View AllNews

Nasional

Hukum

Latest News

26/10/26

Kepala Suku Gome Ajak Masyarakat dan TNI-Polri Jaga Keamanan di Kabupaten Puncak


Ilaga, 25 Oktober 2026 – Kepala Suku Gome Kabupaten Puncak, Yan Alom, mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dengan mendukung upaya TNI-Polri dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Puncak.


Yan Alom menyampaikan bahwa keamanan merupakan tanggung jawab bersama sehingga diperlukan kerja sama antara masyarakat, tokoh adat, dan aparat keamanan. Ia mengimbau warga agar tetap menjaga persatuan, menghindari tindakan yang dapat memicu gangguan keamanan, serta turut menciptakan suasana damai agar aktivitas masyarakat sehari-hari dapat berjalan dengan baik.


“Kami mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Puncak untuk bersama-sama TNI-Polri menjaga keamanan di wilayah kita. Mari kita jaga kedamaian dan jangan melakukan hal-hal yang dapat mengganggu situasi keamanan,” ujar Yan Alom.


Selain menyampaikan imbauan terkait keamanan, Yan Alom juga menyoroti kondisi kabut asap yang telah berlangsung selama beberapa bulan di wilayah Ilaga. Ia meminta agar persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) turut menjadi perhatian karena kondisi tersebut dikhawatirkan dapat mengganggu kenyamanan masyarakat dan aktivitas sehari-hari.


Ia mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan api, terutama saat membuka lahan, serta tidak melakukan pembakaran secara sembarangan yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat juga diharapkan ikut menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran.


Yan Alom berharap adanya perhatian dan kerja sama seluruh pihak dalam menjaga keamanan sekaligus mengantisipasi dampak karhutla di Kabupaten Puncak. Dengan kepedulian bersama, masyarakat diharapkan dapat hidup dalam suasana aman, sehat, dan damai.

Tokoh Masyarakat Baburia Ajak Warga Keerom Jaga Persatuan dan Kedamaian

 


Keerom - Tokoh masyarakat Kampung Baburia, Daniel Burnabes, mengimbau masyarakat di Papua, khususnya Kabupaten Keerom dan Jayapura, untuk menjaga persatuan serta bersama-sama menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman dan kondusif.


Ia menekankan pentingnya peran tokoh masyarakat dan seluruh elemen warga dalam menjaga keharmonisan sosial serta mencegah konflik yang dapat mengganggu stabilitas keamanan.


Daniel juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu maupun informasi yang berpotensi memecah belah persatuan. Ia mengajak warga menyikapi informasi secara bijak serta mengutamakan komunikasi dan musyawarah dalam menyelesaikan persoalan.


Selain menjaga kerukunan, Daniel mendorong masyarakat untuk mengutamakan kegiatan positif dan produktif, seperti berkebun serta aktivitas lain yang dapat menunjang kebutuhan keluarga. Menurutnya, kemandirian dan kesejahteraan masyarakat perlu dibangun melalui kegiatan yang bermanfaat, tanpa terpengaruh ajakan yang berpotensi mengganggu keamanan.


Ia juga menekankan pentingnya kerja sama antara tokoh masyarakat, aparat keamanan, dan warga dalam menangani persoalan di lingkungan setempat. Setiap permasalahan diharapkan dapat diselesaikan melalui dialog dan pendekatan persuasif agar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.


Daniel berharap semangat kebersamaan, kepedulian, dan tanggung jawab bersama terus diperkuat sehingga masyarakat di Keerom, Jayapura, dan wilayah Papua lainnya dapat hidup dalam suasana aman, damai, dan harmonis serta mendukung pembangunan dan kesejahteraan bersama.

Pemuda Adat Papua Imbau Warga Jaga Kamtibmas Usai Insiden Bendera di USTJ Jayapura

 


Jayapura - Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional pemuda Adat Papua, Jan Christian Arebo, mengimbau masyarakat di seluruh Tanah Papua, khususnya di wilayah provinsi induk, untuk bersama-sama menjaga situasi Kamtibmas pasca insiden penurunan Bendera Merah Putih dan pengibaran Bintang Kejora di lingkungan kampus Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ), Abepura, Kota Jayapura, pada 30 September 2026 lalu. 


Imbauan tersebut disampaikan Jan Christian Arebo dalam pernyataan tertulis. Ia menilai, peristiwa tersebut perlu menjadi bahan evaluasi bagi pihak kampus, termasuk rektor dan para dosen, agar kejadian serupa tidak terulang dan tidak menimbulkan persepsi negatif terhadap institusi pendidikan tersebut.


"Penting sekali bagi pihak rektor maupun para dosen untuk melakukan evaluasi bersama, supaya jangan sampai ada asumsi bahwa USTJ mendukung kelompok-kelompok yang selama ini melakukan upaya gangguan kamtibmas di Provinsi Papua, khususnya di Kota Jayapura," ujar Jan Christian Arebo pada Minggu, 25 Oktober 2026.


Ia juga mengingatkan mahasiswa USTJ agar lebih fokus menjalani pendidikan, menyelesaikan studi, dan meraih cita-cita. Menurutnya, mahasiswa perlu berhati-hati terhadap ajakan kelompok tertentu yang dinilai dapat mendorong keterlibatan mereka dalam aksi yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban.


Jan Christian Arebo meminta mahasiswa tidak mudah terpengaruh oleh doktrin maupun ajakan demonstrasi yang menurutnya mengarah pada tindakan yang bertentangan dengan hukum.


"Saya minta mulai hari ini untuk tidak lagi ikut-ikut kelompok itu. Kasihan orang tua kalian yang berusaha bekerja untuk membiayai kuliah, ada yang berjualan dan bertani. Tolong pikirkan orang tua yang saat ini berupaya membiayai studi kalian,"  katanya.


Terkait proses hukum terhadap mahasiswa yang diduga terlibat dalam insiden pengibaran bendera tersebut, Jan Christian Arebo menyatakan mendukung penegakan hukum. Namun, ia menegaskan bahwa setiap tindakan aparat harus tetap berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.


Menurutnya, apabila suatu perbuatan terbukti melanggar hukum, penanganannya harus dilakukan melalui mekanisme hukum yang berlaku. Kalau memang itu melanggar hukum, tetap harus ditindak secara hukum sesuai dengan aturan-aturan perundang-undangan yang berlaku, tegasnya. 


Jan Christian Arebo menambahkan, menjaga keamanan dan ketertiban merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Ia berharap masyarakat Papua dapat terus menjaga situasi yang aman dan kondusif, sehingga aktivitas pendidikan, sosial, dan ekonomi dapat berjalan dengan baik.


Ia juga menegaskan komitmennya sebagai anak Papua yang mencintai Tanah Air untuk turut menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masyarakat.


"Sebagai anak Papua yang cinta akan Tanah Air, tentu kita bersama-sama selalu berupaya untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di tempat kita bersama," tutupnya.

Menjaga Asa Damai dari Tapal Batas RI-PNG, Tokoh Adat Keerom Serukan Masyarakat Papua Bersatu

  


Keerom - Wakil Kepala Suku Pegunungan Tengah di Kabupaten Keerom, Papua, Yugum Diro Weya, menyerukan seluruh warga menjaga keamanan wilayah. 


Seruan tersebut muncul sebagai langkah antisipasi terhadap potensi provokasi yang kerap memecah belah kerukunan antarwarga.


Menurutnya, Tanah Papua membutuhkan pelindung perdamaian agar roda kehidupan dan pembangunan dapat terus berjalan tanpa bayang-bayang konflik.


Yugum meminta masyarakat Kabupaten Keerom serta Kota Jayapura senantiasa merawat persatuan demi terciptanya situasi kondusif.


"Kita harus bersama-sama menjaga keamanan wilayah ini agar terhindar dari segala bentuk perpecahan," ujar Yugum melalui keterangan tertulis, Minggu (25/10/2026).


Ia juga meminta warga Keerom menyaring setiap informasi secara bijak agar tidak mudah terhasut oleh pihak tak bertanggung jawab.


"Solidaritas serta toleransi antarumat beragama dan suku perlu diperkuat guna meredam potensi gesekan sosial di tengah masyarakat,"tegas Yugum. 


Selain keamanan lingkungan, fokus perhatian juga diarahkan kepada generasi muda yang memegang kunci masa depan daerah.


Yugum secara khusus berpesan kepada para pemuda, pelajar, serta mahasiswa agar fokus menimba ilmu di kota studi masing-masing.


"Generasi muda wajib memanfaatkan waktu belajar dengan baik demi membangun masa depan Papua yang lebih cerah," tambahnya.


Aktivitas positif dinilai jauh lebih bermanfaat ketimbang terlibat dalam kegiatan yang merugikan diri sendiri maupun lingkungan sekitar.


Seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat hingga pemuda, diajak aktif berperan nyata mewujudkan Papua sebagai tanah damai.


"Kami yakin dengan kolaborasi lintas elemen ini mampu mempercepat roda pembangunan serta mendongkrak kesejahteraan masyarakat di Bumi Cenderawasih," pungkasnya.

Jelang Natal 2026, Arius Wetipo Serukan Masyarakat Keerom Jaga Kedamaian


Jayapura – Menjelang perayaan Natal 2026, Kepala Suku Jayawijaya di Kabupaten Keerom, Arius Wetipo, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan kedamaian di Kabupaten Keerom. 


Ajakan tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman dan kondusif menjelang perayaan hari besar keagamaan.


Arius Wetipo menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat yang tinggal di Kabupaten Keerom. 


Menurutnya, seluruh warga memiliki tanggung jawab untuk merawat kerukunan, saling menghormati, serta tidak mudah terpengaruh oleh ajakan atau informasi yang berpotensi memecah belah persaudaraan.


“Menjelang Natal 2026, saya mengajak seluruh masyarakat di Kabupaten Keerom untuk bersama-sama menjaga keamanan dan kedamaian. Mari kita tetap bersatu, saling menghormati, dan tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin mengganggu ketertiban. Kita harus menjaga kebersamaan agar masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dan merayakan Natal dengan aman dan damai,” ujar Arius Wetipo.


Ia juga mengingatkan bahwa terciptanya situasi yang kondusif bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan, melainkan membutuhkan dukungan seluruh lapisan masyarakat, termasuk tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan para pemimpin komunitas. 


Komunikasi yang baik serta penyelesaian setiap persoalan secara bijaksana diharapkan dapat mencegah timbulnya konflik di tengah masyarakat.


Menjelang Natal, masyarakat juga diimbau untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, khususnya melalui media sosial. 


Apabila menemukan persoalan yang berpotensi mengganggu keamanan, warga diharapkan mengutamakan koordinasi dan melaporkannya kepada pihak berwenang agar dapat ditangani secara tepat.


Polda Papua mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Keerom untuk mendukung upaya pemeliharaan kamtibmas dengan menjaga toleransi, memperkuat persaudaraan, serta berperan aktif menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis. Sinergi antara masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, pemerintah, dan aparat keamanan menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas daerah.


Melalui semangat persatuan dan kepedulian bersama, diharapkan perayaan Natal 2026 di Kabupaten Keerom dapat berlangsung dengan aman, damai, dan penuh sukacita.

DANDIM 0910/MALINAU HADIRI RAPAT PARIPURNA ISTIMEWA HUT KE-27 KABUPATEN MALINAU DAN IRAU KE-12

 


MALINAU – Komandan Kodim 0910/Malinau, Letkol Inf Cut Ferizal Yusna, S.Sos., menghadiri Rapat Paripurna Istimewa Ke-1 Masa Sidang III DPRD Kabupaten Malinau, Senin, 26 Oktober 2026, dalam rangka memperingati HUT ke-27 Kabupaten Malinau dan Irau ke-12 Tahun 2026.


Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Malinau ini dihadiri Bupati dan Wakil Bupati Malinau, unsur Forkopimda, pimpinan DPRD, jajaran pemerintah daerah, tokoh adat, serta tokoh masyarakat.


Dalam kesempatan tersebut, dipaparkan capaian kinerja pembangunan Kabupaten Malinau Tahun 2026 sebagai bentuk evaluasi program pemerintah daerah dalam meningkatkan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.


Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, TNI-Polri, dan masyarakat, sekaligus menjaga persatuan serta melestarikan budaya lokal melalui Irau.


Melalui semangat kebersamaan, diharapkan Kabupaten Malinau semakin maju, aman, dan sejahtera.


TNI PRIMA, TNI RAKYAT, INDONESIA MAJU.

Dukung Usaha Warga, Babinsa Supiturang Dampingi Pembangunan Kios UMKM

 



Lumajang – Wujud kepedulian terhadap pengembangan usaha masyarakat terus dilakukan Babinsa Supiturang Koramil 0821-14/Pronojiwo, Sertu Sigit Andi Irawan, melalui pendampingan pembangunan kios Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Dusun Gumukmas, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin (26/10/2026).


Kios yang disiapkan untuk menjual salak dan keripik tersebut diharapkan dapat menjadi sarana bagi pemilik usaha untuk mengembangkan kegiatan ekonomi sekaligus memperluas pemasaran produk lokal.


Dalam kegiatan tersebut, Sertu Sigit Andi Irawan turut mendampingi proses pembangunan sebagai bentuk dukungan Babinsa terhadap upaya masyarakat dalam mengembangkan usaha produktif di wilayah binaan. Kehadiran Babinsa juga menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan dan kerja sama antara TNI dengan masyarakat.


“Melalui pendampingan ini, kami berharap pembangunan kios dapat berjalan dengan baik sehingga nantinya bisa dimanfaatkan untuk menunjang usaha, khususnya penjualan salak dan keripik. Kami juga mendorong masyarakat untuk terus mengembangkan potensi usaha yang ada di wilayah,” ungkap dia.


Menurutnya, pendampingan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap semangat warga dalam membangun usaha dan meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga.


Sementara itu, Kepala Desa Supiturang, Nurul Yakin Pribadi, menyampaikan bahwa pembangunan kios UMKM menjadi salah satu upaya untuk mendukung kegiatan usaha masyarakat. Ia berharap keberadaan kios tersebut nantinya dapat membantu pemilik usaha memasarkan produknya serta memberikan manfaat bagi perekonomian keluarga.


Ia juga mengapresiasi pendampingan Babinsa dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, sinergi antara pemerintah desa, TNI, dan masyarakat diperlukan untuk mendukung berbagai kegiatan pembangunan serta pengembangan potensi ekonomi di desa.


Melalui pendampingan tersebut, sinergitas bersama Pemdes Supiturang dan pihak terkait, akan terus mendorong semangat gotong royong dan kemandirian masyarakat, sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui kegiatan nyata yang mendukung kesejahteraan warga. (Pendim0821)

Bersama Membangun Desa, Babinsa Jatigono Dampingi Pembangunan Drainase

 



Lumajang - Wujud kepedulian terhadap pembangunan infrastruktur dan kenyamanan masyarakat, Babinsa Jatigono Koramil 0821-13/Kunir, Sertu Tiar Afandi, melaksanakan pendampingan pembangunan drainase di kanan dan kiri jalan sepanjang 900 meter di Dusun Pandean RW 002, Desa Jatigono, Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin (26/10/2026).


Pendampingan tersebut merupakan bagian dari upaya Babinsa dalam mendukung pembangunan di wilayah binaan, sekaligus memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat dalam meningkatkan kualitas infrastruktur desa.


Pembangunan drainase di sepanjang jalan tersebut diharapkan dapat membantu memperlancar aliran air, mengurangi potensi genangan saat hujan, serta menjaga kondisi jalan agar tetap nyaman digunakan oleh warga.


Sertu Tiar Afandi mengatakan, pendampingan yang dilakukannya merupakan bentuk dukungan Babinsa terhadap program pembangunan desa yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.


“Melalui pendampingan ini, kami berharap pembangunan drainase dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi warga. Infrastruktur yang memadai sangat penting untuk mendukung aktivitas masyarakat sehari-hari,” ujar dia.


Sementara itu, Kepala Desa Jatigono, Rudi Prasetyo, S.H., menyampaikan bahwa pembangunan drainase tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah desa dalam meningkatkan kualitas infrastruktur lingkungan. Ia berharap keberadaan drainase di kanan dan kiri jalan dapat membantu mengendalikan aliran air serta menjaga lingkungan tetap tertata. 


“Melalui kegiatan ini, peran aktif semua pihan dalam mendukung pembangunan wilayah, juga kehadiran Babinsa sebagai bentuk sinergitas, mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat, serta mendorong terciptanya lingkungan desa yang lebih baik bagi masyarakat,” pungkasnya. (Pendim0821)