View AllNews

Nasional

Hukum

Latest News

09/09/26

Sikapi Rencana Aksi Demo, Benhur Yaboisembut Serukan Kedamaian di Tanah Papua

 


Sentani – Tokoh Adat Moy Distrik Sentani Barat, Benhur Yaboisembut, mengimbau seluruh masyarakat di Tanah Papua, khususnya Kabupaten Jayapura, untuk bersama-sama menjaga keamanan, kedamaian, dan ketenteraman dalam kehidupan bermasyarakat.


Imbauan tersebut disampaikan Benhur menyikapi adanya rencana aksi demonstrasi yang akan dilakukan oleh kelompok-kelompok tertentu pada 15 September dan 30 September mendatang. Ia meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi maupun terhasut oleh berbagai ajakan yang berpotensi mengganggu situasi keamanan.


Menurutnya, masyarakat perlu mengutamakan ketenangan dan tidak terlibat dalam kegiatan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.


“Saya mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Jayapura untuk tetap menjaga kedamaian dan ketenteraman. Jangan mudah terprovokasi atau terhasut oleh ajakan yang dapat memicu terjadinya gangguan keamanan. Mari kita bersama-sama menjaga daerah ini agar tetap aman dan kondusif,” ujar Benhur.


Ia menegaskan bahwa penyampaian aspirasi merupakan bagian dari kehidupan demokrasi, namun harus dilakukan secara tertib, damai, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Karena itu, ia meminta kelompok-kelompok yang berencana melakukan aksi agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat lainnya.


“Silakan menyampaikan aspirasi, tetapi lakukan dengan tertib dan damai. Jangan sampai aksi yang dilakukan justru mengganggu masyarakat yang sedang menjalankan aktivitas sehari-hari. Kita harus menghormati hak orang lain dan menaati aturan yang berlaku,” katanya.


Di sisi lain, Benhur yang juga menjabat sebagai Ketua Lembaga Adat Duku Moy Sentani Barat menyampaikan dukungannya terhadap Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan salah satu program nasional pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden RI Prabowo Subianto.


Ia menilai program tersebut memiliki tujuan penting dalam mendukung pemenuhan kebutuhan gizi, khususnya bagi generasi muda. Menurutnya, pemenuhan gizi yang baik menjadi salah satu faktor penting dalam menunjang tumbuh kembang anak serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia.


“Program Makanan Bergizi Gratis merupakan program yang ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi generasi muda. Anak-anak kita membutuhkan asupan makanan yang baik agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal serta menjadi generasi yang sehat dan cerdas,” jelasnya.


Benhur berharap masyarakat dapat melihat setiap program pemerintah secara bijak dan turut memberikan dukungan terhadap program-program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


“Sebagai masyarakat Indonesia yang baik, mari kita dukung program-program pemerintah yang memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama yang menyentuh kebutuhan generasi muda. Jangan sampai kita terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar,” tambahnya.


Lebih lanjut, Benhur menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang selama ini telah menjaga persatuan dan ketenteraman di Kabupaten Jayapura. Ia berharap kondisi tersebut dapat terus dipertahankan dengan mengedepankan komunikasi, toleransi, dan sikap saling menghormati.


“Saya berterima kasih kepada seluruh masyarakat yang tetap bersatu dan bersama-sama menjaga keamanan serta ketenteraman. Mari kita pertahankan kondisi ini. Perbedaan pendapat boleh ada, tetapi jangan sampai menjadi alasan untuk memecah persatuan dan kedamaian yang sudah kita jaga bersama,” pungkasnya.

“KANTOR KOMNAS HAM PERWAKILAN PAPUA DIDUGA MENJADI SASARAN LEMPARAN BOM MOLOTOV”

 


Kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Perwakilan Papua diduga dilempari bom molotov, Rabu (9/9/2026). Aksi tersebut terjadi sekira pukul 10:10 WIT.


Kepala Komnas HAM Perwakilan Papua, Frits Ramandey, mengatakan seorang pria diduga membawa bom molotov dan melemparkannya ke arah Kantor Komnas HAM Papua. Setelah melakukan aksinya, orang tersebut langsung melarikan diri.


“Ada seseorang membawa bom molotov lalu melempar ke kantor Komnas HAM, setelah itu yang bersangkutan melarikan diri,” kata Frits.


Frits menyebut aksi tersebut sebagai teror terhadap Komnas HAM dan merupakan kejahatan serius yang harus segera diungkap.


“Ini teror yang sudah dialamatkan ke Komnas HAM, ini kejahatan yang serius,” tegasnya.


Sebagai pimpinan Komnas HAM Papua, Frits meminta kasus tersebut segera diusut dan pelaku ditangkap. Ia menilai aksi itu serius karena dilakukan pada siang hari.


“Sebagai pimpinan Komnas HAM ini harus diungkap karena ini terjadi di siang hari. Karena itu pelakunya segera ditangkap,” ujarnya.

Respons Cepat, Kapolres Lanny Jaya Evakuasi Tiga Korban Penembakan di Muliama

 


Jayapura – Kapolres Lanny Jaya Kompol Hendrik Seru, S.H., bersama personel bergerak cepat merespons informasi adanya penembakan yang terjadi di Kampung Muliama, Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Rabu (9/9/2026).


Saat itu, Kapolres Lanny Jaya bersama personel yang sedang dalam perjalanan menuju Wamena untuk melaksanakan pertemuan sambang kamtibmas presisi dengan masyarakat Kabupaten Lanny Jaya dalam rangka penyelesaian permasalahan adat. 


Namun ditengah perjalanan, tepatnya di Kampung Muliama, rombongan Kapolres dihentikan oleh beberapa korban selamat yang berada di sekitar lokasi. Para korban selamat yang berjumlah 8 (delapan) orang tersebut kemudian menyampaikan kepada Kapolres dan personel bahwa teman mereka telah menjadi korban penembakan dan membutuhkan pertolongan.


Mendapat informasi tersebut, Kapolres Lanny Jaya bersama personel langsung menuju lokasi untuk memastikan kondisi korban dan situasi keamanan di sekitar tempat kejadian.


Dari informasi awal yang diterima di lapangan, terdapat tiga orang yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Ketiga korban masing-masing berinisial A.M., seorang dokter hewan, A.R., perempuan yang merupakan Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian, serta W.M., perempuan yang merupakan pegawai Dinas Pertanian.


Berdasarkan keterangan dari para korban yang selamat, ketiga korban sebelumnya hendak melaksanakan pendistribusian bibit ternak sebanyak dua kandang dari Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya menuju Kampung Kimbim, Distrik Asologaima, Kabupaten Jayawijaya.


Untuk memastikan keamanan di sekitar lokasi, personel kemudian melakukan sterilisasi sebelum proses evakuasi, untuk mengantisipasi potensi ancaman lanjutan.


Setelah situasi dinilai cukup aman, Kapolres bersama personel langsung melakukan evakuasi terhadap ketiga korban. Para korban kemudian dibawa menuju RSUD Wamena untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.


Kapolres Lanny Jaya Kompol Hendrik Seru, S.H., mengatakan respons tersebut dilakukan setelah pihaknya menerima informasi langsung dari para korban yang selamat.


“Dalam perjalanan menuju Wamena, kami mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada kejadian penembakan. Saat tiba di Muliama, para korban yang selamat menghentikan rombongan dan menyampaikan bahwa teman mereka terkena tembakan. Kami kemudian langsung menuju lokasi untuk memastikan kondisi korban dan melakukan evakuasi,” ujar Kompol Hendrik Seru.


Ia menjelaskan, keselamatan masyarakat dan personel menjadi perhatian utama saat proses evakuasi dilakukan. Oleh karena itu, pihaknya terlebih dahulu memastikan kondisi di sekitar lokasi sebelum membawa para korban menuju rumah sakit.


“Kami tidak ingin mengambil risiko. Setelah situasi di sekitar lokasi kami pastikan aman, korban langsung kami evakuasi untuk mendapatkan pertolongan medis. Saat ini penanganan korban sudah diserahkan kepada tim medis RSUD Wamena,” jelasnya.


Kapolres bersama personel kemudian tiba di RSUD Wamena dan menyerahkan ketiga korban kepada tim medis untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.


Sementara itu di Jayapura, Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., menyatakan bahwa Polda Papua masih melakukan pendalaman terkait aksi penembakan tersebut.


Ia mengatakan, Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satruya Bimantara juga telah berkoordinasi dengan seluruh aparat keamanan TNI-Polri untuk menjaga situasi keamanan di wilayah Muliama dan sekitarnya.


Kapolres juga telah mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mengambil tindakan sendiri maupun menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.


“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi. Apabila mengetahui adanya kejadian atau informasi yang berkaitan dengan keamanan, segera sampaikan kepada aparat kepolisian agar dapat ditangani dengan cepat dan tepat,” pungkasnya.

08/09/26

Polda Papua Rayakan Hari Jadi ke-78 Polwan, Teguhkan Kiprah Srikandi Bhayangkara di Tanah Papua


Jayapura – Polda Papua menggelar syukuran Hari Jadi ke-78 Polisi Wanita Republik Indonesia Tahun 2026 dengan mengusung tema “One Police Woman, Extraordinary Impact”, di Hotel Mercure Jayapura, Selasa (08/09/2026).


Kegiatan tersebut dilaksanakan secara hybrid dengan mengikuti syukuran terpusat bersama Mabes Polri melalui Zoom Meeting, kemudian dilanjutkan dengan syukuran internal Polda Papua yang dihadiri Kapolda Papua, Irjen Pol. Patrige R. Renwarin, S.H., M.H., didampingi Ibu Asuh Polwan Polda Papua, Ny. Nova Patrige Renwarin serta para pejabat utama Polda Papua dan jajaran.


Peringatan Hari Jadi ke-78 Polwan menjadi momentum untuk memperkuat rasa syukur sekaligus merefleksikan perjalanan panjang pengabdian Polisi Wanita Republik Indonesia dalam mendukung pelaksanaan tugas Polri serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.


Dalam rangkaian syukuran terpusat bersama Mabes Polri, disampaikan bahwa tema “One Police Woman, Extraordinary Impact” menjadi semangat bagi setiap Polwan untuk terus memberikan kontribusi dan dampak positif melalui pengabdian yang profesional, humanis, dan berintegritas.


Peringatan Hari Jadi Polwan ke-78 juga diwarnai dengan berbagai kegiatan sosial dan edukatif, mulai dari aksi bersih lingkungan, bakti kesehatan, anjangsana kepada senior dan purnawirawan Polwan, edukasi kesehatan mental hingga program Polwan Go to School sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat dan generasi muda.


Usai mengikuti kegiatan terpusat, Polda Papua melanjutkan syukuran internal yang diawali dengan penayangan selayang pandang kiprah dan eksistensi Polwan Polda Papua dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian di Tanah Papua.


Dalam sambutannya, Ibu Asuh Polwan Polda Papua menyampaikan bahwa perjalanan 78 tahun Polwan merupakan perjalanan panjang yang penuh pengabdian, perjuangan, pengorbanan, prestasi, dan keteladanan.


Menurutnya, Polwan saat ini bukan hanya menjadi bagian pelengkap dalam institusi Polri, melainkan telah berkembang menjadi salah satu pilar penting yang turut berperan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.


“Di Tanah Papua, Polwan memiliki peran yang sangat strategis dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian, khususnya melalui pendekatan yang humanis dengan memahami keberagaman adat, budaya, dan karakter masyarakat,” ucap Ny. Nova.


Ia menegaskan bahwa tema “One Police Woman, Extraordinary Impact” harus menjadi pengingat bahwa setiap Polwan memiliki kesempatan untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat melalui berbagai bentuk pelayanan dan pengabdian.


“Dampak besar tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar, tetapi dapat hadir melalui kepedulian, pelayanan, pendampingan, trauma healing, pendidikan, dan tindakan sederhana yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.


Dalam kesempatan tersebut, Ibu Asuh Polwan Polda Papua juga mengingatkan seluruh personel Polwan untuk terus menjaga integritas, kehormatan diri, keluarga, dan institusi serta meningkatkan kemampuan dalam menghadapi perkembangan teknologi dan berbagai dinamika tugas.


Selain itu, Polwan Polda Papua diharapkan mampu menjadi pembawa kedamaian atau agent of peace dengan mengedepankan pendekatan humanis, tanpa mengabaikan ketegasan dan profesionalisme dalam menjalankan tugas.


Dalam arahannya, Kapolda Papua menekankan pentingnya setiap anggota Polri, khususnya Polwan, untuk memahami dan menjadikan etika sebagai pedoman dalam kehidupan pribadi maupun pelaksanaan tugas.


Kapolda Papua menyampaikan bahwa terdapat empat etika yang harus dipahami dan diterapkan oleh setiap anggota Polri, yakni etika kenegaraan, etika kelembagaan, etika kemasyarakatan, dan etika kepribadian.


Selain itu, seluruh personel juga diingatkan untuk memahami dan menaati Kode Etik Profesi Polri sebagai landasan dalam menjaga kehormatan, integritas, dan profesionalisme institusi.


Peringatan Hari Jadi ke-78 Polwan diharapkan menjadi momentum bagi seluruh Polwan Polda Papua untuk terus meningkatkan kualitas diri, memperkuat solidaritas, serta menjawab setiap kepercayaan yang diberikan melalui kinerja dan pengabdian terbaik.


Dengan semangat “One Police Woman, Extraordinary Impact”, Polwan Polda Papua diharapkan terus tampil sebagai Srikandi Bhayangkara yang profesional, humanis, dan berintegritas serta mampu menghadirkan manfaat dan dampak positif bagi masyarakat di Tanah Papua.


Babinsa Koramil Barabai hadir dampingi penerimaan bantuan pangan

 



BARABAI – Babinsa Koramil 1002-06/Barabai melaksanakan pendampingan penerimaan dan penyaluran beras bantuan pangan kepada masyarakat di wilayah binaan masing-masing, Selasa (8/9).


Kegiatan pendampingan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan kehadiran TNI di tengah masyarakat, sekaligus memastikan proses penerimaan bantuan pangan berjalan tertib, aman, dan tepat sasaran.


Danramil 1002-06/Barabai Kapten Inf Subhan mengatakan, Babinsa di wilayah masing-masing terus berkoordinasi dengan aparat desa serta pihak terkait dalam pelaksanaan penerimaan bantuan pangan.


“Pendampingan ini merupakan bagian dari tugas Babinsa untuk membantu masyarakat sekaligus memastikan proses penerimaan bantuan berjalan dengan tertib dan lancar. Kami berharap bantuan beras ini dapat meringankan kebutuhan masyarakat, khususnya bagi warga yang membutuhkan,” ujar Kapten Inf Subhan.


Ia menambahkan, kehadiran Babinsa di lapangan juga diharapkan dapat mempererat komunikasi dan sinergi antara TNI, pemerintah desa, serta masyarakat.


“Kami akan terus mendukung program pemerintah yang bertujuan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Babinsa siap hadir dan membantu apabila dibutuhkan,” pungkasnya.


Dengan adanya pendampingan dari Babinsa, proses penerimaan beras bantuan pangan diharapkan dapat berjalan aman, lancar, dan memberikan manfaat bagi masyarakat penerima bantuan di wilayah Kecamatan Barabai.(pen1002hst).

Tokoh Adat dan Masyarakat Keerom Tegas: Jaga Stabilitas, Tolak Provokator demi Percepatan Pembangunan

  


Keerom - Tokoh masyarakat sekaligus tokoh adat Suku Besar Mannem, Malensius Musi, menegaskan komitmennya menjaga stabilitas dan keamanan di Kabupaten Keerom, Papua, sebagai fondasi percepatan pembangunan. I


a menekankan stabilitas wilayah merupakan kunci agar tatanan kehidupan masyarakat dan program pembangunan daerah berjalan baik.


"Seluruh elemen warga asli Keerom, masyarakat Papua dari daerah lain, maupun pendatang, sepakat saling menghormati dan bersatu menjaga keharmonisan," ujarnya pada Selasa, 8 September 2026.


Malensius mengimbau masyarakat tidak mudah terprovokasi isu atau oknum yang ingin memecah belah persatuan.


Lanjut, para tokoh adat dan masyarakat bersinergi dengan pemerintah untuk menindak tegas serta memulangkan oknum provokator dari Keerom demi menjamin kedamaian. 


Menghadapi ketertinggalan pembangunan, ia mengajak semua pihak mendukung percepatan sektor ekonomi, infrastruktur, kesehatan, pendidikan, hingga keagamaan.


"Situasi kondusif akan membuka ruang bagi terwujudnya kesejahteraan dan kemajuan yang merata bagi seluruh warga Keerom," ujarnya.

Tokoh Masyarakat Kampung Baburia Keerom Tegaskan Komitmen Jaga Kedamaian Papua: Tolak Adu Domba, Perkuat NKRI

  


Keerom - Kepala Suku sekaligus Tokoh Masyarakat Kampung Baburia, Kabupaten Keerom, Dius Tabuni, menegaskan komitmen masyarakatnya untuk menjaga kedamaian di wilayah Papua. 


Ia menyampaikan apresiasi atas terwujudnya situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif di Kabupaten Keerom, yang merupakan daerah perbatasan NKRI dengan Papua Nugini. 


Dius Tabuni menekankan bahwa stabilitas tersebut dapat terjaga berkat kolaborasi erat antara aparat keamanan, tokoh agama, tokoh pemuda, dan tokoh masyarakat. Para tokoh adat dan masyarakat, katanya, bersikap tegas menolak segala bentuk adu domba yang dapat memecah belah persatuan.


“Masyarakat Keerom lebih diarahkan untuk fokus pada kegiatan produktif, khususnya sektor pertanian dan ketahanan pangan,” ujar Dius Tabuni pada Selasa, 8 September 2026. 


Kegiatan seperti pembukaan lahan, penanaman jagung, serta pengembangan tanaman pangan dinilai mampu memberdayakan masyarakat sekaligus menjaga aktivitas warga tetap positif dan konstruktif. 


Ia juga berharap pembangunan di Kabupaten Keerom terus ditingkatkan dan dilaksanakan secara sungguh-sungguh.


Dius Tabuni meminta seluruh pihak, termasuk aparat keamanan, turut mendukung terciptanya pembangunan yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan membawa perubahan positif bagi Keerom.


Terkait persatuan, Dius Tabuni menegaskan komitmen masyarakat Keerom, Papua, untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 


Keberagaman masyarakat yang berasal dari berbagai wilayah dan kelompok suku, termasuk masyarakat pegunungan maupun Tabi yang bermukim di Keerom, merupakan bagian dari kekuatan daerah yang harus dijaga melalui semangat Bhinneka Tunggal Ika.


Peta Dius Tabuni mengungkapkan, kunci utama kedamaian di Keerom adalah keberanian dan kecepatan seluruh elemen dalam merespons serta menyelesaikan setiap potensi konflik di lapangan. 


Sinergi responsif antara Pemerintah, Polri, hingga para Kepala Suku terbukti efektif meredam persoalan secara kekeluargaan dan profesional sebelum permasalahan membesar.

Isak Tebai Ajak Masyarakat Dogiyai Jaga Keamanan dan Tolak Provokasi

 


Dogiyai – Kepala Suku Kamuu Utara, Isak Tebai, mengajak seluruh masyarakat di Provinsi Papua Tengah, khususnya Kabupaten Dogiyai, untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap aman, damai, dan kondusif.


Isak mengatakan, kondisi keamanan yang kondusif merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, masyarakat diimbau tidak mudah terpengaruh oleh berbagai isu, hasutan maupun provokasi yang sengaja disebarkan oleh pihak-pihak tertentu dan berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.


“Saya mengajak seluruh masyarakat Dogiyai agar tidak mudah percaya dan terprovokasi oleh isu-isu yang belum tentu kebenarannya. Mari kita bersama-sama menjaga kedamaian dan tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun masyarakat lainnya,” ujar Isak.


Menurutnya, situasi kamtibmas di Kabupaten Dogiyai saat ini menjadi perhatian masyarakat, khususnya berkaitan dengan adanya aksi kelompok bersenjata yang menimbulkan keresahan serta mengganggu aktivitas masyarakat.


Untuk itu, Isak mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap tenang serta memberikan dukungan kepada aparat keamanan dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.


“Masyarakat tidak perlu takut maupun terpancing dengan situasi yang berkembang. Mari kita serahkan penanganan gangguan keamanan kepada aparat yang berwenang, sementara kita sebagai masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan masing-masing agar tetap aman dan kondusif,” katanya.


Isak juga menyoroti adanya sejumlah isu serta rencana aksi yang dikaitkan dengan Solidaritas Rakyat Papua (SRP) Dogiyai. Ia mengimbau agar setiap penyampaian aspirasi dilakukan secara tertib, damai, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat lainnya.


“Jika ada aspirasi yang ingin disampaikan, silakan disampaikan dengan cara yang damai dan sesuai aturan. Jangan sampai kegiatan tersebut justru mengganggu masyarakat yang ingin bekerja, bersekolah, berdagang, maupun menjalankan aktivitas sehari-hari,” tegasnya.


Ia menambahkan, perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar dalam kehidupan bermasyarakat. Namun, perbedaan tersebut hendaknya tidak menjadi alasan untuk melakukan tindakan yang dapat memicu konflik maupun merugikan orang lain.


“Mari kita jaga Dogiyai bersama. Keamanan dan kedamaian bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi menjadi tanggung jawab kita semua. Jangan mudah terprovokasi dan jangan menyebarkan informasi yang dapat memperkeruh keadaan,” pungkas Isak.


Isak berharap seluruh masyarakat Kabupaten Dogiyai dapat mengedepankan persatuan, komunikasi, serta penyelesaian setiap persoalan melalui cara-cara yang damai demi terciptanya situasi yang aman dan kondusif bagi seluruh masyarakat.