View AllNews

Nasional

Hukum

Latest News

07/09/26

Cegah Karhutla, Polres Biak Numfor Gelar Apel Kesiapsiagaan dan Tekankan Respons Cepat

 


Jayapura – Menghadapi potensi musim kemarau dan ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Polres Biak Numfor menggelar Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Karhutla Tahun 2026, Senin (07/09/2026).


Apel dipimpin langsung Kapolres Biak Numfor AKBP Arjuna Wijaya, S.I.K. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Biak Numfor, Komandan Kodim 1708/BN, Danlanal Biak, Danlanud Manuhua Biak, Komandan Batalyon Infanteri TP 858/MSB, Danki 4 Batalyon A Pelopor Brimob Biak, Kepala Basarnas Biak Numfor, Kasat Pol PP Kabupaten Biak Numfor, Kepala BPBD Biak, Kepala BMKG Kabupaten Biak Numfor, Kepala Dinas Kesehatan Biak serta Kepala UPTD KPHL Biak Numfor.


Dalam amanatnya, Kapolres menegaskan bahwa Karhutla merupakan salah satu ancaman serius yang dapat memberikan dampak luas, tidak hanya terhadap kelestarian lingkungan, tetapi juga kesehatan masyarakat, perekonomian serta keamanan dan ketertiban masyarakat.


“Rekan-rekan sekalian, Karhutla merupakan salah satu ancaman yang dapat menimbulkan dampak terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, perekonomian serta keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujar AKBP Arjuna Wijaya.


Kapolres menyampaikan bahwa penanggulangan Karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu fungsi maupun satu instansi saja. Diperlukan kesiapsiagaan seluruh personel, kecepatan dalam merespons setiap kejadian serta koordinasi yang kuat bersama Pemerintah Daerah, TNI, BPBD, Damkar, masyarakat dan seluruh stakeholder terkait.


Untuk memastikan kesiapan tersebut, Kapolres memberikan 10 penekanan kepada seluruh personel yang terlibat dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla.


Pertama, meningkatkan deteksi dini dan monitoring terhadap wilayah yang memiliki potensi terjadinya Karhutla. Setiap perkembangan situasi agar segera dilaporkan secara berjenjang sehingga dapat ditindaklanjuti dengan cepat.


Kedua, melaksanakan patroli secara intensif di wilayah yang dianggap rawan serta membangun komunikasi dengan masyarakat guna mencegah adanya aktivitas pembakaran hutan dan lahan.


Ketiga, apabila ditemukan titik api atau terjadi Karhutla, personel diminta segera melakukan respons cepat, berkoordinasi dengan instansi terkait serta melaksanakan pemadaman awal sesuai kemampuan dan peralatan yang tersedia.


Keempat, kepada personel Intelkam agar melakukan pemetaan wilayah rawan, meningkatkan deteksi terhadap potensi gangguan serta melakukan pendalaman apabila terdapat informasi mengenai dugaan pembakaran yang dilakukan secara sengaja.


Kelima, kepada Satreskrim, apabila ditemukan indikasi tindak pidana, agar segera melakukan langkah penyelidikan dan penyidikan secara profesional sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.


Keenam, kepada Satbinmas agar meningkatkan kegiatan sambang dan penyuluhan kepada masyarakat untuk mencegah praktik pembakaran hutan maupun lahan secara sembarangan.


Ketujuh, kepada Satsamapta dan Polsek jajaran agar meningkatkan patroli serta kesiapsiagaan personel dengan memastikan kendaraan dan peralatan pendukung berada dalam kondisi siap digunakan.


Kedelapan, kepada Sihumas agar melaksanakan dokumentasi dan publikasi kegiatan secara proporsional serta menyampaikan informasi yang benar, akurat dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.


Kesembilan, dalam setiap pelaksanaan tugas di lapangan, personel diminta mengutamakan keselamatan, baik keselamatan anggota maupun masyarakat. Setiap tindakan harus dilakukan dengan memperhitungkan situasi dan risiko yang ada.


Kesepuluh, seluruh personel diminta menjaga soliditas, kekompakan serta komunikasi antar-satuan agar setiap langkah penanganan dapat berjalan secara terpadu dan efektif.


Kapolres berharap apel kesiapsiagaan tersebut tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi benar-benar menjadi momentum untuk memastikan kesiapan seluruh personel dalam menghadapi setiap kemungkinan yang terjadi.


“Melalui apel siaga ini, saya berharap seluruh personel benar-benar siap menghadapi setiap kemungkinan yang terjadi. Apabila ditemukan adanya Karhutla, kita harus mampu bertindak cepat, tepat dan terkoordinasi,” tegasnya.


Kapolres juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga wilayah Kabupaten Biak Numfor agar tetap aman, masyarakat terlindungi dan lingkungan tetap terjaga.


“Mari kita bersama-sama menjaga wilayah Kabupaten Biak Numfor agar tetap aman, masyarakat terlindungi dan lingkungan tetap terjaga,” ujarnya.


Menutup amanatnya, Kapolres menyampaikan tiga pesan kunci yang menjadi pedoman bersama dalam menghadapi ancaman Karhutla, yaitu:


“CEGAH KARHUTLA SEBELUM TERJADI. RESPONS CEPAT KETIKA TERJADI. LINDUNGI MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN.”


Apel kesiapsiagaan ini sekaligus memperkuat sinergi antara Polres Biak Numfor dan seluruh stakeholder dalam mengantisipasi potensi Karhutla di wilayah Kabupaten Biak Numfor sepanjang tahun 2026.


Melalui kesiapsiagaan personel, penguatan patroli dan deteksi dini, edukasi masyarakat, serta sinergi lintas sektoral, Polres Biak Numfor berkomitmen untuk terus melakukan langkah pencegahan agar potensi Karhutla dapat diminimalisir dan masyarakat serta lingkungan tetap terlindungi.


Max Ohee Ajak Generasi Muda Papua Pahami Sejarah dan Jaga NKRI

  


Jayapura - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Barisan Merah Putih Republik Indonesia (BMP RI) Provinsi Papua, Max Abner F. Ohee, mengajak generasi muda untuk memahami sejarah perjalanan Papua dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sekaligus menyadari hak dan tanggung jawab sebagai warga negara. Pesan tersebut disampaikan Max Ohee dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.


Menurut Max Ohee, generasi muda memiliki peran besar dalam menentukan masa depan daerah dan bangsa. Karena itu, pemahaman mengenai identitas, sejarah, serta tanggung jawab sebagai warga negara dinilai penting sebagai pegangan dalam kehidupan bermasyarakat.


“Generasi muda harus mengetahui jati dirinya dan memahami bahwa sebagai warga negara, kita bukan hanya memiliki hak, tetapi juga tanggung jawab,” ujar Max Ohee.


Ia mengatakan, salah satu tanggung jawab bersama adalah menjaga keamanan dan kedamaian di Tanah Papua, termasuk di tingkat kampung, distrik, kabupaten, dan kota.


Di sisi lain, masyarakat juga memiliki berbagai hak untuk memperoleh pendidikan, menjalankan aktivitas, serta mendapatkan kesempatan mengembangkan diri. Namun, menurut Max, pemenuhan hak tersebut harus diimbangi dengan kesadaran untuk menjaga lingkungan dan mendukung berbagai kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.


Max Ohee juga menyinggung sejarah Penentuan Pendapat Rakyat (PEPERA) Tahun 1969 yang, menurut pandangannya, merupakan bagian penting dari proses sejarah Papua dalam NKRI.


Ia menyampaikan bahwa pelaksanaan PEPERA telah melibatkan perwakilan masyarakat dari berbagai wilayah Papua yang pada saat itu menyatakan pilihan untuk bergabung dengan Indonesia.


“Generasi muda perlu memahami perjalanan sejarah Papua agar memiliki dasar dan pegangan dalam menyikapi berbagai persoalan yang berkembang saat ini,” katanya.


Menurut Max, hasil proses tersebut kemudian menjadi bagian dari catatan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Karena itu, ia meminta generasi muda untuk memahami sejarah berdasarkan dokumen dan proses yang telah terjadi.


Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai narasi atau isu-isu provokatif yang berpotensi menimbulkan perpecahan dan konflik di tengah kehidupan sosial.


“Kalau kita terus mempertentangkan persoalan yang sama tanpa melihat proses sejarah yang telah dilalui, maka energi, waktu, dan tenaga kita akan habis. Lebih baik generasi muda memikirkan bagaimana membangun masa depan Papua,” ujarnya.


Dalam kesempatan tersebut, Max mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga silaturahmi, kebersamaan,persatuan serta nilai kebhinnekaan di Tanah Papua.


Menurutnya, keberagaman suku, agama, dan latar belakang masyarakat harus menjadi kekuatan untuk saling menopang dan membangun kehidupan yang harmonis.


Max Ohee mengajak masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia yang tinggal di Papua untuk terus membangun kepedulian sosial terhadap sesama, khususnya masyarakat yang membutuhkan perhatian dalam bidang pendidikan dan kesejahteraan.


“Kita semua hidup bersama di atas tanah ini. Karena itu, mari saling menghargai, saling membantu, dan saling menopang sebagai sesama makhluk sosial,” katanya.


Ia menilai pembangunan sumber daya manusia menjadi salah satu aspek penting dalam mendorong kemajuan Papua. Pendidikan, peningkatan kesejahteraan, dan penguatan kapasitas masyarakat harus terus mendapat perhatian bersama.


Menurutnya, semangat kebersamaan antara masyarakat asli Papua dan masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia perlu terus diperkuat untuk menghadapi berbagai tantangan pembangunan.


Max Ohee berharap peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan dan saling menghargai.


Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga Papua sebagai rumah bersama, sehingga kehidupan sosial, aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pembangunan dapat berjalan dengan baik.


“Mari setelah perayaan kemerdekaan ini kita semakin menghargai satu sama lain. Papua adalah rumah kita bersama dan menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaganya agar tetap aman dan damai,” ujarnya.


Melalui semangat persatuan dan kebhinnekaan, BMP RI Papua berharap seluruh masyarakat dapat terus menjaga keamanan dan ketertiban serta berkontribusi dalam membangun Papua menuju kehidupan yang lebih maju dan sejahtera. (Redaksi)

06/09/26

Ikrar Komunitas Game Online Pasuruan Kota, Tim Turnamen Mobile Legends Komitmen Jaga Kamtibmas

  


PASURUAN – Komitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat ditunjukkan komunitas game online Pasuruan Kota melalui pembacaan Ikrar Komunitas Game Online Pasuruan Kota dalam rangkaian Turnamen Mobile Legends Kapolres Pasuruan Kota Tahun 2026.


Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 5–6 September 2026, tersebut digelar di Gedung Wicaksana Laghawa Polres Pasuruan Kota dan Cafe Cesa yang diikuti sebanyak 41 tim.


Pembacaan ikrar disaksikan langsung oleh Kapolres Pasuruan Kota AKBP Arief Ardiansyah Prasetyo, S.H., S.I.K., M.H., bersama para Pejabat Utama Polres Pasuruan Kota, Ketua Esports Pasuruan Kota serta anggota komunitas.


Dalam ikrar tersebut, komunitas game online Pasuruan Kota menyatakan komitmennya untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban dan kenyamanan Kota Pasuruan, serta membangun lingkungan komunitas yang positif, sehat dan bertanggung jawab.


Komunitas juga berjanji untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat, baik secara langsung maupun melalui aktivitas di ruang digital dan media sosial.


Selain itu, mereka menyatakan siap menjadi bagian dari masyarakat dalam menjaga kondusivitas Kota Pasuruan, menjunjung tinggi sportivitas, menghormati sesama, menaati aturan, serta turut mencegah dan melaporkan setiap potensi gangguan keamanan dan ketertiban kepada pihak yang berwenang.


Kapolres Pasuruan Kota AKBP Arief Ardiansyah Prasetyo, S.H., S.I.K., M.H. mengapresiasi komitmen komunitas game online yang dituangkan melalui ikrar tersebut. Menurutnya, keterlibatan komunitas dalam menjaga keamanan dan ketertiban merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap terciptanya situasi yang kondusif.


“Pembacaan ikrar ini merupakan langkah positif. Komunitas game online tidak hanya menjadi wadah hiburan dan kompetisi, tetapi juga dapat berperan dalam menjaga persaudaraan, sportivitas dan kondusivitas di tengah masyarakat,” ujar Kapolres


Ia menambahkan, ruang digital juga perlu dijaga bersama agar tetap sehat dan tidak menjadi sarana penyebaran konten maupun aktivitas yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban.


“Kami mengajak seluruh komunitas untuk terus menjunjung sportivitas, menghormati sesama, menaati aturan dan menggunakan ruang digital secara bijak. Jadikan esports sebagai sarana mengembangkan potensi dan prestasi generasi muda,” pungkasnya.


Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem esports yang sehat sekaligus memperkuat sinergi antara kepolisian dan komunitas dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, dengan semangat “Jogo Jatim, Pasuruan Kota SAE.”


Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pasuruan Kota AKP AKP Dhecki Tjahyono Try Yoga.

selaku Ketua Panitia mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan membangun komunitas esports yang positif.


“Esports ini bisa menjadi wadah untuk menyatukan kita, mempererat silaturahmi dan menyalurkan hobi secara positif. Kami berharap kegiatan seperti ini ke depan dapat digelar lebih meriah lagi dan semakin banyak peserta yang terlibat,” ujar AKP Dhecki Tjahyono Try Yoga.


Ia juga mengingatkan para peserta agar tidak terpengaruh oleh aktivitas game online yang memberikan dampak negatif serta dapat menggunakan perkembangan esports sebagai peluang untuk meraih prestasi.


“Kami berpesan agar teman-teman tidak terpengaruh game online yang berdampak negatif. Mari jadikan esports sebagai kegiatan yang sehat dan positif. Semoga ke depan teman-teman semua bisa menjadi atlet esports yang membanggakan,” tambahnya.

TNI-Polri Bersama Warga, Sukseskan Sholawat dan Pengajian Peringatan Satu Abad Masjid Ar-Roudloh



Lumajang – Dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, Babinsa Labruk Kidul Koramil 0821-19/Sumbersuko Serma Nizar Lutfi bersama Bhabinkamtibmas Labruk Kidul  melaksanakan pengamanan kegiatan Sholawat dan Pengajian Umum dalam rangka memperingati satu abad Masjid Ar-Roudloh.


Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Ar-Roudloh, Dusun Gedongsari, Desa Labruk Kidul, Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Sabtu malam (5/9/2026). Kegiatan keagamaan tersebut diikuti masyarakat dan jamaah yang hadir untuk mengikuti rangkaian peringatan satu abad berdirinya Masjid Ar-Roudloh.


Serma Nizar Lutfi menyampaikan bahwa pengamanan kegiatan Sholawat dan Pengajian Umum dalam rangka satu abad Masjid Ar-Roudloh merupakan bagian dari tugas Babinsa dalam memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.


“Kami hadir untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib dan lancar. Selain melaksanakan pengamanan, kegiatan seperti ini juga menjadi kesempatan bagi kami untuk mempererat silaturahmi dan komunikasi dengan masyarakat di wilayah binaan,” ujar dia.


Sementara itu, Bhabinkamtibmas Labruk Kidul Aiptu Mafbud Junaidi, S.H menegaskan pentingnya sinergi dan koordinasi antara TNI, Polri, panitia serta masyarakat dalam menjaga keamanan selama kegiatan berlangsung.


“Sinergi dan komunikasi yang baik menjadi kunci dalam menciptakan situasi yang kondusif. Kami bersama Babinsa melakukan pemantauan agar jamaah dapat mengikuti kegiatan dengan nyaman, sekaligus mengantisipasi apabila terdapat hal-hal yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban,” jelasnya.


Ketua Takmir Masjid Ar-Roudloh Moh. Kholil mengapresiasi kehadiran Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang turut membantu pengamanan kegiatan peringatan satu abad Masjid Ar-Roudloh.


“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan pengamanan dari Babinsa serta Bhabinkamtibmas. Kehadiran beliau memberikan rasa aman dan nyaman kepada panitia maupun jamaah, sehingga kegiatan Sholawat dan Pengajian Umum dapat terlaksana dengan tertib dan lancar,” pungkasnya. (Pendim0821)

Air Lancar, Sawah Produktif: Babinsa Tempurejo Dampingi Cek Irigasi


Lumajang – Dalam upaya mendukung kelancaran sektor pertanian dan membantu petani menjaga ketersediaan air bagi tanaman, Babinsa Tempurejo Koramil 0821-18/Tempursari Serma Khoirul Ikhwan melaksanakan pendampingan pengecekan saluran air irigasi di lahan persawahan seluas 2 hektare milik Ghofur, di Dusun Sumoroto, Desa Tempurejo, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Minggu (6/9/2026).


Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari kepedulian Babinsa terhadap kondisi lahan pertanian sekaligus memastikan saluran irigasi dapat berfungsi dengan baik dalam mendukung kebutuhan air di area persawahan. Pengecekan dilakukan dengan melihat kondisi saluran serta memastikan aliran air dapat menjangkau lahan secara optimal.


Serma Khoirul Ikhwan menyampaikan bahwa ketersediaan air menjadi salah satu faktor penting dalam menunjang keberhasilan budidaya tanaman. Karena itu, kondisi saluran irigasi perlu diperhatikan dan dilakukan pengecekan secara berkala agar apabila ditemukan kendala dapat segera ditangani bersama.


“Pengecekan ini merupakan upaya pendampingan kepada petani agar saluran irigasi tetap berfungsi dengan baik. Dengan aliran air yang lancar, kebutuhan air untuk lahan pertanian dapat terpenuhi dan diharapkan dapat mendukung pertumbuhan tanaman serta hasil panen petani,” ujar dia.


Sementara itu, Kapoktan Sumoroto, Abu Bakar, menyampaikan bahwa kondisi saluran irigasi sangat berpengaruh terhadap kelancaran pengairan sawah, terutama saat tanaman membutuhkan pasokan air yang cukup. Menurutnya, pengecekan saluran secara rutin diperlukan untuk memastikan aliran air dapat berjalan lancar dan menjangkau seluruh area persawahan.


“Pengairan sangat penting bagi lahan sawah. Dengan saluran yang terawat dan aliran air yang lancar, kebutuhan air tanaman dapat terpenuhi dengan baik. Kami bersama petani akan terus menjaga dan merawat saluran irigasi agar pengairan ke sawah tetap lancar,” ungkapnya.


Melalui kegiatan tersebut, Babinsa Tempurejo terus berupaya hadir di tengah petani, tidak hanya dalam pendampingan kegiatan pertanian, tetapi juga membantu menjaga sarana pendukung seperti saluran irigasi. Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap kelancaran aktivitas pertanian dan peningkatan kesejahteraan masyarakat petani. (Pendim0821)

Dandim 0821/Lumajang Bersama Forkopimda Hadiri Pelepasan Sekarkijang QRIS Run 5K Samara 2026



Lumajang — Komandan Kodim 0821/Lumajang, Letkol Arh Anton Subhandi, S.A.P., M.I.P., bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Lumajang menghadiri pelepasan peserta Sekarkijang QRIS Run 5K Dulur Sekarkijang X Samara 2026 di Alun-Alun Lumajang, Minggu (6/9/2026).


Kegiatan tersebut diikuti masyarakat dengan penuh antusias. Selain menjadi ajang olahraga, Sekarkijang QRIS Run 5K menjadi ruang silaturahmi yang mempertemukan unsur pemerintah daerah, TNI-Polri, komunitas, serta masyarakat dalam semangat kebersamaan.


Kehadiran Letkol Arh Anton Subhandi bersama Forkopimda menunjukkan dukungan terhadap kegiatan positif yang mendorong pola hidup sehat, memperkuat persatuan, dan membangun kolaborasi di tengah masyarakat Kabupaten Lumajang.


Sebelum peserta diberangkatkan, Dandim 0821/Lumajang mengajak seluruh pelari untuk menjunjung tinggi sportivitas, menjaga keselamatan, serta menikmati kegiatan dengan tertib dan penuh kegembiraan.


“Olahraga tidak hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga mempererat persaudaraan. Semoga kegiatan ini memperkuat semangat kebersamaan masyarakat Lumajang,” ujarnya.


Pelepasan peserta berlangsung meriah dan tertib. Sekarkijang QRIS Run 5K Dulur Sekarkijang X Samara 2026 diharapkan menjadi momentum untuk menumbuhkan budaya hidup sehat sekaligus memperkuat sinergi antara Forkopimda, komunitas, dan seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Lumajang. (Pendim0821)

Karhutla di Biak Numfor Ditangani, Polda Papua Imbau Warga Waspadai Potensi Kebakaran



Jayapura – Kepolisian Daerah Papua melalui jajaran Polres Biak Numfor terus melakukan penanganan terhadap kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di dua lokasi di wilayah Kabupaten Biak Numfor, yakni di belakang SMP Negeri 1 Yendidori, Kampung Adoki, Distrik Yendidori, serta di belakang SMP Negeri 1 Biak Timur, Kampung Bosnik Sup, Distrik Biak Timur pada Kamis (03/09/2026) lalu.


Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., mengatakan bahwa jajaran kepolisian bersama unsur terkait langsung melakukan langkah penanganan di lokasi guna mencegah api meluas dan memastikan keselamatan masyarakat di sekitar kawasan terdampak.


“Personel di lapangan terus melakukan upaya pemadaman dan pengendalian api dengan mengutamakan keselamatan masyarakat serta mencegah agar kebakaran tidak meluas ke permukiman maupun fasilitas umum di sekitar lokasi,” ujar Kombes Pol. Cahyo Sukarnito.


Ia menjelaskan bahwa penanganan Karhutla dilakukan secara terpadu dengan mengedepankan koordinasi antara kepolisian, pemerintah daerah, pemadam kebakaran, serta unsur terkait lainnya. 


Kehadiran personel di lapangan juga diarahkan untuk melakukan pemantauan terhadap titik-titik api dan memastikan kondisi wilayah tetap terkendali.


Menurutnya, kondisi geografis dan cuaca menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam penanganan kebakaran lahan. Karena itu, personel diminta tetap melakukan pemantauan secara berkelanjutan setelah proses pemadaman untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.


“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, terutama pada kondisi cuaca yang panas dan kering. Apabila melihat adanya titik api atau kebakaran, segera laporkan kepada pihak kepolisian atau instansi terkait agar dapat ditangani dengan cepat,” tutur Kabid Humas.


Kombes Pol. Cahyo juga mengingatkan masyarakat agar bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran. Menurutnya, pencegahan merupakan langkah penting karena Karhutla tidak hanya dapat merusak lingkungan, tetapi juga berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat dan membahayakan keselamatan warga.


“Penanganan Karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat, tetapi membutuhkan kepedulian seluruh masyarakat. Kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan potensi kebakaran,” pungkasnya.


Polda Papua melalui jajaran kewilayahan akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan situasi di kedua lokasi tersebut tetap aman serta mencegah terjadinya perluasan kebakaran.

  

Bersama di Tengah Duka: SPN Polda Papua Berbagi untuk Korban Kebakaran Dok V



Jayapura, 4 September 2026 —Di tengah duka yang masih dirasakan oleh para korban kebakaran di kawasan Dok V, Jayapura, secercah kepedulian kembali hadir.


Bukan sekadar bantuan yang diberikan, tetapi sebuah pesan bahwa mereka tidak sendiri dalam menghadapi cobaan.


Bertempat di Posko Bantuan Kebakaran, Lapangan Mandala Jayapura, dilaksanakan kegiatan bakti sosial sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap masyarakat yang terdampak musibah kebakaran.


Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ka SPN Polda Papua KBP. Andreas Tampubolon bersama Ketua Bhayangkari Cabang SPN Polda Papua Ny. Maria Andreas Tampubolon, serta diikuti oleh personel SPN Polda Papua, Bhayangkari, dan para siswa Diktuk Bintara Polri Angkatan ke-54.


Dengan penuh ketulusan, rombongan hadir membawa bantuan sekaligus memberikan dukungan moril kepada warga yang sedang berjuang untuk bangkit kembali.


Karena bagi mereka yang kehilangan tempat tinggal, kehilangan harta benda, bahkan harus memulai kembali kehidupan dari awal, sebuah uluran tangan mungkin terlihat sederhana, tetapi bisa menjadi kekuatan yang sangat berarti.


Kehadiran keluarga besar SPN Polda Papua menjadi bukti bahwa semangat Presisi bukan hanya tentang menjalankan tugas, tetapi juga tentang menghadirkan rasa kemanusiaan di tengah masyarakat.


Para siswa Diktuk Bintara Polri Angkatan ke-54 pun turut mengambil bagian dalam kegiatan ini. Mereka belajar bahwa menjadi seorang Bhayangkara bukan hanya tentang keberanian dalam menjalankan tugas, tetapi juga tentang kepedulian, keikhlasan, dan kesediaan untuk hadir ketika masyarakat membutuhkan.


Hari ini, mungkin yang diberikan hanyalah bantuan.

Namun di balik bantuan itu, ada harapan.

Harapan agar para korban dapat kembali tersenyum.

Harapan agar mereka mampu bangkit dan menata kembali kehidupan.

Dan harapan bahwa di tengah kesulitan, masih ada tangan-tangan yang bersedia menguatkan.

Karena ketika masyarakat terluka, Polri dan Bhayangkari harus hadir.

Ketika masyarakat membutuhkan, Polri dan Bhayangkari harus peduli.

Dan ketika masyarakat berjuang untuk bangkit, Polri harus berjalan bersama.

Dari Lapangan Mandala Jayapura, keluarga besar SPN Polda Papua menyampaikan satu pesan sederhana:

“Kami hadir bukan hanya untuk membantu, tetapi untuk menguatkan. Karena duka masyarakat adalah duka kita bersama.”

Semoga bantuan dan kepedulian yang diberikan hari ini dapat menjadi bagian kecil dari langkah besar para korban untuk kembali bangkit.

SPN hadir.

Bhayangkari peduli.

Bersama masyarakat, untuk Papua yang lebih kuat.