MALANG - Pemandangan tak biasa terlihat di lokasi pembangunan Jembatan Gantung Garuda, Desa Mangunrejo, Kecamatan Kepanjen. Komandan Kodim (Dandim) 0818/Malang-Batu, Letkol Czi Bayu Nugroho, menunjukkan aksi nyata yang melampaui tugas administratifnya. Bukan sekadar meninjau, perwira lulusan Korps Zeni ini turun langsung menjadi driver alat berat jenis backhoe (beko) untuk membuka akses jalan, (01/2026).
Aksi Letkol Czi Bayu Nugroho ini sontak mencuri perhatian warga dan para pekerja di lapangan. Dengan piawai, ia mengoperasikan tuas alat berat untuk meratakan tanah dan membuka jalur menuju jembatan yang akan menghubungkan Kecamatan Kepanjen dan Kecamatan Sumberpucung.
Sebagai perwira dengan latar belakang Korps Zeni (Czi), mengoperasikan alat berat bukanlah hal asing bagi Letkol Bayu. Namun, melihat seorang Dandim terjun langsung di medan berlumpur menjadi simbol kepedulian sosial yang mendalam.
"Kami ingin pembangunan ini segera tuntas agar warga tidak perlu memutar jauh lagi. Ini adalah pengabdian kami. Jika akses jalan ini cepat selesai, maka distribusi ekonomi antar desa di Mangunrejo dan Ternyang akan langsung tancap gas," ujar Letkol Czi Bayu Nugroho dari atas kabin alat berat.
Didampingi oleh Kasdim 0818, Mayor Czi Sultoni, yang bertindak sebagai Koordinator Lapangan, peninjauan ini terasa lebih berjiwa gotong royong. Kehadiran Jembatan Gantung Garuda bukan sekadar konstruksi fisik, melainkan jembatan harapan bagi anak sekolah dan pedagang kecil. Dengan akses jalan yang kini sedang dikebut pengerjaannya, mobilitas warga di dua kecamatan tersebut dipastikan akan jauh lebih mudah dan efisien.
Aksi "Dandim jadi operator beko" ini menjadi bukti bahwa TNI tidak memberikan jarak dengan rakyat. Di bawah kepemimpinan Letkol Czi Bayu Nugroho, Kodim 0818 terus berkomitmen menghadirkan solusi nyata bagi infrastruktur di pelosok Kabupaten Malang. (*)










