View AllNews

Nasional

Hukum

Latest News

14/09/26

58 Tahun Hadapi DBD, Indonesia Targetkan Nol Kematian pada 2030

 


JAKARTA – Setelah 58 tahun sejak kasus demam berdarah dengue (DBD) pertama kali tercatat di Indonesia, penyakit yang disebabkan virus dengue masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat. Pemerintah menargetkan nol kematian akibat dengue pada 2030, yang membutuhkan peran bersama pemerintah, tenaga kesehatan, lintas sektor, dan masyarakat.


Kasus DBD pertama kali dilaporkan di Indonesia pada 1968 melalui kejadian luar biasa (KLB) di Jakarta dan Surabaya. Saat itu tercatat 58 kasus dengan 24 kematian. Sejak itu, penanganan DBD terus berkembang dan mampu menekan tingkat kematian hingga di bawah 1 persen. 


Namun, DBD masih menjadi ancaman sepanjang tahun dan dapat menyerang siapa saja. Studi Burden of Disease Universitas Gadjah Mada memperkirakan lebih dari 2 juta rawat inap akibat dengue pada 2024, dengan beban ekonomi hampir Rp9 triliun. 


Dokter sekaligus kreator konten, dr. Gia Pratama Putra, mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap DBD sebagai penyakit biasa.


“DBD pada awalnya sulit dibedakan dari demam biasa, tetapi kondisi pasien dapat memburuk cepat. Karena itu, keluarga perlu mengenali tanda bahaya dan segera mencari pertolongan medis. Jangan sampai DBD dianggap sebagai hal biasa.”


Menurutnya, tanda bahaya yang perlu diwaspadai antara lain nyeri perut hebat, muntah terus-menerus, perdarahan, tubuh sangat lemas, gelisah, hingga penurunan kesadaran. Penanganan yang cepat dan tepat penting untuk mencegah kondisi pasien menjadi lebih berat. 


Gia juga menekankan bahwa pencegahan harus dilakukan sejak sebelum pasien membutuhkan perawatan di rumah sakit.


“Kemenangan terbesar sebenarnya terjadi jauh sebelum pasien sampai ke IGD. Pencegahan tetap menjadi perlindungan pertama. Setiap keluarga dapat berperan dengan menjalankan 3M Plus secara konsisten, mengurangi paparan gigitan nyamuk, memperhatikan lingkungan, serta berkonsultasi dengan tenaga kesehatan mengenai pilihan pencegahan lainnya, termasuk vaksinasi dengue.” 


Country Head Malaysia & Indonesia, Takeda, Simon Gallagher, mengatakan dampak DBD tidak hanya dirasakan oleh pasien, tetapi juga seluruh keluarga.


DBD tidak hanya berdampak pada pasien. Ketika satu orang sakit, seluruh keluarga ikut merasakan dampaknya, mulai dari kekhawatiran, waktu yang digunakan untuk merawat, hingga beban finansial. Karena itu, perjalanan menuju nol kematian akibat dengue perlu menempatkan keluarga sebagai bagian penting dari upaya pencegahan.


Ia menambahkan, pencapaian target nol kematian akibat dengue pada 2030 membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.


Takeda berkomitmen untuk terus menjadi mitra pemerintah, tenaga kesehatan, asosiasi medis, dunia usaha, dan masyarakat dalam memperkuat edukasi serta akses terhadap pencegahan dengue. Target 2030 dapat semakin dekat apabila setiap pihak mengambil peran dan bergerak bersama.


Indonesia saat ini memperkuat pengendalian dengue melalui Rencana Aksi Nasional Pengendalian Dengue 2026–2029. Upaya tersebut mencakup penguatan surveilans, deteksi dini, tata laksana kasus, pengendalian vektor, pengelolaan lingkungan, teknologi Wolbachia, vaksinasi dengue, serta pelibatan masyarakat. 


Setelah puluhan tahun menghadapi DBD, masyarakat kini memiliki lebih banyak pengetahuan dan pilihan pencegahan. Karena itu, upaya menuju nol kematian akibat dengue pada 2030 perlu dimulai dari tindakan sederhana di tingkat keluarga.


Kenali tanda bahaya, jalankan 3M Plus, lindungi diri dari gigitan nyamuk, dan segera cari pertolongan medis bila diperlukan. Jangan menunggu DBD datang—lindungi diri dan keluarga mulai sekarang.


SAT BINMAS POLRES LANNY JAYA MEDIASI MASALAH RUMAH TANGGA, KEDUA BELAH PIHAK SEPAKAT LANJUT JALUR HUKUM

 



LANNY JAYA – Satuan Binmas Polres Lanny Jaya menggelar kegiatan mediasi penyelesaian masalah keluarga di halaman Mapolres Lanny Jaya, Senin (14/09/2026). Mediasi dipimpin langsung Kapolres Lanny Jaya KOMPOL HENDRIK SERU, S.H bersama Kasat Binmas IPDA ABUBAKAR, http://S.Sos.


Kegiatan mediasi dimulai pukul 11.00 WIT dan berlangsung hingga pukul 14.00 WIT. Mediasi mempertemukan pasangan suami istri, Sdri. MELITA YIGIBALOM selaku pelapor dan Sdr. MEL WANIMBO selaku terlapor.


Dalam keterangannya, Kasat Binmas IPDA ABUBAKAR, http://S.Sos menjelaskan bahwa permasalahan berawal dari ketidakharmonisan rumah tangga. Pihak istri mengaku diusir oleh keluarga suami dengan alasan belum dikaruniai keturunan.


“Pihak istri tidak terima dengan perlakuan tersebut sehingga melapor ke Sat Binmas untuk dilakukan mediasi. Sedangkan dari pihak suami membenarkan dan tetap pada keinginannya untuk bercerai secara adat,” jelas Kasat Binmas.


Dalam proses mediasi, anggota Bhabinkamtibmas telah memberikan beberapa alternatif solusi dan himbauan agar kedua belah pihak dapat menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan dan saling memaafkan. 


Namun, karena kedua belah pihak tetap pada pendiriannya masing-masing, maka diputuskan mediasi tidak mencapai kata sepakat.


“Keputusan akhir, kedua belah pihak sepakat untuk melanjutkan permasalahan ini ke proses hukum nasional,” tambah IPDA ABUBAKAR.


Kegiatan mediasi berjalan aman, lancar dan tertib. Pukul 14.00 WIT kedua belah pihak beserta keluarga meninggalkan Mapolres Lanny Jaya dan kembali ke rumah masing-masing.


Polres Lanny Jaya melalui Sat Binmas akan terus berperan aktif sebagai problem solver dan penjaga kamtibmas dengan mengedepankan penyelesaian konflik secara humanis dan kekeluargaan.


Penulis: Humas Polres Lanny Jaya

BALAP LIAR BUKAN KEBANGGAAN, TAPI ANCAMAN DI JALAN RAYA


OPINI | Pasuruan Kota - Jalan Raya Bukan Arena Adu Kecepatan, Balap liar masih menjadi persoalan yang kerap muncul di sejumlah wilayah. Bagi sebagian anak muda, aktivitas ini mungkin dianggap sebagai hiburan, ajang menunjukkan keberanian, atau sekadar mencari sensasi. Namun, jika dilihat lebih jauh, balap liar bukanlah bentuk kebebasan yang patut dibanggakan.


Jalan raya merupakan fasilitas umum yang digunakan bersama. Ketika digunakan sebagai arena balapan, keselamatan bukan hanya menjadi taruhan bagi para pelaku, tetapi juga pengendara lain, pejalan kaki, hingga masyarakat yang berada di sekitar lokasi.


Yang lebih memprihatinkan, aksi balap liar sering dilakukan tanpa perlengkapan keselamatan dan tanpa memperhitungkan kondisi jalan maupun lalu lintas. Satu kesalahan kecil dapat berujung pada kecelakaan serius dan meninggalkan penyesalan yang panjang.


Kecepatan bukan ukuran keberanian.


Keberanian justru terlihat ketika seseorang mampu mengendalikan diri, menghormati pengguna jalan lain, serta memilih tempat yang aman dan legal untuk menyalurkan hobi otomotif.


Persoalan balap liar juga tidak cukup diselesaikan hanya dengan penindakan. Diperlukan peran bersama dari keluarga, sekolah, komunitas otomotif, pemerintah, kepolisian, dan masyarakat untuk menyediakan ruang positif bagi anak muda dalam menyalurkan energi dan kreativitasnya.


Jika ingin menguji kemampuan berkendara atau balapan, lakukan di sirkuit atau tempat yang memang diperuntukkan untuk kegiatan tersebut, bukan di jalan umum.


Pada akhirnya, tidak ada kemenangan dalam balap liar jika keselamatan harus menjadi taruhannya.


Mari hentikan balap liar.

Jaga keselamatan.

Hormati pengguna jalan.

Karena jalan raya adalah milik bersama, bukan arena balapan.


Opini redaksi.

Balap Liar Bisa Dipidana, Polres Pasuruan Kota Ingatkan Ancaman Sanksinya



PASURUAN — Polres Pasuruan Kota mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan jalan raya sebagai arena balapan. Aksi balap liar dinilai tidak hanya membahayakan keselamatan pelaku, tetapi juga dapat mengancam pengguna jalan lainnya.


Melalui himbauan keselamatan berlalu lintas, Polres Pasuruan Kota menegaskan bahwa aktivitas balap liar dapat dikenakan sanksi pidana sesuai Pasal 115 huruf b jo. Pasal 297 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.


Dalam aturan tersebut, pelanggar atau joki dapat dikenakan pidana kurungan paling lama 1 tahun atau denda paling banyak Rp3 juta.


Polres Pasuruan Kota mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan keselamatan di jalan. Khususnya kepada para generasi muda, masyarakat diimbau tidak mempertaruhkan keselamatan demi kecepatan sesaat.


“Jangan pertaruhkan keselamatan demi kecepatan sesaat. Jalan raya bukan arena balapan.”


Masyarakat yang melihat langsung diharapkan segera menghubungi layanan kepolisian dapat menghubungi Call Center Polisi 110.


POLRES PASURUAN KOTA

SIGAP • AMANAH • EMPATI


Redaksi: PaskotaNews


Gotong Royong untuk Lingkungan, Babinsa Kawal Pembangunan Drainase di Jatimulyo



Lumajang — Upaya meningkatkan kualitas infrastruktur lingkungan terus dilakukan melalui kebersamaan antara pemerintah desa, TNI dan masyarakat. Salah satunya melalui pembangunan drainase saluran pembuangan air di Dusun Tanjungsari RT 001 RW 003, Desa Jatimulyo, Kecamatan Kunir, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin (14/9/2026).


Dalam kesempatan itu, Babinsa Jatimulyo Koramil 0821-13/Kunir, Serda Ary Agus Wulandono, menyampaikan dirinya yang turut melakukan monitoring pembangunan drainase yang membentang sepanjang 950 meter di sisi kanan dan kiri jalan. Kehadiran Babinsa menjadi bagian dari upaya mengawal proses pembangunan agar berjalan dengan baik sekaligus memastikan kegiatan tersebut memberikan manfaat sesuai kebutuhan masyarakat.


“Pembangunan drainase ini dinilai sangat penting dalam mendukung sistem pembuangan air di lingkungan warga. Saluran yang tertata diharapkan mampu memperlancar aliran air saat hujan, sehingga dapat mengurangi risiko genangan di badan jalan maupun di sekitar permukiman serta menjaga kondisi jalan tetap lebih nyaman digunakan masyarakat,” kata dia.


Dirinya juga menegaskan bahwa monitoring yang dilakukan Babinsa merupakan bentuk kepedulian terhadap pembangunan yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat. Menurutnya, kebersamaan antara TNI, pemerintah desa dan warga menjadi kekuatan penting dalam mengawal pembangunan agar berjalan sesuai harapan serta mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan.


Sementara itu, Kepala Desa Jatimulyo, H. Rasad, menyampaikan bahwa pembangunan drainase merupakan bagian dari perhatian pemerintah desa terhadap kebutuhan infrastruktur dasar masyarakat. Ia juga menilai dukungan warga menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran pembangunan sekaligus memastikan fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan dan dirawat bersama.


“Pembangunan ini bukan hanya tentang membangun saluran air, tetapi bagaimana hasilnya dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dengan kebersamaan dan kepedulian bersama, pembangunan dapat berjalan dengan baik dan hasilnya bisa dijaga untuk kepentingan warga,” pungkasnya. (Pendim0821)

Stakeholder Pronojiwo Bersama Perhutani Pantau Karhutla, Pastikan Kawasan Hutan Tetap Aman



Lumajang — Upaya menjaga keamanan kawasan hutan dari ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dilakukan secara bersama-sama. Stakeholder Kecamatan Pronojiwo bersama Perhutani Pronojiwo melaksanakan monitoring karhutla di sejumlah kawasan hutan wilayah Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin (14/9/2026).


Monitoring menyasar wilayah Dusun Rowobaung, Dusun Supit, Desa Pronojiwo, serta sebagian kawasan hutan di Desa Sumberurip. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi sekaligus memastikan tidak muncul titik api baru yang berpotensi berkembang dan meluas.


Dalam kegiatan tersebut, Asisten Perhutani Pronojiwo Zainul Lutfi, S.Hut., menjelaskan bahwa monitoring dilakukan untuk memastikan kondisi kawasan hutan tetap aman dari potensi karhutla. Menurutnya, kondisi kemarau membuat sejumlah vegetasi dan material kering lebih mudah terbakar sehingga pengawasan perlu dilakukan secara berkelanjutan.


“Monitoring ini kami lakukan untuk memastikan kondisi kawasan hutan tetap aman dari potensi kebakaran. Di tengah kondisi kemarau, kami meningkatkan pengawasan terhadap titik-titik yang memiliki vegetasi dan material kering yang mudah terbakar.” kata dia.


Sementara itu, Bamin Komsos Koramil 0821-14/Pronojiwo Pelda Dodik Putra menyampaikan bahwa keterlibatan Koramil dalam kegiatan monitoring merupakan bentuk kesiapsiagaan TNI bersama stakeholder lainnya dalam mencegah terjadinya karhutla. Pemantauan dilakukan untuk mendeteksi sejak dini apabila ditemukan asap maupun indikasi munculnya titik api sehingga dapat segera dikoordinasikan dan ditangani.


“Kami bersama Perhutani dan Polsek terus melakukan pemantauan sebagai langkah pencegahan. Apabila ditemukan adanya asap atau indikasi titik api, kami akan segera berkoordinasi dan melakukan penanganan agar tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.” ujar dia.


Hal senada disampaikan Bhabinkamtibmas Polsek Pronojiwo, Aipda Putra Pamungkas menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kawasan hutan, terutama selama musim kemarau. Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan asap atau tanda-tanda kebakaran di kawasan hutan.


“Kami mengajak masyarakat untuk ikut menjaga kawasan hutan dengan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran. Jika menemukan adanya asap atau titik api, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani secepat mungkin.” pungkasnya. (Pendim0821)

Karhutla di TNBTS Argosari Terkendali, Tim Gabungan Perketat Pemantauan



Lumajang - Perkembangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menunjukkan kondisi terkendali. Pemantauan dilakukan terhadap sejumlah lokasi yang sebelumnya menjadi area terdampak karhutla, meliputi Blok Ledok Bedor, Pusung Jantur, Pusung Tengah, Pusung Dowo, Blok Tanggulasi dan Blok Po'o, di wilayah Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada Minggu (13/9/2026).


Hasil pemantauan menunjukkan tidak terlihat adanya titik api di Blok Ledok Bedor, Pusung Jantur, Pusung Tengah, Pusung Dowo, Blok Tanggulasi maupun Blok Po'o. Kondisi tersebut menjadi indikator bahwa karhutla di wilayah tersebut telah padam dan saat ini memasuki tahap pemantauan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.


Penyisiran dilakukan dengan menyusuri kawasan yang sebelumnya menjadi lokasi kebakaran. Langkah ini penting mengingat material berupa ranting, rumput dan vegetasi kering masih terdapat di sejumlah area sehingga tetap berpotensi menjadi pemicu api apabila kembali terkena sumber panas.


Babinsa Argosari, Sertu Edi Kuseanto, bersama Tim Gabungan dari TNBTS dan MPA Argosari memastikan tidak terdapat titik api baru dalam penyisiran kawasan. Pemantauan dilakukan secara menyeluruh dengan menyesuaikan kondisi medan yang sebagian sulit dijangkau.


Dari pendataan sementara, dampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 20 hektare, terdiri atas kurang lebih 15 hektare di Blok Ledok Bedor dan 5 hektare di Blok Pusung Jantur. Sementara luasan kawasan terdampak di Blok Pusung Tengah dan Pusung Dowo masih belum dapat dipastikan karena kondisi medan yang sulit dijangkau.


Adapun di Blok Po'o, luas kawasan yang terbakar diperkirakan sekitar 1,5 hektare. Vegetasi yang terdampak meliputi pohon stigi hutan, cemara gunung, ranting, rumput kering dan basah serta sejumlah jenis pohon hutan lainnya. Tidak terdapat korban jiwa maupun personel yang mengalami kerugian dalam kejadian tersebut. Meski titik api telah dinyatakan tidak terpantau, kewaspadaan tetap dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali api.


Dalam kegiatan tersebut, Babinsa Argosari Sertu Edi Kuseanto menegaskan bahwa pemadaman bukan menjadi akhir dari penanganan karhutla. Pemantauan lanjutan tetap diperlukan untuk memastikan tidak ada bara maupun titik panas yang kembali memicu kebakaran.


“Meski saat ini sudah tidak terlihat titik api, kami bersama TNBTS dan MPA tetap melakukan penyisiran dan pemantauan. Tujuannya untuk memastikan kawasan benar-benar aman dan tidak ada titik api baru yang dapat berkembang menjadi kebakaran,” ujar dia.


Pemantauan juga akan dilanjutkan untuk menjaga kondisi kawasan tetap aman. Apabila ditemukan kembali titik api, personel akan segera melakukan langkah penanganan dan pemadaman sesuai kondisi di lapangan.


“Yang paling penting sekarang adalah menjaga agar api tidak kembali muncul. Kami mengajak semua pihak untuk tetap waspada dan bersama-sama menjaga kawasan hutan TNBTS,” pungkasnya. (Pendim0821)

Dandim 0821/Lumajang Ikuti El-Aly Riding Scooterist Sarungan dalam Rangka Haul KH. Ali Ihsan dan Nyai H. Fatimah Ali



Lumajang – Komandan Kodim 0821/Lumajang Letkol Arh Anton Subhandi, S.A.P., M.I.P., turut mengikuti kegiatan El-Aly Riding Scooterist Sarungan yang digelar dalam rangka Haul ke-21 KH. Ali Ihsan dan Haul ke-12 Nyai H. Fatimah Ali, Minggu (13/9/2026).


Kegiatan yang dipusatkan di Pondok Pesantren An-Nur El Aly, Desa Tempeh Tengah, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, tersebut diikuti sekitar 250 peserta dari komunitas scooter Kabupaten Lumajang, alumni Ponpes An-Nur El Aly, serta sejumlah tokoh dan unsur Forkopimda Kabupaten Lumajang.


Selain Dandim 0821/Lumajang, kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Lumajang Yudha Adji Kusuma, S.H., Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi, S.H., S.I.K., M.H., Kepala Kantor Kementerian Agama Lumajang Achmad Faisol Syaifullah, S.Ag., M.H., Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Lumajang Drs. H. Suigsan, M.M., serta Pengasuh Ponpes An-Nur El Aly KH. Lutfi Hakim Ali.


Kegiatan El-Aly Riding Scooterist Sarungan menjadi momentum unik untuk mempererat silaturahmi. Para peserta mengenakan sarung sambil mengendarai scooter mengikuti rute Ponpes An-Nur El Aly – Jalur Lingkar Selatan (JLS) – kembali ke Ponpes An-Nur El Aly.


Rangkaian kegiatan dimulai sekitar pukul 13.30 WIB dengan kedatangan rombongan komunitas scooter di halaman Ponpes An-Nur El Aly. Sekitar pukul 14.00 WIB, peserta bergerak menuju titik start untuk mengikuti riding.


Sebelum keberangkatan, kegiatan diawali dengan doa yang dipimpin Kepala Kantor Kemenag Lumajang Achmad Faisol Syaifullah. Selanjutnya, rombongan diberangkatkan oleh Wakil Bupati Lumajang Yudha Adji Kusuma.


Rombongan kemudian melintasi rute yang telah ditentukan dan tiba di Pos 1 Jembatan Selowangi sekitar pukul 14.30 WIB. Setelah beristirahat sejenak, perjalanan kembali dilanjutkan hingga rombongan tiba di Ponpes An-Nur El Aly sekitar pukul 15.15 WIB.


Setelah kembali ke pesantren, para peserta melaksanakan salat Ashar. Rangkaian kemudian dilanjutkan dengan sambutan Wakil Bupati Lumajang, sholawat Nabi, serta doa bersama untuk mengenang KH. Ali Ihsan dan Nyai H. Fatimah Ali.


Dalam sambutannya, Wakil Bupati Lumajang Yudha Adji Kusuma menyampaikan rasa syukur karena dapat bersilaturahmi sekaligus menghadiri rangkaian Haul KH. Ali Ihsan ke-21 dan Nyai H. Fatimah Ali ke-12.


Ia juga berharap seluruh peserta mendapatkan kemudahan dan keberkahan melalui keteladanan para alim ulama yang telah berjasa dalam membangun kehidupan keagamaan dan pendidikan di masyarakat.


Sementara itu, Pengasuh Ponpes An-Nur El Aly KH. Lutfi Hakim Ali menyampaikan bahwa kegiatan riding tersebut tidak hanya bertujuan untuk berkumpul dan berkendara bersama, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kebersamaan melalui sholawat dan doa.


“Tujuan kegiatan riding sore ini bertujuan untuk kebersamaan dalam bersholawat, berscooter dan berdoa untuk Lumajang yang lebih baik,” ungkap KH. Lutfi Hakim Ali.


Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin KH. Lutfi Hakim Ali serta ramah tamah antara jajaran Forkopimda, pengurus pesantren, alumni, dan komunitas scooter.


El-Aly Riding Scooterist Sarungan merupakan bagian dari rangkaian pra-haul KH. Ali Ihsan ke-21 dan Nyai H. Fatimah Ali ke-12, yang merupakan orang tua dari KH. Lutfi Hakim Ali.


Rangkaian haul dilaksanakan melalui kegiatan khotmil yang digelar secara terpisah di sejumlah pesantren cabang An-Nur, yakni Ponpes Nurul Ihsan An-Nur, Ponpes An-Nur El Aly, dan Ponpes An-Nur Azzahra. Sementara puncak haul akan ditutup dengan pengajian akbar sekaligus peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.


Kegiatan tersebut menjadi wujud kebersamaan antara pesantren, komunitas, pemerintah daerah, TNI-Polri, alumni, dan masyarakat dalam menjaga tradisi silaturahmi sekaligus mengenang jasa para ulama.( pendim0821)