Jayapura – Polres Keerom melalui Polsek Waris bersama tim dari Kementerian PUPR Provinsi Papua melaksanakan monitoring kondisi jalan pasca terjadinya tanah longsor di ruas Jalan Trans Papua, tepatnya di Kampung Kalimo, Distrik Waris, Kabupaten Keerom, Senin (20/04/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolsek Waris IPTU Kamaludin, S.Sos., dan melibatkan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Papua–Papua Pegunungan, Satker Wilayah Keerom, Koramil Waris, serta pihak kontraktor.
Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, kondisi jalan mengalami kerusakan cukup parah akibat longsor, dengan kedalaman dan panjang longsoran masing-masing diperkirakan mencapai 50 meter. Akibatnya, akses lalu lintas pada jalur Trans Papua lumpuh total dan tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Titik longsor terbaru diketahui berada sekitar 300 meter dari lokasi longsor sebelumnya yang saat ini masih dalam proses penanganan. Kondisi tanah yang masih labil menjadi kendala utama sehingga pekerjaan perbaikan belum dapat dilakukan secara maksimal pada lokasi terbaru.
Saat ini masyarakat terpaksa berjalan kaki melewati sisi longsoran untuk melanjutkan perjalanan, kemudian menunggu kendaraan di titik aman menuju Distrik Senggi maupun Kota Jayapura. Sementara sebagian pengendara memilih kembali karena akses jalan belum dapat dilalui.
Dalam pertemuan yang berlangsung di Mapolsek Waris, pihak Balai Jalan Nasional Papua–Papua Pegunungan menyampaikan rencana penanganan darurat dengan membangun jalan alternatif di bawah titik longsor yang ditargetkan selesai dalam waktu kurang lebih tiga minggu.
Setelah itu, pembangunan jalan permanen sepanjang sekitar 300 meter akan dilanjutkan dengan estimasi pengerjaan selama enam bulan.
Kapolres Keerom AKBP Astoto Budi Rahmantyo, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Waris IPTU Kamaludin, S.Sos., menyampaikan bahwa pihak kepolisian akan terus hadir mengawal setiap tahapan penanganan bencana demi keselamatan masyarakat dan kelancaran pembangunan.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati dan tidak memaksakan diri melintasi area longsor, karena kondisi tanah masih labil dan berpotensi terjadi longsor susulan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa Polsek Waris akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, pihak PUPR, tokoh adat, dan masyarakat setempat guna mempercepat proses penanganan akses jalan.
Selain itu, masyarakat yang hendak menuju Jayapura maupun Wamena sementara diarahkan menggunakan jalur alternatif Warlef, meskipun hanya dapat dilalui kendaraan kecil dengan waktu tempuh yang lebih lama.
Polres Keerom memastikan akan terus melakukan pemantauan dan pengamanan di lokasi guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap aman serta kondusif.
.jpeg)








