TUBAN– Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf melanjutkan rangkaian silaturahimnya ke Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Pada Rabu (07/01/2026) siang, Gus Yahya sowan ke kediaman KH Habib Mustofa di Kecamatan Bangilan dan menghabiskan waktu sekitar dua jam dalam suasana penuh keakraban.
Pertemuan tersebut berlangsung sederhana dan hangat. Gus Yahya datang bersama rombongan, disambut langsung oleh KH Habib Mustofa beserta keluarga. Silaturahim ini menjadi ruang dialog santai di tengah dinamika PBNU yang tengah berlangsung, sekaligus mempererat ikatan keulamaan dan kekeluargaan.
KH Habib Mustofa menuturkan bahwa pertemuan tersebut berjalan dengan penuh ketenangan. “Tadi siang beliau sowan ke rumah. Kami ngobrol santai, alhamdulillah suasananya baik,” ujar KH Habib Mustofa.
Dalam silaturahim itu, Gus Yahya juga meminta untuk berziarah bersama ke makam KH Misbah. KH Misbah diketahui merupakan mertua KH Habib Mustofa, sekaligus adik dari kakek KH Bisri Rembang, yang juga merupakan kakek dari Gus Yahya. Ziarah tersebut dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada para ulama pendahulu.
“Kami kemudian ziarah bersama ke makam KH Misbah. Ini bagian dari silaturahim keluarga dan sanad keilmuan,” kata KH Habib Mustofa.
Ziarah tersebut diikuti oleh sejumlah tokoh dan keluarga. Tampak hadir Amin Said Husni, Gus Arif, dan Gus Hufron. Anak-anak dan menantu KH Habib Mustofa, yakni Sayyid Muhamamd Habsy dan Sayyid Amar, turut mendampingi. Sejumlah murid KH Habib Mustofa dari Tuban juga ikut serta dalam rombongan.
Menariknya, dalam kesempatan tersebut juga hadir Syeikh Abdurrahman Saiby, yang dikenal sebagai keluarga pemegang kunci Kakbah dari Makkah. Kehadiran Syeikh Abdurrahman Saiby berlangsung secara kebetulan karena ia juga tengah sowan ke rumah KH Habib Mustofa.
“Kebetulan juga ada Syeikh Dr Abdurrahman Saiby dari Makkah yang sowan ke rumah. Jadi bisa bertemu dan silaturahim bersama,” ujar KH Habib Mustofa.
Menurutnya, pertemuan itu lebih banyak diisi dengan doa dan obrolan ringan. Ia menegaskan bahwa silaturahim tersebut tidak membahas hal-hal teknis organisasi secara mendalam. “Intinya silaturahim dan doa, supaya semuanya tetap damai dan membawa kebaikan,” ucapnya.
Usai rangkaian silaturahim dan ziarah, Gus Yahya bersama rombongan melanjutkan perjalanan menuju bandara untuk kembali ke Jakarta.
KH Habib Mustofa berharap silaturahim semacam ini terus terjaga di lingkungan NU. “Yang penting rukun, adem, dan semuanya kembali kepada kemaslahatan jam’iyyah,” pungkasnya.










