View AllNews

Nasional

Hukum

Latest News

02/06/26

Kapolres Pasuruan Kota Pimpin Upacara Kenaikan Pangkat Pengabdian, Ipda Hari Kurniawan Terima Penghargaan Jelang Purna Tugas

 



Kota Pasuruan – Kapolres Pasuruan Kota Polda Jawa Timur AKBP Titus Yudho Uly, S.I.K., M.Si., memimpin pelaksanaan Upacara Kenaikan Pangkat Pengabdian anggota Polri periode TMT 1 Juni 2026 yang dilaksanakan di Lapangan Wicaksana Laghawa Polres Pasuruan Kota, Senin (2/6/2026).


Kegiatan tersebut dihadiri oleh para Pejabat Utama Polres Pasuruan Kota, para Kapolsek jajaran, personel Polri, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Polres Pasuruan Kota.


Pada upacara tersebut, personel yang menerima kenaikan pangkat pengabdian adalah Ipda Hari Kurniawan yang memperoleh kenaikan pangkat dari Aiptu ke Ipda terhitung mulai tanggal 1 Juni 2026. 


Kenaikan pangkat tersebut diberikan sebagai bentuk penghargaan negara atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan selama bertugas sebagai anggota Polri. Diketahui, Ipda Hari Kurniawan akan memasuki masa purna tugas atau pensiun terhitung mulai tanggal 1 September 2026.


Dalam amanatnya, Kapolres Pasuruan Kota AKBP Titus Yudho Uly, S.I.K., M.Si., menyampaikan ucapan selamat atas penghargaan yang diterima oleh Ipda Hari Kurniawan menjelang masa purna tugasnya.


“Atas nama pimpinan dan keluarga besar Polres Pasuruan Kota, saya mengucapkan selamat kepada Ipda Hari Kurniawan atas anugerah yang diberikan oleh negara berupa kenaikan pangkat pengabdian sebelum memasuki masa pensiun. Ini merupakan penghargaan yang patut disyukuri karena tidak semua personel yang mengakhiri masa dinasnya mendapatkan kesempatan memperoleh pangkat pengabdian,” ujar Kapolres.


Kapolres menjelaskan bahwa kenaikan pangkat pengabdian diberikan melalui proses seleksi yang ketat dan hanya dapat diperoleh oleh anggota Polri yang selama masa pengabdiannya menunjukkan dedikasi, loyalitas, serta tidak pernah melakukan pelanggaran disiplin maupun kode etik profesi Polri.


Lebih lanjut, Kapolres berharap penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh personel Polres Pasuruan Kota untuk terus melaksanakan tugas dengan baik, menjaga integritas, serta menghindari segala bentuk pelanggaran.


“Saya berharap kepada seluruh anggota Polres Pasuruan Kota agar selalu melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan tidak melakukan pelanggaran disiplin maupun kode etik. Sehingga saat memasuki masa akhir pengabdian nanti, dapat memperoleh penghargaan yang sama dari negara,” tegasnya.


Kapolres juga mengajak seluruh personel menjadikan momentum kenaikan pangkat pengabdian tersebut sebagai teladan dan motivasi untuk meningkatkan semangat kerja serta pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.


“Kita ucapkan selamat kepada Ipda Hari Kurniawan. Semoga penghargaan ini menjadi inspirasi bagi seluruh anggota untuk terus memberikan pengabdian terbaik dan menjaga nama baik institusi Polri,” pungkasnya.


Seluruh rangkaian upacara berlangsung dengan khidmat, tertib, dan lancar. Kegiatan tersebut menjadi bentuk penghormatan institusi kepada personel yang telah menunjukkan dedikasi dan pengabdian tanpa cela selama menjalankan tugas sebagai anggota Polri.

Bhabinkamtibmas Desa Karanglo Lakukan Pengawasan Lahan Binaan Polri Dukung Ketahanan Pangan

 


Polresta Pasuruan – Sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional dan upaya mewujudkan swasembada pangan, Bhabinkamtibmas Desa Karanglo Polsek Grati Polres Pasuruan Kota Polda Jatim melaksanakan kegiatan pengawasan dan monitoring terhadap lahan pertanian milik kelompok tani (Poktan) binaan Polri di Desa Karanglo, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan. Selasa (2/6/2026).


Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari petunjuk dan arahan Karo SDM Polda Jawa Timur Kombes Pol Sih Harno, S.H., M.H., serta Kabagbinkar Ro SDM Polda Jatim AKBP Jazuli Dani Irianto, S.I.K., M.Tr.Opsla., selaku Ketua Satgas Ketahanan Pangan Polda Jatim.


Menindaklanjuti arahan tersebut, Kapolres Pasuruan Kota AKBP Titus Yudho Uly, S.I.K., M.Si., memerintahkan seluruh jajaran Bhabinkamtibmas untuk aktif melakukan pendampingan dan pengawasan terhadap lahan pertanian binaan Polri.


Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas Desa Karanglo melakukan pengecekan kondisi lahan, perkembangan tanaman, serta berdialog dengan para petani guna mengetahui kendala yang dihadapi selama proses budidaya. 


Selain itu, petani juga diberikan motivasi agar terus memanfaatkan lahan produktif secara maksimal guna meningkatkan hasil panen.


Kapolres Pasuruan Kota AKBP Titus Yudho Uly, S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa keterlibatan Polri dalam program ketahanan pangan merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program pemerintah dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional.


“Melalui peran aktif Bhabinkamtibmas di desa binaan, kami berharap program ketahanan pangan dapat berjalan optimal dan mampu meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat sehingga mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional,” ujarnya.


Dengan adanya kegiatan pengawasan dan pendampingan secara berkelanjutan, diharapkan terjalin sinergi yang kuat antara Polri, kelompok tani, dan masyarakat dalam mendukung program ketahanan pangan demi mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan kemandirian pangan Negara Republik Indonesia.


#astacita

#polrespasuruankota

#birosdmpoldajatim

#ketahananpanganpoldajatim

#polripresisi

#swasembadapangan

#swassembadajagung

#polisicintapetani

#astacitapresiden

Korban Ledakan Bom Peninggalan Perang Dunia II di Biak Bertambah Jadi Enam Orang, Polda Papua Kerahkan Tim Jibom Lakukan Sterilisasi

 



Jayapura – Jumlah korban meninggal dunia akibat ledakan bom peninggalan Perang Dunia II di kawasan Kompleks Perikanan, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, bertambah menjadi enam orang. Korban terbaru, Mina Puadi (51), meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di RSUD Biak pada Selasa (02/06/2026) dini hari.


Sebelumnya, lima orang dilaporkan meninggal dunia dalam peristiwa ledakan yang terjadi di kawasan perikanan tersebut. Selain menimbulkan korban jiwa, insiden itu juga menyebabkan sejumlah warga mengalami luka-luka. Hingga kini, tim gabungan masih melakukan pencarian terhadap tiga orang yang dilaporkan belum ditemukan.


Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., menyampaikan duka cita mendalam atas bertambahnya korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.


“Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga para korban. Polda Papua bersama seluruh unsur terkait saat ini terus berupaya melakukan pencarian terhadap korban yang masih belum ditemukan, sekaligus memastikan lokasi kejadian aman melalui proses sterilisasi yang dilakukan Tim Jibom Gegana Sat Brimob Polda Papua,” ucap Kabid Humas saat ditemui di Kota Jayapura, Selasa (02/06/2026).


Berdasarkan informasi yang dihimpun, Mina Puadi awalnya hanya terlihat mengalami luka pada bagian dahi akibat dampak ledakan yang terjadi di kawasan Kompleks Perikanan. 


Namun setelah menjalani observasi dan pemeriksaan medis secara intensif di RSUD Biak, tim dokter menemukan adanya patah tulang rusuk sebelah kiri serta pendarahan pada organ limpa yang memerlukan tindakan operasi segera.


Pada Senin (01/06/2026) sekitar pukul 15.00 WIT, korban menjalani operasi untuk menangani pendarahan internal tersebut. Setelah operasi selesai, kondisi korban sempat menunjukkan perkembangan yang stabil. Namun beberapa jam kemudian kondisi kesehatannya kembali menurun hingga harus mendapatkan perawatan intensif di ruang ICU dengan bantuan ventilator.


Setelah melalui serangkaian upaya medis, korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Selasa (02/06/2026) pukul 04.06 WIT.


Sebagai bagian dari langkah penanganan pasca ledakan, Polda Papua mengerahkan Tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana Sat Brimob Polda Papua untuk melakukan sterilisasi dan penyisiran di lokasi kejadian.


Tim yang dipimpin Wadanyon A Gegana Sat Brimob Polda Papua, AKP Sem Hanasbey tiba di Bandara Frans Kaisiepo Biak pada Senin (01/06) sore dan langsung melaksanakan koordinasi dengan Polres Biak Numfor serta unsur pengamanan lainnya.


Sterilisasi dilakukan guna memastikan tidak terdapat lagi material berbahaya atau sisa bahan peledak yang berpotensi mengancam keselamatan masyarakat maupun petugas di lapangan. Selain itu, penyisiran juga bertujuan mendukung proses pencarian korban yang hingga kini masih berlangsung.


Di sisi lain, Sidokkes Polres Biak Numfor juga terus memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat terdampak. Tim kesehatan melaksanakan pemeriksaan medis, konsultasi kesehatan, serta pemberian obat-obatan dan vitamin bagi warga di sekitar lokasi kejadian sebagai bentuk dukungan kemanusiaan pascabencana.


Kombes Pol Cahyo menegaskan bahwa Polda Papua akan terus mengoptimalkan koordinasi dan sinergi dengan seluruh instansi terkait hingga seluruh rangkaian penanganan pascaledakan selesai dilaksanakan.


“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mendekati lokasi kejadian maupun memindahkan benda-benda yang dicurigai sebagai sisa bahan peledak. Apabila menemukan benda mencurigakan, segera laporkan kepada aparat keamanan agar dapat ditangani sesuai prosedur. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan penanganan peristiwa ini,” tegasnya.


Saat ini, proses pencarian korban yang masih belum ditemukan, sterilisasi lokasi oleh Tim Jibom Gegana Sat Brimob Polda Papua, serta pengamanan kawasan terdampak terus dilakukan secara terpadu oleh TNI, Polri, Basarnas, Pemerintah Daerah, dan instansi terkait lainnya guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif.

Hari Pertama Ops Sikat Cartenz 2026, Jajaran Polda Papua Berhasil Ungkap Kasus Curas dan Curat


 

Jayapura – Memasuki hari pertama pelaksanaan Operasi Kepolisian Kewilayahan Sikat Cartenz 2026, jajaran Polda Papua melalui Polresta Jayapura Kota dan Polres Jayapura berhasil mengungkap sejumlah kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas) dan pencurian dengan pemberatan (curat) yang terjadi di wilayah hukum masing-masing.


Keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja cepat personel di lapangan dalam menindaklanjuti laporan masyarakat serta melaksanakan kegiatan penyelidikan dan pengembangan terhadap pelaku kejahatan yang meresahkan masyarakat.


Di wilayah hukum Polresta Jayapura Kota, Tim Resmob Numbay berhasil mengungkap kasus pencurian dengan pemberatan yang terjadi di kawasan Aspol Kloofkamp, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura. Dalam proses pengungkapan, petugas berhasil mengamankan para pelaku di wilayah Kota Jayapura dan membawa mereka ke Mapolresta Jayapura Kota untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.


Dari pengungkapan tersebut, petugas turut mengamankan barang bukti berupa satu jeriken berkapasitas lima liter yang berisi sekitar dua liter bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin serta satu buah baskom berwarna biru yang digunakan dalam aksi pencurian.


Sementara itu, di wilayah hukum Polres Jayapura, Tim URC/Subsatgas Pidum berhasil mengamankan seorang terduga pelaku kasus pencurian dengan kekerasan di Kompleks Kali Kering, Kampung Doyo Baru, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura.


Saat dilakukan penangkapan dan penggeledahan di sekitar lokasi persembunyian pelaku, petugas berhasil menemukan dan mengamankan sejumlah barang bukti hasil kejahatan, antara lain satu unit sepeda motor Honda Revo warna hitam, satu buah noken warna cokelat, satu unit speaker Bluetooth, kunci kendaraan milik korban, serta sejumlah barang lainnya yang berkaitan dengan tindak pidana tersebut.


Dirreskrimum Polda Papua selaku Ka Ops Sikat Cartenz 2026, Kombes Pol. Parasian Herman Gultom, S.I.K., M.Si., mengapresiasi kinerja personel di lapangan yang berhasil menunjukkan respons cepat dalam mengungkap tindak pidana pada awal pelaksanaan operasi.


"Kami memberikan apresiasi kepada jajaran Polresta Jayapura Kota dan Polres Jayapura yang telah bekerja secara profesional sehingga berhasil mengungkap kasus-kasus yang menjadi perhatian masyarakat. Keberhasilan ini menunjukkan komitmen Polri dalam memberikan rasa aman serta menekan angka kriminalitas, khususnya kejahatan 3C (Curat, Curas, dan Curanmor) di wilayah Papua," ujar Kombes Pol. Parasian Herman Gultom.


Lebih lanjut, Ka Ops Sikat Cartenz 2026 menegaskan bahwa operasi yang berlangsung selama 45 hari tersebut akan difokuskan pada penindakan terhadap berbagai bentuk kejahatan konvensional yang meresahkan masyarakat, khususnya tindak pidana 3C.


Polda Papua juga mengimbau masyarakat untuk terus berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan dengan segera melaporkan setiap aktivitas mencurigakan maupun tindak pidana yang terjadi kepada pihak kepolisian terdekat.


Operasi Sikat Cartenz 2026 sendiri resmi dilaksanakan mulai 1 Juni hingga 15 Juli 2026 dalam rangka menekan angka kriminalitas serta menciptakan stabilitas keamanan yang kondusif bagi masyarakat.


Patroli Malam Polres Tolikara Perkuat Rasa Aman Warga di Karubaga

 


Jayapura – Dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif, Regu Siaga II Polres Tolikara melaksanakan patroli malam di wilayah Distrik Karubaga, Kabupaten Tolikara, Senin (01/06).


Kegiatan patroli tersebut dipimpin oleh jajaran perwira Polres Tolikara dan melibatkan sekitar 20 personel. Patroli difokuskan di sejumlah titik yang menjadi pusat aktivitas masyarakat, salah satunya kawasan Jalan Ampera Atas.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasiwas Polres Tolikara IPDA Jhon Valentino Saroi, S.H., KBO Satresnarkoba IPDA Michael Apainabo, S.H., Kasat Reskrim IPDA I Gusti Ngurah Agung, S.H., M.H., KBO Sat Samapta IPDA Jedikia Yerisetouw, serta Kaurmintu Sat Intelkam IPDA Lesmani Makaba.


Sebelum pelaksanaan patroli, seluruh personel mengikuti apel kesiapan di Mako Polres Tolikara. Dalam arahannya, KBO Sat Samapta IPDA Jedikia Yerisetouw menekankan pentingnya kedisiplinan, kewaspadaan, serta pendekatan humanis dalam pelaksanaan tugas di lapangan.


“Patroli ini merupakan bagian dari upaya kami untuk memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman. Kehadiran polisi di tengah masyarakat bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga membangun komunikasi dan kedekatan dengan warga,” ujar IPDA Jedikia Yerisetouw.


Usai apel, personel bergerak menyusuri kawasan Jalan Ampera Atas dengan berjalan kaki sambil memantau aktivitas masyarakat dan kondisi lingkungan sekitar. Kehadiran anggota Polri di lapangan juga dimanfaatkan untuk berdialog dengan warga serta menyampaikan pesan-pesan kamtibmas.


Saat berada di kawasan Pertigaan Ampera Atas, personel melakukan pemantauan situasi dan siaga terbatas guna memastikan tidak terdapat potensi gangguan keamanan. Dari hasil pemantauan, aktivitas masyarakat terpantau berjalan normal dan tidak ditemukan adanya gangguan kamtibmas maupun potensi konflik sosial.


Setelah melakukan patroli di sejumlah titik, personel kembali ke Mako Polres Tolikara untuk melaksanakan apel konsolidasi dan evaluasi kegiatan. Seluruh rangkaian patroli berlangsung aman, tertib, dan lancar.


Berdasarkan hasil patroli, situasi kamtibmas di wilayah Distrik Karubaga terpantau dalam keadaan aman dan kondusif. Kehadiran personel Polres Tolikara juga mendapat respons positif dari masyarakat yang merasa lebih tenang dengan adanya patroli rutin pada malam hari.


IPDA Jedikia Yerisetouw menambahkan bahwa patroli malam akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai langkah preventif untuk mencegah terjadinya gangguan keamanan.


“Kami berharap masyarakat terus menjaga kebersamaan dan segera menyampaikan kepada pihak kepolisian apabila menemukan hal-hal yang berpotensi mengganggu keamanan lingkungan. Sinergi antara masyarakat dan Polri menjadi kunci utama dalam menciptakan situasi yang aman dan damai di Kabupaten Tolikara,” tutupnya.


Melalui kegiatan patroli rutin yang mengedepankan pendekatan humanis, Polres Tolikara berkomitmen untuk terus hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat demi terciptanya keamanan yang kondusif di wilayah Papua Pegunungan, khususnya Kabupaten Tolikara.


Kapolda Papua Tinjau Latihan Menembak Presisi 20 Meter, Tingkatkan Profesionalisme dan Kemampuan Personel

 


Jayapura – Polda Papua menggelar kegiatan Latihan Menembak Presisi Jarak 20 Meter di Lapangan Tembak Baradaksa Polda Papua, Senin (01/06). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kemampuan dan profesionalisme personel dalam penggunaan senjata api secara aman, tepat, dan terukur.


Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Kapolda Papua, Irjen Pol. Patrige R. Renwarin, S.I.K., M.Si., bersama Ka Ops Damai Cartenz, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., serta sejumlah Pejabat Utama Polda Papua, Kapolresta Jayapura Kota, Kapolres Jayapura, Kapolres Keerom, dan para peserta seleksi sertifikasi menembak presisi jarak 20 meter.


Latihan yang berlangsung sejak pagi hingga sore hari itu diawali dengan persiapan peralatan dan pembacaan aturan keselamatan menembak. Selanjutnya para peserta melaksanakan uji kemampuan menembak secara bergelombang sesuai kelompok yang telah ditentukan oleh panitia.


Selain menguji kemampuan akurasi tembakan pada jarak 20 meter, kegiatan tersebut juga menjadi sarana evaluasi keterampilan personel dalam menerapkan prosedur keamanan penggunaan senjata api. Para peserta dituntut mampu menjaga kestabilan posisi menembak, mengontrol pernapasan, serta mempertahankan konsentrasi guna memperoleh hasil tembakan yang maksimal.


Kapolda Papua menegaskan bahwa kemampuan menembak merupakan salah satu kompetensi dasar yang harus dimiliki setiap anggota Polri, khususnya dalam mendukung pelaksanaan tugas di lapangan.


“Latihan ini bukan hanya untuk mengukur ketepatan menembak, tetapi juga membangun disiplin, tanggung jawab, dan profesionalisme personel dalam penggunaan senjata api. Faktor keselamatan harus selalu menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan latihan maupun pelaksanaan tugas,” ujarnya.


Selain materi menembak presisi, peserta yang memenuhi persyaratan juga mengikuti tahapan lanjutan berupa praktik penguasaan dan penggunaan senjata api sebagai bagian dari proses sertifikasi kemampuan personel.


Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh personel semakin terampil, profesional, dan bertanggung jawab dalam menjalankan tugas kepolisian, khususnya yang berkaitan dengan penggunaan senjata api sesuai prosedur yang berlaku.


Tim Unit Reaksi Cepat Resmob Jatanras Ditreskrimum Polda Papua Ungkap Kasus Curas di Dok II, Dua Pelaku Ditangkap

 


Jayapura – Tim Unit Reaksi Cepat Resmob Jatanras Ditreskrimum Polda Papua yang tergabung dalam satgas gakkum Ops Sikat Cartenz 2026 berhasil mengungkap kasus pencurian dengan kekerasan (curas) yang terjadi di kawasan Pantai Dok II, wes di depan Kantor Gubernur Papua, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura.


Kasus tersebut bermula dari laporan seorang perempuan berinisial JL (29), warga Distrik Abepura, yang menjadi korban perampasan telepon genggam disertai kekerasan pada Jumat (29/05/2026) sekitar pukul 09.00 WIT.


Berdasarkan hasil penyelidikan, saat itu korban sedang duduk di kawasan Pantai Dok II sambil menikmati pemandangan. Tiba-tiba pelaku berinisial IRP (20) mendekati korban dan merampas telepon genggam yang sedang dipegangnya. Korban sempat berusaha mempertahankan barang miliknya, namun pelaku melakukan kekerasan dengan memukul kepala korban secara berulang kali sebelum akhirnya melarikan diri membawa telepon genggam tersebut.


Usai menerima laporan, Tim URC Resmob Jatanras Ditreskrimum Polda Papua langsung bergerak cepat melakukan olah tempat kejadian perkara, memeriksa saksi-saksi, serta melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku.


Dari hasil pengembangan, diketahui pelaku berusaha melarikan diri ke arah perairan laut. Berkat koordinasi dan kerja sama yang baik dengan personel Ditpolairud Polda Papua, pelaku berhasil diamankan kurang dari 1 x 24 jam bersama barang bukti berupa satu unit iPhone 15 warna putih milik korban.


Selain itu berdasarkan keterangan dari Pelaku utama IRP, Tim URC melakukan pengembangan dan penangkapan terhadap Tersangka kedua AW di mess perusahaan Bintang mas yang beralamat di Jl. Sulawesi Gapura Imba Dok IX, Distrik Jayapura Utara


Dari hasil pemeriksaan, AW diketahui berperan sebagai joki atau pengendara kendaraan yang membantu pelaku utama melarikan diri setelah melakukan aksi kejahatan. Bahkan, pelaku AW mengakui pernah terlibat dalam tiga kasus pencurian dengan kekerasan lainnya yang terjadi sepanjang bulan Mei 2026 di wilayah Kota Jayapura.


Saat ini kedua pelaku telah diamankan di Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Papua untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Selain itu, diketahui bahwa pelaku utama IRP merupakan residivis kasus pengeroyokan.


Dirreskrimum Polda Papua selaku Ka Ops Sikat Cartenz-2026, Kombes Pol. Parasian Herman Gultom, S.I.K., M.Si., menyampaikan apresiasi atas kerja cepat personel di lapangan yang berhasil mengungkap kasus tersebut dalam waktu singkat.


“Keberhasilan pengungkapan ini merupakan bukti keseriusan Polda Papua dalam memberantas berbagai bentuk kejahatan jalanan yang meresahkan masyarakat. Tidak ada ruang bagi pelaku kriminalitas, khususnya pelaku tindak pidana 3C. Melalui Operasi Sikat Cartenz-2026, kami akan terus melakukan tindakan tegas dan terukur guna menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” tegasnya.


Ia menambahkan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi dan kerja sama yang baik antar satuan fungsi di lingkungan Polda Papua, khususnya Tim Jatanras dan Ditpolairud Polda Papua yang bergerak cepat melakukan pengejaran hingga pelaku berhasil diamankan bersama barang bukti.


Kombes Pol. Parasian Herman Gultom juga mengajak masyarakat untuk terus berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan dengan segera melaporkan setiap tindak pidana yang terjadi.


“Partisipasi masyarakat sangat penting dalam menjaga keamanan. Jangan ragu untuk melapor apabila mengetahui atau menjadi korban tindak kejahatan. Setiap laporan akan kami tindak lanjuti secara profesional dan cepat,” ujarnya.


Keberhasilan pengungkapan kasus ini menjadi salah satu hasil awal pelaksanaan Operasi Sikat Cartenz-2026 yang berlangsung mulai 1 Juni hingga 15 Juli 2026. Operasi tersebut difokuskan pada penindakan berbagai bentuk kejahatan konvensional, khususnya tindak pidana 3C (Curat, Curas, dan Curanmor), guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat Papua.


01/06/26

Peringatan Hari Lahir Pancasila, Ondofolo Richard Ohee: Pancasila Pemersatu Suku, Agama, Dan Ras Di Tanah Papua

  


Jayapura – Peringatan Hari Lahir Pancasila yang diperingati setiap tanggal 1 Juni menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. 


Di Tanah Papua, nilai-nilai Pancasila dinilai tetap relevan sebagai fondasi dalam menjaga keharmonisan antar suku, agama, ras, dan golongan.


Ondofolo Sentani, Richard Ohee, menegaskan bahwa Pancasila merupakan perekat yang menyatukan seluruh elemen masyarakat Papua yang hidup dalam keberagaman budaya dan latar belakang. 


Menurutnya, masyarakat Papua telah lama mempraktikkan nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan toleransi yang sejalan dengan semangat Pancasila.


Richard Ohee mengatakan bahwa Pancasila bukan sekadar dasar negara, melainkan pedoman hidup yang mampu menjaga persaudaraan di tengah perbedaan. Ia menilai keberagaman yang ada di Papua merupakan kekuatan yang harus terus dirawat demi mewujudkan kehidupan yang damai dan harmonis.


“Pancasila adalah pemersatu seluruh suku, agama, dan ras di Tanah Papua. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya mengajarkan kita untuk saling menghormati, hidup berdampingan, serta menjaga persaudaraan sebagai sesama anak bangsa,” ujarnya.


Ia juga mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda Papua, untuk terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, tantangan zaman yang semakin kompleks membutuhkan semangat persatuan yang kuat agar masyarakat tidak mudah terpecah oleh perbedaan pandangan maupun kepentingan tertentu.


Lebih lanjut, Richard Ohee menekankan bahwa pembangunan Papua akan berjalan dengan baik apabila seluruh elemen masyarakat mampu menjaga persatuan dan menjadikan Pancasila sebagai pedoman dalam bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.


Menurutnya, semangat persatuan yang diwariskan para pendiri bangsa harus terus dijaga dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.


Dengan menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, masyarakat Papua dapat terus hidup rukun dalam keberagaman serta bersama-sama mendukung pembangunan yang membawa manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.


Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini menjadi pengingat bahwa keberagaman merupakan kekayaan bangsa yang harus dirawat dan dijaga bersama. 


Di Tanah Papua, semangat persatuan yang berlandaskan Pancasila diharapkan terus menjadi kekuatan dalam mewujudkan keamanan, kedamaian, dan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.