View AllNews

Nasional

Hukum

Latest News

04/06/26

Polda Papua Terus Dalami Peristiwa Ledakan di Biak Numfor, Tim DVI dan Bidlabfor Dilibatkan dalam Proses Identifikasi

  



Jayapura – Polda Papua terus mengintensifkan upaya pengungkapan peristiwa ledakan yang diduga berasal dari bom atau mortir sisa Perang Dunia II yang terjadi di Kabupaten Biak Numfor pada 31 Mei 2026 lalu. 


Hingga Kamis (04/06), tim gabungan masih bekerja di lapangan untuk melakukan penyisiran, pencarian korban, serta pengumpulan barang bukti guna mengungkap secara pasti penyebab ledakan yang menewaskan enam warga tersebut.


Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., menyampaikan bahwa perkembangan penanganan kasus menunjukkan hasil yang semakin signifikan. Tim gabungan yang terdiri dari personel Gegana Brimob melalui Unit Jibom, Tim Olah TKP, Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor), serta unsur TNI, Basarnas dan instansi terkait telah berhasil menemukan sejumlah benda dan barang yang diduga berkaitan dengan peristiwa ledakan tersebut.


“Beberapa barang yang ditemukan telah dilakukan pengujian sampel awal di lokasi kejadian, sementara sebagian lainnya hari ini dibawa ke Jayapura untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh Bidlabfor Polda Papua. Langkah ini merupakan bagian dari scientific investigation dan scientific identification guna mengungkap secara komprehensif peristiwa yang terjadi,” ujar Kombes Pol. Cahyo Sukarnito.


Dalam peristiwa tersebut tercatat enam warga meninggal dunia, sementara tiga orang lainnya masih dinyatakan hilang dan belum ditemukan. Selama proses pencarian berlangsung, tim gabungan juga menemukan sejumlah bagian tubuh korban yang diduga berasal dari lokasi ledakan.


Untuk mendukung proses identifikasi korban, Polda Papua pada hari ini memberangkatkan Tim Disaster Victim Identification (DVI) dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bidokes) ke Kabupaten Biak Numfor.


“Tim DVI diterjunkan untuk membantu proses identifikasi terhadap potongan-potongan tubuh yang ditemukan di sekitar lokasi kejadian sehingga dapat diketahui identitas korban secara akurat dan ilmiah,” jelas Kabid Humas.


Selain fokus pada pengungkapan kasus, Polda Papua melalui Polres Biak Numfor juga mengambil langkah-langkah kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak langsung akibat peristiwa tersebut. Salah satunya melalui kegiatan trauma healing yang dilaksanakan oleh personel Polwan Polres Biak Numfor di lokasi pengungsian yang disediakan Pemerintah Kabupaten Biak Numfor.


Kegiatan yang dipimpin oleh Wakapolres Biak Numfor tersebut menyasar anak-anak dan warga yang masih mengalami trauma pasca kejadian. Dalam pelaksanaannya, Polres Biak Numfor turut melibatkan Bhayangkari, tenaga kesehatan, serta berbagai stakeholder terkait untuk memberikan pendampingan psikologis, layanan kesehatan, dan bantuan sosial kepada para pengungsi.


“Kegiatan ini merupakan wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat. Tidak hanya fokus pada penanganan aspek keamanan dan penyelidikan, tetapi juga memastikan kondisi psikologis masyarakat dapat pulih, terutama anak-anak agar kembali ceria dan dapat menjalani aktivitas sehari-hari secara normal,” ungkap Kombes Cahyo.


Sementara itu, upaya pencarian korban terus dilakukan secara maksimal. Hingga hari ini, radius pencarian telah diperluas hingga 3 Km dari titik pusat ledakan dengan melibatkan personel gabungan TNI-Polri, Basarnas, pemerintah daerah, komunitas nelayan, serta relawan setempat.


Polda Papua berharap seluruh rangkaian proses pencarian, identifikasi korban, dan pemeriksaan laboratorium dapat segera memberikan hasil yang maksimal sehingga peristiwa tersebut dapat terungkap secara terang dan memberikan kepastian bagi keluarga korban maupun masyarakat luas.


“Kami berharap seluruh tim yang bekerja di lapangan maupun yang mendukung dari aspek forensik dapat memberikan hasil terbaik sehingga penyebab ledakan dan seluruh dampak yang ditimbulkannya dapat diketahui secara jelas dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah,” tutup Kabid Humas Polda Papua.


Hingga saat ini, situasi di Kabupaten Biak Numfor terpantau aman dan kondusif, sementara proses penyelidikan, pencarian korban, serta identifikasi masih terus berlangsung.



Polisi Menyapa di RRI Jayapura, Satlantas Polres Keerom Ajak Masyarakat Wujudkan Budaya Tertib Berlalu Lintas

 


Jayapura – Polda Papua melalui Bidang Humas Polda Papua kembali menggelar dialog interaktif "Polisi Menyapa" bersama LPP RRI Jayapura, Kamis (04/06). 


Mengangkat tema “Tertib Berlalu Lintas Menuju Kabupaten Keerom yang Aman dan Lancar di Jalan Raya”, kegiatan ini menghadirkan Kasat Lantas Polres Keerom Iptu Vany Krebru dan Kanit I Regident Satlantas Polres Keerom Aiptu Ardiansyah sebagai narasumber.


Dialog yang dipandu oleh presenter Mas Naldi tersebut membahas berbagai persoalan lalu lintas di wilayah Kabupaten Keerom, mulai dari titik rawan kecelakaan, upaya pencegahan kecelakaan, penanganan kendaraan over dimensi dan over loading (ODOL), hingga peran masyarakat dalam menciptakan keamanan dan keselamatan berlalu lintas.


Dalam pemaparannya, Kasat Lantas Polres Keerom Iptu Vany Krebru menjelaskan bahwa hingga saat ini arus lalu lintas di Kabupaten Keerom masih terpantau lancar dan belum terdapat titik kemacetan yang signifikan. Namun demikian, terdapat sejumlah lokasi yang perlu diwaspadai karena memiliki tingkat kerawanan kecelakaan yang cukup tinggi.


Menurutnya, beberapa titik tersebut antara lain berada di kawasan Pertigaan dan Jembatan Kampung Yowo, depan Terminal Arso, ruas Jalan Trans Papua antara Arso Swakarsa dan Arso 2, Pertigaan Arso 2, Jalan Garuda Arso 2, jalan menuju Kampung Rukwana, hingga Kilometer 212 Kampung Senggi.


Selain itu, pada musim hujan sejumlah wilayah di Distrik Senggi dan Distrik Waris juga berpotensi mengalami longsor yang dapat mengganggu kelancaran lalu lintas. Ia menambahkan, kondisi geografis dan infrastruktur jalan menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat risiko kecelakaan di wilayah tersebut.


“Selain kondisi jalan yang bergelombang, minimnya penerangan jalan, serta karakteristik jalur Trans Papua yang melewati kawasan hutan dan permukiman yang berjauhan, faktor perilaku pengendara juga masih menjadi penyebab utama terjadinya kecelakaan lalu lintas,” jelas Iptu Vany.


Sementara itu, Kanit I Regident Satlantas Polres Keerom Aiptu Ardiansyah menegaskan bahwa pihaknya terus mengedepankan langkah preventif dan edukatif kepada masyarakat dalam upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas.


“Kami lebih mengutamakan pendekatan humanis melalui teguran dan edukasi kepada pengguna jalan agar selalu mematuhi aturan lalu lintas, menjaga kecepatan kendaraan, serta memperhatikan keselamatan selama berkendara,” ujarnya.


Dialog interaktif tersebut juga mendapat respons positif dari masyarakat. Salah satu pendengar dari Kabupaten Keerom menyampaikan apresiasi terhadap pelayanan publik yang diberikan Satlantas Polres Keerom, mulai dari pelayanan SIM, STNK, Samsat hingga pengaturan lalu lintas yang dinilai membantu menciptakan rasa aman bagi pengguna jalan.


Selain menerima apresiasi, narasumber juga menjawab berbagai pertanyaan masyarakat terkait kendaraan bermuatan berlebih atau over loading. Menanggapi hal tersebut, Kasat Lantas Polres Keerom menjelaskan bahwa kendaraan ODOL masih menjadi persoalan nasional yang memerlukan penanganan bersama.


Meski saat ini belum dilakukan penindakan secara khusus sesuai kebijakan yang berlaku, Satlantas Polres Keerom tetap melakukan pengawasan serta memberikan imbauan kepada para pengemudi agar tidak mengabaikan faktor keselamatan.


“Kendaraan yang melebihi kapasitas muatan maupun dimensi memiliki potensi besar menyebabkan kecelakaan lalu lintas. Karena itu kami terus melakukan patroli dan memberikan edukasi kepada para pengemudi untuk selalu mengutamakan keselamatan,” ungkapnya.


Dalam kesempatan tersebut, Kasat Lantas Polres Keerom juga menjelaskan bahwa pihaknya secara rutin melaksanakan razia dan pemeriksaan kendaraan guna mencegah masuknya barang-barang berbahaya maupun minuman keras melalui jalur transportasi darat yang melintasi Kabupaten Keerom.


Menjelang akhir dialog, Aiptu Ardiansyah mengingatkan masyarakat agar memanfaatkan layanan Call Center Polri 110 apabila menemukan gangguan keamanan, kecelakaan lalu lintas maupun situasi darurat lainnya yang membutuhkan kehadiran kepolisian.


Sebagai penutup, kedua narasumber mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama membangun budaya tertib berlalu lintas demi mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah Kabupaten Keerom.


“Kami mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta menjaga disiplin saat berkendara. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama dan dimulai dari kesadaran masing-masing pengguna jalan,” tutup Iptu Vany.


Dampingi Warga Tanam Jagung, Babinsa Koramil 0910-03/Malinau Kota Perkuat Ketahanan Pangan dari Desa

 



MALINAU, Kalimantan Utara – Komitmen TNI AD dalam mendukung program ketahanan pangan nasional terus diwujudkan melalui peran aktif aparat kewilayahan di lapangan. Seperti yang dilakukan Babinsa Koramil 0910-03/Malinau Kota, Serka Agus, yang turun langsung mendampingi warga melaksanakan penanaman jagung di Jalan Pengadilan, Desa Malinau Hilir, Kecamatan Malinau Kota, Kabupaten Malinau, Kamis (4/6/2026).


Kegiatan penanaman jagung tersebut dilaksanakan secara gotong royong bersama masyarakat pada lahan seluas 0,5 hektare. Kehadiran Babinsa di tengah-tengah warga menjadi bentuk nyata dukungan TNI terhadap upaya peningkatan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan yang dimulai dari tingkat desa.


Dalam kegiatan tersebut, Serka Agus tidak hanya melakukan pendampingan, tetapi juga ikut terlibat langsung bersama warga dalam proses penanaman. Menurutnya, pemanfaatan lahan produktif untuk budidaya tanaman pangan merupakan langkah strategis dalam menjaga ketersediaan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


“Sebagai Babinsa, kami selalu siap mendampingi dan memberikan motivasi kepada warga agar terus mengembangkan sektor pertanian. Melalui penanaman jagung ini diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus mendukung ketahanan pangan di wilayah,” ujarnya.


Ia menambahkan bahwa keberhasilan program ketahanan pangan tidak terlepas dari sinergi antara pemerintah, TNI, dan masyarakat. Oleh karena itu, Babinsa akan terus hadir mendampingi para petani mulai dari tahap pengolahan lahan, penanaman, perawatan hingga masa panen.


Sementara itu, warga Desa Malinau Hilir menyambut baik pendampingan yang dilakukan Babinsa. Kehadiran aparat teritorial di lapangan dinilai mampu menumbuhkan semangat dan motivasi masyarakat untuk terus mengelola lahan pertanian secara optimal.


Melalui kegiatan tersebut, diharapkan hasil panen jagung nantinya dapat memberikan kontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat serta menjadi salah satu upaya nyata dalam memperkuat ketahanan pangan dari desa. Semangat kebersamaan yang terjalin antara Babinsa dan warga juga menjadi cerminan kuatnya kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah Kabupaten Malinau.


(Pendim0910)

Hadirkan Rasa Aman bagi Nasabah, Personel Polres Tolikara Intensifkan Pengamanan Bank Papua

 


Jayapura – Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan objek vital perbankan di wilayah Kabupaten Tolikara, personel Polres Tolikara melaksanakan patroli dan pengamanan di PT Bank Papua Kantor Cabang Karubaga, Rabu (3/6/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 19.00 WIT tersebut berjalan aman, tertib, dan kondusif.


Pengamanan dilaksanakan berdasarkan Surat Perintah Nomor: Sprin/143/VI/2026/Res Tolikara dengan melibatkan dua personel, yakni Brigpol Febriantoro dan Briptu Charles Warinussy. Dalam pelaksanaan tugas, personel didukung dengan perlengkapan dinas yang lengkap sesuai ketentuan.


Selama bertugas, anggota melaksanakan patroli rutin di area sekitar kantor Bank Papua Cabang Karubaga guna memastikan situasi keamanan tetap terkendali. Selain itu, personel juga melakukan koordinasi aktif dengan pegawai bank serta petugas keamanan internal (security) untuk memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan lingkungan kerja dan pelayanan kepada masyarakat.


Kehadiran aparat kepolisian di objek vital perbankan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat maupun pihak perbankan. Selain memberikan rasa aman kepada nasabah yang melakukan transaksi, kegiatan ini juga menjadi langkah preventif dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).


Berdasarkan hasil pelaksanaan tugas, seluruh personel pengamanan menunjukkan disiplin yang baik dengan hadir tepat waktu serta menggunakan perlengkapan dinas secara lengkap. Situasi keamanan selama kegiatan berlangsung tetap aman dan kondusif tanpa adanya gangguan yang menonjol.


Seluruh barang inventaris dan sarana pendukung pengamanan juga dilaporkan dalam kondisi aman, baik, dan lengkap. Hal tersebut mencerminkan kesiapan personel dalam menjalankan tugas pengamanan objek vital secara profesional dan penuh tanggung jawab.


Kasat Samapta Polres Tolikara, IPTU Eko Haryanto, S.H., menyampaikan bahwa pengamanan objek vital, khususnya sektor perbankan, merupakan salah satu prioritas kepolisian dalam menciptakan rasa aman bagi masyarakat.


"Kehadiran personel Polri di objek vital seperti Bank Papua merupakan bentuk komitmen kami dalam memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat dan pihak perbankan. Kami terus membangun koordinasi yang baik dengan pegawai bank maupun petugas keamanan internal agar situasi kamtibmas tetap terjaga. Syukur hingga saat ini seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif," ujarnya.


Ia juga menegaskan bahwa Polres Tolikara akan terus meningkatkan patroli dan pengawasan pada objek-objek vital guna mendukung kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat serta menjaga stabilitas keamanan di wilayah hukum Polres Tolikara.


Dengan sinergi yang baik antara kepolisian, pihak perbankan, dan masyarakat, diharapkan situasi keamanan yang kondusif dapat terus terpelihara sehingga pelayanan publik dapat berjalan dengan aman, nyaman, dan terpercaya.

Perkuat Sinergi Lintas Sektor, Koordinasi Layanan Pengasuhan Alternatif Digelar di Provinsi Papua

 


Jayapura – Upaya memperkuat perlindungan dan pemenuhan hak anak terus dilakukan melalui kegiatan Koordinasi dan Sinkronisasi Layanan Publik Pengasuhan Alternatif di Provinsi Papua yang berlangsung di Aula Rapat Kantor Gubernur Provinsi Papua, Rabu (3/6/2026).


Kegiatan tersebut dihadiri oleh Direktur Pembinaan Masyarakat (Dirbinmas) Polda Papua, Kombes Pol. Erick Kadir Sully, S.I.K., Ketua Pokja Pengasuhan Alternatif dan Pelayanan Publik Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak Kementerian Sosial RI, Arimurti, perwakilan Direktorat Rehabilitasi Sosial Anak Kementerian Sosial RI, serta perwakilan Kementerian Sosial Provinsi Papua.


Kegiatan diawali dengan pelaksanaan koordinasi dan sinkronisasi layanan publik pengasuhan alternatif yang bertujuan menyamakan persepsi serta memperkuat sinergi antarinstansi dalam penyelenggaraan layanan pengasuhan bagi anak. Selanjutnya, dilaksanakan Sidang Tim Pertimbangan Pengangkatan Anak Kota Jayapura sebagai bagian dari upaya memastikan proses pengangkatan anak berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.


Dirbinmas Polda Papua, Kombes Pol. Erick Kadir Sully, S.I.K., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wadah penting dalam menyamakan persepsi dan memperkuat kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam penyelenggaraan layanan pengasuhan alternatif bagi anak di Papua.


“Melalui kegiatan koordinasi dan sinkronisasi ini, seluruh pihak dapat menyatukan langkah dan memperkuat sinergi dalam memberikan perlindungan terbaik bagi anak-anak yang membutuhkan pengasuhan alternatif. Kehadiran berbagai instansi terkait menunjukkan komitmen bersama untuk memastikan setiap anak memperoleh hak, perlindungan, dan layanan yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” ujar Kombes Pol. Erick Kadir Sully.


Kegiatan ini juga bertujuan untuk memastikan bahwa setiap anak yang memerlukan pengasuhan alternatif mendapatkan perlindungan yang optimal, pemenuhan hak-haknya secara menyeluruh, serta akses terhadap layanan yang profesional, transparan, dan akuntabel.


Selain itu, koordinasi lintas sektor dinilai sangat penting dalam menghadapi berbagai tantangan yang berkaitan dengan pengasuhan anak, termasuk dalam proses pengangkatan anak yang harus mengedepankan prinsip kepentingan terbaik bagi anak.


Melalui forum ini, diharapkan terbangun koordinasi yang lebih kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan lembaga terkait dalam mendukung sistem pengasuhan alternatif yang berorientasi pada perlindungan dan kesejahteraan anak.

03/06/26

Hari Ke-3 Ops Sikat Cartenz 2026, Polda Papua dan Jajaran Ungkap Kasus Curat serta Dugaan Penadahan Kendaraan Bermotor

 


Jayapura – Pelaksanaan Operasi Sikat Cartenz 2026 yang digelar jajaran Polda Papua terus menunjukkan hasil positif dalam upaya pemberantasan kejahatan konvensional di wilayah Papua. 


Pada Rabu (03/06), sejumlah pengungkapan kasus berhasil dilakukan oleh personel Ditreskrimum Polda Papua dan Polres jajaran, mulai dari tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat) hingga dugaan penadahan kendaraan bermotor.


Di Kabupaten Keerom, Subsatgas Gakkum Polres Keerom berhasil mengamankan seorang terduga pelaku tindak pidana pencurian dengan pemberatan yang terjadi di sebuah toko emas di wilayah Arso II. Pengungkapan kasus tersebut merupakan hasil penyelidikan intensif yang dilakukan tim gabungan melalui pengumpulan bahan keterangan, analisis rekaman CCTV, serta pendalaman informasi di lapangan.


Dari hasil pemeriksaan awal, terduga pelaku mengakui telah masuk ke dalam bangunan melalui bagian belakang pada malam hari dan mengambil sejumlah uang tunai yang tersimpan di dalam toko. Saat ini terduga pelaku telah diserahkan kepada penyidik Satreskrim Polres Keerom untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.


Sementara itu di Kota Jayapura, Tim Resmob Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Papua berhasil mengamankan tiga orang terduga pelaku dalam kasus dugaan penadahan kendaraan bermotor roda dua. Pengungkapan kasus tersebut berawal dari informasi masyarakat mengenai rencana transaksi penjualan kendaraan yang diduga berasal dari hasil tindak pidana.


Menindaklanjuti informasi tersebut, tim bergerak cepat melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan para terduga pelaku beserta sejumlah kendaraan bermotor yang diduga berkaitan dengan tindak pidana pencurian kendaraan bermotor maupun penadahan.


Dari hasil pengembangan, petugas berhasil mengamankan tiga unit sepeda motor yang saat ini masih dalam proses penelusuran kepemilikan sah dan pencocokan dengan laporan polisi yang ada. Seluruh barang bukti telah diamankan guna kepentingan penyidikan dan pengembangan lebih lanjut.


Dirreskrimum Polda Papua selaku Ka Ops Sikat Cartenz 2026, Kombes Pol. Parasian Herman Gultom, S.I.K., M.Si., mengatakan bahwa keberhasilan pengungkapan kasus tersebut merupakan bentuk keseriusan Polda Papua dan jajaran dalam memberantas berbagai bentuk kejahatan konvensional yang meresahkan masyarakat.


“Kami terus mengoptimalkan upaya penegakan hukum melalui kegiatan penyelidikan, pengungkapan, dan pengembangan kasus selama Operasi Sikat Cartenz 2026 berlangsung. Sinergi antar satuan dan dukungan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” ujarnya.


Selain itu, Polres Jayapura juga menunjukkan komitmen terhadap penegakan hukum yang profesional dan berkeadilan dengan memulangkan tiga orang yang sebelumnya sempat diamankan untuk kepentingan penyelidikan. Setelah dilakukan pemeriksaan dan pendalaman secara menyeluruh, ketiganya tidak terbukti terlibat dalam tindak pidana yang sedang ditangani.


Ketiga orang tersebut dipulangkan kepada keluarga dalam kondisi sehat dan baik, serta tetap diwajibkan menjalani wajib lapor sesuai kebutuhan proses penyelidikan yang masih berlangsung. Langkah tersebut mencerminkan komitmen Polri dalam menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah dan memastikan setiap tindakan penegakan hukum dilakukan secara profesional, proporsional, dan berdasarkan alat bukti yang sah.


Operasi Sikat Cartenz 2026 akan terus dilaksanakan secara intensif di seluruh wilayah Papua dengan fokus pada penindakan berbagai tindak pidana konvensional, termasuk pencurian, pencurian dengan pemberatan, pencurian kendaraan bermotor, penadahan, dan kejahatan lainnya yang berpotensi mengganggu keamanan serta ketertiban masyarakat.


Aparat Tangani Temuan Dua Mortir Diduga Peninggalan Perang Dunia II di Jayapura

 


Jayapura – Telah diterima laporan awal terkait penemuan dua buah benda yang diduga bom jenis mortir peninggalan Perang Dunia II di wilayah Kabupaten Jayapura.


Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (3/6/2026) sekitar pukul 18.50 WIT di lahan garapan Dister Parako 3 Pasgat, di sekitar samping Lapangan Tembak Lanud Silas Papare, Kampung Doyo Baru Hinekombe, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, Papua.


Benda tersebut ditemukan warga saat melakukan aktivitas mencangkul di area kebun. Dari hasil temuan awal, benda diduga merupakan amunisi jenis mortir peninggalan Perang Dunia II.


Menindaklanjuti laporan tersebut, aparat terkait segera melakukan langkah pengamanan awal dengan menutup akses sekitar lokasi dan mengimbau warga agar menjauhi area temuan guna menghindari potensi bahaya.


Saat ini, lokasi masih dalam pengawasan aparat dan penanganan lebih lanjut akan dilakukan oleh tim Jibom Gegana Sat Brimob Kepolisian Daerah Papua sesuai prosedur penanganan bahan peledak.


Kabid Humas Kepolisian Daerah Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., menyampaikan bahwa laporan tersebut masih bersifat awal dan tim telah diterjunkan untuk melakukan pengecekan serta penanganan di lapangan.


“Benar telah diterima laporan adanya dugaan temuan dua benda yang diduga mortir. Saat ini personel sudah melakukan langkah pengamanan awal dan akan dilakukan identifikasi serta penanganan oleh tim Jibom,” ujar Kabid Humas.


Ia mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak mendekati lokasi, serta tidak menyentuh atau memindahkan benda yang diduga bahan peledak.


“Penanganan sepenuhnya dilakukan oleh personel Jibom yang memiliki kompetensi. Kami minta masyarakat segera melapor jika menemukan benda serupa,” tambahnya.


Respon Cepat Jibom Gegana Brimob Polda Papua, UXO Berbahaya di Sentani Berhasil Dinetralisir




Jayapura – Unit Penjinak Bom (Jibom) Detasemen Gegana Satuan Brimob Kepolisian Daerah Papua bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait penemuan bahan peledak jenis UXO (Unexploded Ordnance) di Sungai Aryau, Kompleks BTN Dunlop, Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa (02/06/26).


Benda yang ditemukan tersebut merupakan UXO jenis Incendiary MK.28 USN (Air Craft) yang diduga masih aktif dan memiliki potensi bahaya tinggi terhadap keselamatan masyarakat di sekitar lokasi.


Setelah menerima laporan, Unit Jibom segera menuju lokasi untuk melakukan pengamanan awal, sterilisasi area, serta asesmen terhadap benda berbahaya tersebut guna memastikan situasi tetap aman dan terkendali.


Berdasarkan hasil identifikasi di lapangan, objek tersebut tidak direkomendasikan untuk dipindahkan karena berisiko tinggi. Oleh sebab itu, tim Jibom mengambil langkah cepat dengan melaksanakan disposal di lokasi (on site disposal) sesuai prosedur standar operasional penanganan bahan peledak.


Proses disposal dilaksanakan dalam dua tahap dan berjalan dengan aman serta terkendali, tanpa menimbulkan dampak terhadap masyarakat maupun lingkungan sekitar. Setelah pelaksanaan, tim kembali melakukan penyisiran lanjutan guna memastikan tidak terdapat bahan berbahaya lainnya di sekitar lokasi kejadian.


Dansat Brimob Kepolisian Daerah Papua, Kombes Pol Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menyampaikan bahwa keberhasilan penanganan ini merupakan hasil kesiapsiagaan dan profesionalisme personel Jibom dalam merespons setiap laporan masyarakat.


“Setiap laporan terkait benda berbahaya selalu kami respons dengan cepat dan terukur. Penanganan UXO ini menunjukkan komitmen kami dalam menjaga keselamatan masyarakat Papua. Saya mengapresiasi kerja keras personel di lapangan yang tetap mengedepankan keselamatan dan prosedur operasional,” ujar Dansat Brimob.


Ia juga menegaskan bahwa Satuan Brimob Kepolisian Daerah Papua akan terus meningkatkan kemampuan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi setiap potensi ancaman bahan peledak di wilayah Papua.


Kabid Humas Kepolisian Daerah Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P. HP, turut menyampaikan apresiasi atas respon cepat dan profesionalisme personel Jibom dalam menangani temuan tersebut.


“Penanganan yang dilakukan Unit Jibom merupakan bentuk kesigapan Polri dalam merespons setiap potensi ancaman yang dapat membahayakan masyarakat. Kami mengimbau masyarakat agar segera melaporkan apabila menemukan benda mencurigakan dan tidak melakukan tindakan sendiri yang dapat membahayakan keselamatan,” ujar Kabid Humas.


Ia juga menegaskan bahwa sinergi antara masyarakat dan aparat kepolisian sangat penting dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Papua.


“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Kami akan terus meningkatkan kesiapsiagaan dan respons cepat dalam setiap penanganan kejadian serupa,” tambahnya.