View AllNews

Nasional

Hukum

Latest News

25/05/26

Bhabinkamtibmas Polsek Grati Aktif Dampingi Poktan, Dukung Ketahanan Pangan Nasional

  


Pasuruan - Upaya mendukung program ketahanan pangan nasional terus dilakukan jajaran Polres Pasuruan Kota. Salah satunya melalui kegiatan pengawasan dan pendampingan kepada kelompok tani (Poktan) yang memiliki lahan binaan Polri di wilayah Kecamatan Grati.


Kegiatan tersebut dilaksanakan Bhabinkamtibmas Polsek Grati Polres Pasuruan Kota Polda Jatim sebagai tindak lanjut arahan Karo SDM Polda Jatim Kombes Pol Sih Harno, S.H., M.H. serta Kabagbinkar Ro SDM Polda Jatim AKBP Jazuli Dani Irianto, S.I.K., M.Tr.Opsla selaku Ketua Satgas Ketahanan Pangan Polda Jatim.


Kapolres Pasuruan Kota AKBP Titus Yudho Uly, S.I.K., M.Si. menegaskan bahwa jajaran Bhabinkamtibmas tidak hanya hadir menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, namun juga ikut berperan aktif dalam mendukung program pemerintah, khususnya di sektor pertanian.


Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas melakukan pengecekan langsung kondisi lahan pertanian binaan Polri sekaligus berkoordinasi dengan para petani terkait perkembangan tanaman, ketersediaan pupuk, hingga kendala yang dihadapi di lapangan.


Pendampingan ini diharapkan mampu memberikan semangat kepada para petani agar terus produktif serta memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat dalam mewujudkan swasembada pangan di Indonesia.


Dengan keterlibatan aktif anggota Polri di tengah masyarakat, program ketahanan pangan di wilayah hukum Polres Pasuruan Kota diharapkan dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.


#astacita

#polrespasuruankota

#birosdmpoldajatim

#ketahananpanganpoldajatim

#polripresisi

#swasembadapangan

Penutupan MTQ Ke-IV Berlangsung Aman, Babinsa Pos Ramil Tanjung Palas Tengah Turut Hadir

 



Bulungan - Babinsa Pos Ramil Tanjung Palas Tengah, Pelda Yasmin menghadiri kegiatan Penutupan Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke-IV tingkat Kecamatan Tanjung Palas Tengah yang diselenggarakan di Masjid Al-Barkah, Jalan M. Thamrin RT 03, Desa Silvarahayu, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, Senin (25/05) kemaren malam.


Kegiatan penutupan MTQ berlangsung dengan khidmat dan meriah serta dihadiri oleh unsur Forkopimcam, tokoh agama, tokoh masyarakat, panitia pelaksana, para peserta MTQ, serta masyarakat Desa Silvarahayu yang antusias menyaksikan jalannya acara hingga selesai.


Dalam kesempatan tersebut, Pelda Yasmin menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan masyarakat yang telah mendukung suksesnya pelaksanaan MTQ Ke-IV tingkat kecamatan ini. Menurutnya, kegiatan MTQ bukan hanya sebagai ajang perlombaan membaca Al-Qur’an, namun juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi serta meningkatkan keimanan dan ketakwaan masyarakat.


“Kegiatan seperti ini sangat positif dalam membentuk generasi yang cinta Al-Qur’an dan memiliki akhlak yang baik. Semoga melalui MTQ ini dapat melahirkan qori dan qoriah terbaik yang mampu membawa nama baik Kecamatan Tanjung Palas Tengah,” ujar Pelda Yasmin.


Acara penutupan juga diisi dengan pengumuman para pemenang dari berbagai cabang perlombaan MTQ serta penyerahan hadiah dan piagam penghargaan kepada peserta terbaik. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar hingga akhir acara.

Kapolres Pasuruan Kota Berikan Penghargaan kepada Kasat Reskrim dan 21 Anggota atas Keberhasilan Ungkap Kasus Curat dalam 1x24 Jam

 



Pada hari Senin, 25 Mei 2026, Kapolres Pasuruan Kota memberikan penghargaan kepada Kasat Reskrim AKP Dhecky Tjahyono Try Yoga, S.Sos., S.H., M.H., bersama 21 personel Satreskrim Polres Pasuruan Kota atas keberhasilan mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan (curat) hanya dalam waktu 1x24 jam.


Pemberian penghargaan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk apresiasi pimpinan terhadap dedikasi, loyalitas, serta kerja cepat jajaran Satreskrim dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Momentum penghargaan itu berlangsung dalam suasana penuh apresiasi dan menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk terus meningkatkan profesionalisme dalam pelaksanaan tugas.


Kapolres Pasuruan Kota AKBP Titus Yudho Uly S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa keberhasilan pengungkapan kasus secara cepat hingga berhasil mengamankan pelaku serta mengembalikan sepeda motor kepada korban merupakan prestasi yang patut diapresiasi.


“Kecepatan pengungkapan kasus ini menunjukkan bahwa anggota bekerja dengan serius, solid, dan responsif terhadap laporan masyarakat. Saya memberikan penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras Kasat Reskrim beserta seluruh anggota yang terlibat,” ujar Kapolres.


Kasus tersebut sebelumnya bermula dari laporan kehilangan sepeda motor milik warga. Menindaklanjuti laporan tersebut, Satreskrim Polres Pasuruan Kota langsung bergerak melakukan penyelidikan melalui olah TKP, pemeriksaan saksi, hingga penelusuran rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.


Berkat kesigapan AKP Dhecky Tjahyono Try Yoga bersama 21 personelnya, identitas pelaku berhasil diketahui dan pelaku dapat diamankan dalam kurun waktu kurang dari 24 jam. Selain mengamankan pelaku, petugas juga berhasil menemukan dan mengembalikan sepeda motor milik korban.


Korban pun menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada jajaran Polres Pasuruan Kota atas kerja cepat yang dilakukan hingga kendaraan miliknya dapat kembali.


“Penghargaan ini merupakan hasil kerja keras dan kekompakan seluruh anggota Satreskrim Polres Pasuruan Kota. Saya mengucapkan terima kasih kepada pimpinan, khususnya Bapak Kapolres Pasuruan Kota, atas apresiasi dan dukungan yang diberikan kepada kami. Keberhasilan pengungkapan kasus ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus bekerja secara profesional, responsif, dan maksimal dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat,” ujar Kasat Reskrim.


Penghargaan yang diberikan Kapolres tersebut diharapkan menjadi contoh positif sekaligus penyemangat bagi seluruh personel Polres Pasuruan Kota agar terus memberikan pelayanan terbaik, cepat, dan profesional kepada masyarakat.

Personel Polsek Sota Sambangi Warga Kampung Erambu, Sampaikan Pesan Kamtibmas

 


Jayapura – Dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif, personel Polsek Sota melalui anggota Polsubsektor Erambu melaksanakan kegiatan sambang dan monitoring kepada masyarakat di Kampung Erambu, Distrik Sota, Kabupaten Merauke, Minggu (24/05/2026).


Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh anggota piket Polsubsektor Erambu dengan menyambangi warga sekaligus memantau aktivitas masyarakat di wilayah Kampung Erambu.


Dalam kegiatan itu, personel Polsek Sota turut menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada masyarakat agar senantiasa menjaga keamanan lingkungan, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan kamtibmas, serta terus menjalin kerja sama dengan pihak kepolisian dalam menciptakan situasi yang aman dan damai, khususnya di wilayah perbatasan.


Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya tindak pidana maupun hal-hal yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.


Kapolsek Sota, Iptu Rosuhandi Pasaribu, S.Sos mengatakan bahwa kegiatan sambang warga rutin dilakukan sebagai bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat sekaligus mempererat hubungan silaturahmi antara polisi dan warga.


“Melalui kegiatan sambang ini diharapkan terjalin komunikasi yang baik antara masyarakat dan kepolisian sehingga situasi kamtibmas di wilayah hukum Polsek Sota tetap aman dan kondusif,” ucap Kapolsek Sota.


Ia juga menambahkan bahwa peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan dalam menjaga stabilitas keamanan lingkungan, sehingga tercipta suasana yang nyaman dan harmonis di tengah kehidupan bermasyarakat.


“Wilayah perbatasan memiliki peran strategis sehingga diperlukan sinergi dan kepedulian bersama dalam menjaga keamanan. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kerukunan, tidak mudah terprovokasi, serta bersama-sama menciptakan situasi yang damai dan kondusif,” pungkasnya.

Patroli Harkamtibmas Polres Tolikara Beri Rasa Aman bagi Jemaat Gereja Ebenhaezer Karubaga

 


Jayapura – Dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) agar tetap aman dan kondusif, Personel Polres Tolikara melaksanakan patroli dan pengamanan ibadah Minggu di Gereja Ebenhaezer Karubaga, Kabupaten Tolikara, Minggu (24/05/2026).


Kegiatan patroli tersebut dipimpin langsung oleh Padal Regu Siaga III yang juga menjabat sebagai Kasat Lantas Polres Tolikara, Ipda Ragil Slamet Wijayanto, didampingi Kasat Narkoba Polres Tolikara Ipda M. Suryanto bersama 20 personel Polres Tolikara.


Dalam pelaksanaannya, personel melakukan patroli dialogis, pengaturan arus kendaraan jemaat, hingga pemantauan situasi di sekitar gereja guna memastikan seluruh rangkaian ibadah berlangsung aman, tertib, dan lancar. Kehadiran personel Polres Tolikara pun mendapat sambutan positif dari jemaat dan masyarakat sekitar.


Selain melaksanakan pengamanan, personel juga mengedepankan pendekatan humanis dengan menyapa masyarakat, membantu aktivitas jemaat, serta menyampaikan imbauan kamtibmas agar masyarakat bersama-sama menjaga keamanan lingkungan.


Ipda Ragil mengatakan bahwa pengamanan tempat ibadah merupakan bagian dari pelayanan Polri kepada masyarakat dalam menciptakan rasa aman dan nyaman saat menjalankan ibadah.


“Melalui patroli harkamtibmas ini, kami ingin memastikan masyarakat dapat melaksanakan ibadah dengan tenang dan khusyuk. Kehadiran Polri di tengah masyarakat merupakan bentuk pelayanan sekaligus komitmen kami dalam menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Tolikara,” ucap Ipda Ragil.


Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Tolikara menambahkan bahwa kegiatan patroli humanis menjadi salah satu sarana mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.


“Melalui patroli rutin dan pendekatan humanis, kami ingin membangun kedekatan dengan masyarakat sehingga tercipta sinergi yang baik dalam menjaga keamanan dan ketertiban bersama,” ungkapnya.


Di tempat terpisah, Kapolres Tolikara Kompol Roberth Hitipeuw, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang terus hadir memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya dalam menjaga keamanan kegiatan keagamaan.


“Kami berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat guna memberikan rasa aman dalam setiap aktivitas, termasuk pelaksanaan ibadah. Dengan kehadiran Polri, diharapkan masyarakat merasa terlindungi dan situasi kamtibmas di Kabupaten Tolikara tetap terjaga dengan baik,” tegas Kapolres.


24/05/26

Wamendagri Dorong Penyelesaian Konflik Papua Pegunungan Libatkan Tokoh Gereja dan Adat

  


Jayapura – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) RI Ribka Haluk menegaskan bahwa setiap persoalan yang terjadi di wilayah Papua Pegunungan sebaiknya diselesaikan secara baik dengan melibatkan tokoh gereja, tokoh adat, serta elemen masyarakat setempat guna menjaga stabilitas keamanan dan memperkuat perdamaian di tengah masyarakat.


Hal tersebut disampaikan Ribka Haluk saat menghadiri prosesi perdamaian konflik suku yang berlangsung di Mapolres Jayawijaya, Papua Pegunungan. 


Dalam kesempatan itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk mengedepankan musyawarah dan penyelesaian secara berjenjang mulai dari lingkungan keluarga hingga tingkat kampung dan kelurahan.


Menurut Ribka, penyelesaian masalah tidak harus selalu dibawa ke ranah pemerintahan apabila masih dapat diselesaikan melalui pendekatan adat dan keagamaan yang selama ini menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Papua Pegunungan.


“Kalau ada masalah supaya diselesaikan dengan baik-baik, tidak perlu dibawa ke pemerintah tetapi penyelesaiannya dapat melibatkan tokoh gereja dan adat,” ujar Ribka Haluk.


Ia menjelaskan bahwa masyarakat Papua Pegunungan telah hidup berdampingan dengan nilai-nilai keagamaan dan adat yang kuat sehingga setiap perselisihan diharapkan dapat diselesaikan secara damai tanpa menimbulkan konflik berkepanjangan maupun perang suku.


Ribka juga mengingatkan pentingnya peran tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh intelektual dalam menjaga persatuan serta membangun suasana kondusif di Papua Pegunungan. 


Menurutnya, seluruh elemen masyarakat harus bersatu untuk mendukung pembangunan daerah dan menciptakan kehidupan sosial yang aman dan harmonis.


Selain itu, pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri memastikan akan terus hadir dalam membantu penyelesaian konflik sosial di Papua Pegunungan melalui koordinasi lintas sektor bersama pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh adat, dan tokoh agama.


Wamendagri berharap proses rekonsiliasi yang sedang berjalan dapat memperkuat perdamaian di Wamena dan wilayah Papua Pegunungan secara umum sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal dan kondusif.

23/05/26

Gubernur Papua Komit Tingkatkan Pendidikan Inklusif bagi Anak Berkebutuhan Khusus di Biak

 


Jayapura – Gubernur Papua, Matius D Fakhiri menegaskan komitmennya dalam meningkatkan layanan pendidikan inklusif bagi anak-anak berkebutuhan khusus di Papua, khususnya di Kabupaten Biak Numfor. 


Komitmen tersebut disampaikan saat meninjau langsung aktivitas belajar mengajar di Sekolah Luar Biasa (SLB) Seireri, Biak, Sabtu.


Dalam kunjungan tersebut, Gubernur melihat secara langsung kondisi sekolah, fasilitas pendidikan, serta proses pembelajaran yang berlangsung bagi para siswa berkebutuhan khusus.


Ia menegaskan bahwa setiap anak di Papua memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak tanpa adanya perbedaan perlakuan.


“Anak-anak berkebutuhan khusus juga harus mendapatkan perhatian yang sama. Tidak boleh ada perbedaan perlakuan. Mereka harus diberi ruang, fasilitas, dan pendidikan yang layak agar bisa berkembang seperti anak-anak lainnya,” ujar Fakhiri.


Menurutnya, keberadaan sekolah luar biasa memiliki peran penting dalam mendukung tumbuh kembang anak-anak berkebutuhan khusus. Karena itu, Pemerintah Provinsi Papua berkomitmen meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan, termasuk kualitas pendampingan bagi siswa maupun orang tua.


Fakhiri mengatakan peningkatan fasilitas pendidikan bagi sekolah luar biasa akan menjadi perhatian dalam anggaran perubahan tahun ini. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan proses belajar mengajar dapat berjalan lebih optimal dan menjangkau seluruh anak berkebutuhan khusus di Papua.


“Kami akan upayakan pemerataan layanan pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus agar mereka memperoleh hak pendidikan yang setara. Fasilitas yang masih kurang akan kami perbaiki secara bertahap,” katanya.


Selain fasilitas, Gubernur Papua juga memberikan perhatian terhadap tenaga pendidik di sekolah luar biasa yang dinilai memiliki tanggung jawab besar dan kemampuan khusus dalam mendidik para siswa. Pemerintah diharapkan terus memperkuat kapasitas guru agar mampu memberikan pelayanan pendidikan yang adaptif dan berkualitas.


Upaya tersebut dinilai sejalan dengan semangat penguatan pendidikan inklusif yang kini menjadi perhatian di berbagai wilayah Papua, guna memastikan seluruh anak memperoleh akses pendidikan bermutu tanpa terkecuali.


Gubernur berharap melalui penguatan pendidikan inklusif, seluruh anak Papua dapat memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, serta meraih masa depan yang lebih baik.


“Kita ingin semua anak Papua memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang,” tutupnya.

Rajut Kembali Persaudaraan, Konflik Wouma–Kurima dan Lanny Jaya Berakhir Damai Melalui Prosesi Patah Panah

 


Jayapura – Suasana haru dan penuh kekeluargaan mewarnai prosesi perdamaian adat “Patah Panah” antara masyarakat Wouma–Kurima dan Lanny Jaya yang berlangsung di Mapolres Jayawijaya, Sabtu (23/05).


Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri RI Dr. Ribka Haluk, S.Sos., M.M., Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, S.E., M.BA., Kapolda Papua Irjen Pol. Patrige R. Renwarin, S.H., M.Si., Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang, S.H., M.M., para bupati, tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat dari kedua belah pihak.


Prosesi adat “Patah Panah” menjadi simbol berakhirnya pertikaian dan lahirnya komitmen bersama untuk menjaga kedamaian di Tanah Papua, khususnya di Kabupaten Jayawijaya.


Ketua LMA Jayawijaya Herman Doga dalam sambutannya mengajak seluruh masyarakat untuk menghentikan perang saudara dan kembali memegang nilai-nilai kasih serta persaudaraan.


“Konflik ini adalah perang saudara. Kita semua berharap pertikaian ini dihentikan agar masyarakat adat tetap hidup dalam damai dan takut akan Tuhan,” ujarnya.


Hal senada juga disampaikan Ketua LMA Lanny Jaya Tias U. Kogoya yang berharap seluruh masyarakat dapat kembali ke rumah masing-masing dan tidak lagi terlibat dalam konflik.


“Kami ingin setelah proses adat ini selesai, masyarakat kembali dengan aman dan Kota Wamena kembali damai,” katanya.


Dalam prosesi tersebut, perwakilan kedua kelompok melaksanakan adat patah panah sebagai tanda penghentian pertikaian. Momen itu kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan surat perdamaian dan kesepakatan bersama yang berisi komitmen untuk menghentikan aksi kekerasan, menjaga persaudaraan, serta menyelesaikan persoalan melalui mekanisme hukum dan adat yang berlaku.


Kapolda Papua Irjen Pol. Patrige R. Renwarin menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya perdamaian tersebut dan mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga komitmen damai yang telah disepakati bersama.


“Kami hadir untuk menyaksikan perdamaian yang sesungguhnya. Puji Tuhan semua berjalan dengan baik. Mari kita sama-sama menjaga kedamaian ini agar tidak ada lagi korban dan masyarakat dapat kembali hidup tenang,” ujar Kapolda Papua.


Kapolda juga menyampaikan belasungkawa kepada seluruh keluarga korban serta menegaskan bahwa Polri bersama pemerintah daerah akan terus hadir menjaga keamanan dan mendukung proses pemulihan pasca konflik.


Sementara itu, Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo menegaskan bahwa penyelesaian konflik melalui jalur adat merupakan bentuk penghormatan terhadap budaya Papua yang harus terus dijaga.


“Kita tidak ingin lagi ada perang yang merugikan masyarakat sendiri. Mari kita jaga Papua Pegunungan tetap aman, damai, dan penuh persaudaraan,” ungkapnya.


Wakil Menteri Dalam Negeri Dr. Ribka Haluk juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membuka hati untuk berdamai demi masa depan Papua yang lebih baik.


“Saya berharap seluruh masyarakat terus menjaga keamanan dan menyelesaikan setiap persoalan dengan melibatkan tokoh adat, tokoh agama, dan pemerintah sehingga pembangunan dapat berjalan dengan baik,” tuturnya.


Sebagai bentuk kepedulian dan perhatian kepada masyarakat terdampak konflik, Kapolda Papua turut menyerahkan tali asih kepada perwakilan masyarakat Wouma–Kurima dan Lanny Jaya.


Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Pdt. Ari Mabel, sebagai harapan agar kedamaian yang telah terbangun dapat terus terjaga dan menjadi awal baru bagi masyarakat di Papua Pegunungan.