View AllNews

Nasional

Hukum

Latest News

06/06/26

Tim URC Jatanras Polda Papua Ungkap Kasus Curanmor dan Curat, Amankan Pelaku Beserta Barang Bukti

 


Jayapura – Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Resmob Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Papua yang tergabung dalam Satgas Gakkum Operasi Sikat Cartenz 2026 kembali menunjukkan keberhasilannya dalam mengungkap kasus kejahatan konvensional berupa pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan pencurian dengan pemberatan (curat) di wilayah Kota Jayapura, Sabtu (06/06/2026).


Penangkapan dilakukan setelah Tim URC Resmob Jatanras memperoleh informasi mengenai keberadaan pelaku di kawasan Pasar Inpres Dok IX, Distrik Jayapura Utara. Menindaklanjuti informasi tersebut, tim bergerak cepat menuju lokasi dan berhasil mengamankan pelaku tanpa perlawanan.


Setelah dilakukan pemeriksaan awal, petugas kemudian melakukan pengembangan dan berhasil menemukan sejumlah barang bukti yang diduga berasal dari hasil tindak pidana.


Dari hasil pengembangan, petugas berhasil mengamankan satu unit sepeda motor Honda Beat Deluxe warna hitam yang merupakan barang bukti kasus pencurian kendaraan bermotor yang terjadi di kawasan Pantai Hamadi. Selain itu, petugas juga mengamankan satu unit sepeda motor Honda Beat Sporty yang diduga merupakan hasil tindak pidana pencurian kendaraan bermotor di lokasi lain serta satu unit speaker aktif merek Bayern yang merupakan barang bukti kasus pencurian dengan pemberatan di Gereja Bethani Dok IX.


Berdasarkan hasil penyelidikan, kasus pencurian kendaraan bermotor tersebut bermula ketika kendaraan milik korban dibawa oleh rekannya dan mengalami kecelakaan lalu lintas tunggal di kawasan Ring Road, Jayapura Selatan. Saat korban dalam kondisi tidak berdaya pasca kecelakaan, pelaku diduga memanfaatkan situasi tersebut dengan membawa kabur sepeda motor milik korban.


Sementara itu, dalam kasus pencurian dengan pemberatan, pelaku diduga masuk ke dalam Gereja Bethani Dok IX dengan cara merusak grendel pintu sebelum mengambil sejumlah barang inventaris gereja, di antaranya speaker aktif, laptop, dan telepon genggam, yang mengakibatkan kerugian puluhan juta rupiah.


Dirreskrimum Polda Papua selaku Ka Ops Sikat Cartenz 2026, Kombes Pol. Parasian Herman Gultom, S.I.K., M.Si., mengatakan bahwa keberhasilan pengungkapan tersebut merupakan hasil kerja keras personel dalam melakukan penyelidikan dan penelusuran terhadap pelaku kejahatan yang selama ini menjadi target penegakan hukum.


"Operasi Sikat Cartenz 2026 tidak hanya berfokus pada penangkapan pelaku kejahatan, tetapi juga pemulihan barang bukti serta memberikan rasa aman kepada masyarakat. Kami akan terus melakukan pengembangan terhadap kasus ini guna mengungkap kemungkinan keterlibatan pelaku dalam tindak pidana lainnya," ujar Kombes Pol. Parasian Herman Gultom.


Saat ini pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Papua untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Penyidik juga masih melakukan pengembangan guna mengungkap kemungkinan adanya barang bukti maupun lokasi tindak pidana lainnya yang berkaitan dengan perkara tersebut.


Keberhasilan ini menjadi bagian dari komitmen Polda Papua dalam mendukung pelaksanaan Operasi Sikat Cartenz 2026 untuk menekan angka kejahatan konvensional serta menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Papua.

Komitmen Perangi Narkoba Sat Resnarkoba Polresta Musnahkan Barang Bukti Narkotika

 


Jayapura – Sebagai bentuk komitmen dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkotika, Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polresta Jayapura Kota melaksanakan pemusnahan barang bukti narkotika hasil pengungkapan sejumlah kasus yang ditangani selama periode Maret hingga Mei 2026.


Kegiatan pemusnahan berlangsung di kawasan Ampera, Distrik Jayapura Utara, Jumat (05/06/2026), dan disaksikan oleh perwakilan Kejaksaan Negeri Jayapura serta personel Sat Resnarkoba Polresta Jayapura Kota yang terlibat dalam proses penyidikan.


Barang bukti yang dimusnahkan berasal dari lima laporan polisi berbeda dengan tersangka berinisial LL, GP, JP, RM dan GY. Adapun barang bukti yang dimusnahkan berupa narkotika jenis ganja seberat 89,41 gram milik tersangka LL, 1.375,53 gram milik tersangka GP, 1.035,81 gram milik tersangka JP, 335,35 gram milik tersangka RM dan 231,50 gram milik tersangka GY, sehingga total keseluruhan barang bukti yang dimusnahkan mencapai 3.067,60 gram atau sekitar 3,06 kilogram ganja.


Kasat Resnarkoba Polresta Jayapura Kota, AKP Febry V. Pardede, S.T.K., S.I.K., mengatakan bahwa pemusnahan barang bukti merupakan bagian dari proses penegakan hukum sekaligus bentuk transparansi kepada masyarakat dalam penanganan perkara narkotika.


"Pemusnahan barang bukti ini merupakan salah satu tahapan dalam proses penyidikan tindak pidana narkotika. Kegiatan ini menjadi bukti komitmen kami dalam memastikan setiap barang bukti yang telah disita diproses sesuai prosedur hukum dan tidak disalahgunakan," ujar AKP Febry.


Ia menegaskan, pihaknya akan terus melakukan upaya pencegahan dan penindakan terhadap segala bentuk peredaran gelap narkotika di wilayah hukum Polresta Jayapura Kota.


"Kami tidak akan memberikan ruang bagi pelaku peredaran maupun penyalahgunaan narkotika. Upaya pemberantasan akan terus kami tingkatkan guna menekan sekaligus mengurangi tindak kejahatan yang berkaitan dengan narkotika serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di Kota Jayapura," tegasnya.


AKP Febry juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif membantu kepolisian dengan melaporkan apabila mengetahui adanya aktivitas penyalahgunaan maupun peredaran narkotika di lingkungan sekitarnya.


Pulihkan Keceriaan Anak-Anak Pengungsi, Polwan Polres Biak Numfor Gelar Trauma Healing

 


Jayapura – Polwan Polres Biak Numfor menggelar kegiatan trauma healing bagi anak-anak dan warga yang mengungsi akibat insiden ledakan bom peninggalan Perang Dunia II di Kompleks Perikanan Biak. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Posko Pengungsian Hotel Mapia, Kabupaten Biak Numfor, Jumat (05/06/2026).


Kegiatan yang dipimpin Wakapolres Biak Numfor, Kompol Jebelina Walli, S.H., M.H., ini merupakan bentuk kepedulian Polri dalam membantu memulihkan kondisi psikologis para pengungsi, khususnya anak-anak yang masih merasakan dampak trauma pascakejadian.


Sejak pagi, personel Polwan melakukan pendampingan terhadap anak-anak yang tengah mengikuti ujian kenaikan kelas. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai aktivitas interaktif, seperti bermain bersama, bercengkerama, serta membagikan makanan ringan kepada anak-anak dan warga yang berada di posko pengungsian.


Suasana hangat dan penuh keceriaan terlihat selama kegiatan berlangsung. Anak-anak yang sebelumnya tampak murung dan cemas perlahan mulai menunjukkan senyum, semangat, dan keberanian untuk kembali berinteraksi dengan lingkungan sekitar.


Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan bahwa pemulihan psikologis menjadi salah satu aspek penting dalam penanganan pascakejadian, terutama bagi anak-anak yang rentan mengalami trauma.


“Anak-anak membutuhkan perhatian dan pendampingan khusus agar mereka dapat kembali merasa aman dan nyaman. Melalui kegiatan trauma healing ini, kami berharap mereka dapat melupakan ketakutan yang dialami serta kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan penuh semangat,” ucap Kapolres.


Sementara itu, Wakapolres Biak Numfor mengatakan bahwa kehadiran Polwan di tengah para pengungsi merupakan bentuk nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat yang sedang menghadapi situasi sulit.


“Kami berupaya menghadirkan suasana yang menyenangkan bagi anak-anak melalui berbagai kegiatan yang menghibur dan edukatif. Alhamdulillah, mereka terlihat sangat antusias dan mulai kembali ceria saat berinteraksi bersama personel Polwan,” ungkapnya.


Hasil kegiatan menunjukkan respons yang positif dari para pengungsi, komunikasi yang baik juga terjalin antara personel Polwan dengan para orang tua dan warga yang berada di posko pengungsian.


Kegiatan trauma healing ini diharapkan dapat membantu mempercepat proses pemulihan psikologis para pengungsi, sekaligus memberikan rasa aman dan dukungan moral bagi masyarakat terdampak. 


Polres Biak Numfor akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait guna memastikan kebutuhan para pengungsi, termasuk layanan kesehatan dan pendampingan psikososial, dapat terpenuhi dengan baik selama masa pemulihan berlangsung.


Ops Sikat Cartenz 2026, Polres Keerom Berhasil Ungkap Keberadaan Motor Hasil Curanmor


 

Jayapura – Tim Khusus (Timsus) Opsnal Satreskrim Polres Keerom kembali menunjukkan komitmennya dalam mengungkap tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor) melalui kegiatan penyelidikan dan pengembangan barang bukti dalam rangka Operasi Sikat Cartenz 2026.


Dalam kegiatan pengembangan yang dilakukan di Kampung Yuanain, Arso II, Kabupaten Keerom, tim berhasil mengamankan satu unit sepeda motor yang diduga merupakan hasil tindak pidana curanmor yang sebelumnya dilakukan oleh pelaku yang telah diamankan.


Pengungkapan tersebut berawal dari kegiatan analisa dan evaluasi (anev) yang dilakukan tim terkait pengembangan barang bukti hasil tindak pidana curanmor di wilayah Kabupaten Keerom. Dari hasil penyelidikan, petugas memperoleh informasi bahwa terdapat seorang warga di Kampung Yuanain, Distrik Arso, yang diduga membeli sepeda motor dari seorang pelaku curanmor.


Menindaklanjuti informasi tersebut, tim segera melakukan pendalaman dan bergerak menuju lokasi guna memastikan keberadaan kendaraan dimaksud. Setibanya di lokasi, petugas berhasil menemukan dan mengamankan satu unit sepeda motor Honda Beat Street yang telah mengalami perubahan tampilan dengan pemasangan stiker berwarna ungu.


Dari hasil pemeriksaan nomor rangka dan nomor mesin, kendaraan tersebut diketahui merupakan sepeda motor dengan nomor polisi PA 3083 JG yang dilaporkan sebagai hasil tindak pidana pencurian kendaraan bermotor. Berdasarkan keterangan yang diperoleh di lapangan, sepeda motor tersebut dibeli dari pelaku dengan harga Rp3 juta setelah sebelumnya ditawarkan melalui sambungan telepon dengan alasan membutuhkan uang.


Setelah seluruh rangkaian penyelidikan dan pengembangan selesai dilakukan, petugas kemudian mengamankan kendaraan tersebut sebagai barang bukti ke Mapolres Keerom untuk proses hukum lebih lanjut.


Kasat Reskrim Polres Keerom AKP Jetny L. Sohilait, S.H., M.H., selaku Kasubsatgas Pidum Polres Keerom mengatakan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja keras personel dalam melakukan penyelidikan dan pengembangan terhadap kasus pencurian kendaraan bermotor yang sedang ditangani.


"Kami akan terus melakukan pengembangan terhadap setiap laporan tindak pidana curanmor guna mengungkap jaringan maupun keberadaan barang bukti lainnya. Keberhasilan mengamankan kendaraan ini merupakan bentuk komitmen Polres Keerom dalam mendukung Operasi Sikat Cartenz 2026 serta memberikan kepastian hukum dan rasa aman kepada masyarakat," ujar AKP Jetny.


Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menjaga kendaraan miliknya dengan menggunakan kunci pengaman tambahan serta memastikan kendaraan diparkir di lokasi yang aman.


"Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas dengan meningkatkan kewaspadaan terhadap tindak kejahatan serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya dugaan tindak pidana maupun transaksi kendaraan yang tidak dilengkapi dokumen resmi," tambahnya.


Melalui kegiatan pengembangan yang dilakukan secara berkelanjutan, Polres Keerom berharap seluruh barang bukti hasil kejahatan dapat ditemukan dan dikembalikan kepada pemilik yang sah, sekaligus memberikan efek jera kepada para pelaku tindak pidana.


05/06/26

Menyapa Warga di Malam Hari, Personel Polsek Kelila Perkuat Kehadiran Polri di Tengah Masyarakat

 



Jayapura – Saat sebagian besar warga mulai beristirahat, personel Polsek Kelila tetap berkeliling memastikan situasi keamanan tetap terjaga. Melalui patroli jalan kaki yang dipimpin Briptu Deky bersama anggota piket, petugas menyambangi para pedagang dan warga yang masih beraktivitas pada Kamis malam (04/06).


Patroli tersebut merupakan bagian dari upaya Polsek Kelila untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.


Kapolsek Kelila, IPDA Alfius E. Simbiak, S.H., mengatakan bahwa patroli malam rutin dilaksanakan sebagai langkah preventif guna mencegah terjadinya gangguan keamanan di wilayah hukum Polsek Kelila.


"Patroli tidak hanya bertujuan memantau situasi keamanan, tetapi juga menjadi sarana bagi anggota untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat, mendengarkan keluhan maupun informasi yang berkembang di lingkungan sekitar," ujar Kapolsek.


Dalam kegiatan tersebut, personel patroli berdialog dengan para pedagang dan warga untuk mengetahui kondisi kamtibmas di sekitar lokasi. Petugas juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi tindak kriminalitas serta segera melapor kepada pihak kepolisian apabila melihat atau mengetahui hal-hal yang mencurigakan.


Kehadiran polisi di tengah aktivitas masyarakat pada malam hari mendapat sambutan positif dari para pedagang. Mereka mengaku merasa lebih aman dan nyaman dengan adanya patroli rutin yang dilakukan oleh personel Polsek Kelila.


Menurut Kapolsek, menjaga keamanan bukan hanya tugas kepolisian semata, melainkan membutuhkan dukungan dan kerja sama dari seluruh elemen masyarakat. Oleh karena itu, kegiatan patroli dan sambang akan terus ditingkatkan sebagai bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat.


"Dengan komunikasi yang baik dan kedekatan antara polisi dan masyarakat, berbagai potensi gangguan keamanan dapat dicegah sejak dini. Kami berharap situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kelila dapat terus terjaga," tutup IPDA Alfius E. Simbiak.


Melalui patroli dialogis seperti ini, Polsek Kelila berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat guna menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif.

Dari Dermaga ke Rumah Baca, Bhabinkamtibmas Kampung Enggros Tanamkan Semangat Literasi bagi Anak-Anak

 


Jayapura – Di tengah aktivitas masyarakat pesisir Kampung Enggros, Distrik Abepura, Kamis (04/06), terlihat suasana berbeda di rumah baca kampung. Sejumlah anak tampak antusias mengikuti kegiatan belajar bersama Bhabinkamtibmas Kampung Enggros, Aipda Imron, dalam program Perpustakaan Terapung.


Dengan menempuh perjalanan menggunakan longboat untuk menjangkau wilayah binaannya, Aipda Imron kembali hadir membawa buku, alat tulis, dan semangat belajar bagi anak-anak di kampung tersebut. Kegiatan yang berlangsung di rumah baca Kampung Enggros itu diisi dengan berbagai aktivitas edukatif, mulai dari belajar menulis huruf kecil hingga mewarnai gambar sebagai bagian dari pengenalan literasi dasar.


Bagi anak-anak, kegiatan ini bukan sekadar belajar membaca dan menulis. Mereka juga mendapatkan pendampingan, motivasi, serta ruang yang menyenangkan untuk mengembangkan kreativitas dan rasa percaya diri.


Aipda Imron mengatakan bahwa Perpustakaan Terapung merupakan salah satu upaya untuk mendekatkan akses pendidikan kepada anak-anak di wilayah pesisir sekaligus membangun hubungan yang lebih erat antara Polri dan masyarakat.


"Kami ingin anak-anak memiliki semangat belajar yang tinggi dan gemar membaca sejak dini. Melalui kegiatan sederhana seperti ini, kami berharap mereka mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus menambah wawasan," ujarnya.


Program Perpustakaan Terapung yang rutin dilaksanakan ini menjadi wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas pendidikan generasi muda.


Aipda Imron berharap kegiatan tersebut dapat terus menumbuhkan budaya literasi di Kampung Enggros serta mendorong anak-anak untuk terus belajar dan meraih cita-cita mereka.


"Anak-anak adalah masa depan Papua. Jika mereka gemar membaca dan terus belajar, maka mereka akan memiliki bekal yang kuat untuk menghadapi masa depan dan mewujudkan impian mereka," tutupnya.

Yonif TP Situbondo Jadi Penguat Pertahanan dan Pembinaan Teritorial

 


Situbondo – Komandan Korem 083/Baladhika Jaya, Kolonel Inf. Wahyu Ramadhanus S., S.Sos., M.M.S., M.Han., menegaskan komitmennya untuk mengawal pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) di Kabupaten Situbondo hingga tuntas dan sesuai target yang telah ditetapkan.


Komitmen tersebut disampaikan saat Danrem 083/Bdj mendampingi Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A., dalam kunjungan kerja meninjau lokasi pembangunan Yonif TP di Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo, Rabu (3/6/2026).


Dalam kegiatan tersebut, rombongan meninjau langsung kesiapan lahan dan berbagai aspek pendukung pembangunan satuan baru TNI Angkatan Darat yang diproyeksikan menjadi kekuatan strategis pertahanan wilayah sekaligus mendukung program pembangunan nasional.


Menurut Danrem, pembangunan Yonif TP merupakan bagian penting dari upaya memperkuat sistem pertahanan negara yang terintegrasi dengan pembinaan teritorial dan pemberdayaan wilayah. Oleh karena itu, seluruh jajaran Korem 083/Bdj akan terus melakukan pengawasan dan koordinasi secara intensif guna memastikan setiap tahapan berjalan sesuai rencana.


“Kami siap mengawal seluruh proses pembangunan ini. Sinergi dengan pemerintah daerah, Perhutani, dan seluruh komponen masyarakat akan terus diperkuat agar pembangunan Yonif TP dapat berjalan lancar, tepat waktu, dan memberikan manfaat yang optimal,” ujar Kolonel Inf. Wahyu Ramadhanus.


Sementara itu, Pangdam V/Brawijaya menekankan pentingnya kesiapan seluruh unsur pendukung agar pembangunan pangkalan satuan baru tersebut dapat berjalan efektif dan sesuai ketentuan. Menurutnya, Yonif TP akan menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem pertahanan wilayah sekaligus mendukung berbagai program strategis nasional.


Keberadaan Yonif TP di Situbondo diharapkan tidak hanya meningkatkan kesiapsiagaan pertahanan, tetapi juga mendorong tumbuhnya berbagai potensi pembangunan di wilayah sekitar melalui kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.


Kunjungan kerja berlangsung aman dan lancar dengan dihadiri para Pejabat Utama Kodam V/Brawijaya, Dandim 0823/Situbondo, serta unsur Forkopimda Kabupaten Situbondo. (*)

‎Kodim 0903/Bulungan Gelar Kegiatan Analisa Informasi Teritorial Tahun 2026 ‎

 



‎Bulungan – Kodim 0903/Bulungan melaksanakan Kegiatan Analisa Informasi Teritorial Tahun 2026 yang bertempat di Aula Makodim 0903/Bulungan, Jalan Kolonel Soetadji, Kelurahan Tanjung Selor Hilir, Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara, Kamis (04/06/2026).

‎Kegiatan tersebut dihadiri dan dibuka langsung oleh Dandim 0903/Bulungan, Kolonel Inf Dhuwi Hendradjaja, S.Sos., M.I.Pol., yang sekaligus menyambut kedatangan Tim Analisa dan Informasi Pusterad yang dipimpin oleh Kolonel Inf Yudhi Diliyanto, S.I.P.

‎Dalam kesempatan itu, Ketua Tim membacakan sambutan Komandan Pusat Teritorial Angkatan Darat, Letjen TNI Mochammad Syafei Kasno, S.H. Dalam sambutannya disampaikan bahwa Analisa Informasi Teritorial bukan hanya kegiatan pengumpulan data, tetapi merupakan proses yang sistematis dan berkelanjutan untuk memahami serta memprediksi dinamika perkembangan wilayah Indonesia.

‎Selain itu dijelaskan bahwa wilayah teritorial mencakup berbagai aspek penting, seperti ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, pertahanan, dan keamanan. Setiap perubahan pada aspek-aspek tersebut dapat memengaruhi stabilitas nasional serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

‎Dandim 0903/Bulungan menjelaskan bahwa tujuan kegiatan ini adalah untuk mengetahui situasi dan dinamika wilayah, mendeteksi ancaman, gangguan, hambatan, dan tantangan, serta menjadi dasar dalam perencanaan pembinaan teritorial. Analisa tersebut juga berperan penting dalam mendukung pelaksanaan Operasi Militer Selain Perang (OMSP), memperkuat ketahanan wilayah, dan menjadi bahan pertimbangan bagi komando atas dalam mengambil keputusan yang tepat.

‎Pada akhir kegiatan, Dandim mengajak seluruh unsur pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan tokoh agama di Kabupaten Bulungan untuk terus mempererat kerja sama dan meningkatkan pemahaman terhadap kebijakan TNI AD di bidang teritorial tahun 2026, guna mendukung program Pemerintah Republik Indonesia, khususnya di wilayah Kabupaten Bulungan.