View AllNews

Nasional

Hukum

Latest News

15/08/26

Jhon Kogoya Serukan Masyarakat Nabire Bijak Sikapi Isu Jelang HUT RI ke-81

 


Nabire – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Provinsi Papua Tengah, Jhon Kogoya, mengajak seluruh masyarakat di Kabupaten Nabire untuk bersama-sama menjaga keamanan dan tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu negatif.


Jhon Kogoya mengatakan, menjelang perayaan HUT Kemerdekaan RI, masyarakat di Papua Tengah, khususnya Nabire, perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai informasi yang beredar. Hal tersebut menyusul adanya isu mengenai larangan mengikuti kegiatan peringatan HUT RI yang disebut berasal dari kelompok-kelompok yang berseberangan.


Ia meminta masyarakat tidak langsung mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya karena dapat memicu keresahan dan mengganggu situasi keamanan yang selama ini telah terjaga.


“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang. Jangan mudah percaya dengan informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya. Kita harus bisa memilah informasi dan tidak memberikan kesempatan kepada pihak-pihak tertentu untuk memecah persatuan masyarakat,” kata Jhon.


Sebagai Ketua LMA sekaligus tokoh masyarakat, Jhon menegaskan bahwa kedamaian merupakan kepentingan bersama. Menurutnya, perbedaan pandangan tidak seharusnya menjadi alasan bagi masyarakat untuk saling bermusuhan ataupun melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.


“Kami para tokoh adat dan tokoh masyarakat sangat menginginkan Tanah Papua tetap aman dan damai. Karena itu, mari kita tinggalkan segala bentuk provokasi dan bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif, khususnya menjelang HUT Kemerdekaan RI,” ujarnya.


Lebih lanjut, Jhon menyampaikan bahwa pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat harus menjadi perhatian bersama. Salah satu sektor yang menurutnya perlu mendapat perhatian serius adalah pendidikan.


Ia menilai masih terdapat anak-anak Papua yang harus berhenti sekolah karena keterbatasan ekonomi keluarga. Kondisi tersebut, kata Jhon, perlu menjadi perhatian pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan agar generasi muda Papua tidak kehilangan kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang layak.


“Pendidikan merupakan salah satu kunci untuk membangun masa depan Papua. Anak-anak kita harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk bersekolah dan meraih cita-cita. Jangan sampai keterbatasan ekonomi membuat mereka kehilangan masa depan,” tuturnya.


Jhon menambahkan, pihaknya akan terus membangun komunikasi dan bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam mendorong program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, terutama dalam bidang pendidikan dan kesejahteraan.


Ia berharap momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI dapat dimaknai sebagai kesempatan untuk memperkuat persatuan dan kepedulian antarsesama.


“Mari kita rayakan kemerdekaan dengan menjaga kedamaian. Jangan terprovokasi oleh isu apa pun yang dapat mengganggu keamanan. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menciptakan Nabire dan Tanah Papua yang aman, damai serta sejahtera,” pungkas Jhon Kogoya.

‎Sinergi TNI-Polri, Kodim 0903/Bulungan Bersama Polresta Bulungan Laksanakan Patroli Wilayah Pantau Kamtibmas ‎



‎Bulungan – Dalam rangka menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Anggota Kodim 0903/Bulungan bersama Anggota Polresta Bulungan melaksanakan patroli wilayah untuk memantau situasi keamanan di wilayah Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, Sabtu (15/08/26).

‎Kegiatan patroli dilaksanakan sebagai bentuk sinergitas TNI-Polri dalam menciptakan situasi yang aman, tertib, dan kondusif di tengah masyarakat. Personel bersama-sama melakukan pemantauan terhadap kondisi wilayah serta aktivitas masyarakat di sejumlah titik yang menjadi sasaran patroli.

‎Melalui kegiatan tersebut, TNI-Polri berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.

‎Patroli wilayah juga menjadi sarana memperkuat koordinasi dan komunikasi antara aparat keamanan dalam menjaga stabilitas Kamtibmas, khususnya menjelang rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

‎Dengan adanya patroli secara bersama, diharapkan situasi keamanan di wilayah Kabupaten Bulungan tetap aman dan kondusif, serta masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan nyaman.


Pendim 0903/Bulungan

Polres Pasuruan Kota Bongkar Jaringan Curanmor, Tersangka dan Penadah Diamankan



KOTA PASURUAN — Satreskrim Polres Pasuruan Kota Polda Jatim berhasil mengungkap dugaan pencurian dan penadahan kendaraan bermotor di wilayah hukum Polres Pasuruan Kota.


Tiga orang diamankan, sementara sejumlah sepeda motor, sembilan mesin kendaraan berbagai merek hingga motor dalam kondisi protolan turut disita Polisi.


Kapolres Pasuruan Kota AKBP Arief Ardiansyah Prasetya mengatakan, kasus tersebut bermula dari laporan Polisi tertanggal 15 Juli 2026 terkait hilangnya satu unit sepeda motor Suzuki Nex di Dusun Susukanrejo, Desa Susukanrejo, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan.


Berbekal hasil penyelidikan, Tim URC Satreskrim Polres Pasuruan Kota memperoleh informasi mengenai keberadaan sepeda motor yang diduga merupakan hasil pencurian di wilayah Desa Pohgedang, Kecamatan Pasrepan.


Petugas kemudian bergerak menuju lokasi dan berhasil menemukan kendaraan tersebut sekaligus mengamankan MT yang diduga berkaitan dengan penguasaan kendaraan hasil kejahatan.


Penyelidikan kemudian berkembang dan mengarah kepada MW yang selanjutnya diamankan di Desa Rejosalam, Kecamatan Pasrepan. 


Berdasarkan hasil pemeriksaan, MW diduga diminta MS untuk membantu menjual sepeda motor tersebut


"Petugas selanjutnya mengamankan MS yang diduga sebagai pelaku pencurian,"kata AKBP Arief, Jumat (14/8/2026).


Kapolres Pasuruan Kota AKBP Arief Ardiansyah Prasetya menegaskan bahwa pengungkapan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polres Pasuruan Kota dalam memberikan rasa aman dan kepastian kepada masyarakat.


“Perkara ini juga masih terus kami kembangkan untuk mengetahui kemungkinan adanya keterkaitan dengan tindak pidana lainnya,” tegas AKBP Arief.


Sementara itu, seluruh barang bukti yang diamankan kini dalam proses pendalaman untuk mengetahui asal-usulnya serta memastikan ada atau tidaknya keterkaitan dengan laporan tindak pidana lainnya.


“Barang bukti yang kami temukan akan kami telusuri satu per satu. Kami ingin memastikan asal-usul kendaraan maupun mesin tersebut sehingga apabila terdapat barang milik korban tindak pidana lainnya dapat segera kami tindak lanjuti,” kata AKBP Arief.


Dalam konferensi pers tersebut, terdapat momen ketika satu unit sepeda motor Suzuki Nex yang sebelumnya dilaporkan hilang akhirnya dapat kembali kepada pemiliknya.


Kapolres Pasuruan Kota secara langsung menyerahkan kendaraan tersebut kepada korban setelah melalui proses pemeriksaan dan dipastikan sebagai barang milik korban.


Menurut Kapolres, pengembalian barang milik korban menjadi bagian penting dalam proses penegakan hukum karena kepolisian tidak hanya berupaya mengungkap pelaku, tetapi juga berusaha mengembalikan hak masyarakat yang menjadi korban kejahatan.


“Bagi kami, pengungkapan perkara bukan hanya soal menangkap pelaku. Ketika barang milik korban berhasil ditemukan dan dapat kembali kepada pemiliknya, itu menjadi bagian dari pelayanan yang ingin kami berikan kepada masyarakat,” ungkap AKBP Arief.


Atas perbuatannya, tersangka pencurian disangkakan Pasal 477 ayat (1) huruf e KUHP dan/atau Pasal 476 KUHP. Sementara tersangka yang diduga terlibat dalam penadahan disangkakan Pasal 591 huruf a KUHP.


“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu memastikan kendaraannya dalam kondisi terkunci, jangan meninggalkan kunci pada kendaraan, dan bila memungkinkan gunakan pengamanan tambahan. Apabila melihat aktivitas yang mencurigakan, segera laporkan kepada kepolisian,” pungkasnya.


Masyarakat juga dapat memanfaatkan Call Center Polri 110 untuk menyampaikan laporan, memberikan informasi maupun meminta bantuan kepolisian. 


Layanan tersebut dapat diakses sebagai bagian dari upaya mempercepat respons kepolisian terhadap kebutuhan masyarakat. (*)

Jelang HUT RI ke-81, Polres Tolikara Ajak Warga Jaga Persatuan dan Keamanan Lingkungan



Jayapura – Menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Polres Tolikara terus memperkuat komunikasi dan kedekatan dengan masyarakat melalui kegiatan sambang Kamtibmas. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap aman, damai dan kondusif.


Kegiatan Door to Door System (DDS) dilaksanakan personel Sat Binmas Polres Tolikara, Briptu Roni Samon, di wilayah Karubaga, Kabupaten Tolikara, Jumat (14/08/2026). 


Dalam kunjungannya, Briptu Roni Samon mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan, meningkatkan kepedulian terhadap kondisi sekitar serta memperkuat semangat gotong royong dalam menyambut momentum kemerdekaan.


Masyarakat juga didorong untuk mengisi peringatan HUT Kemerdekaan RI dengan berbagai kegiatan positif yang dapat mempererat persaudaraan, menjaga kerukunan serta menumbuhkan semangat persatuan di tengah keberagaman.


Selain itu, personel mengingatkan warga agar tidak mudah terpengaruh maupun terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya, khususnya informasi yang dapat memicu kesalahpahaman dan mengganggu keharmonisan masyarakat.


“Momentum HUT Kemerdekaan RI hendaknya kita jadikan sebagai sarana untuk mempererat persatuan dan kebersamaan. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar,” ujar Briptu Roni Samon.


Kasat Binmas Polres Tolikara Ipda Kasrim, S.E., mengatakan kegiatan sambang merupakan salah satu langkah preventif yang terus didorong untuk membangun komunikasi yang baik antara Kepolisian dan masyarakat.


“Kami terus mendorong personel Binmas dan Bhabinkamtibmas untuk hadir langsung di tengah masyarakat. Dengan membangun komunikasi dan kebersamaan, kita dapat bersama-sama menjaga Tolikara tetap aman, damai, tertib dan kondusif,” ungkap Ipda Kasrim.


Menurutnya, kehadiran personel di tengah masyarakat juga menjadi sarana untuk menyerap informasi sekaligus mendeteksi secara dini berbagai potensi gangguan Kamtibmas yang dapat berkembang di lingkungan masyarakat.


Polres Tolikara berharap semangat kemerdekaan dapat diwujudkan tidak hanya melalui berbagai kegiatan perayaan, tetapi juga melalui kepedulian terhadap lingkungan, semangat gotong royong, persatuan dan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga keamanan bersama.

Patroli Rutin Polres Boven Digoel Hadir Jaga Keamanan di Tengah Aktivitas Warga



Jayapura – Satuan Samapta Polres Boven Digoel terus meningkatkan kehadiran personel di tengah masyarakat melalui kegiatan patroli rutin guna menjaga Kamtibmas di wilayah hukum Polres Boven Digoel, Jumat (14/08/2026).


Patroli dilaksanakan oleh Regu 3 Sat Samapta Polres Boven Digoel sejak pukul 08.00 hingga 20.00 WIT. Sebelum melaksanakan kegiatan, personel mengikuti apel pagi di Mako Polres Boven Digoel untuk memastikan kesiapan personel, sarana dan langkah-langkah pengamanan selama patroli.


Dalam kegiatan tersebut, personel menyambangi sejumlah objek vital, pusat aktivitas masyarakat dan lokasi yang dinilai membutuhkan kehadiran Kepolisian. Beberapa lokasi yang menjadi sasaran patroli antara lain Kantor Bupati Boven Digoel, Pelabuhan, Bandar Udara Tanah Merah, Titik Nol, kawasan pertokoan, Pasar Wet, Kompleks MMS, Perumahan Ambonggo, sejumlah persimpangan, Terminal serta Pasar Baru.


Kehadiran personel di berbagai lokasi tersebut tidak hanya bertujuan untuk mencegah terjadinya gangguan Kamtibmas, tetapi juga sebagai bentuk pelayanan Kepolisian kepada masyarakat. Dalam pelaksanaannya, personel mengedepankan langkah-langkah preventif, humanis dan tetap berpedoman pada Standar Operasional Prosedur (SOP).


Kasat Samapta Polres Boven Digoel AKP Makmur Maming mengatakan bahwa patroli rutin merupakan bagian dari upaya Kepolisian untuk menciptakan rasa aman sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keamanan di wilayah hukum Polres Boven Digoel.


“Patroli ini merupakan langkah preventif untuk memastikan situasi Kamtibmas tetap aman dan kondusif. Personel kami hadir di sejumlah objek vital, pusat keramaian dan lokasi yang membutuhkan kehadiran Polisi,” ujar AKP Makmur Maming.


Ia menambahkan, personel juga terus membangun komunikasi dengan masyarakat selama pelaksanaan patroli serta siap merespons setiap informasi maupun laporan yang berkaitan dengan gangguan Kamtibmas.


“Kami mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan. Apabila menemukan adanya potensi gangguan Kamtibmas, segera sampaikan kepada Kepolisian sehingga dapat ditindaklanjuti dengan cepat dan tepat,” tambahnya.


Melalui patroli yang dilaksanakan secara rutin dan berkesinambungan, Polres Boven Digoel berkomitmen untuk terus hadir memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat serta menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif.

14/08/26

Laskar Merah Putih Provinsi Papua Ajak Masyarakat Tak Terprovokasi Dengan Rencana Aksi Tanggal 15 Agustus di Kota Jayapura



Jayapura - Ketua LMP Provinsi Papua, Yan Christian Arebo, SH., M.Si.,mengatakan Laskar Merah Putih  Papua Ajak Masyarakat Tidak Terprovokasi Rencana Aksi KNPB pada tanggal  15 Agustus 2026, sebabnya Aparat Kepiolisian Perlu Bertindak Tegas.


"Kami menolak rencana aksi yang akan berlangsung di sejumlah titik berpotensi menimbulkan gesekan apabila tidak diantisipasi sejak awal," ujar Ketua LMP Provinsi Papua, Yan Cristian Arebo, SH., M.Si., kepada wartawan di Kota Jayapura, Kamis (13/8/2026).


“Kami meminta aparat keamanan untuk mengantisipasi setiap kemungkinan yang dapat mengganggu situasi keamanan dan ketertiban di Kota Jayapura,”ujar  Ketua LMP Provinsi Papua, Yan Cristian Arebo,, di Kota Jayapura, Kamis (13/8/2026).


Sebagaimana,   Laskar Merah Putih (LMP) Provinsi Papua meminta aparat keamanan di Kota Jayapura mengantisipasi dan menindak tegas pihak-pihak yang dinilai berpotensi mengganggu keamanan dalam rencana aksi demonstrasi yang akan digelar pada 15 Agustus 2026.


Dikatakan,  aparat perlu melakukan langkah-langkah pencegahan guna memastikan pelaksanaan kegiatan pada 15 Agustus tidak berkembang menjadi gangguan keamanan.


Yan juga menyinggung pengalaman kericuhan yang terjadi di Kota Jayapura pada 2019. Ia menyebut, berdasarkan pengalamannya, situasi saat itu turut dipengaruhi oleh masuknya kelompok-kelompok tertentu ke dalam rangkaian aksi.


Karena itu, pihaknya meminta aparat keamanan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyusupan maupun provokasi yang dapat memicu benturan di tengah masyarakat.


“Kami berharap aparat dapat mengambil langkah tegas sesuai ketentuan hukum apabila ditemukan pihak-pihak yang melakukan tindakan provokatif atau mengganggu keamanan,” ujarnya.


 


Sementara itu, Wakil Sekretaris I  LMP Papua, Syarbun Yusuf menuturkan, bahwa seluruh pihak diharapkan dapat menjaga situasi Kota Jayapura tetap aman dan kondusif serta menyampaikan aspirasi secara tertib dan tidak melakukan tindakan yang dapat merugikan masyarakat.


"Kami menolak aksi - aksi anarkhir, sehinga kami himbau masyarakat untuk menjaga kamtibmas dan tidak terprovokasi dengan hal - hal yang tidak bertanggungjawab," jelasnya.


Senada dengan itu, Sekretaris Laskar Merah Putih (LMP) Papua, Yona Windesi menuturkan, bahwa pandangan LMP Provinsi Papua terkait rencana aksi tanggal 15 Agustus 2026  sangta menolak tegas, sebab apabila hal ini dilakuan anarkhis dan buan aksi damai, tentunya ini merusak kamtibmas di Kota Jayapura.


"Kami belajar dari berbagai pengalaman, mislanya tahun 2019, sehingga kami ajak masyarakat untuk tidak terpaning dengan aksi kelompok tersebut," tandasnya.

Tokoh Pemuda Ilaga Utara Imbau Warga Puncak Hormati Hari Kemerdekaan RI

  



Ilaga – Tokoh Pemuda Distrik Ilaga Utara, Kabupaten Puncak, Anis Hagabal, mengimbau seluruh masyarakat di Kabupaten Puncak untuk bersama-sama menghormati dan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan menjaga persatuan, keamanan, dan kedamaian.


Anis mengatakan, momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia hendaknya menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk terus memperkuat persatuan di tengah keberagaman yang ada. Menurutnya, perbedaan tidak seharusnya menjadi alasan untuk saling berkonflik, melainkan menjadi kekuatan dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.


“Saya mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Puncak untuk menghormati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Mari kita jadikan momentum ini sebagai kesempatan untuk mempererat persatuan dan menjaga kedamaian di tengah keberagaman masyarakat kita,” ujar Anis.


Terkait adanya seruan aksi yang direncanakan pada 15 Agustus 2026, Anis mengimbau agar rencana tersebut tidak dilakukan demi menghormati momentum kemerdekaan serta menjaga situasi keamanan di Kabupaten Puncak tetap kondusif.


“Kami berharap tidak ada aksi yang dapat mengganggu ketertiban menjelang HUT Kemerdekaan. Mari kita sama-sama menahan diri dan menghargai momentum 17 Agustus sebagai hari bersejarah bagi bangsa Indonesia,” katanya.


Ia juga meminta masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai informasi maupun isu yang berpotensi memecah belah persatuan. Masyarakat diharapkan lebih bijak dalam menerima informasi, khususnya yang beredar melalui media sosial maupun sumber-sumber yang tidak dapat dipastikan kebenarannya.


“Jangan mudah percaya dan terprovokasi oleh informasi yang belum jelas. Kita harus bisa memilah mana informasi yang benar dan mana yang dapat menimbulkan perpecahan. Jangan sampai isu atau ajakan dari pihak yang tidak bertanggung jawab merugikan masyarakat sendiri,” tegasnya.


Anis berharap seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan tokoh masyarakat, dapat mengambil peran dalam menjaga keamanan serta memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak terlibat dalam tindakan yang dapat memicu konflik.


“Mari kita jaga Kabupaten Puncak agar tetap aman dan damai. Jangan melakukan tindakan yang dapat merugikan orang lain. Keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi tanggung jawab kita bersama,” ungkapnya.


Lebih lanjut, Anis mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga Tanah Papua tetap berada dalam suasana damai dan mengedepankan persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


“Mari kita jaga Tanah Papua ini tetap damai dalam bingkai NKRI. Khususnya Kabupaten Puncak, mari kita bersama-sama menciptakan situasi yang aman, menghindari konflik, dan menjaga masa depan generasi muda kita,” pungkas Anis.

Derek Alom Dorong Para Tokoh Bersatu Jaga Keamanan Jelang HUT RI Ke-81


Timika – Tokoh Masyarakat Kampung Kimbeli, Distrik Tembagapura, Derek Alom, mendukung pelaksanaan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Mimika agar berlangsung aman, damai, dan kondusif.


Derek mengajak seluruh masyarakat di Tanah Papua, khususnya Kabupaten Mimika, untuk menjadikan momentum HUT RI sebagai kesempatan memperkuat persatuan dan menjaga kedamaian di tengah masyarakat.


Menurutnya, situasi keamanan yang kondusif merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, masyarakat diharapkan dapat berperan aktif menjaga lingkungan masing-masing serta menghindari berbagai tindakan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.


“Kami mengajak seluruh masyarakat di Tanah Papua, khususnya di Kabupaten Mimika, untuk bersama-sama menjaga kedamaian dan persatuan. Mari kita sambut HUT RI ke-81 dengan aman, tertib, dan penuh kebersamaan,” ujar Derek.


Sebagai tokoh masyarakat, Derek mengatakan pihaknya akan terus membangun komunikasi dengan para tokoh lainnya untuk menyampaikan imbauan kepada masyarakat. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan masyarakat memperoleh informasi yang baik serta tidak mudah terpengaruh oleh isu yang dapat memicu keresahan.


“Kami akan melakukan pertemuan bersama para tokoh untuk menyampaikan imbauan kepada masyarakat. Kita harus menjadi contoh dan bersama-sama menjaga situasi agar tetap aman dan kondusif,” katanya.


Terkait adanya seruan aksi pada 15 Agustus 2026, Derek berharap kegiatan tersebut tidak menimbulkan dampak negatif maupun kerugian bagi masyarakat lainnya. Ia meminta seluruh pihak untuk mempertimbangkan kepentingan masyarakat luas dan menjaga agar setiap aktivitas tetap berlangsung secara tertib.


“Kami berharap seruan aksi pada 15 Agustus tidak menjadi sesuatu yang merugikan masyarakat. Jangan sampai aktivitas yang dilakukan justru mengganggu masyarakat yang ingin bekerja, beraktivitas, dan menjalankan kehidupan sehari-hari,” tegasnya.


Derek juga mengimbau masyarakat agar tetap menjalankan aktivitas seperti biasa dan tidak mudah terhasut oleh informasi maupun isu yang disebarkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.


“Jangan mudah percaya terhadap isu yang belum jelas kebenarannya. Mari kita bijak menerima informasi, jangan mudah terhasut, dan jangan ikut dalam kegiatan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain,” ungkapnya.


Lebih lanjut, Derek mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga Kabupaten Mimika tetap aman sehingga peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dapat berlangsung dengan penuh semangat persatuan.


“Mimika adalah rumah kita bersama. Mari kita jaga keamanan, kedamaian, dan persatuan. Dengan situasi yang aman, masyarakat dapat merayakan HUT Kemerdekaan dengan tenang dan penuh kebahagiaan,” pungkas Derek.