View AllNews

Nasional

Hukum

Latest News

19/06/26

Kepala Suku Besar Meepago Imbau Masyarakat Tidak Terprovokasi Isu Negatif Jelang 1 Juli

 



Nabire – Kepala Suku Besar Wilayah Meepago, Melkianus Keiya, mengimbau seluruh masyarakat Papua, khususnya di wilayah Meepago, agar tidak mudah terprovokasi oleh berbagai informasi dan isu negatif yang berkembang menjelang 1 Juli 2026.


Menurut Melkianus Keiya, dalam beberapa waktu terakhir muncul berbagai informasi yang dikaitkan dengan kelompok-kelompok tertentu yang berupaya memengaruhi situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Papua. Ia menilai isu-isu tersebut berpotensi menimbulkan keresahan apabila tidak disikapi secara bijaksana oleh masyarakat.


"Saya mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya. Jangan sampai kita terprovokasi oleh pihak-pihak yang sengaja menyebarkan isu untuk menciptakan kegaduhan dan mengganggu stabilitas keamanan yang selama ini terjaga dengan baik," ujar Melkianus Keiya.


Ia menegaskan bahwa masyarakat harus lebih bijak dalam menerima maupun menyebarluaskan informasi, terutama yang beredar melalui media sosial dan berbagai platform komunikasi lainnya. Menurutnya, setiap informasi perlu diverifikasi terlebih dahulu agar tidak menjadi pemicu munculnya konflik maupun perpecahan di tengah masyarakat.


Lebih lanjut, Melkianus Keiya mengungkapkan bahwa dirinya akan menggelar pertemuan bersama para tokoh masyarakat, tokoh adat, serta kepala-kepala suku kecil di wilayah Meepago. Pertemuan tersebut bertujuan untuk menyikapi berbagai informasi negatif yang berkembang sekaligus merumuskan langkah-langkah strategis dalam menjaga keamanan, persatuan, dan ketertiban masyarakat.


"Kami akan duduk bersama para tokoh adat dan seluruh elemen masyarakat untuk membahas situasi yang berkembang. Melalui pertemuan ini, kami ingin membangun kesamaan pemahaman agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan," katanya.


Menurut Melkianus, peran para tokoh adat dan tokoh masyarakat sangat penting dalam memberikan edukasi serta pemahaman kepada masyarakat di tingkat kampung maupun distrik. Dengan demikian, berbagai isu yang berpotensi memecah belah persatuan dapat dicegah sejak dini.


Ia juga mengajak seluruh masyarakat Meepago untuk terus menjaga persaudaraan, memperkuat solidaritas, serta mendukung terciptanya situasi yang aman dan kondusif di seluruh wilayah Papua.


"Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap menjaga persatuan dan kesatuan, menghormati satu sama lain, serta bersama-sama menjaga keamanan di lingkungan masing-masing. Jangan memberikan ruang bagi pihak-pihak yang ingin menciptakan konflik dan perpecahan di tanah Papua. Mari kita menjaga kedamaian demi masa depan yang lebih baik bagi generasi kita," pungkas Melkianus Keiya.

Tokoh Pemuda Takabera Ajak Semua Pihak Jaga Kondusivitas di Tembagapura

 



Timika – Tokoh Pemuda Kampung Takabera, Distrik Tembagapura, Lukas Dibitau, menyampaikan bahwa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Distrik Tembagapura hingga saat ini masih dalam keadaan aman dan kondusif, khususnya di kawasan pendulangan yang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat setempat.


Menurut Lukas, aktivitas masyarakat di sejumlah lokasi pendulangan, mulai dari Kali Kabur hingga Camp Narangkia, masih berjalan normal tanpa adanya gangguan yang menonjol. Kondisi tersebut dinilai penting untuk terus dipertahankan mengingat kawasan tersebut merupakan sumber penghidupan bagi banyak warga yang menggantungkan kebutuhan sehari-harinya dari aktivitas pendulangan.


"Hingga saat ini situasi di Distrik Tembagapura, khususnya di lokasi-lokasi pendulangan, masih aman dan kondusif. Masyarakat dapat menjalankan aktivitas mereka seperti biasa tanpa adanya kejadian yang mengganggu keamanan maupun ketertiban," ujar Lukas Dibitau.


Ia menjelaskan bahwa wilayah pendulangan Kali Kabur hingga Camp Narangkia bukan hanya sekadar tempat bekerja, tetapi telah menjadi ruang kehidupan bagi masyarakat yang mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarga mereka.


"Lokasi pendulangan ini merupakan rumah bagi banyak masyarakat yang mencari makan dan menghidupi keluarganya. Karena itu, kondisi yang aman dan damai harus terus dijaga bersama agar aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan baik," katanya.


Lebih lanjut, Lukas mengajak seluruh pihak untuk menahan diri dan mengedepankan kepentingan masyarakat luas. Ia berharap pihak-pihak yang memiliki perbedaan pandangan maupun kepentingan dapat memahami kondisi yang ada serta tidak melakukan tindakan yang berpotensi merugikan warga.


"Kami berharap semua pihak, termasuk yang memiliki perbedaan pandangan, dapat memahami situasi ini. Jangan sampai ada tindakan atau aktivitas yang dapat mengganggu stabilitas keamanan dan berdampak pada masyarakat yang hanya ingin bekerja dan mencari nafkah," tegasnya.


Lukas juga mengimbau masyarakat untuk terus menjaga persatuan, memperkuat komunikasi, serta bersama-sama menciptakan suasana yang aman dan harmonis di Distrik Tembagapura.


"Kondusivitas yang ada saat ini merupakan tanggung jawab bersama. Mari kita jaga keamanan, saling menghormati, dan mengutamakan kepentingan masyarakat agar kehidupan sosial dan ekonomi di Tembagapura tetap berjalan dengan baik," pungkasnya.

Festival Colo Sagu 2026 Warnai HUT Bhayangkara ke-80, Dorong Ketahanan Pangan dan Kemandirian Ekonomi Papua

 


Jayapura – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Polda Papua bersama berbagai pemangku kepentingan mendukung pelaksanaan Festival Colo Sagu 2026 yang mengusung tema “Sagu Menghidupi: Dari Tradisi Menuju Kemandirian Ekonomi”. 


Kegiatan yang berlangsung di Kota Jayapura, Jumat (19/06), menjadi momentum memperkuat pelestarian pangan lokal sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat Papua berbasis potensi daerah.


Festival ini dihadiri oleh Gubernur Papua, Komjen Pol (Purn) Matius D. Fakhiri, S.I.K., S.H., M.H., Sekretaris Daerah Provinsi Papua Lukas Christian Sohilait, Ketua DPR Papua Denny Henry Bonai, unsur Forkopimda, tokoh adat, tokoh agama, akademisi, pelaku usaha, komunitas lingkungan, serta masyarakat umum.


Pelaksanaan Festival Colo Sagu menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80 yang tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga menunjukkan komitmen Polri dalam mendukung pelestarian budaya, ketahanan pangan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat.


Dalam sambutannya, Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol. Fredrickus W.A. Maclarimboen, S.I.K., M.H., CPHR selaku penyelenggara menyampaikan bahwa Festival Colo Sagu merupakan bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan sagu sebagai salah satu kekayaan alam dan identitas masyarakat Papua yang harus dijaga serta dikembangkan.


Menurutnya, sagu tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga memiliki potensi besar untuk ditransformasikan menjadi kekuatan ekonomi masyarakat. Ia mengajak seluruh pihak untuk lebih peduli terhadap keberadaan hutan sagu yang terus mengalami penyusutan serta bersama-sama mendorong lahirnya regulasi dan inovasi yang mendukung pengembangan komoditas tersebut.


“Kita ingin sagu tidak hanya menjadi cerita tentang masa lalu, tetapi tetap hidup sebagai sumber pangan dan sumber penghidupan masyarakat Papua hingga generasi mendatang,” ujarnya.


Sementara itu, Gubernur Papua Komjen Pol (Purn) Matius D. Fakhiri dalam sambutannya menegaskan bahwa sagu merupakan bagian tak terpisahkan dari identitas masyarakat Papua. Di balik hamparan hutan sagu tersimpan nilai-nilai budaya, gotong royong, kearifan lokal, serta hubungan harmonis antara manusia dan alam yang telah diwariskan secara turun-temurun.


Menurut Gubernur, penguatan komoditas sagu menjadi langkah strategis dalam mewujudkan ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.


“Ketika kita berbicara tentang sagu, sesungguhnya kita sedang berbicara tentang masa depan Papua. Sagu bukan hanya warisan budaya, tetapi juga aset strategis yang dapat menjadi fondasi kedaulatan pangan dan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.


Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Papua dalam melindungi kawasan sagu, memberdayakan masyarakat adat sebagai pemilik hak ulayat, mendorong riset dan inovasi, serta meningkatkan nilai tambah berbagai produk turunan sagu agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.


Lebih lanjut, Gubernur mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berkolaborasi menjaga keberlangsungan hutan sagu dan mengembangkan potensi ekonomi berbasis pangan lokal.


“Papua membutuhkan generasi yang bangga terhadap identitasnya. Generasi yang tidak hanya mengenal sagu sebagai warisan leluhur, tetapi juga mampu melihatnya sebagai peluang masa depan yang menjanjikan,” tambahnya.


Pembukaan Festival Colo Sagu 2026 ditandai dengan prosesi simbolis pencelupan sagu ke dalam kopi oleh Gubernur Papua bersama unsur Forkopimda sebagai bentuk penghormatan terhadap kearifan lokal masyarakat Papua. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kompetisi esai Colo Sagu yang diikuti pelajar dan mahasiswa, seminar, serta berbagai kegiatan edukatif lainnya.


Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80, Polri tidak hanya hadir sebagai penjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga sebagai mitra yang mendukung pelestarian budaya, penguatan ketahanan pangan, serta pembangunan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal. Semangat inilah yang sejalan dengan tema Hari Bhayangkara ke-80, yaitu menghadirkan Polri yang semakin dekat dan bermanfaat bagi masyarakat.


Babinsa Koramil 1002-08/Labuan Amas Utara Hadiri Rembuk Stunting Desa Binjai Pirua

 



KASARANGAN – Babinsa Koramil 1002-08/Labuan Amas Utara, Koptu Suriansyah, menghadiri kegiatan Rembuk Stunting yang digelar di Desa Binjai Pirua, Kecamatan Labuan Amas Utara, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Jumat (19/6/2026).


Kegiatan rembuk stunting tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Binjai Pirua beserta perangkat desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, tenaga kesehatan, kader Posyandu, pendamping desa, serta unsur terkait lainnya sebagai upaya menyusun langkah bersama dalam percepatan penurunan angka stunting di tingkat desa.


Dalam sambutannya, Kepala Desa Binjai Pirua mengucapkan terima kasih kepada Babinsa Koramil 1002-08/Labuan Amas Utara yang telah berkenan hadir dan memberikan dukungan terhadap pelaksanaan rembuk stunting.


"Kami mengucapkan terima kasih kepada Babinsa yang selalu aktif mendampingi setiap kegiatan di desa, termasuk dalam upaya percepatan penanganan stunting. Sinergi seluruh pihak sangat diperlukan agar program ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ujarnya.


Sementara itu, Danramil 1002-08/Labuan Amas Utara Kapten Inf Rudi Hartono mengatakan bahwa kehadiran Babinsa merupakan bentuk komitmen TNI AD dalam mendukung program pemerintah, khususnya percepatan penurunan stunting.


"Babinsa akan terus bersinergi dengan pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan seluruh elemen masyarakat untuk mendukung berbagai program yang bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.


Pencegahan stunting merupakan tanggung jawab bersama sehingga diperlukan kerja sama semua pihak agar dapat menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas," tegas Danramil.


Melalui kegiatan rembuk stunting ini diharapkan dapat menghasilkan kesepakatan dan langkah nyata dalam upaya pencegahan serta penanganan stunting di Desa Binjai Pirua, sehingga target penurunan angka stunting dapat tercapai secara optimal. (pen1002hst)

Modus Test Drive Berujung Curanmor, Tim Ops Sikat Cartenz 2026 Berhasil Amankan Pelaku di Abepura

 


Jayapura – Tim URC Resmob Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Papua yang tergabung dalam Satgas Gakkum Operasi Sikat Cartenz 2026 berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan mengamankan seorang pelaku di wilayah Kota Jayapura.


Pengungkapan tersebut dilakukan pada Kamis (18/06) sekitar pukul 22.10 WIT di kawasan Perumahan Puri Grand Gardenia, Kelurahan Wai Mhorock, Distrik Abepura, Kota Jayapura. Pelaku yang diamankan merupakan seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang diduga terlibat dalam kasus pencurian satu unit sepeda motor Honda Scoopy milik korban.


Kasatgas Gakkum Operasi Sikat Cartenz 2026 yang juga Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Papua, Kompol I Dewa Gde Ditya K., S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa pengungkapan kasus tersebut merupakan tindak lanjut dari laporan polisi yang diterima terkait aksi pencurian kendaraan bermotor yang terjadi pada 12 Juni 2026 di kawasan Kotaraja, Abepura.


Dalam pelaksanaan pengungkapan kasus, Tim URC Resmob yang dipimpin oleh Kanit Resmob Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Papua, AKP Budi Payung, S.H., melakukan serangkaian penyelidikan hingga berhasil mengidentifikasi keberadaan pelaku.


“Berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan Tim URC Resmob, pelaku berhasil diamankan di kediamannya bersama sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan tindak pidana pencurian kendaraan bermotor,” ujar Kompol Dewa.


Dari hasil pemeriksaan, diketahui modus yang digunakan pelaku adalah berpura-pura sebagai calon pembeli kendaraan. Saat bertemu korban untuk melakukan transaksi jual beli sepeda motor di kawasan Kotaraja, pelaku meminta izin untuk melakukan uji coba kendaraan. Namun setelah membawa kendaraan tersebut untuk dites, pelaku justru melarikan diri dan tidak kembali.


Selain mengamankan satu unit Honda Scoopy milik korban, petugas juga menyita sejumlah barang bukti lainnya berupa tiga unit sepeda motor yang diduga terkait dengan hasil tindak pidana, satu unit telepon genggam, serta pakaian dan perlengkapan yang digunakan pelaku saat melakukan aksinya.


Dalam keterangannya kepada penyidik, pelaku mengakui telah melakukan pencurian terhadap sepeda motor milik korban dengan modus transaksi jual beli kendaraan. Pelaku juga mengaku membeli beberapa sepeda motor lainnya melalui media sosial dengan harga yang relatif murah dan saat ini masih didalami oleh penyidik.


Saat ini, pelaku telah diamankan dan menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut oleh penyidik Satgas Gakkum Operasi Sikat Cartenz 2026. Polisi juga terus melakukan pengembangan guna mengungkap kemungkinan adanya keterlibatan pelaku dalam kasus serupa maupun jaringan penadah kendaraan hasil kejahatan.


Kompol Dewa menegaskan bahwa Operasi Sikat Cartenz 2026 akan terus dilaksanakan secara intensif untuk menekan angka kejahatan konvensional, khususnya kasus pencurian kendaraan bermotor yang meresahkan masyarakat.


“Polda Papua berkomitmen untuk terus memberantas kejahatan jalanan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat. Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi jual beli kendaraan serta memastikan identitas dan legalitas pihak yang terlibat dalam transaksi tersebut,” tutupnya.

Polda Papua Gelar Penelusuran Mental Kepribadian Calon Tamtama Polri T.A 2026

 


Jayapura – Polda Papua melaksanakan kegiatan Penelusuran Mental Kepribadian (PMK) bagi peserta seleksi penerimaan Tamtama Polri Tahun Anggaran 2026, bertempat di Aula Elsama Numberi SPN Polda Papua, Jumat (19/06).


Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kasubbag Paminal Bid Propam Polda Papua, Kompol Debi Wiharjayadi, S.I.K., M.H., selaku pengawas kegiatan. Sebanyak 23 peserta mengikuti tahapan PMK. 


Penelusuran Mental Kepribadian merupakan salah satu tahapan penting dalam rangkaian seleksi penerimaan anggota Polri. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui dan menilai integritas, moralitas, kepribadian, serta kondisi mental para peserta sebagai bahan pertimbangan dalam proses seleksi guna mendapatkan calon anggota Polri yang berkualitas, profesional, dan berintegritas.


Karo SDM Polda Papua, Kombes Pol. Hengky Pramudya, S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa tahapan PMK memiliki peran strategis dalam menjaring calon anggota Polri yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik dan fisik yang baik, tetapi juga memiliki karakter, integritas, dan mental kepribadian yang kuat.


“Penelusuran Mental Kepribadian menjadi instrumen penting untuk memastikan setiap peserta yang nantinya terpilih sebagai anggota Polri memiliki moralitas, etika, dan tanggung jawab yang tinggi dalam menjalankan tugas. Kami berkomitmen menghadirkan proses seleksi yang bersih, transparan, akuntabel, dan humanis guna memperoleh sumber daya manusia Polri yang unggul dan siap mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Kombes Pol. Hengky Pramudya.


Ia juga menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi penerimaan anggota Polri dilaksanakan berdasarkan prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis) sehingga setiap peserta memiliki kesempatan yang sama untuk bersaing secara sehat sesuai kemampuan masing-masing.


Melalui tahapan PMK, panitia dapat melakukan penilaian secara komprehensif terhadap karakter dan kepribadian peserta sehingga diharapkan mampu menghasilkan personel Polri yang memiliki dedikasi, loyalitas, serta kesiapan dalam melaksanakan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.


Pelaksanaan kegiatan PMK ini merupakan bagian dari upaya Polda Papua dalam menyiapkan calon-calon anggota Polri yang profesional, berintegritas, dan mampu menjawab tantangan tugas kepolisian di masa depan.

Kepemimpinan Inspiratif, Umi Sjarifah Terima Anugerah SMSI 2026

 


JAKARTA - Pemimpin Redaksi (Pemred) Majalah Sudut Pandang dan Sudutpandang.id, Umi Sjarifah, menerima Anugerah Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) 2026 kategori Tokoh Inspiratif Indonesia. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Umum SMSI, Firdaus, dalam Malam Anugerah SMSI 2026 di Hall Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta, Kamis (18/6/2026) malam.


Siaran pers SMSI Pusat yang diterima pada Jumat (19/6/2026), menyebutkan, penghargaan diberikan kepada sejumlah tokoh yang dinilai memiliki kontribusi nyata dalam mendukung perkembangan pers nasional, khususnya media siber di Indonesia. SMSI menilai, Umi Sjarifah sebagai salah satu perempuan tangguh yang mampu menjaga eksistensi media di tengah berbagai keterbatasan. Kepemimpinannya di dunia pers juga dinilai menginspirasi perempuan untuk berani mengambil peran strategis dalam jurnalistik dan media.


Ketua Umum SMSI Pusat, Firdaus mengatakan, Anugerah SMSI merupakan bentuk apresiasi kepada individu yang berperan dalam menjaga keberlangsungan dan kemajuan ekosistem pers nasional.


"Anugerah SMSI menjadi ruang apresiasi bagi para tokoh yang selama ini memberikan sumbangsih nyata dalam menjaga keberlangsungan, kemajuan, serta ekosistem pers Indonesia, khususnya media siber," ujar Firdaus.



Pada tahun ini, SMSI memberikan penghargaan dalam sejumlah kategori, yakni Anugerah Sahabat Pers Indonesia, Anugerah Pelopor Kemerdekaan Pers Indonesia, Anugerah Spirit Pers Indonesia, Anugerah Tokoh Inspiratif Indonesia, dan Anugerah Pin Emas SMSI.



Atas penghargaan yang diterimanya, Umi Sjarifah menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada SMSI. Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi motivasi untuk terus menjaga integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas jurnalistik.


"Terima kasih kepada SMSI atas penghargaan ini. Bagi saya, penghargaan ini merupakan amanah untuk terus berkarya, menjaga integritas profesi, serta berkontribusi bagi kemajuan pers Indonesia. Saya juga berharap semakin banyak perempuan yang berani mengambil peran strategis di dunia jurnalistik dan media," kata Umi.


Penghargaan dari SMSI menambah deretan apresiasi yang diterima Umi Sjarifah dalam perjalanan karier jurnalistiknya. Sebelumnya, pada tahun 2026 ia menerima Anugerah INDOPOSCO atas dedikasi dan konsistensinya di dunia jurnalistik. Sementara pada 2025, ia memperoleh Mitrapol Award sebagai bentuk apresiasi atas integritas dan kontribusinya dalam pengembangan media.



Malam Anugerah SMSI 2026 turut dihadiri Ketua Dewan Pers Prof. Komaruddin Hidayat, jajaran pengurus SMSI, para penerima penghargaan, serta insan pers dari berbagai daerah di Indonesia.


*Seleksi Ketat*


Ketua Dewan Juri Anugerah SMSI 2026, Prof. Dr. Taufiqurokhman, menjelaskan bahwa dari 61 nominator yang diusulkan pengurus SMSI se-Indonesia, dilakukan proses seleksi hingga tersaring 32 nominator. Pada tahap akhir, dewan juri menetapkan 16 penerima penghargaan.


Menurutnya, penilaian dilakukan berdasarkan tiga aspek utama, yaitu kontribusi terhadap kemerdekaan pers, penguatan media sebagai pilar demokrasi, serta sinergi media dalam mendukung pembangunan daerah.


Selain Umi Sjarifah, penerima Anugerah SMSI 2026 kategori Tokoh Inspiratif Indonesia antara lain Wakil Gubernur Kalimantan Utara Ingkong Ala, Sekretaris Daerah Provinsi Aceh Muhammad Nasir, Wali Kota Cilegon Robinsar, Bupati Solok Jon Firman Pandu, Bupati Kepulauan Anambas Dato Aneng, dan Kepala Desa Batu Cermin, Labuan Bajo, Marianus Yono Jehanu.


Pada kategori Anugerah Pelopor Kemerdekaan Pers Indonesia, penghargaan diberikan kepada Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya. Sementara kategori Spirit Pers Indonesia diberikan kepada Gubernur Banten Andra Soni.


Adapun penerima Anugerah Sahabat Pers Indonesia antara lain Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani, Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah, Ketua DPRD Kabupaten Serang Bahrul Ulum, Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin, Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis, dan Bupati Bulungan Syarwani. Sementara kategori Mitra Strategis Pers diberikan kepada Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten, Sofyan Kurnia.(red

Wujud Toleransi dan Kepedulian, Polres Sarmi Bersihkan Gereja Santo Antonius Jelang HUT Bhayangkara ke-80

 


Jayapura – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80, Polres Sarmi melaksanakan kegiatan bakti religi di Gereja Katolik Santo Antonius Mararena, Kabupaten Sarmi, sebagai bentuk kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat, Kamis (18/06/26).


Kegiatan tersebut dipimpin oleh KBO Sat Polairud Polres Sarmi, Ipda Robisten Silaban, S.H., M.H., didampingi Kasat Tahti Polres Sarmi, Ipda Sefril Pabutungan, S.Sos., serta diikuti sejumlah personel Polres Sarmi.


Dalam kegiatan tersebut, personel melakukan kerja bakti dengan membersihkan area dalam gereja, halaman, serta lingkungan sekitar rumah ibadah guna menciptakan suasana yang bersih, nyaman, dan asri bagi jemaat yang akan melaksanakan ibadah.


Bakti religi ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan sosial Polres Sarmi dalam menyambut HUT Bhayangkara ke-80. Selain menjaga kebersihan lingkungan rumah ibadah, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat silaturahmi serta memperkuat nilai-nilai toleransi, kebersamaan, dan semangat gotong royong di tengah masyarakat.


Pastor Paroki Gereja Katolik Santo Antonius Mararena, P. Yan Batlayeri, Pr, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada jajaran Polres Sarmi atas kepedulian yang ditunjukkan melalui kegiatan tersebut.


"Kami mengucapkan terima kasih kepada Polres Sarmi yang telah melaksanakan bakti religi di lingkungan Gereja Katolik Santo Antonius Mararena. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian yang sangat positif dan diharapkan semakin mempererat hubungan baik antara kepolisian dan masyarakat," ujarnya.


Ia juga menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Bhayangkara ke-80 kepada seluruh jajaran Polri.


"Selamat Hari Bhayangkara ke-80. Semoga Polri semakin dicintai masyarakat, semakin profesional dalam menjalankan tugas, serta terus memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara," ungkapnya.


Melalui kegiatan ini, Polres Sarmi berharap kehadiran Polri semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat serta mampu memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Sarmi.


Kegiatan berlangsung dengan aman, lancar, dan penuh semangat kebersamaan, sebagai wujud komitmen Polres Sarmi untuk terus hadir melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat.