View AllNews

Nasional

Hukum

Latest News

18/03/26

H-3 Lebaran, Satgas Operasi Ketupat Cartenz Polda Papua Perketat Pengamanan di Pusat Keramaian dan Tempat Ibadah


Jayapura – Menjelang H-3 Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Kepolisian Daerah Papua melalui Satuan Tugas (Satgas) Operasi Ketupat Cartenz-2026 semakin mengintensifkan kegiatan patroli keamanan dan kelancaran lalu lintas di sejumlah titik vital wilayah Jayapura dan sekitarnya, Rabu (18/03/2026).


Langkah ini diambil guna mengantisipasi lonjakan aktivitas masyarakat serta memastikan situasi Kamtibmas tetap kondusif. Patroli dilakukan oleh personel gabungan Unit Kecil Lengkap (UKL) 3 yang terdiri dari berbagai subsatgas teknis.


Kasubsatgas Rekayasa Lantas, Novilus Yoku, S.Sos., menyatakan bahwa intensitas kehadiran Polri di tengah masyarakat ditingkatkan secara signifikan, terutama di lokasi-lokasi yang menjadi pusat keramaian yang menjadi titik kumpul masyarakat.


"Sore hari ini, kami dari tim gabungan UKL 3 mulai memperketat patroli menjelang H-3 Lebaran. Kami mendatangi langsung tempat-tempat keramaian seperti terminal, mal-mal, hingga tempat hiburan untuk memastikan situasi keamanan tetap terjaga," ujar Novilus Yoku.


Selain pusat keramaian, pengamanan ketat juga dilakukan di tempat-tempat ibadah. Hal ini bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi umat Muslim yang sedang menjalankan rangkaian ibadah menjelang hari raya.


"Kami juga memberikan perhatian khusus pada pengamanan tempat ibadah. Personel dikerahkan agar saudara-saudara kita umat Muslim dapat melaksanakan ibadah dengan tenang dan khusyuk," tambahnya.


Polda Papua berharap dengan adanya peningkatan patroli ini, seluruh rangkaian kegiatan masyarakat menjelang lebaran dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Masyarakat juga diimbau untuk tetap waspada dan bekerja sama dengan petugas di lapangan demi terciptanya situasi yang harmonis di tanah Papua.

Takeda, IFRC, dan PMI Luncurkan Aliansi “United Against Dengue” untuk Perkuat Pencegahan Dengue di Indonesia


Jakarta, 12 Maret 2026 – Takeda, International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC), dan Palang Merah Indonesia (PMI) hari ini secara resmi meluncurkan aliansi “United Against Dengue: Penguatan Kemitraan untuk Pencegahan Dengue dan Peningkatan Ketangguhan Masyarakat” di Indonesia.


Peluncuran ini merupakan tindak lanjut dari kemitraan United Against Dengue (UAD) di tingkat regional yang diluncurkan pada Juni 2025, sekaligus menandai langkah penting dalam memperluas kolaborasi regional menjadi aksi nyata yang dipimpin secara lokal. Inisiatif ini bertujuan untuk memperkuat upaya pencegahan, kesiapsiagaan, dan ketahanan masyarakat terhadap dengue di Indonesia, dan Indonesia menjadi negara pertama yang mengaktifkan kemitraan ini di tingkat nasional, menunjukkan bagaimana komitmen regional dapat diterjemahkan menjadi aksi berbasis komunitas.


Dengue Masih Menjadi Ancaman Serius

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi ancaman kesehatan global. Berdasarkan data World Health Organization (WHO), terdapat 14,6 juta kasus dan 12.000 kematian akibat dengue pada tahun 2024.


Di Indonesia, data BPJS Kesehatan tahun 2024 mencatat sebanyak 1.055.255 kasus rawat inap akibat dengue (di luar Kejadian Luar Biasa), dengan beban ekonomi mencapai hampir Rp3 triliun. Hal ini menegaskan bahwa dengue merupakan ancaman serius bagi masyarakat luas, baik secara langsung maupun tidak langsung.


Komitmen Takeda dalam Mendukung Target Nol Kematian Dengue

“Sebagai mitra jangka panjang bagi Indonesia, Takeda berkomitmen untuk melawan DBD/dengue melalui kemitraan publik-swasta yang kuat guna mendukung tercapainya tujuan besar pemerintah Indonesia untuk mencapai nol kematian akibat dengue pada tahun 2030. Melalui aliansi United Against Dengue, kami ingin mendorong penguatan upaya pencegahan melalui edukasi yang menjangkau berbagai elemen masyarakat dan komunitas di Indonesia bersama dengan para pemangku kepentingan terkait. Kami berharap, komitmen bersama ini dapat memperkuat aksi di tingkat komunitas, di tengah masyarakat, dalam menghadapi ancaman DBD/dengue yang ada sepanjang tahun di Indonesia,” ujar Andreas Gutknecht, Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines.


Kolaborasi Lintas Sektor untuk Ketahanan Masyarakat

United Against Dengue dirancang untuk memperkuat pencegahan, kesiapsiagaan, dan intervensi berbasis masyarakat melalui kolaborasi multisektor, strategi berbasis bukti, peningkatan keterlibatan komunitas, serta pemanfaatan inovasi.


Kathryn Clarkson, Head of Delegation and Representative to ASEAN, Country Cluster for Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, Singapore and Timor-Leste, IFRC, “Kami mengapresiasi komitmen kuat Takeda dalam upaya pencegahan dengue di Indonesia dan secara global. Melalui inisiasi United Against Dengue ini, IFRC bersama para mitra berupaya memperkuat kolaborasi lintas sektor dengan menghubungkan pemerintah, organisasi kemanusiaan, sektor swasta, dan masyarakat untuk mendorong upaya pencegahan dengue yang berkelanjutan. Dengan jejaring luas Palang Merah dan Bulan Sabit Merah di Indonesia dan di berbagai negara serta dukungan relawan di tingkat masyarakat, IFRC berkomitmen untuk memperkuat ketahanan kesehatan masyarakat melalui pendekatan berbasis masyarakat, peningkatan kesadaran, dan kesiapsiagaan terhadap dengue. Kami percaya bahwa melalui kemitraan yang kuat di tingkat regional maupun nasional, kita dapat bersama-sama mengurangi beban dengue dan melindungi generasi mendatang.”


Peran PMI dalam Penguatan Implementasi di Tingkat Masyarakat

Prof. Dr. dr. Fachmi Idris, M.Kes., Ketua Bidang Kesehatan dan Sosial Pengurus Pusat PMI, “PMI meyakini pentingnya kolaborasi multipihak yang menyeluruh agar dapat memberikan manfaat yang optimal bagi populasi terdampak. Bagi PMI, inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk terus berkontribusi dalam mendukung agenda kesehatan masyarakat serta memperkuat ketahanan masyarakat terhadap risiko penyakit menular. Program ini juga mendukung strategi nasional pengendalian dengue Kementerian Kesehatan RI, di mana PMI berperan sebagai mitra pemerintah dalam memperkuat implementasi di tingkat masyarakat."


Dukungan Luas dari Pemangku Kepentingan

Peluncuran ini turut dihadiri oleh perwakilan dari berbagai institusi, termasuk Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Kesehatan, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Lingkungan Hidup, Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG), WHO Indonesia, Koalisi Bersama (KOBAR) Lawan Dengue, serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.


Tentang United Against Dengue

United Against Dengue merupakan kolaborasi regional multi-tahun yang bertujuan memperkuat pencegahan dan pengelolaan dengue di kawasan Asia-Pasifik. Inisiatif ini berfokus pada peningkatan ketahanan komunitas, advokasi kebijakan, serta dukungan kepada masyarakat dalam menghadapi dengue.


Diinisiasi oleh IFRC dan Takeda, kolaborasi ini mendukung target WHO dan ASEAN untuk mengeliminasi kematian akibat dengue yang dapat dicegah pada tahun 2030. Program ini didasarkan pada tiga pilar strategis: Mendidik, Mengadvokasi, dan Memberikan Dukungan.

Siswa SIP Polda Papua Gelar Bakti Sosial di Pondok Pesantren Nurul Anwar Sentani


Jayapura, 18 Maret 2026 — Siswa Sekolah Inspektur Polisi (SIP) Angkatan 55 Tahun Anggaran 2026 Resimen Desaka Dhira Pradhipa asal pengiriman Polda Papua melaksanakan kegiatan bakti sosial di Pondok Pesantren Nurul Anwar, Kampung Komba, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, Rabu (18/3/2026).


Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan sebagai momentum untuk meningkatkan kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada sesama. Dalam kegiatan itu, para siswa SIP menyerahkan bantuan sosial yang diperuntukkan bagi kebutuhan operasional pondok pesantren.


Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Anwar, Ustaz KH Mansyur Alkaf, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian yang diberikan oleh para siswa SIP Polda Papua.


“Ini merupakan bukti kehadiran dan kepedulian Polri kepada masyarakat,” ujarnya.


Sementara itu, perwakilan siswa SIP, Jusmar, menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial tersebut merupakan bagian dari proses pembentukan karakter calon perwira Polri agar memiliki jiwa sosial, kepedulian, serta kedekatan dengan masyarakat.


“Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran bagi kami untuk lebih peka terhadap kondisi masyarakat serta menumbuhkan empati dalam pelaksanaan tugas ke depan,” katanya.


Hal senada disampaikan siswa lainnya, Haryadi, yang berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat bagi pondok pesantren sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.


“Semoga bantuan ini dapat meringankan kebutuhan operasional pondok pesantren serta memperkuat sinergi antara Polri dan masyarakat,” ucapnya.


Di akhir kegiatan, siswa Makinudin Fadholi menambahkan bahwa momentum Ramadhan menjadi pengingat pentingnya nilai-nilai kemanusiaan melalui aksi nyata berbagi kepada sesama.


“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat secara materi, tetapi juga mempererat tali silaturahmi dan kebersamaan,” tuturnya.

Jaga Stamina Personel, Subsatgas Dokkes Operasi Ketupat Cartenz 2026 Lakukan Pemeriksaan Kesehatan dan Bagikan Vitamin


Jayapura – Memastikan seluruh personel pengamanan dalam kondisi prima, Subsatgas Dokkes Operasi Ketupat Cartenz-2026 melaksanakan pemeriksaan kesehatan rutin dan pembagian vitamin bagi petugas yang berjaga di pos-pos pelayanan wilayah Jayapura, Rabu (18/03/2026).


Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Padal Subsatgas Dokkes, Ipda Christo Letlora, didampingi oleh Bripda Orthizan Yoku. Tim medis bergerak menyambangi sejumlah titik strategis, di antaranya Pos Pelayanan Polda Papua dan Pos Pelayanan Polresta Jayapura Kota.


Dalam pelaksanaannya, tim kesehatan melakukan pengecekan tensi (tekanan darah) secara menyeluruh kepada personel yang sedang bertugas. Selain itu, diberikan pula paket vitamin guna meningkatkan imunitas tubuh di tengah intensitas tugas pengamanan menjelang hari raya.


"Kesehatan personel adalah prioritas utama kami. Melalui pemeriksaan rutin dan pemberian vitamin ini, kami ingin memastikan bahwa seluruh petugas di lapangan tetap dalam kondisi fisik yang maksimal atau fit to work," ujar Ipda Christo Letlora.


Ia juga menambahkan bahwa langkah preventif ini sangat penting mengingat Operasi Ketupat Cartenz-2026 menuntut kesiapsiagaan tinggi dari setiap personel agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal tanpa hambatan kesehatan.


Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan seluruh personel Operasi Ketupat Cartenz-2026 dapat terus menjaga kesehatan dan stamina selama pelaksanaan tugas, sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan maksimal.



Dialog Interaktif “Kitong Presisi” Bahas Keamanan dan Ketertiban Menjelang Idul Fitri 1447 H di Papua


Jayapura – Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban umum menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah / 2026 Masehi, Polda Papua melalui Bidang Humas mengikuti kegiatan Dialog Interaktif “Kitong Presisi” yang disiarkan langsung dari Stasiun LPP TVRI Jayapura, Selasa (17/3/2026).


Dialog interaktif tersebut menghadirkan Kabag Bin Ops Ditlantas Polda Papua AKBP Martin Asmuruf, S.Sos., M.M. dan Akademisi Papua Jackson Yumame, S.IP., M.PA. sebagai narasumber, dengan dipandu oleh presenter Ahmad Awantanu. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P.


Dalam dialog tersebut, Kabag Bin Ops Ditlantas Polda Papua AKBP Martin Asmuruf menjelaskan bahwa Polda Papua saat ini tengah melaksanakan Operasi Ketupat Cartenz 2026, yang merupakan operasi kepolisian terpusat untuk mengamankan rangkaian kegiatan masyarakat selama bulan suci Ramadhan hingga perayaan Idul Fitri.


“Operasi ini merupakan operasi terpusat yang dikendalikan dari tingkat Mabes Polri hingga ke daerah. Operasi Ketupat Cartenz 2026 dilaksanakan selama 13 hari, mulai 13 Maret hingga 25 Maret 2026. Tujuan utama dari operasi ini adalah menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif, khususnya bagi umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa hingga perayaan Idul Fitri,” ujar AKBP Martin Asmuruf.


Ia juga menjelaskan bahwa Polda Papua telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi, termasuk pengerahan 1.630 personel gabungan yang terdiri dari personel Polda Papua, Polres jajaran, TNI, serta instansi terkait. Selain itu, pengamanan difokuskan pada sejumlah objek vital seperti masjid, terminal, pelabuhan, pusat perbelanjaan, tempat wisata, hingga bandara.


“Kami juga mendirikan sebanyak 62 pos yang terdiri dari pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu yang tersebar di berbagai wilayah. Pos-pos ini menjadi pusat pelayanan bagi masyarakat selama arus mudik dan perayaan Idul Fitri,” jelasnya.


Dalam kesempatan tersebut, AKBP Martin juga memaparkan hasil analisis data terkait tren kejahatan dan kecelakaan lalu lintas selama pelaksanaan operasi pada tahun sebelumnya. Menurutnya, terdapat penurunan signifikan pada angka kecelakaan lalu lintas, termasuk jumlah korban meninggal dunia, korban luka berat, maupun luka ringan.


“Penurunan angka kecelakaan ini menunjukkan bahwa upaya pengamanan dan pengaturan lalu lintas yang dilakukan selama operasi berjalan efektif. Namun demikian, kami tetap melakukan evaluasi setiap hari melalui kegiatan analisa dan evaluasi bersama seluruh satgas dan Polres jajaran,” tambahnya.


Sementara itu, Akademisi Papua Jackson Yumame memberikan apresiasi terhadap konsistensi Polri, khususnya Polda Papua, dalam melaksanakan Operasi Ketupat setiap tahun guna menjaga keamanan masyarakat selama momentum hari besar keagamaan.


“Secara umum, pelaksanaan Operasi Ketupat oleh Polri berjalan sangat baik dari tahun ke tahun. Hal ini dapat dilihat dari indikator keberhasilan seperti menurunnya angka kriminalitas serta minimnya gangguan keamanan yang berkaitan dengan perayaan hari besar keagamaan,” ujar Jackson Yumame.


AKBP Martin Asmuruf juga mengimbau masyarakat yang akan melaksanakan mudik agar berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan, termasuk dengan melaporkan rumah yang ditinggalkan kepada pihak kepolisian.


“Kami mengimbau kepada masyarakat yang akan mudik agar menginformasikan kepada pihak kepolisian apabila meninggalkan rumah dalam keadaan kosong. Hal ini penting agar kami dapat melakukan patroli secara berkala untuk menjaga keamanan lingkungan tersebut,” ujarnya.



Perkuat Pengamanan Idul Fitri, Polda Papua Laksanakan Apel dan Patroli Operasi Ketupat Cartenz-2026


Jayapura – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Polda Papua melaksanakan kegiatan apel dilanjutkan dengan patroli Operasi Ketupat Cartenz-2026 pada hari ke-5. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Lapangan Command Center Polda Papua, Selasa (17/3/2026).


Apel pengecekan personel dipimpin oleh IPTU Indra Pujiadi Mansi, S.H., serta diikuti oleh personel Polda Papua yang terlibat dalam surat perintah Operasi Ketupat Cartenz-2026.


Dalam arahannya, IPTU Indra Pujiadi Mansi, S.H., menekankan pentingnya peran seluruh personel dalam menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, khususnya menjelang momen perayaan Idul Fitri.


Ia menyampaikan bahwa setiap personel memiliki peran krusial dalam mendukung kelancaran aktivitas masyarakat, mulai dari pengaturan lalu lintas hingga pencegahan berbagai potensi gangguan keamanan yang dapat mengganggu ketertiban selama periode mudik dan perayaan hari raya.


“Setiap personel yang terlibat dalam operasi ini memiliki tanggung jawab besar dalam menciptakan rasa aman bagi masyarakat. Mulai dari pengaturan lalu lintas agar arus mudik berjalan lancar hingga melakukan pencegahan terhadap berbagai potensi gangguan keamanan. Semangat dan dedikasi rekan-rekan semua sangat berarti bagi masyarakat yang ingin merayakan Idul Fitri dengan aman dan tenang bersama keluarga,” ujar IPTU Indra Pujiadi Mansi.


Usai pelaksanaan apel, kegiatan dilanjutkan dengan patroli mobile yang dilaksanakan oleh personel Polda Papua di sejumlah titik strategis di Kota Jayapura.


Patroli diawali di kawasan Terminal Entrop sebagai salah satu titik aktivitas masyarakat yang cukup padat menjelang waktu berbuka puasa. Selanjutnya personel melanjutkan patroli ke Posko pengamanan di depan Hotel Sip Azhana guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif.


Kegiatan patroli kemudian dilanjutkan menuju kawasan Universitas Yapis Jayapura, di mana personel juga melaksanakan pengaturan serta pengamanan arus lalu lintas guna menjaga kelancaran aktivitas masyarakat di sekitar lokasi tersebut.


Melalui kegiatan patroli tersebut, diharapkan situasi kamtibmas di wilayah Kota Jayapura dan sekitarnya tetap terjaga dengan aman dan kondusif selama pelaksanaan Operasi Ketupat Cartenz-2026 serta menjelang perayaan Idul Fitri.


Hari Ke-6 Operasi Ketupat Cartenz 2026, Kasatgas Humas Tekankan Kedisiplinan dan Optimalisasi Aplikasi SOT


Jayapura – Memasuki hari keenam pelaksanaan Operasi Ketupat Cartenz-2026, Kepolisian Daerah Papua terus memperketat pengawasan internal dan kedisiplinan personel. Hal ini ditegaskan dalam Apel yang berlangsung di Lapangan Command Center Polda Papua, Rabu (18/03/2026) pagi.


Apel dipimpin langsung oleh Kasatgas Humas Operasi Ketupat Cartenz-2026, Kompol Nurjanah, S.Sos., M.M., dan diikuti oleh seluruh personel yang terlibat dalam operasi tersebut.


Dalam arahannya, Kompol Nurjanah memberikan teguran keras terkait kelengkapan laporan kehadiran. Ia menekankan bahwa kedisiplinan merupakan fondasi utama keberhasilan operasi di lapangan.


"Rekan-rekan sekalian, saya melihat masih banyak laporan yang belum lengkap. Kepada para perwira, tugas memimpin adalah mengatur dan mengendalikan anggota. Sikap tegas diperlukan, menegur anggota yang melakukan kesalahan adalah hal yang wajar demi perbaikan kinerja, bukan karena emosi," tegas Kompol Nurjanah.


Selain masalah kedisiplinan fisik dan kehadiran, poin utama yang menjadi perhatian adalah optimalisasi penggunaan Aplikasi Sistem Operasional Terpadu (SOT). Kasatgas Humas menyayangkan masih ditemukannya kendala penggunaan aplikasi digital tersebut padahal operasi sudah berjalan beberapa hari.


"Saya tegaskan, bagi personel yang belum memiliki aplikasi SOT agar segera diunduh. Sistem atau aplikasi yang disiapkan tidak akan berjalan maksimal jika kita sendiri tidak peduli. Jangan sampai kendala pada operasi sebelumnya terulang kembali. Pastikan koordinasi dengan operator berjalan baik agar pelaporan operasi tidak terhambat," imbuhnya.


Kompol Nurjanah juga mengingatkan seluruh personel untuk tetap siaga dengan memastikan alat komunikasi atau handphone selalu aktif selama 24 jam agar sewaktu-waktu siap saat dibutuhkan tugas mendadak.


Menutup arahannya, Kasatgas Humas berpesan agar seluruh anggota tetap menjaga kesehatan dan kondisi fisik hingga berakhirnya operasi.


"Pelaksanaan operasi ini masih berlangsung sampai tanggal 25 Maret nanti. Saya harap rekan-rekan tetap menjaga kesehatan agar kondisi fisik tetap prima dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," pungkasnya.


Pelepasan Cuti Lebaran Korem 083/Bdj Berlangsung Khidmat

 


Malang — Bagi sebagian orang, Lebaran adalah waktu untuk beristirahat dan berkumpul bersama keluarga. Namun bagi prajurit, momen itu hanya menjadi jeda singkat dari ritme pengabdian yang nyaris tanpa henti.

Di Makorem 083/Baladhika Jaya, Selasa (17/3/2026), Komandan Korem 083/Bdj Kolonel Inf Kohir melepas prajurit yang akan menjalani cuti Idul Fitri. Pelepasan itu bukan sekadar seremoni rutin, melainkan penegasan bahwa tugas tetap melekat, bahkan saat mereka berada jauh dari satuan.


Dalam arahannya, Danrem menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan antara kebutuhan pribadi dan tanggung jawab profesional. Ia mengingatkan bahwa waktu bersama keluarga harus dimanfaatkan dengan baik, namun tidak boleh mengaburkan kesiapan untuk kembali menjalankan tugas sewaktu-waktu.


Bingkisan Lebaran yang diberikan kepada prajurit dan PNS menjadi simbol sederhana dari perhatian institusi. Di balik bentuknya yang sederhana, tersimpan pesan bahwa organisasi hadir untuk menjaga kesejahteraan moril anggotanya.


Danrem juga menyinggung potensi dinamika yang meningkat selama periode mudik, mulai dari kepadatan arus lalu lintas hingga kerentanan keamanan di lingkungan tempat tinggal. Ia meminta setiap prajurit tetap waspada dan bertanggung jawab terhadap keselamatan diri dan keluarganya.


Lebih jauh, kesiapsiagaan ditegaskan sebagai prinsip yang tidak mengenal waktu. Status cuti tidak menghapus kewajiban prajurit untuk tetap siap merespons situasi darurat, jika sewaktu-waktu dibutuhkan negara.


Pembagian cuti dalam dua gelombang menjadi bagian dari strategi menjaga kesinambungan pengamanan wilayah. Di balik suasana Lebaran yang hangat, terdapat sistem yang terus bergerak memastikan stabilitas tetap terjaga. (*)