View AllNews

Nasional

Hukum

Latest News

05/09/26

Ini Kerja Nyata Personel Gabungan Muara Samu Dalam Memadamkan Api

 


Kodim 0904/Paser, Muara Samu - Ditengah kepulan asap yang merusak udara di sekitar Desa Muser, terdapat Personel Gabungan Kecamatan Muara Samu yang sedang memadamkan api yang membakar lahan kering akibat Kemarau. Jumat (4/9/2026)


Danramil 0904-09/Muara Samu Kapten Kav Obed Nego menyampaikan bahwa Tim Satgas Karhutla Kecamatan Muara Samu mendapatkan laporan dari warga Desa Muser akan kebakaran yang terjadi di RT 06.


Dengan bantuan 1 unit mobil tanki milik Damkar Kecamatan Muara Samu api dapat dipadamkan dimana personel yang terlibat terdiri dari Koramil 09/Muara Samu, Polsek Muara Samu, Damkar Muara Samu dan warga Muser.


Dalam memadamkan api personel tidak hanya menggunakan Mobil Damkar saja, personel Gabungan juga menggunakan alat maupun dedaunan yang ada untuk mematikan api dalam skala kecil.


Tidak pantang menyerah, walaupun api sudah berhasil dipadamkan, Satgas Karhutla Muara Samu juga melakukan pendinginan untuk memastikan agar sumber api sudah benar-benar padam.


Dim 0904/Psr

04/09/26

DPRK Yahukimo Dorong Masyarakat Bersama Jaga Keamanan Pascakontak Tembak

 


Jayapura – Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Yahukimo, Son Bahabol mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi menyusul terjadinya kontak tembak antara aparat keamanan dan kelompok bersenjata di wilayah Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.


DPRK Yahukimo meminta masyarakat tidak menyikapi peristiwa tersebut dengan tindakan yang dapat memperkeruh situasi. Warga juga diimbau untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, khususnya melalui media sosial, karena dapat menimbulkan keresahan dan memperbesar ketegangan di tengah masyarakat.


“Kami mengimbau seluruh masyarakat Yahukimo agar tetap tenang, tidak mudah terprovokasi dan tidak menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Mari kita bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban agar situasi tetap kondusif,” ujar Son Bahabol.


DPRK juga mengajak tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kedamaian dan tidak mengambil tindakan secara sepihak. Penanganan terhadap setiap peristiwa keamanan diharapkan dapat dipercayakan kepada aparat yang berwenang sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.


Masyarakat juga diminta tetap berhati-hati dalam menerima informasi yang beredar dan mengutamakan sumber resmi sebagai rujukan. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah munculnya informasi yang keliru maupun provokatif yang dapat memicu keresahan di tengah masyarakat.


“Kami berharap masyarakat tidak terpancing oleh isu maupun informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Keamanan dan kedamaian Yahukimo merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, mari kita menjaga persatuan, mengedepankan komunikasi dan menyelesaikan setiap persoalan melalui mekanisme yang berlaku,” lanjutnya.


DPRK Yahukimo menegaskan bahwa kondisi keamanan yang kondusif sangat penting bagi keberlangsungan aktivitas masyarakat, pelayanan pemerintahan, pendidikan, perekonomian, serta pembangunan daerah. Karena itu, masyarakat diharapkan tetap menjaga ketenangan dan bersama-sama menciptakan suasana yang aman di wilayah Yahukimo.

Kodim 1002/HST Tanamkan Semangat Gotong Royong Lewat Aksi Peduli Sampah


BARABAI- Komando Distrik Militer (Kodim) 1002/Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, menggelar kegiatan peduli sampah di kawasan Pasar Agrobisnis Barabai dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) tahun 2026, Jumat. (4/9).


Kegiatan yang mengusung tema "TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat dan Makmur" tersebut melibatkan personel TNI dan Polri, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) HST, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) HST, Dinas Perdagangan HST, serta unsur pemerintahan lainnya.


Pasiterdim 1002/HST Kapten Inf Subhan mewakili Dandim 1002/HST Letkol Inf Ardiansyah Okta Putra Siregar mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap kebersihan lingkungan sekaligus upaya membangun kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan fasilitas umum.


"Kegiatan ini bukan hanya sekadar membersihkan sampah, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan TNI bersama masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat," ujarnya.


Menurut dia, pasar merupakan salah satu kawasan yang memiliki aktivitas masyarakat cukup tinggi sehingga kebersihannya perlu mendapat perhatian bersama. Pengelolaan sampah yang baik dinilai dapat menciptakan lingkungan pasar yang lebih nyaman bagi pedagang maupun masyarakat yang beraktivitas.


"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para pedagang dan pengunjung pasar, untuk bersama-sama menjaga kebersihan. Jangan hanya mengandalkan petugas kebersihan, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama," katanya.


Sementara itu, Kepala UPT Pengelolaan Pasar Keramat Kelas A Tommy Hadiwibowo, A.Md., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada TNI atas pelaksanaan gerakan peduli sampah tersebut.


Menurut Tommy, kegiatan tersebut sangat berarti bagi pengelolaan pasar, mengingat persoalan sampah masih menjadi salah satu tantangan yang membutuhkan kepedulian dan kesadaran bersama, khususnya dari para pedagang.


"Kami mengucapkan terima kasih kepada TNI atas kegiatan gerakan peduli sampah ini. Kegiatan ini sangat berarti bagi pasar, karena masalah kebersihan dan sampah menjadi momok yang harus diatasi dengan adanya kepedulian dan kesadaran para pedagang," ujarnya.


Ia berharap kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk mewujudkan lingkungan pasar yang lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi pedagang maupun masyarakat.


"Harapannya, ini menjadi langkah awal untuk mewujudkan lingkungan pasar yang bersih dan nyaman untuk kita semua," katanya.


Kapten Inf Subhan menambahkan kegiatan peduli sampah tersebut juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjaga lingkungan.


"Semangat gotong royong seperti ini harus terus dipelihara. TNI hadir di tengah masyarakat tidak hanya dalam bidang pertahanan, tetapi juga ikut berkontribusi dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan," ujarnya.


Ia berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya membuang sampah pada tempatnya serta menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.


Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian menyambut HUT ke-81 TNI tahun 2026 dan wujud nyata semangat kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui kepedulian terhadap lingkungan serta kepentingan masyarakat.(pen1002hst).

03/09/26

Keluarga Korban Memohon Kepastian Nasib 9 Perempuan Jila yang Diculik OTK

 



Timika – Ketegangan dan kecemasan melanda keluarga dari sembilan perempuan yang dilaporkan disandera oleh Orang Tidak Dikenal (OTK) dalam insiden berdarah di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, pada 17 Agustus 2026 lalu. Insiden tersebut juga menewaskan satu orang korban jiwa. Pada Selasa (2/9/2026), pihak keluarga secara resmi menyampaikan pernyataan sikap di Timika, mendesak adanya kepastian mengenai nasib para sandera.


Dalam pernyataannya, keluarga korban menegaskan bahwa fokus utama mereka hanyalah keselamatan dan kepulangan anggota keluarga mereka, terpisah dari dinamika konflik atau aksi lain yang mungkin terjadi di wilayah Jila.


“Amolongo Nimaome Saipa, salam sejahtera untuk kita semua. Kami sebagai keluarga korban dan sandera dari Jila ingin menyampaikan hal ini. Yang kami bicarakan tidak berkaitan dengan aksi-aksi lain di Jila. Kami hanya khusus berbicara tentang anak-anak kami yang dibawa,” bunyi pernyataan tersebut.


Keluarga korban menyerukan agar pihak yang menahan sembilan perempuan tersebut segera memberikan informasi mengenai kondisi dan lokasi keberadaan mereka saat ini. Mereka berharap ada jalur komunikasi yang terbuka demi menghindari eskalasi kekerasan lebih lanjut.


“Kami keluarga minta pelaku dapat memberikan informasi kepastian, anak-anak itu sekarang di mana?” tanya pihak keluarga dengan nada memohon.


Lebih jauh, keluarga menetapkan batas waktu harapan mereka. Mereka mendesak agar para sandera dipulangkan dalam waktu dekat, paling lambat dalam dua bulan ke depan. “Kami minta agar dalam waktu dekat pulangkan anak-anak kami sebelum dua bulan ke depan,” tegas perwakilan keluarga.


Di tengah tekanan emosional yang tinggi, keluarga korban tetap mengedepankan jalan damai. Mereka meminta siapa pun yang mengetahui keberadaan para sandera untuk meneruskan pesan ini kepada pihak penahan, di mana pun mereka berada. Tujuannya adalah agar persoalan ini dapat diselesaikan tanpa menimbulkan korban baru atau konflik berkepanjangan.


Pernyataan sikap tersebut ditutup dengan doa tulus dari keluarga korban. “Tuhan memberkati selalu,” ucap mereka, seraya berharap seluruh pihak dapat bekerja sama agar para sandera segera mendapat perlindungan dan kembali ke pelukan keluarga.

02/09/26

Sikap Sigap Personel Gabungan Karhutla Kabupaten Paser Dalam Memadamkan Api



Kodim 0904/Paser, Tanah Grogot - Personel Gabungan Karhutla Kabupaten Paser tidak mengenal waktu dalam berjibaku memadamkan api yang membakar lahan di wilayah Kabupaten Paser. 


Tepatnya dalam kegiatan memadamkan api di Desa Rantau Panjang Kecamatan Tanah Grogot Kabupaten Paser, Babinsa beserta personel Gabungan Penanggulangan Karhutla masih berjibaku memadamkan api. Rabu (2/9/2026)


Berjarak 10.00 menit Tim Gabungan Karhutla berhasil sampai di titik api untuk memadamkan api secara langsung, laporan ini bersumber dari warga yang berada di titik kebakaran.


Api yang membakar rumput kering di lahan kosong ini dapat dipadamkan menggunakan 2 mobil tanki milik BPBD Kabupaten Paser serta kerjasama Tim Penanggulangan Karhutla.


Serma Normansyah selaku Babinsa Rantau Panjang menyampaikan bahwa api berhasil menghanguskan sekitar 2 Ha lahan kosong yang mengering akibat Kemarau panjang.


Tetap sesuai harapan Personel Gabungan Karhutla Kabupaten Paser menyampaikan himbauan kepada masyarakat untuk tidak membakar lahan baik disengaja maupun secara sadar untuk kepentingan pribadi. 


Dim 0904/Psr

TNI, Forkopimda dan Masyarakat HST Ikhtiar Lewat Shalat Istisqa

 


BARABAI – Kodim 1002/Hulu Sungai Tengah (HST) bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan masyarakat menggelar shalat Istisqa serta doa bersama untuk memohon turunnya hujan di Masjid Agung Riadhussalihin Barabai, Selasa (2/9).


Shalat Istisqa tersebut menjadi ikhtiar bersama di tengah musim kemarau yang berdampak terhadap ketersediaan air serta meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten HST.


Dandim 1002/HST Letkol Inf Ardiansyah Okta Putra Siregar melalui Pasipersdim 1002/HST Kapten Inf Rudi Hartono mengatakan, shalat Istisqa merupakan bentuk ikhtiar dan doa bersama agar Allah SWT segera memberikan hujan yang membawa keberkahan bagi masyarakat.


“Melalui shalat Istisqa dan doa bersama ini, kita memohon kepada Allah SWT agar segera diturunkan hujan yang cukup dan membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Hulu Sungai Tengah,” ujarnya.


Menurut dia, kondisi kemarau tidak hanya berdampak terhadap kebutuhan air masyarakat, tetapi juga berpotensi memengaruhi sektor pertanian dan meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.


Karena itu, pihaknya mengajak seluruh masyarakat untuk tidak hanya mengandalkan doa, tetapi juga melakukan berbagai upaya pencegahan dengan menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran.


“Kita terus mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan, menggunakan air secara bijak dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran,” katanya.


Ia menambahkan, sinergi antara TNI, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan dalam menghadapi dampak musim kemarau.


“Semoga melalui ikhtiar dan doa bersama ini, hujan segera turun di wilayah HST dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta lingkungan,” ujarnya.


Kegiatan shalat Istisqa dan doa bersama tersebut diikuti jajaran Kodim 1002/HST, Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat dan warga Kabupaten Hulu Sungai Tengah.(pen1002hst).

Pangdam VI/Mulawarman Laksanakan Kunjungan Kerja di Malinau, Dilanjutkan Peninjauan Mako Puslatpur TNI di Sebuku

 


MALINAU – Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Krido Pramono, S.H., M.Si., melaksanakan kunjungan kerja di wilayah Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, Selasa (1/9/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembinaan dan pengawasan terhadap satuan jajaran TNI AD sekaligus untuk melihat secara langsung kondisi satuan dan kesiapan personel di wilayah.


Pangdam VI/Mulawarman beserta rombongan tiba di Pelabuhan Speedboat Malinau, Jalan AMD RT 17, Desa/Kecamatan Malinau Kota, Kabupaten Malinau, pukul 13.37 WITA, setelah bertolak dari Kota Tarakan menggunakan Speedboat Mandiricoal Executive milik PT MIP. Dalam kunjungan tersebut, Pangdam didampingi Danrem 092/Maharajalila Brigjen TNI Mohammad Sjahroni, S.H., M.Han.


Kedatangan Pangdam VI/Mulawarman disambut oleh unsur TNI, Polri, Forkopimda, serta pejabat terkait Kabupaten Malinau. Prosesi penyambutan diawali dengan tradisi tepung tawar, pengalungan syal, penyerahan hand bouquet, dan persembahan tarian adat sebagai bentuk penghormatan sekaligus penyambutan khas daerah.


Peninjauan Makodim 0910/Malinau


Setelah prosesi penyambutan, Pangdam VI/Mulawarman bersama rombongan menuju Makodim 0910/Malinau di Jalan Pusat Pemda, Desa Malinau Hulu, Kecamatan Malinau Kota.


Setibanya di Makodim 0910/Malinau, Pangdam menerima laporan dari Dandim 0910/Malinau, dilanjutkan dengan hormat jajar, pengalungan syal, foto bersama, serta penanaman pohon.


Selanjutnya, Pangdam menerima paparan satuan terkait kondisi dan pelaksanaan tugas Kodim 0910/Malinau. Kegiatan dilanjutkan dengan pengarahan Pangdam kepada seluruh personel Kodim 0910/Malinau.


Dalam arahannya, Pangdam memberikan penekanan kepada seluruh personel agar senantiasa meningkatkan profesionalisme, menjaga soliditas dan disiplin, serta melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan tetap menjaga kemanunggalan TNI dengan rakyat.


Rangkaian kegiatan di Makodim juga diisi dengan penyerahan cinderamata dan penulisan kesan serta pesan oleh Pangdam VI/Mulawarman.


Tinjau Rumah Baca dan Mako Yonif 614/Rjp


Usai melaksanakan kegiatan di Makodim 0910/Malinau, Pangdam VI/Mulawarman bersama rombongan melanjutkan kunjungan ke Rumah Baca Bermain Ceriah di Desa Pulau Sapi, Kecamatan Mentarang.


Pangdam meninjau secara langsung kondisi Rumah Baca Bermain Ceriah yang menjadi salah satu sarana pendukung kegiatan pendidikan dan pembinaan masyarakat di wilayah Kabupaten Malinau.


Selanjutnya, Pangdam beserta rombongan menuju Mako Yonif 614/Raja Pandhita di Desa Belayan, Kecamatan Malinau Utara.


Setibanya di Mako Yonif 614/Rjp, Pangdam menerima laporan dari Danyonif 614/Rjp, dilanjutkan dengan hormat jajar, pengalungan syal, tarian penyambutan, dan foto bersama.


Pangdam kemudian menerima paparan satuan, melaksanakan penanaman pohon, serta memberikan pengarahan kepada seluruh personel Yonif 614/Rjp. Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata dan penulisan kesan serta pesan.


Ramah Tamah Bersama Forkopimda dan Tokoh Masyarakat


Pada malam harinya, Pangdam VI/Mulawarman bersama rombongan menghadiri acara ramah tamah bersama Forkopimda dan para tokoh masyarakat Kabupaten Malinau yang dilaksanakan di Guest House Pemda Malinau.


Acara diawali dengan persembahan tarian adat dan doa, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Wakil Bupati Malinau dan sambutan Pangdam VI/Mulawarman.


Dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan penyerahan cinderamata dari Pemerintah Kabupaten Malinau kepada Pangdam VI/Mulawarman, foto bersama, serta ramah tamah bersama Forkopimda dan tokoh masyarakat.


Kegiatan ramah tamah tersebut menjadi momentum untuk mempererat komunikasi, sinergitas, dan hubungan yang harmonis antara TNI, pemerintah daerah, unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, serta seluruh komponen masyarakat di Kabupaten Malinau.


Dilanjutkan Peninjauan Mako Puslatpur TNI di Sebuku


Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian kunjungan kerja di wilayah Kabupaten Malinau, Pangdam VI/Mulawarman beserta rombongan direncanakan melanjutkan kegiatan pada Rabu (2/9/2026).


Agenda selanjutnya adalah peninjauan Mako Puslatpur TNI di wilayah Kecamatan Sebuku, Kabupaten Nunukan. Peninjauan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja Pangdam VI/Mulawarman di wilayah perbatasan Kalimantan Utara.


Melalui kunjungan dan peninjauan tersebut, diharapkan dapat diperoleh gambaran secara langsung mengenai kondisi satuan, kesiapan personel, serta sarana dan prasarana pendukung pelaksanaan tugas di wilayah.


Seluruh rangkaian kunjungan kerja Pangdam VI/Mulawarman di wilayah Kabupaten Malinau berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan lancar. Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari unsur TNI, Polri, Forkopimda, serta masyarakat Kabupaten Malinau.


Kodim 0910/Malinau


“Bersama Rakyat, TNI Kuat”

01/09/26

Polda Papua Perkuat Langkah Pencegahan dan Penanggulangan Karhutla di Wilayah Papua



Jayapura – Polda Papua memperkuat langkah pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di seluruh wilayah hukumnya. Penguatan tersebut dilakukan sebagai upaya mengantisipasi potensi kebakaran serta mencegah praktik pembukaan lahan dengan cara membakar yang dapat berdampak terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, maupun aktivitas sosial dan ekonomi.


Langkah tersebut sebagai tindak lanjut Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1895/VIII/OPS.1.2./2026 tanggal 31 Agustus 2026 yang ditujukan kepada seluruh Kapolda. Dalam telegram tersebut, jajaran Polda diperintahkan mengambil sejumlah langkah strategis untuk mencegah dan menanggulangi karhutla.


Di wilayah Papua, jajaran Polda Papua akan terus mengoptimalkan upaya pencegahan melalui pemetaan dan pemantauan wilayah yang memiliki potensi kerawanan kebakaran hutan dan lahan. Upaya tersebut juga dilakukan dengan meningkatkan koordinasi bersama pemerintah daerah dan instansi terkait, termasuk Dinas Lingkungan Hidup, BPBD, Dinas Kehutanan, TNI, perusahaan perkebunan serta unsur terkait lainnya.


Selain memperkuat koordinasi, jajaran kepolisian juga didorong untuk meningkatkan kesiapsiagaan personel dan sarana prasarana dalam menghadapi kemungkinan terjadinya Karhutla. Apel siaga dan pengecekan kesiapan personel menjadi bagian penting untuk memastikan setiap unsur dapat bergerak cepat apabila terjadi kebakaran.


Kesiapan tersebut juga diperkuat melalui peningkatan kemampuan personel Satbrimob dan Samapta dalam penanganan Karhutla. Jajaran Polda Papua juga dapat mempersiapkan pembentukan Satgas Aman Nusa II maupun operasi kontinjensi sebagai langkah kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi yang membutuhkan penanganan secara terpadu.


Upaya pencegahan tidak hanya dilakukan melalui kesiapan internal kepolisian. Polda Papua juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan melalui penguatan peran Satgas Karhutla serta pembinaan dan pelatihan relawan tanggap api di wilayah yang memiliki potensi kerawanan.


Patroli terpadu juga akan terus ditingkatkan pada wilayah yang dinilai rawan terjadi kebakaran maupun pembukaan lahan dengan cara membakar. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana bagi personel untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya dan dampak pembakaran hutan dan lahan.


Polda Papua juga mendukung langkah pencegahan melalui pembangunan sarana pendukung seperti embung dan sekat kanal di sekitar wilayah rawan, termasuk pada kawasan perusahaan yang memiliki potensi terjadinya kebakaran. Sarana tersebut diharapkan dapat membantu ketersediaan sumber air sekaligus menghambat penyebaran api apabila terjadi kebakaran.


Dalam aspek perlindungan masyarakat, jajaran kepolisian turut mendorong adanya langkah antisipasi terhadap dampak asap akibat Karhutla. Termasuk melalui pengembangan kelas aman asap bagi pelajar serta pendampingan bagi masyarakat yang terdampak apabila kondisi Karhutla mengganggu aktivitas sehari-hari.


Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., menyampaikan bahwa pencegahan Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, bukan hanya kepolisian.


“Pencegahan Karhutla merupakan tanggung jawab bersama. Kami akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, instansi terkait, dunia usaha dan masyarakat untuk melakukan pencegahan sejak dini, khususnya di wilayah yang memiliki potensi kerawanan kebakaran,” ujar Kabid Humas.


Ia menambahkan, masyarakat memiliki peran penting dalam mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan dengan tidak melakukan pembakaran secara sembarangan serta segera melaporkan apabila menemukan adanya titik api atau aktivitas pembukaan lahan yang berpotensi menimbulkan kebakaran.


“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Jangan membuka lahan dengan cara membakar karena api dapat dengan cepat menyebar dan menimbulkan dampak yang lebih luas. Apabila menemukan adanya kebakaran, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani secepat mungkin,” tambahnya.


Selain langkah pencegahan, Polda Papua menegaskan bahwa setiap pelanggaran terkait pembakaran hutan dan lahan akan ditindak sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Penegakan hukum dapat dilakukan melalui pemberian sanksi administratif, denda dan/atau pidana sesuai dengan hasil penyelidikan dan ketentuan peraturan perundang-undangan.


Jajaran Polda Papua juga akan melaksanakan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) sebagai bagian dari upaya mencegah, mengantisipasi dan menanggulangi potensi Karhutla di wilayah masing-masing.


“Penegakan hukum akan dilakukan secara tegas dan terukur terhadap pihak yang terbukti melakukan pelanggaran. Namun yang paling utama adalah bagaimana kita bersama-sama mencegah kebakaran sebelum terjadi, sehingga masyarakat, lingkungan dan aktivitas perekonomian dapat terlindungi,” tegas Kabid Humas.


Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P. juga mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran dalam kegiatan pembukaan maupun pembersihan lahan, meskipun dilakukan dalam skala kecil. Masyarakat diminta memahami bahwa api yang tidak terkendali dapat dengan cepat merambat dan menimbulkan kerugian bagi lingkungan maupun masyarakat sekitar.


“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Jangan menunggu sampai api membesar dan sulit dikendalikan. Pencegahan jauh lebih baik, karena satu titik api yang dibiarkan dapat berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas,” imbau Kabid Humas.


Melalui langkah terpadu tersebut, Polda Papua mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga hutan dan lahan Papua dari ancaman kebakaran serta menciptakan lingkungan yang aman, sehat dan tetap terjaga bagi masyarakat.