View AllNews

Nasional

Hukum

Latest News

28/03/26

Strategi Komunikasi Unggul, Takeda Raih Penghargaan PR INDONESIA Awards 2026

   


Jakarta, 17 Maret 2026 – PT Takeda Innovative Medicines kembali meraih pengakuan dalam ajang PR INDONESIA Awards 2026 dengan memenangkan dua penghargaan Silver pada kategori “Public Affairs: Stakeholder Management” dan “Public Relations: Community-Based Development”. Pencapaian ini melanjutkan konsistensi Takeda yang telah meraih penghargaan pada ajang yang sama selama tiga tahun berturut-turut.


Sebelumnya, pada 2025 Takeda meraih penghargaan Gold kategori Digital PR melalui program “Kampanye Digital CegahDBD”, dan pada 2024 memperoleh Bronze kategori Program Corporate PR melalui “Kampanye Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD)”.


PR INDONESIA Awards merupakan ajang kompetisi Public Relations (PR) prestisius yang diselenggarakan sejak 2016 untuk mengapresiasi kinerja komunikasi organisasi dan korporasi yang berdampak dan berkelanjutan.

Penghargaan kategori Public Affairs: Stakeholder Management diberikan atas upaya Takeda dalam membangun dan menjaga kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, organisasi profesi, dan mitra strategis, guna mendukung prioritas kesehatan masyarakat di Indonesia.


Sementara itu, penghargaan kategori Public Relations: Community-Based Development diberikan atas program Women at the Center (WAC) atau Perempuan Indonesia Hidup Tanpa Kekerasan (PIHAK), yang merupakan inisiatif Corporate Social Responsibility (CSR) global Takeda. Program ini diimplementasikan di Indonesia bersama United Nations Population Fund dan bertujuan memperkuat akses layanan bagi penyintas kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan melalui peningkatan kapasitas penyedia layanan serta kolaborasi lintas sektor.


Head of Public Affairs and Communications Takeda, Revi Renita, menyampaikan, “Kami bersyukur atas penghargaan yang kembali diberikan melalui PR INDONESIA Awards tahun ini. Bagi Takeda, penghargaan ini bukan semata apresiasi atas program komunikasi, tetapi juga pengakuan atas pentingnya membangun kemitraan yang kuat dan berkelanjutan untuk mendukung prioritas kesehatan di Indonesia. Bagi kami, pengakuan selama tiga tahun berturut-turut ini mencerminkan kerja tim yang solid serta kolaborasi yang kuat dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk dengan pemerintah, organisasi profesi, dan mitra seperti UNFPA, dalam menghadirkan program yang berdampak bagi masyarakat.”


CEO PR INDONESIA, Asmono Wikan, menyampaikan bahwa partisipasi dalam ajang ini terus meningkat setiap tahunnya. “Peningkatan jumlah partisipasi setiap tahun menunjukkan bahwa praktik komunikasi strategis di Indonesia terus berkembang. Penghargaan yang diterima Takeda tahun ini mencerminkan pendekatan komunikasi yang tidak hanya kuat secara strategi, tetapi juga mampu menunjukkan dampak nyata, baik dalam pengelolaan hubungan dengan pemangku kepentingan maupun dalam inisiatif pemberdayaan masyarakat melalui program CSR.”


Sebagai mitra pelaksanaan program CSR, Kepala Perwakilan UNFPA di Indonesia, Hassan Mohtashami, turut menyampaikan apresiasinya. “Kami menyambut baik pengakuan ini sebagai refleksi dari pentingnya kolaborasi dalam perlindungan perempuan dan anak perempuan. Program PIHAK adalah bukti nyata komitmen bersama untuk memperkuat sistem perlindungan dan meningkatkan akses layanan bagi penyintas kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan di Indonesia. Melalui kemitraan strategis ini, UNFPA bersama Takeda dan para pemangku kepentingan berupaya keras untuk memastikan bahwa setiap penyintas menerima dukungan yang aman, tepat, dan berkualitas.”


Program WAC/PIHAK merupakan bagian dari program CSR global Takeda yang berfokus pada penguatan sistem kesehatan. Di Indonesia, program ini telah berjalan sejak 2023 dengan durasi empat tahun, melibatkan berbagai kementerian, organisasi masyarakat sipil, serta komunitas lokal di sejumlah wilayah intervensi.

Sentuh Warga Hingga Pelosok, Bhabinkamtibmas Erageam Intensifkan DDS Demi Kamtibmas Kondusif di Mamberamo Tengah

 


Jayapura – Dalam upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), jajaran kepolisian terus hadir menyapa warga hingga ke wilayah pedalaman Papua.


Bhabinkamtibmas Desa Erageam, Distrik Kobakma, Kabupaten Mamberamo Tengah, Briptu Egens Marury melaksanakan kegiatan Door to Door System (DDS) pada Jumat (27/03). Kegiatan ini berlangsung di Kampung Erageam sebagai bagian dari pendekatan humanis Polri kepada masyarakat.


Melalui kegiatan DDS, Briptu Egens secara langsung mengunjungi warga dari rumah ke rumah guna mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat, sekaligus menyampaikan pesan-pesan kamtibmas.


Dalam kunjungannya, ia mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif menjaga keamanan lingkungan serta menjauhi penyalahgunaan narkoba dan minuman keras yang dapat merusak kesehatan dan memicu terjadinya gangguan sosial.


Selain itu, warga juga didorong untuk terus menjalin komunikasi yang baik dengan aparat keamanan, khususnya Bhabinkamtibmas, sebagai upaya membangun sinergi dalam menjaga ketertiban di lingkungan kampung. Masyarakat pun diimbau agar segera melaporkan setiap permasalahan yang terjadi kepada pihak kepolisian agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat dan tepat.


“Melalui kegiatan DDS ini, kami ingin memastikan masyarakat merasa aman serta semakin dekat dengan kehadiran Polri dalam menjaga kamtibmas,” ujar Briptu Egens Marury.


Briptu Egens juga mengingatkan pentingnya kesadaran hukum dengan menghindari segala bentuk pelanggaran yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.


Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat Kampung Erageam. Warga menyambut baik kehadiran Bhabinkamtibmas dan menyatakan kesiapan mereka untuk mendukung tugas kepolisian dalam menjaga keamanan serta ketertiban di wilayahnya.


Melalui kegiatan DDS ini, diharapkan terjalin hubungan yang semakin erat antara Polri dan masyarakat, sehingga tercipta situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif di Kabupaten Mamberamo Tengah.

Patroli Humanis Sat Samapta Polresta Jayapura Kota, Sigap Tangani Laka dan Jaga Stabilitas Kamtibmas


 

Jayapura – Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) pasca pelaksanaan Operasi Ketupat Cartenz 2026, Satuan Samapta Polresta Jayapura Kota menggelar Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD), Jumat (27/03/2026) pagi.




Kegiatan patroli dipimpin oleh Ipda Utomo dengan melibatkan tujuh personel Sat Samapta yang dilengkapi peralatan pendukung guna menunjang pelaksanaan tugas di lapangan.




Patroli dilaksanakan secara mobile dengan menyasar sejumlah titik rawan, mulai dari wilayah Jayapura Utara hingga Abepura. Dalam pelaksanaannya, personel tidak hanya melakukan pemantauan situasi kamtibmas, tetapi juga mengedepankan pendekatan humanis melalui dialog dan imbauan kepada masyarakat.




Di tengah pelaksanaan patroli, personel Sat Samapta menunjukkan respons cepat dengan menangani kejadian kecelakaan lalu lintas tunggal di seputaran Hamadi. Penanganan dilakukan secara sigap guna memastikan situasi tetap aman serta memberikan pertolongan kepada masyarakat yang membutuhkan.




Secara umum, situasi kamtibmas di wilayah hukum Polresta Jayapura Kota terpantau dalam keadaan aman dan kondusif selama kegiatan berlangsung.




Kegiatan KRYD ini merupakan wujud komitmen Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat secara optimal.




Di sela kegiatan, Ipda Utomo juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat terkait kondisi cuaca ekstrem yang melanda Kota Jayapura. Ia mengingatkan warga agar tetap waspada terhadap potensi hujan lebat disertai angin kencang yang dapat menyebabkan pohon tumbang, banjir, maupun jalan licin.




“Masyarakat kami imbau untuk selalu berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah, memperhatikan kondisi cuaca sebelum bepergian, serta menghindari berteduh di bawah pohon atau baliho saat hujan deras,” ujar Ipda Utomo.




Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta segera melaporkan kejadian darurat melalui layanan Kepolisian di call center 110 guna mendapatkan pe

nanganan secara cepat dan tepat.


27/03/26

Satgas Pangan Papua Pantau Harga Komoditas di Pegunungan Bintang, Dipicu Biaya Transportasi Udara



Pegunungan Bintang — Satuan Tugas Daerah (Satgasda) Pangan Provinsi Papua melaksanakan pemantauan terhadap kios/outlet/toko pangan sebagai pengendali inflasi di wilayah Distrik Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang.


Berdasarkan laporan, terdapat tiga kios atau outlet pangan yang menjadi titik pemantauan, berlokasi di Jalan PKT, Distrik Oksibil. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan bahan pokok serta memantau perkembangan harga di wilayah tersebut.


Hasil pengecekan menunjukkan bahwa sejumlah komoditas pangan mengalami kenaikan harga yang dipengaruhi oleh tingginya biaya distribusi, khususnya melalui transportasi udara.


Untuk komoditas beras, harga beras premium tercatat mencapai Rp40.000 per kilogram. Sementara itu, minyak goreng bersubsidi Minyakita dijual dengan harga Rp45.000 per liter.


Komoditas gula juga mengalami kenaikan, dengan harga gula kiloan mencapai Rp40.000 per kilogram. Pada sektor daging, ayam potong dijual Rp60.000 per kilogram, sedangkan daging sapi segar mencapai Rp195.000 per kilogram.


Selain itu, harga telur ayam lokal tercatat sebesar Rp120.000 per rak. Untuk komoditas bumbu dapur, bawang merah dijual Rp100.000 per kilogram dan bawang putih Rp90.000 per kilogram, sedangkan cabai rawit mencapai Rp100.000 per kilogram.


Penanggung jawab kios/outlet tersebut, Variati Darwis, menyampaikan bahwa kenaikan harga terjadi akibat tingginya biaya angkut, mengingat sebagian besar pasokan bahan pangan didistribusikan melalui jalur udara.


Satgasda Pangan Papua menegaskan bahwa pemantauan ini merupakan bagian dari upaya pengendalian inflasi serta memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat di wilayah Pegunungan Bintang.


Secara umum, stok bahan pangan masih tersedia, meskipun harga cenderung mengalami kenaikan. Kegiatan pemantauan berlangsung dengan lancar dan didukung dokumentasi sebagai bagian dari laporan di lapangan.

Sat Reskrim Polres Yalimo Cek Harga Bahan Pokok di Pasar Elelim, Harga Masih di Atas HET

 


Yalimo — Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Yalimo melaksanakan pengecekan harga bahan pokok di Pasar Sentral Elelim, Kabupaten Yalimo, Jumat (27/3/2026).


Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Yalimo, IPTU Nur Kholis, S.H., M.H., bersama tiga personel lainnya ini bertujuan untuk memantau perkembangan harga kebutuhan pokok di wilayah hukum Polres Yalimo.


Tim berangkat menuju lokasi sekitar pukul 08.50 WIT dan tiba di Pasar Sentral Elelim lima menit kemudian untuk melakukan pengecekan di sejumlah kios, salah satunya Kios Mitra 78.


Berdasarkan hasil pemantauan, harga beras premium merek 99 tercatat sebesar Rp27.000 per kilogram, sementara beras medium merek Bunga dijual Rp25.000 per kilogram. Gula pasir premium merek Gulaku berada di kisaran Rp35.000 per kilogram, daging ayam ras Rp50.000 per kilogram, minyak goreng kemasan premium (Bimoli) Rp40.000 per liter, serta minyak goreng bersubsidi Minyakita Rp30.000 per liter.


Kasat Reskrim Polres Yalimo IPTU Nur Kholis menyampaikan bahwa secara umum stok bahan pokok di Pasar Sentral Elelim masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.


“Pengecekan ini dilakukan untuk mengetahui kondisi harga dan ketersediaan bahan pokok di wilayah Yalimo, khususnya menjelang Lebaran,” ujarnya.


Namun demikian, hasil pengecekan menunjukkan bahwa harga sejumlah komoditas masih berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Kondisi ini dipengaruhi oleh tingginya biaya distribusi, terutama ongkos angkut yang relatif mahal. Selain itu, harga pembelian komoditas dari wilayah Wamena juga sudah melebihi HET.


Kegiatan pengecekan berakhir sekitar pukul 09.45 WIT dalam situasi aman dan lancar serta dilengkapi dokumentasi sebagai bagian dari laporan di lapangan.

Sat Reskrim Polres Nduga Cek Harga Bahan Pokok di Kenyam, Harga Masih di Atas HET

  


Nduga — Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Nduga melaksanakan pengecekan harga bahan pokok di wilayah Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Jumat (27/3/2026).


Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Nduga, IPTU Sampurno Nugroho, S.H., bersama lima personel lainnya ini dilakukan di Kios Ginting Mandiri Berjaya yang berlokasi di Jalan Bandara Kenyam.


Tim berangkat menuju lokasi sekitar pukul 10.00 WIT dan tiba pada pukul 10.10 WIT untuk langsung melakukan pengecekan harga sejumlah komoditas kebutuhan pokok.


Berdasarkan hasil pemantauan, harga beras medium tercatat sebesar Rp20.000 per kilogram. Sementara itu, komoditas hortikultura seperti tomat dijual Rp80.000 per kilogram dan cabai mencapai Rp170.000 per kilogram. Untuk bawang merah dan bawang putih masing-masing dijual Rp80.000 per kilogram.


Harga minyak goreng bersubsidi Minyakita tercatat Rp120.000 untuk kemasan 5 liter. Selain itu, air mineral merek Aqua ukuran 1,5 liter dijual seharga Rp20.000 per botol.


Kasat Reskrim Polres Nduga IPTU Sampurno Nugroho menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan harga bahan pokok di wilayah hukum Polres Nduga, khususnya di Kios Ginting Mandiri Berjaya.


“Secara umum, stok bahan pokok masih mencukupi dan belum terdapat lonjakan harga yang signifikan,” ujarnya.


Namun demikian, hasil pengecekan menunjukkan bahwa harga sejumlah komoditas masih berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Kondisi ini dipengaruhi oleh tingginya biaya distribusi, terutama ongkos angkut yang masih relatif mahal.


Kegiatan pengecekan berakhir sekitar pukul 11.05 WIT dalam situasi aman dan lancar serta dilengkapi dokumentasi sebagai bagian dari laporan di lapangan.

Satgas Pangan Polres Biak Numfor Pantau Harga Beras di Samofa dan Pasar Impres

  


Biak Numfor — Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polres Biak Numfor melaksanakan pemantauan harga bahan pokok, khususnya komoditas beras, di wilayah Kabupaten Biak Numfor, Kamis (26/3/2026).


Kegiatan ini dilakukan di dua lokasi, yakni retail modern dan pasar tradisional, guna memastikan stabilitas harga serta ketersediaan bahan pokok di tengah masyarakat.


Pada sektor retail modern, pengecekan dilakukan di Toko Jusms yang berlokasi di Kampung Yafdas, Distrik Samofa. Toko milik Abd. Rahman tersebut menjual beras medium dengan harga Rp16.000 per kilogram dan beras premium Rp17.000 per kilogram. Sementara itu, beras curah tidak tersedia.


Selanjutnya, pemantauan juga dilakukan di pasar tradisional, tepatnya di salah satu kios di Pasar Impres, yakni Kios Futukunawe. Hasil pengecekan menunjukkan harga beras medium sebesar Rp16.000 per kilogram dan beras premium Rp17.000 per kilogram, serta tidak ditemukan penjualan beras curah.


Secara umum, hasil pemantauan menunjukkan bahwa harga beras di wilayah Kabupaten Biak Numfor masih relatif stabil di kedua lokasi tersebut.


Satgas Pangan Polres Biak Numfor menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pengawasan untuk menjaga stabilitas harga serta memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat.


Kegiatan berlangsung dalam situasi aman dan lancar serta dilengkapi dokumentasi sebagai bagian dari laporan di lapangan.

Polres Mamberamo Tengah Pantau Harga Beras di Pasar Sentral Kobakma

  


Mamberamo Tengah — Polres Mamberamo Tengah melaksanakan pemantauan harga bahan pokok di pasar tradisional, khususnya komoditas beras, di Pasar Sentral Kobakma, Kabupaten Mamberamo Tengah.


Kegiatan pengecekan dilakukan di Kios Mitra 78 yang berlokasi di area Pasar Kobakma dan dikelola oleh Gunawan. Pemantauan ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan harga bahan pokok di wilayah tersebut serta memastikan ketersediaannya bagi masyarakat.


Berdasarkan hasil pengecekan, harga beras premium tercatat sebesar Rp27.000 per kilogram, sedangkan beras medium dijual dengan harga Rp25.000 per kilogram. Untuk beras curah, tidak ditemukan di kios tersebut.


Polres Mamberamo Tengah menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pengawasan untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok di tengah masyarakat.


Secara keseluruhan, kegiatan pemantauan berlangsung dengan aman dan lancar serta dilengkapi dokumentasi sebagai bagian dari laporan di lapangan.