View AllNews

Nasional

Hukum

Latest News

29/10/26

Ops Sikat Cartenz II 2026, Polres Keerom Tindaklanjuti Kasus Pencurian Peralatan Bengkel


Jayapura – Tim Subsatgas Pidana Umum (Pidum) Satreskrim Polres Keerom mengamankan seorang terduga pelaku pencurian dengan pemberatan berinisial AKM di Kampung Dukwia, Distrik Arso Barat, Kabupaten Keerom, Rabu (28/10/2026). 


Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi turut mengamankan barang bukti berupa satu set kunci bengkel dan satu unit alat transfer atau pemindai kendaraan yang diduga berkaitan dengan pencurian di bengkel CV Vheros.


Pengungkapan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Operasi Sikat Cartenz II 2026 Polda Papua untuk menindak tindak pidana yang meresahkan masyarakat.


Kasat Reskrim Polres Keerom selaku Kasubsatgas Pidum Polres Keerom, AKP Jetny L. Sohilait, S.H., M.H., mengatakan pengamanan terduga pelaku dilakukan setelah tim melakukan penyelidikan dan pengumpulan bahan keterangan terkait kasus pencurian tersebut.


“Berdasarkan hasil penyelidikan, tim memperoleh informasi mengenai keberadaan terduga pelaku di Kampung Dukwia. Personel kemudian bergerak ke lokasi dan mengamankan yang bersangkutan tanpa perlawanan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” ujar AKP Jetny L. Sohilait.


Kasus tersebut berawal dari pencurian di bengkel CV Vheros pada Sabtu (15/8/2026). Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, terduga pelaku diduga masuk ke area bengkel dengan cara mencongkel pintu gerbang, kemudian mengambil satu set kunci bengkel dan satu unit alat transfer atau pemindai kendaraan.


Terduga pelaku diketahui pernah bekerja di bengkel tersebut. Setelah melakukan penyelidikan lanjutan, tim Subsatgas Pidum mengamankan pelaku yang berinisial AKM di jalan depan rumahnya pada pukul 18.00 WIT. Selanjutnya, terduga pelaku dibawa ke Mapolres Keerom untuk menjalani pemeriksaan awal.


AKP Jetny menegaskan bahwa pengungkapan tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam menindak kasus pencurian serta mengoptimalkan pelaksanaan Operasi Sikat Cartenz II 2026.


“Kami terus berupaya mengungkap tindak pidana yang meresahkan masyarakat melalui penyelidikan dan penegakan hukum secara profesional. Kami juga mengimbau masyarakat untuk memberikan informasi kepada kepolisian apabila mengetahui adanya tindak kriminalitas di lingkungannya,” tegasnya.


Saat ini, terduga pelaku dan barang bukti telah diserahkan kepada penyidik Satreskrim Polres Keerom untuk proses hukum lebih lanjut. Penyidik juga akan melengkapi keterangan saksi dan alat bukti guna mendukung penanganan perkara sesuai ketentuan yang berlaku.


Melalui Operasi Sikat Cartenz II 2026, Polda Papua terus meningkatkan upaya penegakan hukum guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Papua.

Ops Sikat Cartenz II 2026, Polres Merauke Ungkap Kasus Curanmor dan Amankan Barang Bukti


Jayapura – Tim Resmob Satreskrim Polres Merauke mengamankan seorang terduga pelaku pencurian sepeda motor berinisial NFJ di Kabupaten Merauke, Kamis (29/10/2026). 


Dalam pengungkapan tersebut, polisi turut mengamankan satu unit sepeda motor Yamaha Jupiter berwarna biru yang diduga berkaitan dengan tindak pidana tersebut.


Pengungkapan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Operasi Sikat Cartenz II 2026 Polda Papua untuk menekan angka kriminalitas serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.


Kasat Reskrim Polres Merauke, AKP Gema Brajaksono, S.Tr.K., S.I.K., M.H., mengatakan pengungkapan kasus tersebut berawal dari laporan korban yang kehilangan sepeda motor di garasi kos di Jalan Ahmad Yani, Kabupaten Merauke.


“Setelah menerima laporan dan memperoleh informasi mengenai keberadaan terduga pelaku, tim Resmob melakukan penyelidikan dan bergerak ke lokasi yang diinformasikan. Petugas kemudian mengamankan seorang terduga pelaku untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” ujar AKP Gema Brajaksono.


Peristiwa pencurian tersebut diketahui terjadi pada Kamis (29/10/2026) sekitar pukul 01.40 WIT. 


Korban berinisial MPR (19) mendapati sepeda motor Yamaha Jupiter miliknya yang terparkir di garasi kos di Jalan Ahmad Yani telah hilang. Setelah memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV), korban melihat seseorang yang tidak dikenal diduga mengambil kendaraan tersebut.


Korban kemudian mendatangi SPKT Polres Merauke untuk membuat laporan agar perkara tersebut diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.


Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Resmob melakukan penyelidikan hingga memperoleh informasi mengenai keberadaan terduga pelaku berinisial NFJ yang sedang bekerja di kawasan Jalan Kuda Mati, Kabupaten Merauke. Pada Kamis (29/10/2026) sekitar pukul 18.30 WIT, tim yang dipimpin AKP Gema Brajaksono bergerak ke lokasi dan mengamankan yang bersangkutan.


Selanjutnya, terduga pelaku beserta barang bukti berupa satu unit sepeda motor Yamaha Jupiter berwarna biru dibawa ke Polres Merauke untuk menjalani pemeriksaan dan proses penyelidikan lebih lanjut.


AKP Gema menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengembangkan perkara tersebut, termasuk mencari saksi-saksi dan melengkapi alat bukti guna mendukung proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.


“Kami berkomitmen menindaklanjuti setiap laporan masyarakat dan mengungkap tindak pidana yang meresahkan warga. Melalui Operasi Sikat Cartenz II 2026, kami terus meningkatkan upaya penegakan hukum secara profesional dan sesuai prosedur,” tegasnya.


Ia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat memarkir kendaraan, menggunakan kunci pengaman tambahan, serta segera melaporkan kepada kepolisian apabila mengalami atau mengetahui adanya tindak pidana.


Polres Merauke akan melanjutkan penyelidikan dan pengembangan perkara guna mengungkap secara menyeluruh dugaan tindak pidana tersebut.


Melalui Operasi Sikat Cartenz II 2026, Polda Papua terus mendorong upaya penegakan hukum terhadap tindak kriminalitas guna mewujudkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman dan kondusif di wilayah Papua.

Ely Dolame Ajak Masyarakat Mimika Jaga Kamtibmas dan Tidak Terprovokasi Isu Hoaks

 


Timika, 29 Oktober 2026 – Salah satu tokoh Aliansi Pemuda Amungsa sekaligus tokoh intelektual asal Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Ely Dolame, mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan kedamaian serta tidak mudah terprovokasi oleh isu maupun informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.


Ely menegaskan bahwa keamanan di Kabupaten Mimika merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan peran aktif masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, dan seluruh elemen lainnya. Menurutnya, penyebaran informasi yang tidak benar serta provokasi dari pihak-pihak tertentu berpotensi memicu gangguan keamanan dan merusak keharmonisan di tengah masyarakat.


“Saya mengimbau dan mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Mimika untuk bersama-sama menjaga kamtibmas, memberikan rasa aman, serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab. Keamanan di Kabupaten Mimika merupakan tugas kita bersama,” ujar Ely Dolame.


Selain menyampaikan imbauan keamanan, Ely juga mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi salah satu anggota keluarganya yang menurut keterangannya masih disandera oleh kelompok bersenjata di bawah pimpinan TPNPB Kodap X Keneyam. Ia menyebut pihak keluarga telah berkordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Mimika untuk terus mengupayakan pembebasan, meskipun proses tersebut menghadapi sejumlah kendala, termasuk ancaman yang dilaporkan disampaikan oleh kelompok tersebut.


Ely berharap upaya pembebasan dapat terus dilakukan dengan mengutamakan keselamatan korban serta melibatkan pihak-pihak terkait melalui komunikasi yang tepat. Ia juga mengajak masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi mengenai kasus tersebut agar tidak menimbulkan keresahan maupun memperkeruh situasi keamanan.


Ia menambahkan bahwa menjelang akhir tahun, seluruh elemen masyarakat perlu meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan masing-masing dan memperkuat komunikasi untuk mencegah potensi konflik. Dengan menjaga persatuan, menyaring informasi sebelum menyebarkannya, serta mengedepankan penyelesaian masalah secara damai, masyarakat diharapkan dapat bersama-sama menciptakan Kabupaten Mimika yang aman, damai, dan kondusif.

Hari Keempat Operasi Patuh Cartenz 2026, Polda Papua Ajak Pengendara Utamakan Keselamatan


Jayapura – Polda Papua melalui Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) mengajak masyarakat untuk mengutamakan keselamatan dan meningkatkan kedisiplinan berlalu lintas melalui kegiatan edukasi humanis pada hari keempat Operasi Patuh Cartenz 2026 di sekitar Tugu Imbi, Kota Jayapura, Kamis (29/10/2026).


Kegiatan tersebut dipimpin oleh KBO Ditlantas Polda Papua, AKBP Martin W. Asmuruf, S.Sos., M.M., didampingi Kasi SIM Ditlantas Polda Papua, Kompol La Liwuto, S.Sos., serta personel Ditlantas Polda Papua dan petugas Jasa Raharja.


Dalam kegiatan tersebut, petugas memberikan edukasi, imbauan, dan teguran kepada pengendara kendaraan bermotor agar senantiasa mematuhi peraturan lalu lintas. 


Pendekatan humanis dilakukan untuk membangun kesadaran masyarakat bahwa tertib berlalu lintas merupakan langkah penting dalam mencegah kecelakaan dan melindungi keselamatan seluruh pengguna jalan.


KBO Ditlantas Polda Papua menyampaikan bahwa personel di lapangan diharapkan mampu memberikan pemahaman kepada masyarakat secara santun, bersahabat, dan profesional.


“Pada hari keempat Operasi Patuh Cartenz 2026, kami mengarahkan seluruh personel untuk memberikan edukasi secara maksimal dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis,” ucap AKBP Asmuruf.


Pihaknya berharap masyarakat semakin sadar bahwa kepatuhan terhadap aturan lalu lintas bukan sekadar menghindari pelanggaran, tetapi juga merupakan upaya melindungi diri sendiri dan orang lain.


Sementara itu, Dirlantas Polda Papua, Kombes Pol. Rahman Wijaya, S.I.K., S.H., M.H., menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas setiap pengendara, baik saat melakukan perjalanan dekat maupun jauh.


“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan saat berkendara, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, menggunakan helm berstandar SNI bagi pengendara sepeda motor, mengenakan sabuk keselamatan bagi pengemudi dan penumpang mobil, serta tidak menggunakan telepon seluler saat berkendara,” ungkapnya. 


“Jangan terburu-buru dan selalu perhatikan kondisi jalan agar setiap perjalanan dapat berlangsung aman,” tambahnya.


Berdasarkan hasil kegiatan pada hari keempat, petugas memberikan 70 teguran lisan, terdiri atas 60 teguran kepada pengendara kendaraan roda dua (R2) dan 10 teguran kepada pengendara kendaraan roda empat (R4). Selain itu, petugas menerbitkan 40 blangko teguran, dengan rincian 30 untuk kendaraan roda dua dan 10 untuk kendaraan roda empat.


Kegiatan ini turut didukung oleh sinergi bersama Jasa Raharja dalam mendorong peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya keselamatan berlalu lintas. 


Polda Papua mengimbau seluruh pengguna jalan untuk selalu memeriksa kondisi kendaraan sebelum bepergian, melengkapi dokumen kendaraan, mematuhi ketentuan lalu lintas, dan menghormati sesama pengguna jalan. 


Bhabinkamtibmas Toray Ajak Warga Jaga Kamtibmas dan Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan


Jayapura – Polres Merauke melalui Bhabinkamtibmas Kampung Toray, Briptu Thandi Andreas Pigay, melaksanakan kegiatan sambang dan Door to Door System (DDS) kepada warga di Kampung Toray, Distrik Sota, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Kamis (29/10/2026).


Hal ini dilaksanakan guna mempererat kemitraan antara Polri dan masyarakat sekaligus mengajak warga menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).


Kegiatan tersebut menyasar sejumlah warga, di antaranya Yonathan Bagaujay dan Yansen Belmujay. 


Dalam kesempatan itu, Briptu Andreas berdialog langsung dengan masyarakat untuk mempererat silaturahmi, menyerap aspirasi, serta mengetahui berbagai keluhan dan harapan warga di wilayah binaannya.


Selain menjalin komunikasi dengan masyarakat, Bhabinkamtibmas juga mengingatkan warga agar tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan, baik untuk membuka lahan maupun kepentingan lainnya. 


Pembakaran dapat merusak lingkungan, mengganggu kesehatan, serta menimbulkan pencemaran udara akibat asap yang dihasilkan.


Briptu Andreas turut mengajak masyarakat berperan aktif menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif. 


Warga diimbau segera melaporkan kepada Bhabinkamtibmas atau pihak keamanan setempat apabila mengetahui adanya gangguan keamanan, potensi konflik, maupun aktivitas pembakaran hutan dan lahan yang dapat membahayakan lingkungan.


Kapolres Merauke, AKBP Leonardo Yoga, S.I.K., M.M., menyampaikan bahwa kegiatan sambang yang dilakukan Bhabinkamtibmas merupakan bagian dari upaya Polri untuk membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap keamanan lingkungan.


“Melalui kegiatan sambang, kami ingin memastikan kehadiran Polri dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Kami mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga kamtibmas, mempererat kebersamaan, serta tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan yang dapat merugikan banyak pihak,” ucap Kapolres.


Kapolres menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam mencegah gangguan keamanan maupun kebakaran hutan dan lahan sejak dini. 


Menurutnya, kepedulian dan komunikasi yang baik antara warga dan aparat keamanan menjadi salah satu kunci dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan nyaman.


“Kami berharap masyarakat tidak ragu menyampaikan informasi apabila menemukan permasalahan di lingkungannya. Dengan kerja sama dan kepedulian bersama, berbagai potensi gangguan dapat segera ditangani sehingga situasi kamtibmas tetap terjaga,” tutupnya.


Melalui kegiatan sambang secara rutin, Polres Merauke berharap hubungan kemitraan antara Polri dan masyarakat semakin erat, kesadaran warga terhadap pentingnya menjaga lingkungan semakin meningkat, serta tercipta situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Kampung Toray, Distrik Sota, Kabupaten Merauke.

Pemuda Keerom Deklarasikan Komitmen Jaga Papua Tetap Damai


Jayapura – Sejumlah pemuda di Kabupaten Keerom menyatakan komitmen untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif melalui deklarasi pemuda untuk Papua damai.


Deklarasi tersebut menjadi bentuk kepedulian generasi muda terhadap pentingnya menjaga persatuan, memperkuat toleransi, serta mencegah berbagai potensi konflik yang dapat mengganggu stabilitas keamanan di Papua.


Peran pemuda dinilai penting dalam menciptakan lingkungan yang damai melalui sikap saling menghormati, menjaga kebersamaan, dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.


Melalui deklarasi tersebut, pemuda di Keerom diharapkan dapat menjadi pelopor perdamaian di lingkungan masing-masing serta mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keharmonisan dan persatuan.


Selain itu, generasi muda diharapkan mampu berkontribusi secara positif dalam menangkal provokasi dan menyelesaikan perbedaan secara bijaksana tanpa menimbulkan konflik di tengah masyarakat.


Komitmen menjaga Papua tetap damai membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan aparat keamanan.


Deklarasi ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat semangat persaudaraan dan meningkatkan partisipasi pemuda dalam menjaga keamanan serta mewujudkan Papua yang aman, damai, dan harmonis.

Wakapolda Papua Buka Pembinaan Pencegahan Radikalisme, Tekankan Toleransi dan Penguatan Ideologi Pancasila


Jayapura – Wakapolda Papua, Brigjen Pol. Muhajir, S.I.K., M.H., membuka kegiatan Pembinaan Penanggulangan dan Pencegahan Radikalisme serta Intoleransi bagi Pegawai Negeri pada Polri di lingkungan Polda Papua Tahun Anggaran 2026, yang berlangsung di Ballroom Lantai 10 Hotel Mercure Jayapura, Kota Jayapura, Kamis (29/10/2026).


Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kewaspadaan personel Polri terhadap bahaya radikalisme dan intoleransi, sekaligus memperkuat komitmen dalam menjaga ideologi Pancasila, persatuan bangsa, serta kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Papua.


Kegiatan ini dihadiri Irwasda Polda Papua, Kombes Pol. Jannus Parlindungan Siregar, S.I.K., M.H., para pejabat utama Polda Papua, pejabat fungsi SDM dan Binmas dari Polresta Jayapura Kota, Polres Jayapura, dan Polres Keerom, serta perwakilan Bhabinkamtibmas.


Sedangkan untuk Pembinaan menghadirkan tiga narasumber, yakni Sekretaris FKUB Provinsi Papua Drs. T.H. Pasaribu, M.Si., Kepala Bidang Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa Kesbangpol Provinsi Papua, Pembina Tk. I Octavianus Djaja Sanda, S.H., M.H., serta Kasatgaswil Papua Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Pol. Kurnia Hadi, S.H., S.I.K., M.H., MPP.


Dalam sambutannya, Wakapolda Papua mengapresiasi panitia dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. 


Wakapolda menegaskan bahwa perkembangan teknologi informasi dan keterbukaan ruang digital perlu diimbangi dengan kewaspadaan terhadap penyebaran paham yang bertentangan dengan Pancasila dan nilai-nilai kebinekaan.


“Setiap personel Polri harus memiliki pemahaman yang baik agar tidak mudah terpengaruh oleh propaganda, berita bohong, ujaran kebencian, maupun ajakan yang mengarah pada radikalisme dan kekerasan,” tegas Wakapolda.


Menurutnya, perbedaan pandangan, keyakinan, dan pendapat merupakan bagian dari kehidupan masyarakat yang demokratis. 


Namun, perbedaan tersebut tidak boleh dijadikan alasan untuk membenarkan kebencian, diskriminasi, pemaksaan kehendak, ataupun tindakan kekerasan yang dapat mengancam persatuan bangsa.


Brigjen Muhajir juga menekankan pentingnya menjaga toleransi dan kerukunan, khususnya di Tanah Papua yang memiliki keberagaman suku, agama, adat istiadat, bahasa, dan latar belakang sosial. 


Keberagaman tersebut harus dipelihara sebagai kekayaan bersama, bukan dimanfaatkan untuk memunculkan permusuhan maupun konflik di tengah masyarakat.


“Toleransi berarti kita mampu menghormati perbedaan, memberikan ruang bagi setiap orang untuk menjalankan keyakinannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku, serta tidak memaksakan kehendak kepada orang lain,” katanya.


Lebih lanjut, Wakapolda Papua mengingatkan seluruh personel agar menjadikan nilai-nilai Pancasila, Tribrata, Catur Prasetya, dan Panca Prasetya Korpri sebagai pedoman dalam berpikir, bersikap, dan bertindak, baik ketika menjalankan tugas maupun dalam kehidupan sehari-hari.


Ia juga meminta personel menjaga netralitas, profesionalisme, dan integritas serta meningkatkan kewaspadaan terhadap informasi yang belum terverifikasi. U


paya pencegahan radikalisme dan intoleransi, lanjutnya, harus dilaksanakan secara proporsional, profesional, dan berdasarkan hukum, dengan mengedepankan fakta serta indikator perilaku yang relevan tanpa memberikan stigma atau diskriminasi berdasarkan agama, suku, maupun perbedaan pandangan.


Dalam kesempatan tersebut, Wakapolda turut menekankan pentingnya sinergi Polri dengan tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, lembaga pendidikan, dan pemerintah daerah untuk mencegah potensi konflik sejak dini.


Secara khusus, ia meminta personel fungsi Binmas dan Bhabinkamtibmas untuk terus meningkatkan kegiatan sambang, pembinaan, penyuluhan, serta komunikasi dengan masyarakat agar kehadiran Polri dapat memberikan rasa aman dan menjadi solusi bagi berbagai persoalan di lingkungan masyarakat.


“Dengarkan aspirasi masyarakat, bangun komunikasi yang terbuka, serta dorong penyelesaian permasalahan secara damai sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar,” pesannya.


Melalui kegiatan ini, Polda Papua berharap seluruh personel semakin memahami langkah-langkah pencegahan radikalisme dan intoleransi serta mampu menerapkan nilai toleransi, kebinekaan, dan semangat kebangsaan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.


Dengan penguatan pemahaman dan kerja sama lintas elemen, personel Polri diharapkan dapat menjadi teladan dalam menjaga persatuan, menghormati perbedaan, serta memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat di Tanah Papua.

Polda Papua Hadir Melalui Program Poliran, Dengarkan Aspirasi Pekerja TKBM Jayapura


Jayapura – Polda Papua melalui Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) menggelar kegiatan Quick Wins Polisi Bersama Masyarakat melalui program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran) untuk mendengarkan aspirasi dan memahami kebutuhan masyarakat, khususnya pekerja Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM), di Aula FKPM TKBM, Kota Jayapura, Kamis (29/10/2026).


Kegiatan tersebut dihadiri Kapolsek Kp3 Laut, AKP H. Abdul Kadir, S.Sos., personel Ditbinmas Polda Papua, serta masyarakat TKBM. 


Pertemuan ini menjadi wadah komunikasi antara kepolisian dan masyarakat untuk membahas berbagai persoalan sosial, termasuk kendala yang dihadapi pekerja dalam memperoleh pekerjaan tetap.


Program Poliran merupakan bagian dari upaya Polri untuk membangun kedekatan dengan masyarakat melalui pendekatan yang humanis dan dialogis. 


Melalui kegiatan tersebut, kepolisian berupaya memberikan motivasi, arahan, serta informasi yang dapat membantu masyarakat mengenali peluang kerja sesuai dengan kemampuan dan keterampilan masing-masing.


Kapolsek Kp3 Laut dalam arahannya mengajak masyarakat, khususnya pekerja TKBM, untuk memanfaatkan kegiatan tersebut sebagai ruang menyampaikan aspirasi dan mencari solusi bersama atas persoalan yang dihadapi.


Ia juga mengingatkan masyarakat agar memanfaatkan layanan Call Center Polri 110 yang dapat dihubungi secara gratis untuk melaporkan kejadian maupun meminta bantuan kepolisian. 


Laporan yang diterima akan diteruskan kepada satuan terkait untuk ditindaklanjuti sesuai kebutuhan di lapangan.


Selain itu, pihaknya berencana melakukan pendataan terhadap pekerja TKBM yang belum memiliki pekerjaan tetap guna mengetahui kondisi dan kebutuhan mereka. 


Pendataan tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan langkah pendampingan yang sesuai dengan permasalahan masyarakat.


Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., menyampaikan bahwa program Poliran menjadi salah satu upaya Polri untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat sekaligus memahami persoalan sosial yang berkembang di lingkungan warga.


“Melalui program Polisi Peduli Pengangguran, kami ingin membuka ruang komunikasi yang lebih luas antara Polri dan masyarakat,” katanya. 


“Aspirasi serta kendala yang disampaikan warga menjadi masukan penting bagi kami untuk memahami kebutuhan masyarakat dan mendorong upaya penyelesaian yang dapat dilakukan sesuai tugas dan kewenangan,” imbuhnya.


Kombes Cahyo menambahkan, keterlibatan aktif masyarakat sangat diperlukan agar komunikasi dan kerja sama dengan kepolisian dapat berjalan secara berkelanjutan. 


Masyarakat diharapkan tidak ragu menyampaikan keluhan, masukan, maupun informasi yang berkaitan dengan situasi keamanan dan persoalan sosial di lingkungannya.


Melalui program Poliran, Polda Papua berharap hubungan kemitraan dengan masyarakat semakin erat, sekaligus mendorong terciptanya komunikasi terbuka dalam menyerap aspirasi dan memahami kebutuhan warga, khususnya pekerja TKBM di Kota Jayapura.