View AllNews

Nasional

Hukum

Latest News

07/06/26

Sertifikasi Tembak Reaksi IPSC Angkatan II Tahun 2026 Berakhir, Kapolda Papua Dorong Peningkatan Kompetensi Personel


Jayapura – Pelaksanaan Sertifikasi Tembak Reaksi IPSC Angkatan II Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Tembak Mako Polda Papua Koya Koso, Kota Jayapura, resmi berakhir pada Minggu (07/06). 


Penutupan kegiatan dipimpin langsung oleh Kapolda Papua Irjen Pol. Patrige R. Renwarin, S.I.K., M.Si., yang menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi dan profesionalisme personel melalui kegiatan pelatihan dan sertifikasi yang berkelanjutan.


Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut diikuti oleh para Pejabat Utama Polda Papua, para Kapolres jajaran, serta peserta sertifikasi yang mendapatkan pembekalan teori, praktik tembak reaksi, evaluasi kemampuan, hingga penilaian akhir sesuai standar International Practical Shooting Confederation (IPSC). 


Ketua Tim Sertifikasi Tembak Reaksi Perbakin Papua Angkatan II, Embram Harimurti, dalam sambutannya menyampaikan bahwa sertifikasi dan latihan seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kemampuan serta keterampilan atlet maupun praktisi tembak reaksi di Papua.


Ia berharap seluruh peserta yang telah dinyatakan lulus dapat terus mengembangkan kemampuan dan aktif mengikuti berbagai kejuaraan yang akan datang guna meningkatkan kualitas atlet tembak reaksi di Papua. Selain itu, dirinya juga mengungkapkan rencana pelaksanaan latihan bersama Level 1 di Polda Papua sebagai wadah peningkatan kemampuan teknis sekaligus mempererat hubungan antar komunitas tembak reaksi.


“Pemahaman terhadap rule book IPSC menjadi hal yang sangat penting karena menjadi pedoman utama dalam setiap kegiatan dan pertandingan tembak reaksi. Dengan memahami aturan yang berlaku, peserta dapat menjalankan setiap tahapan secara aman dan profesional,” ujarnya.


Sementara itu, Dir Intelkam Polda Papua Kombes Pol. Jan Wynand Imanuel Makatita, S.I.K., menyampaikan apresiasi kepada Kapolda Papua atas inisiasi penyelenggaraan sertifikasi tembak reaksi IPSC di lingkungan Polda Papua.


Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan kesempatan bagi personel untuk meningkatkan keterampilan menembak yang lebih kompleks dibandingkan latihan menembak dasar maupun menembak sasaran yang selama ini rutin dilaksanakan.


“Kegiatan ini menjadi pengalaman yang sangat berharga karena tidak semua Polda memiliki kesempatan melaksanakan sertifikasi tembak reaksi seperti yang berlangsung di Papua. Melalui sertifikasi ini, peserta memperoleh pengetahuan, kemampuan teknis, serta pemahaman yang lebih baik mengenai olahraga menembak reaksi sesuai standar IPSC,” ungkapnya.


Pada kesempatan tersebut, Kapolda Papua Irjen Pol. Patrige R. Renwarin, S.I.K., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim sertifikasi, instruktur, panitia, dan Pengurus Perbakin yang telah menyukseskan pelaksanaan Sertifikasi Tembak Reaksi IPSC Angkatan II Tahun 2026 dengan aman dan lancar.


Kapolda juga menilai tingginya antusiasme peserta menjadi bukti keseriusan personel dalam meningkatkan kemampuan, pengetahuan, serta pemahaman mengenai aspek keselamatan penggunaan senjata api sesuai standar yang berlaku dalam olahraga menembak reaksi.


“Saya berharap seluruh ilmu, pengalaman, dan keterampilan yang telah diperoleh selama sertifikasi ini dapat terus dikembangkan melalui latihan yang berkelanjutan. Jadikan sertifikasi ini sebagai motivasi untuk meningkatkan kemampuan dan mempersiapkan diri mengikuti berbagai kejuaraan maupun kegiatan tembak reaksi di masa mendatang,” ujar Kapolda.


Melalui Sertifikasi Tembak Reaksi IPSC Angkatan II ini, diharapkan kompetensi personel Polda Papua dan peserta lainnya semakin meningkat, baik dalam aspek keterampilan menembak, disiplin, maupun keselamatan, sehingga mampu mendukung pelaksanaan tugas kepolisian secara profesional serta melahirkan atlet-atlet tembak berprestasi dari Papua.


Hari Ke-8 Pasca Ledakan Biak, Tim Gabungan Temukan 11 Serpihan Tubuh dan Lanjutkan Pencarian Korban

 


Jayapura – Memasuki hari kedelapan pasca peristiwa ledakan yang diduga berasal dari bom peninggalan Perang Dunia II di kawasan Kompleks Perikanan Biak pada 31 Mei 2026 lalu, tim gabungan masih terus melakukan pencarian korban dan pengumpulan barang bukti guna mendukung proses penyelidikan.


Kapolres Biak Numfor AKBP Ari Trestiawan, S.H., S.I.K., M.H., dalam keterangan pers perkembangan penanganan kasus pada Minggu malam (07/06), menyampaikan bahwa hingga saat ini jumlah korban meninggal dunia masih tercatat sebanyak enam orang, sementara tiga korban lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan.


"Untuk korban meninggal dunia masih enam orang dan korban yang belum ditemukan sebanyak tiga orang. Sementara masyarakat terdampak yang sebelumnya mendapatkan penanganan medis saat ini seluruhnya berstatus rawat jalan dan tidak ada yang menjalani perawatan inap," ujar Kapolres.


Dalam operasi pencarian yang dilaksanakan sepanjang hari ini, tim gabungan berhasil menemukan dan mengamankan 11 serpihan potongan tubuh yang diduga berkaitan dengan korban ledakan. Selain itu, petugas juga menemukan satu kartu tanda penduduk (KTP) serta satu unit mesin serut kayu yang berada di sekitar lokasi pencarian.


Kapolres menjelaskan bahwa seluruh temuan terbaru tersebut akan menjalani proses identifikasi lebih lanjut. Untuk sementara, serpihan tubuh yang ditemukan diamankan di kamar jenazah Rumah Sakit Umum Daerah Biak sambil menunggu proses identifikasi.


Sementara itu, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri telah bertolak ke Pusdokkes Polri di Jakarta untuk melanjutkan proses identifikasi korban. Di sisi lain, tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri juga masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah barang bukti guna memastikan penyebab pasti ledakan yang terjadi.


Selain proses identifikasi, penyidik Satreskrim Polres Biak Numfor masih melaksanakan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara menyeluruh sebagai bagian dari proses penyidikan terkait dugaan ledakan tersebut.


Kapolres menambahkan bahwa lokasi kejadian saat ini telah dinyatakan steril dan aman sehingga tim Jibom Gegana tidak lagi melaksanakan aktivitas penyisiran di area utama ledakan. Namun demikian, tim gabungan masih terus melakukan pencarian korban maupun barang-barang yang diduga dapat menjadi petunjuk penting dalam penyelidikan.


"Pencarian masih difokuskan pada area Ring 1 dan Ring 2, termasuk wilayah perairan dan pantai dengan radius pencarian kurang lebih empat kilometer dari lokasi kejadian," jelasnya.


Terkait barang-barang yang diduga merupakan peninggalan Perang Dunia II dan telah diamankan oleh petugas maupun diserahkan masyarakat, Kapolres mengungkapkan bahwa Tim Jibom Brimob bersama personel Kompi Brimob akan melaksanakan disposal atau pemusnahan terhadap benda-benda berbahaya tersebut.


"Barang-barang yang akan dilakukan disposal merupakan hasil temuan dan penyerahan masyarakat yang diduga masih memiliki potensi bahaya. Kegiatan disposal direncanakan dilaksanakan di Mako Batalyon Brimob," katanya.


Kapolres juga menegaskan bahwa disposal yang akan dilakukan tersebut tidak berkaitan langsung dengan barang bukti utama yang ditemukan di lokasi ledakan. Barang bukti yang berasal dari area TKP masih menjalani pemeriksaan laboratorium forensik dan penyidik masih menunggu hasil resmi untuk memastikan penyebab ledakan.


Untuk kepentingan penyidikan dan keselamatan masyarakat, area Ring 1 di sekitar lokasi ledakan hingga kini masih dipasangi garis polisi. Akses ke kawasan tersebut hanya diperbolehkan bagi tim gabungan yang bertugas melakukan pencarian, olah TKP, dan penyelidikan.


"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak memasuki area Ring 1 karena masih dalam proses penyidikan dan terdapat sejumlah bangunan yang mengalami kerusakan akibat ledakan sehingga berpotensi membahayakan keselamatan warga," tegas Kapolres.


Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi terkait peristiwa tersebut. Ia menegaskan bahwa seluruh perkembangan penanganan kasus akan disampaikan secara terbuka dan berkala oleh aparat kepolisian berdasarkan fakta dan hasil pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan.


"Kami mengimbau masyarakat untuk mempercayakan proses penanganan peristiwa ini kepada tim gabungan yang saat ini masih bekerja di lapangan. Apabila masyarakat menemukan benda yang diduga merupakan peninggalan perang atau benda berbahaya lainnya, segera laporkan kepada pihak kepolisian dan jangan mencoba memindahkan atau membukanya sendiri karena dapat membahayakan keselamatan," ujar Kabid Humas.


Lebih lanjut, Kabid Humas menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur TNI-Polri, Basarnas, pemerintah daerah, relawan, tenaga kesehatan, serta masyarakat yang telah mendukung proses pencarian dan penanganan pascaledakan selama delapan hari terakhir.


Pencarian terhadap korban yang belum ditemukan dijadwalkan akan kembali dilanjutkan pada Senin (08/06) dengan melibatkan seluruh unsur tim gabungan yang saat ini masih bekerja di lokasi kejadian.


Polsek Keboncandi Gerebek Lokasi Diduga Judi Sabung Ayam di Karangsentul, Amankan Sejumlah Barang Bukti

 



PASURUAN – Jajaran Unit Reskrim Polsek Keboncandi bersama piket fungsi Polsek Keboncandi Polres Pasuruan Kota melakukan penggerebekan terhadap lokasi yang diduga digunakan sebagai arena perjudian sabung ayam di Dusun Karangsentul, Desa Karangsentul, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan, Minggu (7/6/2026).


Kapolsek Keboncandi AKP Topo Utomo, S.H., mengatakan tindakan tersebut dilakukan setelah pihaknya menerima laporan informasi dari masyarakat terkait adanya aktivitas perjudian sabung ayam di sebuah lahan kosong yang berada di belakang rumah warga.


“Menindaklanjuti laporan masyarakat, anggota Polsek Keboncandi langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan penindakan,” ujarnya.


Penggerebekan dilakukan sekitar pukul 13.00 WIB. Namun saat petugas tiba di lokasi, para terduga pelaku perjudian sabung ayam diketahui telah melarikan diri dan meninggalkan sejumlah barang di tempat kejadian.


Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan aktivitas perjudian sabung ayam, yakni lima ekor ayam jago, satu buah jam dinding, tiga buah kiso, serta dua kandang ayam.


Berdasarkan keterangan petugas, sebelumnya sekitar pukul 12.30 WIB Polsek Keboncandi menerima laporan dari masyarakat yang menyebutkan sedang berlangsung kegiatan sabung ayam di lokasi tersebut. Menindaklanjuti informasi itu, personel segera bergerak menuju tempat kejadian perkara dan melakukan penggerebekan.


Meski para pelaku berhasil melarikan diri, seluruh barang bukti yang ditemukan di lokasi telah diamankan ke Mapolsek Keboncandi guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.


Adapun personel yang terlibat dalam kegiatan tersebut dipimpin oleh IPDA Hari Kurniawan bersama sejumlah anggota Polsek Keboncandi.


Kapolsek Keboncandi menegaskan bahwa pihaknya akan terus menindaklanjuti informasi dari masyarakat terkait segala bentuk praktik perjudian yang meresahkan lingkungan.


“Saat ini barang bukti telah diamankan dan kami akan terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap pihak-pihak yang terlibat,” tegas AKP Topo Utomo.


Polsek Keboncandi juga mengimbau masyarakat agar tidak terlibat dalam segala bentuk perjudian serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Bhabinkamtibmas Desa Karangkliwon Aktif Dampingi Kelompok Tani, Dukung Ketahanan Pangan Nasional

  


Polresta Pasuruan – Sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional, Bhabinkamtibmas Desa Karangkliwon Polsek Grati Polres Pasuruan Kota Polda Jawa Timur melaksanakan kegiatan pengawasan dan pendampingan kepada kelompok tani (Poktan) yang memiliki lahan binaan Polri di wilayah Desa Karangkliwon, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan. 


Kegiatan tersebut dilaksanakan sesuai dengan arahan Kapolres Pasuruan Kota AKBP Titus Yudho Uly, S.I.K., M.Si., yang memerintahkan seluruh jajaran Bhabinkamtibmas untuk terus berperan aktif dalam mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan guna mewujudkan swasembada pangan nasional.


Dalam pelaksanaannya, Bhabinkamtibmas Desa Karangkliwon melakukan pemantauan perkembangan tanaman di lahan binaan Polri sekaligus berdialog dengan para petani terkait kondisi pertanian, kebutuhan sarana produksi, hingga kendala yang dihadapi selama proses budidaya. 


Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan lahan pertanian yang menjadi binaan Polri dapat dikelola secara optimal sehingga menghasilkan panen yang maksimal.


Kapolres Pasuruan Kota AKBP Titus Yudho Uly, S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga hadir mendukung program-program strategis pemerintah yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.


“Melalui peran aktif Bhabinkamtibmas di lapangan, kami ingin memastikan program ketahanan pangan berjalan dengan baik. Sinergi antara Polri dan kelompok tani diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian serta mendukung terwujudnya swasembada pangan sebagai salah satu program prioritas nasional,” ujar Kapolres.


Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan terjalin hubungan yang semakin erat antara Polri dan masyarakat, khususnya para petani, sehingga bersama-sama dapat mendukung ketahanan pangan nasional demi mewujudkan Indonesia yang mandiri dan sejahtera.


#astacita

#polrespasuruankota

#birosdmpoldajatim

#ketahananpanganpoldajatim

#polripresisi

#swasembadapangan

#swasembadajagung

#polisicintapetani

#astacitapresiden

Respon Cepat Polisi, Tim Resmob Numbay Berhasil Ungkap Kasus Curas dan Curanmor di Wilayah Abepura

 


Jayapura – Tim Resmob Numbay Polresta Jayapura Kota bersama Tim Opsnal Reskrim Polsek Abepura kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas tindak pidana konvensional melalui keberhasilan mengungkap dua kasus kriminal, yakni pencurian dengan kekerasan (curas) dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah Distrik Abepura dalam pelaksanaan Operasi Sikat Cartenz 2026.


Pada kasus pertama, petugas berhasil mengungkap dugaan tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang terjadi di Jalan Raya Kotaraja, tepatnya di depan sebuah toko ritel modern di Kelurahan Wahno, Distrik Abepura, Sabtu (06/06).


Berdasarkan laporan korban, peristiwa tersebut bermula saat korban bersama rekannya berada di dalam kendaraan dan didatangi oleh tiga orang pria yang kemudian melakukan pengancaman menggunakan senjata tajam. Saat korban berupaya menyelamatkan diri, para pelaku diduga mengambil satu unit telepon genggam dan dompet milik korban yang berada di dalam kendaraan.


Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polsek Abepura segera melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan satu orang terduga pelaku hanya beberapa jam setelah kejadian dilaporkan. Dari hasil pengembangan, petugas juga berhasil menemukan dan mengamankan satu unit telepon genggam milik korban yang sempat disembunyikan di area semak-semak.


Selain mengungkap kasus curas, Tim Resmob Numbay bersama Tim Opsnal Reskrim Polsek Abepura juga berhasil mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor yang terjadi di area parkir Penginapan Podomoro, Jalan Raya Abepura, Kelurahan Kota Baru, Distrik Abepura.


Kasus tersebut bermula ketika korban memarkirkan sepeda motor miliknya dalam keadaan terkunci stang sebelum masuk ke penginapan. Namun saat hendak meninggalkan lokasi, korban mendapati sepeda motornya telah hilang. Setelah memeriksa rekaman CCTV, diketahui kendaraan tersebut telah dicuri oleh pelaku yang kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian.


Berdasarkan hasil penyelidikan dan informasi yang diterima petugas, tim berhasil melacak keberadaan terduga pelaku di sekitar kawasan Penginapan Podomoro. Setelah melakukan pemantauan, petugas berhasil mengamankan terduga pelaku dan melakukan pengembangan untuk mencari barang bukti kendaraan milik korban.


Dari hasil pengembangan tersebut, petugas akhirnya berhasil menemukan sepeda motor milik korban yang telah dipindahkan dan disembunyikan di area semak-semak tidak jauh dari lokasi tempat penyimpanan sebelumnya. Kendaraan tersebut kemudian diamankan sebagai barang bukti untuk kepentingan proses penyidikan.


Kasat Reskrim Polresta Jayapura Kota AKP Alamsyah Ali, S.H., M.H., selaku Kasubsatgas Pidum Ops Sikat Cartenz 2026, menyampaikan bahwa keberhasilan pengungkapan kedua kasus tersebut merupakan hasil kerja cepat dan responsif personel dalam menindaklanjuti setiap laporan masyarakat.


“Pengungkapan ini merupakan bentuk komitmen kami dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat. Setelah menerima laporan, personel langsung bergerak melakukan penyelidikan hingga berhasil mengamankan pelaku dan menemukan barang bukti milik korban. Kami akan terus melakukan tindakan tegas terhadap pelaku kejahatan yang meresahkan masyarakat,” ujar AKP Alamsyah Ali.


Ia menambahkan bahwa Operasi Sikat Cartenz 2026 tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga sebagai upaya menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif di wilayah hukum Polresta Jayapura Kota.


“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui atau menjadi korban tindak pidana. Sinergi antara masyarakat dan kepolisian sangat penting dalam menjaga keamanan bersama,” tambahnya.


Saat ini para terduga pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Polsek Abepura guna menjalani proses hukum lebih lanjut. Sementara itu, penyidik masih terus melakukan pengembangan terhadap kasus yang ditangani untuk melengkapi proses penyidikan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.


Melalui Operasi Sikat Cartenz 2026, Polresta Jayapura Kota menegaskan komitmennya untuk terus memberantas berbagai bentuk kejahatan konvensional serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat.


Sinergi TNI dan Aparat Terkait Wujudkan Haul KH. Mahfuz Amin Berjalan Aman dan Khidmat

 


BARABAI – Anggota Koramil 1002-08/Labuan Amas Utara melaksanakan pengamanan kegiatan Haul KH. Mahfuz Amin bin KH. Muhammad Ramli, Muassis Pondok Pesantren Ibnul Amin Pemangkih, yang berlangsung di kawasan Pondok Pesantren Ibnul Amin Pemangkih, Kecamatan Labuan Amas Utara, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Minggu (07/06/2026).


Pengamanan dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan haul berjalan dengan aman, tertib, dan lancar mengingat ribuan jamaah dari berbagai daerah hadir untuk mengikuti kegiatan keagamaan tersebut.


Danramil 1002-08/Labuan Amas Utara Kapten Inf Rudi Hartono mengatakan bahwa kehadiran personel Koramil dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan TNI terhadap kegiatan keagamaan serta upaya membantu menciptakan situasi yang kondusif selama pelaksanaan haul.


"Kami menerjunkan personel untuk membantu pengamanan dan pengaturan arus jamaah agar kegiatan dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. 


Selain itu, kehadiran TNI juga sebagai wujud sinergi dengan aparat terkait serta panitia pelaksana dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada para jamaah," ujarnya.


Menurutnya, pengamanan dilakukan pada sejumlah titik strategis, mulai dari akses masuk dan keluar lokasi kegiatan, area parkir kendaraan, hingga jalur yang dilalui jamaah guna mengantisipasi terjadinya kemacetan maupun gangguan keamanan lainnya.


Sementara itu, panitia pelaksana mengapresiasi dukungan dan keterlibatan personel TNI yang turut membantu menjaga ketertiban selama berlangsungnya kegiatan haul.


Dengan adanya sinergi antara TNI, Polri, panitia, dan masyarakat, pelaksanaan Haul KH. Mahfuz Amin bin KH. Muhammad Ramli berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh khidmat hingga seluruh rangkaian acara selesai dilaksanakan.(pen1002hst)

Polres Mappi Resmi Gulirkan Bhayangkara Cup 2026, Wadah Pembinaan Atlet Muda dan Pererat Persatuan

 


Jayapura – Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Polres Mappi menggelar Turnamen Futsal Bhayangkara Cup 2026 yang secara resmi dibuka di Gelanggang Olahraga Kilometer 7 Kepi, Kabupaten Mappi, Sabtu (6/6/2026). 


Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam mendukung pembinaan generasi muda melalui bidang olahraga sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.


Pembukaan turnamen berlangsung meriah dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Mappi. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kapolres Mappi, Kompol Suparmin, S.IP., M.H., didampingi Wakil Bupati Mappi H. Sanusi, S.Sos., serta Dandim 1704/Mappi Letkol Inf. Bayu Adhi Nugroho, S.Sos.


Sebanyak 15 tim futsal dari berbagai wilayah di Kabupaten Mappi turut ambil bagian dalam kompetisi yang akan berlangsung mulai 6 hingga 27 Juni 2026. Turnamen ini diharapkan menjadi sarana positif bagi para pemuda untuk menyalurkan bakat, meningkatkan kemampuan olahraga, serta mengembangkan semangat kompetisi yang sehat.


Dalam sambutannya, Kapolres Mappi menyampaikan bahwa Bhayangkara Cup 2026 bukan sekadar ajang pertandingan olahraga, melainkan wadah untuk membangun kebersamaan, memperkuat persaudaraan, serta menanamkan nilai-nilai disiplin, sportivitas, dan kerja sama di kalangan generasi muda.


"Melalui turnamen ini, kami ingin memberikan ruang bagi para pemuda untuk berkompetisi secara sehat, menjunjung tinggi sportivitas, serta mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat. Semangat kebersamaan inilah yang menjadi salah satu nilai penting dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-80," ujar Kapolres.


Kapolres juga berharap kegiatan tersebut dapat menjadi wadah lahirnya atlet-atlet futsal berbakat yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Mappi pada berbagai kejuaraan, baik di tingkat regional maupun nasional.


Selain sebagai ajang kompetisi, Bhayangkara Cup 2026 diharapkan dapat memperkuat persatuan dan kebersamaan di tengah masyarakat serta menjadi sarana pembinaan generasi muda melalui kegiatan yang positif dan produktif.


Melalui penyelenggaraan turnamen ini, Polres Mappi kembali menunjukkan komitmennya sebagai institusi yang tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga aktif mendukung pengembangan potensi, kreativitas, dan prestasi generasi muda demi terwujudnya masyarakat yang sehat, berprestasi, dan berdaya saing.


Polres Boven Digoel Berikan Pelayanan dan Pendampingan kepada Warga Pengungsi Distrik Manggelum

 



Jayapura – Polres Boven Digoel memberikan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat Distrik Manggelum yang mengungsi akibat situasi keamanan di wilayah tersebut terkait adanya gangguan keamanan yang dilakukan oleh kelompok KKB di Distrik Manggelum, Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua Selatan, Sabtu (06/06).


Sebanyak 104 pengungsi yang terdiri dari orang dewasa dan anak-anak meninggalkan Distrik Manggelum menuju ibu kota Kabupaten Boven Digoel, Tanah Merah, untuk mencari tempat yang lebih aman. Mayoritas pengungsi merupakan perempuan dan anak-anak yang memilih mengungsi demi menghindari potensi gangguan keamanan serta menjaga keselamatan keluarga mereka.


Sebelum tiba di Tanah Merah, para pengungsi terlebih dahulu tiba di Distrik Kouh dan diterima oleh Kapolsek Kouh beserta personelnya. Di lokasi tersebut, para pengungsi mendapatkan bantuan serta pengamanan selama proses perjalanan menuju tempat tujuan.


Selanjutnya, para pengungsi diberangkatkan menuju Tanah Merah menggunakan lima unit longboat dan speedboat. Setibanya di Tanah Merah, mereka disambut oleh personel Polsek Mandobo dan Polres Boven Digoel, kemudian diangkut menggunakan kendaraan operasional, termasuk mobil truk, kendaraan patroli, kendaraan Samapta, dan ambulans menuju lokasi penampungan sementara di Joglo dan Pendopo Polres Boven Digoel.


Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak, Polres Boven Digoel melalui Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) melaksanakan pemeriksaan kesehatan terhadap seluruh pengungsi guna memastikan kondisi kesehatan mereka tetap terjaga setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang. Selain itu, para pengungsi juga menerima bantuan makanan dan minuman untuk memenuhi kebutuhan dasar selama berada di lokasi penampungan.


Tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan dan bantuan logistik, personel Polres Boven Digoel juga melaksanakan kegiatan trauma healing, khususnya bagi anak-anak dan warga yang mengalami dampak psikologis akibat situasi keamanan yang terjadi di kampung halaman mereka. 


Kegiatan tersebut bertujuan memberikan dukungan moral, membantu pemulihan kondisi psikologis, serta menciptakan rasa aman dan nyaman bagi para pengungsi selama berada di tempat penampungan sementara.


Petugas juga melakukan pendataan secara menyeluruh terhadap para pengungsi untuk mengetahui identitas, jumlah, kondisi kesehatan, serta berbagai kebutuhan yang diperlukan selama masa penampungan. Data tersebut menjadi dasar dalam penyaluran bantuan dan pelayanan lanjutan agar kebutuhan para pengungsi dapat terpenuhi secara optimal.


Kapolres Boven Digoel AKBP Wisnu Perdana Putra, S.H., S.I.K., M.M., CBA menegaskan bahwa Polri hadir untuk memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat yang terdampak situasi keamanan.


“Polri berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang terdampak situasi keamanan. Kami memastikan para pengungsi mendapatkan tempat yang aman, pelayanan kesehatan, bantuan logistik, serta pendampingan psikologis selama berada di Tanah Merah,” ujar Kapolres Boven Digoel.


Lebih lanjut, Kapolres menyampaikan bahwa Polres Boven Digoel akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, serta instansi terkait guna memastikan keamanan, keselamatan, dan kebutuhan dasar para pengungsi dapat terpenuhi dengan baik.


Melalui sinergi seluruh pihak, diharapkan situasi keamanan di Distrik Manggelum dapat segera kembali kondusif sehingga masyarakat dapat kembali ke kampung halaman dan menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman dan nyaman.