View AllNews

Nasional

Hukum

Latest News

07/03/26

Kolonel Kohir Ingatkan Mahasiswa Papua Tak Mudah Terprovokasi Isu Perpecahan

 


Malang – Komandan Korem 083/Baladhika Jaya Kolonel Inf Kohir menegaskan pentingnya menjaga persatuan bangsa di tengah keberagaman Indonesia saat memberikan pembekalan wawasan kebangsaan kepada mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Papua (HMP) Medimas di Bedengan Camping Ground, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Sabtu (7/3/2026).


Kegiatan yang berlangsung dalam suasana alam terbuka tersebut diikuti sekitar 50 mahasiswa asal Merauke, Boven Digoel, Mappi, dan Asmat. Mengusung tema “Bersatu dalam Kebangsaan, Meningkatkan Generasi Muda Papua yang Unggul dan Disiplin,” kegiatan ini menjadi momentum penguatan nilai kebangsaan bagi mahasiswa Papua yang tengah menempuh pendidikan di Malang Raya.


Dalam ceramahnya, Danrem menegaskan bahwa para mahasiswa Papua merupakan bagian dari keluarga besar bangsa Indonesia. Ia mengajak generasi muda Papua untuk memanfaatkan masa pendidikan sebagai kesempatan membangun karakter, disiplin, serta kapasitas diri agar kelak mampu berkontribusi bagi kemajuan daerah dan bangsa.


“Adik-adik dari Papua Selatan adalah bagian dari keluarga besar bangsa ini. Gunakan kesempatan belajar dengan sebaik-baiknya agar kelak dapat kembali dan membangun daerah dengan kemampuan serta semangat kebangsaan yang kuat,” ujar Kolonel Inf Kohir.


Danrem juga mengingatkan bahwa sejarah perjuangan Indonesia tidak terlepas dari peran tokoh-tokoh asal Papua seperti Silas Papare, Frans Kaisiepo, Marthen Indey, dan Johanes Abraham Dimara. Menurutnya, kontribusi para pahlawan tersebut menjadi bukti bahwa Papua memiliki tempat penting dalam perjalanan bangsa Indonesia.


Ia turut mengingatkan generasi muda agar tidak mudah terpengaruh provokasi yang dapat memecah belah persatuan. Mahasiswa, kata dia, harus memiliki pendirian yang kuat, menjunjung nilai kebangsaan, serta mampu menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi masyarakat.


Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Para mahasiswa terlihat antusias mengikuti dialog kebangsaan tersebut, yang diharapkan mampu memperkuat semangat persatuan serta menumbuhkan komitmen generasi muda Papua untuk berkontribusi bagi kemajuan daerah dan tetap menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.  (*)

Satgas Saber Papua Pegunungan Ikut Kawal Gerakan Pangan Murah di Koramil Jayawijaya

 


Jayawijaya – Gerakan Pangan Murah (GPM) kembali digelar di wilayah Papua Pegunungan guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Koramil Jayawijaya pada Sabtu (7/3/2026) dengan melibatkan berbagai unsur pemerintah, termasuk Satgas Saber wilayah Papua Pegunungan.


Kegiatan ini dihadiri oleh Komandan Koramil Jayawijaya, Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Jayawijaya, Perum Bulog, Badan Pangan Nasional, serta personel Satgas Saber wilayah Papua Pegunungan yang turut melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap distribusi serta harga komoditas pangan yang dijual kepada masyarakat.


Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 10.30 WITA. Program ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan bahan pokok dengan harga yang terjangkau, sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.


Dalam kegiatan tersebut, sejumlah komoditas pangan disiapkan untuk dijual kepada masyarakat. Pada stan Bulog, komoditas yang dijual antara lain beras SPHP dengan harga Rp65.000 per 5 kilogram, gula pasir Rp30.000 per kilogram, minyak goreng Minyak Kita Rp30.000 per liter, serta minyak goreng Bimoli Rp78.000 untuk kemasan 2 liter.


Selain itu, masyarakat dan petani lokal juga turut membuka stan penjualan komoditas pangan. Beberapa produk yang dijual antara lain bawang merah seharga Rp50.000 per kilogram, cabai rawit Rp10.000 per cup, bunga kol Rp50.000 per butir, serta jahe merah Rp10.000 per cup.


Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut, disiapkan pula sejumlah stok bahan pangan, di antaranya beras SPHP sebanyak 2 ton, gula pasir 2 karung, minyak goreng Minyak Kita 1 karton, dan minyak goreng Bimoli 2 karton.


Satgas Saber wilayah Papua Pegunungan dalam kegiatan tersebut turut melakukan pemantauan guna memastikan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah berjalan lancar serta harga komoditas yang dijual tetap sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.


Program Gerakan Pangan Murah ini merupakan bentuk sinergi berbagai pihak, termasuk Bank Indonesia bersama kementerian dan lembaga terkait, dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di wilayah Papua Pegunungan. Kegiatan ini juga diharapkan dapat membantu menekan laju inflasi daerah.


Pemerintah daerah berharap program serupa dapat terus dilaksanakan di berbagai titik di wilayah Papua Pegunungan agar manfaatnya dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Selain itu, kegiatan Gerakan Pangan Murah diharapkan menjadi program berkelanjutan, khususnya untuk membantu masyarakat di wilayah Zona 3 Papua Pegunungan.


Pemerintah juga mengusulkan adanya penambahan komoditas yang disalurkan, terutama beras dan minyak goreng, agar kebutuhan pangan masyarakat dapat terpenuhi secara lebih optimal.

Satgas Saber Polres Mamberamo Tengah Cek Harga Bahan Pokok di Pasar Kobakma

 


Mamberamo Tengah – Satuan Tugas Sapu Bersih (Satgas Saber) Polres Mamberamo Tengah melakukan pengecekan harga bahan pokok di Pasar Sentral Kobakma, Kabupaten Mamberamo Tengah, Papua, Kamis (5/3/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk memantau perkembangan harga serta memastikan ketersediaan stok bahan pokok bagi masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri.


Pengecekan dipimpin oleh Kasat Reskrim Polres Mamberamo Tengah, AKP Muliadi, S.Sos., bersama personel yang tergabung dalam Satgas Saber, yakni Brigpol Chalvin Wanda, Briptu M. Dwi Prasetya, dan Briptu Hermawan. Tim berangkat menuju Pasar Sentral Kobakma pada pukul 08.30 WIT dan tiba lima menit kemudian di Kios Mitra 78 Wamena milik seorang pedagang bernama Anggi.


Di lokasi tersebut, tim Satgas Saber langsung melakukan pengecekan terhadap sejumlah komoditas bahan pokok yang dijual kepada masyarakat. Hasil pemantauan menunjukkan harga beras cap 99 premium dijual Rp27.000 per kilogram, beras cap Kepala medium Rp25.000 per kilogram, gula pasir curah Rp30.000 per kilogram, serta gula pasir premium merek Gulaku Rp35.000 per kilogram.


Sementara itu, harga daging ayam ras tercatat Rp50.000 per kilogram. Untuk minyak goreng kemasan premium merek Bimoli dijual Rp40.000 per liter, sedangkan minyak goreng Minyakita Rp30.000 per liter. Tepung terigu Segitiga Biru dijual Rp35.000 per kilogram dan Rp20.000 untuk kemasan 500 gram.


Selain itu, susu Frisian Flag Gold dijual Rp20.000 per kaleng, susu bubuk Dancow Rp5.000 per sachet, teh Sariwangi Rp10.000 per bungkus, kopi Kapal Api Rp45.000 per kilogram, serta garam halus Rp15.000 per kilogram.


Setelah melakukan pengecekan dan pendataan harga, tim Satgas Saber meninggalkan Pasar Sentral Kobakma pada pukul 09.20 WIT.


Dari hasil pengecekan tersebut diketahui bahwa secara umum stok bahan pokok di Kios 78 Wamena masih mencukupi hingga menjelang perayaan Lebaran. Namun, sebagian besar harga komoditas masih berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.


Kondisi tersebut dipengaruhi oleh tingginya biaya transportasi distribusi barang ke wilayah Kobakma serta harga pembelian komoditas dari daerah pemasok seperti Wamena yang telah lebih dahulu berada di atas HET.


Satgas Saber Polres Mamberamo Tengah memastikan kegiatan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok akan terus dilakukan guna mengantisipasi potensi lonjakan harga serta menjaga stabilitas pasokan pangan bagi masyarakat di wilayah tersebut.

Polres Keerom Pastikan Stok Bahan Pokok Aman, Harga Relatif Stabil

 


Keerom – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Keerom melakukan monitoring dan pengecekan harga bahan pokok di wilayah Kabupaten Keerom untuk memastikan ketersediaan pasokan serta kestabilan harga di pasaran.


Kegiatan pemantauan tersebut dilaksanakan pada Jumat, 6 Maret 2026 pukul 08.00 WIT hingga Sabtu, 7 Maret 2026 pukul 08.00 WIT. Hasil monitoring menunjukkan bahwa secara umum stok bahan pokok di wilayah Kabupaten Keerom masih mencukupi dan harga relatif stabil.


Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, harga beras tercatat masih stabil dengan kisaran Rp10.000 per kilogram untuk beras Bulog, beras curah Rp16.000 per kilogram, beras medium Rp15.500 per kilogram, beras premium Rp16.800 per kilogram, beras merah Rp15.000 per kilogram, ketan hitam Rp30.000 per kilogram, dan ketan putih Rp18.000 per kilogram.


Untuk komoditas minyak goreng, pasokan juga dilaporkan mencukupi dan tidak mengalami kenaikan harga signifikan. Minyak goreng kemasan 1 liter berbagai merek rata-rata dijual dengan harga sekitar Rp23.000 hingga Rp24.000. Sementara untuk kemasan 2 liter berkisar antara Rp40.000 hingga Rp48.000, dan kemasan 5 liter dijual mulai Rp100.000 hingga Rp115.000.


Pada komoditas gula pasir, harga gula kiloan tercatat Rp20.000 per kilogram, sedangkan gula kemasan bermerek dijual sekitar Rp18.000 per kilogram. Untuk tepung terigu, harga berkisar antara Rp14.000 hingga Rp15.000 per kilogram dengan pasokan yang masih mencukupi.


Selain itu, harga garam beryodium kemasan 250 gram dijual Rp3.000 dan kemasan 500 gram Rp5.000. Sementara susu kaleng merek Bendera dijual Rp14.000 per kaleng dan Carnation Rp13.000 per kaleng.


Untuk komoditas daging, harga daging sapi segar tercatat Rp140.000 per kilogram. Sementara ayam potong mengalami kenaikan harga dari Rp35.000 menjadi Rp45.000 per kilogram, dengan harga per ekor berkisar antara Rp60.000 hingga Rp65.000.


Komoditas telur juga terpantau cukup dengan harga telur ayam Makassar Rp68.000 per rak dan telur ayam lokal Rp70.000 per rak. Pada komoditas bawang, harga bawang merah dan bawang putih masing-masing Rp45.000 per kilogram, sedangkan bawang bombay Rp35.000 per kilogram.


Adapun harga cabai rawit tercatat Rp80.000 per kilogram dan cabai keriting atau cabai padang Rp60.000 per kilogram. Untuk komoditas kacang-kacangan, harga kacang hijau Rp35.000 per kilogram, kacang tanah Rp34.000 per kilogram, kacang merah Rp50.000 per kilogram, dan kacang kedelai Rp45.000 per kilogram.


Sementara itu, untuk mie instan, harga per karton tercatat antara Rp112.000 hingga Rp118.000, tergantung merek.


Secara umum, hasil monitoring Satreskrim Polres Keerom menunjukkan bahwa stok bahan pokok di wilayah tersebut masih mencukupi dan harga relatif stabil, meskipun terdapat sedikit kenaikan pada komoditas ayam potong. Pihak kepolisian akan terus melakukan pemantauan guna memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat.

Polresta Jayapura Kota Sidak Harga dan Stok Bahan Pokok di Pasar dan Ritel Modern

 


Jayapura – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Jayapura Kota bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindakop) Provinsi Papua melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) bahan pokok penting (bapokting) guna memastikan kestabilan harga dan ketersediaan stok pangan di wilayah Kota Jayapura, Jumat (6/3/2026).


Kegiatan yang dipimpin oleh Ps. Kasat Reskrim Polresta Jayapura Kota tersebut dimulai pada pukul 08.30 WIT dengan menyasar Pasar Central Hamadi yang berlokasi di Jalan Raya Hamadi, Kelurahan Hamadi, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura. Dalam sidak tersebut, tim mendatangi sejumlah kios dan toko milik pelaku usaha untuk mengecek langsung harga serta ketersediaan beberapa komoditas bahan pokok.


Dari hasil pemantauan di pasar tersebut, harga sejumlah komoditas tercatat masih bervariasi, di antaranya minyak goreng merek Minyak Kita seharga Rp38.000 per 2 liter, tomat Rp20.000 per kilogram, bawang putih Rp50.000 per kilogram, bawang merah Rp60.000 per kilogram, cabai keriting Rp70.000 per kilogram, serta beras SPHP Rp63.000 per 5 kilogram.


Selanjutnya, pada pukul 10.40 WIT tim melanjutkan sidak ke Hypermart Tanah Hitam yang berada di Jalan Raya Tanah Hitam, Kelurahan Way Mhorock, Distrik Abepura, Kota Jayapura. Di lokasi tersebut, tim kembali melakukan pengecekan harga beberapa komoditas pangan.


Adapun harga yang tercatat di ritel modern tersebut antara lain dada daging ayam Rp28.285, daging sapi topside steak Rp48.929, cabai merah Rp94.900, cabai hijau Rp94.900, bawang putih Rp6.140 per gram, dan bawang merah Rp8.990 per gram.


Personel Disperindakop Provinsi Papua dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa pihaknya akan terus memantau harga bahan pokok, terutama komoditas yang berpotensi melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.


Mereka juga menegaskan bahwa apabila dalam waktu dekat menjelang Hari Raya Idulfitri harga bahan pokok tidak mengalami penurunan atau cenderung meningkat, pemerintah akan melakukan intervensi melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk menjaga stabilitas harga di masyarakat.


Sementara itu, pihak kepolisian memastikan kegiatan pengawasan terhadap distribusi dan harga bahan pokok akan terus dilakukan guna menjaga stabilitas pangan serta mencegah potensi pelanggaran yang dapat merugikan masyarakat.


Melalui kegiatan ini, diharapkan ketersediaan bahan pokok di Kota Jayapura tetap terjaga dan harga di pasaran tetap stabil menjelang hari besar keagamaan.

Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional, Polda Papua Tanam Jagung Serentak Kuartal I 2026


Jayapura – Polda Papua melaksanakan kegiatan Penanaman Jagung Serentak Kuartal I Tahun 2026 dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional dan swasembada jagung. Kegiatan tersebut dipusatkan di lahan pertanian Kampung Doyo Lama, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, Sabtu (07/03/2026).


Kegiatan tersebut dihadiri Wakapolda Papua, Kombes Pol. Muhajir, S.I.K., M.H., bersama sejumlah pejabat utama Polda Papua serta tamu undangan dari unsur TNI.


Dalam sambutannya, Kapolda Papua yang dibacakan oleh Wakapolda Papua, disampaikan bahwa program ketahanan pangan nasional saat ini terus digalakkan oleh pemerintah melalui optimalisasi pemanfaatan lahan untuk penanaman komoditas strategis, salah satunya jagung.


“Program ketahanan pangan merupakan salah satu prioritas pemerintah yang perlu kita dukung bersama. Jagung menjadi komoditas strategis yang memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas pangan, baik sebagai bahan konsumsi masyarakat maupun sebagai bahan baku pakan ternak,” ucap Wakapolda Papua.


Ia menjelaskan bahwa Provinsi Papua turut berkontribusi dalam program tersebut melalui pemanfaatan lahan produktif secara optimal. Dari 21 Polres dan Polresta di wilayah hukum Polda Papua, terdapat enam Polres yang telah memenuhi syarat verifikasi pembukaan lahan dengan total luas mencapai 123,05 hektare.


“Dari enam Polres tersebut, pada periode Januari hingga Maret 2026 telah ditanami jagung seluas 46,94 hektare dengan total hasil panen mencapai 50,65 ton, dan sebanyak 45,94 ton di antaranya telah terserap oleh Perum Bulog dengan kadar air 14 persen,” jelasnya.


Ia menambahkan, kegiatan penanaman jagung serentak ini dilaksanakan secara bersamaan di sejumlah wilayah di Papua dan terhubung secara virtual dengan kegiatan nasional yang dipimpin langsung oleh Kapolri.


“Pada hari ini, terdapat enam Polres di wilayah hukum Polda Papua yang turut mengikuti kegiatan penanaman jagung serentak ini di lokasi masing-masing,” tambahnya.


Adapun keenam Polres tersebut yakni Polres Merauke di Kampung Sidomulyo, Distrik Semangga; Polres Jayapura di Kampung Doyo Lama, Distrik Waibu; Polres Waropen di Kampung Obutai, Distrik Masirei; Polres Keerom di Kampung Sanggaraya; Polres Jayawijaya di Distrik Asolokobal; serta Polresta Jayapura Kota di wilayah Abepura.


Wakapolda Papua berharap kegiatan ini dapat menjadi momentum untuk meningkatkan produksi jagung di wilayah Papua sekaligus memperkuat sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan para petani.


“Melalui kegiatan ini kami berharap dapat mendorong semangat para petani serta memperkuat kolaborasi seluruh pihak dalam mendukung program ketahanan pangan nasional dan mewujudkan swasembada pangan,” pungkasnya.



Polda Papua Gelar Tes Psikologi Seleksi S-2 STIK 2026 untuk Meningkatkan Kualitas SDM Polri


Jayapura – Polda Papua melaksanakan tes psikologi berbasis Computer Assisted Test (CAT) dalam rangka seleksi Program Pendidikan S-2 Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Reguler Angkatan ke-16 dan S-2 STIK Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Angkatan ke-1 Tahun Anggaran 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Assessment Center Polda Papua, Sabtu (07/03/2026).


Pelaksanaan kegiatan dihadiri oleh Kasubbagselek Bagdalpres Biro SDM Polda Papua, Kompol Darwis, S.Sos., M.M, PS Kasubbid Paminal Bidpropam Polda Papua Kompol Deby Wiharjayadi, S.I.K., M.H, serta panitia pelaksana CAT psikologi.


Sebelum pelaksanaan tes dimulai, Kabag Psikologi Biro SSDM Polri, Kombes Pol Agus Yulianto, S.Psi. memberikan arahan kepada para peserta melalui sambungan virtual. Ia menjelaskan bahwa tes psikologi merupakan salah satu tahapan penting dalam proses seleksi pendidikan S-2 STIK guna memetakan potensi, karakter, dan kesiapan peserta dalam mengikuti pendidikan lanjutan.


Menurutnya, tes psikologi terdiri dari beberapa bagian, yakni informasi umum, tes kepribadian, serta tes psikoteknologi, dengan estimasi waktu pengerjaan antara dua hingga empat jam. Seluruh tahapan dilaksanakan sesuai dengan prosedur dan standar yang telah ditetapkan oleh tim psikologi Polri.


Ia juga mengingatkan para peserta agar mengerjakan setiap pertanyaan dengan jujur, percaya diri, serta memastikan seluruh bagian soal diisi dengan lengkap agar hasil penilaian dapat menggambarkan potensi peserta secara objektif.


Adapun jumlah peserta yang mengikuti seleksi CAT psikologi sebanyak 9 orang, yang terdiri dari 8 peserta pria dan 1 peserta wanita.


Melalui pelaksanaan seleksi ini, diharapkan dapat menjaring personel Polri yang memiliki kemampuan, integritas, serta potensi kepemimpinan yang baik untuk mengikuti pendidikan S-2 STIK, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia Polri yang profesional dan berintegritas.


Tokoh Intelektual Puncak Jaya Ajak Masyarakat Jaga Persatuan Pasca Konflik Pilkada


Ilaga, Sabtu 07 Maret 2026 - Situasi keamanan di wilayah Kabupaten Puncak Jaya diketahui mulai kembali kondusif pasca dinamika konflik antarpendukung pada pelaksanaan Pilkada 2024 lalu. Hal tersebut disampaikan oleh tokoh intelektual pemuda Puncak Jaya, Mikael Wanena.


Mikael Wanena menjelaskan bahwa masyarakat dari kedua kelompok pendukung yang sebelumnya terlibat konflik telah melakukan rekonsiliasi melalui mekanisme adat. Menurutnya, proses perdamaian tersebut ditandai dengan pelaksanaan tradisi bakar batu serta kegiatan adat penanaman pohon pisang sebagai simbol rekonsiliasi.


“Situasi di Puncak Jaya setelah Pilkada 2024 memang sempat terjadi konflik antara massa pendukung 01 dan 02, namun sekarang sudah mulai aman karena kedua belah pihak telah melakukan reparasi adat melalui bakar batu dan penanaman pohon pisang,” ujarnya.


Ia menambahkan bahwa kondisi keamanan yang mulai stabil harus dijaga bersama oleh seluruh masyarakat, mulai dari wilayah Kampung Jigonik hingga Kampung Mibur. Secara tidak langsung, Mikael menekankan pentingnya kolaborasi antara masyarakat dengan aparat pemerintah dan unsur keamanan agar situasi tetap terkendali.


Lebih lanjut, ia mengajak seluruh masyarakat Puncak Jaya untuk mendukung program pembangunan pemerintah yang direncanakan berjalan hingga beberapa tahun ke depan. Menurutnya, stabilitas keamanan menjadi faktor penting agar berbagai program pembangunan dapat berjalan dengan baik.


“Kami berharap masyarakat Puncak Jaya bersama-sama menjaga keamanan dan tetap mendukung program pemerintah dari tahun 2026 sampai dengan 2029,” katanya.


Selain itu, Mikael juga mengingatkan para pemuda dan kalangan intelektual agar tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu yang berkembang, terutama yang berkaitan dengan persoalan keamanan di Papua yang ditimbulkan oleh keberadaan kelompok bersenjata yang berakibat pada terhambatnya laju pembangunan maupun perekonomian. Ia menilai bahwa masyarakat Puncak Jaya telah cukup lama mengalami dinamika konflik sehingga kini saatnya fokus pada pembangunan, khususnya peningkatan kualitas sumber daya manusia.


“Saya menghimbau kepada teman-teman intelektual di mana pun berada agar tidak terprovokasi dengan isu-isu yang berkembang. Kita harus fokus mengejar pembangunan, terutama dalam peningkatan sumber daya manusia,” tegasnya.


Di akhir penyampaiannya, Mikael Wanena mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga kekompakan serta memperkuat persatuan demi terciptanya kehidupan yang aman dan damai di wilayah Puncak Jaya.