View AllNews

Nasional

Hukum

Latest News

30/06/26

42 Personel Polres Yahukimo, Satgas ODC, dan Brimob Resmi Naik Pangkat, Kapolres: Jadikan Amanah untuk Meningkatkan Pengabdian kepada Masyarakat. ‎

 


‎Dekai – Suasana penuh kebanggaan dan rasa syukur mewarnai Lapangan Apel Polres Yahukimo saat dilaksanakannya Upacara Laporan Kenaikan Pangkat Perwira, Bintara, dan Tamtama Periode 1 Juli 2026, Selasa (30/6/2026).

‎Momentum tersebut menjadi bentuk penghargaan institusi Polri atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian personel dalam melaksanakan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

‎Upacara dipimpin langsung oleh Kapolres Yahukimo AKBP Zet Saalino, S.H., M.H. selaku Inspektur Upacara, didampingi Kabag Ops Polres Yahukimo AKP Dr. Suriadin, S.H., M.H. sebagai Perwira Upacara dan IPDA Sebastianus M. Kandai sebagai Komandan Upacara.

‎Sebanyak 42 personel menerima kenaikan pangkat pada periode 1 Juli 2026, yang terdiri atas 15 personel Polres Yahukimo, 16 personel Satgas Operasi Damai Cartenz (ODC), dan 11 personel Kompi 3 Yon D Pelopor Sat Brimob Polda Papua. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh para Pejabat Utama dan Perwira Polres Yahukimo, Komandan Kompi 3 Yon D Pelopor Sat Brimob Polda Papua, Dansektor 5 Operasi Damai Cartenz Yahukimo, Ketua Bhayangkari Cabang Yahukimo beserta anggota, serta seluruh personel Polres Yahukimo.

‎Prosesi upacara berlangsung dengan penuh khidmat, diawali dengan penghormatan kepada Inspektur Upacara, laporan resmi personel yang memperoleh kenaikan pangkat, penyampaian amanat Kapolres Yahukimo, pembacaan doa, hingga pemberian ucapan selamat kepada seluruh personel yang memperoleh kenaikan pangkat sebagai bentuk apresiasi atas capaian yang diraih.

‎Dalam amanatnya, Kapolres Yahukimo menegaskan bahwa kenaikan pangkat bukanlah hak yang diberikan secara otomatis, melainkan penghargaan dari negara atas dedikasi, disiplin, loyalitas, integritas, dan kinerja yang telah ditunjukkan oleh setiap personel selama menjalankan tugas.

‎Kapolres menyampaikan bahwa pangkat yang lebih tinggi harus diiringi dengan peningkatan kualitas diri, profesionalisme, serta tanggung jawab dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat. Ia juga mengingatkan agar seluruh personel terus menjaga nama baik institusi Polri dengan menjunjung tinggi etika profesi, disiplin, serta semangat pengabdian di tengah dinamika tugas yang semakin kompleks.

‎"Kenaikan pangkat adalah sebuah kehormatan sekaligus amanah yang harus dipertanggungjawabkan. Jadikan momentum ini sebagai motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian, memperkuat integritas, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Keberhasilan yang diraih hari ini merupakan hasil dari kerja keras, dedikasi, dan dukungan keluarga yang senantiasa mendampingi dalam setiap pelaksanaan tugas," ujar Kapolres Yahukimo.

‎Kapolres juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga, khususnya Bhayangkari, yang selama ini telah memberikan dukungan moral kepada para personel sehingga mampu menjalankan tugas dengan baik hingga memperoleh kenaikan pangkat.

‎Momentum kenaikan pangkat tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi seluruh personel karena tidak hanya menjadi simbol peningkatan jenjang kepangkatan, tetapi juga menjadi refleksi atas kepercayaan institusi kepada setiap anggota untuk terus mengemban tugas dengan penuh tanggung jawab.

‎Usai pelaksanaan upacara, Kapolres Yahukimo didampingi para Pejabat Utama memberikan ucapan selamat kepada seluruh personel yang naik pangkat. Suasana penuh haru dan kebersamaan tampak mewarnai momen tersebut sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan kepada institusi.

‎Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan penuh khidmat. Diharapkan, kenaikan pangkat ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh personel Polres Yahukimo, Satgas Operasi Damai Cartenz, maupun Brimob Polda Papua untuk terus meningkatkan profesionalisme, memperkuat soliditas, serta memberikan pengabdian terbaik kepada bangsa, negara, dan masyarakat demi terwujudnya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Yahukimo.

‎Perkuat Sinergitas TNI-Polri, Polres Yahukimo Gelar Apel Siaga dan Show of Force Jelang Kalender Kamtibmas 1 Juli 2026 ‎ ‎

 


‎Dekai – Komitmen menjaga stabilitas keamanan di Kabupaten Yahukimo kembali ditegaskan melalui pelaksanaan Apel Siaga TNI-Polri yang dilanjutkan dengan Show of Force menjelang kalender Kamtibmas tanggal 1 Juli 2026  

‎pada Selasa (30/6/2026).

‎Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Yahukimo AKBP Zet Saalino, S.H., M.H., serta melibatkan unsur TNI, Brimob, Satgas Operasi Damai Cartenz, dan seluruh jajaran Polres Yahukimo.

‎Apel siaga yang digelar di Lapangan Apel Polres Yahukimo menjadi simbol kesiapan seluruh aparat keamanan dalam menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. Hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolres Yahukimo, para Pejabat Utama Polres Yahukimo, Komandan Kompi Brimob, personel Kodim 1715/Yahukimo, serta seluruh personel gabungan yang akan melaksanakan pengamanan di wilayah Kabupaten Yahukimo.

‎Dalam amanatnya, Kapolres Yahukimo menegaskan bahwa kesiapsiagaan personel bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk tanggung jawab negara dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat. Menurutnya, setiap anggota harus mampu menjalankan tugas dengan penuh disiplin, meningkatkan kewaspadaan, memperkuat koordinasi lintas instansi, serta mengedepankan langkah-langkah preventif guna mengantisipasi setiap potensi gangguan Kamtibmas.

‎Kapolres juga mengingatkan seluruh personel agar selalu menjunjung tinggi profesionalisme, mengedepankan pendekatan yang humanis kepada masyarakat, serta menjaga soliditas antarinstansi. Ia menegaskan bahwa sinergitas TNI-Polri merupakan kekuatan utama dalam menjaga stabilitas keamanan, khususnya pada momentum yang memerlukan peningkatan kewaspadaan.

‎Usai pelaksanaan apel, kegiatan dilanjutkan dengan Show of Force yang melibatkan kendaraan patroli dan kendaraan taktis milik TNI-Polri. Iring-iringan kendaraan bergerak menyusuri berbagai ruas jalan utama dan kawasan strategis di Kota Dekai, mulai dari Jalan Jenderal Sudirman, Jalan PJPR, kawasan Kantor KPU, Jalan Eselon III, Jalan Kantor Bupati, Jalan Seradala, kawasan Bandara Nop Goliat Dekai, Jalan Telkomsel, Kompleks Sosial, Jalan Paradiso, kawasan permukiman masyarakat, Ruko Blok A dan B, hingga lokasi GOR Dekai. 

‎Kegiatan tersebut merupakan langkah preventif untuk menunjukkan kesiapan aparat keamanan sekaligus memastikan kondisi keamanan di seluruh wilayah tetap terkendali. Sepanjang rute yang dilalui, personel gabungan melakukan pemantauan situasi serta memberikan rasa aman kepada masyarakat yang tengah beraktivitas. Kehadiran aparat keamanan di tengah masyarakat juga menjadi bentuk nyata komitmen Polri dan TNI dalam menciptakan situasi yang aman, damai, dan kondusif.

‎Selain sebagai upaya antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan, pelaksanaan Show of Force juga menjadi sarana membangun kepercayaan publik bahwa negara hadir melalui sinergitas TNI-Polri untuk menjamin keamanan masyarakat. Kehadiran personel gabungan di lapangan diharapkan mampu memberikan efek pencegahan terhadap berbagai bentuk gangguan Kamtibmas sekaligus memperkuat rasa aman di tengah masyarakat.

‎Kapolres Yahukimo AKBP Zet Saalino, S.H., M.H., menegaskan bahwa Polres Yahukimo bersama seluruh unsur TNI akan terus bersinergi dalam menjaga keamanan wilayah serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

‎"Keamanan merupakan kebutuhan seluruh masyarakat dan menjadi tanggung jawab bersama. Melalui sinergitas TNI-Polri, kami berkomitmen menjaga situasi Kabupaten Yahukimo tetap aman, damai, dan kondusif. Kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga persatuan, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya, serta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan hal-hal yang berpotensi mengganggu keamanan," tegas Kapolres.

‎Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 18.20 WIT dalam keadaan aman, tertib, dan lancar. Situasi di wilayah hukum Polres Yahukimo terpantau tetap kondusif. 

‎Dalam kesempatan tersebut dilakukan evaluasi pelaksanaan kegiatan sekaligus penyampaian arahan agar seluruh personel tetap menjaga kesiapsiagaan dan meningkatkan kewaspadaan sesuai perkembangan situasi di lapangan.

‎Polres Yahukimo memastikan akan terus meningkatkan patroli, pengamanan, serta deteksi dini sebagai langkah preventif guna menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

‎Jelang Kalender Kamtibmas 1 Juli 2026, Polsek Kurima Gelar Apel Siaga 1 Tingkatkan Kesiapsiagaan Personel ‎ ‎

  


‎Kurima – Dalam rangka mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) menjelang kalender Kamtibmas tanggal 1 Juli 2026, Polsek Kurima, Polres Yahukimo, melaksanakan Apel Siaga 1 yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Kurima, IPDA I Gede Tri J. Suputra, bertempat di Lapangan Apel Mapolsek Kurima, Distrik Kurima, Kabupaten Yahukimo, Selasa (30/6/2026).

‎Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh personel Polsek Kurima sebagai bentuk kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan situasi yang dapat memengaruhi stabilitas keamanan di wilayah hukum Polsek Kurima. Apel diawali dengan pengecekan personel dan doa bersama sebagai ikhtiar memohon perlindungan Tuhan Yang Maha Esa agar seluruh rangkaian tugas pengamanan dapat berjalan dengan aman, lancar, dan penuh tanggung jawab.

‎Dalam arahannya, Kapolsek Kurima menegaskan bahwa seluruh personel mulai diberlakukan dalam status Siaga 1 sebagai tindak lanjut arahan pimpinan untuk meningkatkan kesiapsiagaan menjelang kalender Kamtibmas tanggal 1 Juli 2026. Ia menginstruksikan agar seluruh anggota meningkatkan kewaspadaan, memperketat pengamanan Markas Komando, serta mengoptimalkan pengawasan terhadap setiap aktivitas yang berpotensi mengganggu situasi keamanan.

‎Selain itu, Kapolsek juga menekankan pentingnya disiplin dalam pelaksanaan tugas dengan memastikan setiap personel menggunakan perlengkapan dinas sesuai ketentuan, melaksanakan sistem boddy system, serta tidak bergerak secara sendiri-sendiri dalam pelaksanaan tugas di lapangan. Upaya deteksi dini melalui penguatan jaringan informasi juga menjadi perhatian utama guna memperoleh informasi secara cepat dan akurat terhadap setiap perkembangan situasi di wilayah Distrik Kurima.

‎Sebagai langkah preventif, Polsek Kurima turut mengintensifkan pengawasan pada objek-objek vital, fasilitas publik, serta lokasi-lokasi strategis lainnya guna menjaga situasi keamanan tetap kondusif. Langkah ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan rasa aman, perlindungan, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

‎Apel Siaga 1 berakhir pada pukul 17.30 WIT dalam keadaan aman, tertib, dan lancar. Hingga kegiatan selesai, situasi di wilayah hukum Polsek Kurima terpantau aman dan kondusif. Seluruh personel tetap disiagakan untuk menjalankan tugas pengamanan secara profesional, humanis, dan penuh tanggung jawab demi terciptanya situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif di Kabupaten Yahukimo.

‎Kapolsek Kurima juga mengimbau seluruh masyarakat agar tetap menjaga persatuan, tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya, serta bersama-sama berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan. Sinergi antara Polri dan masyarakat diharapkan mampu mewujudkan situasi yang aman, damai, dan kondusif.

‎"Keamanan merupakan tanggung jawab bersama. Polsek Kurima berkomitmen hadir memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik kepada masyarakat demi terciptanya situasi yang aman, damai, dan kondusif," tutup Kapolsek Kurima.

AMKI Lahir dari Semangat Kebersamaan, Dadang Rachmat Beberkan Sejarahnya

 


JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Dadang Rachmat menegaskan bahwa keberhasilan sebuah organisasi merupakan hasil kerja kolektif, bukan milik satu individu.


Menurut Dadang Rachmat, sejak awal pembentukan AMKI, semangat kebersamaan menjadi fondasi utama yang disepakati para pendiri. Karena itu, seluruh unsur organisasi memiliki peran yang sama penting dalam membangun dan mengembangkan AMKI.


"AMKI lahir dari semangat kebersamaan. Karena itu, membangun dan membesarkan organisasi ini juga harus dilakukan secara bersama-sama. Keberhasilan AMKI bukan milik satu orang, melainkan hasil kerja seluruh pendiri, pengurus, dan anggota yang memiliki visi yang sama untuk memajukan industri media Indonesia," ujar Dadang Rachmat dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (30/6/2026).


Dadang menjelaskan, AMKI lahir dari gagasan sejumlah pemilik media yang melihat perlunya wadah organisasi untuk merespons perubahan industri media di era digital.


"Perkembangan teknologi telah menyatukan media cetak, media siber, televisi, platform digital, hingga kreator konten dalam satu ekosistem yang saling terhubung," ujar Dadang ya juga Pemred Mitrapol.


Ia mengungkapkan, gagasan tersebut kemudian mengemuka dalam sebuah pertemuan sejumlah pelaku media dalam kegiatan Hari Ulang Tahun (HUT) Media Mitrapol di Jakarta. 


Pertemuan itu dihadiri antara lain Tundra Meliala, Umi Sjarifah, Djamal Efendi, Herdiansyah, serta wartawan senior Irmanto, Rudi Sitompul, dan Berman Nainggolan bersama sejumlah pemilik media lainnya.


"Dari diskusi tersebut, semua sepakat membentuk Asosiasi Media Konvergensi Indonesia atau disingkat AMKI sebagai wadah kolaborasi pelaku industri media agar mampu beradaptasi dengan perubahan zaman" terangnya.


"Industri media berubah sangat cepat. Karena itu, diperlukan organisasi yang mampu menjawab tantangan tersebut melalui kolaborasi dan penguatan kapasitas anggotanya," sambung Dadang.


Ia menambahkan, setelah kesepakatan pembentukan organisasi dicapai, para pendiri bersama-sama menyusun konsep organisasi, kepengurusan, Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), hingga proses legalisasi. Seluruh tahapan dilakukan secara kolektif dengan pembagian peran masing-masing.


Ia menjelaskan, dalam struktur awal AMKI Pusat, Tundra Meliala ditetapkan sebagai Ketua Umum, Dadang Rachmat sebagai Sekjen, Irmanto sebagai Wasekjen, Umi Sjarifah sebagai Bendahara Umum, dan Djamal Efendi sebagai Wakil Bendahara Umum.


Menurut Dadang, dalam perjalanannya AMKI terus memperkuat konsolidasi organisasi di berbagai daerah. Namun, tantangan utama bukan hanya memperluas struktur, melainkan menghadirkan program yang memberi dampak nyata bagi perusahaan media dan anggotanya.


Fokus organisasi, kata dia, mencakup peningkatan kompetensi sumber daya manusia, penguatan bisnis media, serta adaptasi terhadap perkembangan teknologi digital.


Ke depan, AMKI juga akan memperluas kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Dewan Pers, kementerian terkait, perguruan tinggi, Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), serta organisasi profesi lainnya untuk memperkuat ekosistem media konvergensi di Indonesia.


"Kita berharap semangat kolektif tetap menjadi fondasi utama AMKI. Organisasi yang kuat tidak dibangun oleh satu figur, melainkan melalui kolaborasi yang melahirkan kepemimpinan dan inovasi bagi kemajuan industri media," pungkasnya.(red)

Polda Papua Gelar Doa Bersama Lintas Agama, Perkuat Persatuan Jelang Hari Bhayangkara ke-80

 


Jayapura – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polda Papua menggelar kegiatan Doa Bersama Lintas Agama yang berlangsung di Aula Rastra Samara, Mapolda Papua, Selasa (30/6/2026). 


Kegiatan dihadiri langsung oleh Kapolda Papua Irjen Pol. Patrige R. Renwarin, S.I.K., M.Si., bersama Wakapolda Papua Brigjen Pol. Muhajir, S.I.K., M.H., unsur Forkopimda, pejabat utama Polda Papua, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perwakilan TNI dan instansi terkait. Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat persatuan, toleransi, dan sinergitas seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan kedamaian di Tanah Papua.


Dalam sambutannya, Kapolda Papua menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh pihak yang hadir serta terus mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif di Papua.


Menurut Kapolda, peringatan Hari Bhayangkara bukan hanya menjadi ajang refleksi perjalanan panjang pengabdian Polri kepada bangsa dan negara, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.


“Doa bersama lintas agama yang kita laksanakan hari ini memiliki makna yang sangat mendalam. Perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang untuk bersatu dalam harapan yang sama, yakni mewujudkan Papua yang aman, damai, rukun, dan sejahtera. Nilai toleransi, saling menghormati, serta persaudaraan merupakan kekuatan yang harus terus kita jaga bersama,” ujar Kapolda Papua.


Kapolda juga menegaskan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat bukan semata-mata menjadi tugas Polri, melainkan tanggung jawab seluruh elemen bangsa. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, TNI, tokoh agama, tokoh adat, akademisi, media, dan masyarakat menjadi modal utama dalam menjaga stabilitas dan mendukung pembangunan di Papua.


“Di usia pengabdian Polri yang ke-80 tahun, kami terus berkomitmen melakukan transformasi menuju institusi yang profesional, modern, dan terpercaya. Kami akan terus meningkatkan kualitas pelayanan, menegakkan hukum secara adil dan transparan, serta mengedepankan pendekatan yang humanis dalam setiap pelaksanaan tugas,” tambahnya.


Pada kesempatan tersebut, Kapolda Papua juga mengajak seluruh tokoh agama untuk mendoakan keselamatan dan kekuatan bagi seluruh personel Polri dan TNI yang bertugas menjaga keamanan negara, khususnya di wilayah Papua. Selain itu, doa juga dipanjatkan agar bangsa Indonesia senantiasa diberikan kedamaian, persatuan, serta kemampuan menghadapi berbagai tantangan yang ada.


Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin secara bergantian oleh perwakilan agama Islam, Kristen Protestan, Katolik, dan Hindu. Suasana penuh khidmat dan kebersamaan terlihat sepanjang pelaksanaan kegiatan yang diakhiri dengan sesi foto bersama.

POLRES LANNY JAYA HADIRI UPACARA HARGAS KE-33 LANNY JAYA: BUPATI ALETINUS TEKANKAN "AYAH WAJIB HADIR" UNTUK CEGAH STUNTING

 


LANNY JAYA, Papua Pegunungan – Peringatan Hari Keluarga Nasional ke-33 Tahun 2026 tingkat Kabupaten Lanny Jaya digelar di Kantor Bupati Lanny Jaya, Selasa 30 Juni 2026 pukul 08.45 WIT.


Upacara dipimpin Bupati Lanny Jaya Aletinus Yigibalom, S.Pd. Hadir Ps. Kapolres Lanny Jaya KOMPOL Hendrik Seru, S.H., Sekda Tendien Wenda S.Th S.IP M.Si, Pasi Intel Yonif 511/DY KAPTEN Inf. M. Yunus, Pasi Log Kodim 1713/LJ LETDA Inf. Wis, Anggota DPRK Anip Kogoya, Staf Ahli Yohanes Sangur, serta 180 peserta dari TNI, Polri, ASN, Dishub, Ibu Persit dan Ibu Bhayangkari.


Mengusung tema nasional "AYAH WAJIB HADIR", Bupati dalam amanatnya menegaskan peran ayah harus hadir nyata di rumah, bukan hanya mencari nafkah.


"Kehadiran Ayah sangat berarti untuk menjaga keharmonisan rumah tangga, memenuhi asupan gizi anak agar terhindar dari stunting, serta membina karakter dan budi pekerti anak. Di tanah Lanny Jaya ini, keluarga adalah akar budaya kita," tegas Bupati.


Ia mengajak masyarakat meluangkan waktu bersama keluarga, bekerja sama mengurus rumah tangga, dan menanamkan nilai adat serta agama kepada generasi emas bangsa.


Upacara yang berlangsung mulai pukul 08.50 WIT hingga 09.15 WIT ini berjalan aman dan khidmat, ditutup dengan sesi foto bersama. (BW)

Polda Papua Ungkap Kasus Tindak Pidana ITE, Tiga Tersangka Diamankan Direktorat Reserse Siber

 


Jayapura – Direktorat Reserse Siber Polda Papua menggelar konferensi pers terkait pengungkapan kasus tindak pidana Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) berupa penyebaran dokumen elektronik bermuatan pornografi yang disertai tindak pidana pemerasan. Kegiatan berlangsung di Lobby Gedung D Mapolda Papua Lama, Selasa (30/6/2026).


Konferensi pers dipimpin oleh Direktur Reserse Siber Polda Papua Kombes Pol. Syamsurijal, S.I.K., didampingi Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., serta Kasubdit II Direktorat Reserse Siber Polda Papua AKBP Diaritz Felle, S.I.K., dan dihadiri oleh sejumlah insan pers.


Dalam keterangannya, Direktur Reserse Siber Polda Papua menjelaskan bahwa kasus tersebut berawal dari laporan polisi yang diterima pada April 2026 terkait dugaan penyebaran video asusila tanpa hak yang kemudian digunakan sebagai sarana pemerasan terhadap korban.


Pelaku diketahui mengirimkan ancaman melalui surat elektronik (email) kepada korban dengan maksud memperoleh keuntungan secara melawan hukum. Korban yang merasa takut video pribadinya disebarluaskan kemudian beberapa kali mentransfer sejumlah uang kepada pelaku. Meski permintaan pelaku sempat dipenuhi, video tersebut tetap disebarluaskan dan menjadi viral di berbagai platform media sosial.


Berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan Direktorat Reserse Siber Polda Papua, petugas berhasil menetapkan tiga orang tersangka dengan peran yang berbeda-beda. Dua tersangka diduga berperan dalam penyebarluasan video bermuatan asusila tersebut, sementara satu tersangka lainnya diduga melakukan perekaman video tanpa persetujuan korban.


Direktur Reserse Siber Polda Papua Kombes Pol. Syamsurijal, S.I.K., menjelaskan bahwa penyidik telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi serta melibatkan ahli di bidang ITE, pidana, dan forensik digital guna memperkuat alat bukti dalam perkara tersebut.


“Ketiga tersangka kami persangkakan dengan ketentuan dalam KUHP terbaru serta Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Ancaman pidana yang dikenakan dapat mencapai 10 tahun penjara dan/atau denda paling banyak Rp2 miliar,” ujar Kombes Pol. Syamsurijal.


Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa para tersangka tidak ditampilkan dalam konferensi pers sebagai bentuk penyesuaian terhadap ketentuan hukum acara pidana yang baru dan untuk menjunjung tinggi prinsip hak asasi manusia serta asas praduga tidak bersalah.


Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial serta menjaga keamanan data dan privasi pribadi di ruang digital.


“Polda Papua berkomitmen menindak tegas setiap bentuk kejahatan siber yang merugikan masyarakat. Kami juga mengajak seluruh masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan teknologi informasi serta segera melapor apabila menjadi korban maupun mengetahui adanya tindak pidana di ruang siber,” ungkap Kabid Humas.


Kegiatan konferensi pers berlangsung aman, tertib, dan lancar hingga berakhir. Pengungkapan kasus ini menjadi bukti keseriusan Polda Papua dalam menjaga keamanan ruang digital serta memberikan perlindungan hukum kepada masyarakat dari berbagai bentuk kejahatan siber.

Kapolda Papua Pimpin Nonton Bareng Piala Dunia, Bangun Soliditas dan Kekompakan Personel

 


Jayapura – Polda Papua menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia antara Belanda melawan Maroko yang berlangsung di depan Aula Cenderawasih Mapolda Papua, Selasa (30/6/2026). 


Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kapolda Papua Irjen Pol Patrige R. Renwarin, S.H., M.Si., bersama Wakapolda Papua, Wakapolda Papua Brigjen Pol Muhajir, S.I.K.,M.H., para Pejabat Utama (PJU) Polda Papua, serta personel jajaran Polda Papua.


Kegiatan nobar berlangsung dengan penuh antusiasme. Para peserta menyaksikan jalannya pertandingan sejak babak pertama hingga berakhirnya laga yang harus ditentukan melalui babak perpanjangan waktu (extra time) dan adu penalti.


Suasana kebersamaan dan kekeluargaan tampak mewarnai kegiatan tersebut. Selain menjadi sarana hiburan bagi personel, kegiatan nobar juga menjadi momentum untuk mempererat soliditas, memperkuat sinergi, serta membangun semangat kebersamaan di lingkungan Polda Papua.


Kapolda Papua Irjen Pol Patrige R. Renwarin, S.H., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan nobar seperti ini menjadi salah satu sarana mempererat hubungan antarpersonel sekaligus menumbuhkan semangat sportivitas melalui olahraga yang menjadi perhatian masyarakat dunia.


“Sepak bola merupakan olahraga yang mampu menyatukan berbagai kalangan. Melalui kegiatan nonton bareng ini, kami ingin membangun kebersamaan, mempererat tali silaturahmi, serta menumbuhkan semangat sportivitas dan kekompakan di antara seluruh personel Polda Papua,” ujar Kapolda Papua.


Lebih lanjut, Kapolda menambahkan bahwa kebersamaan yang terjalin melalui kegiatan sederhana seperti ini diharapkan dapat berdampak positif terhadap pelaksanaan tugas kepolisian dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.


“Soliditas internal merupakan modal utama dalam menjalankan tugas-tugas kepolisian. Dengan terbangunnya kebersamaan dan kekompakan, diharapkan seluruh personel semakin optimal dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Papua,” tambahnya.