View AllNews

Nasional

Hukum

Latest News

26/01/26

Imigrasi Perkuat Layanan Publik dan Investasi pada Peringatan HBI ke-76

 


DENPASAR – Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto, memimpin langsung Tasyakuran Hari Bhakti Imigrasi (HBI) ke-76 Tahun 2026 yang dipusatkan di Jakarta dan diikuti secara virtual oleh jajaran Imigrasi di seluruh Indonesia, termasuk Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali. Peringatan tahun ini mengusung tema “Imigrasi Berbakti, Indonesia Maju” dan menjadi momentum penting transformasi besar institusi Imigrasi pasca perubahan organisasi.


Dalam sambutannya, Menteri Agus Andrianto menegaskan bahwa Imigrasi merupakan garda terdepan penjaga kedaulatan negara sekaligus motor penggerak ekonomi nasional. Ia memaparkan sejumlah capaian strategis sepanjang tahun 2025, di antaranya realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp10,45 triliun atau 159,59 persen dari target, serta keberhasilan kebijakan Golden Visa yang mampu menarik investasi hingga Rp48,29 triliun.


Rangkaian acara syukuran HBI ke-76 juga diwarnai sejumlah kegiatan monumental, antara lain penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Badan Intelijen Negara (BIN) dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), serta pencanangan Pembangunan Zona Integritas sebagai komitmen mewujudkan birokrasi yang bersih dan melayani. Pada kesempatan tersebut, Menteri Agus Andrianto juga meresmikan 18 kantor imigrasi baru guna memperluas jangkauan layanan kepada masyarakat.


Dari sisi kemanusiaan, Imigrasi menyerahkan bantuan dana sebesar Rp1.966.125.882 yang dihimpun dari donasi pegawai untuk masyarakat yang membutuhkan. Bantuan ini menjadi wujud nyata implementasi filosofi “Imigrasi Berbakti” yang mengedepankan nilai kepedulian sosial.


Meski dilaksanakan secara terpusat, acara syukuran di Bali berlangsung khidmat dengan dihadiri Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta, unsur Forkopimda, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Bali, serta seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Imigrasi di wilayah Bali.


Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Bali selaku Pelaksana Harian Kepala Kantor Wilayah, Moch. Andri Budiman, menyampaikan bahwa momentum HBI ke-76 menjadi pelecut semangat bagi seluruh jajaran Imigrasi di Bali untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik.


“Sesuai arahan Bapak Menteri, kami di Bali berkomitmen memastikan setiap insan imigrasi bekerja secara tulus dan transparan. Kami akan terus memperkuat koordinasi dengan instansi terkait agar kebijakan keimigrasian, seperti layanan izin tinggal dan pengawasan orang asing, benar-benar memberikan manfaat nyata bagi ekonomi dan keamanan wilayah Bali,” ujar Moch. Andri Budiman.


Ia juga menambahkan bahwa soliditas antara insan Imigrasi dan Pemasyarakatan di Bali akan terus diperkuat sebagai satu kesatuan yang tak terpisahkan, termasuk dalam mendukung program-program prioritas pemerintah di daerah.


Acara ditutup dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas 76 tahun pengabdian Imigrasi Indonesia sejak penyerahan kedaulatan keimigrasian secara utuh pada 26 Januari 1950

(*)

25/01/26

Perhatian Pemerintah untuk Papua, Billy Mambrasar Tinjau Hunian Mahasiswa Terdampak Bencana di Aceh

  


ACEH — Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Papua (KEP3), Billy Mambrasar, meninjau langsung hunian mahasiswa Papua di Aceh pasca bencana. Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap kondisi mahasiswa Papua yang sedang menempuh pendidikan di luar daerah, sekaligus memastikan penanganan pasca bencana berjalan dengan baik.


Dalam peninjauan itu, Billy menemukan kondisi kontrakan mahasiswa Papua yang dinilai sangat memprihatinkan dan jauh dari standar kelayakan hunian. Ia menegaskan bahwa negara tidak boleh abai terhadap keselamatan dan kesejahteraan mahasiswa Papua, terlebih dalam situasi darurat akibat bencana.


Selain meninjau lokasi, Billy juga mengawal langsung penyaluran bantuan hasil donasi dari Yayasan Kitong Bisa bersama Direktur Utama Yayasan Kitong Bisa, Andi Muhammad Risquillah Rodhi Putra. Bantuan tersebut disalurkan kepada mahasiswa Papua yang terdampak sebagai bagian dari upaya pemulihan pasca bencana.


Billy juga menyerap aspirasi mahasiswa secara langsung. Salah satunya disampaikan oleh Sonny Orocomna, mahasiswa asal Papua yang tengah menempuh pendidikan di Lhokseumawe. Ia menyebutkan bahwa hingga saat ini bantuan yang diterima mahasiswa baru berasal dari Provinsi Papua Barat.


“Kami sangat berharap ada perhatian dari provinsi-provinsi lain di Papua. Saat ini baru Papua Barat yang mengirimkan bantuan,” ujar Sonny.


Aspirasi serupa disampaikan Boaz Tambuni, mahasiswa asal Papua lainnya. Ia berharap adanya dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah, khususnya dalam bentuk beasiswa pendidikan bagi mahasiswa Papua yang menempuh studi di luar wilayah Papua.


“Selain bantuan darurat, kami juga berharap ada dukungan pendidikan seperti beasiswa agar kami bisa tetap melanjutkan kuliah dengan tenang,” kata Boaz.


Menanggapi hal tersebut, Billy menegaskan bahwa seluruh pemerintah provinsi di wilayah Papua harus hadir dan memberikan perhatian serius kepada mahasiswa Papua di luar daerah, terutama di Aceh yang masih dalam masa pemulihan pasca bencana. Menurutnya, langkah ini merupakan tanggung jawab negara dan wujud nyata keberpihakan pemerintah terhadap masa depan generasi muda Papua.


“Pemerintah provinsi harus membantu adik-adik mahasiswa Papua yang sedang menempuh pendidikan di luar Papua, bukan hanya soal pendidikan, tetapi juga kondisi tempat tinggal mereka,” tegas Billy.


Ia juga mengingatkan pemerintah daerah untuk menjalankan amanat Dana Otonomi Khusus (Otsus), yang mewajibkan alokasi 30 persen anggaran untuk sektor pendidikan.


“Dana Otsus sudah jelas mengamanatkan 30 persen untuk pendidikan. Ini harus dimaksimalkan, termasuk untuk membantu mahasiswa Papua yang kuliah di luar daerah, apalagi dalam situasi darurat seperti ini,” ujarnya.


Billy turut menyoroti kondisi hunian mahasiswa Papua di Banda Aceh yang dinilainya masih belum layak dan membutuhkan penanganan segera agar mahasiswa dapat tinggal dengan aman dan manusiawi.


Sementara itu, Direktur Utama Yayasan Kitong Bisa, Andi Muhammad Risquillah Rodhi Putra, menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan merupakan hasil penggalangan dana publik.


“Kami menyalurkan bantuan dari hasil crowdfunding Kitong Bisa dengan harapan dapat membantu adik-adik mahasiswa Papua di Aceh dalam proses pemulihan pasca bencana,” ungkapnya.


Kunjungan ini diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh pemangku kebijakan di wilayah Papua untuk memperkuat solidaritas dan kolaborasi lintas provinsi, guna memastikan keberlanjutan pendidikan serta kesejahteraan mahasiswa Papua sebagai bagian dari perhatian dan tanggung jawab pemerintah terhadap Papua.

Eks KKB Puncak Kembali ke NKRI

 


PUNCAK, PAPUA TENGAH — Tiga mantan anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Kelompok Kalenak Murib yang sebelumnya terlibat aksi gangguan keamanan berupa penembakan saat pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Kantor Distrik Sinak pada 2025, secara resmi menyatakan ikrar setia kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).


Ikrar setia tersebut dilaksanakan dalam Acara Ikrar NKRI yang berlangsung di Distrik Agandugume, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah, Rabu (21/1). Prosesi ini disaksikan langsung oleh aparat keamanan serta tokoh masyarakat setempat.


Dalam pernyataan ikrarnya, ketiga eks anggota KKB menyatakan komitmen penuh untuk setia kepada NKRI, menolak segala bentuk gerakan separatis, serta siap mendukung upaya menciptakan keamanan, ketertiban, dan percepatan pembangunan di wilayah Papua, khususnya Distrik Agandugume.


Salah satu perwakilan eks KKB, Kataw Kulua, menegaskan bahwa keputusan kembali ke NKRI diambil berdasarkan kesadaran pribadi tanpa adanya paksaan dari pihak mana pun. Ia mengakui bahwa jalan kekerasan dan perpecahan tidak membawa manfaat bagi masyarakat.


“Kesadaran ini muncul dari hati nurani kami sendiri. Kekerasan tidak membawa kesejahteraan, justru menyengsarakan masyarakat dan menghambat kemajuan Papua,” ujarnya.


Kepala Distrik Agandugume, dalam pernyataannya, menyambut baik ikrar setia tersebut dan berharap para eks anggota KKB dapat konsisten dengan komitmen yang telah diucapkan. Ia menegaskan pentingnya peran semua pihak dalam menjaga perdamaian dan keamanan wilayah.


“Kami berharap ikrar ini tidak hanya menjadi seremonial, tetapi benar-benar dijalankan dalam kehidupan sehari-hari. Pemerintah distrik membuka ruang pembinaan agar mereka dapat kembali hidup bermasyarakat secara normal dan produktif,” kata Kepala Distrik Agandugume.


Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh ajakan atau provokasi kelompok KKB serta segera melaporkan kepada aparat keamanan apabila mengetahui keberadaan simpatisan atau anggota kelompok bersenjata tersebut.


Apresiasi turut disampaikan oleh tokoh masyarakat Distrik Agandugume, Meinus Tabuni. Ia berharap ikrar setia ini menjadi contoh dan pemantik kesadaran bagi pihak-pihak lain yang masih terlibat dalam gerakan separatis.


“Kami berharap langkah ini membawa perubahan positif, sehingga Papua menjadi wilayah yang aman, damai, dan sejahtera. Dengan keamanan yang terjaga, masyarakat dapat beraktivitas tanpa rasa takut dan trauma,” ujarnya.

Tanpa Takut Kobaran Api, Babinsa Malinau Kota Berdiri di Garda Terdepan Selamatkan Warga

  


MALINAU, Kalimantan Utara – Kepulan asap hitam membumbung tinggi, hawa panas menyelimuti permukiman, dan api terus mengamuk. Namun di tengah situasi mencekam itu, satu sosok prajurit TNI tampak berdiri tegap di garis depan. Ia adalah Babinsa Koramil 0910-03/Malinau Kota, Koptu Mashariyanto, yang dengan keberanian dan kepedulian tinggi turun langsung membantu warga memadamkan kebakaran di Desa Respen Tubu, Kecamatan Malinau Utara, Kabupaten Malinau, Minggu (25/1/2026).


Begitu kabar kebakaran diterima, Koptu Mashariyanto tanpa ragu segera menuju lokasi. Tak peduli risiko dan medan yang licin akibat sisa air pemadaman, Babinsa langsung bergabung bersama petugas pemadam kebakaran dan masyarakat. Dengan tangan sendiri, ia membantu menggelar selang air, membantu proses pemadaman, serta memastikan api tidak merembet ke rumah-rumah warga lainnya.


Di tengah kepungan asap pekat dan puing-puing bangunan yang hangus, kehadiran Babinsa menjadi simbol harapan. Semangatnya membangkitkan keberanian warga untuk terus berjuang melawan api. Sinergi kuat antara TNI, petugas pemadam, dan masyarakat akhirnya mampu menaklukkan amukan si jago merah dan menyelamatkan lingkungan sekitar dari kehancuran yang lebih besar.


Koptu Mashariyanto menegaskan bahwa pengabdian kepada rakyat adalah panggilan jiwa seorang Babinsa.

“Dalam kondisi apa pun, Babinsa harus hadir dan berada bersama rakyat. Saat warga menghadapi bahaya, TNI tidak boleh mundur selangkah pun,” tegasnya dengan penuh semangat.


Aksi tersebut mendapat apresiasi luas dari masyarakat. Bagi warga Desa Respen Tubu, kehadiran Babinsa di tengah bencana bukan sekadar bantuan fisik, melainkan bukti nyata bahwa TNI selalu berdiri bersama rakyat, baik dalam keadaan aman maupun saat musibah melanda.


Peristiwa ini kembali menegaskan jati diri Koramil 0910-03/Malinau Kota sebagai satuan teritorial yang senantiasa mengedepankan kemanunggalan TNI dan rakyat, serta siap berada di garda terdepan demi keselamatan dan ketenangan masyarakat.


(Pendim0910)

Polda Papua Kembali Berprestasi, Personel Raih Medali Emas di Kejuaraan Taekwondo Progses Open II

  


Jayapura – Personel Polda Papua kembali menorehkan prestasi membanggakan di ajang olahraga bela diri taekwondo. Dalam Kejuaraan Taekwondo Progses Open II Tahun 2026 yang digelar di Kota Jayapura, Provinsi Papua, para atlet dari jajaran Polda Papua berhasil meraih sejumlah medali emas dari berbagai kategori pertandingan.


Kejuaraan yang berlangsung selama lima hari, mulai Kamis, 22 Januari hingga Sabtu, 26 Januari 2026, bertempat di GOR Cendrawasih Jayapura tersebut diikuti oleh ratusan atlet dari berbagai klub dan instansi, sehingga menjadi ajang kompetisi bergengsi yang menuntut kemampuan teknik, fisik, dan mental yang prima.


Pada kejuaraan tersebut, Bripda Willhelmus Sebastiano Anoith yang bertugas di Bag Binopsnal Ditreskrimum Polda Papua berhasil mempersembahkan satu medali emas pada kategori Kyorugi kelas 87 kilogram senior putra. Prestasi ini diraih setelah melalui pertandingan yang ketat dan penuh sportivitas.


Prestasi gemilang juga diraih Bripda Charina Lasaole, personel Bag SDM Polresta Jayapura Kota, yang sukses memborong dua medali emas. Ia meraih medali emas pada kategori Kyorugi kelas 57 kilogram senior putri serta medali emas pada kategori Kyukpa kelas senior putri, sekaligus menunjukkan kemampuan teknik bertarung dan seni bela diri yang seimbang.


Sementara itu, Bripda Fawwaz Aydin dari Direktorat Lalu Lintas Polda Papua turut menyumbangkan satu medali emas pada kategori Kyorugi kelas 74 kilogram senior putra. Konsistensi dan disiplin latihan menjadi kunci keberhasilannya dalam meraih prestasi tersebut.


Tidak kalah membanggakan, Bripda Danu Idris Syamsidar yang bertugas di Sie Humas Polresta Jayapura Kota berhasil meraih satu medali emas pada kategori Kyukpa kelas senior putra. Keberhasilannya menunjukkan bahwa personel Polri mampu mengembangkan potensi diri tidak hanya dalam tugas kepolisian, tetapi juga di bidang olahraga prestasi.


Atas capaian tersebut, Polda Papua memberikan apresiasi dan kebanggaan atas dedikasi serta kerja keras para personel yang telah mengharumkan nama institusi. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi personel lainnya untuk terus meningkatkan kemampuan diri, menjaga kesehatan fisik, serta menumbuhkan semangat kompetitif yang positif.


Keikutsertaan personel Polda Papua dalam kejuaraan ini juga merupakan bagian dari pembinaan jasmani dan mental, guna mendukung kesiapan personel dalam melaksanakan tugas-tugas kepolisian di lapangan. Dengan fisik yang prima dan mental yang tangguh, personel diharapkan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.


Polda Papua berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan bakat dan minat personel di berbagai bidang, termasuk olahraga, sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia Polri yang profesional, modern, dan terpercaya.

Kapolri Mutasi Pejabat Utama Polda Papua, Perkuat Struktur Kepemimpinan di Tanah Papua

 


Jayapura – Kepolisian Negara Republik Indonesia kembali melaksanakan mutasi terhadap Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen) Polri pada bulan Januari 2026 sebagai bagian dari pembinaan karier dan penyegaran organisasi. 


Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/99/I/KEP/2026 tanggal 15 Januari 2026 dan ST/143/I/KEP/2026 tanggal 22 Januari 2026.


Berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/99/I/KEP/2026, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., yang sebelumnya menjabat sebagai Wakapolda Papua, diangkat dalam jabatan baru sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri. Penugasan ini menjadi bagian dari penguatan fungsi pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia Polri.


Dalam surat telegram yang sama, Kombes Pol. Muhajir, S.I.K., M.H., yang sebelumnya menjabat sebagai Wakapolda Papua Tengah, dipercaya mengemban jabatan baru sebagai Wakapolda Papua. 


Sementara itu, Kombes Pol. Jeremias Rontini, S.I.K., M.Si., yang sebelumnya menjabat sebagai Irwasda Polda Papua, diangkat dalam jabatan baru sebagai Kapolda Papua Tengah.


Selain itu, Kombes Pol. Dr. Victor Dean Mackbon, S.H., S.I.K., M.H., M.Si., yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Papua, dimutasi dan diangkat sebagai Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya. 


Pada kesempatan yang sama, Kombes Pol. Parasian Herman Gultom, S.I.K., M.Si., yang sebelumnya menjabat sebagai Kabid Narkobafor Puslabfor Bareskrim Polri, diangkat dalam jabatan baru sebagai Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Papua.


Selanjutnya, berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/143/I/KEP/2026 tanggal 22 Januari 2026, AKBP Umar Nasatekay, S.I.K., yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Jayapura Polda Papua, diangkat dalam jabatan baru sebagai Kabagbinkar Ro SDM Polda Papua. 


Jabatan Kapolres Jayapura kemudian dipercayakan kepada AKBP Dionisius Vox Dei Paron Helan, S.I.K., M.H., M.Tr.Mil., yang sebelumnya menjabat sebagai Kasubbagpam Bagpamwal Roprovos Divpropam Polri.


Dalam mutasi tersebut, Kombes Pol. Rudi Asriman, S.I.K., M.Si., yang sebelumnya menjabat sebagai Kabidpropam Polda Papua, diangkat dalam jabatan baru sebagai Kabidpropam Polda Kalimantan Tengah. 


Sementara itu, Kombes Pol. Eko Yudi Karyanto, S.I.K., yang sebelumnya menjabat sebagai Analis Kebijakan Madya Bidang Wabprof Divpropam Polri dalam rangka pendidikan Sespimti Polri Dikreg ke-34 Tahun Ajaran 2025, diangkat dalam jabatan baru sebagai Kabidpropam Polda Papua.


Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., menyampaikan bahwa mutasi Pati dan Pamen Polri merupakan hal yang wajar dan rutin dilakukan dalam rangka menjaga dinamika organisasi. 


“Mutasi ini merupakan bentuk kepercayaan pimpinan Polri kepada para perwira untuk terus mengabdi dan memberikan kontribusi terbaik di satuan tugas yang baru. Diharapkan pejabat yang mendapat amanah dapat segera menyesuaikan diri serta melanjutkan dan meningkatkan kinerja yang telah berjalan,” ujarnya.


Ia menegaskan bahwa jajaran Polda Papua tetap solid dan profesional dalam menjalankan tugas kepolisian, serta berkomitmen menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Papua. 


“Pergantian jabatan tidak akan memengaruhi pelayanan kepada masyarakat. Seluruh personel tetap fokus menjalankan tugas pokok Polri demi terwujudnya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif,” pungkasnya.

Dekat dengan Masyarakat, Polres Tolikara Intensifkan Patroli Dialogis

 


Jayapura – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap aman dan kondusif, Polres Tolikara melaksanakan patroli dialogis di sejumlah titik di wilayah Kota Karubaga dan sekitarnya, Sabtu (24/01/2026).


Kegiatan patroli tersebut dipimpin oleh Kasat Lantas Polres Tolikara, Iptu Febri Yudha Asmara, S.H., didampingi Kasubbagstrajemen Bag Ren Ipda John V. Saroi, KBO Reskrim Ipda Chiliper M. Wally, serta Kasi Humas Ipda Michel Milan Simopiaref. Patroli melibatkan personel gabungan Polres Tolikara dengan menggunakan kendaraan dinas roda empat.


Patroli dialogis menyasar kawasan permukiman warga, pertokoan, serta lokasi-lokasi yang dinilai rawan terjadinya gangguan kamtibmas. Selain melakukan pemantauan situasi keamanan, personel juga melaksanakan pendekatan humanis dengan menyapa dan berdialog langsung bersama masyarakat.


Dalam kesempatan tersebut, petugas memberikan imbauan kamtibmas agar masyarakat turut berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban.


Dalam kesempatannya, Kasat Lantas mengatakan bahwa patroli dialogis merupakan wujud kehadiran Polri di tengah masyarakat guna memberikan rasa aman dan nyaman.


“Patroli ini tidak hanya bertujuan untuk memantau situasi keamanan, tetapi juga membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat. Kami mengimbau masyarakat agar tetap tertib berlalu lintas serta tidak ragu menyampaikan informasi kepada Polri apabila mengetahui adanya potensi gangguan kamtibmas,” ujarnya.


Melalui patroli dialogis yang dilaksanakan secara rutin, Polres Tolikara berharap situasi kamtibmas di wilayah hukumnya tetap terjaga, serta kepercayaan masyarakat terhadap Polri semakin meningkat.


24/01/26

Tokoh Adat Dogiyai Tegas Tolak Provokasi Kriminal

 


Dogiyai— Tokoh Adat Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, Isak Tebai, menegaskan penolakan keras terhadap kehadiran kelompok-kelompok yang berupaya memicu aksi kriminal dan mengganggu stabilitas keamanan di wilayahnya. Ia melarang segala bentuk provokasi yang dapat merusak kedamaian masyarakat adat Dogiyai.


Pernyataan tersebut disampaikan Isak Tebai sebagai bentuk perlindungan terhadap warga, khususnya generasi muda, agar tidak terpengaruh oleh hasutan kelompok tidak bertanggung jawab yang kerap memanfaatkan kerentanan sosial untuk kepentingan tertentu.


“Saya selaku Tokoh Adat mengecam dengan keras apabila ada kelompok tidak bertanggung jawab, termasuk KKB, yang menghasut pemuda melakukan aksi kriminal,” ujar Isak Tebai melalui pesan tertulis, Jumat (23/1/2026).


Isak menegaskan bahwa tanah Dogiyai merupakan wilayah damai yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan kearifan lokal sesuai dengan tradisi leluhur masyarakat adat Papua. Menurutnya, keamanan yang kondusif menjadi modal utama bagi masyarakat untuk menjalankan aktivitas ekonomi, pendidikan, serta pelayanan publik tanpa rasa takut.


Ia juga mengingatkan bahwa segala bentuk gangguan keamanan hanya akan membawa dampak negatif, termasuk terhambatnya pembangunan infrastruktur yang saat ini tengah digalakkan pemerintah di Kabupaten Dogiyai.


“Segala bentuk gangguan keamanan hanya akan membawa kemunduran bagi proses pembangunan yang sedang berjalan,” tegasnya.


Dalam upaya mencegah masuknya pengaruh negatif, lembaga adat setempat secara aktif memantau isu-isu yang berkembang di tengah masyarakat. Warga diminta tidak memberi ruang sedikit pun bagi pihak-pihak yang ingin menunjukkan eksistensi melalui tindakan destruktif dan melanggar hukum.


Isak Tebai menilai bahwa provokasi kelompok pengacau keamanan selama ini hanya meninggalkan luka sosial serta kerugian materi bagi masyarakat asli. Oleh karena itu, kekuatan adat dikerahkan untuk memperkuat ketahanan mental warga agar tidak terjebak dalam narasi perlawanan yang berujung pada kriminalitas.


“Saya minta dengan keras agar kelompok tersebut tidak menunjukkan aksi di kabupaten ini karena tanah ini adalah tanah damai,” katanya.


Lebih lanjut, ia mengajak para pemuda Dogiyai untuk fokus mengembangkan potensi diri dan menjaga masa depan mereka dari keterlibatan dalam jaringan kriminal. Menurutnya, sinergi antara tokoh adat, tokoh agama, pemerintah, dan aparat keamanan menjadi kunci utama dalam menjaga ketertiban wilayah.


Isak Tebai juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan indikasi adanya pihak asing atau kelompok tertentu yang mencoba menghasut maupun memaksa warga terlibat dalam agenda radikal.


“Jangan mudah terprovokasi, karena pada akhirnya yang dirugikan adalah masyarakat kita sendiri,” ujarnya.


Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa komitmen damai masyarakat Dogiyai merupakan wujud nyata keinginan bersama untuk meraih kemajuan yang berlandaskan keamanan, persatuan, dan ketertiban yang berkelanjutan.