View AllNews

Nasional

Hukum

Latest News

02/06/26

Tim Unit Reaksi Cepat Resmob Jatanras Ditreskrimum Polda Papua Ungkap Kasus Curas di Dok II, Dua Pelaku Ditangkap

 


Jayapura – Tim Unit Reaksi Cepat Resmob Jatanras Ditreskrimum Polda Papua yang tergabung dalam satgas gakkum Ops Sikat Cartenz 2026 berhasil mengungkap kasus pencurian dengan kekerasan (curas) yang terjadi di kawasan Pantai Dok II, wes di depan Kantor Gubernur Papua, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura.


Kasus tersebut bermula dari laporan seorang perempuan berinisial JL (29), warga Distrik Abepura, yang menjadi korban perampasan telepon genggam disertai kekerasan pada Jumat (29/05/2026) sekitar pukul 09.00 WIT.


Berdasarkan hasil penyelidikan, saat itu korban sedang duduk di kawasan Pantai Dok II sambil menikmati pemandangan. Tiba-tiba pelaku berinisial IRP (20) mendekati korban dan merampas telepon genggam yang sedang dipegangnya. Korban sempat berusaha mempertahankan barang miliknya, namun pelaku melakukan kekerasan dengan memukul kepala korban secara berulang kali sebelum akhirnya melarikan diri membawa telepon genggam tersebut.


Usai menerima laporan, Tim URC Resmob Jatanras Ditreskrimum Polda Papua langsung bergerak cepat melakukan olah tempat kejadian perkara, memeriksa saksi-saksi, serta melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku.


Dari hasil pengembangan, diketahui pelaku berusaha melarikan diri ke arah perairan laut. Berkat koordinasi dan kerja sama yang baik dengan personel Ditpolairud Polda Papua, pelaku berhasil diamankan kurang dari 1 x 24 jam bersama barang bukti berupa satu unit iPhone 15 warna putih milik korban.


Selain itu berdasarkan keterangan dari Pelaku utama IRP, Tim URC melakukan pengembangan dan penangkapan terhadap Tersangka kedua AW di mess perusahaan Bintang mas yang beralamat di Jl. Sulawesi Gapura Imba Dok IX, Distrik Jayapura Utara


Dari hasil pemeriksaan, AW diketahui berperan sebagai joki atau pengendara kendaraan yang membantu pelaku utama melarikan diri setelah melakukan aksi kejahatan. Bahkan, pelaku AW mengakui pernah terlibat dalam tiga kasus pencurian dengan kekerasan lainnya yang terjadi sepanjang bulan Mei 2026 di wilayah Kota Jayapura.


Saat ini kedua pelaku telah diamankan di Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Papua untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Selain itu, diketahui bahwa pelaku utama IRP merupakan residivis kasus pengeroyokan.


Dirreskrimum Polda Papua selaku Ka Ops Sikat Cartenz-2026, Kombes Pol. Parasian Herman Gultom, S.I.K., M.Si., menyampaikan apresiasi atas kerja cepat personel di lapangan yang berhasil mengungkap kasus tersebut dalam waktu singkat.


“Keberhasilan pengungkapan ini merupakan bukti keseriusan Polda Papua dalam memberantas berbagai bentuk kejahatan jalanan yang meresahkan masyarakat. Tidak ada ruang bagi pelaku kriminalitas, khususnya pelaku tindak pidana 3C. Melalui Operasi Sikat Cartenz-2026, kami akan terus melakukan tindakan tegas dan terukur guna menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” tegasnya.


Ia menambahkan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi dan kerja sama yang baik antar satuan fungsi di lingkungan Polda Papua, khususnya Tim Jatanras dan Ditpolairud Polda Papua yang bergerak cepat melakukan pengejaran hingga pelaku berhasil diamankan bersama barang bukti.


Kombes Pol. Parasian Herman Gultom juga mengajak masyarakat untuk terus berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan dengan segera melaporkan setiap tindak pidana yang terjadi.


“Partisipasi masyarakat sangat penting dalam menjaga keamanan. Jangan ragu untuk melapor apabila mengetahui atau menjadi korban tindak kejahatan. Setiap laporan akan kami tindak lanjuti secara profesional dan cepat,” ujarnya.


Keberhasilan pengungkapan kasus ini menjadi salah satu hasil awal pelaksanaan Operasi Sikat Cartenz-2026 yang berlangsung mulai 1 Juni hingga 15 Juli 2026. Operasi tersebut difokuskan pada penindakan berbagai bentuk kejahatan konvensional, khususnya tindak pidana 3C (Curat, Curas, dan Curanmor), guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Papua.


01/06/26

Peringatan Hari Lahir Pancasila, Ondofolo Richard Ohee: Pancasila Pemersatu Suku, Agama, Dan Ras Di Tanah Papua

  


Jayapura – Peringatan Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Juni menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. 


Di Tanah Papua, nilai-nilai Pancasila dinilai tetap relevan sebagai fondasi dalam menjaga keharmonisan antar suku, agama, ras, dan golongan.


Ondofolo Sentani, Richard Ohee, menegaskan bahwa Pancasila merupakan perekat yang menyatukan seluruh elemen masyarakat Papua yang hidup dalam keberagaman budaya dan latar belakang. 


Menurutnya, masyarakat Papua telah lama mempraktikkan nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan toleransi yang sejalan dengan semangat Pancasila.


Richard Ohee mengatakan bahwa Pancasila bukan sekadar dasar negara, melainkan pedoman hidup yang mampu menjaga persaudaraan di tengah perbedaan. Ia menilai keberagaman yang ada di Papua merupakan kekuatan yang harus terus dirawat demi mewujudkan kehidupan yang damai dan harmonis.


“Pancasila adalah pemersatu seluruh suku, agama, dan ras di Tanah Papua. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya mengajarkan kita untuk saling menghormati, hidup berdampingan, serta menjaga persaudaraan sebagai sesama anak bangsa,” ujarnya.


Ia juga mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda Papua, untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, tantangan zaman yang semakin kompleks membutuhkan semangat persatuan yang kuat agar masyarakat tidak mudah terpecah oleh perbedaan pandangan maupun kepentingan tertentu.


Lebih lanjut, Richard Ohee menekankan bahwa pembangunan Papua akan berjalan dengan baik apabila seluruh elemen masyarakat mampu menjaga persatuan dan menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.


Menurutnya, semangat persatuan yang diwariskan para pendiri bangsa harus terus dijaga dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.


Dengan menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, masyarakat Papua dapat terus hidup rukun dalam keberagaman serta bersama-sama mendukung pembangunan yang membawa manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.


Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini menjadi pengingat bahwa keberagaman merupakan kekayaan bangsa yang harus dirawat dan dijaga bersama. 


Di Tanah Papua, semangat persatuan yang berlandaskan Pancasila diharapkan terus menjadi kekuatan dalam mewujudkan keamanan, kedamaian, dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.

TIM JIBOM TEMUKAN GRANAT NANAS DI LOKASI LEDAKAN SAAT STERILISASI

 


Jayapura – Tim Penjinak Bom (Jibom) Detasemen Gegana Sat Brimob Polda Papua menemukan satu granat nanas yang telah dimodifikasi saat melaksanakan penyisiran dan sterilisasi awal di lokasi ledakan yang diduga berasal dari bom peninggalan Perang Dunia II di Kompleks Perikanan, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Senin (01/06).


Selain granat nanas tersebut, petugas juga menemukan dua proyektil yang diketahui telah diambil amunisinya dengan cara digerinda. Seluruh temuan langsung diamankan guna mencegah potensi bahaya yang dapat mengancam keselamatan masyarakat maupun personel yang masih melakukan penanganan di sekitar lokasi kejadian.


Temuan tersebut semakin memperkuat dugaan bahwa masih terdapat material berbahaya di area sekitar lokasi ledakan. Karena itu, proses sterilisasi dan penyisiran lanjutan akan terus dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada lagi benda berbahaya yang tersisa.


Tim Jibom Gegana Sat Brimob Polda Papua tiba di Kabupaten Biak Numfor pada Senin sore dan langsung bergabung dengan tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Basarnas, Satpol PP, serta Pemerintah Daerah yang sejak awal melakukan pengamanan dan penanganan pasca ledakan.


Setelah tiba di Biak, tim yang dipimpin Wadanyon A Gegana Sat Brimob Polda Papua AKP Sem Hanasbey langsung menuju Mapolres Biak Numfor untuk menerima paparan situasi dari Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan, S.H., S.I.K., M.H., sebelum bergerak menuju lokasi kejadian.


Dalam arahannya, Kapolres Biak Numfor menyampaikan bahwa proses sterilisasi sangat penting dilakukan guna mendukung pencarian tiga korban yang hingga kini masih belum ditemukan.


"Kami berharap proses sterilisasi dapat berjalan maksimal sehingga pencarian korban yang masih belum ditemukan dapat dilakukan dengan aman. Setiap temuan benda mencurigakan atau material peledak agar diberikan penanda sehingga memudahkan tim gabungan dalam melakukan evakuasi dan pencarian," ujar Kapolres.


Sementara itu, Wadanki Brimob Kompi 4 Batalion A, IPTU Hidayatullah Bauw, menegaskan bahwa area lokasi ledakan harus tetap steril dan tidak boleh dimasuki oleh masyarakat selama proses pemeriksaan berlangsung.


"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak memasuki area yang telah dipasangi garis polisi karena masih berpotensi membahayakan keselamatan. Tim Jibom akan terus melakukan penyisiran dan sterilisasi secara menyeluruh," katanya.


Berdasarkan informasi yang diterima tim di lapangan, kawasan sekitar lokasi ledakan diketahui memiliki sejumlah bunker dan lubang peninggalan masa perang yang diduga masih menyimpan material berbahaya. Kondisi tersebut membuat proses sterilisasi harus dilakukan secara hati-hati menggunakan peralatan khusus dan sesuai standar penanganan bahan peledak.


Polda Papua mengimbau masyarakat agar tidak menyentuh, memindahkan, ataupun membongkar benda-benda yang dicurigai sebagai sisa peninggalan perang. Apabila menemukan benda mencurigakan, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada kepolisian terdekat agar dapat ditangani oleh personel yang memiliki keahlian khusus.


Sterilisasi akan terus dilakukan hingga seluruh lokasi dinyatakan aman sehingga proses pencarian korban dan penanganan pasca kejadian dapat berjalan dengan optimal.


5 KORBAN LEDAKAN BOM DI BIAK DIMAKAMKAN DALAM 1 LIANG LAHAT

 


Jayapura – Suasana duka dan haru menyelimuti Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sorido, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, saat lima korban meninggal dunia akibat ledakan yang diduga berasal dari bom peninggalan Perang Dunia II dimakamkan dalam satu liang lahat, Senin (01/06/2026).


Sebelum dimakamkan, kelima korban terlebih dahulu menjalani ibadah pelepasan yang berlangsung di Ruang Jenazah RSUD Biak Numfor. Prosesi tersebut dihadiri oleh keluarga korban, masyarakat, tokoh agama, unsur Pemerintah Daerah, serta perwakilan TNI-Polri yang turut memberikan penghormatan terakhir kepada para korban.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Biak Numfor Markus Octovianus Mansnembra, S.H., M.M., Sekretaris Daerah Kabupaten Biak Numfor Zacharias L. Mailoa, S.T., M.M., para pimpinan OPD, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta Kasat Intelkam Polres Biak Numfor Iptu Yuan Charles Rumsarwir, S.E., yang mewakili Kapolres Biak Numfor.


Ibadah pelepasan dipimpin oleh Pdt. Gideon Kawer. Dalam suasana penuh haru, keluarga korban dan masyarakat memanjatkan doa serta mengiringi kepergian para korban yang menjadi korban jiwa dalam peristiwa ledakan tersebut.


Lima korban yang dimakamkan dalam satu liang lahat tersebut yakni:

1. Israel Raubaba (7)

2. Yisrel Raubaba (5)

3. Karmila Ayorbaba (25)

4. Delfin Raubaba (41)

5. Moris Raubaba (24)


Dalam sambutannya, Bupati Biak Numfor Markus O. Mansnembra menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam kepada seluruh keluarga korban. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja tanpa mengenal lelah sejak terjadinya ledakan.


“Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Biak Numfor, saya mengucapkan terima kasih kepada TNI-Polri, Basarnas, tenaga kesehatan, seluruh instansi terkait, dan masyarakat yang telah membantu proses penanganan pascakejadian. Kami juga menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan penghiburan dalam menghadapi cobaan ini,” ujar Bupati.


Usai ibadah pelepasan, kelima jenazah diberangkatkan menggunakan mobil ambulans menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sorido, Distrik Biak Kota. Setibanya di lokasi pemakaman, peti jenazah diangkat oleh keluarga dan warga menuju liang lahat yang telah dipersiapkan.


Prosesi pemakaman kembali diawali dengan ibadah singkat sebelum seluruh peti jenazah diturunkan ke dalam satu liang lahat. Suasana semakin haru ketika keluarga dan kerabat memberikan penghormatan terakhir serta menaburkan tanah sebagai simbol perpisahan kepada orang-orang tercinta.


Sekitar 150 warga turut menghadiri prosesi pemakaman tersebut sebagai bentuk solidaritas dan dukungan moral kepada keluarga korban yang tengah berduka.


Sementara itu, aparat kepolisian bersama tim gabungan masih terus melakukan pengamanan lokasi ledakan serta pencarian terhadap korban yang hingga kini belum ditemukan. 


Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah yang menimpa keluarga korban.


"Atas nama Polda Papua, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada seluruh keluarga korban yang ditinggalkan. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan kekuatan, ketabahan, dan penghiburan kepada keluarga dalam menghadapi cobaan ini. Kami juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah membantu proses evakuasi, pencarian korban, hingga pemakaman para korban," ujar Kombes Pol. Cahyo Sukarnito.

Polres Lanny Jaya Amankan Penyaluran Bantuan Pangan di 5 Distrik, 80 Ton Beras Disalurkan

 


LANNY JAYA, Papua Pegunungan – Polres Lanny Jaya mengamankan penyaluran Program Bantuan Pangan Tahap I alokasi Februari–Maret 2026 di Kabupaten Lanny Jaya, Senin 1 Juni 2026. Kegiatan berlangsung mulai pukul 11.15 WIT hingga 15.00 WIT di Kantor Distrik Guna, Nogi, Gamelia, Yiluk, dan Karu.


Pengamanan dipimpin Kabag Ops Polres Lanny Jaya AKP Frets Lamahan, S.H., bersama Kasat Intelkam IPDA I Gede Cipta Adi Permana dan 10 personel Pam Polres. Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lanny Jaya diwakili Sekretaris Dinas Mandinus Kogoya.


Setiap distrik menerima bantuan 16 ton beras Bulog ukuran 10 Kg dan 266 karton minyak goreng 12 liter. Total bantuan yang disalurkan hari ini mencapai 80 ton beras dan 1.330 karton minyak goreng untuk masyarakat di 5 distrik.


“Personel Polres hadir untuk memastikan penyaluran berjalan aman, tertib, dan tepat sasaran. Kami juga memonitor situasi pasca distribusi untuk mengantisipasi potensi gangguan Kamtibmas,” ujar AKP Frets Lamahan.


Sementara itu, 26 distrik lainnya di Lanny Jaya dijadwalkan menerima bantuan setelah stok bahan pangan tiba dari Jayapura. Total alokasi untuk 26 distrik tersebut yaitu 416 ton beras dan 6.916 karton minyak goreng.


Polres Lanny Jaya mengimbau pemerintah distrik dan kampung menyalurkan bantuan sesuai data penerima, serta mengajak masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban selama proses distribusi berlangsung.


Kegiatan selesai pukul 14.40 WIT dan seluruh personel kembali ke Mapolres dalam keadaan aman.


*Penulis: BRYAN*

POLRES LANNY JAYA GELAR UPACARA HARI LAHIR PANCASILA, TEGASKAN NILAI PANCASILA DALAM PENGABDIAN

  


LANNY JAYA – Polres Lanny Jaya menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026 di Lapangan Apel Mapolres, Senin pagi 1/6/2026. Upacara dimulai pukul 08.29 WIT dan berlangsung aman serta khidmat hingga selesai pukul 08.49 WIT.


Plh. Kapolres Lanny Jaya KOMPOL Hendrik Seru, S.H. bertindak sebagai Inspektur Upacara. AKP Widada dipercaya sebagai Perwira Upacara, sementara IPDA Abu Bakar memimpin jalannya upacara sebagai Komandan Upacara.


Sebanyak 90 personel gabungan satker dan ibu-ibu Bhayangkari hadir dalam kegiatan ini. Turut hadir Kabag Ren KOMPOL Suparman, Kabag Ops AKP Frets Lamahan, Kasat Lantas AKP Tutik Yuliati, serta jajaran Kasat dan Kasubag Polres Lanny Jaya.


Rangkaian upacara diawali persiapan pasukan pukul 08.29 WIT. Komandan Upacara memasuki lapangan pukul 08.30 WIT, disusul Inspektur Upacara pukul 08.31 WIT. Pengibaran Sang Merah Putih oleh Bripda Julian Yopy, Bripda Gebse Jodi, dan Bripda Erens Dori dilaksanakan pukul 08.32 WIT.


Mengheningkan Cipta digelar pukul 08.37 WIT, kemudian pembacaan UUD 1945 oleh Bripda Habib Sagaf dan doa oleh Bripda Ariel Christovel. Bripda Erly Wenda bertindak sebagai pembawa acara.


Dalam amanatnya, Inspektur Upacara mengajak seluruh personel menjadikan momentum 1 Juni sebagai pengingat untuk memperkuat komitmen mengamalkan nilai-nilai Pancasila. “Sebagai aparat negara khususnya Polri, kita punya tanggung jawab moral dan konstitusional menjadi teladan. Sikap humanis, profesional, menjunjung keadilan, serta menjaga Kamtibmas adalah bentuk nyata implementasi Pancasila dalam tugas sehari-hari,” tegasnya.


Ia juga menekankan pentingnya sinergitas di wilayah Lanny Jaya bersama Pemda, tokoh agama, adat, pemuda, dan masyarakat demi menjaga situasi yang aman, damai, dan kondusif. Upacara ditutup doa bersama pukul 08.45 WIT.


Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini menjadi momentum bagi Polres Lanny Jaya untuk terus menjadikan Pancasila sebagai fondasi setiap langkah pengabdian kepada bangsa dan negara.


PENULIS :BRYAN

Polda Papua Perkuat Penanganan Pasca Ledakan di Biak Numfor, Tim Jibom Gegana Diterjunkan Lakukan Sterilisasi Lokasi

 



Jayapura – Polda Papua melalui Polres Biak Numfor terus melakukan penanganan intensif terhadap peristiwa ledakan yang diduga berasal dari bom/mortir sisa peninggalan Perang Dunia II di Kompleks Perumahan Nelayan, Jalan Walter Monginsidi, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Minggu (31/05/2026) sekitar pukul 14.45 WIT.


Sesaat setelah menerima laporan, personel Polres Biak Numfor bersama unsur TNI, Basarnas, Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, serta instansi terkait lainnya langsung bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan evakuasi korban, pengamanan area, serta penyelidikan guna mengetahui penyebab pasti ledakan tersebut.


Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah yang menimpa warga dan menegaskan bahwa saat ini seluruh pihak masih berfokus pada upaya kemanusiaan, termasuk pencarian korban, penanganan korban luka, serta pengamanan lokasi.


“Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban atas peristiwa ini. Saat ini fokus utama kami adalah proses evakuasi, pencarian korban yang masih belum ditemukan, serta memastikan masyarakat di sekitar lokasi tetap aman. Seluruh personel di lapangan bekerja maksimal dan berkoordinasi dengan instansi terkait dalam penanganan kejadian ini,” ujar Kombes Pol. Cahyo Sukarnito.


Berdasarkan data yang diperoleh hingga Senin (01/06/2026), tercatat lima orang meninggal dunia akibat ledakan tersebut, yakni:


1. Deflin Raubaba (41)

2. Moris Raubaba (24)

3. Karmila Ayorbaba (25)

4. Israel Raubaba (7)

5. Isril Raubaba (5)


Saat ini seluruh jenazah korban telah dievakuasi dan berada di RSUD Biak untuk proses identifikasi serta penanganan lebih lanjut. Berdasarkan hasil koordinasi dengan keluarga korban dan pemerintah setempat, rencananya seluruh korban yang meninggal dunia akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Surido, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor.


Sementara itu, tiga orang lainnya hingga saat ini masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan, yaitu:


1. Yulianus Raubaba (26)

2. Lai Madura (45)

3. Anis Marandof (27)


Selain korban meninggal dan yang masih dalam pencarian, sebanyak 19 orang dilaporkan mengalami luka ringan dan telah mendapatkan penanganan medis.


Ledakan tersebut juga mengakibatkan kerusakan pada sejumlah bangunan di sekitar lokasi. Berdasarkan hasil pendataan sementara, terdapat 12 bangunan yang terdampak, terdiri dari 3 bangunan rusak ringan, yakni 2 unit rumah dan 1 gereja, serta 9 bangunan mengalami kerusakan parah, dengan 4 rumah hancur total yang berada tepat di sekitar titik sumber ledakan dan 5 bangunan lainnya mengalami rusak berat.


Akibat peristiwa tersebut, sebanyak 55 warga terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman, terdiri dari 3 balita dan 52 orang dewasa.


Menurut sejumlah saksi, ledakan terjadi secara tiba-tiba dan menimbulkan suara yang sangat keras hingga terdengar dari radius yang cukup jauh. Warga sekitar yang mendengar ledakan segera berdatangan untuk memberikan pertolongan kepada korban sebelum aparat dan tim gabungan tiba di lokasi.


Kabid Humas menjelaskan bahwa untuk mendukung proses penanganan lokasi kejadian, Tim Penjinak Bom (Jibom) Detasemen Gegana Satbrimob Polda Papua dijadwalkan bertolak ke Kabupaten Biak Numfor pada siang hari ini. Kehadiran tim Jibom bertujuan untuk melakukan sterilisasi sekaligus penanganan tempat kejadian perkara guna memastikan tidak terdapat benda berbahaya lainnya yang berpotensi mengancam keselamatan petugas maupun masyarakat sekitar.


"Kami tidak ingin mengambil risiko. Tim Jibom akan melakukan penyisiran dan sterilisasi secara menyeluruh karena masih dimungkinkan terdapat benda-benda berbahaya lainnya di sekitar lokasi ledakan," jelasnya.


Lebih lanjut, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito menegaskan bahwa fokus utama penanganan yang dilakukan Polda Papua melalui Polres Biak Numfor saat ini adalah mengamankan lokasi kejadian, membantu penanganan para korban, serta melakukan pencarian terhadap korban yang masih belum ditemukan. Seluruh kegiatan tersebut dilaksanakan melalui koordinasi bersama Pemerintah Daerah, Basarnas, TNI-Polri, tenaga kesehatan, dan komunitas nelayan setempat.


Polda Papua juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap benda-benda mencurigakan yang diduga merupakan sisa peninggalan perang.


"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya yang berada di wilayah Biak Numfor dan daerah lainnya yang memiliki sejarah peninggalan Perang Dunia II, apabila menemukan benda yang dicurigai berbahaya agar tidak disentuh, dipindahkan, ataupun dibongkar. Segera laporkan kepada kantor kepolisian terdekat, baik Polsek maupun Polres, agar dapat ditangani dengan cepat," tutup Kabid Humas Polda Papua.


Hingga saat ini, tim gabungan masih terus melaksanakan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan, sementara lokasi kejadian tetap berada dalam pengamanan aparat kepolisian guna kepentingan evakuasi dan penyelidikan lebih lanjut.


Kapolda Papua Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Tegaskan Pancasila sebagai Pemersatu Bangsa dan Fondasi Perdamaian Dunia

 


Jayapura – Polda Papua menggelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Lapangan Apel Mapolda Papua Koya Koso, Kota Jayapura, Senin (01/06). 


Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Papua, Irjen Pol. Patrige R. Renwarin, S.H., M.Si., selaku Inspektur Upacara dan diikuti oleh seluruh Pejabat Utama serta personel jajaran Polda Papua.


Mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini menjadi momentum untuk memperkuat kembali komitmen kebangsaan serta meneguhkan nilai-nilai persatuan dalam keberagaman yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia.


Dalam amanatnya, Kapolda Papua menyampaikan bahwa Hari Lahir Pancasila bukan sekadar peringatan seremonial tahunan, melainkan momen refleksi untuk memastikan nilai-nilai luhur Pancasila tetap hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.


“Pancasila telah terbukti menjadi bintang penuntun bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. Di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian, Pancasila tetap menjadi jangkar moral yang menjaga persatuan serta memperkuat jati diri bangsa,” ujar Kapolda Papua.


Kapolda juga menegaskan bahwa Indonesia memiliki peran penting dalam mewujudkan perdamaian dunia sebagaimana amanat konstitusi. Menurutnya, nilai-nilai musyawarah, kemanusiaan, dan keadilan yang terkandung dalam Pancasila menjadi modal utama bangsa Indonesia dalam membangun hubungan yang harmonis di tingkat nasional maupun internasional.


“Pancasila tidak hanya relevan bagi bangsa Indonesia, tetapi juga menjadi inspirasi bagi terciptanya perdamaian dunia. Nilai kemanusiaan, persatuan, dan keadilan yang terkandung di dalamnya merupakan jawaban atas berbagai tantangan dan konflik yang dihadapi dunia saat ini,” lanjutnya.


Pada kesempatan tersebut, Kapolda Papua juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjadikan Pancasila sebagai living ideology atau ideologi yang hidup dan diwujudkan dalam tindakan nyata sehari-hari.


“Jangan biarkan Pancasila hanya menjadi tulisan di buku atau terpajang di dinding kantor. Nilai-nilainya harus hadir dalam setiap perilaku, keputusan, dan pengabdian kita kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” tegas Kapolda.


Selain itu, Kapolda mengingatkan pentingnya menjaga persatuan serta terus melawan segala bentuk intoleransi, radikalisme, dan tindakan yang berpotensi memecah belah bangsa. Menurutnya, keberagaman yang dimiliki Indonesia merupakan kekuatan yang harus dijaga bersama.


Melalui peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, Polda Papua menegaskan komitmennya untuk terus menjaga persatuan dalam keberagaman serta mendukung terwujudnya Papua yang aman, damai, dan harmonis dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.