View AllNews

Nasional

Hukum

Latest News

19/05/26

Utusan Polda Papua Raih Peringkat Dua Nasional pada Seleksi Pendidikan Kepemimpinan Administrator Polri T.A. 2026


 

Jayapura – Biro SDM Polda Papua melaksanakan Sidang Kelulusan Tingkat Panpus Seleksi Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung di Aula WGA Biro SDM Polda Papua, Selasa (19/05/2026).


Kegiatan sidang kelulusan tersebut dilaksanakan secara terpusat oleh SSDM Polri dan diikuti oleh seluruh jajaran Polda se-Indonesia melalui sarana video conference sebagai bagian dari proses seleksi pengembangan kompetensi sumber daya manusia Polri.


Hadir dalam kegiatan tersebut Karo SDM Polda Papua Kombes Pol. Hengky Pramudya, S.I.K., M.Si., Kasubbagpns Bagdalpers Biro SDM Polda Papua Pembina Muhammad Sobari, S.Ag., Ps Kasubbid PID Bidhumas Polda Papua Kompol. Nurjanah, S.Sos., M.M., Ps Kasubbagrohjashor Bagwatpers Biro SDM Polda Papua AKP Djadik, Paur Subbagpns Bagdalpers Biro SDM Polda Papua Iptu Nanang Tri Gunawan, Ps Paur Subbagpsipers Bagpsi Ro SDM Polda Papua Ipda Aris Susanta, S.Sos.I., M.M., Paur Subbagkompeten Bagbinkar Ro SDM Polda Papua Iptu Lukman Naing, S.H., Ps Kaurren Subbagrenmin Ro SDM Polda Papua Iptu Mohammad Arifin, S.H., pengawas internal, staf Biro SDM Polda Papua, serta peserta seleksi.


Rangkaian kegiatan diawali dengan absensi peserta dan pengecekan sarana audio visual, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa, arahan Karodalpers SSDM Polri sekaligus pembukaan sidang kelulusan tingkat Panpus, hingga pembacaan hasil sidang kelulusan Seleksi PKA Tahun Anggaran 2026.


Dalam hasil sidang tersebut, peserta utusan Polda Papua atas nama AKP Dr. Fajar Audra Pratama, M.Kes., dinyatakan memenuhi syarat dan berhasil meraih peringkat dua kuota nasional khusus anggota Polri pada Seleksi Pendidikan Kepemimpinan Administrator Tahun Anggaran 2026.


Karo SDM Polda Papua Kombes Pol. Hengky menyampaikan apresiasi atas capaian yang berhasil diraih personel Polda Papua dalam seleksi tingkat nasional tersebut. Menurutnya, keberhasilan itu menjadi wujud nyata peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan Polda Papua.


“Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi Polda Papua sekaligus membuktikan bahwa personel Papua mampu bersaing dan menunjukkan kualitas terbaik di tingkat nasional. Kami berharap capaian ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk terus meningkatkan kompetensi, integritas, dan profesionalisme dalam pelaksanaan tugas,” ujar Kombes Pol. Hengky Pramudya.


Ia menambahkan bahwa pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan kepemimpinan menjadi langkah strategis dalam menciptakan personel Polri yang adaptif, unggul, dan siap menghadapi tantangan tugas ke depan.


Tokoh Muslim Papua Ajak Masyarakat Jaga Kedamaian dan Dukung Operasi Damai Cartenz

 



Jayapura – Tokoh Muslim Papua sekaligus Ketua Takmir Masjid Raya Provinsi Papua KH. Abdul Kahar Yelipele, S.Pd.I., M.Pd.I., mengajak seluruh masyarakat Papua untuk bersama-sama menjaga keamanan, persatuan, dan kedamaian di Tanah Papua agar tetap aman, harmonis, dan kondusif.


Dalam keterangannya, KH. Abdul Kahar Yelipele menegaskan bahwa menjaga stabilitas keamanan di Papua merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, baik tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, maupun masyarakat secara umum.


“Kami mengajak seluruh masyarakat Papua untuk terus menjaga persatuan, memperkuat rasa persaudaraan, serta bersama-sama menjaga Papua agar tetap aman dan damai,” ujarnya.


Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap Satgas Operasi Damai Cartenz yang selama ini terus melaksanakan berbagai kegiatan kemanusiaan dan menjaga situasi keamanan di wilayah Papua melalui pendekatan humanis dan persuasif. Menurutnya, kehadiran aparat keamanan di tengah masyarakat memberikan rasa aman sekaligus memperkuat ketenteraman di tengah kehidupan masyarakat Papua.


“Kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada tim Damai Cartenz yang selama ini telah bekerja keras menjaga keamanan di Papua. Kehadiran mereka menjadi kebanggaan bagi masyarakat karena turun langsung di tengah masyarakat dengan tujuan menjaga Papua tetap aman dan damai,” katanya.


Lebih lanjut, ia menekankan bahwa tokoh agama memiliki tanggung jawab moral dalam menjaga harmoni sosial dan memperkuat semangat persaudaraan di tengah masyarakat Papua yang majemuk. Karena itu, seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat terus bersinergi menjaga stabilitas keamanan serta mendukung terciptanya Papua yang damai dan sejahtera.


“Papua adalah honai kita bersama, rumah kita bersama. Sudah menjadi kewajiban seluruh masyarakat untuk menjaga dan merawat kedamaian di tanah ini,” ujarnya.


Sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh agama di Papua sebelumnya juga menyampaikan dukungan terhadap pendekatan humanis yang dilakukan Satgas Operasi Damai Cartenz dalam menjaga keamanan dan membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat melalui patroli dialogis, kegiatan sosial, pelayanan kesehatan, hingga komunikasi langsung dengan warga.


Melalui sinergi antara aparat keamanan, tokoh agama, tokoh adat, dan seluruh masyarakat, diharapkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Papua dapat terus terjaga sehingga aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan aman, nyaman, dan damai.

Polda Papua dan Uncen Perkuat Pendekatan Humanis dalam Penanganan Konflik Tanah Ulayat

 


Jayapura – Polda Papua bersama Universitas Cenderawasih menggelar kegiatan Forum Group Discussion (FGD) Pusat Studi Kepolisian dengan tema “Strategi Humanis Penegakan Hukum Terhadap Penanganan Perselisihan Tanah Ulayat di Papua” yang berlangsung di Aula Fakultas Ekonomi Universitas Cenderawasih, Kota Jayapura, Selasa (19/05/2026).


Kegiatan tersebut menjadi wadah dialog dan kolaborasi antara institusi kepolisian, akademisi, pemerintah, serta masyarakat adat dalam membahas pendekatan humanis terhadap penyelesaian konflik tanah ulayat di Papua.


Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Rektor IV Bidang Kerjasama dan Perencanaan Universitas Cenderawasih Dr. Basir Rohrohmana, S.H., M.Hum., Dir Intelkam Polda Papua selaku Plt. Irwasda Polda Papua Kombes Pol. Jan Wynand Imanuel Makatita, S.I.K., Dir Binmas Polda Papua Kombes Pol. Erick Kadir Sully, S.I.K., Ka SPN Polda Papua Kombes Pol. Andreas Luhut Jaya Tampubolon, S.I.K., M.K.P., Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol. Fredrickus W. A. Maclarimboen, S.I.K., M.H., CPHR., Kapolres Jayapura AKBP Dionisius V. D. P. Helan, S.I.K., M.H., M.Tr.Mil., Kapolres Keerom AKBP Astoto Budi Rahmantyo, S.H., S.I.K., M.H., Kabag Binkar Biro SDM Polda Papua AKBP Umar Nasatekay, S.I.K., Para Dosen, Mahasiswa, serta personel Polda Papua.


Dalam sambutannya melalui tayangan video, Kapolda Papua Irjen Pol. Patrige R. Renwarin, S.H., M.Si., menegaskan bahwa persoalan tanah ulayat di Papua tidak hanya menyangkut aspek hukum semata, tetapi juga berkaitan erat dengan sejarah, budaya, dan keberlangsungan hidup masyarakat adat.


“Permasalahan di Papua tidak dapat diselesaikan hanya melalui pendekatan represif ataupun legal formal semata. Dibutuhkan pendekatan yang humanis, dialogis, partisipatif, serta menghormati nilai-nilai adat dan budaya lokal,” ujar Kapolda Papua.


Kapolda Papua juga menekankan pentingnya penerapan konsep predictive policing dalam mendeteksi potensi konflik secara dini melalui komunikasi yang baik dengan masyarakat dan langkah-langkah pencegahan yang mengedepankan penghormatan terhadap hak asasi manusia dan kearifan lokal.


Sementara itu, Wakil Rektor IV Universitas Cenderawasih Dr. Basir Rohrohmana, S.H., M.Hum., menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara Universitas Cenderawasih dan Polda Papua dalam menghadirkan ruang diskusi akademik terkait persoalan pertanahan di Papua.


“Persoalan tanah ulayat bukan sekadar persoalan hukum administratif, tetapi menyangkut identitas, sejarah, martabat, dan keberlangsungan hidup masyarakat adat Papua. Karena itu, penyelesaiannya harus dilakukan secara arif, bijaksana, dan menghormati nilai-nilai adat yang hidup di tengah masyarakat,” ungkapnya.


Kegiatan FGD dilanjutkan dengan pemaparan materi dari sejumlah narasumber, di antaranya Pengurus Harian/Ketua Dewan AMAN Wilayah Jayapura Benhur Walli, SE., S.Sos., Dekan Fakultas Hukum Universitas Cenderawasih Yustus Pondayar, S.H., M.H., Panit Subdit 2 Harda Bangtah Kompol. Komang Yustrio Wirahadi Kusuma, S.I.K., serta perwakilan ATR/BPN Ribut Andoko, S.Sit.


Dalam pemaparannya, Kompol. Komang Yustrio Wirahadi Kusuma menekankan pentingnya membangun penegakan hukum yang berkeadilan dan beradab melalui dukungan seluruh elemen masyarakat.


“Penegakan hukum bukan hanya sebatas menjalankan aturan, tetapi juga menghadirkan rasa keadilan, kemanusiaan, dan peradaban yang lebih baik bagi seluruh masyarakat,” ujarnya.


Perwakilan ATR/BPN Ribut Andoko, S.Sit., mengatakan bahwa persoalan pertanahan di Papua membutuhkan penataan administrasi yang baik guna mencegah terjadinya konflik antarkelompok maupun sengketa kepemilikan tanah.


Sementara itu, Dekan Fakultas Hukum Universitas Cenderawasih Yustus Pondayar, S.H., M.H., berharap kehadiran Pusat Studi Kepolisian di Universitas Cenderawasih dapat memperkuat kerja sama akademik dan penelitian antara dunia pendidikan dan institusi kepolisian.


Di sisi lain, Ketua Dewan AMAN Wilayah Jayapura Benhur Walli, SE., S.Sos., menyampaikan bahwa masyarakat adat siap bekerja sama menjaga keamanan dan kedamaian di Papua melalui pendekatan dialogis yang menghormati hak-hak adat dan kearifan lokal.


Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab antara peserta dan narasumber. Forum tersebut diharapkan mampu melahirkan rekomendasi konstruktif dalam penyelesaian konflik tanah ulayat di Papua secara damai, humanis, dan berkeadilan.


Polda Papua Laksanakan CAT Akademik Penerimaan Bintara Kompetensi Khusus Polri T.A. 2026

 


Jayapura – Polda Papua melalui Biro SDM melaksanakan kegiatan Computer Assisted Test (CAT) Akademik dalam rangka Seleksi Penerimaan Bintara Kompetensi Khusus Polri Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung di SMK Diaspora Kotaraja, Kota Jayapura, Selasa (19/05/2026).


Pelaksanaan seleksi berlangsung dengan pengawasan ketat guna menjamin proses penerimaan anggota Polri berjalan secara bersih, transparan, akuntabel, dan humanis. Kegiatan tersebut turut diawasi oleh pengawas internal dari Itwasda dan Bid Propam Polda Papua.


Rangkaian kegiatan diawali dengan apel pagi peserta seleksi, kemudian dilanjutkan dengan pengecekan kehadiran, pemeriksaan identitas peserta melalui KTP dan sistem pengenalan wajah (face matching), hingga pemeriksaan kesiapan peserta sebelum memasuki ruang ujian. Setelah pembagian nomor coding dan proses login sistem, pelaksanaan CAT Akademik resmi dimulai dan berjalan dengan tertib hingga selesai.


Sebanyak 38 peserta terdaftar mengikuti seleksi CAT Akademik Bintara Kompetensi Khusus Polri Tahun Anggaran 2026, dengan jumlah peserta hadir sebanyak 37 orang yang terdiri dari 22 pria dan 16 wanita. Sementara itu, tercatat satu peserta pria tidak hadir dalam pelaksanaan seleksi tersebut.


Karo SDM Polda Papua Kombes Pol. Hengky Pramudya, S.I.K., M.Si., mengatakan bahwa pelaksanaan CAT Akademik merupakan bagian dari komitmen Polri dalam mewujudkan proses rekrutmen yang objektif dan profesional.


“Seleksi dilaksanakan secara transparan dan akuntabel dengan memanfaatkan sistem CAT sehingga seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan hasil yang diperoleh murni berdasarkan kemampuan masing-masing peserta,” ujar Kombes Pol. Cahyo Sukarnito.


Ia juga menegaskan, seluruh tahapan seleksi penerimaan anggota Polri dilaksanakan secara terbuka dan diawasi secara ketat guna menjamin integritas proses rekrutmen.


“Pelaksanaan seleksi ini merupakan bentuk komitmen Polri untuk mendapatkan calon anggota yang berkualitas, berintegritas, serta memiliki kompetensi sesuai kebutuhan organisasi. Kami memastikan seluruh proses berjalan bersih, transparan, akuntabel, dan humanis,” ujar Kombes Pol. Hengky Pramudya.


Ia juga mengimbau kepada seluruh peserta untuk percaya pada kemampuan diri sendiri dan mengikuti setiap tahapan seleksi dengan jujur serta penuh semangat.


Hadapi Ancaman Siber Modern, Korem 083/Bdj Perkuat Pertahanan Digital Bersama Pussiberad

 


Malang – Korem 083/Baladhika Jaya bersama Pusat Siber dan Sandi TNI Angkatan Darat (Pussiberad) memperkuat sistem pertahanan digital satuan melalui kegiatan Taklimat Awal Vulnerability Assessment (VA) dan Kampanye Informasi TA 2026 di Makorem 083/Bdj, Selasa (19/5/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis menghadapi ancaman siber dan perang generasi kelima (5th Generation Warfare/5GW) yang kini semakin nyata.


Kegiatan dibuka oleh Kepala Staf Korem (Kasrem) 083/Bdj Letkol Inf Rahmat Cahyo Dinarso, S.Hub.Int., M.M. mewakili Danrem 083/Bdj, serta dipimpin langsung Ketua Tim Asesmen Pussiberad Kolonel Cke Triyadi Sujatmiko, S.Sos., M.Tr.(Han). Turut hadir para Kasi Korem dan Perwira Staf jajaran Korem 083/Bdj.


Dalam sambutan Danrem 083/Bdj yang dibacakan Kasrem, ditegaskan bahwa ancaman modern kini tidak hanya menyerang kekuatan fisik, tetapi juga menyasar sistem informasi, jaringan komunikasi, dan ruang digital. Karena itu, pengamanan data serta sistem informasi satuan menjadi bagian penting dalam mendukung tugas pokok dan stabilitas wilayah.


Danrem juga menekankan bahwa kegiatan Vulnerability Assessment bukan untuk mencari kesalahan, melainkan sebagai langkah deteksi dini guna mengetahui potensi kerawanan sistem. Korem 083/Bdj berkomitmen mendukung penuh proses asesmen dengan membuka transparansi data perangkat keras, perangkat lunak, maupun jaringan yang digunakan satuan.


Selain pemeriksaan sistem digital, kegiatan ini juga diisi Kampanye Informasi bagi prajurit, PNS, dan anggota Persit Kartika Chandra Kirana. Edukasi difokuskan pada pentingnya bijak bermedia sosial, perlindungan data pribadi dan keluarga, serta pencegahan penipuan siber (cyber fraud).


Korem 083/Bdj menilai peningkatan literasi digital personel menjadi hal penting karena faktor manusia sering menjadi celah utama dalam ancaman keamanan siber. Dengan pemahaman yang baik, seluruh personel diharapkan mampu lebih waspada dan bertanggung jawab dalam penggunaan teknologi digital.


Melalui sinergi bersama Pussiberad, Korem 083/Bdj berharap terbangun sistem pertahanan siber yang semakin kuat, adaptif, dan profesional guna mendukung keamanan informasi serta menjaga kedaulatan NKRI di era digital. (*)

Progres Pembuatan Rumah Singgah TMMD Ke-128 Kodim 0910/Malinau Capai 100 Persen

 


MALINAU, Kalimantan Utara, Selasa (19/5/2026) – Program pembangunan rumah singgah yang menjadi salah satu sasaran fisik TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-128 Kodim 0910/Malinau di Desa Luso, Kecamatan Malinau Utara, kini telah rampung 100 persen.


Rumah singgah tersebut dibangun sebagai fasilitas pendukung bagi masyarakat yang membutuhkan tempat singgah sementara, sekaligus menjadi wujud kepedulian TNI terhadap kebutuhan warga di wilayah pedesaan.


Dengan selesainya pembangunan rumah singgah tersebut, Satgas TMMD bersama masyarakat tampak puas atas hasil kerja keras dan gotong royong yang telah dilaksanakan selama proses pembangunan berlangsung.


Dansatgas TMMD Ke-128 Kodim 0910/Malinau, Letkol Inf Mochammad Syaiful Arif, S.I.P., mengatakan bahwa rampungnya pembangunan rumah singgah menjadi salah satu bukti nyata komitmen TNI dalam membantu meningkatkan fasilitas dan kesejahteraan masyarakat di daerah.


“Pembangunan rumah singgah ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan digunakan dengan baik untuk mendukung berbagai kebutuhan warga,” ujarnya.


Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan pembangunan tersebut tidak terlepas dari semangat kebersamaan dan gotong royong antara personel Satgas TMMD dan masyarakat Desa Luso.


Selama pelaksanaan pembangunan, warga turut aktif membantu proses pengerjaan sehingga pembangunan dapat diselesaikan tepat waktu sesuai target yang telah ditentukan.


Kehadiran rumah singgah tersebut diharapkan dapat menjadi fasilitas yang bermanfaat bagi masyarakat serta memperkuat hubungan baik antara TNI dan warga melalui program TMMD Ke-128 Kodim 0910/Malinau.


(Pendim0910)

Sasaran RTLH Ke-5 TMMD Ke-128 Kodim 0910/Mln Berjalan Sesuai Target

 


Malinau – Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sasaran ke-5 dalam kegiatan TMMD Ke-128 Wiltas Kodim 0910/Malinau terus menunjukkan progres yang positif. Pada Selasa (19/05/2026), bertempat di Desa Luso, Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau, Kolonel Inf Azip Rizal selaku Pamen Ahli Bidang Operasi Militer Selain Perang (OMSP) Staf Ahli Pangdam VI/Mulawarman melaksanakan kunjungan pengawasan dan evaluasi pelaksanaan TMMD Ke-128 Kodim 0910/Malinau.


Dalam kunjungannya, Kolonel Inf Azip Rizal meninjau langsung progres pengerjaan sasaran RTLH ke-5 yang dikerjakan personel Satgas TMMD bersama masyarakat setempat.


Hasil peninjauan di lapangan menunjukkan bahwa pengerjaan RTLH berjalan sesuai target yang telah direncanakan serta tidak mengalami kendala berarti. Sinergi antara Satgas TMMD dan warga menjadi faktor utama dalam mempercepat proses pembangunan rumah tersebut.


Kegiatan pengawasan dan evaluasi ini dilakukan guna memastikan seluruh sasaran fisik TMMD dapat selesai tepat waktu dengan kualitas yang baik sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat Desa Luso.

Gotong Royong TNI-Rakyat Warnai Pemasangan Begesting Jembatan Perintis Garuda

 


Lumajang – Semangat gotong royong dalam pembangunan infrastruktur desa terus ditunjukkan personel TNI bersama masyarakat di wilayah Kecamatan Pasrujambe. Bati Bakti TNI Koramil 0821-17/Pasrujambe Serma Yunus Ariyanto bersama Babinsa Karanganom Sertu Bejo Utomo dan warga melaksanakan kegiatan pemasangan begesting sebagai persiapan pengecoran pondasi stros sebelah selatan serta pemerataan dan pengurukan tanah pasca pengecoran stros Jembatan Perintis Garuda di Kali Asem, Dusun Krajan, Desa Karanganom, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Selasa (19/5/2026).


Kegiatan tersebut merupakan bagian dari tahapan lanjutan pembangunan Jembatan Perintis Garuda yang terus dikerjakan secara bertahap demi mempercepat penyelesaian akses penghubung masyarakat desa. Dalam pelaksanaannya, personel Koramil bersama warga tampak kompak memasang begesting dan melakukan pemerataan tanah di sekitar area pembangunan jembatan.


Serma Yunus Ariyanto mengatakan bahwa keterlibatan TNI dalam pembangunan desa merupakan bentuk kepedulian sekaligus dukungan terhadap percepatan pembangunan infrastruktur yang bermanfaat bagi masyarakat.


“Pembangunan Jembatan Perintis Garuda ini dilakukan secara bersama-sama dengan semangat gotong royong. Kami berharap keberadaan jembatan nantinya dapat membantu memperlancar aktivitas dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar dia.


Sementara itu, Babinsa Karanganom Sertu Bejo Utomo menambahkan bahwa kekompakan antara TNI dan warga menjadi faktor utama dalam mempercepat proses pembangunan pondasi.


“Semangat kebersamaan masyarakat sangat luar biasa. Dengan kerja sama yang baik, setiap tahapan pembangunan dapat berjalan lancar dan maksimal,” katanya.


Kepala Dusun Krajan, Reza, berharap proses pembangunan pondasi Jembatan Perintis Garuda dapat berjalan lancar hingga selesai sesuai rencana, sehingga nantinya mampu memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut akan menjadi akses vital yang mempermudah mobilitas warga, terutama dalam menunjang aktivitas pertanian, pendidikan, dan perekonomian masyarakat antar wilayah desa.


“Kami berharap pembangunan pondasi jembatan ini berjalan aman, lancar, dan hasilnya kuat serta tahan lama. Semoga Jembatan Perintis Garuda nantinya benar-benar menjadi sarana yang membawa kemajuan bagi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan warga Dusun Krajan maupun desa sekitar,” ungkap Reza.


Pembangunan Pondasi Jembatan Perintis Garuda diharapkan dapat menjadi simbol kuatnya kemanunggalan TNI dan rakyat dalam membangun desa menuju kemajuan bersama. (Pendim0821)