisasi pada area yang diduga menjadi pusat ledakan.


"Berdasarkan hasil pemeriksaan dan penyisiran yang dilakukan oleh Tim Jibom dan Gegana, area Ring 1 telah dinyatakan steril dari potensi bahan peledak aktif. Namun demikian, kami tetap merekomendasikan agar area tersebut tidak dimasuki masyarakat sampai seluruh proses penyelidikan dan pencarian korban selesai dilaksanakan," jelasnya.


Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., mengapresiasi sinergi seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan pasca ledakan, mulai dari TNI, Polri, Basarnas, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, hingga relawan yang turut membantu proses pencarian dan identifikasi korban.


"Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel dan instansi yang telah bekerja tanpa henti sejak hari pertama kejadian. Sinergi yang baik antarinstansi menjadi kunci dalam penanganan peristiwa ini, baik dalam proses pencarian korban, identifikasi, maupun pengamanan lokasi," ungkap Kabid Humas.


Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan menunggu informasi resmi yang disampaikan oleh pemerintah maupun aparat yang berwenang.


Perwakilan Bid DVI Polda Papua menjelaskan bahwa proses identifikasi melalui pemeriksaan DNA diperkirakan membutuhkan waktu paling cepat tujuh hari. Namun, waktu tersebut dapat bertambah tergantung kondisi dan tingkat kesulitan sampel yang diperiksa.


Seluruh unsur yang terlibat berkomitmen untuk terus melakukan pencarian korban, pengamanan lokasi, serta proses identifikasi secara maksimal hingga seluruh korban ditemukan dan proses penanganan pasca ledakan dapat diselesaikan dengan baik. Situasi selama pelaksanaan kegiatan rilis dan proses penanganan di lapangan dilaporkan berlangsung aman, tertib, dan kondusif.


Polres Jayapura Lakukan Pengamanan dan Sterilisasi Lokasi Penemuan Benda Diduga Bom di Distrik Waibu


 

Jayapura – Personel Polres Jayapura bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait penemuan sebuah benda yang diduga menyerupai bom beserta dua buah proyektil di Kompleks Wawung, depan Perumahan Doyo Grand, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, Sabtu (6/6/2026).


Penemuan tersebut pertama kali dilaporkan oleh seorang warga yang mengaku menemukan benda tersebut sekitar satu minggu lalu di sekitar aliran kali yang berada tidak jauh dari tempat tinggalnya. Benda tersebut diduga terbawa arus banjir yang sebelumnya terjadi di kawasan tersebut.


Menurut keterangan warga, saat menemukan benda tersebut, ia juga melihat dua buah proyektil yang menyerupai peluru berada di sekitar lokasi. Demi menghindari kemungkinan benda tersebut ditemukan dan dimainkan oleh anak-anak yang sering beraktivitas di sekitar kali, benda tersebut kemudian dipindahkan sejauh kurang lebih 15 meter ke depan rumahnya untuk diamankan sementara.


Menerima laporan dari masyarakat pada pukul 11.19 WIT, personel piket Polres Jayapura segera merespons dengan mendatangi lokasi kejadian yang dipimpin oleh Piket Samapta Regu I Polres Jayapura, IPDA Rahmat, S.H. Setibanya di lokasi, petugas mendapati benda yang diduga menyerupai bom berada di depan rumah warga yang melaporkan penemuan tersebut.


Sebagai langkah awal pengamanan, personel langsung melakukan sterilisasi lokasi dan memasang garis polisi (police line) guna mencegah masyarakat mendekati area penemuan.


Kapolres Jayapura AKBP Dionisius V. D. P. Helan, S.I.K., M.H., M.Tr.Mil., mengapresiasi kesadaran masyarakat yang segera melaporkan penemuan benda mencurigakan kepada pihak kepolisian.


"Kami mengimbau masyarakat agar tidak menyentuh, memindahkan, ataupun mencoba membuka benda yang dicurigai sebagai bahan peledak atau benda berbahaya lainnya. Langkah yang paling tepat adalah segera melaporkannya kepada aparat keamanan agar dapat ditangani sesuai prosedur. Keselamatan masyarakat merupakan prioritas utama kami," tegas Kapolres.


Lebih lanjut, Kapolres menjelaskan bahwa tindakan cepat personel di lapangan merupakan bagian dari upaya preventif untuk mengantisipasi potensi risiko yang dapat membahayakan masyarakat maupun lingkungan sekitar.


"Kami telah melakukan pengamanan dan sterilisasi lokasi untuk memastikan situasi tetap aman dan terkendali. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati lokasi dan mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama," tambahnya.


Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.


Ia juga mengingatkan bahwa tidak menutup kemungkinan masih terdapat benda lain yang serupa di sekitar lokasi mengingat benda tersebut diduga terbawa arus banjir dan belum diketahui asal-usulnya.


"Apabila masyarakat menemukan benda yang mencurigakan, baik yang menyerupai bahan peledak, amunisi, maupun benda berbahaya lainnya, segera laporkan kepada pihak kepolisian. Jangan menyentuh, memindahkan, atau mencoba membongkarnya karena dapat membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain," tambahnya.


Saat ini, Polres Jayapura bersama Unit Jibom Detasemen Gegana Sat Brimob Polda Papua terus melakukan pengamanan dan pemantauan di sekitar lokasi penemuan guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap aman serta kondusif. 


Kepolisian berkomitmen untuk menangani setiap potensi ancaman secara profesional, cepat, dan sesuai standar operasional yang berlaku demi memberikan rasa aman kepada masyarakat.

06/06/26

Hari Ke-6 Ops Sikat Cartenz 2026, Tim URC Resmob Polda Papua Berhasil Tangkap DPO Kasus Curas di Jayapura Selatan


 

Jayapura – Memasuki hari ke-6 pelaksanaan Operasi Sikat Cartenz 2026, Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Resmob Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Papua yang tergabung dalam Satgas Gakkum berhasil menangkap seorang Daftar Pencarian Orang (DPO) yang terlibat dalam kasus dugaan tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas) di wilayah Kota Jayapura.


Penangkapan dilakukan pada Sabtu (06/06/2026) sekitar pukul 15.20 WIT di Jalan Argapura, tepatnya di depan Kios Riska Samira, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura. Pelaku yang sebelumnya masuk dalam daftar pencarian orang berhasil diamankan tanpa perlawanan saat berada di lokasi.


Kasatgas Gakkum Operasi Sikat Cartenz 2026, Kompol I Dewa Gde Ditya Kusuma, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa penangkapan tersebut merupakan hasil tindak lanjut atas informasi yang diperoleh Tim URC terkait keberadaan pelaku yang sebelumnya telah ditetapkan sebagai DPO oleh Polsek Jayapura Selatan.


“Setelah menerima informasi mengenai keberadaan pelaku, Tim URC Resmob Subdit III Jatanras langsung bergerak menuju lokasi dan berhasil mengamankan yang bersangkutan. Selanjutnya pelaku dibawa ke ruang pemeriksaan Subdit III Jatanras untuk proses hukum lebih lanjut sebelum diserahkan kepada penyidik Polsek Jayapura Selatan,” ujar Kompol Dewa.


Kasus yang menjerat pelaku bermula pada 02 Maret 2026 sekitar pukul 19.00 WIT. Saat itu korban sedang memarkirkan sepeda motornya di depan sebuah kios di kawasan Argapura. Pelaku bersama rekan-rekannya diduga meminta sejumlah uang kepada korban. Karena permintaan tersebut tidak dipenuhi, para pelaku kemudian melakukan tindakan kekerasan dengan memukul korban secara berulang kali pada bagian kepala.


Tidak hanya melakukan penganiayaan, para pelaku juga mengambil tas milik korban yang berisi uang tunai sebesar Rp10 juta, satu unit telepon genggam, serta sejumlah dokumen penting milik korban.


Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Papua selaku Ka Ops Sikat Cartenz 2026, Kombes Pol. Parasian Herman Gultom, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa keberhasilan penangkapan DPO ini merupakan bentuk komitmen Polda Papua dalam memberantas tindak pidana konvensional yang meresahkan masyarakat.


“Operasi Sikat Cartenz 2026 tidak hanya berfokus pada pengungkapan kasus-kasus kriminal, tetapi juga memastikan para pelaku yang masih buron dapat segera ditangkap dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Kami mengimbau masyarakat untuk terus memberikan informasi kepada kepolisian apabila mengetahui keberadaan pelaku kejahatan di lingkungan sekitarnya,” tegas Kombes Pol. Parasian.


Saat ini penyidik masih melakukan pengembangan guna mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut. Polda Papua menegaskan akan terus meningkatkan upaya penegakan hukum melalui Operasi Sikat Cartenz 2026 guna menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di seluruh wilayah Papua.


Pendampingan Babinsa Berikan Semangat Baru Bagi Petani Tomat Desa Tungkup

 



BARABAI – Sebagai wujud kepedulian terhadap ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat, Babinsa Koramil 1002-08/Labuan Amas Utara, Koptu Suriansyah, melaksanakan komunikasi sosial dengan menyambangi warga binaannya yang sedang merawat tanaman tomat di Desa Tungkup, Kecamatan Labuan Amas Utara, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Sabtu (06/06).


Dalam kegiatan tersebut, Koptu Suriansyah turut membantu perawatan tanaman tomat sekaligus memberikan motivasi kepada petani agar terus semangat dalam mengembangkan usaha pertanian yang menjadi salah satu sumber penghasilan keluarga.


Pemilik kebun tomat, Romansyah, mengucapkan terima kasih atas perhatian dan pendampingan yang diberikan Babinsa kepada para petani di wilayahnya.


"Kami sangat berterima kasih kepada Babinsa yang selalu hadir di tengah masyarakat.


Kehadiran beliau memberikan semangat dan motivasi bagi kami untuk terus merawat tanaman agar hasil panen nantinya lebih maksimal," ujar Romansyah.


Sementara itu, Danramil 1002-08/Labuan Amas Utara, Kapten Inf Rudi Hartono, menyampaikan bahwa kegiatan pendampingan yang dilakukan Babinsa merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial dalam membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


"Babinsa harus selalu hadir dan berperan aktif di tengah masyarakat. Melalui pendampingan kepada para petani, diharapkan dapat membantu meningkatkan hasil produksi pertanian sekaligus mendukung program ketahanan pangan di wilayah," tegas Kapten Inf Rudi Hartono.


Menurutnya, kedekatan Babinsa dengan masyarakat menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam menciptakan kemanunggalan TNI dengan rakyat serta mendukung pembangunan di sektor pertanian.


Kegiatan sambang dan pendampingan tersebut berlangsung dengan penuh keakraban, mencerminkan sinergi yang baik antara Babinsa dan warga binaan dalam mewujudkan ketahanan pangan yang kuat di wilayah Kecamatan Labuan Amas Utara. (pen1002hst).