View AllNews

Nasional

Hukum

Latest News

30/08/26

Aruh Adat di Balai Ramang, Babinsa Batu Benawa Perkuat Kemanunggalan TNI Rakyat

  


HULU SUNGAI TENGAH – Babinsa Koramil 1002-07/Batu Benawa Serka Sanu menghadiri kegiatan aruh adat yang digelar masyarakat di Balai Ramang, Desa Patikalain, Kecamatan Hantakan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Minggu (30/8).


Kehadiran Babinsa dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan TNI terhadap pelestarian adat dan budaya masyarakat sekaligus mempererat hubungan serta komunikasi dengan warga di wilayah binaan.


Kepala Balai Ramang, Karani  menyampaikan terima kasih atas kehadiran Babinsa Serka Sanu yang turut memberikan perhatian terhadap kegiatan adat masyarakat.


"Terima kasih kepada Babinsa yang telah hadir dan ikut bersama masyarakat dalam kegiatan aruh adat ini. Kehadiran beliau menjadi bentuk kepedulian dan dukungan terhadap adat dan budaya yang masih dijaga masyarakat," katanya.


Menurutnya, aruh adat tidak hanya menjadi bagian dari tradisi yang diwariskan secara turun-temurun, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan dan silaturahmi antarwarga.


Sementara itu, Danramil 1002-07/Batu Benawa Kapten Inf Lilis.S mengatakan kehadiran Babinsa dalam kegiatan masyarakat merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial, termasuk menjaga komunikasi dan hubungan baik dengan tokoh adat serta masyarakat.


"Babinsa harus selalu hadir di tengah masyarakat, termasuk dalam kegiatan adat dan budaya. Selain mempererat silaturahmi, kehadiran Babinsa juga menjadi sarana untuk membangun komunikasi serta menjaga kebersamaan dan keharmonisan dengan seluruh elemen masyarakat," ujarnya.


Ia berharap keberadaan tradisi dan kearifan lokal yang masih dijaga masyarakat dapat terus dilestarikan sebagai bagian dari kekayaan budaya daerah.


"Kami mendukung upaya masyarakat dalam melestarikan adat dan budaya selama pelaksanaannya berjalan dengan baik, tertib dan tetap mengedepankan kebersamaan," katanya.(pen1002hst).

‎Jembatan Beton Garuda Kodim 0903/Bulungan Terus Dikerjakan, Buka Akses dan Dorong Kemajuan Desa ‎

 


‎Bulungan – Pembangunan Jembatan Beton Garuda Kodim 0903/Bulungan terus menunjukkan progres. Berlokasi di Desa Salimbatu, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan, pekerjaan pembangunan jembatan pada Minggu (30/08/26) terus dikebut sebagai bagian dari upaya meningkatkan akses dan konektivitas masyarakat.

‎Terlihat para pekerja tengah melakukan berbagai tahapan penyelesaian konstruksi jembatan beton, mulai dari penataan material hingga pengerjaan bagian pendukung jembatan. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat memberikan akses yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat dalam mendukung aktivitas sehari-hari.

‎Pembangunan Jembatan Beton Garuda bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi menjadi langkah nyata dalam membuka akses, memperlancar mobilitas warga, serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di wilayah pedesaan.

‎Melalui semangat gotong royong dan kerja keras, Kodim 0903/Bulungan terus mendorong hadirnya infrastruktur yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

‎Jembatan terbangun, akses terbuka, dan harapan baru bagi kemajuan masyarakat Desa Salimbatu.

Taklimat Akhir Audit Itwasum Polri, Kapolda Papua Tegaskan Komitmen Perkuat Tata Kelola dan Akuntabilitas



Jayapura – Polda Papua mengikuti kegiatan Taklimat Akhir Audit Kinerja Itwasum Polri Tahap II Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Aula Rastra Samara Polda Papua, Sabtu (29/08/2026).


Kegiatan tersebut dihadiri Kapolda Papua Irjen Pol. Petrus Patrige Rudolf Renwarin, S.H., M.Si., Wakapolda Papua Brigjen Pol. Muhajir, S.I.K., M.H., Irwil I Itwasum Polri Brigjen Pol. Mansjur, S.I.K., M.H., Auditor Kepolisian Utama Tingkat II Itwasum Polri Brigjen Pol. Susanto, S.I.K., S.H., Irwasda Polda Papua Kombes Pol. Jannus Parlindungan Siregar, S.I.K., M.H., serta para PJU Polda Papua dan Kapolres jajaran.


Dalam taklimat akhir tersebut, Tim Audit Itwasum Polri menyampaikan hasil Audit Kinerja Aspek Pelaksanaan dan Pengendalian serta Audit dengan Tujuan Tertentu PNBP dan BLU Itwasum Polri Tahap II Tahun 2026 di Polda Papua.


Berdasarkan hasil audit, Polda Papua mencatat enam temuan positif, sementara terdapat 426 temuan yang memerlukan tindak lanjut, dengan total 432 temuan. Temuan tersebut tersebar pada empat bidang manajemen, yakni operasional, sumber daya manusia (SDM), logistik, serta anggaran dan keuangan.


Tim audit juga memberikan apresiasi terhadap Polda Papua yang dinilai tetap mampu menjalankan roda organisasi, memelihara stabilitas keamanan, melakukan penegakan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat di tengah kompleksitas karakteristik wilayah Papua, termasuk dinamika gangguan kamtibmas, kerawanan wilayah perbatasan dan keterbatasan sumber daya.


Sejumlah capaian positif turut disampaikan dalam hasil audit, salah satunya keberhasilan personel Samapta Polda Papua meraih Police Award Tahun 2026 atas dedikasi dan pengabdiannya dalam pelaksanaan tugas. Selain itu, terdapat keberhasilan penggalangan terhadap mantan simpatisan KKB dan masyarakat yang ditandai dengan penyerahan sukarela tujuh pucuk senjata api rakitan beserta 12 butir amunisi dan satu magasin kepada Kapolres Kepulauan Yapen.


Menanggapi hasil tersebut, Kapolda Papua Irjen Pol. Petrus Patrige Rudolf Renwarin menegaskan bahwa audit kinerja merupakan bagian penting dari fungsi manajemen kepolisian untuk memastikan pelaksanaan tugas berjalan efektif, efisien, ekonomis, transparan dan akuntabel, sekaligus mencegah terjadinya penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang.


“Selaku objek audit, Polda Papua memahami bahwa audit kinerja merupakan bagian penting dari fungsi manajemen kepolisian untuk memastikan pelaksanaan tugas berjalan secara efektif, efisien, ekonomis, transparan dan akuntabel, sekaligus mencegah penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Polri,” ujar Kapolda Papua.


Kapolda Papua menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh Tim Audit Itwasum Polri atas pelaksanaan audit yang berlangsung lancar, aman dan tertib. Ia juga menegaskan bahwa seluruh hasil audit akan menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat tata kelola organisasi Polda Papua.


Menurutnya, berbagai kendala yang dihadapi Polda Papua, termasuk kondisi geografis, keterbatasan sarana dan prasarana serta kompetensi sumber daya manusia, tidak boleh dijadikan alasan untuk tidak melakukan perbaikan.


“Kendala tersebut tidak boleh menjadi alasan pembenar, melainkan harus menjadi dorongan untuk memperkuat perencanaan, pelaksanaan, pengendalian dan pengawasan agar setiap tugas dapat dipertanggungjawabkan dengan baik,” tegasnya.


Kapolda juga menekankan kepada seluruh Kasatker dan Kasubsatker agar setiap program dan kegiatan tidak berhenti pada aspek administrasi, tetapi benar-benar dilaksanakan sesuai rencana, dikendalikan, dimonitor dan dievaluasi, serta didukung dokumentasi dan pertanggungjawaban yang memadai.


“Pengendalian internal harus menjadi bagian dari budaya kerja sehari-hari, bukan hanya dilakukan ketika akan menghadapi audit,” kata Kapolda.


Dalam kesempatan tersebut, Kapolda memberikan penekanan khusus terhadap pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan Badan Layanan Umum (BLU). Ia meminta seluruh jajaran memastikan setiap penerimaan negara dipungut, disetor dan dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan.


“Pengelolaan PNBP dan BLU harus dilaksanakan secara transparan dan akuntabel serta memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.


Untuk memastikan seluruh hasil audit dapat ditindaklanjuti secara optimal, Kapolda memerintahkan seluruh Kasatker melakukan inventarisasi dan pemetaan temuan sesuai tanggung jawab masing-masing, menetapkan rencana tindak lanjut yang jelas dan terukur, melakukan monitoring serta evaluasi secara berkala, dan memastikan setiap tindak lanjut didukung bukti serta dokumen yang sah.


Kapolda juga meminta agar dilakukan langkah pencegahan sehingga temuan yang sama tidak kembali terjadi pada pelaksanaan audit berikutnya. Sementara itu, Irwasda Polda Papua diperintahkan untuk melakukan monitoring dan memastikan seluruh tindak lanjut dapat diselesaikan tepat waktu serta dapat dipertanggungjawabkan.


Lebih lanjut, Kapolda Papua mengajak seluruh jajaran menjadikan hasil audit sebagai momentum pembenahan dan penguatan tata kelola organisasi.


“Setiap temuan menjadi bahan evaluasi, setiap rekomendasi menjadi pedoman perbaikan, dan setiap koreksi menjadi dorongan untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas. Jangan menunggu audit berikutnya untuk melakukan perbaikan,” ungkapnya.


Polda Papua diberikan waktu 30 hari setelah penyampaian hasil audit untuk memberikan tanggapan dan menindaklanjuti seluruh temuan melalui aplikasi e-Audit Presisi, termasuk melaksanakan rekomendasi perbaikan yang telah disampaikan Tim Auditor Itwasum Polri.


Polda Papua Tingkatkan Kompetensi Humas, Latihan Strategi Konten Berbasis AI Resmi Ditutup



Jayapura – Bid Humas Polda Papua resmi menutup kegiatan Latihan Kemampuan (Latkatpuan) bertema “Strategi Konten dan Pengelolaan Media Sosial Berbasis Artificial Intelligence (AI)” yang berlangsung di Hotel Suni Abepura, Kota Jayapura, Sabtu (29/08/2026).


Kegiatan tersebut diikuti oleh Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Satker jajaran Polda Papua serta Kasi Humas Polres jajaran. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan personel dalam mengelola informasi publik serta menyajikan konten yang kreatif, informatif, dan relevan dengan perkembangan teknologi digital.


Penutupan kegiatan dihadiri Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., Kasubbid PID Bid Humas Polda Papua Kompol Nurjanah, S.Sos., M., serta para pejabat PPID Satker jajaran Polda Papua dan Kasi Humas Polres jajaran.


Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan dari sejumlah narasumber eksternal, di antaranya Ketua KIP Provinsi Papua Henry Winston Muabuay, S.E., akademisi Institut Seni Budaya Indonesia Tanah Papua Dr. Cand. Muhammad Ilham M. Murda, S.T., M.So., filmmaker Richard Suwae, S.Tr.I.KOM, serta akademisi Sekolah Tinggi Multi Media Yogyakarta Wahyu Mika, S.ST., M.So.


Materi yang diberikan mencakup strategi pengelolaan konten, pemanfaatan teknologi AI dalam produksi dan pengembangan konten media sosial, serta penguatan kemampuan branding dan storytelling.


Sejak pagi, kegiatan berlangsung dengan penyampaian materi yang dilanjutkan sesi diskusi dan tanya jawab. Peserta juga diberikan kesempatan untuk mempraktikkan secara langsung materi yang telah diterima sehingga dapat memahami penerapannya dalam pelaksanaan tugas kehumasan.


Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Cahyo Sukarnito menyampaikan bahwa seluruh pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama kegiatan diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal dalam pelaksanaan tugas kehumasan di wilayah hukum Polda Papua.


“Atas nama pimpinan Polda Papua, saya berharap apa yang telah kita dapatkan dari para narasumber dapat kita manfaatkan dengan baik dan maksimal, serta disesuaikan dengan kearifan lokal yang ada di daerah masing-masing,” ujar Kombes Cahyo.


Menurutnya, tantangan tugas kehumasan di Papua memiliki karakteristik yang berbeda-beda, mengingat luasnya wilayah hukum Polda Papua yang mencakup kawasan perkotaan, pesisir, pedalaman, perbatasan negara hingga wilayah pegunungan.


“Kita memahami bahwa tantangan tugas kita berbeda. Ada rekan-rekan yang bertugas di Kota Jayapura, wilayah pesisir, pedalaman, bahkan di wilayah perbatasan dan pegunungan. Tentunya karakteristik wilayah, karakteristik ancaman, sekaligus tantangan tugasnya juga berbeda,” jelasnya.


Kombes Cahyo menekankan, perbedaan karakteristik wilayah tersebut harus menjadi perhatian personel Humas dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Menurutnya, kemampuan mengemas informasi dengan pendekatan yang sesuai dengan kondisi masyarakat setempat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan tugas kehumasan.


Melalui kegiatan Bimbingan Teknis dan Latihan Kemampuan tersebut, dirinya berharap kapasitas dan kapabilitas personel pengemban fungsi kehumasan di jajaran Polda Papua semakin meningkat.


“Diharapkan dengan kegiatan yang telah kita laksanakan, baik Bimbingan Teknis maupun Latihan Kemampuan ini, dapat meningkatkan kapasitas dan kapabilitas kita sebagai pengemban fungsi kehumasan di jajaran Polda Papua,” tuturnya.


Ia juga menegaskan bahwa personel Humas harus mampu menghadirkan informasi yang cepat, tepat dan akurat, sekaligus turut berkontribusi dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polda Papua.


“Kita harus mampu memberikan informasi-informasi secara cepat, tepat dan akurat, serta berpartisipasi dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polda Papua dan jajaran,” tegas Kombes Cahyo.


Selain itu, Kombes Cahyo meminta peserta yang telah mengikuti kegiatan agar tidak menyimpan ilmu dan pengalaman yang diperoleh hanya untuk diri sendiri. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat dibagikan kepada rekan-rekan di kewilayahan yang belum berkesempatan mengikuti kegiatan.


“Ilmu dan pengalaman yang telah rekan-rekan dapatkan silakan dibagi dan di-share kepada teman-teman di kewilayahan yang saat ini belum berkesempatan hadir. Dengan keterbatasan anggaran, sarana dan prasarana, kita tetap harus memiliki tekad dan kemauan untuk memberikan yang terbaik bagi institusi dalam pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara,” ujarnya.


Lebih lanjut, Kombes Cahyo menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan panitia yang telah mengikuti serta menyelenggarakan rangkaian kegiatan tersebut hingga selesai. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama pelaksanaan kegiatan masih terdapat kekurangan.


“Atas nama pribadi dan panitia, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh rekan-rekan yang telah hadir dan mengikuti kegiatan ini. Kami juga memohon maaf apabila dalam pelaksanaan maupun pelayanan selama kegiatan masih terdapat kekurangan. Tentunya kami telah berusaha memberikan yang terbaik,” katanya.


Kombes Cahyo berharap seluruh materi yang diperoleh dapat menjadi bekal bagi personel dalam menjalankan tugas dan pengabdian sebagai pengemban fungsi kehumasan Polri.


“Semoga apa yang telah kita laksanakan ini menjadi bekal dalam pengabdian dan pelaksanaan tugas kita. Semoga kita semua senantiasa diberikan perlindungan, kesehatan dan keselamatan, termasuk rekan-rekan yang sedang melaksanakan tugas operasi kewilayahan di wilayah hukum Polda Papua,” pungkasnya.


6 Hari Terombang-Ambing di Laut, 5 Korban Speedboat Hilang di Perairan Waropen Ditemukan Selamat



Jayapura – Setelah enam hari terombang-ambing di laut, lima korban speedboat rute Serui, Kabupaten Kepulauan Yapen, menuju Waropen yang sempat dilaporkan hilang akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat, Sabtu (29/08/2026) pagi.


Kelima korban ditemukan oleh kapal penumpang KM Masirei yang sedang berlayar dari Biak menuju Nabire. Penemuan tersebut menjadi titik terang setelah Tim SAR gabungan melakukan pencarian secara intensif sejak korban dilaporkan hilang pada Minggu (23/08/2026).


Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., membenarkan bahwa kelima korban ditemukan sekitar pukul 06.55 WIT di perairan Nabire, Provinsi Papua Tengah.


“Perahu speedboat beserta seluruh korban ditemukan kurang lebih 17 mil laut dari Pulau Moor, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, tepatnya di koordinat 02° 43' 40.4" S dan 135° 28' 22.3" E. Saat ini seluruh korban dan perahu telah dievakuasi ke Nabire,” ujar Kombes Cahyo, Sabtu (29/08).


Kelima korban tersebut terdiri dari dua warga sipil dan tiga personel Polri, yakni Amsal Yowei selaku motoris, Malfib Yowei selaku penumpang, serta tiga personel Polri masing-masing Bripda Lamek Abon (BA Samapta), Bripda Farel Raunsai (BA Satlantas), dan Bripda Melfin Maniani (BA Dokkes).


Kombes Cahyo menjelaskan, peristiwa bermula ketika speedboat yang membawa kelima korban bertolak dari Serui menuju Waropen pada Minggu (23/08/2026) sekitar pukul 05.00 WIT. Dalam perjalanan, speedboat tersebut menghadapi kondisi cuaca buruk di tengah perairan.


“Keterangan sementara menyebutkan perahu mengalami kendala akibat cuaca buruk. Saat berangkat, kondisi perairan diselimuti kabut tebal dan dihantam gelombang tinggi,” jelasnya.


Sejak menerima laporan kehilangan, Tim SAR gabungan langsung melakukan pencarian dengan mengerahkan kekuatan penuh, di antaranya Basarnas Biak, Yapen dan Nabire, TNI AL Biak, Koramil Waropen, Kodim 1709/Yawa, serta personel Satpolairud dari Polres Waropen, Polres Kepulauan Yapen dan Polres Nabire.


Pencarian dilakukan secara bertahap dengan menyisir wilayah perairan Waropen, Kepulauan Yapen hingga kawasan Teluk Cenderawasih. Pemantauan melalui udara juga dilakukan dengan melibatkan armada Skuadron Udara Lanud Biak di wilayah perairan Saireri.


Selain itu, Stasiun Radio Pantai (SROP) terus menyebarluaskan informasi marabahaya atau distress alert kepada kapal-kapal yang melintas di sekitar titik terakhir keberadaan korban atau Last Known Position (LKP).


Titik terang pencarian akhirnya membuahkan hasil pada Sabtu pagi. Awak KM Masirei yang dipimpin Kapten Taufik Efendi melihat sebuah speedboat dalam kondisi terombang-ambing di tengah laut. Setelah memastikan keberadaan korban, proses evakuasi segera dilakukan.


“Sekitar pukul 07.00 WIT, seluruh korban berhasil dievakuasi ke atas KM Masirei. Tim medis yang berada di kapal kemudian memberikan penanganan awal dan memastikan seluruh korban dalam kondisi selamat dan sehat,” ungkap Cahyo.


Setibanya di Kabupaten Nabire, seluruh korban kembali mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis dari Tim Kesehatan SAR Nabire bersama Bidokkes Polda Papua Tengah untuk memastikan kondisi kesehatan mereka setelah bertahan selama beberapa hari di laut.


Pihak kepolisian bersama Tim SAR masih melakukan pendalaman terhadap kronologi perjalanan para korban selama enam hari sebelum ditemukan. Pendalaman tersebut dilakukan untuk mengetahui secara pasti kondisi speedboat selama berada di laut, termasuk kemungkinan perahu sempat berlindung atau terdampar di wilayah tertentu sebelum kembali ditemukan di perairan Nabire.


Sementara itu, Kapolres Waropen telah bertolak menuju Kabupaten Nabire untuk memastikan proses penanganan dan penyerahan kelima korban berjalan dengan baik.


Kombes Pol. Cahyo juga mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan melalui jalur laut agar selalu mengutamakan keselamatan, memperhatikan kondisi cuaca, serta memastikan kelayakan perahu dan perlengkapan keselamatan sebelum berangkat.


“Kami mengimbau masyarakat agar tidak memaksakan perjalanan apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan. Pastikan perahu dalam kondisi layak dan lengkapi dengan alat keselamatan serta sarana komunikasi. Keselamatan harus menjadi prioritas utama,” pungkas Cahyo.



29/08/26

Kini Tim 1 Personel TNI Dan Gabungan Bergerak Ke Suatang, Untuk Padamkan Api



Kodim 0904/Paser, Paser Balengkong - Terkait laporan masyarakat Terkait kebakaran lahan di RT 9 Desa Suatang, Tim 1 Gabungan TNI beserta Instansi terkait segera bergerak ke titik api guna jinakkan kebakaran yang membakar lahan. Sabtu (29/8/2026)


Personel Gabungan yang terdiri dari anggota Koramil 02/Paser Balengkong, Polsek Balengkong, BPBD Paser, Damkar Kecamatan Paser Balengkong dan relawan segera mendatangi titik api yang berada di Desa Suatang.


Api sudah berkobar selama 20 menit sebelum Tim Gabungan Karhutla tiba di titik lokasi.


Dimana api sudah membakar lahan hampir seluar 1 hektar. Masih belum diketahui apa penyebab kebakaran Tim tetap melakukan pemadaman guna mencegah terjadinya penyebaran kebakaran.


Dari menyiapkan alat pemadam dari mobil Tanki BPBD sampai memanfaatkan alat seadanya guna memadamkan si jago merah yang melahap lahan kering akibat Kemarau tersebut.


Himbauan sudah disebar luaskan baik secara lisan maupun melalui jejaring sosial untuk mengurangi kebakaran di wilayah Paser, namun Personel Gabungan tetap melakukan sosialisasi secara rutin kepada warga binaan khususnya warga Paser. 


Dalam kegiatan tersebut api sudah dapat dipadamkan dan tidak ditemukan korban jiwa, namun api berhasil melahap lahan masyarakat Desa Suatang.


Dim 0904/Psr

Shalat Istisqa Yang Digelar Kodim 0904/Paser Dihadiri Ribuan Masyarakat


Kodim 0904/Paser, Tanah Grogot - Ribuan masyarakat ikuti salat istisqa yang dilaksanakan Kodim 0904/Paser bersama Forkompinda dan masyarakat Kabupaten Paser, di halaman Masjid Agung Nurul Falah, Kecamatan Tanah Grogot, Sabtu (29/8/2026).


Pagi ini Ustadz Abdus Somad menjadi imam dan khatib dalam salat sunnah muakkad yang dikerjakan dalam memohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala untuk menurunkan hujan saat terjadi kemarau panjang atau kekeringan disuatau wilayah.


“Semoga apa yang kita minta, kita hajatkan pagi hari ini, Allah bisa mengabulkan, sehingga bisa segera turun hujan. Kita juga mendoakan seluruh tim gabungan yang telah memadamkan karhutla saat ini,” tutur H. Ikhwan Antasari selaku Wakil Bupati Paser.


Fenomena El Nino ekstrim saat ini menyebabkan kekeringan. Hal tersebut menjadi intropeksi seluruh kalangan masyarakat, bagaimana dalam kondisi ini menjaga alam tetap dalam kondisi stabil.


Dengan begitu, Ikhwan Antasari mengimbau kepada masyarakat untuk tidak memanfaatkan kondisi saat ini untuk membuka lahan dengan cara membakar.


“Terpenting, mengimbau masyarakat untuk menjaga kondisi alam ini dan kita minta kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar,” imbau Wakil Bupati Paser.


Dandim 0904/Psr, Letkol Inf Edy Wahyu Satriyadi, S.I.P., M.i.P., menyampaikan bahwa Kodim 0904/Paser telqh mengerahkan seluruh tenaga untuk berkolaborasi dengan Instansi Terkait se Paser, untuk memadamkan dan mencegah terjadinya karhutla.


Tim gabungan yang terdiri dari beberapa stakeholder siap siaga di posko-posko terpadu di setiap Kecamatan. Tim di Kecamatan merupakan salah satu regu gerak cepat ketika ada laporan karhutla, sekaligus intens melakukan imbauan kepada masyarakat tentang bahaya karhutla.


“Inisiasi Kodim Paser dan Polres Paser, kemudian ditindaklanjuti Pemkab Paser, terbentuklah posko-posko di setiap kecamatan, terus berjalan sampai saat ini,” tutur Dandim 0904/Paser.


Dim 0904/Psr

Bersama Stakeholder, Babinsa Argosari Monitoring Wilayah Pasca Karhutlah

 


Lumajang – Dalam upaya memastikan kondisi wilayah tetap aman pascakebakaran hutan dan lahan (Karhutlah), Babinsa Argosari Koramil 0821-03/Senduro Sertu Edi Kuswanto bersama sejumlah stakeholder melaksanakan pemantauan dan monitoring wilayah pasca Karhutlah di Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (29/8/2026).


Kegiatan tersebut melibatkan Masyarakat Peduli Api (MPA) Argosari, personel BPBD Kabupaten Lumajang, personel Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), serta para relawan.


Monitoring dilakukan untuk mengetahui kondisi terkini kawasan yang sebelumnya terdampak kebakaran sekaligus memastikan tidak terdapat titik api baru yang berpotensi memicu kebakaran susulan.


Berdasarkan pemantauan koordinat satelit, lokasi yang menjadi sasaran monitoring berada di wilayah Ledok Bedor pada titik koordinat -7.977162, 112.980247, dengan luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai kurang lebih 20 hektare.


Untuk mencapai lokasi, tim harus menempuh jarak sekitar 2,39 kilometer (1,48 mil) dengan kondisi medan berupa perbukitan. Perjalanan menuju lokasi diperkirakan membutuhkan waktu sekitar enam jam dengan berjalan kaki menyusuri bukit.


Saat dikonfirmasi Sertu Edi Kuswanto menyampaikan bahwa monitoring pasca Karhutlah merupakan langkah penting untuk memastikan situasi di lokasi benar-benar aman, terutama dengan melakukan pengecekan terhadap kemungkinan munculnya titik api baru.


“Monitoring ini kami lakukan bersama stakeholder dan relawan untuk mengetahui kondisi terkini di lokasi bekas kebakaran. Selain memastikan tidak ada titik api baru, kegiatan ini juga sebagai langkah antisipasi agar potensi kebakaran susulan dapat segera diketahui dan ditangani,” ujarnya.


Menurutnya, medan yang cukup sulit dan perjalanan yang membutuhkan waktu panjang tidak menyurutkan semangat tim untuk melakukan pemantauan secara langsung. Sinergi antara Babinsa, BPBD, TNBTS, MPA, mahasiswa, dan relawan menjadi bagian penting dalam menjaga kawasan hutan dan lahan di wilayah Desa Argosari.


Kegiatan monitoring juga menjadi bentuk kesiapsiagaan bersama dalam menghadapi potensi Karhutlah, mengingat kondisi kawasan perbukitan membutuhkan perhatian dan pemantauan secara berkelanjutan.


Melalui kegiatan tersebut, diharapkan kondisi wilayah pasca kebakaran dapat terus terpantau dengan baik serta setiap indikasi munculnya titik api baru dapat segera diketahui, sehingga langkah penanganan dapat dilakukan secara cepat dan terpadu. (Pendim0821)