View AllNews

Nasional

Hukum

Latest News

15/05/26

Polda Papua Gelar Rapat Mitigasi Penanganan Konflik Horizontal di Woma Jayawijaya, Fokus Cegah Eskalasi dan Perkuat Upaya Perdamaian

 


Jayapura – Polda Papua menggelar rapat mitigasi penanganan konflik horizontal antara suku Pirime (Lanny) dan suku Kurima (Woma) yang terjadi di Distrik Woma, Kabupaten Jayawijaya, Kamis (14/05/2026), bertempat di Ruang Kerja Kapolda Papua, Mapolda Papua Koya Koso.


Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Papua, Irjen Pol. Patrige R. Renwarin, S.H., M.Si., dan dihadiri Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP., M.KP., serta sejumlah Pejabat Utama Polda Papua dan jajaran terkait.


Dalam rapat tersebut dibahas secara menyeluruh terkait akar permasalahan konflik, kondisi keamanan terkini, dampak sosial yang ditimbulkan, hingga langkah-langkah mitigasi untuk mencegah eskalasi konflik lebih luas di wilayah Jayawijaya dan sekitarnya.


Kapolda Papua, Irjen Pol. Patrige R. Renwarin, S.H., M.Si., menegaskan bahwa penanganan konflik harus dilakukan secara komprehensif melalui pendekatan keamanan, adat, sosial, dan keagamaan guna menjaga stabilitas kamtibmas serta mencegah jatuhnya korban jiwa lebih lanjut.


“Polda Papua bersama pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait terus berupaya melakukan langkah-langkah mitigasi agar situasi tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar. Pendekatan dialog, adat, dan pelibatan tokoh agama menjadi prioritas dalam penyelesaian persoalan ini,” ujar Kapolda Papua.


Dalam rapat dijelaskan bahwa konflik berawal dari pertikaian lama yang kembali memanas akibat persoalan denda adat pasca peristiwa kecelakaan lalu lintas yang menewaskan anggota DPR dari Lanny Jaya pada tahun 2024. Situasi semakin kompleks setelah mediasi terkait pembayaran denda adat mengalami kebuntuan hingga berujung pada aksi saling serang.


Tragedi bertambah setelah jembatan gantung di Kali UE roboh saat dilintasi massa, yang menyebabkan puluhan warga hanyut dan hilang. Hingga saat ini proses pencarian korban masih terus dilakukan oleh aparat gabungan bersama masyarakat.


Dir Pamobvit Polda Papua selaku Plh. Karo Ops Polda Papua Kombes Pol. Dede Alamsyah, S.I.K., menyampaikan bahwa fokus utama aparat saat ini adalah memastikan proses pencarian korban berjalan aman sekaligus mencegah terjadinya bentrokan susulan di tengah konsentrasi massa yang cukup besar di wilayah Woma dan Kota Wamena.


“Langkah pengamanan terus diperkuat dengan menempatkan personel di titik-titik rawan serta melakukan koordinasi intensif bersama tokoh adat, tokoh agama, dan pemerintah daerah,” ungkapnya.


Sementara itu, Wakil Bupati Jayawijaya Ronny Elopere, S.IP., M.KP., menyampaikan kekhawatirannya terhadap potensi konflik susulan pasca proses pencarian korban selesai, mengingat saat ini massa dari kedua kelompok masih berkumpul di sejumlah titik di wilayah kota.


Ia berharap adanya dukungan pengamanan tambahan serta keterlibatan seluruh elemen masyarakat untuk menjaga situasi tetap kondusif.


Dalam rapat tersebut juga disepakati sejumlah langkah strategis, di antaranya penambahan personel pengamanan, pelibatan tokoh gereja dan tokoh adat dalam proses mediasi, dukungan pemerintah daerah terkait penyelesaian denda adat, serta penguatan koordinasi lintas kabupaten untuk mencegah meluasnya mobilisasi massa.


Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P. menambahkan bahwa situasi keamanan di wilayah Jayawijaya hingga saat ini masih terus dipantau secara intensif oleh aparat kepolisian bersama unsur terkait.


“Kami mengimbau seluruh masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu maupun informasi yang belum tentu benar. Percayakan penanganan situasi kepada aparat dan pemerintah daerah agar proses penyelesaian dapat berjalan secara damai dan bermartabat,” ujarnya.


Polda Papua menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas keamanan serta mendukung penuh upaya penyelesaian konflik melalui pendekatan humanis, dialogis, dan berbasis kearifan lokal.


Dukung Ketahanan Pangan, Polsek Kurik Manfaatkan Lahan Produktif untuk Penanaman Jagung dan Rumput Gajah

 



Jayapura – Sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan serta penyediaan pakan ternak, personel Polsek Kurik melaksanakan kegiatan pengolahan lahan untuk penanaman jagung dan rumput gajah di lahan milik Polsek Kurik, Kamis (14/05/2026).


Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIT hingga 12.00 WIT tersebut dilaksanakan di lahan Polsek Kurik yang berlokasi di Jalan Moh. Hatta, Distrik Kurik, Kabupaten Merauke.


Pengolahan lahan dipimpin langsung oleh Plt. Kapolsek Kurik IPDA Widi Mulyono, S.Sos., bersama personel Polsek Kurik, yakni Aipda Ari P, Bripka Fitra, dan Bripka Sahamuddin.


Adapun lahan yang diolah memiliki ukuran 25 x 100 meter dan 20 x 20 meter. Lahan tersebut nantinya akan dimanfaatkan untuk penanaman jagung tongkol non subsidi jenis Betras 32 serta bibit rumput gajah yang diperuntukkan sebagai pakan ternak sapi milik Polres Merauke.


Dalam pelaksanaan kegiatan, personel menggunakan satu unit jounder TR 4 guna membantu proses pengolahan tanah agar lebih efektif dan optimal.


Plt. Kapolsek Kurik IPDA Widi Mulyono mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri dalam mendukung program ketahanan pangan sekaligus pemanfaatan lahan produktif di lingkungan kepolisian.


“Melalui kegiatan ini kami berharap lahan yang ada dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung kebutuhan pangan maupun penyediaan pakan ternak, sehingga dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan,” ujarnya.


Selain mendukung program ketahanan pangan, kegiatan tersebut juga menjadi wujud sinergi dan kebersamaan personel dalam membangun lingkungan kerja yang produktif dan bermanfaat.


Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan lancar. Polsek Kurik berkomitmen untuk terus mendukung program-program produktif yang berdampak positif bagi institusi maupun masyarakat sekitar.


Patroli Malam Humanis, Regu Siaga II Polres Tolikara Perkuat Kamtibmas di Kota Karubaga

 


Jayapura – Dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) agar tetap aman dan kondusif, Regu Siaga II Polres Tolikara melaksanakan patroli jalan kaki humanis di seputaran Kota Karubaga, Kabupaten Tolikara, Kamis malam (14/05).


Kegiatan patroli tersebut dipimpin oleh Kaur Mintu Sat Intelkam Polres Tolikara IPDA Lesmani Makaba dan didampingi KBO Sat Resnarkoba IPDA Michael Apaenabo, S.H., serta Ka SPKT IPDA Suwarni bersama personel Regu Siaga II Polres Tolikara.


Dalam pelaksanaannya, personel patroli menyusuri sejumlah titik keramaian, kawasan pertokoan, pemukiman warga, hingga lokasi yang dianggap rawan terjadinya gangguan kamtibmas. Selain melakukan pemantauan situasi, personel juga aktif menyampaikan pesan-pesan kamtibmas secara humanis kepada masyarakat.


Patroli dilakukan sebagai langkah preventif guna mencegah potensi gangguan keamanan sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat di wilayah hukum Polres Tolikara.


IPDA Lesmani Makaba mengatakan bahwa kehadiran personel kepolisian di tengah masyarakat pada malam hari merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada warga.


“Patroli malam ini merupakan upaya preventif untuk menjaga stabilitas keamanan sekaligus membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat agar tercipta situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” ujarnya.


Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap menjaga keamanan lingkungan, meningkatkan kewaspadaan, serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan hal-hal yang berpotensi mengganggu kamtibmas.


Kehadiran personel Regu Siaga II Polres Tolikara mendapat respons positif dari masyarakat. Warga mengaku merasa lebih aman dan nyaman dengan adanya patroli rutin yang dilaksanakan aparat kepolisian, khususnya pada malam hari.


Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah Kota Karubaga terpantau aman, tertib, dan kondusif. Polres Tolikara berkomitmen untuk terus meningkatkan patroli rutin sebagai bentuk pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat.


14/05/26

Hari Ke-4 Pelaksanaan PNPP, Polda Papua Perkuat Pembinaan Mental dan Disiplin Personel



Jayapura – Memasuki hari keempat pelaksanaan kegiatan Pembinaan dan Pemulihan Profesi Khusus Bagi Pegawai Negeri Pada Polri (PNPP) yang melakukan pelanggaran disiplin maupun Kode Etik Profesi Polri Tahun 2026, Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Papua terus mengintensifkan pembinaan terhadap personel melalui pendekatan fisik, mental, spiritual, dan penguatan karakter, Kamis (14/05).


Kegiatan hari ke-4 pelaksanaan PNPP tersebut berlangsung di Ruang Koordinator BTNCLO Mapolda Papua Koya Koso dengan diikuti para peserta pembinaan dan pemulihan profesi khusus.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kabbag Rehapers Bidpropam Pembina Maya Sulistyowati, S.E., Ps. Kanit Hartib III Bidpropam Ipda Juanda Rut Gullit Silalahi, S.H., Ps. Kanit Riksa I Subbid Provos Ipda Edy Hamonangan, S.H., Ps. Pamin Subbagrehab Aipda Eka Purwantri, serta Kasubbag PNS Bagdalpers Biro SDM Polda Papua Pembina Muhammad Sobari, S.Ag.


Pada hari ke-4 pelaksanaan kegiatan, para peserta mengikuti sejumlah agenda pembinaan yang diawali dengan olahraga pagi dan apel pagi, dilanjutkan sarapan bersama, pembinaan rohani dan mental (Binrohtal), serta pembinaan fisik siang hari. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemberian materi Revolusi Mental yang disampaikan oleh AKP Imran Parsaoran Hutajulu, S.H.


Kabid Propam Polda Papua Kombes Pol. Eko Yudi Karyanto, S.I.K.; menyampaikan bahwa pelaksanaan PNPP hari ke-4 ini merupakan bagian dari komitmen institusi dalam membina dan memulihkan profesionalisme personel agar dapat kembali menjalankan tugas sesuai aturan dan nilai-nilai kepolisian.


“Melalui kegiatan pembinaan dan pemulihan profesi ini, diharapkan personel mampu memperbaiki perilaku, meningkatkan disiplin, serta menumbuhkan kembali motivasi dan komitmen dalam menjalankan tugas sebagai anggota Polri,” ujarnya.


Ia juga menambahkan bahwa kegiatan hari ke-4 pelaksanaan PNPP dilaksanakan secara humanis dengan menitikberatkan pada pembentukan mental, spiritual, dan karakter personel.


“Pembinaan ini bukan hanya bentuk penegakan disiplin, namun juga menjadi sarana pembentukan kembali sikap profesional, integritas, dan tanggung jawab personel dalam pelaksanaan tugas kepolisian,” tambahnya.


‎IBADAH DAN PENGUKUHAN PENGURUS OIKUMENE POLRES YAHUKIMO BERLANGSUNG KHIDMAT ‎ ‎



Yahukimo – Polres Yahukimo melaksanakan kegiatan Ibadah dan Pengukuhan Pengurus Oikumene Polres Yahukimo yang berlangsung di Gedung Oikumene Polres Yahukimo pada Kamis sore, (14/05/26). ‎ ‎


Kegiatan tersebut dihadiri oleh personel Polres Yahukimo serta anggota Brimob yang beragama Kristen Protestan maupun Katholik. ‎ ‎


Pelaksanaan kegiatan diawali dengan ibadah bersama yang berlangsung secara khidmat dan penuh sukacita dalam kasih Tuhan Yesus Kristus. 


Ibadah tersebut dipimpin oleh Pdt. Alfons A. Reumy,S.Si., Teol yang dalam khotbahnya menyampaikan firman Tuhan dengan dasar bacaan dari 1 Korintus 12 dan 2 Timotius 2. 


Dalam penyampaian firman, beliau menekankan pentingnya persatuan, tanggung jawab pelayanan, serta kesetiaan dalam menjalankan tugas dan pengabdian, baik dalam kehidupan beriman maupun dalam pelaksanaan tugas sebagai anggota Polri. 


Usai pelaksanaan ibadah, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi pengukuhan Pengurus Oikumene Polres Yahukimo sebagai bentuk pengesahan kepengurusan yang baru guna mendukung pembinaan kerohanian bagi personel Polres Yahukimo dan Brimob. ‎ ‎


Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Yahukimo turut memberikan sambutan dan arahan kepada seluruh personel yang hadir. 


Dalam penyampaiannya, Kapolres Yahukimo mengucapkan selamat kepada para pengurus yang telah dikukuhkan serta berharap agar kepengurusan Oikumene yang baru dapat menjalankan tugas pelayanan dengan penuh tanggung jawab, ketulusan, dan semangat kebersamaan. ‎ 


‎Kapolres Yahukimo juga menegaskan bahwa keberadaan Oikumene di lingkungan Polres memiliki peran penting dalam membangun karakter personel yang beriman, humanis, serta memiliki integritas dalam pelaksanaan tugas kepolisian. 


Selain itu, beliau mengajak seluruh personel untuk terus menjaga persaudaraan, mempererat solidaritas, serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. ‎ 


‎“Kegiatan kerohanian seperti ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk memperkuat mental dan spiritual personel, sehingga dalam pelaksanaan tugas sehari-hari tetap mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, kedamaian, dan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Kapolres Yahukimo dalam sambutannya. ‎ ‎


Kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama dan ramah tamah kepada seluruh peserta yang hadir sebagai bentuk kebersamaan dan mempererat tali silaturahmi antar personel. ‎ ‎


Selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan penuh suasana kekeluargaan. ‎

Setiap Sapuan Cat Jadi Tanda Kepedulian TNI untuk Masyarakat

 


MALINAU, Kalimantan Utara – Progres rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-128 Kodim 0910/Malinau terus berjalan. Kini, salah satu rumah warga penerima bantuan di Desa Luso, Kecamatan Malinau Utara, mulai memasuki tahap pengecatan, Kamis (14/5/2026).


Personel Satgas TMMD bersama warga terlihat kompak menyelesaikan pengerjaan rumah dengan penuh semangat gotong royong. Tahap pengecatan tersebut menjadi tanda bahwa proses rehabilitasi rumah telah memasuki tahap akhir.


Tidak hanya memperbaiki kondisi bangunan, kehadiran Satgas TMMD juga membawa semangat kebersamaan dan kepedulian bagi masyarakat desa. Setiap sapuan cat yang dilakukan personel TNI bersama warga menjadi simbol nyata perhatian dan pengabdian TNI kepada rakyat.


Program RTLH TMMD Ke-128 Kodim 0910/Malinau diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan rakyat melalui semangat kebersamaan serta gotong royong.


Melalui program TMMD, TNI terus membuktikan komitmennya untuk hadir membantu kesulitan masyarakat dan mendukung percepatan pembangunan di wilayah pedesaan.


(Pendim 0910)

Satgas TMMD Ke-128 Kodim 0910/Malinau Gotong Royong Bersihkan Gereja Katolik Tanjung Lima


MALINAU, Kalimantan Utara – Kepedulian Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-128 Kodim 0910/Malinau tidak hanya terfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga menyentuh kegiatan sosial dan lingkungan masyarakat. Salah satu sasaran fisik tambahan yang dilakukan yakni membantu membersihkan Gereja Katolik Tanjung Lima di Desa Luso, Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau, Kamis (14/5/2026).


Dalam kegiatan tersebut, personel Satgas TMMD bersama warga setempat bergotong royong membersihkan bagian dalam gereja hingga halaman sekitar tempat ibadah. Mulai dari menyapu, membersihkan kaca dan kursi, hingga merapikan lingkungan sekitar gereja dilakukan bersama dengan penuh semangat kebersamaan.


Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian TNI terhadap fasilitas umum dan tempat ibadah yang digunakan masyarakat sehari-hari. Suasana akrab dan penuh kekeluargaan tampak selama proses pembersihan berlangsung.


Warga Desa Luso menyambut baik kegiatan tersebut dan merasa senang atas perhatian yang diberikan Satgas TMMD kepada lingkungan desa, termasuk tempat ibadah.


“Kami sangat berterima kasih kepada bapak-bapak TNI yang ikut membantu membersihkan gereja. Kehadiran TMMD benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat,” ujar salah satu warga.


Melalui kegiatan ini, Satgas TMMD Ke-128 Kodim 0910/Malinau berharap semangat gotong royong dan kebersamaan antara TNI dan masyarakat terus terjalin dengan baik demi menciptakan lingkungan yang bersih, nyaman, dan harmonis.


(Pendim 0910)

Babinsa Desa Luso Pimpin Gotong Royong Pembersihan Gereja Katolik Tanjung Lima


MALINAU, Kalimantan Utara – Babinsa Desa Luso, Serka Masito, memimpin kegiatan gotong royong pembersihan Gereja Katolik Tanjung Lima yang dilaksanakan di Desa Luso, Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau, Kamis (14/5/2026).


Kegiatan tersebut melibatkan Satgas TMMD Ke-128 Kodim 0910/Malinau bersama masyarakat setempat. Sebelum kegiatan dimulai, Serka Masito terlebih dahulu mengambil apel pagi dan memberikan arahan serta motivasi kepada personel Satgas TMMD dan warga agar tetap menjaga semangat kebersamaan dan kekompakan selama kegiatan berlangsung.


Usai apel, seluruh peserta bergotong royong membersihkan bagian dalam gereja hingga halaman sekitar tempat ibadah. Dengan penuh semangat, personel TNI dan warga saling bahu-membahu menyapu, mengangkat sampah, dan merapikan lingkungan gereja agar bersih dan nyaman digunakan untuk beribadah.


Serka Masito mengatakan bahwa kegiatan gotong royong tersebut merupakan bentuk kepedulian bersama terhadap kebersihan lingkungan dan fasilitas umum di desa.


“Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial antara TNI dan masyarakat,” ujarnya.


Warga Desa Luso pun menyambut baik kegiatan tersebut dan merasa senang dengan kehadiran Babinsa yang selalu aktif dalam setiap kegiatan kemasyarakatan.


Kegiatan gotong royong ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat sekaligus menciptakan lingkungan yang bersih, nyaman, dan harmonis.


(Pendim 0910)