View AllNews

Nasional

Hukum

Latest News

14/08/26

Medan Ekstrem Jadi Tantangan, Danrem Perkuat Operasi Darat dan Udara Kendalikan Karhutla Bromo

  


PROBOLINGGO – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus ditangani secara intensif menyusul perambatan api dari kawasan Bukit Cinta menuju Bukit Kingkong hingga sekitar Seruni Point. Komandan Korem 083/Baladhika Jaya, Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan, S.Sos., M.M.S., M.Han., selaku Komandan Sektor Penanganan Karhutla Wilayah Korem 083/Bdj, memastikan seluruh kekuatan terus dikerahkan untuk mengendalikan titik api dan mencegah kebakaran meluas.


“Pemadaman terus kita maksimalkan. Api di Bukit Cinta merembet sampai ke Bukit Kingkong. Sekitar pukul 03.30 WIB, api juga terlihat hingga bagian bawah Seruni Point,” ujar Danrem. Selain api yang terlihat, tim juga mewaspadai hotspot yang berpotensi kembali memunculkan titik api baru, terlebih kondisi angin dan vegetasi kering dapat memicu loncatan api ke kawasan lain.


Untuk menjangkau lokasi yang sulit ditangani dari darat, operasi water bombing kembali diperkuat. Hingga pagi hari, sedikitnya tiga sorti penerbangan helikopter telah dilaksanakan untuk menjatuhkan air ke titik-titik api. Danrem menjelaskan, karakter medan TNBTS yang didominasi lereng dan kawasan berketinggian menjadi tantangan tersendiri sehingga operasi udara menjadi salah satu unsur penting dalam mempercepat pengendalian kebakaran.


Di darat, hampir 1.500 personel bersama masyarakat terus bergerak melakukan pemadaman, pendinginan, pemantauan, serta mencegah munculnya kembali titik api. Seluruh unsur bekerja dalam koordinasi terpadu dengan tetap memperhatikan keselamatan personel. “Kita akan terus menyesuaikan kekuatan dengan perkembangan situasi dan mengejar target pemadaman sesuai rencana,” kata Danrem.


Operasi udara juga dilaksanakan dengan mempertimbangkan faktor keselamatan penerbangan. Kondisi cuaca dan kabut menjadi perhatian, baik saat helikopter menuju titik operasi, mengambil air, maupun kembali ke pangkalan. “Kita berharap cuaca mendukung sehingga operasi bisa berjalan maksimal. Keselamatan penerbangan harus tetap menjadi prioritas,” tegas Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus.


Sementara itu, luasan kawasan yang terdampak Karhutla diperkirakan telah mencapai lebih dari 900 hektare dan masih terus diperbarui berdasarkan hasil pemantauan tim di lapangan. Korem 083/Baladhika Jaya bersama seluruh unsur Satgas Karhutla akan terus memperkuat pemadaman darat dan udara, pemantauan hotspot, serta langkah pencegahan agar api tidak kembali meluas di kawasan TNBTS. :::

RKPT Keerom Ajak Masyarakat Jaga Keamanan dan Sukseskan HUT RI ke-81

  

Keerom – Ketua Umum Pegunungan Tengah Lapago Mepago Kabupaten Keerom, Simon Kossay, mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban di Provinsi Papua, khususnya Kabupaten Keerom, menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.


Ajakan tersebut disampaikan Simon bersama Badan Pengurus Rukun Keluarga Pegunungan Tengah (RKPT) Kabupaten Keerom sebagai bentuk kepedulian terhadap terciptanya suasana yang aman, damai, dan kondusif di Tanah Papua.


Simon mengatakan, momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia hendaknya menjadi kesempatan bagi seluruh masyarakat untuk mempererat persaudaraan, menjaga persatuan, serta menghindari berbagai tindakan yang dapat mengganggu keamanan.


“Kami mengajak seluruh masyarakat Papua, khususnya masyarakat Pegunungan yang berada di Kabupaten Keerom, untuk bersama-sama menjaga keamanan dan kedamaian. Mari kita sambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan suasana yang aman, tertib, dan penuh persaudaraan,” ujar Simon.


Terkait adanya rencana aksi demonstrasi pada 15 Agustus 2026 di Provinsi Papua, Simon mengimbau masyarakat Pegunungan agar tetap menahan diri dan tidak mudah terpancing oleh ajakan maupun informasi yang dapat memicu keresahan.


“Kami meminta masyarakat untuk tidak mudah terpancing atau terprovokasi oleh ajakan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Tetap tenang dan jangan melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat luas,” katanya.


Simon menegaskan bahwa pihaknya secara tegas menolak segala bentuk kekerasan yang terjadi di Tanah Papua, terlebih apabila kekerasan tersebut melibatkan sesama anak bangsa maupun sesama masyarakat Papua.


“Kami dengan tegas menolak segala bentuk kekerasan di Tanah Papua. Kita semua adalah saudara. Jangan sampai perbedaan pandangan membuat kita saling berhadapan dan akhirnya masyarakat sendiri yang menjadi korban,” tegasnya.


Menurut Simon, masyarakat Papua membutuhkan suasana kehidupan yang damai agar dapat menjalankan aktivitas sehari-hari serta ikut mendukung pembangunan di berbagai sektor.


“Kami di Bumi Cenderawasih, di Tanah Papua, membutuhkan kehidupan yang penuh perdamaian, bukan kekerasan. Mari kita jaga tanah ini bersama-sama, karena keamanan dan kedamaian adalah kebutuhan kita semua,” ungkapnya.


Ia juga mengajak para tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, tokoh agama, serta seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjadi bagian dari upaya menjaga situasi Kamtibmas tetap kondusif.


“Mari kita satukan hati dan pikiran untuk menjaga Keerom dan Tanah Papua tetap aman. Jangan mudah percaya terhadap isu yang belum jelas dan jangan menyebarkan informasi yang dapat memecah persatuan. Kalau kita bersatu dan menjaga kedamaian, maka masyarakat akan hidup dengan aman dan nyaman,” pungkas Simon.


Simon berharap seluruh masyarakat dapat menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan semangat persatuan dan kebersamaan, sehingga peringatan hari kemerdekaan dapat berlangsung aman, damai, dan sukses di seluruh wilayah Papua.

Tokoh Adat Heram Dorong Masyarakat Bersama Jaga Kondusivitas Kota Jayapura

 


Jayapura – Tokoh Masyarakat Adat Heram, Julles R.A. Ongge, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan, kebersamaan, serta menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif di Kota Jayapura.


Imbauan tersebut disampaikan Julles sebagai respons terhadap berbagai dinamika yang berkembang di tengah masyarakat. Menurutnya, stabilitas keamanan merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijaga agar kehidupan sosial tetap harmonis serta mendukung keberlanjutan pembangunan di Tanah Papua.


Julles mengatakan, belakangan ini terdapat berbagai aktivitas penyebaran paham maupun ajakan yang berpotensi menimbulkan perpecahan dan keresahan di lingkungan masyarakat adat. Aktivitas tersebut, kata dia, dapat berlangsung secara terbuka maupun melalui pertemuan-pertemuan tertentu.


Menurutnya, masyarakat perlu menyikapi setiap informasi dan ajakan dengan bijak. Apalagi apabila informasi tersebut mengandung unsur provokasi atau hasutan yang berpotensi mengarah pada konflik dan kekerasan.


“Kami mengajak seluruh masyarakat, khususnya masyarakat adat di Heram dan Kota Jayapura, untuk tidak mudah terprovokasi oleh berbagai ajakan yang dapat memecah persatuan. Mari kita jaga kebersamaan dan selesaikan setiap persoalan dengan kepala dingin serta mengedepankan musyawarah,” ujar Julles.


Ia menilai, tindakan provokatif dan penyebaran informasi yang tidak bertanggung jawab dapat berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat. Selain berpotensi mengganggu keamanan, kondisi tersebut juga dapat merusak hubungan sosial dan kerukunan yang selama ini telah dibangun.


“Jangan sampai perbedaan pandangan membuat kita saling bermusuhan. Kita semua memiliki kepentingan yang sama, yaitu menjaga masyarakat tetap aman, damai, dan bisa menjalankan aktivitas sehari-hari dengan tenang,” katanya.


Julles juga mengajak para tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama, serta seluruh elemen masyarakat untuk mengambil peran dalam menjaga suasana yang kondusif. Ia berharap para tokoh dapat menjadi penyejuk dan memberikan pemahaman kepada masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh isu yang belum dapat dipastikan kebenarannya.


“Para tokoh harus menjadi contoh bagi masyarakat. Kalau ada persoalan, mari kita duduk bersama, berkomunikasi, dan mencari solusi yang terbaik. Jangan menggunakan kekerasan karena yang akan menjadi korban adalah masyarakat sendiri,” tegasnya.


Lebih lanjut, Julles menekankan bahwa keamanan yang terjaga akan memberikan ruang bagi masyarakat untuk terus beraktivitas sekaligus mendukung berbagai program pembangunan di Papua.


“Kita ingin Kota Jayapura tetap menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi semua orang. Karena itu, mari kita rawat persatuan, saling menghormati, dan bersama-sama menjaga Kamtibmas demi masa depan Papua yang lebih baik,” pungkasnya.

Jelang Momentum 17 Agustus, Ondoafi Kwana Serukan Masyarakat Keerom Tetap Kondusif

 


Keerom - Tokoh masyarakat Keerom sekaligus Ondoafi Kwana, Ignasius Bate, mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Keerom, Papua. Ia menegaskan pentingnya membangun komunikasi dan kebersamaan antara masyarakat dengan aparat keamanan guna menciptakan situasi yang aman dan kondusif.


Ignasius mengatakan, selama ini dirinya bersama sejumlah tokoh masyarakat dan pihak terkait terus berupaya menjalin komunikasi yang baik dengan aparat TNI-Polri. Menurutnya, sinergi tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.


“Kami sebagai tokoh masyarakat terus membangun komunikasi dan kebersamaan dengan aparat TNI-Polri. Ini penting agar setiap persoalan yang muncul di tengah masyarakat dapat kita komunikasikan dan selesaikan dengan baik, sehingga tidak berkembang menjadi gangguan keamanan,” ujar Ignasius.


Terkait momentum 17 Agustus, Ignasius menyampaikan bahwa kondisi keamanan di Kabupaten Keerom dapat berlangsung secara aman dan damai. Hal tersebut, kata dia, tidak terlepas dari adanya kesepahaman antara tokoh masyarakat, aparat keamanan, serta berbagai elemen lainnya untuk bersama-sama menjaga ketertiban.


“Kami sudah bersepakat bahwa keamanan dan kedamaian di Keerom adalah tanggung jawab kita bersama. Karena itu, mari kita jaga situasi yang sudah aman ini dan jangan memberikan ruang bagi tindakan yang dapat mengganggu ketertiban masyarakat,” katanya.


Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi maupun ajakan dari pihak-pihak tertentu yang berpotensi menimbulkan keresahan. Masyarakat diminta untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, khususnya yang beredar melalui media sosial.


“Jangan mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya. Jangan pula mudah terpengaruh oleh ajakan yang dapat merugikan diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat luas. Kalau ada persoalan, mari kita bicarakan dan selesaikan secara damai,” tegasnya.


Menurut Ignasius, kepentingan dan keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama dalam setiap persoalan yang terjadi. Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat mengedepankan dialog, persaudaraan, dan sikap saling menghormati agar situasi keamanan di Keerom tetap terjaga.


“Kita semua ingin masyarakat Keerom hidup aman, bekerja dengan tenang, dan menjalankan aktivitas tanpa rasa takut. Karena itu, mari kita sama-sama menjaga kedamaian dan tidak melakukan tindakan yang justru merugikan masyarakat sendiri,” pungkas Ignasius.

Tokoh Pemuda Adat Wilayah Tabi Imbau Masyarakat Papua Jaga Kamtibmas Jelang HUT RI Ke-81

 


Tokoh Pemuda Adat Wilayah Tabi, Frank Reynould Tjoe, mengimbau seluruh elemen masyarakat Papua, khususnya masyarakat di Kota Jayapura, agar tidak mudah terpengaruh maupun terprovokasi terkait adanya rencana aksi demonstrasi yang akan dilaksanakan pada 15 Agustus 2026.


Menurutnya, rencana aksi tersebut agar dipercayakan sepenuhnya kepada pihak berwenang yaitu aparat keamanan sehingga seluruh masyarakat untuk tetap melakukan aktifitas seperti biasanya dan tidak ikut terlibat maupun terhasut dalam kegiatan – kegiatan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.


“Terkait rencana aksi yang akan dilakukan pada tanggal 15 Agustus besok, biarkan menjadi tanggung jawab aparat keaman dan kita sebagai masyarakat yang cerdas agar tetap menjaga kedamaian dengan tidak terlibat ataupun terhasut oleh informasi – informasi yang tidak jelas arahnya,” ucap Frank.


Frank juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di Papua, khususnya di Kota Jayapura, dengan tetap mengedepankan sikap tenang, bijak, dan tidak mudah terprovokasi.


“Mari kita menjaga kerukunan antar masyarakat demi terciptanya kedamaian di Tanah Papua yang kita cintai bersama ini, sikap tenang dan bijak yang kita depankan akan menjadi keuntungan untuk diri kita sendiri,” ucapnya


Selain itu, Frank mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyatukan barisan dalam menyongsong HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 dengan menjaga persatuan, kerukunan, serta kedamaian di Tanah Papua.


“Menjelang Hari Kemerdekaan ke – 81, saya selaku Tokoh Pemuda Adat Wilayah Tabi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu dalam mempertahankan keutuhan Tanah Papua yang damai dalam bingkai NKRI,” tuturnya.


Ia berharap seluruh masyarakat dapat bersama-sama menjaga Papua, khususnya Kota Jayapura, agar tetap berada dalam suasana yang aman, tenteram, damai, dan kondusif, sehingga momentum peringatan kemerdekaan dapat berlangsung dengan tertib dan penuh semangat persatuan.

13/08/26

Prasasti TMMD ke-129 Kodim 0904/Paser Di Desa Biu Selesai Dibuat, TMMD Sudah 100%

 


Kodim 0904/Paser, Muara Samu. Pembuatan Prasasti pada kegiatan TMMD ke-129 Kodim 0904/Paser selesai dibuat. Kegiatan ini menandakan bahwa kegiatan TMMD di Desa Biu selesai 100%. Kamis (13/8/2026)


Letkol Inf Edy Wahyu Satriyadi, S.I.P., M.I.P., selaku Dansatgas TMMD Ke 129 Kodim 0904/Paser tahun 2026 menyampaikan bahwa prasasti tersebut sebagai penanda bahwa Kodim 0904/Paser pernah melaksanakan kegiatan TMMD di Desa Biu Kecamatan Muara Samu Kabupaten Paser.


"Alhamdulillah kegiatan sudah selesai 100%, baik kegiatan fisik maupun non fisik" ujar Dansatgas TMMD.


Terakhir pengerjaan yaitu pembuatan Prasasti pada titik nol pembukaan jalan TMMD di Desa Biu.


Semoga dengan adanya karya TMMD di Desa Biu, masyarakat dapat menjaga serta merawat apa yang telah diperbuat oleh TNI kepada masyarakat.


Beliau juga berterima kasih atas keterlibatan masyarakat bersama stakehoulder yang telah mendukung kegiatan TMMD selama 30 hari ini.


Dim 0904/Psr

Polres Pasuruan Kota Gelar FGD Perkuat Sinergi dan Jaga Kondusifitas Wilayah

 


PASURUAN — Kepolisian Resor (Polres) Pasuruan Kota menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Silaturahmi Kapolres Pasuruan Kota Bersama Elemen Masyarakat dalam Merawat Kebinekaan” di Aula Rupatama Sanika Satyawada, Kamis (13/8/2026).


Kegiatan yang dipimpin langsung Kapolres Pasuruan Kota AKBP Arief Ardiansyah Prasetyo, S.I.K., S.H., M.H. tersebut bertujuan mempererat komunikasi sekaligus menyerap aspirasi dari berbagai elemen masyarakat, mulai organisasi kemasyarakatan, perguruan silat, komunitas ojek online, hingga perwakilan mahasiswa dalam upaya bersama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).


Dalam sambutannya, AKBP Arief Ardiansyah Prasetyo menekankan pentingnya kolaborasi lintas elemen dalam menjaga situasi wilayah hukum Polres Pasuruan Kota tetap aman dan kondusif, terlebih di momentum bulan kemerdekaan. Menurutnya, kepolisian tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan dan peran aktif masyarakat.


“Keamanan dan kondusivitas Pasuruan bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi merupakan hasil dari kebersamaan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, kami membuka ruang komunikasi seluas-luasnya untuk menerima masukan dan mencari solusi bersama,” ujar AKBP Arief.


Kapolres juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling bertukar informasi, aktif memberikan masukan, serta bijak dalam menerima maupun menyebarkan informasi agar tidak mudah terprovokasi oleh berita bohong atau hoaks.


“Kami mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi, bijak menerima informasi, serta bersama-sama menjaga persatuan dan kebinekaan. Komunikasi yang baik menjadi salah satu kunci untuk mencegah munculnya potensi gangguan kamtibmas,” tambahnya.


Diskusi berlangsung interaktif dengan penyampaian berbagai aspirasi, mulai dari penanganan balap liar, pemahaman hukum bagi pengemudi ojek online, pembinaan pemuda, hingga pengamanan kegiatan tahunan perguruan silat.


Menanggapi berbagai masukan tersebut, jajaran Polres Pasuruan Kota menyatakan komitmennya untuk menghadirkan solusi konkret serta mengagendakan pertemuan secara berkala guna memperkuat koordinasi antara kepolisian dan seluruh elemen masyarakat.


“Setiap aspirasi yang disampaikan dalam forum ini akan kami tindak lanjuti. Persoalan seperti balap liar, pembinaan generasi muda, keamanan kegiatan masyarakat hingga kebutuhan sarana pendukung kamtibmas perlu diselesaikan melalui komunikasi dan kolaborasi,” tegas Kapolres.


Kepala Bakesbangpol Kota Pasuruan, Heri Dwi Sujatmiko, juga mengimbau seluruh elemen masyarakat agar bijak menggunakan media sosial dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu menyesatkan, terlebih pada momentum peringatan bulan kemerdekaan.


Sejalan dengan hal tersebut, perwakilan mahasiswa turut mendorong kepolisian untuk terus mengedepankan langkah pencegahan dini secara berkesinambungan demi menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Pasuruan.


Menanggapi aspirasi warga dan mahasiswa, Kapolres Pasuruan Kota menegaskan bahwa pihaknya tengah mengupayakan solusi terhadap maraknya aksi balap liar melalui koordinasi terkait perizinan lahan dengan pemerintah provinsi. Selain itu, Polres Pasuruan Kota juga terus menindaklanjuti pemenuhan sarana pendukung keamanan di wilayah hukumnya.


“Harapan kami, silaturahmi seperti ini terus terjaga sehingga setiap persoalan dapat kita komunikasikan dan setiap potensi gangguan dapat kita cegah sejak dini. Dengan kebersamaan, kami yakin kondusivitas Pasuruan dapat terus terpelihara,” pungkas AKBP Arief.

Danrem 091/ASN Pimpin Penutupan TMMD Ke 129 Kodim 0904/Paser Di Desa Biu

  


Kodim 0904/Paser, Muara Samu. Bertempat di Lapangan Bola Desa Biu Kecamatan Muara Samu Kabupaten Paser, telah dilaksanakan Upacara Penutupan TMMD Ke 129 Kodim 0904/Paser tahun 2026, dimana kegiatan dipimpin oleh Komandan Korem 091/ASN Brigjen TNI Anggara Sitompul, S.I.P., M.Si. Kamis (13/8/2026)


Danrem 091/ASN memberikan pujian terhadap pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 di Desa Biu, Kecamatan Muara Samu, Kabupaten Paser.


Ini dikatakan Brigjen TNI Anggara Sitompul usai pelaksanaan upacara penutupan TMMD 129 di lapangan sepak bola di Desa Biu, Kamis (13/8/2026).


“Pelaksanaan TMMD ke-129 di Desa Biu, saya menilai semuanya berjalan dengan baik dan tercapai 100 persen,” kata Brigjen TNI Anggara Sitompul.


Danrem 091/ASN berharap para penerima manfaat khususnya warga Desa Biu dapat merawat dan menjaga fasilitas yang sudah dibangun dan diperbaiki selama pelaksanaan TMMD 129 tahun 2026 ini.


“Terima kasih kepada Bupati Paser, dr. Fahmi Fadli dn Wakil Bupati, H. Ikhwan Antasari yang telah mendukung, serta semua pihak yang mensukseskan kegiatan TMMD 129 kali ini,” ujar Danrem 091/ASN.


Wakil Bupati Paser H. Ikhwan Antasari yang menghadiri kegiatan pada Penutupan TMMD pada pagi hari ini juga mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya TMMD ke-129 di Desa Biu dengan capaian 100 persen. 


“Kami dari Pemkab Paser mengucapkan terima kasih. Semoga kegiatan ini menguatkan sinergi antara Pemkab Paser dan TNI beserta masyarakat. Semoga kegiatan seperti ini terus dilaksanakan di Paser,” ucap Wakil Bupati Paser.


Letkol Inf Edy Wahyu Satriyadi selaku Dansatgas TMMD Ke 129 Kodim 0904/Paser juga mengucapkan terima kasih kepada Danrem 091/ASN yang telah memberikan dukungan dari tahap persiapan hingga TMMD ke-129 di Desa Biu selesai dilaksanakan.


Begitu juga dengan personel Polres Paser dan TNI AL yang setiap hari ikut serta bersama untuk mensukseskan TMMD kali ini, sehingga target-target pelaksanaan sudah bisa tercapai.


“Alhamdulillah semua target bisa tercapai 100 persen, bahkan ada beberapa titik yang over prestasi. Harapan kami, apa yang sudah dilakukan dapat dirawat dan dijaga dengan baik,” Danrem 091/Paser menambahkan.


Adapun kegiatan dilaksanakan dalam pelaksanaan TMMD 129 di Desa Biu terdiri dari sasaran fisik, sasaran nonfisik dan sasaran tambahan.


Sasaran fisik, yakni pembukaan jalan pertanian sepanjang tiga kilometer dan lebar delapan meter, pembuatan jembatan box culvert ukuran panjang enam meter dan lebar lima meter, rehab Rumah Tidak Layak Huni sebanyak lima titik dan Pemasangan gorong-gorong di lima titik.


Sasaran non fisik, yaitu penyuluhan stunting, peternakan, pertanian, narkoba, bela negara, sosialisasi perekrutan prajurit TNI AD, penguatan karakter kebangsaan, pengobatan massal.


Sasaran tambahan, tentara manunggal air/sumur bor lima titik, rehab mck lima unit, rehab masjid, ketahanan pangan dengan luas lima hektar.


Kemudian, penanaman pohon lima ribu batang, penanganan stunting, pembersihan danau, penebaran benih ikan, pelepasan burung endemik dan Belajar Bersama Ceria (BBC).


Dim 0904/Psr