View AllNews

Nasional

Hukum

Latest News

10/05/26

Tokoh Pemuda Papua Ajak Warga Jayapura Bijak Sikapi Isu Dogiyai: Jangan Terprovokasi

 


Papua, Opini - Tokoh Intelektual Pemuda Papua dari Suku Mee di Jayapura, Dony Donatus Gobay, S.T., mengimbau seluruh lapisan masyarakat dan pemuda di Kota Jayapura untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berkembang pasca-insiden di Dogiyai.


Dony menekankan pentingnya menjaga kondusivitas serta persatuan agar situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di ibu kota provinsi tersebut tetap terjaga.


Pernyataan ini muncul menyusul adanya informasi mengenai rencana aksi massa di Jayapura yang kembali mengangkat isu terkait kasus di Dogiyai. Meski mengakui bahwa kebebasan berpendapat dilindungi oleh undang-undang, Dony mengingatkan agar aspirasi disampaikan melalui mekanisme yang benar.


"Siapapun berhak menyampaikan pendapatnya di muka umum, itu dijamin oleh konstitusi. Namun, penyampaian pendapat tersebut perlu dilakukan dengan tertib, damai, dan sesuai dengan jalur atau prosedur yang berlaku agar tidak mengganggu kepentingan umum," ujar Dony Gobay saat memberikan keterangan kepada awak media, Minggu (10/5).


Dony meminta masyarakat, khususnya kaum muda, agar tidak mudah tersulut emosi oleh narasi-narasi yang berpotensi memecah belah persaudaraan. Menurutnya, persoalan hukum yang terjadi di Dogiyai saat ini sudah ditangani oleh otoritas yang berwenang.


"Jangan terprovokasi dengan isu perpecahan yang mampu memecah kita. Termasuk masalah di Dogiyai. Pihak-pihak terkait telah mengambil bagian untuk menyelesaikan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku. Mari kita percayakan prosesnya kepada pihak berwajib," tegasnya. 


Lebih lanjut, ia mengajak warga Papua untuk berperan aktif menjadi garda terdepan dalam menjaga kedamaian di tanah Papua. Hal ini bisa dimulai dari skala terkecil, yakni lingkungan tempat tinggal masing-masing.


Dony berharap masyarakat bisa lebih memfilter informasi yang beredar di media sosial agar tidak terjebak dalam kegaduhan yang justru merugikan masyarakat luas.


"Mari kita bersama-sama mengantisipasi isu-isu atau aksi-aksi yang berpotensi memicu kegaduhan. Jangan sampai ada tindakan yang justru membawa kerugian bagi kita semua. Papua yang damai adalah tanggung jawab kita bersama," pungkasnya.


Kasus Dogiyai atau dikenal 'Tragedi Dogiyai Berdarah' pada 31 Maret 2026 pun saat telah menarik perhatian Kemen Hak  Asasi Manusia (KemenHAM RI). 

KemenHAM bahkan telah mengambil Langkah-langkah dan berkomitmen mengawal penanganan kasus hingga tuntas.

Jaga Stabilitas Daerah, Lukas Haay Ajak Pemuda Papua Tetap Bersatu

 


Jayapura – Ketua Gerakan Mahasiswa Nasionalis Indonesia (GMNI) Kota Jayapura, Lukas Haay mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda Papua, untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) agar tetap aman dan kondusif di Tanah Papua, khususnya di Kota Jayapura.


Dalam keterangannya, Lukas Haay menyampaikan bahwa di tengah berbagai dinamika yang berkembang saat ini, masyarakat diharapkan dapat lebih bijak dalam menyikapi setiap informasi maupun isu yang beredar agar tidak mudah terpengaruh oleh provokasi yang dapat memecah belah persatuan masyarakat Papua.


“Kita harus tetap menjaga situasi Kamtibmas di Tanah Papua, khususnya di Kota Jayapura. Jangan mudah terprovokasi ataupun terpengaruh oleh isu-isu yang dapat memecah belah masyarakat Papua,” ujar Lukas.


Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting sebagai ujung tombak dalam membawa perubahan dan kemajuan bagi Papua ke arah yang lebih baik di masa mendatang. Karena itu, ia mengajak seluruh pemuda untuk ikut menjaga persatuan, kedamaian, dan stabilitas daerah.


“Generasi muda adalah harapan masa depan Papua. Kita adalah ujung tombak untuk kemajuan Tanah Papua, sehingga sudah seharusnya kita menjadi contoh dalam menjaga persatuan dan kedamaian,” katanya.


Lukas Haay juga menyoroti isu terkait Proyek Strategis Nasional (PSN) dan militerisme di Tanah Papua. Ia meminta masyarakat, khususnya kaum muda, agar dapat menilai dan menanggapi persoalan tersebut secara bijak serta tidak mudah terpancing oleh narasi-narasi yang dapat memperkeruh situasi.


“Kita harus lebih bijak dalam menilai dan menanggapi persoalan terkait PSN maupun isu keamanan di Papua. Semua pihak tentunya menginginkan pembangunan dan keamanan yang baik demi kemajuan Tanah Papua,” jelasnya.


Di akhir pernyataannya, Lukas kembali mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan bersama-sama menciptakan suasana damai demi terwujudnya Papua yang aman, nyaman, dan kondusif.


“Saya mengajak seluruh masyarakat Papua, khususnya generasi muda, mari kita jaga kedamaian, persatuan, dan keamanan bersama. Dengan kebersamaan, kita bisa menciptakan Papua yang aman dan penuh harapan untuk masa depan,” tutupnya.

09/05/26

Tokoh Masyarakat Puncak Jaya Serukan Perdamaian dan Persatuan Warga


Mulia – Tokoh masyarakat Kabupaten Puncak Jaya, Kirenius Telenggen mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga situasi keamanan dan kedamaian di wilayah Kabupaten Puncak Jaya agar tetap kondusif di tengah berbagai dinamika yang berkembang di masyarakat.


Dalam keterangannya, Kirenius Telenggen menegaskan bahwa keamanan dan kenyamanan di tanah Puncak Jaya merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, terciptanya suasana yang aman tidak hanya bergantung kepada aparat keamanan, tetapi juga pada kesadaran masyarakat dalam menjaga persatuan dan ketertiban.


“Keamanan dan kenyamanan di tanah ini adalah tanggung jawab kita bersama. Semua masyarakat harus ikut menjaga suasana damai agar aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan baik,” ujar Kirenius.


Ia juga mengajak masyarakat untuk mendukung peran aparat keamanan, khususnya jajaran Kepolisian Republik Indonesia melalui Polres Puncak Jaya, yang selama ini terus berupaya memberikan perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat.


“Kita juga harus mendukung peran Kepolisian Republik Indonesia, khususnya Polres Puncak Jaya, sebagai bagian dari pelindung dan pengayom masyarakat. Kehadiran aparat keamanan harus kita dukung bersama demi terciptanya situasi yang aman dan tertib,” katanya.


Lebih lanjut, Kirenius mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu maupun informasi yang belum tentu benar, terutama yang sengaja disebarkan oleh kelompok atau individu tertentu untuk kepentingan pribadi maupun kelompok.


Menurutnya, masyarakat harus lebih bijak dalam menerima informasi serta mengedepankan komunikasi dan kebersamaan dalam menyikapi setiap persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.


“Jangan mudah terpengaruh dengan isu-isu yang belum tentu benar. Ada pihak-pihak tertentu yang sengaja membuat situasi menjadi tidak kondusif demi kepentingannya sendiri. Karena itu masyarakat harus tetap tenang dan menjaga persaudaraan,” tegasnya.


Ia berharap seluruh masyarakat Puncak Jaya dapat terus menjaga semangat persatuan, saling menghormati, serta bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan damai demi masa depan daerah yang lebih baik.

Dulu Bocor dan Lapuk, Kini Rumah Bapak Firdaus Jadi Hunian yang Nyaman


MALINAU, Kalimantan Utara – Program Rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-128 Kodim 0910/Malinau terus menunjukkan progres positif. Hingga Sabtu (9/5/2026), pengerjaan rumah milik Bapak Firdaus di Desa Luso, Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau, telah mencapai 80 persen.


Rumah yang sebelumnya mengalami banyak kerusakan kini mulai tampak lebih layak dan nyaman untuk ditempati. Atap yang dulu bocor saat hujan turun kini telah diperbaiki, sementara dinding rumah yang lapuk dan rapuh diganti dengan material baru yang lebih kokoh.


Personel Satgas TMMD bersama warga terus bekerja secara gotong royong untuk mempercepat penyelesaian sasaran RTLH tersebut agar segera dapat ditempati dengan nyaman oleh pemiliknya.


Anggota Satgas TMMD menyampaikan bahwa pengerjaan RTLH terus dimaksimalkan demi mencapai target sesuai waktu yang telah ditentukan.


“Kami terus berupaya menyelesaikan seluruh sasaran fisik dengan maksimal. Saat ini progres RTLH rumah Bapak Firdaus sudah mencapai 80 persen dan kami optimis dapat selesai tepat waktu,” ujar Sertu Fahmi, salah satu personel Satgas TMMD di lokasi kegiatan.


Sementara itu, Bapak Firdaus mengaku senang melihat perkembangan rumahnya yang kini sudah jauh lebih baik dibanding sebelumnya.


“Dulu rumah kami banyak yang rusak dan kurang nyaman ditempati. Sekarang sudah mulai bagus dan rapi. Saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Satgas TMMD yang sudah membantu kami,” ungkapnya.


Program TMMD Ke-128 Kodim 0910/Malinau tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan rumah layak huni dan fasilitas umum di wilayah pedesaan.


(Pendim0910

Dua dari Lima Sasaran MCK TMMD Ke-128 Kodim 0910/Malinau Rampung 100 Persen


MALINAU, Kalimantan Utara – Program pembangunan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) dalam kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-128 Kodim 0910/Malinau terus menunjukkan progres positif. Hingga Sabtu (9/5/2026), dua dari lima sasaran pembangunan MCK di Desa Luso, Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau, telah selesai dikerjakan 100 persen.


Pembangunan fasilitas MCK tersebut merupakan bagian dari upaya Satgas TMMD untuk membantu meningkatkan kualitas kesehatan dan kebersihan lingkungan masyarakat desa.


Dengan semangat gotong royong, personel Satgas TMMD bersama warga terus bekerja menyelesaikan seluruh sasaran fisik yang telah direncanakan. MCK yang telah rampung kini sudah dapat dimanfaatkan warga untuk kebutuhan sehari-hari.


Anggota Satgas TMMD menyampaikan bahwa pembangunan MCK menjadi salah satu bentuk kepedulian TNI terhadap pola hidup sehat masyarakat, khususnya di daerah pedalaman yang masih membutuhkan fasilitas sanitasi yang layak.


“Pembangunan MCK ini diharapkan dapat membantu masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dan meningkatkan pola hidup sehat,” ujar Sertu Fahmi, salah satu personel Satgas TMMD di lokasi kegiatan.


Sementara itu, warga Desa Luso mengaku senang dan bersyukur dengan adanya bantuan pembangunan MCK tersebut. Menurut mereka, fasilitas yang dibangun sangat membantu kebutuhan masyarakat sehari-hari.


Selain pembangunan MCK, Satgas TMMD Ke-128 Kodim 0910/Malinau juga terus melaksanakan berbagai sasaran fisik lainnya seperti rehab rumah tidak layak huni dan pembangunan infrastruktur desa guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


(Pendim0910)

Wujud Nyata TMMD Ke-128 Kodim 0910/Malinau, TNI Selalu di Hati Rakyat

MALINAU, Kalimantan Utara – Senyum bahagia tak dapat disembunyikan dari wajah Bapak Firdaus saat melihat rumahnya yang dulu sederhana dan penuh kerusakan, kini perlahan berubah menjadi tempat tinggal yang lebih nyaman untuk keluarganya. Kehangatan itu terasa di Desa Luso, Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau, Sabtu (9/5/2026), saat personel Satgas TMMD Ke-128 Kodim 0910/Malinau bersama warga bergotong royong menyelesaikan rehab rumah miliknya.


Di dalam rumah yang masih dipenuhi aroma kayu baru itu, tampak personel Satgas TMMD membantu memasang pintu rumah bersama warga. Candaan ringan dan tawa kecil di sela pekerjaan menciptakan suasana penuh kekeluargaan, seolah tidak ada jarak antara TNI dan masyarakat.


Bagi Bapak Firdaus, bantuan tersebut bukan sekadar pembangunan rumah, tetapi juga harapan baru bagi keluarganya. Ia mengenang bagaimana selama ini keluarganya harus bertahan di rumah dengan atap bocor dan dinding yang mulai lapuk, terutama saat hujan turun pada malam hari.


“Dulu kalau hujan kami sering khawatir karena air masuk dari atap. Sekarang rumah kami sudah jauh lebih baik. Saya dan keluarga sangat bersyukur, terima kasih banyak kepada bapak-bapak TNI yang sudah peduli membantu kami,” ucap Firdaus dengan mata berbinar.


Kehadiran Satgas TMMD di Desa Luso tidak hanya membawa pembangunan fisik, tetapi juga menghadirkan rasa kepedulian dan kebersamaan yang begitu dekat dengan masyarakat. Dengan tangan yang bekerja dan hati yang tulus membantu, personel TNI menunjukkan bahwa pengabdian kepada rakyat bukan hanya tugas, tetapi juga bentuk kasih sayang kepada sesama.


Melalui program TMMD Ke-128, Kodim 0910/Malinau terus membuktikan bahwa TNI selalu hadir di tengah masyarakat, membantu mereka yang membutuhkan, serta menjadi bagian dari harapan dan kebahagiaan rakyat di pelosok negeri.


(Pendim0910)

Tahap Demi Tahap Finishing Pengerjaan Jaring Pengaman Kanan Kiri Jembatan Desa Tanjung Agung Terus Dimatangkan


Bulungan – Upaya peningkatan keamanan dan kenyamanan akses masyarakat terus dilakukan melalui penyiapan pengerjaan jaring pengaman pada sisi kanan dan kiri jembatan di Desa Tanjung Agung, Sabtu (09/05).


Dalam kegiatan tersebut, tim pekerja melaksanakan berbagai persiapan teknis mulai dari pengukuran, pengecekan material, hingga pemasangan awal jaring pengaman pada bagian sisi jembatan gantung. Selain itu, beberapa pekerja juga terlihat melakukan penyiapan perlengkapan dan material pendukung di sekitar lokasi guna memastikan proses pemasangan berjalan lancar dan sesuai perencanaan.


Pemasangan jaring pengaman ini bertujuan untuk meningkatkan faktor keselamatan bagi masyarakat yang melintas, terutama pejalan kaki dan pengendara roda dua yang setiap hari menggunakan jembatan sebagai akses utama penghubung antarwilayah.


Meski di bawah terik matahari, para pekerja tetap semangat menyelesaikan tahapan demi tahapan pengerjaan. Kekompakan dan kerja sama di lapangan menjadi salah satu faktor penting agar proses rehabilitasi dan peningkatan fasilitas jembatan dapat selesai tepat waktu.


Diharapkan, dengan adanya penambahan jaring pengaman di sisi kanan dan kiri jembatan, keamanan pengguna jembatan akan semakin terjamin serta memberikan rasa nyaman bagi masyarakat Desa Tanjung Agung dan sekitarnya.

Kericuhan Usai Laga Persipura vs Adhyaksa FC, Polda Papua Bergerak Cepat Pulihkan Situasi


Jayapura – Polda Papua bergerak cepat melakukan pengamanan dan penanganan situasi pasca terjadinya kericuhan usai pertandingan sepak bola antara Persipura Jayapura melawan Adhyaksa FC yang berlangsung di Stadion Lukas Enembe, Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Jumat (08/05/2026).


Pertandingan yang berlangsung sejak sore hari tersebut berakhir dengan kemenangan Adhyaksa FC atas Persipura Jayapura dengan skor 1-0. Usai pertandingan, situasi di dalam maupun di sekitar stadion sempat memanas akibat luapan kekecewaan sejumlah suporter terhadap hasil pertandingan dan keputusan wasit.


Pengamanan kegiatan dipimpin langsung oleh Kapolda Papua Irjen Pol. Patrige R. Renwarin, S.H., M.Si., didampingi Wakapolda Papua Brigjen Pol. Muhajir, S.I.K., S.H., M.H., serta dihadiri para Pejabat Utama Polda Papua dan didukung sekitar 700 personel gabungan pengamanan.


Adapun rangkaian kejadian bermula saat pertandingan dimulai pada pukul 17.00 WIT. Pada menit ke-46 babak pertama, Adhyaksa FC berhasil mencetak gol dan unggul 1-0 hingga pertandingan berakhir pada pukul 19.00 WIT.


Tidak lama setelah peluit panjang dibunyikan, sekitar pukul 19.16 WIT, sejumlah massa suporter yang berada di tribun turun ke lapangan dan melakukan pengejaran terhadap pemain Adhyaksa FC serta perangkat pertandingan.


Situasi kemudian berkembang menjadi memanas sekitar pukul 20.00 WIT. Massa di sekitar stadion melakukan aksi perusakan fasilitas umum dan pembakaran sejumlah kendaraan yang terparkir di sekitar area Stadion Lukas Enembe.


Polda Papua bersama personel gabungan TNI-Polri segera melakukan langkah pengamanan, pengendalian massa, serta upaya pemulihan situasi guna mencegah meluasnya gangguan kamtibmas.


Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., mengatakan bahwa aparat keamanan langsung bergerak melakukan pengamanan dan pengendalian situasi agar kondisi dapat segera kembali kondusif.


“Personel gabungan langsung melakukan langkah pengamanan dan pengendalian massa guna mencegah situasi berkembang lebih luas. Hingga saat ini situasi di sekitar Stadion Lukas Enembe berangsur aman dan kondusif,” ujar Kabid Humas Polda Papua.


Ia menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemantauan sementara, kericuhan dipicu oleh tingginya emosi dan kekecewaan sejumlah suporter terhadap hasil pertandingan serta keputusan wasit yang dianggap merugikan tim Persipura Jayapura.


Selain itu, kondisi keramaian di lokasi pertandingan juga dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk melakukan provokasi sehingga memicu tindakan perusakan fasilitas dan pembakaran kendaraan di sekitar stadion.


“Polda Papua mengimbau seluruh masyarakat dan suporter untuk tetap menahan diri, tidak mudah terprovokasi, serta mempercayakan penanganan situasi kepada aparat keamanan,” tambahnya.


Kabid Humas juga menegaskan bahwa Polda Papua akan melakukan pendalaman dan penyelidikan terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam aksi provokasi maupun perusakan fasilitas umum selama kericuhan berlangsung.


Saat ini, aparat kepolisian masih melakukan pendataan terkait kerugian material maupun kemungkinan adanya korban luka akibat insiden tersebut. Sejumlah fasilitas umum, kios milik masyarakat, serta kendaraan roda dua dan roda empat dilaporkan mengalami kerusakan dan pembakaran.


Situasi di sekitar Stadion Lukas Enembe dilaporkan mulai berangsur kondusif sekitar pukul 23.45 WIT dan dilanjutkan dengan apel konsolidasi personel pengamanan pada pukul 00.20 WIT.


Polda Papua memastikan akan terus melakukan pengamanan dan patroli di sekitar lokasi guna menjaga stabilitas keamanan serta mencegah terjadinya gangguan kamtibmas lanjutan.