View AllNews

Nasional

Hukum

Latest News

01/10/26

Polda Papua Uji Coba MBG Pola Prasmanan di SD Inpres Dok 8, Utamakan Gizi dan Edukasi

 


Jayapura – Polda Papua melalui SPPG Polda Papua melaksanakan uji coba pilot project Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan Pola prasmanan di SD Negeri Inpres Dok 8, Kota Jayapura, Kamis (01/10/2026).


Kegiatan tersebut dihadiri Kapolda Papua Irjen Pol. Patrige R. Renwarin, S.H., M.Si., bersama Ketua Bhayangkari Daerah Papua Ny. Nova Patrige Renwarin serta sejumlah PJU Polda Papua.


Uji coba ini merupakan bagian dari koordinasi SPPG Polda Papua bersama pihak sekolah sekaligus gladi bersih untuk memastikan mekanisme penyajian MBG dengan sistem prasmanan dapat berjalan secara aman, tertib, higienis, dan sesuai kebutuhan gizi siswa.


Dalam pelaksanaannya, sistem prasmanan diterapkan kepada siswa kelas 5 dan kelas 6. Para siswa juga dilibatkan sebagai relawan dalam membantu proses penyajian makanan kepada teman-temannya.


Irwasda Polda Papua Kombes Pol. Jannus P. Siregar menjelaskan bahwa sistem prasmanan tersebut masih dalam tahap uji coba dengan tujuan memastikan makanan yang dikonsumsi siswa tetap dalam kondisi segar, hangat, higienis, serta memenuhi kebutuhan gizi.


“Kami mencoba pola prasmanan ini agar makanan disajikan tetap higienis dan hangat. Targetnya, paling lama dua jam setelah dimasak, makanan sudah disantap anak-anak dalam kondisi suhu di atas 60 derajat Celsius,” ujar Kombes Pol. Jannus.


Menurutnya, keterlibatan siswa sebagai relawan juga memberikan nilai edukasi dan melatih kepedulian antarsiswa. Relawan membantu menyesuaikan porsi makanan dengan kebutuhan masing-masing siswa sehingga makanan dapat dimanfaatkan secara optimal dan mengurangi potensi makanan tersisa.


Selain penyajian makanan, kegiatan tersebut juga disertai edukasi mengenai pentingnya asupan gizi. Sebelum makan, para guru memberikan penjelasan kepada siswa mengenai menu, kandungan kalori, serta nilai gizi makanan yang disajikan.


“Anak-anak tidak hanya mendapatkan makanan bergizi, tetapi juga mendapatkan pengetahuan mengenai kandungan gizi makanan yang mereka konsumsi,” jelasnya.


Kombes Pol. Jannus menambahkan, hasil pelaksanaan uji coba akan dianalisis dan dievaluasi untuk melihat efektivitas sistem prasmanan dibandingkan dengan pola penyajian menggunakan ompreng. Hasil evaluasi tersebut nantinya menjadi bahan masukan untuk disampaikan kepada pengurus pusat.


Uji coba serupa juga dilaksanakan di sejumlah wilayah lain di Indonesia, khususnya pada SPPG yang dikelola Yayasan Kemala Bhayangkari.


Kapolda Papua bersama Ketua Bhayangkari Daerah Papua dalam kegiatan tersebut turut meninjau langsung proses penyajian MBG, melihat kesiapan siswa dan tenaga pendukung, serta mengikuti makan bersama para siswa.


Melalui kegiatan ini, Polda Papua berupaya mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis dengan mengedepankan aspek pemenuhan gizi, kebersihan, keamanan pangan, serta edukasi kepada para siswa.

 

Polda Papua dan BNNP Papua Bersinergi Cegah Peredaran Narkoba, Lindungi Generasi Muda


  

Jayapura – Kepolisian Daerah Papua bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Papua meneguhkan komitmen bersama dalam mencegah dan memberantas penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika di Tanah Papua.


Komitmen tersebut disampaikan dalam Dialog Interaktif “Polisi Menyapa” dengan tema “Komitmen Polda Papua dan BNNP Papua Menuju Papua Bersinar (Bersih Narkoba)” yang berlangsung di Stasiun LPP RRI Jayapura, Kamis (01/10/2026).


Dialog menghadirkan Direktur Reserse Narkoba Polda Papua Kombes Pol. Dr. Alfian, S.I.K., M.Si. dan Penyuluh Narkoba Ahli Muda BNNP Papua Agusman Firman, S.Psi., dengan dipandu presenter RRI Jayapura, Arul Firmansyah. Turut hadir Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P.


Dalam dialog tersebut, Dirresnarkoba Polda Papua menjelaskan bahwa penanganan tindak pidana narkotika menjadi perhatian serius karena dampaknya tidak hanya terhadap pengguna, tetapi juga terhadap keluarga, lingkungan dan masa depan generasi muda.


“Penanganan tindak pidana narkotika membutuhkan komitmen dan keseriusan dari berbagai pihak. Polri dan BNN tidak bisa bekerja sendiri. Peran tokoh masyarakat, orang tua dan seluruh masyarakat sangat penting karena masyarakat merupakan pihak yang paling mengetahui kondisi di lingkungan masing-masing,” ujar Kombes Pol. Alfian.


Ia menyampaikan, hingga September 2026, jajaran Polda Papua telah menangani 237 kasus tindak pidana narkotika dengan 265 tersangka. Sementara pada tahun 2025 tercatat 214 kasus dengan 304 tersangka.


Dari pengungkapan tersebut, barang bukti narkotika yang disita apabila dikonversikan dalam nilai rupiah mencapai sekitar Rp3,16 miliar. Penyitaan tersebut diperkirakan dapat mencegah narkotika beredar dan dikonsumsi oleh sekitar 14,35 juta jiwa.


Menurutnya, ganja masih menjadi salah satu jenis narkotika yang banyak ditemukan di wilayah Papua, disusul sabu-sabu. Kondisi geografis Papua yang luas serta adanya wilayah perbatasan menjadi salah satu tantangan yang membutuhkan pengawasan dan kerja sama lintas instansi.


“Untuk pemberantasan narkotika, kami terus bersinergi dengan BNN, TNI dan instansi terkait, termasuk dalam pengawasan wilayah perbatasan, jalur laut maupun jalur lainnya. Kerja sama ini terus kita tingkatkan untuk mempersempit ruang gerak para pelaku,” jelasnya.


Sementara itu, Penyuluh Narkoba Ahli Muda BNNP Papua Agusman Firman menekankan pentingnya upaya pencegahan, khususnya terhadap anak dan generasi muda. Menurutnya, penanganan narkotika tidak cukup hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga harus dibarengi edukasi, ketahanan keluarga dan lingkungan yang mendukung.


“Upaya P4GN bukan hanya menjadi tugas Polri, BNN maupun aparat keamanan. Seluruh elemen masyarakat memiliki peran, termasuk keluarga, sekolah, tokoh agama, tokoh masyarakat dan pemerintah daerah,” ungkap Agusman.


Ia juga menyampaikan sejumlah program pencegahan yang dijalankan BNNP Papua, di antaranya ANANDA BERSINAR (Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak) serta program Desa/Kelurahan Bersinar. Untuk tahun 2026, BNNP Papua memfokuskan program Kelurahan Bersinar di Kelurahan Hamadi, Distrik Jayapura Selatan.


Selain itu, BNNP Papua bersama Dinas Pendidikan Kota dan Provinsi Papua telah mendorong penerapan Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN) sebagai salah satu langkah pencegahan di lingkungan pendidikan.


“Program IKAN bukan membuat kurikulum baru, tetapi mengintegrasikan materi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika atau P4GN ke dalam pembelajaran di setiap jenjang pendidikan. Harapannya, pencegahan dapat dilakukan secara lebih komprehensif sejak usia dini,” jelasnya.


Dalam dialog tersebut juga disampaikan bahwa hingga September 2026, BNNP Papua telah memberikan layanan rehabilitasi kepada 33 klien, yang sebagian besar berasal dari kelompok usia sekolah.


Karena itu, kedua narasumber mengingatkan pentingnya peran orang tua dan lingkungan pendidikan dalam mengenali perubahan perilaku anak serta memberikan penanganan yang tepat. Bagi penyalahguna atau korban penyalahgunaan narkotika, pendekatan rehabilitasi menjadi salah satu bagian penting dalam penanganannya sesuai ketentuan yang berlaku.


Dirresnarkoba Polda Papua juga menegaskan bahwa Kepolisian akan tetap melakukan penegakan hukum secara tegas terhadap jaringan peredaran narkotika, termasuk apabila terdapat oknum yang terlibat atau menyalahgunakan kewenangan.


“Terhadap siapa pun yang terlibat dalam tindak pidana narkotika akan kami proses sesuai ketentuan hukum. Apabila ada oknum anggota Polri yang terlibat, selain diproses secara pidana, yang bersangkutan juga akan diproses melalui mekanisme internal Kepolisian,” tegasnya.


Dalam kesempatan tersebut, masyarakat juga diajak untuk tidak ragu menyampaikan informasi apabila mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan maupun peredaran narkotika di lingkungan sekitar.


Polda Papua dan BNNP Papua memastikan kerahasiaan identitas masyarakat yang memberikan informasi akan dijaga. Masyarakat dapat melaporkan informasi terkait narkotika kepada pihak Kepolisian maupun BNNP Papua.


“Keberhasilan pemberantasan narkotika sangat membutuhkan partisipasi masyarakat. Mari kita jaga keluarga dan lingkungan kita bersama. Jangan sampai narkotika merusak masa depan generasi muda Papua,” pungkas Kombes Pol. Alfian.


Agusman juga mengajak seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat untuk terus membangun lingkungan yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika demi mewujudkan generasi muda Papua yang sehat, produktif dan mampu menyongsong Indonesia Emas 2045.

 

Kenaikan Pangkat Bukan Sekadar Penghargaan, 25 Prajurit Kodim 1002/HST Diminta Tingkatkan Pengabdian

 


BARABAI-Sebanyak 25 prajurit Kodim 1002/Hulu Sungai Tengah (HST) menerima kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi dari pangkat semula. Kenaikan pangkat tersebut berlaku terhitung mulai tanggal (TMT) 1 Oktober 2026.


Kegiatan ditandai dengan Upacara Korps Raport Kenaikan Pangkat Anggota Kodim 1002/HST yang dilaksanakan di Aula Makodim 1002/HST, Jalan Telaga Padawangan, Kelurahan Barabai Timur, Kecamatan Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kamis (1/10/2026).


Upacara berlangsung pukul 09.20 hingga 09.50 WITA dan dihadiri sekitar 70 orang, terdiri dari para Perwira Staf dan Danramil Kodim 1002/HST, anggota dan PNS Kodim 1002/HST, personel yang menerima kenaikan pangkat beserta istri, serta Ibu-Ibu Pengurus Persit KCK Cabang XXV Kodim 1002/HST.


Dalam kegiatan tersebut, Dandim 1002/HST diwakili oleh Kapten Inf Lilis Susanto, Pasi Intel Kodim 1002/HST.


Rangkaian upacara meliputi laporan perwira acara, penghormatan pasukan, laporan perwira tertua, pelaksanaan Korps Raport kenaikan pangkat, laporan resmi, penanggalan pangkat lama dan pemasangan tanda pangkat baru, amanat pimpinan acara, pembacaan doa, serta penghormatan pasukan.


Dalam amanatnya, Dandim 1002/HST yang dibacakan oleh Pasiitel Kodim 1002/HST Kapten Inf Lilis Susanto menyampaikan bahwa Korps Raport kenaikan pangkat bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan bagian dari tradisi satuan yang memiliki makna penting dalam membentuk mental prajurit yang tangguh, solid, dan profesional.


"Kenaikan pangkat mengandung makna yang sangat penting dan menjadi momen yang bernilai bagi prajurit yang bersangkutan maupun keluarganya. 


Kenaikan pangkat juga merupakan penghargaan atas kinerja dan dedikasi yang telah ditunjukkan sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing," demikian disampaikan dalam amanatnya.


Dandim juga menekankan bahwa pangkat merupakan amanah yang memiliki dimensi moral dan menjadi motivasi bagi setiap prajurit untuk terus meningkatkan kejuangan, idealisme, moralitas, etika, serta profesionalisme dalam melaksanakan tugas.


Pada periode TMT 1 Oktober 2026, sebanyak 25 personel Kodim 1002/HST menerima kenaikan pangkat dengan rincian:


Letda ke Lettu: 1 orang

Serma ke Pelda: 1 orang

Serka ke Serma: 6 orang

Sertu ke Serka: 4 orang

Serda ke Sertu: 4 orang

Koptu ke Kopka: 1 orang

Kopda ke Koptu: 8 orang


Dandim 1002/HST atas nama pribadi dan satuan turut menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh personel yang memperoleh kenaikan pangkat.


"Kepada seluruh personel yang menerima kenaikan pangkat, saya mengucapkan selamat.


Jadikan kenaikan pangkat ini sebagai sumber motivasi dan inspirasi untuk meningkatkan pengabdian serta melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab," pesannya.


Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian ucapan selamat kepada personel yang naik pangkat dan ramah tamah bersama keluarga serta seluruh anggota Kodim 1002/HST.


Seluruh rangkaian kegiatan Korps Raport Kenaikan Pangkat Anggota Kodim 1002/HST berlangsung dengan tertib, lancar, dan aman.(pen1002hst).

Polda Papua Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Teguhkan Semangat Persatuan dan Pengabdian



Jayapura – Polda Papua menggelar Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2026 di Lapangan Apel Mapolda Papua, Koya Koso, Kota Jayapura, Kamis (01/10/2026).


Upacara yang mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” tersebut berlangsung khidmat dan diikuti oleh para pejabat utama serta personel Polda Papua.


Wakapolda Papua, Brigjen Pol. Muhajir, S.I.K., M.H., bertindak selaku Inspektur Upacara dan turut dihadiri Para PJU Polda Papua serta personel Polda Papua.


Rangkaian upacara diawali dengan persiapan pasukan dan masuknya Komandan Upacara ke lapangan. Selanjutnya, Inspektur Upacara memasuki lapangan dan upacara dilanjutkan dengan penghormatan umum serta laporan Komandan Upacara bahwa seluruh rangkaian siap dimulai.


Dalam suasana penuh khidmat, kegiatan dilanjutkan dengan mengheningkan cipta, pembacaan teks Pancasila, pembacaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta pembacaan Ikrar Kesaktian Pancasila.


Wakapolda Papua Brigjen Pol. Muhajir menyampaikan bahwa peringatan Hari Kesaktian Pancasila menjadi momentum untuk kembali mengingat dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pelaksanaan tugas sebagai anggota Polri.


“Pancasila merupakan dasar sekaligus pemersatu bangsa. Karena itu, nilai-nilai persatuan harus terus kita jaga dan diwujudkan dalam pelaksanaan tugas, terutama dalam memberikan pelayanan, perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat,” ujar Wakapolda Papua.


Wakapolda juga mengajak seluruh personel Polda Papua untuk menjaga kebersamaan, menghormati keberagaman dan membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat.


“Dengan semangat persatuan dan kebersamaan, mari kita laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, humanis dan profesional. Perbedaan yang ada harus menjadi kekuatan untuk bersama-sama menjaga keamanan dan kedamaian di Papua,” tambahnya.


Peringatan Hari Kesaktian Pancasila juga menjadi pengingat bagi seluruh personel Polda Papua bahwa nilai persatuan perlu terus diwujudkan dalam setiap pelaksanaan tugas. Hal tersebut penting dalam membangun kepercayaan masyarakat sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Papua.

 

Bhabinkamtibmas Yanggandur Sambangi Warga, Ajak Bersama Cegah Karhutla

  


Jayapura – Bhabinkamtibmas Kampung Yanggandur, Aipda Robert A. Maturbongs, rutin hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan sambang dan dialog bersama warga binaan di Kampung Yanggandur, Distrik Sota, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Rabu (30/09/2026).


Kegiatan tersebut dilakukan dengan menyambangi sejumlah warga, di antaranya Stanis Mbanggu, Gergorius Mbanggu, David Sanggra dan Elias Mayua.


Dalam kesempatan tersebut, Aipda Robert berdialog langsung dengan warga untuk mengetahui kondisi serta berbagai perkembangan yang terjadi di lingkungan masyarakat. Komunikasi secara langsung juga menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan dan kepercayaan antara Bhabinkamtibmas dengan warga binaan.


Selain menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas, Bhabinkamtibmas turut mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan secara sembarangan yang dapat memicu terjadinya Karhutla.


Aipda Robert mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan, terutama dengan meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas yang menggunakan api.


“Kami mengimbau warga untuk tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan secara sembarangan. Mari kita bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah Karhutla yang dapat berdampak kepada masyarakat,” ujar Aipda Robert.


Dalam kegiatan tersebut, warga juga diminta untuk segera menyampaikan informasi kepada Bhabinkamtibmas atau pihak Kepolisian apabila menemukan adanya potensi gangguan Kamtibmas maupun kejadian yang dapat membahayakan masyarakat dan lingkungan.


Melalui kegiatan sambang secara rutin, Bhabinkamtibmas terus membangun komunikasi dengan masyarakat sekaligus mendorong keterlibatan warga dalam menjaga keamanan lingkungan dan mencegah terjadinya Karhutla.

 

Sat Samapta Polres Boven Digoel Tingkatkan Patroli dan Ajak Warga Cegah Kebakaran

  


Jayapura – Satuan Samapta Polres Boven Digoel terus meningkatkan kegiatan patroli untuk menjaga Kamtibmas sekaligus mengantisipasi potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kota Tanah Merah, Rabu (30/09/2026).


Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Regu 2 Sat Samapta dengan menyasar sejumlah objek vital dan lokasi yang menjadi pusat aktivitas masyarakat. Sebelum melaksanakan patroli, personel terlebih dahulu mengikuti apel pagi sebagai bagian dari kesiapan pelaksanaan tugas.


Patroli kemudian dilanjutkan dengan menyambangi sejumlah lokasi, di antaranya Kantor Bupati, Pelabuhan, Bandara, Titik Nol, Toko Sulkaryango, Pasar Wet, Kompleks MMS, Perumahan Ambonggo, Simpang Depan Toko New Harapan, Simpang Pangkalan Hylux, Terminal hingga Pasar Baru.


Kasat Samapta Polres Boven Digoel AKP Makmur mengatakan patroli merupakan langkah preventif Kepolisian untuk memastikan situasi Kamtibmas tetap aman sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat.


“Personel terus meningkatkan patroli di sejumlah objek vital dan lokasi yang menjadi pusat aktivitas masyarakat. Kehadiran anggota di lapangan diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus mencegah terjadinya gangguan Kamtibmas,” ujar AKP Makmur.


Dalam kegiatan tersebut, personel juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar turut menjaga keamanan dan lingkungan sekitar, terutama dengan tidak melakukan pembakaran sampah maupun aktivitas lain yang dapat memicu terjadinya kebakaran.


Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah pencegahan, mengingat kondisi cuaca yang relatif kering dan adanya potensi kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan serta memastikan api benar-benar padam setelah melakukan aktivitas yang menggunakan api.


“Kami mengimbau seluruh masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan maupun melakukan pembakaran yang dapat memicu kebakaran. Mari bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” tegasnya.


Selain melakukan patroli, personel juga terus membangun komunikasi dengan masyarakat sebagai upaya menciptakan situasi yang aman dan kondusif. Kehadiran Kepolisian di lapangan diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan.


Polres Boven Digoel melalui Sat Samapta akan terus meningkatkan kegiatan patroli dan pengamanan sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat, sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat berperan aktif dalam menjaga Kamtibmas dan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

 

30/09/26

Ini Upaya Personel Koramil 09/Muara Samu Dalam Mengatasi Masalah Warganya

 


Kodim 0904/Paser, Muara Samu - Ini menjadi salah satu upaya Prajurit Kodim 0904/Paser khususnya Babinsa Koramil 09/Muara Samu dalam mengatasi masalah warga binaannya dan membantu kesulitan warganya tepatnya di Desa Muser Kecamatan Muara Samu. Rabu (30/9/2026)


Kapten Kav Obed Nego selaku Danramil 0904-09/Muara Samu menyampaikan kegiatan ini bertujuan untuk membantu kesulitan warganya di tengah musim kemarau.


Banyak masyarakat yang membutuhkan air bersih tepatnya untuk mendukung kegiatan sehari-hari. Baik untuk memasak maupun MCK di rumah masing-masing. 


Kemarau juga sudah memberikan dampak kekeringan panjang tepatnya di Desa Muser Kecamatan Muara Samu kurang lebih dari 3 bulan yang lalu.


Personel Koramil 09 bekerjasama sama dengan Damkar Kecamatan Muara Samu untuk mendistribusikan 5000 liter air bersih kepada ratusan masyarakat di Desa Muser.


Hal ini menjadi pusat perhatian masyarakat, dengan membawa ember dan tempat penampung air warga berbondong bondong mendatangi serta mengerumuni truk tanki tersebut guna mendapatkan air bersih secara langsung.


Koramil 0904-09/Muara Samu beserta Damkar dan pemerintah Kecamatan terkait berusaha untuk membantu masyarakat semaksimal mungkin untuk menghadapi musim kemarau di sekitar Kecamatan Muara Samu.


Dim 0904/Psr

POLRES LANNY JAYA KAWAL KETAT PENGAMANAN AKSI KNPB DI TUGU SALIB TIOM, BERAKHIR AMAN KONDUSIF

   


TIOM, LANNY JAYA – Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Lanny Jaya menggelar aksi penyampaian aspirasi di Tugu Salib Tiom, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan, Rabu (03/09/2026).


Aksi yang diikuti kurang lebih 300 massa tersebut digelar dalam rangka memperingati peristiwa Roma Agreement. Kegiatan dimulai sekira pukul 13.50 WIT dengan doa bersama.


Ketua KNPB Lanny Jaya Demin Tabuni selaku penanggung jawab aksi, didampingi Jubir Pendius Wenda dan Korlap Umum Jef Wanimbo serta 6 korlap titik aksi lainnya, memimpin jalannya penyampaian aspirasi.


Dalam orasinya, massa menyampaikan sejumlah tuntutan. Mereka menyoroti Perjanjian Roma yang dinilai dilakukan tanpa melibatkan Orang Papua. Selain itu, massa juga menyinggung peristiwa ledakan di Distrik Melagi yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa atas nama Pdt. Weya.


"Kami melakukan aksi ini mewakili masyarakat Lanny Jaya untuk menolak dan menarik militer non-organik yang ada di pedalaman Lanny Jaya," ujar Korlap Umum dalam orasinya.


Senada dengan itu, Tokoh Intelektual Lanny Jaya Arnes Wenda mengatakan masyarakat masih trauma pasca kejadian ledakan di Melagi, sehingga warga merasa takut untuk berkebun dan mencari kayu di hutan.


Sementara itu perwakilan keluarga korban ledakan Distrik Melagi mempertanyakan kelanjutan kasus tersebut kepada Pansus DPRD Lanny Jaya yang telah dibentuk sebelumnya.


Ketua KNPB Lanny Jaya Demin Tabuni dalam pernyataannya menegaskan pihaknya menolak dengan keras pendropan militer non-organik serta menolak rancangan UU Definisi Orang Asli Papua oleh Menteri Dalam Negeri.


Aksi tersebut mendapat pengamanan ketat dari Polres Lanny Jaya. Kapolres Lanny Jaya Kompol Hendrik Seru, S.H memimpin langsung pengamanan didampingi Wakapolres Kompol George Wattimena,S.IP., M.H, Kabag Ops AKP Frets Lamahen, S.H, Kasat Intelkam IPDA Arif Putro Arianto, S.H serta 50 personil gabungan.


Pengamanan dilakukan secara humanis, dialogis dan persuasif guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.


Sekitar pukul 15.00 WIT aksi dilanjutkan dengan pembacaan pernyataan sikap dan ditutup dengan doa. Pada pukul 15.05 WIT massa membubarkan diri dengan tertib.


Hingga kegiatan berakhir, situasi di seputaran Tugu Salib Tiom terpantau lancar, aman dan kondusif.


*HUMAS POLRES LANNY JAYA*