View AllNews

Nasional

Hukum

Latest News

29/10/26

Pemuda Keerom Deklarasikan Komitmen Jaga Papua Tetap Damai


Jayapura – Sejumlah pemuda di Kabupaten Keerom menyatakan komitmen untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif melalui deklarasi pemuda untuk Papua damai.


Deklarasi tersebut menjadi bentuk kepedulian generasi muda terhadap pentingnya menjaga persatuan, memperkuat toleransi, serta mencegah berbagai potensi konflik yang dapat mengganggu stabilitas keamanan di Papua.


Peran pemuda dinilai penting dalam menciptakan lingkungan yang damai melalui sikap saling menghormati, menjaga kebersamaan, dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.


Melalui deklarasi tersebut, pemuda di Keerom diharapkan dapat menjadi pelopor perdamaian di lingkungan masing-masing serta mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keharmonisan dan persatuan.


Selain itu, generasi muda diharapkan mampu berkontribusi secara positif dalam menangkal provokasi dan menyelesaikan perbedaan secara bijaksana tanpa menimbulkan konflik di tengah masyarakat.


Komitmen menjaga Papua tetap damai membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan aparat keamanan.


Deklarasi ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat semangat persaudaraan dan meningkatkan partisipasi pemuda dalam menjaga keamanan serta mewujudkan Papua yang aman, damai, dan harmonis.

Wakapolda Papua Buka Pembinaan Pencegahan Radikalisme, Tekankan Toleransi dan Penguatan Ideologi Pancasila


Jayapura – Wakapolda Papua, Brigjen Pol. Muhajir, S.I.K., M.H., membuka kegiatan Pembinaan Penanggulangan dan Pencegahan Radikalisme serta Intoleransi bagi Pegawai Negeri pada Polri di lingkungan Polda Papua Tahun Anggaran 2026, yang berlangsung di Ballroom Lantai 10 Hotel Mercure Jayapura, Kota Jayapura, Kamis (29/10/2026).


Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kewaspadaan personel Polri terhadap bahaya radikalisme dan intoleransi, sekaligus memperkuat komitmen dalam menjaga ideologi Pancasila, persatuan bangsa, serta kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Papua.


Kegiatan ini dihadiri Irwasda Polda Papua, Kombes Pol. Jannus Parlindungan Siregar, S.I.K., M.H., para pejabat utama Polda Papua, pejabat fungsi SDM dan Binmas dari Polresta Jayapura Kota, Polres Jayapura, dan Polres Keerom, serta perwakilan Bhabinkamtibmas.


Sedangkan untuk Pembinaan menghadirkan tiga narasumber, yakni Sekretaris FKUB Provinsi Papua Drs. T.H. Pasaribu, M.Si., Kepala Bidang Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa Kesbangpol Provinsi Papua, Pembina Tk. I Octavianus Djaja Sanda, S.H., M.H., serta Kasatgaswil Papua Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Pol. Kurnia Hadi, S.H., S.I.K., M.H., MPP.


Dalam sambutannya, Wakapolda Papua mengapresiasi panitia dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut. 


Wakapolda menegaskan bahwa perkembangan teknologi informasi dan keterbukaan ruang digital perlu diimbangi dengan kewaspadaan terhadap penyebaran paham yang bertentangan dengan Pancasila dan nilai-nilai kebinekaan.


“Setiap personel Polri harus memiliki pemahaman yang baik agar tidak mudah terpengaruh oleh propaganda, berita bohong, ujaran kebencian, maupun ajakan yang mengarah pada radikalisme dan kekerasan,” tegas Wakapolda.


Menurutnya, perbedaan pandangan, keyakinan, dan pendapat merupakan bagian dari kehidupan masyarakat yang demokratis. 


Namun, perbedaan tersebut tidak boleh dijadikan alasan untuk membenarkan kebencian, diskriminasi, pemaksaan kehendak, ataupun tindakan kekerasan yang dapat mengancam persatuan bangsa.


Brigjen Muhajir juga menekankan pentingnya menjaga toleransi dan kerukunan, khususnya di Tanah Papua yang memiliki keberagaman suku, agama, adat istiadat, bahasa, dan latar belakang sosial. 


Keberagaman tersebut harus dipelihara sebagai kekayaan bersama, bukan dimanfaatkan untuk memunculkan permusuhan maupun konflik di tengah masyarakat.


“Toleransi berarti kita mampu menghormati perbedaan, memberikan ruang bagi setiap orang untuk menjalankan keyakinannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku, serta tidak memaksakan kehendak kepada orang lain,” katanya.


Lebih lanjut, Wakapolda Papua mengingatkan seluruh personel agar menjadikan nilai-nilai Pancasila, Tribrata, Catur Prasetya, dan Panca Prasetya Korpri sebagai pedoman dalam berpikir, bersikap, dan bertindak, baik ketika menjalankan tugas maupun dalam kehidupan sehari-hari.


Ia juga meminta personel menjaga netralitas, profesionalisme, dan integritas serta meningkatkan kewaspadaan terhadap informasi yang belum terverifikasi. U


paya pencegahan radikalisme dan intoleransi, lanjutnya, harus dilaksanakan secara proporsional, profesional, dan berdasarkan hukum, dengan mengedepankan fakta serta indikator perilaku yang relevan tanpa memberikan stigma atau diskriminasi berdasarkan agama, suku, maupun perbedaan pandangan.


Dalam kesempatan tersebut, Wakapolda turut menekankan pentingnya sinergi Polri dengan tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, lembaga pendidikan, dan pemerintah daerah untuk mencegah potensi konflik sejak dini.


Secara khusus, ia meminta personel fungsi Binmas dan Bhabinkamtibmas untuk terus meningkatkan kegiatan sambang, pembinaan, penyuluhan, serta komunikasi dengan masyarakat agar kehadiran Polri dapat memberikan rasa aman dan menjadi solusi bagi berbagai persoalan di lingkungan masyarakat.


“Dengarkan aspirasi masyarakat, bangun komunikasi yang terbuka, serta dorong penyelesaian permasalahan secara damai sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar,” pesannya.


Melalui kegiatan ini, Polda Papua berharap seluruh personel semakin memahami langkah-langkah pencegahan radikalisme dan intoleransi serta mampu menerapkan nilai toleransi, kebinekaan, dan semangat kebangsaan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.


Dengan penguatan pemahaman dan kerja sama lintas elemen, personel Polri diharapkan dapat menjadi teladan dalam menjaga persatuan, menghormati perbedaan, serta memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat di Tanah Papua.

Polda Papua Hadir Melalui Program Poliran, Dengarkan Aspirasi Pekerja TKBM Jayapura


Jayapura – Polda Papua melalui Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) menggelar kegiatan Quick Wins Polisi Bersama Masyarakat melalui program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran) untuk mendengarkan aspirasi dan memahami kebutuhan masyarakat, khususnya pekerja Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM), di Aula FKPM TKBM, Kota Jayapura, Kamis (29/10/2026).


Kegiatan tersebut dihadiri Kapolsek Kp3 Laut, AKP H. Abdul Kadir, S.Sos., personel Ditbinmas Polda Papua, serta masyarakat TKBM. 


Pertemuan ini menjadi wadah komunikasi antara kepolisian dan masyarakat untuk membahas berbagai persoalan sosial, termasuk kendala yang dihadapi pekerja dalam memperoleh pekerjaan tetap.


Program Poliran merupakan bagian dari upaya Polri untuk membangun kedekatan dengan masyarakat melalui pendekatan yang humanis dan dialogis. 


Melalui kegiatan tersebut, kepolisian berupaya memberikan motivasi, arahan, serta informasi yang dapat membantu masyarakat mengenali peluang kerja sesuai dengan kemampuan dan keterampilan masing-masing.


Kapolsek Kp3 Laut dalam arahannya mengajak masyarakat, khususnya pekerja TKBM, untuk memanfaatkan kegiatan tersebut sebagai ruang menyampaikan aspirasi dan mencari solusi bersama atas persoalan yang dihadapi.


Ia juga mengingatkan masyarakat agar memanfaatkan layanan Call Center Polri 110 yang dapat dihubungi secara gratis untuk melaporkan kejadian maupun meminta bantuan kepolisian. 


Laporan yang diterima akan diteruskan kepada satuan terkait untuk ditindaklanjuti sesuai kebutuhan di lapangan.


Selain itu, pihaknya berencana melakukan pendataan terhadap pekerja TKBM yang belum memiliki pekerjaan tetap guna mengetahui kondisi dan kebutuhan mereka. 


Pendataan tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan langkah pendampingan yang sesuai dengan permasalahan masyarakat.


Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., menyampaikan bahwa program Poliran menjadi salah satu upaya Polri untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat sekaligus memahami persoalan sosial yang berkembang di lingkungan warga.


“Melalui program Polisi Peduli Pengangguran, kami ingin membuka ruang komunikasi yang lebih luas antara Polri dan masyarakat,” katanya. 


“Aspirasi serta kendala yang disampaikan warga menjadi masukan penting bagi kami untuk memahami kebutuhan masyarakat dan mendorong upaya penyelesaian yang dapat dilakukan sesuai tugas dan kewenangan,” imbuhnya.


Kombes Cahyo menambahkan, keterlibatan aktif masyarakat sangat diperlukan agar komunikasi dan kerja sama dengan kepolisian dapat berjalan secara berkelanjutan. 


Masyarakat diharapkan tidak ragu menyampaikan keluhan, masukan, maupun informasi yang berkaitan dengan situasi keamanan dan persoalan sosial di lingkungannya.


Melalui program Poliran, Polda Papua berharap hubungan kemitraan dengan masyarakat semakin erat, sekaligus mendorong terciptanya komunikasi terbuka dalam menyerap aspirasi dan memahami kebutuhan warga, khususnya pekerja TKBM di Kota Jayapura.

Polisi Menyapa, Polda Papua Edukasi Masyarakat tentang Keselamatan Berlalu Lintas


Jayapura – Kepolisian Daerah Papua mengedukasi masyarakat tentang pentingnya keselamatan dan ketertiban berlalu lintas melalui dialog interaktif program Polisi Menyapa di Stasiun LPP RRI Jayapura, Kota Jayapura, Kamis (29/10/2026). 


Kegiatan ini menjadi sarana penyampaian informasi mengenai Operasi Patuh Cartenz 2026 sekaligus wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi terkait kondisi lalu lintas di wilayah Papua.


Dialog tersebut menghadirkan Ps. Kasubdit Kamseltibcarlantas Ditlantas Polda Papua, AKP Novilus Yoku dan Kepala Bidang Perhubungan Darat Dinas Perhubungan Provinsi Papua Rein Y. Sahetapy, S.SiT., M.M. 


Keduanya membahas upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan lalu lintas serta pentingnya kolaborasi lintas instansi untuk mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.


Dalam dialog tersebut, AKP Novilus menjelaskan bahwa Operasi Patuh Cartenz 2026 dilaksanakan selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026. 


Polda Papua melibatkan 347 personel, yang terdiri atas 47 personel Polda Papua dan 300 personel dari satuan wilayah.


“Operasi Patuh Cartenz 2026 tidak hanya mengedepankan penegakan hukum, tetapi juga edukasi, sosialisasi, dan upaya pencegahan. Kami berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya mematuhi peraturan lalu lintas untuk menekan angka kecelakaan serta mengurangi tingkat fatalitas korban,” ucap AKP Novilus Yoku.


AKP Novilus menyampaikan bahwa pelanggaran yang menjadi perhatian dalam operasi tersebut antara lain tidak menggunakan helm, berkendara di bawah pengaruh alkohol, melawan arus, membawa penumpang melebihi ketentuan, serta tidak menggunakan sabuk pengaman. 


Operasi ini menyasar seluruh pengguna jalan, baik pengendara sepeda motor, mobil pribadi, kendaraan angkutan umum maupun kendaraan berat.


Selain membahas pelaksanaan operasi, dialog interaktif tersebut juga menampung berbagai aspirasi masyarakat, seperti minimnya penerangan di sejumlah ruas jalan alternatif di Kabupaten Jayapura, penggunaan knalpot yang bising, pemanfaatan trotoar untuk berjualan, serta antrean kendaraan berat di SPBU kawasan Hamadi yang berdampak terhadap kelancaran arus lalu lintas.


Menanggapi masukan tersebut, AKP Novilus Yoku menegaskan bahwa kepolisian akan memperhatikan kondisi dan kebutuhan masyarakat dalam pelaksanaan patroli serta pengaturan lalu lintas. 


Ia juga menekankan pentingnya koordinasi dengan instansi terkait untuk menangani persoalan yang berpotensi mengganggu keselamatan pengguna jalan.


Sementara itu, Rein Y. Sahetapy menjelaskan bahwa Dinas Perhubungan Provinsi Papua terus melakukan survei terhadap sejumlah lokasi yang membutuhkan fasilitas keselamatan jalan, termasuk penerangan dan perlengkapan jalan lainnya. 


Sejak April 2026, survei telah dilakukan di beberapa lokasi, dengan rencana pengadaan fasilitas yang mencakup Kabupaten Jayapura atau Sentani, Biak, Kepulauan Yapen, dan Kota Jayapura, sesuai kebutuhan, perencanaan, serta kewenangan masing-masing instansi.


“Keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, diperlukan koordinasi antara kepolisian, Dinas Perhubungan, instansi terkait, dan masyarakat untuk meningkatkan fasilitas keselamatan jalan sekaligus membangun budaya tertib berlalu lintas,” ungkap Rein.


Melalui program Polisi Menyapa, Polda Papua mengajak masyarakat berperan aktif menjaga ketertiban di jalan raya, mematuhi rambu lalu lintas, memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan, serta menjaga fasilitas umum yang mendukung keselamatan pengguna jalan.


Polda Papua mengimbau seluruh masyarakat agar selalu menggunakan perlengkapan keselamatan, tidak berkendara di bawah pengaruh alkohol, dan menghindari perilaku yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain. 


Kesadaran untuk tertib berlalu lintas diharapkan tidak hanya tumbuh selama Operasi Patuh Cartenz 2026 berlangsung, tetapi menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari demi mewujudkan lalu lintas yang aman dan berkeselamatan.

Polda Papua Tegakkan Disiplin Berlalu Lintas bagi Personel pada Hari Keempat Operasi Patuh Cartenz 2026


Jayapura – Polda Papua melaksanakan Operasi Penegakan Ketertiban dan Disiplin (Gaktiblin) terhadap personel Polri dalam rangka Operasi Patuh Cartenz 2026 di depan Mako Polda Papua, Kota Jayapura, Kamis (29/10/2026). 


Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kedisiplinan anggota sekaligus memastikan personel Polri menjadi teladan dalam mematuhi peraturan lalu lintas.


Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kasi SIM Ditlantas Polda Papua, Kompol La Liwuto, S.Sos. dan diikuti personel Ditlantas bersama Bidpropam Polda Papua yang melakukan pemeriksaan terhadap kelengkapan administrasi dan perlengkapan keselamatan berkendara milik anggota.


Pemeriksaan meliputi kelengkapan surat izin mengemudi (SIM), surat tanda nomor kendaraan (STNK), kartu tanda anggota (KTA), serta penggunaan helm dan kaca spion sesuai ketentuan yang berlaku. 


Langkah ini dilakukan untuk memastikan setiap personel mematuhi aturan lalu lintas, baik saat menjalankan tugas maupun dalam aktivitas sehari-hari.


Dalam arahannya, Kompol La Liwuto menegaskan bahwa pelaksanaan Operasi Patuh Cartenz 2026 harus diimbangi dengan kedisiplinan dari internal Polri sebelum memberikan edukasi kepada masyarakat.


“Sebagai anggota Polri, kita harus memberikan contoh yang baik kepada masyarakat dalam berlalu lintas. Pastikan kelengkapan surat-surat kendaraan terpenuhi dan gunakan perlengkapan keselamatan sesuai aturan. Jangan sampai kita mengimbau masyarakat untuk tertib, tetapi justru kita sendiri tidak mematuhi ketentuan yang berlaku,” tegasnya.


Sementara itu, Direktur Lalu Lintas Polda Papua, Kombes Pol. Rahman Wijaya, S.I.K., S.H., M.H., menegaskan bahwa penegakan disiplin berlalu lintas harus dimulai dari internal Polri agar setiap anggota mampu menjadi teladan bagi masyarakat.


“Setiap anggota Polri harus menunjukkan kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas dan mengutamakan keselamatan saat berkendara,” katanya. 


“Melalui Operasi Patuh Cartenz 2026, kami ingin memastikan bahwa kedisiplinan tidak hanya disampaikan kepada masyarakat, tetapi juga diterapkan secara konsisten oleh seluruh personel Polri,” imbuhnya.


Berdasarkan hasil pelaksanaan Ops Gaktiblin pada hari keempat, petugas memberikan 14 blangko teguran kepada personel, dengan rincian 13 teguran untuk pengendara kendaraan roda dua (R2) dan satu teguran untuk pengendara kendaraan roda empat (R4). 


Hasil tersebut menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kepatuhan personel terhadap peraturan lalu lintas.


Polda Papua menegaskan bahwa setiap pelanggaran yang ditemukan akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku. Pengawasan internal melalui Bidpropam juga menjadi bagian dari upaya menjaga profesionalisme dan kedisiplinan anggota dalam mendukung pelaksanaan tugas kepolisian.


Melalui Operasi Patuh Cartenz 2026, Polda Papua terus mendorong terwujudnya budaya tertib berlalu lintas yang dimulai dari internal Polri, sehingga anggota dapat menjadi teladan dalam mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah Papua.

Sat Lantas Polres Supiori Edukasi Pelajar tentang Keselamatan Berlalu Lintas


Jayapura – Sat Lantas Polres Supiori melaksanakan sosialisasi Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas) kepada para siswa SMP Negeri 4 Mansoben, Kabupaten Supiori, Rabu (28/10/2026).


Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Operasi Patuh Cartenz 2026 dengan mengusung semangat “Polisi Bersama Masyarakat Mewujudkan Lalu Lintas yang Tertib, Aman dan Berkeselamatan.” Sosialisasi tersebut bertujuan menanamkan kesadaran tertib berlalu lintas sejak dini, khususnya di kalangan pelajar.


Dalam kegiatan itu, personel Sat Lantas Polres Supiori memberikan edukasi mengenai pentingnya mematuhi peraturan lalu lintas, memahami keselamatan saat berada di jalan raya, serta menghindari perilaku yang dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.


Kapolres Supiori Kompol Frits J. Erari, S.E., M.M., melalui Kasat Lantas Ipda Andreas Rumaikeuw menyampaikan bahwa edukasi kepada pelajar merupakan langkah penting untuk membangun budaya tertib berlalu lintas sejak usia dini.


“Melalui kegiatan sosialisasi ini, kami berharap para siswa dapat memahami pentingnya keselamatan dalam berlalu lintas, mematuhi setiap aturan yang berlaku, serta menghindari perilaku yang dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” ujar Ipda Andreas Rumaikeuw.


Ia juga mengajak para pelajar untuk menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat. Menurutnya, kesadaran untuk tertib di jalan perlu dimulai dari diri sendiri dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.


“Keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab kita bersama. Kami mengajak seluruh pelajar untuk selalu tertib, disiplin, dan mengutamakan keselamatan saat berada di jalan raya,” tambahnya.


Melalui kegiatan ini, Sat Lantas Polres Supiori berharap para siswa tidak hanya memahami aturan lalu lintas, tetapi juga mampu menerapkan perilaku aman dalam aktivitas sehari-hari serta mengingatkan orang-orang di sekitarnya untuk selalu mengutamakan keselamatan.

Bangun Komunikasi dengan Masyarakat, Kapolres Biak Numfor Temui Komunitas Taksi


Jayapura – Membangun komunikasi yang terbuka dengan masyarakat menjadi salah satu upaya Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). 


Hal tersebut dilakukan Kapolres Biak Numfor AKBP Arjuna Wijaya, S.I.K., melalui kegiatan tatap muka dan dialog santai bersama komunitas taksi di Terminal Pasar Inpres, Jalan Erlangga, Kelurahan Waupnor, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Rabu (28/10/2026).


Dalam kegiatan tersebut, Kapolres didampingi sejumlah pejabat utama Polres Biak Numfor. Suasana berlangsung santai dan penuh keakraban, memberikan kesempatan kepada para sopir taksi untuk menyampaikan aspirasi, keluhan, serta masukan terkait situasi keamanan dan ketertiban maupun kondisi lalu lintas di wilayah Biak Numfor.


Kapolres Biak Numfor AKBP Arjuna Wijaya mengatakan bahwa komunitas taksi merupakan mitra penting kepolisian karena aktivitas mereka sehari-hari bersentuhan langsung dengan berbagai lapisan masyarakat dan kondisi di jalan.


“Kami sengaja datang untuk ngobrol santai sekaligus mendengarkan langsung apa yang menjadi keluhan dan masukan dari rekan-rekan komunitas taksi. Bapak-bapak setiap hari beraktivitas di jalan, sehingga tentu memiliki pengalaman dan informasi mengenai situasi di lapangan yang dapat menjadi masukan bagi kami,” ujar Kapolres.


Dalam kesempatan tersebut, Kapolres juga mengingatkan para sopir taksi agar selalu mengutamakan keselamatan saat berkendara, memastikan kelengkapan surat-surat kendaraan, serta mematuhi peraturan lalu lintas. Ia berharap para pengemudi dapat menjadi contoh dalam mewujudkan budaya tertib berlalu lintas di Kabupaten Biak Numfor.


Selain itu, Kapolres mengajak komunitas taksi untuk turut berperan dalam menjaga lingkungan tetap aman dengan menyampaikan informasi kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya potensi gangguan kamtibmas, peredaran narkoba, maupun tindak kejahatan lainnya.


Partisipasi masyarakat, menurutnya, sangat berarti dalam membantu kepolisian mendeteksi potensi gangguan keamanan sejak dini dan menentukan langkah penanganan yang tepat.


Perwakilan komunitas taksi Biak menyambut baik kegiatan tersebut dan menyampaikan apresiasi atas perhatian Kapolres yang hadir secara langsung untuk mendengarkan aspirasi para pengemudi. Dialog seperti ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat serta membuka ruang komunikasi yang lebih baik.


Melalui pertemuan tersebut, Polres Biak Numfor berharap hubungan kemitraan dengan komunitas taksi terus terjaga, sehingga masyarakat dapat bersama-sama menciptakan situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif.


Anev Minggu Pertama Ops Sikat Cartenz II-2026, Polda Papua Dorong Peningkatan Pengungkapan Kasus


Jayapura – Polda Papua melaksanakan analisis dan evaluasi (Anev) minggu pertama Operasi Sikat Cartenz II-2026 di Aula Command Center Polda Papua, Rabu (28/10/2026). 


Kegiatan ini bertujuan mengevaluasi capaian operasi sekaligus mengoptimalkan upaya pengungkapan tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) atau 3C.


Anev dipimpin oleh Karo Ops Polda Papua selaku Karendalops Operasi Sikat Cartenz II-2026, Kombes Pol. Sih Harno, S.H., M.H., serta dihadiri Wadirreskrimum selaku Wakaops, AKBP Wahyu Basuki, S.I.K., Kasetops AKBP Mughoni, S.I.K., Kapusdalops Bahar Tushiba, S.H., serta para Kasatgas dan Kasubsatgas operasi.


Dalam arahannya, Kombes Pol. Sih Harno menekankan pentingnya peningkatan kinerja seluruh personel agar pelaksanaan operasi menghasilkan capaian yang nyata, terukur, dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.


“Seluruh personel harus menjadikan hasil minggu pertama sebagai bahan evaluasi. Tingkatkan kegiatan di lapangan, optimalkan pengungkapan kasus yang menjadi sasaran operasi, serta pastikan masyarakat merasakan dampak positif melalui situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” tegasnya.


Berdasarkan paparan Kasetops, dari total target operasi (TO) yang ditetapkan, telah berhasil diungkap, dengan persentase capaian sebesar 30,8 persen. Capaian tersebut terdiri atas Polda Papua dan 6 daerah operasi.


Selain mengevaluasi pengungkapan target operasi, kegiatan juga membahas kelengkapan pelaporan melalui aplikasi Early Warning System (EWS). 


Seluruh Satgas dan Subsatgas diminta memastikan rencana serta hasil kegiatan, mulai dari upaya preemtif, preventif, penegakan hukum, hingga publikasi dan dokumentasi operasi, tercatat secara tertib dan akurat.


Sementara itu, Kapusdalops Operasi Sikat Cartenz II-2026, Bahar Tushiba, S.H., menekankan pentingnya peningkatan penyelesaian perkara dan konsistensi pelaporan.


Jajaran diminta mengoptimalkan penanganan perkara serta memperbarui data sesuai perkembangan yang sebenarnya, dengan target penyelesaian perkara sebesar 45 persen pada akhir 2026.


Melalui evaluasi ini, Polda Papua mendorong seluruh jajaran untuk memperkuat koordinasi, meningkatkan pengawasan, dan mengoptimalkan pelaksanaan tugas agar Operasi Sikat Cartenz II-2026 memberikan hasil yang maksimal dalam menekan tindak kriminalitas.


Polda Papua berkomitmen melaksanakan penegakan hukum secara profesional serta meningkatkan kehadiran Polri di tengah masyarakat guna mewujudkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman dan kondusif di wilayah Papua.