View AllNews

Nasional

Hukum

Latest News

01/06/26

Polda Papua Perkuat Penanganan Pasca Ledakan di Biak Numfor, Tim Jibom Gegana Diterjunkan Lakukan Sterilisasi Lokasi

 



Jayapura – Polda Papua melalui Polres Biak Numfor terus melakukan penanganan intensif terhadap peristiwa ledakan yang diduga berasal dari bom/mortir sisa peninggalan Perang Dunia II di Kompleks Perumahan Nelayan, Jalan Walter Monginsidi, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Minggu (31/05/2026) sekitar pukul 14.45 WIT.


Sesaat setelah menerima laporan, personel Polres Biak Numfor bersama unsur TNI, Basarnas, Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, serta instansi terkait lainnya langsung bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi korban, pengamanan area, serta penyelidikan guna mengetahui penyebab pasti ledakan tersebut.


Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah yang menimpa warga dan menegaskan bahwa saat ini seluruh pihak masih berfokus pada upaya kemanusiaan, termasuk pencarian korban, penanganan korban luka, serta pengamanan lokasi.


“Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban atas peristiwa ini. Saat ini fokus utama kami adalah proses evakuasi, pencarian korban yang masih belum ditemukan, serta memastikan masyarakat di sekitar lokasi tetap aman. Seluruh personel di lapangan bekerja maksimal dan berkoordinasi dengan instansi terkait dalam penanganan kejadian ini,” ujar Kombes Pol. Cahyo Sukarnito.


Berdasarkan data yang diperoleh hingga Senin (01/06/2026), tercatat lima orang meninggal dunia akibat ledakan tersebut, yakni:


1. Deflin Raubaba (41)

2. Moris Raubaba (24)

3. Karmila Ayorbaba (25)

4. Israel Raubaba (7)

5. Isril Raubaba (5)


Saat ini seluruh jenazah korban telah dievakuasi dan berada di RSUD Biak untuk proses identifikasi serta penanganan lebih lanjut. Berdasarkan hasil koordinasi dengan keluarga korban dan pemerintah setempat, rencananya seluruh korban yang meninggal dunia akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Surido, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor.


Sementara itu, tiga orang lainnya hingga saat ini masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan, yaitu:


1. Yulianus Raubaba (26)

2. Lai Madura (45)

3. Anis Marandof (27)


Selain korban meninggal dan yang masih dalam pencarian, sebanyak 19 orang dilaporkan mengalami luka ringan dan telah mendapatkan penanganan medis.


Ledakan tersebut juga mengakibatkan kerusakan pada sejumlah bangunan di sekitar lokasi. Berdasarkan hasil pendataan sementara, terdapat 12 bangunan yang terdampak, terdiri dari 3 bangunan rusak ringan, yakni 2 unit rumah dan 1 gereja, serta 9 bangunan mengalami kerusakan parah, dengan 4 rumah hancur total yang berada tepat di sekitar titik sumber ledakan dan 5 bangunan lainnya mengalami rusak berat.


Akibat peristiwa tersebut, sebanyak 55 warga terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman, terdiri dari 3 balita dan 52 orang dewasa.


Menurut sejumlah saksi, ledakan terjadi secara tiba-tiba dan menimbulkan suara yang sangat keras hingga terdengar dari radius yang cukup jauh. Warga sekitar yang mendengar ledakan segera berdatangan untuk memberikan pertolongan kepada korban sebelum aparat dan tim gabungan tiba di lokasi.


Kabid Humas menjelaskan bahwa untuk mendukung proses penanganan lokasi kejadian, Tim Penjinak Bom (Jibom) Detasemen Gegana Satbrimob Polda Papua dijadwalkan bertolak ke Kabupaten Biak Numfor pada siang hari ini. Kehadiran tim Jibom bertujuan untuk melakukan sterilisasi sekaligus penanganan tempat kejadian perkara guna memastikan tidak terdapat benda berbahaya lainnya yang berpotensi mengancam keselamatan petugas maupun masyarakat sekitar.


"Kami tidak ingin mengambil risiko. Tim Jibom akan melakukan penyisiran dan sterilisasi secara menyeluruh karena masih dimungkinkan terdapat benda-benda berbahaya lainnya di sekitar lokasi ledakan," jelasnya.


Lebih lanjut, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito menegaskan bahwa fokus utama penanganan yang dilakukan Polda Papua melalui Polres Biak Numfor saat ini adalah mengamankan lokasi kejadian, membantu penanganan para korban, serta melakukan pencarian terhadap korban yang masih belum ditemukan. Seluruh kegiatan tersebut dilaksanakan melalui koordinasi bersama Pemerintah Daerah, Basarnas, TNI-Polri, tenaga kesehatan, dan komunitas nelayan setempat.


Polda Papua juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap benda-benda mencurigakan yang diduga merupakan sisa peninggalan perang.


"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya yang berada di wilayah Biak Numfor dan daerah lainnya yang memiliki sejarah peninggalan Perang Dunia II, apabila menemukan benda yang dicurigai berbahaya agar tidak disentuh, dipindahkan, ataupun dibongkar. Segera laporkan kepada kantor kepolisian terdekat, baik Polsek maupun Polres, agar dapat ditangani dengan cepat," tutup Kabid Humas Polda Papua.


Hingga saat ini, tim gabungan masih terus melaksanakan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan, sementara lokasi kejadian tetap berada dalam pengamanan aparat kepolisian guna kepentingan evakuasi dan penyelidikan lebih lanjut.


Kapolda Papua Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Tegaskan Pancasila sebagai Pemersatu Bangsa dan Fondasi Perdamaian Dunia

 


Jayapura – Polda Papua menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Lapangan Apel Mapolda Papua Koya Koso, Kota Jayapura, Senin (01/06). 


Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Papua, Irjen Pol. Patrige R. Renwarin, S.H., M.Si., selaku Inspektur Upacara dan diikuti oleh seluruh Pejabat Utama serta personel jajaran Polda Papua.


Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat kembali komitmen kebangsaan serta meneguhkan nilai-nilai persatuan dalam keberagaman yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia.


Dalam amanatnya, Kapolda Papua menyampaikan bahwa Hari Lahir Pancasila bukan sekadar peringatan seremonial tahunan, melainkan momen refleksi untuk memastikan nilai-nilai luhur Pancasila tetap hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.


“Pancasila telah terbukti menjadi bintang penuntun bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. Di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian, Pancasila tetap menjadi jangkar moral yang menjaga persatuan serta memperkuat jati diri bangsa,” ujar Kapolda Papua.


Kapolda juga menegaskan bahwa Indonesia memiliki peran penting dalam mewujudkan perdamaian dunia sebagaimana amanat konstitusi. Menurutnya, nilai-nilai musyawarah, kemanusiaan, dan keadilan yang terkandung dalam Pancasila menjadi modal utama bangsa Indonesia dalam membangun hubungan yang harmonis di tingkat nasional maupun internasional.


“Pancasila tidak hanya relevan bagi bangsa Indonesia, tetapi juga menjadi inspirasi bagi terciptanya perdamaian dunia. Nilai kemanusiaan, persatuan, dan keadilan yang terkandung di dalamnya merupakan jawaban atas berbagai tantangan dan konflik yang dihadapi dunia saat ini,” lanjutnya.


Pada kesempatan tersebut, Kapolda Papua juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjadikan Pancasila sebagai living ideology atau ideologi yang hidup dan diwujudkan dalam tindakan nyata sehari-hari.


“Jangan biarkan Pancasila hanya menjadi tulisan di buku atau terpajang di dinding kantor. Nilai-nilainya harus hadir dalam setiap perilaku, keputusan, dan pengabdian kita kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” tegas Kapolda.


Selain itu, Kapolda mengingatkan pentingnya menjaga persatuan serta terus melawan segala bentuk intoleransi, radikalisme, dan tindakan yang berpotensi memecah belah bangsa. Menurutnya, keberagaman yang dimiliki Indonesia merupakan kekuatan yang harus dijaga bersama.


Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, Polda Papua menegaskan komitmennya untuk terus menjaga persatuan dalam keberagaman serta mendukung terwujudnya Papua yang aman, damai, dan harmonis dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.


Bhabinkamtibmas Desa Pohjentrek Dampingi Petani Jagung, Dukung Ketahanan Pangan Nasional

  


Pasuruan – Sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional dan upaya mewujudkan swasembada pangan, Bhabinkamtibmas Desa Pohjentrek Polsek Purworejo Polres Pasuruan Kota Polda Jatim, Aipda Anang, melaksanakan kegiatan monitoring dan pengecekan lahan jagung milik kelompok tani binaan Polri di Desa Pohjentrek, Kecamatan Purworejo. Senin (1/6/2026).


Kegiatan tersebut dilakukan untuk memantau perkembangan tanaman jagung sekaligus memastikan kondisi lahan pertanian tetap terawat dengan baik.


Dalam kesempatan tersebut, Aipda Anang juga berdialog langsung bersama para petani guna mengetahui kondisi pertanian serta berbagai kendala yang dihadapi selama proses budidaya tanaman jagung.


Selain melakukan pengecekan lahan, Bhabinkamtibmas juga memberikan motivasi kepada para petani agar terus semangat dalam mengelola lahan pertanian serta memanfaatkan lahan produktif secara maksimal guna meningkatkan hasil panen.


Kapolsek Purworejo Kompol I Made Patera Negara, S.H., M.H., menyampaikan bahwa keterlibatan Bhabinkamtibmas dalam kegiatan pertanian merupakan bentuk komitmen Polri dalam mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan.


“Polri melalui Bhabinkamtibmas akan terus hadir mendampingi para petani, memberikan motivasi serta dukungan agar produktivitas pertanian semakin meningkat. Kami berharap upaya ini dapat mendukung terwujudnya ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.


Dengan adanya kegiatan monitoring dan pendampingan tersebut, diharapkan terjalin sinergi yang baik antara Polri dan masyarakat dalam mendukung program ketahanan pangan serta meningkatkan hasil pertanian di wilayah Kecamatan Purworejo.





#astacita

#polrespasuruankota

#birosdmpoldajatim

#ketahananpanganpoldajatim

#polripresisi

#swasembadapangan

#swassembadajagung

#polisicintapetani

#astacitapresiden

Melalui Patroli Humanis, Polres Tolikara Respon Cepat Laporan Warga dan Amankan Ibadah Minggu

 


Jayapura – Polres Tolikara terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat melalui patroli humanis yang dilaksanakan oleh Regu Siaga I di wilayah Kota Karubaga, Kabupaten Tolikara. 


Kegiatan patroli dipimpin Kasat Binmas Polres Tolikara, IPDA Kasrim, S.E., bersama KBO Sat Intelkam IPDA Alfred Y. Arebo dan personel lainnya.


Dalam pelaksanaan patroli, personel Polres Tolikara merespons cepat laporan masyarakat terkait dugaan pencurian yang terjadi di SD Negeri Karubaga. Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan mediasi dan pendekatan persuasif kepada pihak-pihak yang terlibat. 


Melalui dialog yang humanis dan kekeluargaan, permasalahan berhasil diselesaikan secara damai dengan kedua belah pihak saling memaafkan setelah diketahui dugaan tersebut masih sebatas kecurigaan.


Kasat Binmas Polres Tolikara, IPDA Kasrim, S.E., mengatakan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga memberikan pelayanan dan solusi terhadap setiap permasalahan yang terjadi. 


"Kami berupaya hadir dengan pendekatan yang humanis dalam setiap tugas kepolisian. Respons cepat terhadap laporan masyarakat merupakan bentuk pelayanan Polri guna menciptakan situasi yang aman dan kondusif," ujarnya.


Usai menangani laporan masyarakat, patroli dilanjutkan dengan pengamanan ibadah Minggu di Gereja Ebenhaizer guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi jemaat yang melaksanakan kegiatan keagamaan. 


Personel juga melakukan pemantauan di sejumlah titik strategis di wilayah Karubaga untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas. Secara umum, situasi keamanan selama patroli berlangsung terpantau aman dan kondusif. 


Melalui kegiatan patroli rutin yang mengedepankan pendekatan humanis, Polres Tolikara berharap dapat terus memperkuat kepercayaan masyarakat serta menjaga stabilitas kamtibmas di Kabupaten Tolikara.

Kasat Binmas Polres Puncak Berbagi Kasih dengan Anak-Anak di Kampung Misimaga

 


Jayapura – Kepedulian terhadap masyarakat terus ditunjukkan Polres Puncak melalui pendekatan humanis dalam pelaksanaan Operasi Cinta Damai Noken 2026. 


Di sela kegiatan pembangunan tandon air bersih di Kampung Misimaga, Distrik Gome, Kabupaten Puncak, Kasat Binmas Polres Puncak Ipda Nasrullah, S.H., menyempatkan diri berinteraksi dan berbagi kasih dengan anak-anak setempat.


Kehadiran personel Polres Puncak di lokasi pembangunan tandon air bersih yang dibangun di Honai Kepala Kampung Misimaga disambut antusias oleh warga, khususnya anak-anak. Dengan penuh keakraban, Ipda Nasrullah menyapa, berbincang, serta memberikan motivasi kepada anak-anak yang berkumpul di sekitar lokasi kegiatan.


Kasat Binmas Polres Puncak Ipda Nasrullah, S.H., mengatakan bahwa anak-anak merupakan generasi penerus bangsa yang perlu mendapatkan perhatian, dukungan, dan semangat untuk terus belajar serta meraih cita-cita.


"Kami ingin menunjukkan bahwa kehadiran Polri tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga hadir untuk membangun kedekatan dengan masyarakat. Anak-anak adalah masa depan Kabupaten Puncak, sehingga perlu diberikan perhatian dan motivasi agar terus belajar dan memiliki semangat untuk meraih cita-citanya," ujar Ipda Nasrullah.


Menurutnya, kegiatan sosial yang dilakukan bersamaan dengan pembangunan fasilitas air bersih menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat. 


Melalui kedekatan tersebut, diharapkan terbangun rasa saling percaya serta kebersamaan dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.


"Kami berharap melalui kegiatan sederhana ini, anak-anak semakin dekat dengan Polri dan tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berakhlak baik, serta memiliki semangat untuk membangun daerahnya di masa depan," tambahnya.


Masyarakat Kampung Misimaga menyambut positif kegiatan tersebut. Selain membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga, kehadiran personel Polres Puncak yang berinteraksi langsung dengan masyarakat dan anak-anak dinilai mampu menciptakan rasa aman, nyaman, serta mempererat hubungan kekeluargaan antara Polri dan masyarakat.


Melalui pendekatan humanis yang terus dikedepankan dalam Operasi Cinta Damai Noken 2026, Polres Puncak berkomitmen memperkuat kemitraan dengan masyarakat guna mewujudkan situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif di wilayah Kabupaten Puncak.


31/05/26

Simon Kossay Ajak Masyarakat Papua Jaga Persatuan dan Dukung Pembangunan Berlandaskan Nilai Pancasila

  


Jayapura – Menyambut peringatan Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni 2026, tokoh muda Papua Simon Kossay mengajak seluruh masyarakat Papua untuk terus menjaga persatuan, memperkuat semangat kebangsaan, serta mendukung pembangunan daerah dengan berlandaskan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara. Tema Hari Lahir Pancasila tahun 2026 sendiri mengusung semangat “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”.


Menurut Simon Kossay, Pancasila merupakan fondasi utama dalam menjaga keutuhan bangsa Indonesia di tengah keberagaman suku, agama, budaya, dan adat istiadat, termasuk di Tanah Papua yang dikenal memiliki kekayaan budaya dan kearifan lokal yang tinggi. 


Ia menilai nilai-nilai Pancasila harus terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari guna menciptakan suasana yang aman, damai, dan harmonis di tengah masyarakat.


Simon juga mengajak generasi muda Papua untuk menjadikan momentum Hari Lahir Pancasila sebagai sarana memperkuat rasa cinta tanah air, menjaga toleransi, serta berperan aktif dalam mendukung berbagai program pembangunan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 


Menurutnya, pembangunan yang berjalan di Papua akan memberikan manfaat yang optimal apabila didukung oleh situasi keamanan yang kondusif serta semangat persatuan dari seluruh elemen masyarakat.


“Pancasila mengajarkan kita tentang persatuan, gotong royong, dan keadilan sosial. Karena itu mari kita bersama-sama menjaga kedamaian, memperkuat persaudaraan, serta mendukung pembangunan demi masa depan Papua yang lebih maju dan sejahtera,” ujar Simon Kossay.


Ia berharap peringatan Hari Lahir Pancasila tidak hanya menjadi kegiatan seremonial semata, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh masyarakat dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman hidup, sekaligus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah berbagai tantangan yang ada.

Polisi Tangani Cepat Kasus Ledakan Diduga Bom Peninggalan Perang Dunia II di Biak Numfor

 


Jayapura– Polda Papua melalui Polres Biak Numfor bergerak cepat menangani peristiwa ledakan yang diduga berasal dari bom sisa peninggalan Perang Dunia II yang terjadi di Kompleks Perikanan, Jalan Walter Mongonsidi, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Minggu (31/05/2026) sekitar pukul 14.45 WIT.


Berdasarkan informasi awal yang diperoleh di lapangan, ledakan terjadi di sekitar area bawah salah satu rumah panggung di kompleks tersebut. 


Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Personel Polres Biak Numfor bersama unsur TNI, Basarnas, pemerintah daerah, dan instansi terkait langsung mendatangi tempat kejadian perkara guna melakukan evakuasi korban, pengamanan lokasi, serta penyelidikan lebih lanjut.


Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban atas musibah tersebut. 


Ia menegaskan bahwa saat ini aparat kepolisian masih mengedepankan upaya kemanusiaan dengan mengevakuasi korban dan memberikan penanganan terbaik bagi masyarakat yang terdampak.


“Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. Saat ini fokus utama kami adalah penanganan korban, proses evakuasi, serta pengamanan lokasi kejadian. Personel di lapangan juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan seluruh korban dapat segera ditemukan dan mendapatkan penanganan yang diperlukan,” ujar Kombes Pol. Cahyo Sukarnito.


Berdasarkan data sementara yang dihimpun hingga Minggu sore, sebanyak lima korban telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Dari jumlah tersebut, empat korban dievakuasi ke RSUD Biak dan satu korban dievakuasi ke RSAL Biak. Sementara itu, tiga korban lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan yang terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian.


Selain menimbulkan korban jiwa, ledakan tersebut juga mengakibatkan kerusakan berat pada enam unit rumah yang berada di sekitar titik ledakan. 


Petugas saat ini masih melakukan pendataan dan asesmen lebih lanjut terhadap dampak material yang ditimbulkan akibat peristiwa tersebut.


Menurut keterangan saksi di lokasi, ledakan terjadi secara tiba-tiba dan menimbulkan suara yang sangat keras sehingga mengundang perhatian warga sekitar yang kemudian berupaya memberikan pertolongan kepada para korban. 


Aparat gabungan juga melakukan sterilisasi dan pengamanan area guna mengantisipasi kemungkinan adanya benda berbahaya lainnya yang masih berada di sekitar lokasi.


Polda Papua mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. 


"Kami akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut setelah proses pencarian korban dan penyelidikan selesai dilakukan,” tutup Kabid Humas.


Hingga saat ini, proses pencarian terhadap tiga korban yang belum ditemukan masih terus berlangsung dan masih dalam penanganan aparat kepolisian dan tim gabungan.

Hadir di Tengah Warga, Polres Tolikara Intensifkan Patroli Humanis Jaga Kamtibmas

 


Jayapura – Polres Tolikara terus memperkuat kehadiran anggota Polri di tengah masyarakat melalui kegiatan patroli humanis guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh personel Polres Tolikara di wilayah Kota Karubaga, Kabupaten Tolikara, Sabtu (30/05/2026).


Sebanyak 17 personel diterjunkan dalam kegiatan tersebut dengan menyusuri sejumlah titik strategis di Kota Karubaga, mulai dari Mako Polres Tolikara, Jalan Ampera, Jalan Giling Batu hingga Jalan Tugu Salib.


Dipimpin oleh Kasat Lantas Polres Tolikara, Ipda Ragil Slamet Wijayanto, patroli dilakukan dengan mengedepankan pendekatan humanis melalui dialog dan sambang kepada masyarakat yang sedang beraktivitas. 


Selain memantau situasi keamanan wilayah, personel juga menyampaikan pesan-pesan kamtibmas serta mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga keamanan lingkungan masing-masing.


Kehadiran personel Polres Tolikara di tengah masyarakat mendapat respons positif dari warga. Melalui interaksi langsung, masyarakat diberikan imbauan agar tetap waspada terhadap potensi gangguan keamanan serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan.


Kasat Lantas Polres Tolikara mengatakan bahwa patroli humanis merupakan salah satu upaya Polri untuk membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus memastikan situasi kamtibmas tetap terjaga.


"Kehadiran anggota Polri di tengah masyarakat tidak hanya bertujuan untuk memantau situasi keamanan, tetapi juga membangun komunikasi dan kedekatan dengan warga. Melalui patroli humanis ini, kami ingin memastikan masyarakat merasa aman, nyaman, dan terlindungi dalam menjalankan aktivitas sehari-hari," ucap Ipda Ragil.


Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Tolikara, Ipda M. Suryanto, menegaskan bahwa patroli rutin menjadi langkah preventif yang efektif dalam mencegah potensi gangguan kamtibmas sekaligus memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat.


"Patroli ini merupakan bentuk komitmen Polres Tolikara untuk terus hadir di tengah masyarakat. Kami berharap masyarakat dapat terus bekerja sama dengan kepolisian dalam menjaga keamanan lingkungan sehingga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif dapat terus terpelihara," ungkapnya.


Melalui kegiatan ini, Polres Tolikara menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat guna mewujudkan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polres Tolikara.